PENGGUNAAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME)

dokumen-dokumen yang mirip
PENERAPAN MODEL RME DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V

PENGGUNAAN MODEL THINK TALK WRITE

PENGGUNAAN MODEL OPEN ENDED LEARNING

Keywords: Scientific, Concrete Media, Mathematics

PENDAHULUAN Pembelajaran sangat berperan penting untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik apabila proses

PENERAPAN TEKNIK TWO STAY TWO STRAY DENGAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPS TENTANG MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA DI KELAS V SD

PENERAPAN MODEL COURSE REVIEW HORAY DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG PECAHAN DI KELAS IV SD

PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DENGAN MEDIA MUATAN DALAM PENINGKATAN

Keywords: RME, paper folding media, fraction

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS V SDN GUMILIR 04 TAHUN AJARAN

KALAM CENDEKIA, Volume 5, Nomor 2.1, hlm

Keywords: Quantum Teaching, Concrete Media, Mathematics

Keywords: Scientific, concrete object media, Mathematics

PENERAPAN MODEL CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) DENGAN MEDIA KONKRET

386 Penggunaan Pendekatan Scientific

PENERAPAN PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING)

PENGGUNAAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MEDIA BENDA KONKRET

PENERAPAN MODEL VISUALIZATION, AUDITORY, KINESTHETIC (VAK) DENGAN MULTIMEDIA DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA PADA SISWA KELAS V SD

PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING DENGAN MEDIA GRAFIS DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN PADA SISWA KELAS V SD N MUJUR 01 TAHUN AJARAN 2015/2016

PENERAPAN MODEL MAKE A MATCH

PENERAPAN DISCOVERY LEARNING

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION

278 Penerapan Metode Sosiodrama...

Keywords: Audiovisual media, writing skills, folklore

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI METODE OVERVIEW, ASK, READ, WRITE, EVALUATE, TEST (OARWET) PADA SISWA KELAS V SD

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SDN 01 BOJONGSARI TAHUN AJARAN

Keywords: Auditory Intellectually Repetition, manipulative media, Mathematics

Keywords: Open Ended Learning, multimedia, mathematic

Keywords: Pair Check, concrete media, fraction

PENERAPAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA KELAS IV SD

Keywords: Teams Games Tournament (TGT), visual media, social science

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING

kemajuan. Begitu pula sebaliknya, jika Pendidikan merupakan kebutuhan PENDAHULUAN pendidikan berkualitas buruk, bisa

PENERAPAN MODELCIRC DENGAN MEDIA GAMBAR PERISTIWA DALAM PENINGKATANKETERAMPILAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS V SDN CANDIWULAN TAHUN AJARAN 2015/2016

PENERAPANMODEL KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK

PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME)

PENERAPAN METODE KUMON DENGAN MEDIA GRAFIS DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SDN 2 KUTOSARI TAHUN AJARAN

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL)

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN MEDIA KONKRET

PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY DENGAN SUMBER BELAJAR LINGKUNGAN DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SDN 1 SIKAYU TAHUN 2015/2016

PENGGUNAAN METODE COURSE REVIEW HORAY DENGAN MEDIA GRAFIS DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS V SDN BANYUURIP TAHUN AJARAN 2014/2015

Keywords: CTL model, concrete objects, students creativity, learning outcomes

UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN PENGGUNAAN MEDIA FLASHCARD PADA SISWA KELAS V SDN 2 SEMPOR KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014

PENGGUNAAN MODEL DISCOVERY LEARNING

PENGGUNAAN MODEL THINK TALK WRITE DENGAN KARTU SOAL DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SDN 7 KEBUMEN TAHUN AJARAN 2014/2015

Keywords: Concept Sentence, puzzle media, writing skills. menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SDN Candiwulan.

PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING

PENERAPAN MODEL VISUALIZATION, AUDITORY, KINESTHETIC (VAK)

PENERAPAN METODE BUZZ GROUP

PENERAPAN DISCOVERY LEARNING

Kata Kunci: Teams Games Tournament (TGT), Media Konkret, Sifat-sifat Bangun Datar Sederhana, Matematika

Keyword: concept sentence model, flashcard media, writing skills

PEGGUNAAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS III SD NEGERI TANJUNGREJO TAHUN AJARAN 2012/2013

Keywords: TTW, Two-dimensional shape, learning, Mathematics

PENERAPAN METODE INDEX CARD MATCH DAN MEDIA GAMBAR DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IV SDN 2 GRENGGENG TAHUN AJARAN 2013/2014

diartikan sebagai praktik menularkan informasi atau pengajaran. Untuk menjadikan pengajaran efektif, pembelajar hendaknya dipahami sebagai seseorang

PENERAPAN METODE GROUP INVESTIGATION DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS V SDN 3 DOROWATI TAHUN AJARAN 2014/2015

Keywords : CIRC, Improving Skills, Reading Comprehension

PENGGUNAAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN IRINGAN MUSIK KLASIK DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPA UNTUK SISWA KELAS V SD

Kata Kunci: Model Tari Bambu, Media Kartu, Hasil Belajar PKn.

Keywords: Open Ended Learning Models, Multimedia, Learning, Natural Science.

PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE

PENERAPAN TEKNIK TWO STAY TWO STRAY DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI GADUNGREJO

Keyword: think talk write, event picturer as visual media, poetry-writing skill

PENERAPAN MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING

PENERAPAN METODE KUMON DENGAN MEDIA GRAFIS

PENERAPAN MODEL RESOURCE BASED LEARNING

PENERAPAN MODEL CIRC DENGAN MEDIA ULAR TANGGA DALAM PENINGKATAN PENYELESAIAN SOAL CERITA PADA SISWA KELAS V SDN 2 KUTOSARI TAHUN AJARAN 2015/2016

PENERAPAN MODEL TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI)

PENERAPAN MODEL MIND MAP DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SOKAWERA TAHUN AJARAN 2014/2015

PENERAPAN TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DENGAN MULTIMEDIA DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA TENTANG DAUR AIR KELAS V SD

Keywords: TAI (Team Assisted Individualization), increase, math, learning outcomes

IG.A.K. Wardani (2009: 10.7), yang menyatakan bahwa: Pemerintah telah berupaya keras meningkatkan profesionalitas

agar menjadi manusia yang beriman, cakap, aktif, kreatif dan menjadi warga negara yang demokratis serta

PENERAPAN MODEL THINK TALK WRITE

PENERAPAN MEDIA PAPAN FLANEL DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG BANGUN DATAR SISWA KELAS III SDN 1 PANJER

PENERAPAN MODEL VISUALIZATION AUDITORY KINESTETIC (VAK) DENGAN MULTIMEDIA

PENGGUNAAN METODE PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SD

PENERAPAN METODE INKUIRI TERBIMBING DENGAN BENDA NYATA DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS IV SDN 1 PANJER TAHUN AJARAN 2014/1015

530 Penerapan Model Pembelajaran Tematik (Webbed)

PENGGUNAAN MODEL CYCLE LEARNING DENGAN MEDIA GRAFIS UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPS DI KELAS IV SDN 2 KLOPOSAWIT TAHUN AJARAN 2015/2016

PENERAPAN MODEL ARIAS

PENERAPAN DISCOVERY LEARNING

PENERAPAN PENDEKATAN SOMATIC, AUDITORY, VISUALIZATION, INTELLECTUALLY

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA

PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG PECAHAN SISWA KELAS IV SD

PENDAHULUAN Pembangunan di bidang pendidikan merupakan suatu hal yang penting dalam meningkatkan mutu pendidikan untuk mewujudkan

Transkripsi:

PENGGUNAAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 TAMANWINANGUN TAHUN AJARAN 2015/2016 Wahyu Lestari 1, Wahyudi 2, Joharman 3 PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jln. Kepodang No. 67A Kebumen e-mail: wahyutari59@gmail.com 1 Mahasiswa, 2,3 Dosen PGSD FKIP UNS Abstract: The Use of Realistic Mathematics Education (RME) Approach Using Concrete Media in Improving Mathematics Learning about Geometry for the Fifth Grade Students of SD Negeri 1 Tamanwinangun in the Academic Year of 2015/2016. The objectives of this research to improve Mathematics learning for the fifth grade students. This research is a collaborative Classroom Action Research (CAR) conducted within three cycles. Each cycle consisted of two meetings including planning, action, observation, and reflection. Subjects of the research were 29 students. Techniques of collecting data were observation, interview, documentation, and test. The results of this research showed that the use of Realistic Mathematics Education (RME) approach using concrete media can improve learning outcomes about geometry for the fifth grade students of SD Negeri 1 Tamanwinangun. Keywords: Realistic Mathematics Education (RME), concrete media, geometry Abstrak: Penerapan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dengan Media Konkret dalam Peningkatan Pembelajaran Bangun Datar pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Tamanwinagun. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pembelajaran Matematika pada Siswa Kelas V SD. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Masing-masing siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Tamanwinangun yang berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan Realistic Mathematics konkret dapat meningkatkan pembelajaran Bangun Datar pada siswa kelas V SDN 1 Tamanwinangun. Kata Kunci: Realistic Mathematics Education (RME), Media konkret, Bangun Datar PENDAHULUAN Pendidikan Sekolah Dasar (SD) merupakan salah satu bagian dari sistem pendidikan nasional yang mempunyai peran penting dalam pengembangan intlektual, moral, sosial yang dapat ditempuh dalam jangka waktu normal selama 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 dengan rentang usia antara 6 sampai 12 tahun yang bercirikan pola pikirnya dalam operasional kongkret. 110

KALAM CENDEKIA, Volume 4, Nomor 1.1, hlm. 110 116 111 Salah satu mata pelajaran yang diajarkan di SD yaitu mata pelajaran Matematika. Mata pelajaran ini diajarkan dengan tujuan untuk mengembangkan berfikir logis, sistematis dan rasional dalam menyelesaikan masalah. Salah satu bagian dari Matematika yaitu bangun datar. Fauzi (2012: 15) menyatakan bangun datar sebagai bangun yang mempunyai dua dimensi yaitu panjang dan lebar tetapi tidak mempunyai tinggi dan tebal dan bangun datar bersifat konkret. Matematika khususnya bangun datar akan sangat bermakna jika guru mampu menyajikan dengan menyenangkan dan interaktif. Penyajian atau bantuan yang diberikan oleh pendidik agar terjadi proses perolehan ilmu, penguasaan, kemahiran, serta pembetukan sikap disebut dengan pembelajaran Susanto (2013: 19). Pembelajaran dapat menyenangkan jika dapat melibatkan siswa secara aktif dengan menggunakan pendekatan pembelajaran dan media yang sesuai. Salah satu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar secara interaktif, efektif, dan menyenangkan yaitu pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Pendekatan ini mengaitkan antara materi pelajaran dengan masalah realistik (Wahyudi, 2013: 16). Penggunaan pendekatan ini dapat dipadukan dengan media cocok, salah satunya adalah media konkret. Daryanto (Fatimah, 2013: 32) menyatakan bahwa benda asli akan difungsikan sebagai media pembelajaran dapat dibawa langsung ke kelas atau dapat di lihat langsung di tempat keberadaanya, sedangkan Sanaky (2013: 127) menyatakan bahwa benda nyata memiliki daya tarik tersendiri bagi pembelajaranya dan efektif. Media konkret tergolong mudah dan sederhana dalam penggunaan dan pemanfaatanya. Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dengan media konkret merupakan suatu cara penyampaian materi dengan menggunakan masalah sehari-hari yang diberikan guru kepada siswa untuk diselesaiakan dengan benda nyata sebagai alat bantu untuk memudahkan siswa memahami konsep/materi. Kondisi yang ada di lapangan ternyata siswa seringkali menunjukkan sikap kurang antusias terutama dalam pembelajaran Matematika. Hal tersebut membuat siswa kurang aktif dan seringkali menunjukkan rasa bosan dengan membuat kegaduhan serta mengabaikan penjelasan yang disampaikan guru. Keadaan siswa yang kurang tertarik dengan pembelajaran membuat hasil belajar siswa juga tidak memuaskan. Menurut hasil observasi pratindakan di lapangan diperoleh keterangan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika. Faktor pertama yaitu penggunaan teknik ceramah yang terlalu mendominasi kegiatan pembelajaran. Faktor kedua, dalam kegiatan pembelajaran guru kurang memberi kesempatan pada siswa untuk menyampaikan ide atau gagasannya. Selanjutnya, faktor ketiga yaitu guru jarang menggunakan media dan sesekalinya menggunakan media, media yang digunakan tidak melibatkan siswa secara aktif.

112 Penerapan Pendekatan Realistic Mathematics... Berdasarkan kenyataan dan permasalahan yang ada, maka peneliti mencoba mengadakan penelitian tindakan kelas yang diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika. Oleh karena itu, peneliti mengajukan penelitian tindakan kelas dengan judul Penggunaan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dengan Media Konkret dalam Peningkatan Pembelajaran Bangun Datar Pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Tamanwinangun Tahun Ajaran 2015/2016 Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) bagaimana langkah-langkah penggunaan pendekatan Realistic Mathematics bangun datar pada siswa kelas V SD Negeri 1 Tamanwinangun Tahun Ajaran 2015/2016? (2) apakah penggunaan pendekatan pembelajaran Realistic Mathematics konkret dapat meningkatkan pembelajaran Bangun Datar pada siswa kelas V SDN 1 Tamanwinangun tahun ajaran 2015/2016? (3) Apa kendala dan solusi penggunaan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dengan media konkret dalam peningkatan pembelajaran Bangun Datar pada siswa kelas V SDN 1 Tamanwinangun Tahun Ajaran 2015/2016? Tujuan penelitian ini yaitu (1) untuk mendeskripsikan langkah penggunaan pendekatan Realistic Matematics Education (RME) dengan media konkret dalam peningkatan pembelajaran bangun datar pada siswa kelas V SD Negeri 1 Tamanwinangun Tahun Ajaran 2015/2016, (2) mendeskripsikan peningkatkan pembelajaran bangun datar melalui penggunaan pendekatan Realistic Mathematics konkret pada siswa kelas V SD Negeri 1 Tamanwinangun Tahun Ajaran 2015/2016, dan (3) mendeskripsikan kendala dan solusi langkah-langkah penggunaan pendekatan Realistic Matematics bangun datar pada siswa kelas V SD Negeri 1 Tamanwinangun Tahun Ajaran 2015/2016. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. Prosedur penelitiannya meliputi perencanaan, pelaksanaan pengamatan dan refleksi (Arikunto, Suhardjanto, dan Supardi, 2008: 16). Pelaksanaan tindakan dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Tempat pelaksanaan di kelas V SD Negeri 1 Tamanwinangun. Waktu pelaksanaannya pada semester II tahun ajaran 2015/2016 tepatnya pada bulan Februari sampai Maret 2016. Subjek penelitian ini terdiri dari 29 siswa. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Selanjutnya, instrumen penelitiannya berupa lembar observasi, pedoman wawancara, dan lembar tes. Sumber data berasal dari siswa, guru, observer, dan dokumen. Validasi data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data yang dipergunakan adalah

KALAM CENDEKIA, Volume 4, Nomor 1.1, hlm. 110 116 113 analisis data statistik kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi dan wawancara sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui tes. Sebagai dasar untuk mengetahui keberhasilan tindakan serta pedoman analisis data maka diperlukan adanya indikator kinerja dalam penelitian yaitu: (1) pelaksanakan langkah-langkah pendekatan Realistic Matematics konkret pada pembelajaran bangun datar mencapai persentase 85%, (2) respon yang ditunjukkan siswa dalam pendekatan Realistic Matematics konkret mencapai persentase 85%, (3) 85% siswa mencapai KKM yang ditetapkan yakni 75. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pembelajaran dalam penelitian ini dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pendekatan pendekatan Realistic Matematics konkret dengan media konkret, yaitu: (a) pemberian masalah kontekstual dengan media konkret, (b) menjelaskan masalah kontekstual dengan media konkret, (c) menyelesaikan masalah kontekstual dengan media konkret (d) membandingkan dan diskusi jawaban dengan media konkret, (e) menyimpulkan dengan media konkret. Hal itu sesuai dengan pendapat Wahyudi (2013: 23), Shoimin (2014: 150), dan Gravemeijer (Tarigan, 2006: 5) Data hasil observasi yang diperoleh dari tiga observer terkait penggunaan pendekatan Realistic Matematics Education (RME) dengan media konkret pada materi bangun datar siklus I, II, dan III adalah sebagai berikut: Tabel 1. Perbandingan Hasil Observasi pendekatan Realistic Matematics Education - (RME) dengan Media Konkret Guru (%) Siswa (%) Siklus I 82,25 81,86 Siklus II 88,38 87,38 Siklus III 95,00 93,17 Berdasarkan tabel 1, dapat dijelaskan bahwa hasil rata-rata observasi terhadap guru pada siklus I=82,25%,siklus II= 88,38% dan siklus III= 95,00%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa guru dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran pendekatan Realistic Matematics konkret sudah berhasil. Hasil observasi terhadap respon siswa dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Matematics Education (RME) dengan media konkret pada siklus I yaitu sebesar 81,62%, siklus II=87,38% dan siklus III=93,17%. Hal tersebut membuktikan bahwa selama pelaksanaan pembelajaran bangun datar pendekatan Realistic Matematics Education (RME) dengan media konkret direspon sangat baik oleh siswa dan dapat dikategorikan berhasil. Selain mengamati kinerja guru dan respon siswa dalam pelaksanaan pembelajaran, peneliti juga mengambil data berupa hasil belajar siswa. Berikut disajikan perbandingan hasil belajar siswa pada siklus I, II, dan III.

114 Penerapan Pendekatan Realistic Mathematics... Tabel 2. Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Hasil Belajar Siswa Siklus I Siklus II Siklus III Rata-Rata 82,37 87,07 96,55 Persentase (%) 82,76 93,11 100,00 Berdasarkan tabel 2 di atas, dapat dijelaskan bahwa rata-rata hasil belajar siswa dari siklus I hingga siklus III mengalami peningkatan. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa 82,37 pada siklus II menjadi 87,07 dan pada siklus III menjadi 96,55. Selanjutnya untuk persentase ketuntasan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I=82,76%, siklus II= 93,11%, dan pada siklus III =100,00%, hasil itu menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sudah mencapai indikator kinerja yang ditetapkan yaitu 85%. Hal itu relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Purwanto (2014: 1). Hasil penelitian Purwanto yaitu setelah menggunakan pendekatan RME dapat meningkatkan pembelajaran Matematika pada siswa dan juga penelitian oleh Musriah (2014: 1). Pembelajaran Bangun Datar menggunakan pendekatan Realistic Matematics Education (RME) dengan media konkret membuat siswa lebih aktif dan mudah dalam memahami materi. Siswa dapat belajar bukan hanya melalui penjelasan yang disampaikan guru, akan tetapi juga dapat belajar memecahkan masalah dengan pemikiranya sendiri melalui kegiatan saling memberi dan menerima informasi antar kelompok dengan menggunakan perantara media konkret didalamnya, siswa juga lebih mudah paham karena konsep dikontruksi sendiri. Oleh karena itu, setiap informasi yang didapat oleh siswa menjadi lebih bermakna. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Setyono (Wahyudi 2013: 25) yang menyatakan bahwa kelebihan dari RME adalah sebagai berikut: (a) siswa membangun sendiri pengetahuanya sehingga tidak mudah lupa, (b) suasana belajar lebih menyenangkan, (c) memupuk kerja sama, (d) siswa akan berani mengungkapkan pendapatnya. Disisi lain pada pelaksanaan RME dengan media konkret terdapat kendala antaranya (a) pemberian masalah belum sesuai dengan kondisi, (b) guru belum menjelaskan teknis pengerjaan LKS,(c) dalam berdiskusi siswa masih terlihat individualis, (d) pada proses presentasi siswa belum aktif menggunakan medi, (e) diskusi membutuhkan waktu lama. Solusi dari kendala-kendala tersebut adalah (a) guru memberikan memberikan masalah kontekstual disesuaikan dengan kondisi, (b) guru terlebih dahulu menjelaskan teknis pengerjaan LKS, (c) guru menumbuhkan kerja sama, (d) guru menghimbau siswa untuk memanfaatkan media, (e) guru tegas dalam menentukan waktu diskusi. Hal itu diperkuat oleh pendapat Shoimin (2014:159 ), yang menyatakan bahwa kelemahan dari RME mencangkup: (a) sulit bagi guru untuk mendorong siswa agar bisa menemukan cara dalam menyelesaikan soal, (b) soal-soal kontekstual yang memenuhi syaratsyarat yang dituntut dalam pembelajaran Matematika realistic tidak selalu mudah untuk setiap pokok

KALAM CENDEKIA, Volume 4, Nomor 1.1, hlm. 110 116 115 bahasan. Selain itu ada kendala waktu yang dalam berdiskusi melebihi yang ditentukan hal itu sesuai denagn pendapat Setyono (Wahyudi, 2013: 25) menyatakan bahwa membutuhkan waktu lama bagi siswa yang berkemampuan rendah. Penelitian yang dilakukan oleh Sutarsih (Fauzi, 2012: 21) juga menyebutkan kendala-kendala yang dihadapi yaitu, (a) membutuhkan waktu yang cukup lama, (b) tidak semua siswa aktif kerja kelompok (c) tidak mudah menemukan masalah kontekstual. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penelitian tindakan kelas yang berjudul Penggunaan Pendekatan Realistic Mathematics Bangun Datar pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Tamanwinangun Tahun Ajaran 2015/2016 maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Langkah penggunaan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dengan media tentang Bangun Datar pada siswa kelas V SD Negeri 1 Tamanwinagun yaitu: (a) pemberian maslah kontekstual dengan media konkret, (b) menjelaskan masalah kontekstual dengan media konkret, (c) menyelesaikan masalah kontekstual dengan media konkret, (d) membandingkan dan diskusi jawaban dengan media konkret, (e) menyimpulkan dengan media konkret. 2. Penggunaan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dengan media konkret dapat meningkatkan hasil belajar tentang bangun datar pada siswa kelas V SDN 1 Tamanwinangun. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sampai siklus III. Pada siklus I=82,67%, pada siklus II= 93,11%, dan siklus III=100%. 3. Kendala dan solusi penggunaan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dengan media konkret dalam peningkatan pembelajaran tentang bangun datar pada siswa kelas V SDN 1 Tamanwinangun yaitu (a) pemberian masalah belum sesuai dengan kondisi, (b) guru belum menjelaskan teknis pe-ngerjaan LKS, (c) dalam ber-diskusi siswa masih terlihat individualis, (d) pada proses presentasi siswa belum aktif menggunakan media, (e) diskusi membutuhkan waktu lama. Solusi dari kendala-kendala tersebut adalah (a) guru memberikan masalah kontek-stual disesuaikan dengan kondisi, (b) guru terlebih dahulu menjelaskan teknis pengerjaan LKS, (c) guru menumbuhkan kerja sama, (d) guru meng-himbau siswa untuk me-manfaatkan media, (e) guru tegas dalam menentukan waktu diskusi DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S, Suhardjo, & Supardi. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Fatimah. (2012). Penggunaan Media Benda Konkret pada Tema Lingkungan untuk Peningkatan

116 Penerapan Pendekatan Realistic Mathematics... Hasil Belajar Siswa di Sekolah Dasar (Versi Elektronik). Ejournal Unnesa, 01 (02):1-7. Diperoleh 22 November 2016 dari http://id.scribd.com/doc \/189283783/penggunaan-mediabenda-konkret-dalam pembelajar an-tema-lingkungan untuk me ningkatkan-hasil-belajar-siswa kelas-ii-sdn-ketabang-surabaya #sccribd Fauzi. (2012). Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Materi Sifat-Sifat Bangun Datar Dengan Pendekatan Matematika Realistik Kelas 5 SD Negeri Kaputran Iv Yogyakarta. Versi Elektronik. Eprint. 1-26. Diperoleh 5 Januari 2016, dari eprints.uny.ac.id/9501/4/cover% 20-%20%2008108244014.pdf Musriah. (2014). Penerapan RME untuk Peningkatan Pembelajaran Matematika tentang Operasi Hitung Pecahan pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar (Versi Elektronik).Kalam Cindekia,07(3):1-5. Diperoleh 18 Maret 2016. Dari http://jurnal.fkip. uns.ac.id/index.php/ pgsdkebumen/article/viewfile/3 410/2380 Purwamto, D.W. (2014). Penggunaan Pendekatan Realistic Matematic Education (RME) dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam Peningkatan Pembelajaran Pecahan pada Siswa Kelas IV SDN 3 Tamanwinagun (Versi Elektronik) Kalam Cindekia, 06(2):1-5. Diperoleh 26 November 2015. dari http:// jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/ pgsdkebumen/article/viewfile/3 410/2380 Sanaky, H. (2013). Media Pembelajaran Interaktif dan Inovatif. Yogyakarta. Kaukaba Dipantara. Shoimin, A. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif Dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Susanto, A. (2013). Teori Belajar Pembelajaran.Jakarta: Kencana Tarigan, D. (2006). Pembelajaran Matematika Realistik.Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Wahyudi. (2015).Panduan Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar. Surakarta. UNS PRESS.