Modul ke: 11 Rizka Fakultas Psikologi Teknik lainnya dalam modifikasi perilaku I Token ekonomi dan self-control Putri Utami, MPsi Program Studi Psikologi http://mercubuana.ac.id
Definisi Token Ekonomi Token ekonomi adalah sesuatu yang diberikan kepada klien segera setelah munculnya akumulasi perilaku yang diinginkan dan kemudian ditukarkan dengan backup reinforcer..
Komponen esensial dalam token ekonomi Ada target perilaku yang diinginkan, yang akan diperkuat. Token dipergunakan sebagai conditioning reinforcer. Token ditukarkan dengan backup reinforcer Jadwal pemberian reinforcement dalam memberikan token. Tentukan jumlah seberapa banyak token yang harus dikumpulkan untuk ditukarkan dengan reinforcer. Waktu dan tempat yang digunakan untuk menukarkan token dengan backup reinforcer
Implementasi Token Ekonomi Definisi perilaku yang menjadi target. Contoh: Perilaku yang menjadi target Token Pengertian perilaku Menyikat gigi sendiri 1 Memasukkan sikat gigi ke dalam mulut dan menyikatnya, berkumur dan mengeringkan daerah sekitar mulut dengan handuk
Implementasi Token Ekonomi b. Identifikasi item yang akan digunakan sebagai token Token yang akah digunakan haruslah: Harus bersifat praktik dan nyamaan untuk dibawa oleh terapis/ konselor. Harus berbentuk benda yang bisa diberikan langsung ketika perilaku yang diharapkan muncul. Harus bisa diakumulasikan Token tidak boleh tersedia dimana-mana (bersifat umum) sehingga kehilangan nilainya.
Implementasi Token Ekonomi c. Identifikasi backup reinforcer d. Menentukan Jadwal pemberian reinforcement dalam memberikan token. e. Rating seberapa banyak token yang harus dikumpulkan untuk ditukarkan dengan reinforcer. f. Menentukan apakah akan menggunakan Response Cost. g. Training staf dan management
Hal-hal pratis yang harus diperhatikan Pertama, orang yang melakukan modifikasi perilaku harus selalu memberikan token secara langsung setelah perilaku yang diharapkan muncul. Kedua, orang yang melakukan modifikasi perilaku harus memberikan pujian setiap memberikan token. Ketiga, untuk anak ataupun individu dengan kemampuan intelektual terbatas, backup reinforcer harus diberikan bersamaan pemberian token sehingga token bias menjadi reinforcer yang dikondisikan.
Hal-hal pratis yang harus diperhatikan Keempat, karena token bersifat khusus tidak bisa ditemukan ditempat umum lainnya, sebelum klien menyelesaikan treatment maka penggunaan token harus disamarkan (fading). Sehingga ada kemungkinan perilaku bisa digeneralisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Self- Control
Self- Control Self-control atau self-management terjadi ketika seseorang terlibat dalam satu tindakan/perilaku (controlling behavior) dalam waktu yang tertentu untuk mengontrol perilaku lainnya (controlled behavior) muncul di waktu yang lain.
controlling behavior melibatkan strategi selfmanagement dimana penyebab (antecedent) dan konsekuensi dari perilaku alternative dimodifikasi. controlled behavior adalah perilaku yang menjadi target.
Contoh: Untuk A yang sedang melakukan diet sehat controlling behavior : menjaga pola makan, memonitor olah raga yang dilakukan, membuat reminder di kulkas atau dimana saja yang gampang kelihatan. controlled behavior : diet sehat
Penyebab permasalahan self-control Perilaku yang berlebihan: a. Reinforcer yang langsung didapatkan VS punisher yang tertunda b. Reinforcer yang langsung didapatkan VS punisher yang bersifat akumulatif. c. Reinforcer yang langsung didapatkan (untuk perilaku yang bermasalah) VS Reinforcer yang tertunda (bagi perilaku alternative yang diinginkan).
Penyebab permasalahan self-control Perilaku yang kurang a. Punisher kecil langsung didapatkan VS reinforcer yang bersifat akumulati namun signitifkan. b. Punisher kecil langsung didapatkan VS punisher besar namun hampir tidak mungkin terjadi. c. Punisher kecil langsung didapatkan VS punisher besar yang tertunda jika perilaku tidak terjadi.
Tipe-tipe dari self-control Goal setting dan Self-monitoring Manipulasi antecedent Kontrak perilaku. Butuh orang lain sehingga Short- Circuiting the Contingency Mengatur reinforcer dan punisher Dukungan sosial Self-instructiondan self-praise
Langkah-langkah dalam self-control Membuat keputusan untuk melakukan self-control. Mendefinisikan apa yang dikatakan sebagai perilaku yang diinginkan (target behavior) dan apa yang menjadi perilaku yang tidak diinginkan (competing behavior). Tetapkan tujuan Self-monitor Lakukan assessment fungsional Pilih self-control yang tepat Evaluasi perubahan Mengevaluasi strategi self-control Implementasi strategi mempertahankan perilaku
Terima Kasih