BAB I PENDAHULUAN. kefakiran. Karena itu seperti sabda Nabi yang menyatakan bahwa kefakiran

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. merupakan ibadah maaliyah ijtima iyah 1 memiliki fungsi sangat penting,

BAB I PENDAHULUAN. yang berlawanan dengan semangat dan komitmen Islam terhadap. yang sejahtera dan baik yang menjadi tujuan utama mendirikan Negara.

BAB I PENDAHULUAN. produk atau harapan-harapannya. Kotler (1997: 36). Meningkatnya derajat

BAB I PENDAHULUAN. membayar zakat pulalah baru diakui komitmen ke-islaman seseorang. Hal ini

BAB I PENDAHULUAN. maupun kehidupan yang bersifat spritual. Firman Allah QS. Al-Māidah/5: telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-ku, dan telah Ku-ridhai

BAB I PENDAHULUAN. minallah atau dimensi vertikal dan hablum minannas atau dimensi horizontal.

BAB I PENDAHULUAN. Membicarakan masalah kemiskinan berarti membicarakan suatu masalah yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi unsur pokok

BAB I PENDAHULUAN. Bisnis retail merupakan jenis bisnis yang sudah lama ada di dalam pasar. Bisnis

BAB I PENDAHULUAN. Zakat merupakan rukun Islam ketiga yang menjadi salah satu fondasi penting dalam

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang Masalah. Bertambahnya jumlah mahasiswa disertai dengan bertambahnya

BAB V PEMBAHASAN. berpengaruh terhadap minat membayar zakat di Badan Amil. Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gresik.

BAB I PENDAHULUAN. mampu menghilangkan kesenjangan sosio-ekonomi masyarakat. 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Kualitas Layanan Kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. dituntut untuk terus meningkatkan daya saingnya agar tidak ketinggalan oleh para

BAB V PEMBAHASAN PENELITIAN. A. Pengaruh kualitas jasa terhadap kepuasan muzakki di BAZNAS

BAB 1 PENDAHULUAN. Angka kemiskinan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan

BAB I PENDAHULUAN. zakat dan Infaq merupakan ibadah yang tidak hanya bersifat vertikal (hablun min

BAB I PENDAHULUAN. terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan perpindahan

BAB I PENDAHULUAN. Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) merupakan ibadah yang tidak hanya

BAB I PENDAHULUAN. untuk kesejahteraan masyarakat, selain itu juga dapat berupa shodaqoh

BAB I PENDAHULUAN. disertai dengan adanya tantangan - tantangan yang semakin luas dan kompleks, fungsi dan tanggung jawabnya melayani masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN. Pengangguran dan kemiskinan merupakan masalah di banyak negara,

BAB I PENDAHULUAN. Zakat, infaq, dan shadaqah merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang

BAB I PENDAHULUAN. dipergunakan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan bersama. 1 Diantara anugrah

BAB I PENDAHULUAN. berusaha mencari harta, hanya sekali saja ketika seseorang berhasil

ANALISIS PENGARUH DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA COUNTER TAZMANIA CELL DI KARANGANYAR

BAB I PENDAHULUAN. Segala puji bagi Allah Swt. yang mengatur dan memelihara segala sesuatu yang

BAB I PENDAHULUAN. membayar zakat pulalah baru diakui komitmen ke-islaman seseorang. Hal ini

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini kemajuan dan perkembangan melanda segala aspek. industri jasa, kualitas pelayanan harus dikelola dengan baik.

BAB I PENDAHULUAN. Sebuah perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnis atau kegiatan usaha,

ANALISA PENGARUH KUALITAS JASA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ALFABANK DI SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi adalah salah satu kegiatan dasar manusia dan proses sosial

BAB I PENDAHULUAN. masih banyak kita saksikan. Sebagian masyarakat hidup dalam serba kekurangan,

BAB I PENDAHULUAN. yang dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Perpustakaan Perguruan Tinggi adalah perpustakaan yang terdapat pada

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pertumbuhan perbankan saat ini semakin berkembang di Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. semakin ketat. Dalam menghadapi situasi tersebut, maka perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Menciptakan. Manifestasi dari kesadaran tersebut, bagi manusia akan tercapai

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. harta dan dilarang untuk memubazirkan dan menyia-nyiakannya, karena

BAB I PENDAHULUAN. kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam. Menurut Aziz

A. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Keputusan Nasabah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas produk

PENDAYAGUNAAN ZAKAT PRODUKTIF DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. (Studi Kasus Pada Lembaga Amil Zakat L-ZIS Assalaam Solo)

I. PENDAHULUAN. Pasar menjadi semakin luas dan peluang ada dimana-mana, namun sebaliknya

BAB I PENDAHULUAN. di dunia dan di akhirat. Disamping itu, Islam juga mengajarkan kepada

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I. Pendahuluan. penelitian, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Perkembangan perbankan syariah di Indonesia telah menjadi tolak ukur

BAB I PENDAHULUAN. memiliki peranan penting bagi kelangsungan hidup industri jasa lembaga

BAB 1 PENDAHULUAN. cara memberikan pelayanan kepada konsumen dengan sebaik-baiknya.

BAB I PENDAHULUAN. nasional, mengakibatkan suatu perusahaan yang ingin berkembang atau paling tidak

BAB I PENDAHULUAN. merupakan suatu ibadah yang paling penting. Dalam Al-Qur an kerap kali

BAB II KAJIAN PUSTAKA. revolusi mutu melalui pendekatan manajemen mutu terpadu menjadi tuntutan

BAB I PENDAHULUAN. dijauhi. Diantara perintah-perintah tersebut adalah saling berbagi - bagi

Bisma, Vol 1, No. 1, Mei 2016 KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 01 BONTI DI KECAMATAN BONTI KABUPATEN SANGGAU

BAB I PENDAHULUAN. merupakan sebuah lembaga keuangan yang menjalankan usahanya berdasarkan

BAB 1 PENDAHULUAN. Ide konkrit pendirian bank syariah berawal dari lokakarya Bunga Bank dan

FAKTOR KUALITAS LAYANAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH KREDIT PADA PT. BANK PANIN TBK SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. karena konsumen terdiri dari beberapa segmen, gaya hidup dan kepribadian yang

BAB I PENDAHULUAN. memperhatikan kualitas pelayanan yang ditawarkan kepada konsumen dalam. merasakan kepuasan terhadap kualitas yang ditawarkan.

BAB II KERANGKA TEORI Pengertian Strategi Pemasaran One Stop Shopping. Menurut Kotler (dalam : 81)

BAB I PENDAHULUAN. bermunculan dan telah dimanfaatkan oleh para investor dari dalam negeri maupun

BAB 1 PENDAHULUAN. itu juga berfungsi sebagai dana masyarakat yang dimanfaatkan untuk kepentingan

BAB I PENDAHULUAN. sehingga dituntut untuk memiliki transparansi dan akuntabilitas. Organisasi

BAB I PENDAHULUAN. salah satu ibadah wajib. Selain zakat fitrah yang menjadi kewajiban setiap

BAB I PENDAHULUAN. Zakat merupakan satu dari lima rukun Islam. Kewajiban mengeluarkan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. lalu di Indonesia dengan konsep perbankan, baik yang berbentuk konvensional

BAB I PENDAHULUAN. pesat seiring dengan semakin berkembangnya industri perbankan syariah.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Persepsi Mahasiswa terhadap Pelayanan Pendidikan. kecenderungan jawaban responden sebagian besar pada kategori baik

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

yang akan datang (Anderson et al.,1994). Menurut Hoffman dan Bateson (1997) kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh kualitas layanan dari suatu

BAB I PENDAHULUAN. beberapa tahun terakhir ini, sebagai fakta bahwa 80% dari 220 juta penduduk

BAB 1 PENDAHULUAN. berkaitan erat dengan namanya harta. Harta merupakan titipan dari Allah kepada

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dalam memahami zakat masih sedikit di bawah shalat dan puasa.

BAB I PENDAHULUAN. dimensi dan indikatornya dapat berbeda diantara orang-orang yang terlibat

BAB I PENDAHULUAN. langsung adalah meningkatnya penjualan sehingga perusahaan akan memiliki lebih banyak

BAB I PENDAHULUAN. pada Al-Qur an dan Hadist. Dana zakat yang terkumpul akan diberikan kepada

BAB I PENDAHULUAN. disebut didalam Al-Quran, salah satunya pada surah Al-Baqarah ayat 43 : yang rukuk. (QS. Al-Baqarah Ayat 43)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pengembangan sektor pariwisata merupakan salah satu upaya yang

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan pada waktu luang dan sesuai kehendak sendiri tanpa terjadwal. mahal harganya dalam kehidupan manusia.

BAB 1 PENDAHULUAN. Suatu hal yang banyak menarik perhatian manusia dewasa ini adalah

BAB I PENDAHULUAN. teliti. Terutama tentang suka atau tidaknya konsumen terhadap barang dan jasa. yang ditawarkan dan alasan yang mendasarinya.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kemiskinan merupakan bahaya besar bagi umat manusia dan tidak

BAB I PENDAHULUAN. menentukan dalam keberhasilan usaha. Kualitas layanan merupakan suatu

BAB I PENDAHULUAN. teknologi yang begitu pesat membuat perusahaan harus mampu mengelola sumber. politik, lingkungan sekitar dan kondisi ekonomi makro.

BAB I PENDAHULUAN. Islam berguna untuk membangun keadilan sosial dan ekonomi yang lebih

BAB 1 PENDAHULUAN. Tahun 2000, perwakilan dari 189 negara termasuk Indonesia menandatangi

BAB I PENDAHULUAN. Memasuki abad keduapuluh satu ini, banyak sekali perubahan yang

BAB I PENDAHULUAN. pemeriksaan kondisi mobil. Service Clinic Car merupakan perusahaan yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pembangunan kesehatan merupakan bagian yang sangat penting dari

BAB I PENDAHULUAN. hampir semua negara termasuk negara Indonesia, kemiskinan dianggap sebagai

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang word of mouth

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan, khususnya di bidang urusan agama Islam, Kantor Urusan Agama

BAB I PENDAHULUAN. berdimensi sosial ekonomi dan dengan zakat, di samping ikrar tauhid (syahadat)

Kerangka Kerja Sistem Manajemen Kinerja

BAB I PENDAHULUAN. hal Didin Hafidhuddin, Zakat dalam Perekonomian Modern, Jakarta: Gema Insani, 2002,

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bagi kehidupan di dunia kemiskinan merupakan bahaya besar bagi umat manusia dan tidak sedikit umat yang jatuh peradabannya hanya karena kefakiran. Karena itu seperti sabda Nabi yang menyatakan bahwa kefakiran itu mendekati pada kekufuran. Diantara cara menanggulangi kemiskinan adalah dengan adanya dukungan orang yang mampu untuk mengeluarkan harta kekayaan mereka berupa dana zakat kepada mereka yang kekurangan. Menurut Yusuf Qaradhawi zakat merupakan ibadah ma>liyah ijtima> iyah 1 memiliki fungsi sangat penting, strategis, dan menentukan. Hal ini dapat dilihat dari segi ajaran agama Islam maupun sisi pembangunan kesejahteraan umat. 2 Penunaian zakat seharusnya dikelola dengan sebaikbaiknya. Pengelolaan zakat ini mendapat justifikasinya melalui firman Allah Swt. dalam surat al-taubah [9]: 103. 9 ⓿ &❸ & ❽ ❷ ⓿ & 1 Artinya di samping zakat itu bersifat material (harta), tapi zakat juga bersifat sosial (kemasyarakatan). Fakhruddin, Fikih dan Manajemen Zakat di Indonesia, (Malang: UIN-Malang Press, 2008), h. 216 h. 1 2 Hafidhuddin, Zakat Dalam Perekonomian Modern. (Jakarta: Gema Insani Press, 2002), 1

2 10 ⓿ Artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. 3 Jumhur (mayoritas) ulama menyimpulkan dari ayat di atas, bahwa yang berhak mengambil atau menghimpun zakat adalah pemerintah, yakni umara yang menegakkan syariat Islam. Pemerintah menurut pandangan Islam, bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya. Pemerintah selaku khalifah Allah menaggung amanat dari-nya dan selaku kha>lifah khulafa> illah, menanggung amanat dari seluruh rakyatnya. Dapat disimpulkan bahwa badan pengelolaan zakat adalah penguasa atau pemerintah sebagai lembaga yang berwenang mengurusi urusan zakat. Dengan demikian, pembayaran zakat kepada lembaga tersebut tidak perlu diragukan lagi kebolehannya. 4 Berdasarkan Undang-Undang No. 38 tahun 1999, pengelolaan zakat dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZ) yang dibentuk oleh pemerintah yang terdiri dari masyarakat dan unsur pemerintah untuk tingkat kewilayahan dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dibentuk dan dikelola oleh masyarakat yang terhimpun dalam berbagai ormas (Organisasi Masyarakat) Islam, yayasan, dan institusi lainnya. Pemerintah dalam hal ini 3 Departemen Agama RI, Al-Qur an dan Terjemahnya, diterjemahkan oleh Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur an, disempurnakan oleh Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur an (Jakarta: CV Darus Sunnah, 2002), h. 204 4 Fakhruddin, Fiqh dan Manajemen Zakat di Indonesia, (Malang: UIN-Malang Press, 2008), h. 216-217

3 berkewajiban memberikan perlindungan, pembinaan, dan pelayanan kepada muzakki, mustahiq, dan pengelola zakat. 5 Masyarakat Kota Banjarmasin dikenal cukup agamis. Ini dicerminkan dengan banyaknya aktivitas keagamaan, sarana pendidikan agama, lembaga pendidikan sosial kemasyarakatan, dan kelembagaan lainnya. Penduduknya mayoritas beragama Islam dan mata pencahariannya beragam seperti halnya, PNS, pengusaha, pedagang, buruh, petani, dan lain sebagainya. Dari beragamnya mata pencaharian yang ada, namun ternyata masih adanya pengangguran dan kemiskinan yang semakin bertambah. Melihat kondisi hal yang demikianlah para ulama, da i, dan pemerintah membangun sebuah lembaga yang bertujuan memberi bantuan kepada masyarakat, diantaranya memberi bantuan kepada fakir miskin, kaum d}uafa, serta pemberian pinjaman modal kepada masyarakat yang kurang mampu dari dana yang terhimpun melalui Badan Amil Zakat Nasional. BAZNAS Kota Banjarmasin merupakan salah satu lembaga pengelola zakat yang bergerak di bawah pengawasan pemerintahan Kota Banjarmasin. Perkembangan BAZNAS sendiri pada saat ini dirasa sudah mampu bersaing dengan lembaga-lembaga zakat milik swasta lainnya. Dengan jumlah mayoritas penduduk yang beragama Islam, diharapkan jumlah muzakki yang ada di BAZNAS Kota Banjarmasin juga akan terus bertambah. Namun, pada kenyataannya jumlah muzakki tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, yang 5 Ibid., h. 247-248

4 mana jumlah muzakki di BAZNAS Kota Banjarmasin tidak sebanding dengan jumlah mustahiq yang ada di kota Banjarmasin (lihat tabel 1). Tabel 1.1. Data Muzaki Perorangan dan Lingkungan Instansi pada BAZNAS Kota Banjarmasin Data Muzakki Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Muzakki perorangan 33 30 37 Muzakki Lingkungan Instansi 35 35 40 Sumber: Laporan BAZNAS Kota Banjarmasin (Data diolah) Dari tabel di atas dapat kita simpulkan bahwasanya jumlah muzakki di BAZNAS Kota Banjarmasin masih tidak menunjukkan peningkatan secara signifikan. Padahal BAZNAS Kota Banjarmasin sudah melakukan segala jenis promosi dan sosialisasi kepada masyarakat Kota Banjarmasin pada umumnya agar mereka bersedia menyalurkan dana zakatnya ke BAZNAS Kota Banjarmasin. Namun faktanya pada saat ini masih banyaknya kaum muslimin yang enggan mengeluarkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) mereka. Terlebih lagi mereka lebih tertarik untuk menyalurkan ZIS-nya ke mesjid, yayasan, dan pesantren atau bahkan menyalurkan langsung kepada mustahiq daripada menyalurkannya kepada BAZNAS, serta masih kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS Kota Banjarmasin. Kepercayaan masyarakat adalah hal yang mendasar bagi BAZNAS dalam menjalin hubungan dengan pelanggan (muzakki). Kepercayaan didasari atas adanya kepuasan dari muzakki. Kualitas pelayanan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan yang mempengaruhi kepuasan muzakki dalam berzakat di BAZNAS Kota Banjarmasin. Pandangan pelanggan terhadap kualitas layanan terfokus pada sepuluh dimensi layanan, yang dianggap

5 penting oleh pelanggan meliputi: hal yang dapat dilihat (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), kompetensi (competence), kesopanan (courtesy), kredibilitas (credibility), keamanan (security), akses (access), komunikasi (communication), dan memahami pelanggan (understanding customer). Pada dasarnya, dalam menilai kualitas layanan yang diberikan perusahaan, pelanggan akan mengkombinasikan antara informasi dari mulut ke mulut, pengalaman masa lalu, dan informasi yang merupakan hasil dari komunikasi eksternal dengan pihak-pihak lain. Parasuraman dan kawan-kawan menyederhanakan sepuluh dimensi kualitas layanan tersebut menjadi lima dimensi yang terkenal dengan sebutan SERVQUAL (singkatan dari Service of Quality), karena didapatinya beberapa redudansi dan adanya dimensi yang dapat digabung menjadi satu. Kelima dimensi tersebut adalah sebagai berikut: reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles. 6 Bagi sebuah organisasi menyadari akan pentingnya mempertahankan pelanggan lebih utama daripada memfokuskan untuk mencari pelanggan baru. Kesadaran tersebut diwujudkan melalui perlakuan dan pengakuan organisasi bahwa konsumen adalah patner (teman kerja) dan sebagai konsekuensinya perusahaan harus memiliki komitmen jangka panjang yang kuat untuk mempertahankan hubungan dengan konsumen melalui kualitas pelayanan 6 Dermawan Wibisono, Manajemen Kinerja Konsep, Desain, dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan, (Jakarta: Erlangga, 2006), h. 93-95

6 yang makin efektif dan efesien dan terus melakukan inovasi terhadap jasa yang ditawarkan. 7 Pada observasi awal, peneliti melihat bahwasanya pelayanan yang baik merupakan faktor yang paling mempengaruhi kepuasan muzakki dalam berzakat di BAZNAS Kota Banjarmasin. Beranjak dari semua penjelasan di atas, maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih jauh lagi mengenai pengaruh kualitas pelayanan BAZNAS terhadap kepercayaan muzakki, yang kemudian penulis tuangkan ke dalam sebuah karya ilmiah yang berjudul Pengaruh Kualitas Pelayanan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjarmasin terhadap Kepuasan Muzakki. B. Rumusan Masalah Bertitik tolak dari latar belakang dan penegasan judul di atas, maka rumusan masalah yang dikemukakan adalah sebagai berikut: 1. Apakah kualitas pelayanan BAZNAS yang berupa reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), empathy (empati), dan tangibles (bukti langsung) berpengaruh terhadap kepuasan muzakki pada BAZNAS Kota Banjarmasin? 2. Manakah yang paling berpengaruh secara dominan dari lima dimensi kualitas pelayanan BAZNAS tersebut terhadap kepuasan muzakki? 3. Bagaimana kualitas pelayanan BAZNAS Kota Banjarmasin dilihat dari perspektif Islam? 7 Yazid, Pemasaran Jasa Konsep dan Implementasi, (Yogyakarta: Ekonesia, 1999), h. 66

7 C. Tujuan dan Signifikansi Penelitian 1. Tujuan Penelitian a. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang dilihat dari dimensi reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), empathy (empati), dan tangibles (bukti langsung) terhadap kepuasan muzakki pada BAZNAS Kota Banjarmasin. b. Untuk mengetahui dimensi mana yang paling berpengaruh secara dominan terhadap kepuasan muzakki pada kualitas pelayanan BAZNAS Kota Banjarmasin. c. Untuk mengetahui apakah kualitas pelayanan BAZNAS Kota Banjarmasin sudah sesuai dengan perspektif Islam. 2. Signifikansi Penelitian a. Secara akademis diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan studi ekonomi syariah terutama dalam bidang kelembagaan zakat, mengenai kualitas pelayanan. b. Secara praktis studi ini dapat menjadi bahan masukan berupa informasi serta diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi dan motivasi bagi para praktisi BAZNAS untuk meningkatan kualitas pelayanan guna mempertahankan muzakki maupun mencari muzakki baru.

8 c. Secara individu, penelitian ini untuk memenuhi tugas skripsi, serta menambah pengetahuan dan wawasan penulis baik secara teoritis maupun secara praktis. d. Menambah bahan kepustakaan bagi akademisi, khususnya bagi Fakultas Syariah dan perpustakaan IAIN Antasari Banjarmasin. D. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahpahaman dan kekeliruan dalam memahami permasalahan yang akan diteliti, maka penulis perlu memberikan batasan istilah dan penegasan mengenai judul penelitian sebagai berikut: 1. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang untuk mengubah sesuatu yang lain. 8 Yang dimaksud di sini adalah ingin mengetahui sejauh mana pengaruh yang ditimbulkan oleh kualitas pelayanan BAZNAS Kota Banjarmasin terhadap kepuasan muzakki. 2. Pelayanan adalah perbuatan (cara, atau hal melayani dan sebagainya); perlakuan. 9 Kualitas menurut Fandy Tjiptono adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan h. 849 8 W.J.S Poerwandarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2002), 9 Ibid., h. 674

9 yang memenuhi atau melebihi harapan. 10 Kualitas pelayanan adalah tindakan atau perbuatan seseorang atau organisasi untuk memberikan kepuasan kepada konsumen atau muzakki. Dalam penelitian ini yang menjadi dimensi kualitas pelayanan yaitu, reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), empathy (empati), dan tangibles (bukti langsung). 3. Kepuasan adalah perihal atau perasaan puas; kesenangan; kelegaan dan sebagainya. 11 Yang dimaksud dengan kepuasan disini adalah kesenangan atau kepuasan muzakki terhadap pelayanan yang diberikan oleh BAZNAS Kota Banjarmasin. 4. Muzakki adalah bentuk isim fa> il dari kata zaka> yang berarti berkah, tumbuh, bersih, dan baik. Dari segi istilah fiqih muzakki adalah orangorang yang berkewajiban untuk berzakat. 12 Muzakki yang dimaksud dalam penelitian ini adalah para muzakki perorangan atau individu yang sudah berzakat di BAZNAS Kota Banjarmasin. 5. BAZNAS adalah singkatan dari badan amil zakat nasional. Dalam penelitian ini, yang akan menjadi pusat penelitian adalah BAZNAS Kota Banjarmasin. Dapat disimpulkan dalam penelitian ini penulis meneliti bagaimana kualitas pelayanan yang komponennya terdiri dari reliability (keandalan), 10 Mia Yuliani Sholihah, Kualitas Pelayanan, http://airkusaja.blogspot.com/.html, tanggal 12/03/2015, jam 9:28 11 W.J.S Poerwandarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia, op.cit., h. 914 Cet. 1, h. 125 12 Didin Hafidhuddin, Zakat Dalam Perekonomian Modern, (Jakarta: Gema Insani, 2002),

10 responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), empathy (empati), dan tangibles (bukti langsung) yang dimiliki oleh BAZNAS Kota Banjarmasin sebagai lembaga pengelola dan pengumpul dana zakat memberikan pengaruhnya terhadap kepuasan muzakki. E. Kajian Pustaka Dari hasil survey yang telah penulis lakukan, penelitian yang mengangkat tema mengenai lembaga zakat telah diteliti oleh peneliti lainnya, diantaranya yaitu: Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Inayati Nursyam (NIM 0801158990) dengan judul Strategi Pengumpulan Dana Pada Badan Amil Zakat Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini berupa penelitian lapangan yang sifatnya deskriptif. Pada peneltian tersebut peneliti menekankan pada bagaimana strategi pengumpulan dana pada BAZ Provinsi Kalimantan Selatan dan kendalanya. Dari hasil penelitian didapatkan bahwasanya strategi yang dilakukan diantaranya, dengan diadakannya sosialisasi, pembentukan unit pengumpul zakat, pembentukan counter, koordinasi antar lembaga, dan lain sebagainya. Adapun kendala yang diterima oleh BAZ Provinsi Kalimantan Selatan sangat beragam diantaranya kendala yang muncul dari budaya masyarakat, kendala dari pemerintahan, kendala manajemen, kendala data pendukung kinerja, dan pembenturan kepentingan. Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Wiszda Asma (NIM 0701158022) yang berjudul Strategi Promosi Terhadap Peningkatan Jumlah

11 Muzakki (Studi Terhadap Laz Dhuafa Tersenyum Banjarmasin). Penelitian ini membahas tentang bagaimana strategi promosi yang digunakan untuk meningkatkan jumlah muzakki dan dampak strategi promosi tersebut terhadap peningkatan jumlah muzakki. Ketiga, penelitian oleh Rahmatul Huda (NIM 1001150156) dengan judul Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Persepsi Masyarakat Tentang Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjarmasin, yang mana penelitian ini membahas tentang lembaga pengelolaan zakat yang berfokus pada bauran pemasaran yang dapat mempengaruhi persepsi masyarakat tentang BAZNAS Kota Banjarmasin dan menguraikan faktor mana yang paling berpengaruh. Penelitian yang penulis ingin teliti berbeda dengan penelitian terdahulu, walaupun tema dari penelitian sama yaitu berkenaan tentang lembaga zakat. Tetapi penelitian kali ini berfokus terhadap kualitas pelayanan lembaga BAZNAS dalam memberikan kepuasan terhadap muzakki. F. Hipotesis Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Data yang sudah didapatkan oleh penulis kemudian diuji untuk memeriksa apakah hipotesis yang sudah diuji tersebut dapat naik status menjadi tesa, atau

12 sebaliknya tumbang sebagai hipotesis, apabila ternyata tidak terbukti. 13 Hipotesis yang diajukan penulis dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Diduga adanya pengaruh secara parsial kualitas pelayanan BAZNAS Kota Banjarmasin terhadap kepuasan muzakki. a. H 0 : Tidak ada pengaruh reliability (keandalan) terhadap kepuasan muzakki pada BAZNAS Kota Banjarmasin. H a : Ada pengaruh reliability (keandalan) terhadap kepuasan muzakki pada BAZNAS Kota Banjarmasin. b. H 0 : Tidak ada pengaruh responsiveness (daya tanggap) terhadap kepuasan muzakki pada BAZNAS Kota Banjarmasin. H a : Ada pengaruh responsiveness (daya tanggap) terhadap kepuasan muzakki pada BAZNAS Kota Banjarmasin. c. H 0 : Tidak ada pengaruh assurance (jaminan) terhadap kepuasan muzakki pada BAZNAS Kota Banjarmasin. H a : Ada pengaruh assurance (jaminan) terhadap kepuasan muzakki pada BAZNAS Kota Banjarmasin. d. H 0 : Tidak ada pengaruh empathy (empati) terhadap kepuasan muzakki pada BAZNAS Kota Banjarmasin. H a : Ada pengaruh empathy (empati) terhadap kepuasan muzakki pada BAZNAS Kota Banjarmasin. 13 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 1992), h. 62-63

13 e. H 0 : Tidak ada pengaruh tangibles (bukti langsung) terhadap kepuasan muzakki pada BAZNAS Kota Banjarmasin. H a : Ada pengaruh tangibles (bukti langsung) terhadap kepuasan muzakki pada BAZNAS Kota Banjarmasin. 2. Diduga adanya pengaruh secara simultan kualitas pelayanan BAZNAS Kota Banjarmasin terhadap kepuasan muzakki. H 0 : Tidak ada pengaruh reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), empathy (empati), tangibles (bukti langsung) secara simultan terhadap kepuasan muzakki pada BAZNAS Kota Banjarmasin. H a : Ada pengaruh reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), empathy (empati), tangibles (bukti langsung) secara simultan terhadap kepuasan muzakki pada BAZNAS Kota Banjarmasin. G. Kerangka Pemikiran Kepuasan muzakki merupakan suatu hal yang sangat berharga demi mempertahankan eksistensi BAZNAS dimasa yang akan datang. Layanan yang diberikan kepada muzakki akan memunculkan rasa puas atau tidaknya seorang muzakki. Menurut Kotler, kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. Apabila persepsi terhadap kinerja tidak dapat memenuhi harapan pelanggan maka akan terjadi ketidakpuasan

14 demikian juga sebaliknya. 14 Dari pemikiran tersebut, maka disusunlah kerangka berpikir sebagai berikut: Reliability (X 1 ) Responsivenes (X 2 ) Assurance (X 3 ) Emphaty (X 5 ) Kepuasan Muzakki (Y) Tangible (X 5 ) Gambar 1.1 Kerangka Berpikir Keterangan, Pengaruh secara parsial Pengaruh secara simultan 14 Philip Kotler, Marketing Management, diterjemahkan oleh Benyamin Molan dengan judul, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: Indeks, 2005), h. 70

15 H. Sistematika Penulisan Penyusunan skripsi ini terdiri dari lima bab yang disusun secara sistematis. Dalam sistematika ini diharapkan mempermudah dalam mencari poin-poin tertentu, sehingga penulis mencoba merincikannya sebagai berikut: Bab I merupakan pendahuluan. Dalam bab ini menguraikan hal yang berkaitan dengan latar belakang masalah, alasan memilih judul dan gambaran dari permasalahan yang ingin diteliti. Permasalahan yang telah tergambarkan dirumuskan dalam rumusan masalah, setelah itu disusun tujuan penelitian yang merupakan hasil yang diinginkan. Signifikansi penelitian merupakan kegunaan hasil penelitian. Definisi operasional untuk membatasi istilahistilah dalam penelitian yang bermakna umum atau luas. Kajian pustaka ditampilkan sebagai adanya informasi tulisan atau penelitian dari aspek lain. Hipotesis penelitian untuk memberikan dugaan sementara terhadap masalah yang dihadapi. Kerangka berpikir merupakan gambaran dari masalah yang ingin diteliti. Adapun sistematika penulisan merupakan susunan skripsi secara keseluruhan. Bab II merupakan landasan teori yang menjadi acuan untuk menganalisis data yang diperoleh, berisikan tentang pengertian kualitas pelayanan, dimensi pelayanan, konsep pelayanan, kepuasan pelanggan, dan hal mengenai badan amil zakat nasional. Bab III metode penelitian, berisi tentang metode penelitian yang berisi tentang gambaran cara atau teknik yang digunakan dalam penelitian. Cara atau teknik ini meliputi uraian tentang gambaran kondisi subjek dan objek penelitian, populasi dan sampel, peralatan

16 atau perangkat yang digunakan, baik dalam pengumpulan data maupun teknik analisis data. Bab IV merupakan laporan hasil penelitian. meliputi gambaran umum lokasi penelitian, deskripsi data yang diperoleh dan analisi data. Bab V adalah Penutup, dalam bagian penutup akan disajikan simpulan serta saran untuk penelitian lebih lanjut.