PENGGUNAAN METODE DRILL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

dokumen-dokumen yang mirip
Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT), Motivasi, Hasil Belajar.

BAB II KERANGKA TEORETIS. agar murid melakukan kegiatan belajar, kemudian harus dipertanggungjawabkannya.

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match 1

IDENTIFIKASI NILAI TUGAS KELOMPOK DAN INDIVIDU PADA MATA KULIAH TEORI BILANGAN YANG DIPEROLEH MAHASISWA

Kata Kunci: Metode Diskusi Kelompok, Media Gambar, Prestasi Belajar IPA

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PENUGASAN PADA SISWA KELAS X1 SMA NEGERI 1 MARE

PENERAPAN STRATEGI SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS VI SD NEGERI 2 DANGURAN KLATEN SELATAN TAHUN 2013/2014

Penerapan Strategi Pembelajaran Inkuiri Untuk Peningkatan Hasil Pembelajaran IPS Bagi Peserta Didik

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI MENULIS MELALUI METODE DEMONSTRASI. Sri Yanti

PENDAHULUAN Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Penelitian yang Relevan Jenis Penelitian Batasan Masalah

BAB III METODE PENELITIAN

KOMPARASI HASIL BELAJAR KIMIA ANTARA SISWA YANG DIBERI METODE DRILL DENGAN RESITASI

Rizky Ridlo Rahmanda Putri. Kata kunci: model GI, aktivitas siswa, prestasi belajar fisika

JKPM VOLUME 4 NOMOR 1 APRIL 2017 e ISSN :

Penerapan Metode Diskusi Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Kelas IV SDN 1 Tonggolobibi Mata Pelajaran IPS

UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA MELALUI CREATIVE PROBLEM SOLVING SISWA KELAS XI-IPA1 SMA NEGERI I IMOGIRI

PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 1 TOLINGGULA

Prosiding Pendidikan Agama Islam ISSN:

Riskah, S.Pd Guru SMAN 1 Kaliwungu Kabupaten Kendal

Prosiding Seminar Nasional Volume 03, Nomor 1 ISSN

Vol. 1 No. 1 Th. Jan-Des 2016 ISSN:

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI POKOK SUMBER ENERGI GERAK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING

PENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN INTEGRAL TAK TENTU MELALUI METODE RESITASI

Tarmizi, Upaya Meningkatkan Kemampuan

ABSTRAKSI. Irma Susilowati Guru SMA Negeri 1 Cepiring

KOMPARASI KEEFEKTIFAN MODEL KOOPERATIF TIPE TAI DAN TIPE TGT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

PENERAPAN METODE ROLE PLAYING

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF (INNOVATIVE LEARNING) TIPE PICTURE AND PICTURE

Purhandayani SMP Teuku Umar Semarang

BAB V PENUTUP. Berdasarkan analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa : a. Pengelolaan pembelajaran menggunakan metode eksperimen pada materi

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Ikmila Mak ruf, Yusuf Kendek, dan Kamaluddin. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MENGGUNAKAN STRATEGI STUDENT LED REVIEW SESSION DENGAN METODE KONVENSIONAL

Alumni Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi 2,3)

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VI-B SD NEGERI 38 AMPENAN FLORA. Guru SD Negeri 38 Ampenan

Agusnoto. SD Negeri Ketitangkidul, Kab. Pekalongan, Jawa Tengah

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN METODE PENGAJARAN BERPROGRAMA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH

Upaya Meningkatkan Kecakapan Personal Siswa Melalui Metode Learning Journals Dalam Pembelajaran Sosiologi Kelas XI IPS 1 SMA Muhammadiyah 1 Muntilan

Penerapan Pembelajaran Berbasis Portofolio Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Inpres 1 Slametharjo Kabupaten Banggai

Eka Pratiwi Tenriawaru*, Nurhayati B, Andi Faridah Arsal. Program Studi Biologi, Fakultas MIPA Universitas Cokroaminoto Palopo ABSTRAK

Kata kunci: Minat, Hasil Belajar, Model Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Head

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV MENGGUNAKAN METODE PROBLEM POSING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SD NEGERI TEBING TINGGI

Oleh: Ning Endah Sri Rejeki 2. Abstrak

BAB II LANDASAN TEORI

Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan 3(2)

Rahmayanti, Charles Kapile, dan Amiruddin. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

BAB II KAJIAN TEORI. A. Kerangka Teoretis. 1. Pemberian Pekerjaan Rumah. a. Pengertian Mengerjakan PR/Tugas

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VA SD NEGERI 058 BALAI MAKAM DURI

UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR DASAR OTOMOTIF MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENDESKRIPSIKAN NKRI MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL THINK-PAIR-SHARE. Erly Pujianingsih

Penerapan Pembelajaran Kooperatif

Untuk meningkatkan kualitas hasil belajar, maka selayaknya diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan

JURNAL APLIKASI FISIKA VOLUME 10 NOMOR 2 OKTOBER 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN MELALUI METODE DEMONSTRASI. Mubarokah

Efektivitas Penggunaan Metode Kooperatif Learning Model Jigsaw Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS TERINTEGRASI PADA PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP LEMBAGA-LEMBAGA PEMERINTAHAN PUSAT MENGGUNAKAN METODE SNOWBALL DRILLING

Economic Education Analysis Journal

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENERAPAN METODE DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR

ABSTRAK. Oleh: Wahyuning Triyadi, Aminuddin P. Putra, Sri Amintarti

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PEMUAIAN PANJANG MELALUI SFAE SISWA KELAS X TPTU SMK NEGERI 1 BIREUEN. Oleh Fatimah Abubakar*

PENGUNAAN METODE PEMBELAJARAN DRILL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KENAMPAKAN PERMUKAAN BUMI MELALUI PEMBUATAN MINIATUR MUKA BUMI PADA SISWA KELAS 3 SD NEGERI SIDOMULYO 03

Bintang Zaura 1 dan Sulastri 2. Dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah 2 Guru SMP Negeri 1 Labuhanhaji Aceh Selatan

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA SMP

HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL PENELITIAN

Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar dan Kemampuan Menghitung Luas Bangun Datar dan Segi Banyak Melalui Pendekatan Quantum Learning

BAB V PENUTUP. analisis data, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. 1. Pembelajaran sosiologi di kelas XI IPS 1 menggunakan metode

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI METODE DISCOVERY

PENINGKATAN HASIL BELAJAR EKONOMI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION

Oleh: Mulyani SD Negeri 3 Karanggandu, Watulimo, Trenggalek

BAB I PENDAHULUAN. lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotorik. 1

PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI POKOK FUNGSI KOMPOSISI PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 TANJUNG

BAB III METODE PENENLITIAN

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI BELAJAR MATEMATIKA

ABSTRAK MODEL ARIES DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR COGNITIF SISWA

Naskah Publikasi PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENDEKATAN EKSPLORATORY DISCOVERY PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI DEMAKIJO

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Universitas Bung Hatta Abstract

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIIID SMPN 2 BURAU

DAFTAR PUSTAKA. Buku Abdulhak, I. dan Darmawan, D.(2015) Teknologi Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Oleh Mike Akta Buana. Absatrak. Kata Kunci : Keaktifan dan Hasil Belajar, Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE THINK PAIR SHARE PADA MATERI TURUNAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Sleman, hal ini dibuktikan dari nilai r hitung lebih besar dari r tabel

Majalah Ilmiah Inspiratif, Vol.2 No.2 Januari 2016

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan zaman selalu memunculkan tantangan-tantangan baru,

Hasmiati, Baharuddin, dan Sukayasa. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK

PROSIDING ISBN :

*Keperluan Korespondensi, telp: ,

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pendidikan di Indonesia terus berkembang

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS

ARTIKEL PENELITIAN. Oleh: RAHMA DONA NPM

Transkripsi:

Prosiding Seminar Nasional Volume 02, Nomor 1 ISSN 2443-1109 PENGGUNAAN METODE DRILL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Nida Wahyuni 1 PPs Universitas Cokroaminoto Palopo 1 nidawahyunis2uncp@gmail.com 1 Matematika merupakan salah satu pelajaran yang membutuhkan pemahaman yang baik. Pemahaman tersebut dapat diwujudkan guru dengan pemilihan metode mengajar yang efektif. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika adalah metode drill. Metode drill merupakan metode latihan yang diterapkan dalam pembelajaran matematika. Peneliti mencoba menggunakan metode drill pada pembelajaran matematika. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah penggunaan metode drill dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa?. Adapun tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui penggunaan metode drill. Penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari 2 siklus, yaitu 3 kali pertemuan per siklus dan 1 kali tes di akhir siklus. Subjek dari penelitian ini adalah siswa XII IPS 1 SMA Negeri 1 Palopo. Metode pemecahan masalah adalah penggunaan metode drill dalam pembelajaran matematika pokok bahasan Integral. Instrumen penelitian ini menggunakan tes dan observasi. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan oleh seorang guru dan pengamat. Keberhasilan penelitian ini ditentukan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 75 dan secara klasikal 85 %. Dengan demikian penelitian tindakan kelas ini diharapkan berhasil sehingga peneliti merekomendasikan penggunaan metode drill dalam pembelajaran matematika. Kata Kunci : Pembelajaran, Matematika, Metode Drill 1. Pendahuluan Upaya meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi peran penting dari lembaga pendidikan sebagai wadah yang mencetak sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia tergantung pada kualitas pendidikannya. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menuju ke arah itu adalah peningkatan kualitas kegiatan pembelajaran yaitu tentang strategi dan metode yang digunakan guru. Metode yang cenderung berpusat kepada guru, sekarang diupayakan supaya digunakan metode yang membuat siswa lebih aktif baik perorangan maupun berkelompok (kooperatif). Guru tidak lagi dominan dalam kegiatan pembelajaran melainkan sebagai pembimbing, motivator, dan fasilitator. Dalam kaitannya dengan matematika, bahwa proses pembelajaran matematika yang bermakna akan terjadi jika berhasil membelajarkan siswa baik dalam berfikir maupun dalam bersikap. Belajar matematika itu merupakan kegiatan mental yang tinggi, sehingga didalam mempelajari harus bertahap dan berurutan serta berdasarkan kepada pengalaman yang sudah diperoleh. Siswa yang benar-benar belajar dalam dirinya akan Halaman 399 dari 896

Nida Wahyuni terjadi perubahan tingkah laku yang diperlihatkan dalam bentuk hasil belajar. Oleh karena itu, perlu dikembangkan suatu metode pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, bentuk soal-soal latihan dalam matematika, bisa berupa soal obyektif maupun soal uraian yang sifatnya berupa soal pemahaman, penerapan, maupun analisa sehingga siswa sangat dituntut memiliki berbagai kemampuan untuk memecahkannya. Kemampuan menyelesaikan soal matematika ini diperoleh dari banyaknya latihan soal yang dilakukan oleh siswa. Jika siswa melakukan latihan soal secara bertahap dan terus menerus maka akan menambah referensi tentang rumusrumus maupun tekhnik menyelesaikan soal. Proses pembelajaran matematika yang menuntut kreativitas siswa itulah yang menjadi inti penerapan metode drill. Drill adalah latihan dengan praktek yang dilakukan berulang kali atau kontinu untuk mendapatkan keterampilan dan ketangkasan praktis tentang pengetahuan yang dipelajari. 12 Berdasarkan survei awal yang dilakukan pada tanggal 10 Desember 2012 diperoleh data nilai rata-rata matematika ujian semester Ganjil pada kelas XII IPS1 SMA Negeri 1 Palopo tahun pembelajaran 2012/2013, hanya mencapai nilai rata-rata 63,93. Jika dibandingkan dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) di kelas tersebut yang mencapai 75, maka secara keseluruhan siswa di kelas tersebut masih mengalami masalah belajar. Berdasarkan wawancara terhadap guru bidang studi bahwa guru belum menerapkan metode drill dalam proses belajar mengajar. Hal ini disebabkan karena siswa kurang terlatih menghadapi berbagai model soal yang diujikan yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. 13 Bertolak dari kenyataan itu, dalam penelitian ini penulis akan menerapkan metode drill yang memperbanyak siswa melakukan latihan soal terus menerus sehingga siswa secara tidak langsung dapat memahami konsep, prinsip, dan fakta serta prosedur yang ada pada matematika. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melaksanakan suatu penelitian tindakan kelas dengan judul Penggunaan Metode Drill Dalam Pembelajaran Matematika. 112. 12 Sriyono, Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA, (Cet I; Semarang: Rineka Cipta, 1991), h. 13 Mursalin, (Guru Mata Pelajaran Matematika SMA Negeri 1 Palopo), Wawancara, tanggal 10 Desember 2012 Halaman 400 dari 896

Penggunaan Metode Drill dalam Pembelajaran Matematika 2. Kajian Pustaka a. Metode Drill Drill adalah latihan dengan praktek yang dilakukan berulang kali atau kontinu untuk mendapatkan keterampilan dan ketangkasan praktis tentang pengetahuan yang dipelajari. 14 Lebih dari itu diharapkan agar pengetahuan atau keterampilan yang telah dipelajari itu menjadi permanen, mantap, dan dapat dipergunakan setiap saat oleh yang bersangkutan. Metode ini tepat untuk memperoleh: a. Kecakapan memoris : mengucapkan kata-kata, tanya jawab, pemakaian tata bahasa (grammar) yang tepat dalam pengajaran bahasa asing. b. Kecakapan mental: dalam perkalian, menjumlah, mengurang, membagi, dan lainlain. Metode drill (latihan) merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Selain itu, metode ini dapat juga digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan, dan keterampilan. 15 b. Tujuan Penerapan Metode Drill Tujuan penerapan metode drill agar siswa dapat secara langsung memahami materi yang diajarkan guru. Guru perlu merumuskan tujuan yang jelas dan hendak dicapai oleh siswa. Metode drill biasanya digunakan dengan tujuan sebagai berikut: 16 a. Agar siswa memiliki hasil belajar yang lebih mantap. b. Untuk memperoleh pengetahuan, setelah melaksanakan latihan akan memperluas dan memperkaya pengetahuan serta keterampilan siswa di sekolah, melalui kegiatan-kegiatan di luar sekolah. c. Dengan melaksanakan latihan siswa aktif belajar. d. Merasa terangsang untuk meningkatkan belajar yang lebih baik. Memupuk inisi atif dan berani bertanggung jawab sendiri. h. 112. 14 Sriyono, Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA, (Cet I; Semarang: Rineka Cipta, 1991), 15 Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Cet IV; Jakarta : Rineka Cipta, 1995), h.95. 16 Hariono, Tinjauan Tentang Metode Drill, Jasa Pembuatan web.co.id, 18 Agustus 2008. http://jasapembuatanweb.co.id/artikel-ilmiah/tinjauan-tentang-metode-drill (25 Februari 2013) Halaman 401 dari 896

Nida Wahyuni e. Selalu memanfaatkan waktu senggangnya untuk hal-hal yang menunjang bela jarnya. Metode drill dipergunakan apabila suatu pokok bahasan atau aspek-aspek tertentu yang memerlukan latihan yang lebih banyak atau memerlukan penjelasan lebih lanjut melalui eksperimen atau sumber-sumber informasi lain yang lebih luas. Dalam keadaan darurat, di mana guru karena sesuatu hal tidak dapat mengajar baik untuk sebagian maupun seluruh jam pelajaran dan tidak ada guru lain maka siswa dapat mengerjakan latihan mandiri. c. Langkah-langkah Penerapan Metode Drill Pada penerapan pembelajaran metode drill diperlukan langkah-langkah yang efektif agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Adapun langkahlangkah penerapan metode drill yaitu : 17 a. Tahap Perencanaan Pada tahap perencanaan ini, guru melakukan persiapan berdasarkan penerapan metode drill. Guru mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran, instrumen penelitian, daftar kehadiran siswa, dan soal latihan siswa untuk setiap pertemuan. Pada saat membuat latihan, guru harus mempertimbangkan: tujuan yang akan dicapai, jenis latihan yang jelas dan tepat sehingga siswa mengerti apa yang diberikan, sesuai dengan kemampuan siswa, ada petunjuk/sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa, dan sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan latihan tersebut. b. Tahap Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan harus berdasarkan rencana pelaksanaan pembelajaran menggunakan penerapan metode drill. Kegiatan awal dimulai dengan menyampaikan kompetensi dasar, standar kompetensi, indikator dan tujuan pembelajaran. Selanjutnya kegiatan inti, dimulai dengan menyampaikan materi pembelajaran sesuai indikator pembelajaran. Pokok bahasan yang dijelaskan oleh guru adalah Integral. Kegiatan selanjutnya adalah pelaksanaan latihan. Langkah ini meliputi: diberikan bimbingan/pengawasan oleh guru, diberikan dorongan sehingga siswa mau bekerja, diusahakan/dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain, dan dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematik. c. Tahap Pelaksanaan Pengamatan (Observasi) dan Evaluasi 17 Ibid. Online. Halaman 402 dari 896

Penggunaan Metode Drill dalam Pembelajaran Matematika Pada tahap ini dilakukan proses observasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Pada akhir siklus diadakan tes tertulis untuk mengukur hasil belajar. Langkah ini meliputi laporan siswa secara tertulis dari apa yang telah dikerjakannya, ada tanya jawab/diskusi kelas, penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maupun nontes atau cara lainnya. Siswa akan mendalami dan mengalami sendiri pengetahuan yang dicarinya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya tinggal lama dalam pikiran atau jiwanya. Jika siswa dalam melaksanakan latihannya ditunjang dengan minat dan perhatian serta kejelasan tujuan belajarnya, maka latihan tersebut dapat mengembangkan daya berpikir inisiatif, kreatif dan melatih siswa bertanggung jawab. d. Tahap Refleksi Hasil yang diperoleh pada tahap observasi dan evaluasi, selanjutnya dianalisis. Dari hasil tersebut, peneliti akan merefleksi diri tentang keberhasilan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan pada setiap siklus. Data yang dilaksanakan dalam tahap ini akan dipergunakan sebagai acuan untuk melaksanakan siklus selanjutnya. 3. Metode Penelitian a. Populasi dan Sampel Variabel dalam penelitian ini adalah metode drill. Penelitian ini direncanakan penelitian tindakan kelas (PTK). Populasi penelitian ini adalah kelas XII IPS1 SMA Negeri 1 Palopo dengan jumlah siswa 29 orang. b. Teknik Analisis Data 1. Analisis Kuantitatif Data yang diperoleh siswa dari hasil pemberian tes selanjutnya dianalisis secara kuantitatif. Nilai yang diperoleh siswa dari hasil pemberian tes merupakan tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran matematika tentang integral. Dalam menentukan skor terhadap jawaban siswa sangat tergantung pada tingkat kesulitan soal yang diberikan. Tes dilakukan dalam tiga tahap yaitu tes awal pertemuan, tes akhir siklus I, dan tes akhir siklus II. Data tentang hasil belajar tiap siklus, kemudian diolah dan dibandingkan dengan indikator keberhasilan. Selanjutnya dicari rata-rata kelas untuk diperoleh tingkat ketuntasan belajar secara klasikal. Selain itu, dicari tingkat kenaikan yang dicapai oleh masing-masing siswa yang disebut skor peningkatan. Siswa memperolah skor peningkatan berdasarkan tingkat skala dimana skor tes mereka melebihi skor dasar mereka. Halaman 403 dari 896

Nida Wahyuni 2. Analisis Kualitatif Data yang diperoleh dari lembar observasi dianalisis secara kualitatif. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk mengukur atau menilai proses belajar seperti keadaan pada saat belajar meliputi kehadiran, keaktifan, dan perhatian siswa. Selain itu, observasi berguna untuk mencari kekurangan yang mungkin saja terjadi pada setiap pertemuan. Pada penelitian ini, data observasi siswa diperoleh dari jumlah siswa berdasarkan aspek yang diamati pada setiap pertemuan. Kemudian dianalisis peningkatan setiap aspek pada setiap pertemuan. Peningkatan aktivitas siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar berdasarkan aspek yang diamati menjadi indikator penilaian yang sejalan dengan peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. 4. Pembahasan Berdasarkan hasil analisis kualitatif, diperoleh bahwa adanya peningkatan yang telah dicapai oleh siswa seperti kehadiran, keaktifan, perhatian, dan perubahan sikap siswa terhadap pelajaran matematika dengan diterapkannya metode drill pada pembelajaran matematika. Dimana skor rata-rata aktivitas siswa pada siklus I sebesar 21,20 meningkat pada siklus II sebesar 26,91. Secara umum tanggapan yang diberikan siswa terhadap pelajaran matematika sangat bagus dan layak digunakan dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Melalui penerapan metode drill, nilai hasil belajar, keaktifan, dan perhatian siswa dalam proses pembelajaran matematika dapat meningkat karena pembelajaran dengan menerapkan metode drill siswa lebih aktif dan termotivasi dalam belajar. Adanya metode tersebut membuat siswa lebih terlatih mengahapi berbagai macam model soal matematika, sehingga siswa lebih bersemangat dalam mempelajari materi yang diajarkan oleh guru. Hasil analisis kuantitatif juga menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas XII IPS1 SMA Negeri 1 Palopo melalui penerapan metode drill mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan oleh hasil tes yang dilakukan pada awal pertemuan sebelum diterapkan metode drill dimana nilai siswa mengalami peningkatan pada siklus I, dan terus meningkat pada siklus II. Rata-rata nilai awal yang diperoleh siswa kelas XII IPS1 SMA Negeri 1 Palopo pada tes awal pertemuan sebelum menerapkan metode drill sebesar 62,93. Dimana nilai tertinggi adalah 95 dan nilai terendah adalah 35. Standar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) SMA Negeri 1 Palopo pada mata pelajaran matematika sebesar 75, Halaman 404 dari 896

Penggunaan Metode Drill dalam Pembelajaran Matematika maka sebanyak 11 orang atau 41% siswa yang tuntas dan 18 orang yang tidak tuntas pada tes awal yang telah dilakukan sebelum diterapkan metode drill. Rata-rata nilai hasil belajar siswa kelas XII IPS1 SMA Negeri 1 Palopo yang telah dicapai pada tes siklus I setelah menerapkan metode drill sebesar 68,62. Dimana nilai tertinggi diperoleh siswa sebesar 100, dan nilai terendah sebesar 30. Standar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) SMA Negeri 1 Palopo pada mata pelajaran matematika sebesar 75, maka diperoleh sebanyak 4 orang atau 48% siswa yang dinyatakan tuntas dan 15 orang yang tidak tuntas pada tes siklus I. Dari hasil belajar matematika yang didapatkan nilai tes siklus I setelah diterapkan metode drill mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai tes hasil belajar matematika pada awal pertemuan sebelum diterapkan metode drill sebesar 18,96. Rata-rata nilai hasil belajar yang diperoleh siswa kelas XII IPS1 SMA Negeri 1 Palopo pada tes siklus II sebesar 83,62. Dimana nilai tertinggi adalah 100 dan nilai terendah adalah 55. Standar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) SMA Negeri 1 Palopo pada mata pelajaran matematika sebesar 75, maka sebanyak 25 orang atau 86% siswa yang tuntas dan 4 orang yang tidak tuntas pada tes siklus II. Dari hasil belajar matematika yang didapatkan nilai tes siklus II mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai tes hasil belajar matematika pada siklus I sebesar 23,10. Hal ini menunjukkan peningkatan hasil belajar matematika siswa dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan metode drill pada proses pembelajaran matematika pada materi integral dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa XII IPS1 SMA Negeri 1 Palopo. Hal ini terlihat pada lembar observasi, yakni kehadiran, keaktifan, dan perhatian siswa dalam pembelajaran matematika mengalami peningkatan dari pertemuan pertama sampai dengan pertemuan-pertemuan selanjutnya. Di samping itu, dari analisis nilai siswa diperoleh nilai rata-rata siswa yang terus mengalami peningkatan mulai dari tes awal yang dilakukan sebelum diterapkan metode drill sampai dengan tes akhir siklus I dan siklus II setelah diterapkan metode drill. Halaman 405 dari 896 Daftar Pustaka [1] Ari, Rosihan dan Indriyastuti, Perspektif Matematika, Jakarta:Platinum, 2000. [2] Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: PT Rineka Cipta, 1993. [3] Azwar, Syaefudin, Metode Penelitian, Yogyakarta: Pustaka Pelajar,1998. [4] Bahri Djamarah, Syaiful dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar, Cet.IV; Jakarta:Rineka Cipta. 1995. [5] Dimyanti dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta:Rineka Cipta, 1994.

Nida Wahyuni [6] Hamalik, Oemar, Proses Belajar Mengajar, Cet.I; Jakarta:Bumi Aksara, 2001. [7] Hariono, Tinjauan Tentang Metode Drill, Jasa Pembuatan web.co.id, 18 Agustus 2008,http://jasapembuatanweb.co.id/artikel-ilmiah/tinjauan-tentangmetode-drill (25 Februari 2013). [8] Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru, Edisi Pertama Cet.VII; Jakarta: Rajawali Pers, 2011. [9] Mega Eriska R.P, Efektivitas Metode Drill Berbantuan Smart Mathematics Module Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas XI SMK Teuku Umar Semarang, Skripsi, Semarang: Universitas Negeri Semarang, 2013, td. [10] Mursalin, Strategi Pembelajaran Matematika, Palopo: Dinas Pendidikan, 2010. Upaya peningkatan hasil belajar matematika melalui pendekatan model quantum learning dengan setting kooperatif pada kelas XII IPS2 SMA Negeri 1 Palopo, Laporan Hasil Penelitian, Palopo: Dinas Pendidikan Nasional SMA Negeri 1 Palopo, 2012. [11] Nasution, Noehi, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Peningkatan Mutu Guru SD Setara D-II dan Pendidikan Kependudukan, 1993. [12] Negoro, ST dan B. Harahap, Ensiklopedia Matematik, Jakarta: PT Ghalia Indonesia, 1999. [13] Nurhayati, Fitri, et.al., Efektivitas Pembelajaran dengan Metode Drill and Practice and Learning Circle 5E Disertai Media Pembelajaran Crossword Puzzle terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Pokok Hidrokarbon Kelas X Semester Genap SMA Negeri Kebakkramat Tahun Pelajaran 2012/2013, Jurnal Pendidikan Kimia, Universitas Sebelas Maret. vol. 2. nomor 3, 2013. [14] Regards, Pengertian Hasil Belajar Menurut Para Ahli, Blog Regards, http://www.masbied.com/2012/02/21/pengertian-hasil-belajar-menurut-paraahli/( 25 Februari 2013). [15] Roestiyah NK, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Bina Aksara, 1984. [16] Sardiman A.M, Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar, Edisi Pertama, Jakarta:Rajawali Pers, 2006. [17] Subijanto, Pengaruh Pembelajaran dengan Pendekatan Problem Posing terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII di MTs Negeri 22 Kampus B Munjul Jakarta Timur Tahun Pelajaran 2005/2006, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan Nasional, vol. 17 nomor 2, 2011. [18] Sudjana, Nana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Cet XI; Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006. [19] Suhardjono, Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Kegiatan Pengembangan Profesi Guru, Jakarta: Bumi Aksara, 2007. [20] Surakhmad, Winarno, Pengantar Interaksi Belajar Mengajar. Bandung: Tarsito. 1994. [21] Sriyono, dkk, Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA, Cet. I; Semarang:Rineka Cipta, 1991. [22] Tukiran Taniredja, Irma Pujiati, dan Nyata, Penelitian Tindakan Kelas Untuk Pengembangan Profesi Guru, Cet I; Bandung: Alfabeta, 2010. [23] Wirartha, I Made, Pedoman Penulisan Usulan Penelitian, Skripsi, dan Tesis, Edisi Pertama, Yogyakarta: ANDI, 2007. Halaman 406 dari 896