BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN. 1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menguji pengaruh rasio keuangan terhadap pertumbuhan laba. Dalam penelitian ini

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. laporan keuangan perusahaan transportation services yang terdaftar di Bursa

BAB III METODE PENELITIAN. Indonesia dari tahun Daftar perusahaan ritel didapat dari sahamok.com

BAB III METODE PENELITIAN. yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. 2 variabel atau lebih dengan mencari pengaruh variabel independen terhadap

BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. Secara umum pengertian objek penelitian yaitu inti permasalahan yang dijadikan

BAB III METODE PENELITIAN. riset. Lokasi penelitian ini dipilih karena dianggap sebagai tempat yang tepat bagi peneliti

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi merupakan keseluruhan dari obyek yang diteliti. Populasi yang

BAB III METODE PENELITIAN. untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, likuiditas, grwoth, media

BAB III METODE PENELITIAN. tahun 2009 sampai Dalam penelitian ini, pengambilan sampel

III. METODE PENELITIAN. Penelitian deskriptif merupakan suatu metode penelitian yang ditunjukkan untuk

III. METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan jenisnya, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tinjauan teori yang mencerminkan keterkaitan antara variabel yang diteliti dan

BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. Indonesia (BEI) yang bergerak dalam bidang pertambangan. Perusahaan yang terdaftar

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB III DESAIN PENELITIAN. manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dalam penelitian ini, peneliti

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabelvariabel

BAB III METODE PENELITIAN. sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Subyek pada

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan non keuangan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian adalah suatu kegiatan yang menggunakan metode yang

III. METODOLOGI PENELITIAN. dan verifikatif. Metode deskriptif adalah studi untuk menentukan fakta dengan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III DESAIN DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pertumbuhan sedangkan variabel dependentnya adalah sruktur modal.

BAB III METODE PENELITIAN. yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode melalui website :

BAB III DESAIN PENELITIAN

BAB III METODA PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia

III. METODE PENELITIAN. Indonesia periode Penelitian ini menggunakan PBV, ROE, dan PER

BAB III METODE PENELITIAN. data kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang diukur dalam skala numeric

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan rumus-rumus matematik. Penulis juga

BAB III METODE PENELITIAN. dengan Juli Adapun data penelitian diperoleh dengan melakukan

BAB III METODE PENELITIAN. menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel penelitian

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Obyek penelitian ini adalah profitabilitas perbankan syariah yang ada di

METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang merupakan data panel atau

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Metode Penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kausal komparatif

BAB III. METODE PENELITIAN A. Subjek. Bursa Efek Indonesia pada periode tahun

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bursa Efek Indonesia periode penelitian yang digunakan yaitu jenis data sekunder.

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. peneliti menguji pengaruh return on asset (ROA), leverage, ukuran perusahaan dan

BAB III METODE PENELITIAN Data ini dipilih karena seperti pada data yang telah dikutip dari

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan manufaktur sektor

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun Pengambilan sampel

BAB III METODE PENELITIAN. profitabilitas serta laporan keuangan perusahan Food And Beverages tahun

BAB III METODE PENELITIAN. mengenai pengaruh free cash flow, leverage, payout, undervalue, dan size terhadap

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL ANALISA DAN PEMBAHASAN

keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun kuantitatif berupa laporan keuangan dan annual report yang

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Perusahaan emiten manufaktur sektor (Consumer Goods Industry) yang

III. METODE PENELITIAN. Objek penelitian ini adalah return saham perusahaan sektor pertambangan yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (closing price) yang tercatat di indeks LQ 45 periode yang dinyatakan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (Sugiyono, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Umum Milik

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. populasi disebut parameter populasi dan ukuran-ukuran pada sampel disebut. sampel merupakan bagian dari populasi.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. diperlukan dalam penelitian ini, maka penulis mengadakan penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. analisis statistik yang menggunakan persamaan regresi berganda. Analisis data

BAB IV ANALISIS DATA. penelitian tentang Price Earning Ratio (PER), Earning Per Share (EPS),

audit delay pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Daftar Efek Syariah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sampoerna, Tbk dengan data laporan keuangan selama 5 tahun terhitung

BAB III METODELOGI PEMIKIRAN. dipublikasikan dan diambil dari database Bursa Efek Indonesia selama tahun

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. metode analisis data serta pengujian hipotesis.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Umum Syariah yang terdaftar di Bank Indonesia selama periode Hal-hal

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

36 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan pada laporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar pada BEI (Bursa Efek Indonesia) dan diperoleh dari Pusat Riset Pasar Modal PT BEI. Penelitian dilakukan secara tidak langsung untuk mendapatkan laporan keuangan tahunan selama tiga periode yaitu dari tahun 2013 hingga tahun 2015. B. Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian klausal. Analisis klausal menjelaskan suatu variabel berpengaruh terhadap perubahan pada variable lainnya. Analisis ini menggambarkan bagaimana variabel independen yang terdiri dari Working Capital to Total Asset, Current Liability to Inventory, Operating Income to Total Liability, Total Asset Turnover, Net Profit Margin dan Gross Profit Margin memiliki pengaruh terhadap variabel dependen berupa Pertumbuhan Laba. C. Definisi dan Operasionalisasi Variabel 1. Variabel Dependen Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pertumbuhan laba. Pertumbuhan laba merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan

37 perusahaan meningkatkan laba bersih dibanding tahun sebelumnya. Laba yang digunakan adalah laba setelah pajak (earning after tax). Pertumbuhan laba dirumuskan sebagai berikut (Harahap, 2011) Y i = (Y it - Y it-1) Y it-1 Y it Y it = pertumbuhan laba pada periode t = laba perusahaan i pada periode t Y it-1 = laba perusahaan i pada periode t-1 2. Variabel Independen a. Working Capital to Total Asset (WCTA) WCTA merupakan salah satu rasio likuiditas yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menggunakan asset lancar perusahaan, sehingga dapat membayar utang jangka pendeknya tepat waktu (Hapsari 2007). Working Capital to Total Asset (WCTA) adalah perbandingan antara asset lancar dikurangi utang lancar terhadap total asset. WCTA dapat dirumuskan sebagai berikut: b. Current Liabilities to Inventory (CLI) CLI merupakan salah satu rasio solvabilitas/leverage yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban

38 jangka panjangnya (Hapsari, 2007). CLI dapat dirumuskan sebagai berikut: c. Operating Income to Total Liabilities (OITL) Hapsari (2007) menyatakan bahwa OITL merupakan rasio solvabilitas / leverage. OITL dapat dirumuskan sebagai berikut: d. Total Asset Turnover (TAT) Menurut Cahyaningrum (2012), TAT adalah salah satu rasio profitabilitas yang menunjukkan efisiensi penggunaan seluruh asset (total assets) perusahaan untuk menunjang penjualan (sales). TAT dapat dirumuskan sebagai berikut: e. Net Profit Margin (NPM) Menurut Sholiha (2014), NPM menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan bersihnya terhadap total penjualan bersih. NPM dapat dirumuskan sebagai berikut:

39 f. Gross Profit Margin (GPM) Haikal (2014) menyatakan bahwa GPM rasio profitabilitas yang menunjukkan tingkat kembalian pendapatan kotor terhadap penjualan bersih. GPM dapat dirumuskan sebagai berikut: 3. Operasional Variabel dan Skala Pengukuran Ringkasan definisi dan operasional variabel dari penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3.1 sebagai berikut :

40 Tabel 3.1 Operasional Variabel dan Skala Pengukuran No Variabel Indikator Skala 1 Pertumbuhan Laba ( Y) Y i = (Y it - Y it-1) Rasio Y it-1 2 Working Capital to Total Asset (X 1 ) Rasio 3 Current Liabilities to Inventory (X 2 ) Rasio 4 Operating Income to Total Liabilities (X 3 ) Rasio 5 Total Asset Turnover (X 4 ) Rasio 6 Net Profit Margin (X 5 ) Rasio 7 Gross Margin (X 6 ) Profit Rasio Sumber : Data Sekunder Diolah (2016) D. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Populasi yang digunakan untuk penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEJ sejak tahun 2013 sampai dengan 2015.

41 2. Sampel Penelitian Pemilihan sampel ditentukan secara purposive sampling dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang representatif sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Kriteria untuk dipilih menjadi sampel adalah : a. Perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEJ dan konsisten ada selama periode penelitian (tahun 2013 sampai dengan 2015). b. Perusahaan yang menghasilkan laba selama periode 2013 sampai dengan 2015. Sampel yang terpilih berdasarkan kriteria pemilihan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.2 Proses Pemilihan Sample Penelitian No Keterangan Jumlah Perusahaan 1 Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan bertahan selama periode penelitian. 43 2 Perusahaan yang baru IPO tahun 2015 (1) 3 Perusahaan yang mengalami kerugian selama periode penelitian. (26) Jumlah Sampel Penelitian 16 Sumber : Indonesia Capital Market Directory (ICMD) 2013-2015

42 E. Teknik Pengumpulan data Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode dokumentasi yaitu pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data sekunder dari laporan keuangan yang telah dipublikasikan di BEJ. Laporan keuangan perusahaan tercantum dalam ICMD 2013, ICMD 2014, dan ICMD 2015. F. Metode Analisis 1. Metode Analisis Regresi Berganda Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda (Multiple Regression Analysis). Analisis regresi linier berganda ini digunakan untuk menguji pengaruh rasio keuangan terhadap pertumbuhan laba. Model dalam penelitian ini adalah : Yt = a + b 1 X 1 + b 2 X 2 + b 3 X 3 + b 4 X 4 + b 5 X 5 + b 6 X 6 + e Dimana : Yt = Pertumbuhan laba a = Koefisien konstanta b = Koefisien regresi dari masing-masing variabel X 1 = WCTA X 2 = CLI X 3 = OITL X 4 = TAT X 5 = NPM X 6 = GPM

43 e = koefisien error (variabel pengganggu) 2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan variabel independen mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik, memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Untuk mendeteksi normalitas dapat dilakukan dengan uji statistik. Test statistik yang digunakan antara lain: analisis grafik histogram, normal probability plots dan Kolmogorov Smirnov test (Ghozali, 2013). Pengujian normalitas ini dapat dilakukan melalui analisis grafik dan analisis statistik. 1) Analisis Grafik Salah satu cara termudah untuk melihat normalitas residual adalah dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati normal. Namun demikian, hanya dengan melihat histogram, hal ini dapat membingungkan, khususnya untuk jumlah sampel yang kecil. Metode lain yang dapat digunakan adalah dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Dasar pengambilan keputusan dari analisis normal probability plot adalah sebagai berikut:

44 a) Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. b) Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. 2) Analisis Statistik Untuk mendeteksi normalitas data dapat dilakukan pula melalui analisis statistik yang salah satunya dapat dilihat melalui Kolmogorov- Smirnov test (K-S). Uji K-S dilakukan dengan membuat hipotesis: Ho = Data residual terdistribusi normal Ha = Data residual tidak terdistribusi normal Dasar pengambilan keputusan dalam uji K-S adalah sebagai berikut: a) Apabila probabilitas nilai Z uji K-S signifikan secara statistik maka Ho ditolak, yang berarti data terdistibusi tidak normal. b) Apabila probabilitas nilai Z uji K-S tidak signifikan statistik maka Ho diterima, yang berarti data terdistibusi normal. b. Uji Multikolinearitas Menurut Ghozali (2013), uji ini digunakan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi di antara variabel-variabel independen dalam model regresi tersebut. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi

45 diantara variabel independen. Jika terdapat korelasi antara variabel independen, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen adalah nol. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikoliniearitas dalam model regresi dapat dilihat dari tolerance value atau variance inflation factor (VIF). Sebagai dasar acuannya dapat disimpulkan: 1) Jika nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi. 2) Jika nilai tolerance < 0,1 dan nilai VIF > 10, maka dapat disimpulkan bahwa ada multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi. c. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka ada masalah autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu dengan yang lain. Masalah ini timbul karena residual (kesalahan pengganggu) tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya, biasanya dijumpai pada data deret waktu (time series). Konsekuensi adanya autokorelasi dalam model regresi adalah variance sample tidak dapat menggambarkan variance

46 populasinya, sehingga model regresi yang dihasilkan tidak dapat digunakan untuk menaksir nilai variabel dependen pada nilai independen tertentu (Ghozali, 2013). Untuk mendeteksi autokorelasi, dapat dilakukan uji statistik melalui uji Durbin-Watson (DW test) (Algifari, 2000). Dasar pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi adalah: Tabel 3.3 Autokorelasi Hipotesis Nol Keputusan Jika Tidak ada autokorelasi positif Tolak 0 < d < dl Tidak ada autokorelasi positif No decision dl d du Tidak ada korelasi negatif Tolak 4 dl < d< 4 Tidak ada korelasi korelasi No decision 4 du d 4 dl Tidak ada autokorelasi, positif atau negatif Tidak ditolak du < d < 4-dl Sumber : Ghozali (2013) d. Uji Heteroskedastisitas Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homokedasitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi adanya heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat grafik plot antara nilai

47 prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residualnya (SRESID). Dasar analisisnya: 1) Jika ada pola tertentu,seperti titik titik yang membentuk suatu pola tertentu, yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. 2) Jika tidak ada pola tertentu serta titik titik menyebar diatas dan dibawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Analisis dengan grafik plots memiliki kelemahan yang cukup signifikan oleh karena jumlah pengamatan mempengaruhi hasil ploting. Semakin sedikit jumlah pengamatan, semakin sulit untuk mengintepretasikan hasil grafik plot. Uji glejser mengusulkan untuk meregres nilai absolute residual terhadap variabel independen. Jika variabel independen signifikan secara statistic mempengaruhi variabel dependen, maka indikasi terjadi Heteroskedastisitas. Apabila probabilitas signifikansi variabel penelitian diatas tingkat 5% maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung heteroskedastisitas. G. Pengujian Hipotesis Setelah melakukan pengujian normalitas dan pengujian atas asumsi-asumsi klasik, langkah selanjutnya yaitu melakukan pengujian atas hipotesis 1 (H1)

48 sampai dengan hipotesis 6 (H6). Pengujian tingkat penting (Test of significance) ini merupakan suatu prosedur dimana hasil sampel digunakan untuk menguji kebenaran suatu hipotesis dengan alat analisis yaitu uji t, uji F dan nilai koefisien determinansi (R2). Perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik, apabila uji nilai statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana Ho ditolak). Sebaliknya, disebut tidak signifikan bila uji nilai statistiknya berada dalam daerah dimana Ho diterima. 1. Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen, terbatas. Sebaliknya, nilai R2 yang mendekati satu menandakan variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan oleh variabel dependen (Ghozali, 2013). Nilai yang digunakan adalah adjusted R2 karena variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini lebih dari dua buah. 2. Uji Statistik F Menurut Ghozali (2013) Uji F digunakan untuk menunjukkan apakah sebuah variabel bebas yang dimaksudkan pada model memiliki pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen.

49 Pengujian dilakukan dengan menggunakan significance level 0,05 (ɑ =5%). Hipotesis yang hendak diuji adalah (Ghozali, 2013) a. Ho : β1, β2 = 0, artinya semua variabel independen tidak mepunyai pengaruh yang dignifikan terhadap variabel dependen. b. Ha : β1, β2 > 0, artinya semua variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Pengujian hipotesis ini menggunakan statistik F dengan criteria pengambilan keputusan sebagai berikut: a. Jika probabilitas (sig F) > ɑ (0,05) maka Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen. b. Jika probabilitas (sig F) < ɑ (0,05) maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen. c. Bila F hitung < F tabel, variabel independen secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. d. Bila F hitung > F tabel, variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen. 3. Uji Statistik t Menurut Ghozali (2013) uji t digunakan menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan

50 variabel dependen. Penerimaan atau penolakan hipotesis dilakukan dengan kriteria sebagai berikut: a. Apabila nilai signifikan > 0,05 maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikan). Ini berarti bahwa secara parsial variabel independen yang terdiri dari working capital to total asset, current liability to inventory, operating income to total liability, total asset turnover, net profit margin dan gross profit margin tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (pertumbuhan laba) b. Apabila nilai signifikan 0,05 maka hipotesis diterima (koefisien regresi signifikan). Ini berarti bahwa secara parsial variabel independen yang terdiri dari working capital to total asset, current liability to inventory, operating income to total liability, total asset turnover, net profit margin dan gross profit margin mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (pertumbuhan laba) c. Jika t hitung > t tabel maka variabel independen secara individu berpengaruh terhadap variabel dependen. d. Jika t hitung < t tabel maka variabel independen secara individu tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.