Konfigurasi DNS & Web Server

dokumen-dokumen yang mirip
Setup DNS di Debian 7.x.x

WEB SERVER LINUX DEBIAN 8.5

Pembahasan UPK Paket 1

DNS SERVER. Jaringan Komputer

DNS SERVER LINUX DEBIAN 8.5

DNS SERVER, WEB SERVER, FTP SERVER, PROXY SERVER

Membuat Web Server di Linux

Konfigurasi DNS & DHCP Pada Debian 6. Instruktur : Angga Friyanto Taufiq Sidiq

Konfigurasi DNS, MAIL dan WEBMAIL SERVER pada Debian 5.3 Jobsheet and Tutorial Oleh Ahmad Sanusi, S.Sos.I

JOB SHEET. PRAKTIK MATA PELAJARAN Troubleshooting Jaringan PAKET KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN KELAS XII

JOOBSHEET ADMINISTRASI SERVER

eth0 server --> (public) eth1 server --> eth0 router -->

INSTALASI DNS SERVER-WEBSERVER-PROXY SERVER-FTP SERVER

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI ADMINISTRASI SERVER DEB-003 STRUKTUR MODUL ADMINISTRASI LINUX DEBIAN SQUEEZE DASAR-DASAR JARINGAN DEB.

Membuat DNS (Domain Name Server) di Debian6 dengan virtualbox dan Clientnya Komputer Host OS windows 7. Oleh : Nama : Arse Irawhan Ardhitia

1. Konfigurasi DHCP server.

TUTORIAL KONFIGURASI FIREWALL DENGAN DEBIAN SERVER

DATABASE SERVER WEB SERVER SUBDOMAIN

DESAIN DAN IMPLEMENTASI FIREWALL UNTUK KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER MENGGUNAKAN IPTABLES PADA PT. MITRA DANA PUTRA UTAMA FINANCE PALEMBANG

MEMBANGUN DNS, MAIL DAN WEBMAIL SERVER. Pengetikan password tidak ditunjukkan demi keaamanan. Maka ketik saja password sampai selesai kemudian ENTER

MODUL PRAKTEK DEBIAN SERVER

KONFIGURASI MAIL SERVER PADA DEBIAN 5

DNS (DOMAIN NAME SERVER) DI DEBIAN 6 BERBASIS TEKS di VirtualBox

REMOTE ACCESS DNS SERVER

WEB DATABASE ( WEB SERVER dan DATABASE )

MODUL 6. Web Server [MODUL PRAKTIKUM MANAJEMEN JARINGAN KOMPUTER] MODUL 6

Gambar 1. Topologi Soal Paket 1

Step By Step LKS Nasional. Oleh. Umi Malihah XII TKJ

Load Balancing Server

MODUL 4. DNS (Domain Name System)

Installasi Web Server Pada Linux Debian (GUI) Nama : Abdul Rohman Wahid Kelas : XI TKJ A No / NIS : 01 / 13986

Konfigurasi Dns Server

Langkah-Langkah Konfigurasi Web dan DNS Server Pada Virtual Box

SMK NEGERI 3 PALU SERVER WITH DEBIAN. Konfigurasi : Urutan Konfigurasi :

Laporan Praktek Debian Server

KONFIGURASI DEBIAN SERVER

KONFIGURASI DNS SERVER. Dengan Ubuntu Server

A I S Y A T U L K A R I M A

KONFIGURASI DNS DEBIAN LENNY DI VIRTUALBOX

Debian Squeeze Konfigurasi Debian Server

MODUL PRAKTEK DEBIAN SERVER

Domain Name Service (DNS)

MODUL 3 APLIKASI WEB

PEMBAHSANA SOAL UJI KOMPETENSI TKJ 2015/2016 PAKET 1. Menggunakan UBUNTU TKJ SMKN 1 Lembah Melintang

PRAKTIKUM 12 APPLICATION LAYER (DNS)

PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Membuat DNS Server di Debian 5 (Lenny)

WEB SERVER MODULE & VIRTUAL HOST. Exp : Admin Server Kelas : XII TKJ B. No. Exp : 6 2. Trimans Yogiana

Web Server A. DASAR TEORI

MAKALAH. Perbandingan Web Server antara Apache vs Nginx vs Micosoft - IIS

MEMBUAT WEB SERVER DENGAN DEBIAN 6 SQUEEZE VIA VIRTUAL BOX

LAPORAN UJIAN PRAKTEK KEJURUAN

Tutorial Membuat DNS, Virtualhost, FTP & Instalasi Wordpress

BAB III PERANCANGAN SISTEM

PEMBAHASAN PAKET 1 SOAL UJIAN PRAKTIK KEJURUAN TKJ TP by blogtkj.com

MODUL 3 PRAKTIKUM ADMINISTRASI JARINGAN. DHCP Server. Oleh: Nani Setyo Wulan S.Pd. Nelyetti S.Kom.

KOMUNIKASI DATA & JARINGAN KOMPUTER (TUTORIAL DNS SERVER)

Admin Jaringan Komputer APACHE WEB SERVER

LAPORAN DEBIAN 7 ( DNS SERVER, WEB SERVER, MAIL SERVER, DHCP )

ADMINISTRASI JARINGAN DEBIAN SERVER

LAPORAN PROJECT UAS ADVANCED NETWORKING MEMBANGUN MAIL SERVER MENGGUNAKAN POSTFIX PADA LINUX DEBIAN. Tugas untuk memenuhi nilai UAS Jarkom Lanjut

KONFIGURASI TEKNIKOM 2016 SUKSES UJI KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK DWI PUTRA BANGSA TAHUN 2015/2016 PAKET 1

DNS SERVER & WEB MAIL ( ROUNDCUBE )

LAPORAN MEMBUAT WEB SERVER DENGAN SISTEM OPERASI UBUNTU Oleh : Hendro Wijayanto ( ) Danang Kurniawan ( )

MODUL 14 PRAKTIKUM ADMINISTRASI JARINGAN

Mata Pelajaran : Materi Kompetensi Tahun Pelajaran 2011/2012. : Membangun PC Router dan Internet Gateway (edisi.1)

1. Konfigurasi Ip address. (misalnya ip yang ingin digunaka adalah ) nano /etc/network/interfaces

FTP SERVER MAIL SERVER WEBMAIL

SMK PASUNDAN 2 BANDUNG

Pengenalan Linux Konfigurasi TCP/IP

Webmail Server 1. Virtual Alias = mail.sekolah.sch.id 2. Metode = courier imap dan courier pop. switch

PRAKTIKUM 3 Dynamic Host Configuration protocol pada Linux (Ubuntu) dan Windows 1. Praktikum 4. Dynamic Host Configuration Protocol

Silahkan ikuti langkah-langkah berikut :

Panduan Cara Menggunakan Server VPS

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2015/2016

VINCENSIUS YUDHISTIRA LINDUNG S. FB :

PRAKTIKUM ADMINISTRASI JARINGAN KOMPUTER DHCP SERVER

KONFIGURASI PROXY & MAIL SERVER DENGAN DEBIAN 5 BERBASIS VMWARE

DHCP SERVER. Pendahuluan

Resume. Pelatihan Membuat PC Router Menggunakan ClearOS. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah. Lab. Hardware

INSTALASI WEB SERVER PADA LINUX Oleh Dwi Kurnivan Setiono

TUTORIAL SETTING MIKROTIK UNTUK SETTING IP, DHCP, GATEWAY, DNS.

Konfigurasi Jaringan di Linux. Rolly Yesputra rollyyp.wordpress.com WA

KONFIGURASI HOTSPOT DENGAN MICROTIK VIA VMWARE

Cara instal dan konfigurasi FTP SERVER

PRAKTIKUM ADMINISTRASI JARINGAN KOMPUTER. DNS SERVER (Domain Name System) Oleh : Idris Winarno

No HP :

LAPORAN MENGADMINISTRASI SERVER DALAM JARINGAN

Praktikum 3. Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu:

Mengkonfigurasi system Firewall sebagai Internet gateway pada system operasi Debian 6.0

MENGGUNAKAN DEBIAN UNIT PRODUKSI

Tutorial Sharing internet pada VirtualBox dan install samba.

MODUL TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN MIKROTIK CISCO DEBIAN WINDOWS SMK INFORMATIKA PESAT BOGOR

A. MENGATUR IP ADDRESS #pico /etc/network/interfaces

DESAIN DAN IMPLEMENTASI VIRTUAL SERVER PURE-FTPD BESERTA MYSQL PADA PT. JIWASRAYA CABANG SUDIRMAN

BAB IV DISKRIPSI KERJA PRAKTIK. Bab ini membahas tentang proses instalasi VMWare Workstation dan

Membangun Network Services di Linux

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ADMIN DAN MANAJEMEN JARINGAN Mail Server

Transkripsi:

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI JARINGAN Konfigurasi DNS & Web Server Oleh: Eka Paramita Putri 1102652

1. Tujuan Praktikum - Mahasiswa mampu mengkonfigurasi Network Adapter pada VMWare. - Mahasiswa mampu mengkonfigurasi IP address pada kedua Network Adapter yang telah dibuat pada Debian. - Mahasiswa mampu mengkonfigurasi DNS server pada Debian. - Mahasiswa mampu mengkonfigurasi Web Server pada Debian. - Mahasiswa mampu membuat Team Virtual Machine dan mengkoneksikan keduanya, serta mengatur IP address masing-masing virtual machine (Debian dan Windows XP). 2. Teori Singkat (Domain Name System ; DNS) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surel (email) untuk setiap domain. DNS menyediakan pelayanan yang cukup penting untuk Internet, ketika perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat surel. Analogi yang umum digunakan untuk menjelaskan fungsinya adalah DNS bisa dianggap seperti buku telepon internet dimana saat pengguna mengetikkan www.indosat.net.id di peramban web maka pengguna akan diarahkan ke alamat IP 124.81.92.144 (IPv4) dan 2001:e00:d:10:3:140::83 (IPv6). Web server adalah suatu program yang memungkinkan suatu komputer untuk menjadi server. Web server pada umumnya menyediakan halaman web yang diminta spesifik oleh client, dalam bentuk HTML. Fitur yang biasa ada pada web server adalah: a. Virtual hosting. Bisa meng-host banyak domain dengan menggunakan 1 server. Disini server lah yang akan membagi resources. b. Large file support. Telah disediakan space untuk menyimpan data bagi yang ingin membuat sever. c. File throttling. Digunakan untuk melimit kecepatan server dalam menangani tiap tiap client, sehingga bisa digunakan banyak client. d. Server-side scripting. Server mampu membuat script sendiri(dalam desain web nya) yang digunakan untuk berbagai hal (ex : melimit akses ke database).

3. Langkah Kerja Membuat Network Adapter 1) Pilih tab VM -> Setting -> pilih Add -> pilih Network Adapter kemudian ikuti instruksinya. Membuat Team 1) Siapkan 2 buah virtual machine, masing-masing menggunakan system operasi Linux (Debian) dan system operasi Windows (XP). 2) Buatlah sebuah Team pada VMware dengan memilih File New Team 3) Pilih virtual machines dari virtual machines yang sudah ada/diinstal.

4) Tambahkan LAN segment 5) Atur koneksi adapter 6) Aturlah alamat IP VMnet1 pada host dengan alamat 192.168.1.1

7) Aturlah alamat IP untuk setiap adapter sehingga menghasilkan sebuah LAN. Misalkan pada VM Linux Debian alamat IP adalah 192.168.1.2 dan 192.168.2.1 untuk ethernet 1 dan 2, dan pada VM Windows alamat IP adalah 192.168.2.1 konfigurasi Ethernet pada Linux Debian dengan mengedit file interfaces. # nano /etc/network/interfaces Setelah edit, lakukan restart # /etc/init.d/networking restart 8) Install DNS Server, dengan menginstall file bind9 #apt-get install bind9 9) Pindah directory dari root ke bind #cd /etc/bind 10) Lihat isi directory bind #ls 11) Edit file named.conf.default-zones #nano named.conf.default-zones Edit file seperti pada gambar berikut:

12) Gandakan file db.local dan db.127 #cp db.local db.elektronika #cp db.127 db.192 13) Edit file database db.elektronika #nano db.elektronika Edit file menjadi seperti berikut: 14) Edit file db.192 #nano db.192 Edit menjadi seperti berikut:

15) Edit file resolv.conf #nano /etc/resolv.conf 16) Restart file DNS #/etc/init.d/bind9 restart 17) Periksa kembali apakah konfigurasi DNS berhasil atau tidak #nslookup www.elektronika.edu Jika konfigurasi benar, maka akan terlihat seperti berikut: 18) Lakukan ping melalui VM Windows ke alamat elektronika.edu dan www.elektronika.edu Konfigurasi Web Server 1) Install file apache2 #apt-get install apache2 2) Pindah ke direktori apache #cd /etc/apache2/sites-available 3) Lihat isi direktori tersebut #ls 4) Copy file default dan ganti nama file dengan elektronika #cp default elektronika

5) Edit file elektronika #nano elektronika Edit file menjadi seperti berikut: 6) Aktifkan file elektronika #a2ensite elektronika 7) Buat folder elektronika pada directory /var/www/ #mkdir /var/www/elektronika 8) Copy file index.html pada directory /var/www/ #cp /var/www/index.html /var/www/elektronika/ 9) Edit file index.html pada directory /var/www/elektronika/ #nano /var/www/elektronika/index.html Edit file menjadi seperti pada gambar: 10) Restart apache #/etc/init.d/apache2 restart

11) Periksa berhasil atau tidak konfigurasi Web server melalui browser pada client. Jika konfigurasi berhasil maka akan terlihat hasil seperti pada gambar berikut:

4. Evaluasi dan Kesimpulan Kendala yang saya temukan adalah ketika mengkonfigurasi Web Server. Setelah semua langkah dipraktekkan, hasil tidak muncul di web browser client (Windows XP virtual). Ketika melakukan test ping dengan nslookup www.elektronika.edu

Tidak bisa melakukan ping ke elektronika.edu dan www.elektronika.edu dari VM Windows. Keungulan DNS: 1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah computer cukup host name (nama Komputer). 2. Konsisten, IP address sebuah computer bisa berubah tapi host name tidak berubah. 3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet. Kekurangan DNS: 1. DNS tidak mudah untuk di implementasikan. 2. Tidak konsisten. 3. Tidak bisa membuat banyak nama domain. Cara kerja DNS adalah sebagai berikut: Ketika kita merequest suatu alamat, misalnya www.elektronika.edu dari host kita (192.168.1.2), maka host kita akan mengontak nama server lokal untuk menanyakan dimanakah www.elektronika.edu berada. Name server akan mencari request tersebut di database lokal. Karena tidak ada, maka name server akan mengontak root DNS servernya, siapa yang memegang domain untuk.edu Root server akan memberitahu IP address dari server DNS dari www.elektronika.edu. Kemudian DNS server lokal akan mengontak server DNS yang mengelola www.elektronika.edu.

Web Server Apache Apache merupakan web server yang paling banyak dipergunakan di Internet. Program ini pertama kali didesain untuk sistem operasi lingkungan UNIX. Namun demikian, pada beberapa versi berikutnya Apache mengeluarkan programnya yang dapat dijalankan di Windows NT. Apache mempunyai program pendukung yang cukup banyak. Hal ini memberikan layanan yang cukup lengkap bagi penggunanya. Beberapa dukungan Apache : 1. Kontrol Akses. Kontrol ini dapat dijalankan berdasarkan nama host atau nomor IP 2. CGI (Common Gateway Interface). Yang paling terkenal untuk digunakan adalah perl (Practical Extraction and Report Language), didukung oleh Apache dengan menempatkannya sebagai modul (mod_perl). 3. PHP (Personal Home Page/PHP Hypertext Processor); Program dengan metode semacam CGI, yang memproses teks dan bekerja di server. Apache mendukung PHP dengan menempatkannya sebagai salah satu modulnya (mod_php). Hal ini membuat kinerja PHP menjadi lebih baik. 4. SSI (Server Side Includes. Kelebihan Apache 1. Apache termasuk dalam kategori freeware. 2. Apache mudah sekali proses instalasinya jika dibanding web server lainnya seperti NCSA, IIS, dan lain-lain. 3. Mampu beroperasi pada berbagai paltform sistem operasi. 4. Mudah mengatur konfigurasinya. Apache mempunyai hanya empat file konfigurasi. 5. Mudah dalam menambahkan peripheral lainnya ke dalam platform web servernya. Kekurangan Apache 1. Web server Apache tidak memiliki kemampuan mengatur load seperti IIS, sehingga akan terus mem-fork proses baru hingga nilai MaxClients tercapai atau hingga batas yang diizinkan oleh OS. Ini tentunya menguntungkan penyerang karena habisnya RAM akan lebih cepat tercapai.

2. Apache tidak memproses karakter kutip dalam string Referrer dan User-Agent yang dikirimkan oleh Client. Ini berarti Client dapat memformulasi inputnya secara hati-hati untuk merusak format baris log akses 3. Terganggunya proses upload data, yang bisa menyebabkan software salah dalam menerjemahkan ukuran data yang masuk.