SINGUDA ENSIKOM VOL. 7 NO. 2/Mei 2014

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISIS PERBANDINGAN TORSI START

TUGAS AKHIR. Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan sarjana (S-1) pada Departemen Teknik Elektro.

BAB 1 PENDAHULUAN. motor listrik yang berdaya besar digunakan sebagai kuda kerja pada pabrik tersebut.

STUDI PENGARUH PERUBAHAN TEGANGAN INPUT TERHADAP KAPASITAS ANGKAT MOTOR HOISTING ( Aplikasi pada Workshop PT. Inalum )

ANALISA PERBANDINGAN PENGARUH HUBUNGAN SHORT-SHUNT DAN LONG-SHUNT TERHADAP REGULASI TEGANGAN DAN EFISIENSI GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SENDIRI

ANALISIS PENGARUH JATUH TEGANGAN TERHADAP KINERJA MOTOR INDUKSI TIGA FASA ROTOR BELITAN (Aplikasi pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU)

ABSTRAK. Kata Kunci: generator dc, arus medan dan tegangan terminal. 1. Pendahuluan

ANALISA PENGARUH SATU FASA ROTOR TERBUKA TERHADAP TORSI AWAL, TORSI MAKSIMUM, DAN EFISIENSI MOTOR INDUKSI TIGA FASA

STUDI PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC SHUNT DENGAN METODE WARD LEONARD (Aplikasi pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU)

BAB II LANDASAN TEORI ANALISA HUBUNG SINGKAT DAN MOTOR STARTING


PERBANDINGAN PENGARUH TAHANAN ROTOR TIDAK SEIMBANG DAN SATU FASA ROTOR TERBUKA : SUATU ANALISIS TERHADAP EFISIENSI MOTOR INDUKSI TIGA FASA

Gambar 1 Motor Induksi. 2 Karakteristik Arus Starting pada Motor Induksi

PENGUJIAN PERFORMANCE MOTOR LISTRIK AC 3 FASA DENGAN DAYA 3 HP MENGGUNAKAN PEMBEBANAN GENERATOR LISTRIK

BAB II DASAR TEORI. Motor asinkron atau motor induksi biasanya dikenal sebagai motor induksi

ANALISIS PERBANDINGAN UNJUK KERJA MOTOR INDUKSI SATU FASA SPLIT-PHASE

PENGARUH POSISI SIKAT DAN PENAMBAHAN KUTUB BANTU TERHADAP EFISIENSI DAN TORSI MOTOR DC SHUNT

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA FASA

Kata Kunci: motor DC, rugi-rugi. 1. Pendahuluan. 2. Rugi-Rugi Pada Motor Arus Searah Penguatan Seri Dan Shunt ABSTRAK

BAB II MOTOR INDUKSI 3 Ø

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik yang diaplikasikan untuk

ANALISIS PENGARUH JATUH TEGANGAN TERHADAP KINERJA MOTOR ARUS SEARAH KOMPON

Politeknik Negeri Sriwijaya. Laporan Akhir BAB I PENDAHULUAN

Dampak Perubahan Putaran Terhadap Unjuk Kerja Motor Induksi 3 Phasa Jenis Rotor Sangkar

PENGARUH PENGATURAN TAHANAN SHUNT DAN SERI TERHADAP PUTARAN DAN EFISIENSI MOTOR ARUS SEARAH KOMPON

PENGARUH PEGATURAN KECEPATAN MENGGUNAKAN METODE PENGATURAN FLUKSI TERHADAP EFISIENSI PADA MOTOR ARUS SEARAH KOMPON

ANALISA PENGASUTAN MOTOR INDUKSI 3 FASA 2500 KW SEBAGAI PENGGERAK FAN PADA BAG FILTER

Perancangan Rangkaian Pengasutan Soft Starting Pada Motor Induksi 3 Fasa Berbasis Arduino Nano

PEMODELAN STATIS DAN DINAMIS PADA MOTOR STARTING UNTUK ANALISIS STABILITAS TRANSIEN DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP 7.

MODUL 10 DASAR KONVERSI ENERGI LISTRIK. Motor induksi

SISTEM PROTEKSI PADA MOTOR INDUKSI 3 PHASE 200 KW SEBAGAI PENGGERAK POMPA HYDRAN (ELECTRIC FIRE PUMP) SURYA DARMA

BAB III SISTEM KELISTRIKAN MOTOR INDUKSI 3 PHASA. 3.1 Rangkaian Ekivalen Motor Induksi Tiga Fasa

Proteksi Motor Menggunakan Rele Thermal dengan Mempertimbangkan Metode Starting

SINGUDA ENSIKOM VOL. 7 NO. 3/ Juni 2014

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA

BAB I. PENDAHULUAN A.

Protech Vol. 6 No. 1 April Tahun

PENGARUH POSISI SIKAT TERHADAP WAKTU PENGEREMAN PADA MOTOR ARUS SEARAH PENGUATAN SHUNT DENGAN METODE DINAMIS

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. relevan dengan perangkat yang akan dirancang bangun yaitu trainer Variable Speed

ANALISA PENGARUH JATUH TEGANGAN TERHADAP KERJA MOTOR INDUKSI TIGA FASA MENGGUNAKAN MATLAB

ANALISA BERBAGAI HUBUNGAN BELITAN TRANSFORMATOR 3 PHASA DALAM KEADAAN BEBAN LEBIH (APLIKASI PADA LABORATORIUM KONVERSI ENERGI LISTRIK FT.

MOTOR LISTRIK 1 & 3 FASA

MODUL PERCOBAAN I MOTOR DC (ARUS SEARAH)

Mesin Arus Bolak Balik

ANALISIS PENGARUH JATUH TEGANGAN JALA-JALA TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR INDUKSI TIGA FASA ROTOR SANGKAR TUPAI

menyelesaikan pendidikan sarjana (S-1) pada Departemen Teknik Elektro Oleh : ANTONIUS P. NAINGGOLAN NIM : DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA FASA

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA

UNIT I MOTOR ARUS SEARAH MEDAN TERPISAH. I-1. JUDUL PERCOBAAN : Pengujian Berbeban Motor Searah Medan Terpisah a. N = N (Ia) Pada U = k If = k

MESIN ASINKRON. EFF1 adalah motor listrik yang paling efisien, paling sedikit memboroskan tenaga, sedangkan.

BAB II MOTOR KAPASITOR START DAN MOTOR KAPASITOR RUN. Motor induksi adalah motor listrik arus bolak-balik (ac) yang putaran rotornya

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA FASA. biasanya adalah tipe tiga phasa. Motor induksi tiga phasa banyak digunakan di

STUDI PENGGUNAAN SISTEM PENDINGIN UDARA TEKAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI TRANSFORMATOR PADA BEBAN LEBIH

PEMODELAN STATIS DAN DINAMIS PADA MOTOR STARTING UNTUK ANALISIS STABILITAS TRANSIEN DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP 7.

Lesita Dewi Rizki Wardani Dosen Pembimbing: Dedet C. Riawan, ST., MT., PhD. Dimas Anton Asfani, ST., MT., PhD.

ANALISIS PENGARUH HARMONISA TERHADAP FAKTOR-K PADA TRANSFORMATOR

SYNCHRONOUS GENERATOR. Teknik Elektro Universitas Indonesia Depok 2010

BAB II MOTOR INDUKSI SEBAGAI GENERATOR (MISG)

ANALISIS PERBANDINGAN EFEK PEMBEBANAN TERHADAP GGL BALIK DAN EFISIENSI PADA MOTOR DC PENGUATAN KOMPON PANJANG DAN MOTOR INDUKSI

SISTEM PENGENDALIAN MOTOR SINKRON SATU FASA BERBASIS MIKROKONTROLER


LAMPIRAN. Percobaan Untuk Mendapatkan Parameter Parameter Motor induksi 3 Fasa

STUDI PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP SUSUT UMUR TRANSFORMATOR DAYA (APLIKASI PADA GARDU INDUK PEMATANGSIANTAR)

BAB II MOTOR INDUKSI SATU FASA. Motor induksi adalah adalah motor listrik bolak-balik (ac) yang putaran

BAB I PENDAHULUAN. Pada suatu kondisi tertentu motor harus dapat dihentikan segera. Beberapa

PENGARUH VARIASI KETIDAKSEIMBANGAN TEGANGAN TERHADAP KINERJA MOTOR INDUKSI TIGA FASA DENGAN NILAI FAKTOR KETIDAKSEIMBANGAN TEGANGAN YANG SAMA

LABSHEET PRAKTIK MESIN LISTRIK MESIN ARUS BOLAK-BALIK

METODE PERLAMBATAN (RETARDATION TEST) DALAM MENENTUKAN RUGI-RUGI DAN EFISIENSI MOTOR ARUS SEARAH

BAB III METODE PENELITIAN

RANCANGAN BANGUN PENGUBAH SATU FASA KE TIGA FASA DENGAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA

Politeknik Negeri Sriwijaya BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Gambar 3.1 Wiring Diagram Direct On Line Starter (DOL)

ANALISIS PENENTUAN TEGANGAN TERMINAL, REGULASI, DAN EFISIENSI GENERATOR SINKRON 3 FASA ROTOR SALIENT POLE DENGAN METODE BLONDEL (TWO REACTION THEORY)

BAB III 3 METODE PENELITIAN. Peralatan yang digunakan selama penelitian sebagai berikut : 1. Generator Sinkron tiga fasa Tipe 72SA

ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI UNTUK IDENTIFIKASI BEBAN LEBIH DAN ESTIMASI RUGI-RUGI PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH

PENGARUH SOFTSTARTER PADA ARUS MOTOR POMPA PENDINGIN PRIMER RSG-GAS

Analisis Pengaruh Perubahan Tegangan Terhadap Torsi Motor Induksi Tiga Fasa Menggunakan Simulasi Matlab

Bahan Kuliah Mesin-mesin Listrik II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV PENGUJIAN, ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan

MODUL 3 TEKNIK TENAGA LISTRIK PRODUKSI ENERGI LISTRIK (1)

M O T O R D C. Motor arus searah (motor dc) telah ada selama lebih dari seabad. Keberadaan motor dc telah membawa perubahan besar sejak dikenalkan

PENGGUNAAN MOTOR INDUKSI SEBAGAI GENERATOR ARUS BOLAK BALIK. Ferdinand Sekeroney * ABSTRAK

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

BAB I PENDAHULUAN. yang dipakai adalah tegangan dan arus bolak-balik ( AC). Sedangkan tegangan dan arus

Transformator (trafo)

BAB II MOTOR INDUKSI 3 FASA

BAB II MOTOR INDUKSI SATU PHASA. Motor induksi adalah motor listrik arus bolak-balik (ac) yang putaran

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II MOTOR INDUKSI SATU PHASA. Motor induksi adalah motor listrik arus bolak-balik (ac) yang putaran

Analisis Perbandingan Besarnya Arus Start Motor Induksi Berkapasitas Besar Terhadap Jatuh Tegangan Bus

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

I. Maksud dan tujuan praktikum pengereman motor induksi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS EFISIENSI MOTOR DC SERI AKIBAT PERGESERAN SIKAT

Transkripsi:

ANALISIS KEDIP TEGANGAN AKIBAT PENGASUTAN MOTOR INDUKSI MENGGUNAKAN PROGRAM MATLAB (Aplikasi pada Bengkel Listrik Balai Besar Latihan Kerja (BBLKI) Medan) Sorganda Simbolon, Eddy Warman Konsentrasi Teknik Energi Listrik, Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) Jl. Almamater, Kampus USU Medan 20155 INDONESIA e-mail: gandagreats@yahoo.com Abstrak Penggunaan Motor Induksi pada Balai Pelatihan merupakan hal yang sangat penting karena tempat pembelajaran cara mengoperasikan Motor induksi. Pengoprasian beberapa motor induksi yang digunakan secara bersamaan ataupun secara bertahap mengakibatkan kendala saat pengasutannya, dimana ada perubahan tegangan dan frekuensi pada sistem tenaga listrik. Kedip tegangan adalah bukti nyata keadaan transient dari suatu tegangan sistem selama interval waktu tertentu yang diakibatkan oleh gangguan sistem karena pengasutan motor berkapasitas besar dan hubung singkat. Saat pengasutan motor listrik arus startingnya dapat mencapai 5-10 kali nilai nominalnya sehingga terjadi kedip tegangan. Kedip tegangan pada motor induksi rotor sangkar 5 hp, 220 V, 1440 rpm untuk percobaan dengan metode pengasutan Direct On Line (DOL) tegangan berkedip hingga 46,159% dengan arus start sebesar 16,879 A, enam kali lebih besar dari arus normal yang besarnya 2,678 A. Untuk pengasutan StarDelta tegangan berkedip hingga 46,15% dengan arus start sebesar 9,745 A,enam kali lebih besar dari arus normal yang besarnya 1,5447 A. Untuk pengasutan Autotrafo dengan tap 60% arus start sebesar 10 ampere, 70% arus start sebesar 11 ampere dan 80 % arus start sebesar 13 ampere, enam kali lebih besar dari arus normal dengan tegangan berkedip hingga 46,15%. Kata Kunci: Motor Induksi,Kedip Tegangan, DOL, Star Delta, Autotrafo 1. Pendahuluan Seiring meningkatnya pertumbuhan pabrik, permintaan motor listrik yang berdaya besar juga meningkat karena motor kuda kerja pada pabrik. Namun kendala terjadi saat pengasutan, berubahnya tegangan dan frekuensi pada sistem tenaga listrik secara signifikan. Tegangan sistem yang mengalami fluktuasi menyebabkan munculnya fenomena kedip tegangan (Voltage Sag/Dip), yang berdampak langsung terhadap proses produksi serta kerusakan pada peralatan produksi dan menyebabkan kerugian [1]. Oleh karena itu saat menggunakan motor induksi 3 phasa arus startnya sangat besar, bisa mencapai 5 6 kali dari arus nominal motor [2]. Saat pengasutan motor induksi ada lonjakan arus besar berkisar lima hingga tujuh kali dari arus nominal yang terjadi dalam waktu yang sangat singkat, dan mengakibatkan jatuh tegangan sesaat (voltage dip). Fenomena seperti ini akan menyebabkan efek seperti : 1. Torsi yang transient akan menyebabkan stress (tekanan) pada sistem mekanisnya 2. Menghambat percepatan putaran motor menuju putaran nominal 3. Kegagalan kerja pada peralatan lain seperti Relai, Kontaktor dan efek lainnya [4]. 2. Motor Induksi 3 Phasa Motor induksi adalah motor listrik arus bolak-balik (ac) yang putaran rotornya tidak sama dengan putaran medan stator, antara putaran rotor dengan putaran medan pada stator terdapat selisih putaran yang disebut slip [3]. Gambar 1. Grafik Karakteristik Torka pada motor induksi [4]. Dari Gambar 1 pada saat starting kondisi transient terjadi karena perubahan arus yang begitu signifikan mulai dari motor dihidupkan copyright DTE FT USU 75

hingga motor berputar pada putarannya, dan dapat juga kita buktikan dari Gambar 2 rangkaian ekivalen motor induksi. R 1 X 1 I 2 sx 2 Study Literatur mulai Observasi I 1 I I 2 V1 Rc Ic X m I m E 1 se 2 R 2 Pemilihan Komponen Rancangan Perencanaan Dasar Sistem Pengasutan Motor Induksi Gambar 2. Rankaian ekivalen Motor Induksi [5]. Saat diberi tegangan ke motor induksi muncullah medan magnet pada kutub medan yang ada di stator sehingga ada E 1 (ggl lawan oleh fluks) pada stator. kemudian menuju ke konduktor rotor yang menghasilkan E 2 pada rotor. sehingga didapatlah : Pembuatan Bahasa program di Matlab grafik dari Pengasutan Motor Induksi Hasil Simulasi Program Hasil Sesuai Dengan Teori Tidak = Vin 3 jx m R 1 + j(x 1 + X m ) (1) Z th = R e + jx e = jxm (R1 + jx1 ) R1 + j(x1 + Xm).. (2) I = I start = V E (R e + R 2 ) + (X e + X 2 ).. (3) Namun pada saat motor start E 1 = 0 R e + R 2 + j(x e + X 2 ) (4) Pembuatan Laporan SELESAI Ya Gambar 3. Diagram Alir Pembuatan Tugas Akhir Ada beberapa jenis metode pengasutan motor induksi tiga phasa [5]. antara lain sebagai berikut: a. Pengasutan Dengan Metode DOL Sedangkan Rumus untuk mendapatkan Kedip Tegangan adalah: (5) (RM + R2) + j(xm + X2) Karena nilai dari (R + jx ) sangat kecil maka I st sangat besar, dapat mencapau 5 s d 7 kali I nominal sehingga untuk mengurangi I st perlu diperkecil V 1 dengan beberapa metode : a. DOL tengangan masukan sebesar V in =V 1 b. Stardelta tegangan masukan sebesar V 3. c. Autotransformer metode tapping tegangan awal adalah 60%,70% dan 80% dari V 1. 3. Metode Penelitian Pengasutan Motor Induksi Tiga Phasa. Gambar 3 merupakan diagram alir dari penulisan paper. Gambar 4. Diagram Rangkaian Pengasutan dengan Metode DOL Untuk Gambar 4 pada Pengasutan dengan metode Direct On Line (DOL), motor induksi menarik arus yang besarnya 5 sampai 7 kali arus nominalnya, sehingga mengakibatkan kondisi transient pada tegangan. Namun setelah copyright DTE FT USU 76

kecepatan putaran motor stabil maka arus akan berada pada kondisi nominalnya. b. Pengasutan Dengan Metode StarDelta Gambar 5. Diagram Rangkaian Pengasutan dengan Metode StarDelta Untuk Gambar 5 pada Pengasutan dengan metode StarDelta, berfungsi menurunkan tegangan yang dicatu ke motor saat stator motor terhubung dalam rangkaian bintang. Saat start, stator berada pada rangkaian bintang, arus motor hanya mengambil sepertiga dari arus motor seandainya motor di start dengan metode DOL. Berhubung torsi motor berbanding lurus dengan kuadratis dari tegangan, maka dengan demikian torsi motor pada rangkaian bintang juga hanya sepertiga dari torsi pada rangkaian delta. Pada pengasutan StarDelta tegangan pada statornya yaitu : V stator = V phasa = line...(6) c. Pengasutan Dengan Metode Autotrafo Gambar 6. Diagram Rangkaian Pengasutan dengan Metode Autotrafo Untuk Gambar 6 pada Pengasutan dengan metode AutoTrafo, berfungsi mengurangi tegangan pengasutan pada motor. Metode pengasutan ini dilakukan dengan memasang autotrafo yang ditempatkan pada rangkaian primer (stator). pada saat pengasutan tegangan terminal dari motor dikurangi 60% sampai 80% dari tegangan penuh trafo. Hal ini dimaksudkan untuk membuat arus asut kecil. Setelah kecepatan motor induksi stabil, transformator tegangan diputuskan. 4. Perhitungan dan Analisis Data motor induksi rotor sangkar di BBLKI Medan dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Data Motor Induksi yang digunakan di BBLKI Medan ELINDO Squirel Cage Motor Output 5 hp Type ETM 132 s Pole 4 50 Hz Phase 3 Volt 220/380 Amp 14/8,1 RPM 1440 Ins. class A Rotor C code G Rating Cont Input 4585 Kw 6306 = 6305 Eff 0,814 Ser. No. 0,80085 Analisa yang dilakukan adalah membandingkan pengasutan motor induksi dengan metode pengasutan Direct on Line (DOL), StarDelta dan Autotrafo untuk mendapatkan data-data yang akan dianalisa. Percobaan pertama adalah pengasutan motor induksi dengan metode DOL, serta menganalisa dan membahas Tegangan Kedip dan Arus Start Pada Pengasutan DOL. Data hasil percobaan Metode DOL dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Data Hasil Percobaan Pengasutan Direct on Line V in (Volt) V stator (Volt) I (Ampere) 220 220 3,2 Analisa perhitungan : Untuk menghitung Kedip Tegangan copyright DTE FT USU 77

11,339 x 110,525 683,677 = 118,45 volt Untuk menghitung arus start : 110,525 110,525 = 16,879 A Dari Gambar 7 tegangan suplai ke motor 220 volt, namun tegangan yang masuk hanya sebesar 118,45 dengan Arus pengasutan motor induksi didapat sebesar 16,879 Ampere. Setelah motor bekerja stabil dengan tegangan 220 volt arus motor induksi yang terukur hanya sebesar 3,2 ampere membuktikan adanya lonjakan arus saat starting. V (Volt) I (Ampere) 127 1,6 220 3,2 Analisa perhitungan : Untuk menghitung tegangan kedip pada StarDelta : 11,339 x 63,81 683,677 = 68,378 volt Untuk menghitung arus start pada StarDelta : 63,81 60,294 = 9,745 A Gambar 7. Gelombang Tegangan dan Arus saat pegasutan Metode DOL Percobaan kedua adalah pengasutan motor induksi dengan metode StarDelta, serta menganalisa dan membahas Tegangan Kedip dan Arus Start Pada Pengasutan StarDelta. Data hasil percobaan Metode StarDelta dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Data hasil percobaan pengasutan StarDelta Gambar 8. Gelombang Tegangan dan Arus saat pegasutan Metode StarDelta Pada Gambar 8 untuk pengasutan StarDelta tegangan awal yang diberi ke motor sebesar 127 volt, arus start sebesar 9,745 ampere sehingga tegangan berkedip sampai 68,387 volt. Sesaat setelah motor bekerja di tegangan 127 volt copyright DTE FT USU 78

arusnya sebesar 1,6 ampere, membuktikan adanya lonjakan arus saat starting sebesar 6 kali arus normal. Percobaan ketiga adalah pengasutan motor induksi dengan metode Autotrafo, serta menganalisa dan membahas Tegangan Kedip dan Arus Start Pada Pengasutan Autotrafo dengan tap 60%, 70%, 80% dari tegangan suplai. Data hasil percobaan dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Data hasil percobaan pengasutan menggunakan autotransformator V in (Volt) Persentase Tegangan (%) V stator (Volt) I (Ampere) 220 60 132 1,7 220 70 154 2 220 80 176 2,3 Analisa perhitungan : Menghitung tegangan kedip Autotrafo 60% : 11,339 x 66,32 752 = 71,077 volt Menghitung arus start pada Autotrafo 60%: 66,32 pada 71,0535volt. Sesaat setelah motor bekerja di tegangan 132 volt arusnya sebesar 1,6 ampere, membuktikan adanya lonjakan arus saat starting sebesar 6 kali arus normal. Gambar 9. Gelombang Tegangan dan Arus pada pegasutan Metode Autotrafo 60% Menghitung tegangan kedip Autotrafo 70% : Vs = 11,339 x 77,3776 877,3846 = 82,9286 volt Menghitung arus start pada Autotrafo 70%: 77,3776 77,3776 = 11,817 A 66,32 = 10,12828 A Pada Gambar 9 untuk pengasutan autotrafo tap 60% dari tegangan awal yang diberi ke motor adalah sebesar 132 volt, arus start sebesar 10,1281 sehingga tegangan berkedip sampai copyright DTE FT USU 79

Gambar 10. Gelombang Tegangan dan Arus pada pegasutan Metode Autotrafo 70% Pada Gambar 10 untuk pengasutan autotrafo tap 70% tegangan awal yang diberi ke motor sebesar 154 volt, arus start sebesar 11,8162 sehingga tegangan berkedip sampai pada 82,8957volt. Menghitung tegangan kedip Autotrafo 80% : 11,339 x 88,4285 1002,69 = 94,77228 Volt Menghitung arus start pada Autotrafo 80%: 88,4285 88,4285 = 13,5 A Pada Gambar 11 untuk pengasutan autotrafo tap 80% tegangan awal yang diberi ke motor sebesar 176 volt, arus start sebesar 13,5042 sehingga tegangan berkedip sampai pada 94,7379 volt. Gambar 11. Gelombang Tegangan dan Arus pada pegasutan Metode Autotrafo 70% 5. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa dan percobaan yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan : 1. Semakin besar tegangan sumber yang diberikan maka arus start semakin besar dan tegangan berkedip semakin besar. 2. Pengasutan motor induksi menggunakan metode DOL, StarDelta dan AutoTransform ketiganya mengalami kedip tegangan sebesar 46,159 % turun sebesar 53,84%. 3. Arus melonjak naik saat pengasutan menggunakan metode DOL mencapai 16,879 Ampere sedangkan saat motor bekerja arus hanya sebesar 2,678 ampere. terjadinya keadaan ini secara berulang dapat mengakibatkan rusaknya peralatan listrik. 4. Pengasutan menggunakan metode StarDelta lebih bagus karena dapat mengurangi arus mula dimana Arus mula 9,745. Untuk pengasutan Autotransform Arus mulanya sebesar 10,12828. 5. Secara komersil dan perawatan pengasutan secara Stardelta lebih baik dibanding dengan pengasutan menggunakan Autotrafo. 6. Daftar Pustaka [1] Pawawoi, Andi. "Analisis Kedip Tegangan (voltage sag) Akibat Pengasutan Moter Induksi Dengan Berbagai Metode Pengasitan, Studi kasus di PT. Abisiat", November 2009 copyright DTE FT USU 80

[2] Siswoyo, Teknik Listrik Industri, Jilid Kedua, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Jakarta, 2008. [3] Zuhal, Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya, Edisi ke-5, Penerbit Gramedia, Jakarta, 1995. [4] http://www.scribd.com/doc/76751989/tugas- 2-Fenomena-Transien [5] Wijaya, Mochtar, Dasar-Dasar Mesin Listrik, Penerbit Djambatan, Jakarta, 2001. copyright DTE FT USU 81