SOP Pelayanan Pengujian dan Kalibrasi dan

dokumen-dokumen yang mirip
PERATURAN TERKAIT PENGUJIAN DAN KALIBRASI ALAT KESEHATAN. Oleh Ir. Rakhmat Nugroho, MBAT Kepala BPFK Surabaya

PERATURAN TERKAIT PENGUJIAN DAN KALIBRASI ALAT KESEHATAN. Oleh Ir. Rakhmat Nugroho, MBAT Kepala BPFK Surabaya

KEMENTERIAN KESEHATAN RI SOSIALISASI PELAKSANAAN KATALOG ELEKTRONIK ALAT KESEHATAN

Direktur Jendaral Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI

Astamamedika.com. Apakah alat di Rumah Sakit atau Klinik anda telah teruji dan terkalibrasi? Demi keamanan.. Pastikan segera! Hubungi kami..

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK IND PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA,

MATRIKS IKU BPFK MAKASSAR

[BADAN STANDARISASI NASIONAL] 2012

II. Jenis Pelayanan Kalibrasi

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Komunikasi dan I

PERAN BPFK DALAM MENUNJANG KEBIJAKAN DI BIDANG FASYANKES PRIMER, RUJUKAN, DAN FASYANKES LAINNYA SESUAI PERMENKES NO.54 TAHUN 2015

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta. Organisasai. Tata Kerja.

PANDUAN PENGONTROLAN FASILITAS

2017, No Kebudayaan tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat. Mengingat : 1. Un

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KOORDINASI PERGURUAN TINGGI SWASTA

KERANGKA ACUAN KEGIATAN UJI PROFISIENSI PENYELENGGARA KALIBRASI INTERNAL ALAT KESEHATAN DI RUMAH SAKIT

-1- DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 2349/MENKES/PER/XI/2011 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

PROGRAM PEMBENTUKAN INSTITUSI PENGUJI ALAT KESEHATAN (IPAK) DI DINAS KABUPATEN/KOTA. Wahyudi Ifani, ST, M.Si Kepala BPFK Surabaya

2016, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perdagangan tent

I. PENDAHULUAN. Pemerintah sebagai abdi masyarakat merupakan pihak yang bertanggung

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 40/M-IND/PER/6/2006 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI BESAR KERAMIK

2015, No Indonesia Tahun 2015 Nomor168); 3. Keputusan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 53/HUK/2003

KEPALA BADAN PENGAW ASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN,

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM. 86 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI LALU LINTAS

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

2015, No Mengingat : 1. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerj

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA,

PENGUJIAN, KALIBRASI PERALATAN KESEHATAN

Menteri Perdagangan Republik Indonesia PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29/M-DAG/PER/12/2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA

Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam surat Nomor B/2795-7/M.PAN/9/2008, tanggal 26 September 2008;

Digunakan untuk mengukur suhu tubuh. Digunakan untuk memeriksa suara dari dalam tubuh seperti detak jantung, usus, denyut nadi dan lain-lain

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 07/PRT/M/2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI RAWA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Makassar

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 53/PMK.01/2011 TENTANG

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Balai Pemantauan Gunung Api. Organisasi. Tata Kerja.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN REPUBLIK INDONESIA,

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152, Tambahan

2017, No Mengingat : 1. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerj

2015, No Mengingat : 1. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerj

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. Balai Pelestarian Cagar Budaya. Organisasi. Tata Kerja.

2015, No Mengingat : 1. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerj

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR : 18 /PER/M.KOMINFO/11/2010 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PEDOMAN PENGUJIAN DAN KALIBRASI ALAT KESEHATAN

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER. 07/MEN/2009 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI PELESTARIAN NILAI BUDAYA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI ARKEOLOGI

LAKIP BPFK JAKARTA _2015 Page 1

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

2016, No Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3888), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun

BAB III METODE PERANCANGAN

PERSYARATAN PENETAPAN RUMAH SAKIT ATAU INSTITUSI KESEHATAN (RS/IK) PENGUJI KESEHATAN PELAUT

MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA

Standar Pelayanan Kesehatan Dasar di Lingkungan Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN KESEHATAN DASAR DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT NEGARA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

2015, No Peraturan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR : KEP. 32/MEN/2004 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS KARANTINA IKAN

ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

2011, No d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b dan huruf c, perlu menetapkan kembali Organisasi dan Tata

PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR PK. 20 TAHUN 2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BADAN SAR NASIONAL

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH. Lembaga Pengelola Dana Bergulir. Organisasi. Tata Kerja.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

-1- GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 141 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT JIWA

SOSIALISASI ALFAKES (Asosiasi Perusahaan Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Fasilitas Kesehatan Indonesia)

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK TAHUN 2007 TENTANG

KEPALA BADAN SAR NASIONAL PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR : PK.07 TAHUN 2010 TENTANG

2 Memperhatikan: 2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Le

2017, No Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (

2015, No Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintahan Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presid

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR P.41/MENHUT-II/2006 TAHUN 2006 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI PENELITIAN KEHUTANAN MATARAM

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER. 22/MEN/2008 TENTANG

SOSIALISASI ALFAKES (Asosiasi Perusahaan Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Fasilitas Kesehatan Indonesia)

2014, No644 2 Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4956); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2012 tentang Sumber

PEMELIHARAAN SARANA, PRASARANA DAN PERALATAN RUMAH SAKIT No Dokumen No. Revisi Halaman 1/1 Ditetapkan oleh, Direktur R.S. Graha Husada Bandar Lampung

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 44 TAHUN 2016 TENTANG

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

MENTERI HUKUM DAN HAM R.I REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Transkripsi:

SOP Pelayanan Pengujian dan Kalibrasi dan Realiasi Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan Di Wilayah Prop. Sulawesi Tenggara Disampaikan Pertemuan Sosialisasi BPFK Makassar Kendari, 14 16 Maret 2017

Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Makassar Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Ditjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI TUGAS POKOK Melaksanakan pengamanan fasilitas kesehatan meliputi sarana, prasarana, dan peralatan kesehatan melalui pengujian, kalibrasi dan proteksi radiasi di lingkungan pemerintah maupun swasta

FUNGSI Pengujian dan kalibrasi peralatan kesehatan; Pengujian dan kalibrasi sarana dan prasarana kesehatan; Pengamanan dan pengukuran paparan radiasi; Pelayanan monitoring dosis radiasi perorangan; Pengukuran luaran radiasi terapi; Pengendalian mutu dan pengembangan teknologi pengamanan fasilitas kesehatan; Pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi pengujian, kalibrasi, proteksi radiasi, sarana dan prasarana kesehatan; Pelaksanaan jejaring kerja dan kemitraan; Pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengamanan fasilitas kesehatan; Pelaksanaan ketatausahaan balai.

SEJARAH BPFK MAKASSAR Tahun 1992 Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 282/MENKES/SK/IV/1992 tentang Organisasi dan Tata kerja Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Jakarta dan Surabaya, dengan tugas melayani pengujian dan kalibrasi serta proteksi radiasi fasilitas kesehatan serta pembagian wilayah kerja sebagai berikut; a.bpfk Jakarta, dengan wilayah Indonesia bagian Barat dan; b.bpfk Surabaya, dengan wilayah Indonesia bagian Timur. Tahun 1998 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 363/MENKES/PER/IV/1998 tentang Pengujian dan Kalibrasi pada Sarana Pelayanan Kesehatan, menyatakan bahwa 125 alat kesehatan wajib diuji dan atau kalibrasi secara berkala sekurang-kurangnya satu kali dalam 1 (satu) tahun. Tahun 1999 SK Menteri Negara Koordinasi Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 447/M.K.Waspan/10/1999 tentang Unit Pengamanan Fasilitas Kesehatan di Medan dan Ujung Pandang yang disebut sebagai Kantor Pengamanan Fasilitas Kesehatan (KPFK).

SEJARAH BPFK MAKASSAR Tahun 2000 Keputusan Menteri Kesehatan Nomor. 1164/MENKES/SK/VIII/2000 tentang Organisasi dan Tata Kerja BPFK. BPFK dimekarkan menjadi empat yaitu Jakarta, Surabaya, Medan dan Makassar. BPFK Jakarta dan Surabaya adalah BPFK type/kelas A dipimpin oleh pejabat eselon III.a, sedangkan BPFK Medan dan Makassar tipe B dipimpin pejabat eselon III. Tahun 2007 Peraturan Menteri Kesehatan No. 530/Menkes/Per/IV/2007, tentang Organisasi dan Tata Kerja BPFK. Keempat BPFK setara eselon III.a dengan penambahan satu struktural setara eselon IV.a Tahun 2008 dibentuk empat unit fungsional Pengamanan Fasilitas Kesehatan di Solo dan Palembang dengan pengampu BPFK Jakarta, Unit Fungsional Pengamanan Fasilitas Kesehatan Banjarmasin dengan pengampu BPFK Surabaya dan Unit Fungsional Pengamanan Fasilitas Kesehatan di Jayapura dengan pengampu BPFK Makassar

Wilayah Kerja 1. propinsi SULAWESI SELATAN 2. propinsi SULAWESI TENGGARA 3. propinsi SULAWESI BARAT 4. propinsi SULAWESI TENGAH 5. propinsi GORONTALO 6. propinsi SULAWESI UTARA 7. propinsi MALUKU 8. propinsi MALUKU UTARA 9. propinsi PAPUA 10.propinsi PAPUA BARAT

MENGAPA HARUS KALIBRASI? UNDANG-UNDANG RI NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN Pasal 104 (1) Pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan diselenggarakan untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan/atau keamanan dan/atau khasiat/kemanfaatan. UNDANG-UNDANG RI NOMOR 44 TAHUN 2009 TENTANG RUMAH SAKIT Bagian Ketujuh (Peralatan) Pasal 16 (1) Persyaratan peralatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) meliputi peralatan medis dan nonmedis harus memenuhi standar pelayanan, persyaratan mutu, keamanan, keselamatan dan laik pakai. (2) Peralatan medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diuji dan dikalibrasi secara berkala oleh Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan dan/atau institusi pengujian fasilitas kesehatan yang berwenang. (3) Peralatan yang menggunakan sinar pengion harus memenuhi ketentuan dan harus diawasi oleh lembaga yang berwenang.

MENGAPA HARUS KALIBRASI? PERATURAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR: 54 Tahun 2015 TENTANG PENGUJIAN DAN KALIBRASI ALAT KESEHATAN Pasal 4 (1) Setiap Alat Kesehatan yang digunakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Fasilitas Kesehatan lainnya harus dilakukan uji dan/atau kalibrasi secara berkala oleh Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan atau Institusi Pengujian Fasilitas Kesehatan.

MENGAPA HARUS KALIBRASI? PERATURAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR: 54 Tahun 2015 TENTANG PENGUJIAN DAN KALIBRASI ALAT KESEHATAN Pasal 2 Pengaturan Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan bertujuan untuk: a. memberikan acuan bagi pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pelaksanaan Pengujian dan/atau Kalibrasi Alat Kesehatan; b. menjamin tersedianya Alat Kesehatan yang sesuai standar pelayanan, persyaratan mutu, keamanan, manfaat, keselamatan, dan laik pakai di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Fasilitas Kesehatan lainnya; c. meningkatkan akuntabilitas, dan mutu pelayanan Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan dan Institusi Pengujian Fasilitas Kesehatan dalam Pengujian dan/atau Kalibrasi Alat Kesehatan.tan.

Pasal 12 Jenis Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan dan Institusi Pengujian Fasilitas Kesehatan 1) Pengujian dan/atau Kalibrasi Alat Kesehatan dilakukan oleh Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan atau Institusi Pengujian Fasilitas Kesehatan. 2) Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. balai pengamanan fasilitas kesehatan; dan b. loka pengamanan fasilitas kesehatan. 3) Institusi Pengujian Fasilitas Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. institusi pengujian Alat Kesehatan; dan b. instalasi/unit di rumah sakit. 4) Instalasi/unit di rumah sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b harus merupakan instalasi/unit di rumah sakit yang ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan sekaligus sebagai rumah sakit pendidikan.

Instalasi/Unit di rumah sakit Institusi Pengujian Fasilitas Kesehatan Pasal 14 1) Instalasi/unit di rumah sakit harus memiliki kemampuan untuk melakukan Pengujian dan/atau Kalibrasi Alat Kesehatan secara internal. 2) Pengujian dan/atau Kalibrasi Alat Kesehatan secara internal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan penyelenggaraan Pengujian dan/atau Kalibrasi Alat Kesehatan hanya untuk Alat Kesehatan milik rumah sakit yang bersangkutan. 3) Instalasi/unit di rumah sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus melakukan Pengujian dan/atau Kalibrasi Alat Kesehatan di bawah pengampuan balai pengamanan fasilitas kesehatan sesuai wilayah kerjanya.

Realisasi Pengujian & Kalibrasi Alat Kesehatan 2016 (berdasarkan wilayah) SULAWESI TENGGARA 258 2% SULAWESI TENGAH 1745 11% SULAWESI UTARA 1355 9% GORONTALO 891 6% MALUKU 555 3% MALUKU UTARA 631 4% PAPUA 696 4% SULAWESI BARAT 890 6% TOTAL 15.792 Alkes SULAWESI SELATAN 7443 47% PAPUA BARAT 1117 7% LUAR WILKER 211 1%

Grafik Realisasi Pengujian dan Kalibrasi Alkes 2012-2016 PROP. SULAWESI TENGGARA 217 197 332 258 83 2012 2013 2014 2015 2016

Realisasi Cakupan Fasyankes 2016 TOTAL 408 fasyankes SULAWESI UTARA 10 3% GORONTALO 28 7% MALUKU 12 3% MALUKU UTARA 17 4% PAPUA 16 4% PAPUA BARAT 10 2% LUAR WILAYAH KERJA 14 3% SULAWESI TENGAH 93 23% SULAWESI TENGGARA 9 2% SULAWESI BARAT 6 2% SULAWESI SELATAN 193 47%

Grafik Realisasi Cakupan Fasyankes 2012-2016 PROP. SULAWESI TENGGARA 14 9 9 8 9 2012 2013 2014 2015 2016

Laboratorium KALIBRASI Jenis Pelayanan terakreditasi: 1. LABORATORIUM SUHU 2. LABORATORIUM TEKANAN 3. LABORATORIUM GAYA MASSA 4. LABORATORIUM KELISTRIKAN 5. LABORATORIUM VOLUME 6. LABORATORIUM OPTIK-AKUSTIK 7. LABORATORIUM KALIBRASI ALAT UKUR RADIASI Laboratorium PENGUJI 1. LAB. PELAYANAN PEMANTAUAN DOSIS PERORANGAN 2. LAB. PROTEKSI RADIASI DAN UJI KESESUAIAN 3. LABORATORIUM SARANA DAN PRASARANA KESEHATAN

Daftar Kemampuan Pelayanan 1 Anak Timbangan Kelas F Max. 200 mg 27Grounding/ Pertanahan 53Sterilisator Basah 79 Vaporizer dengan gas Enflurane 2 Anak Timbangan Kelas M Max. 200 mg 28 Hearth Rate Monitor 54 Sterilisator Kering 80 Vaporizer dengan gas Halothane 3 Analytical Balance 29 Infant Warmer 55 Stirrer 81 Vaporizer dengan gas Isoflurane 4 Audiometer 30 Infusion Pump 56 Stop Watch 82 Vaporizer dengan gas Sevoflurane 5 Autoclave 31 Inkubator Perawatan 57 Suction Pump 83 Ventilator 6 Automatic Processing Film (APF) 32Instalasi Listrik Medis 58Suction Suction Dinding 84 Water Bath 7 Bed Side Monitor/Pasien Monitor 33Laboratorium Incubator 59Survey Meter 85 Angiography 8 Blood Bank 34 Laboratorium Refrigerator 60 Syringe Pump 86 CT-Scan 9 Blood Pressure Monitor 35 Laboratorium Rotator 61 Thermohygrometer Analog 87 Dental X-Ray 10Centrifuge 36Lampu Operasi 62Thermohygrometer Digital 88 Dental X-Ray Panoramic 11 Centrifuge Refrigerator 37 Light Source 63 Thermometer Digital Dental X-Ray Panoramic with 89 chepalometric 12 Chamber Audiometer 38 MRI 64 Thermometer Gelas 90 General Purpose X-Ray Computed Radiography (CR) / Digital 13 Radiography (DR) 39Mesin Anastesi 65Thermometer Klinik 91 General Purpose X-Ray with AEC 14 Deep Freezer 40 Micropipet Fix 66 Thermometer Ruang 92 MCS X-Ray 15Defibrilator with ECG 41Micropipet Multi Chanel 67Timbangan Bayi 93 Mobile C-Arm X-Ray 16Defibrilator/DC Shock 42Micropipet Variabel 68Timbangan Digital 94 Mobile Unit X-Ray 17Defibrillator Monitor 43Oven 69Timer 95 Tomography 18 Dental Unit 44 Pace Maker 70 Traksi 96 X-Ray Fluoroscopy 19Dosimeter Saku 45Paraffin Bath 71Treadmill 97 X-Ray Mammography 20 ECG Monitor 46 Pengujian TLD 72 Treadmill with ECG 98 Angiography 21 ECG Recorder 47 Photo Therapy Unit 73 Ultra Sonograph (USG) 99 CT-Scan 22 Electro Stimulator/EST Portable Concentrator 48 Oksigen 74 Ultra Sound Theraphy 100 Dental X-Ray Panoramic 23 Elektro Surgery Unit 49 Pressure Gauge 75 Ultra Violet Sterilizer 101 General Purpose X-Ray 24 Fetal Detector/Doppler 50 Pulse Oximetri 76 Vacuum Extractor 102 Mobile X-Ray 25Flow Meter/Regulator oksigen 51Sphygmomanometer 77Vaporizer 103X-Ray Mammography 26 Freezer Laboratorium 52 Spirometer Vaporizer dengan gas X-Ray Fluoroscopy (Dual fungsi 78 104 Desflurane R/F)

1 Customer mengajukan permintaan P/K ke BPFK 2. BPFK menyampaikan Proposal Biaya dan waktu pelaksanaan kepada Customer ALUR PELAYANAN Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan Tidak 3. Customer setuju waktu dan biaya yang ditawarkan Ya 4. Persiapan Pelaksanaan P/K 5. Pelaksanaan P/K 6. Pembuatan laporan dan penerbitan Sertifikat 7. Pengiriman Laporan dan Sertifikat 8. Customer diminta untuk menyelesaikan administrasi 9 Selesai

1 Mulai 2 Terima TLD dari Unit Administrasi ALUR PELAYANAN Layanan TLD 3 Pendataan TLD : Jumlah & Kondisi Fisik 4 Pengurutan TLD sebelum Prosessing 5 Prosessing/Analisis TLD 6 Penghitungan Dosis Lokal dan Dosis Total 7 Pembuatan Laporan Hasil pada Unit Teknis 8 Verifikasi Laporan Hasil oleh Pelaksana Verifikasi 9 Penandatanganan Laporan Hasil oleh Ka. Instalasi PDP 10 Selesai

Informasi Layanan: Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Makassar Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 11 Makassar 90241 Phone: (0411) 582345 Fax: (0411) 588199 email: kontak@bpfkmakassar.go.id website: http://www.bpfkmakassar.go.id contact person: -Pelayanan : Tuti Jumriah Alwi (0811415523) -Pengaduan Pelanggan: Hj. Ratna (08124173690)

Terima Kasih