BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH... DAFTAR ISI...

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di objek Wisata Pantai Pondok Bali yang terletak

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Cianjur. Luas wilayah Kabupaten Cianjur hektar dengan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Darma km 11 Desa Jagara Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan, Pada

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pusat Kota Bandung. Berikut merupakan batas-batas Tegal Lega, Kecamatan Regol. a. Sebelah utara : jl.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di Kampung Wisata Pasir Kunci, yang berada di RW 11 kelurahan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Bandung. Secara astronomis kampus Unversitas Pendidikan Indonesi (UPI)

BAB III METODE PENELITIAN. Gambar 3.1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Menurut The Liong Gie dalam Sumaatmadja (1988:75), Metode yaitu

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN. Objek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi perhatian dalam suatu

BAB III METODE PENELITIAN. yang terletak di Kecamatan Samarang Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terletak di sebelah selatan Kota Bandung yang berjarak sekitar ± 50 km dari pusat

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian inii dilakukan di Kawasan Wisata Ujung Genteng, Sesuai

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian yaitu Kebun Raya Cibodas, Kecamatan Pacet, Kabupaten

BAB III METODE PENELITIAN. Bukunya Metode Penelitian Kualitatif, Lexy J. Moloeng (2004:6), mendefinisikan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Menurut Arikunto (2006:151) metode penelitian adalah cara yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Taman Lansia berlokasi di Kecamatan Bandung Wetan, Wilayah

BAB III METODE PENELITIAN. Jalan Raya Puncak Km 83 simpang kawasan wisata Taman Safari Indonesia, Gambar 3.1 Lokasi Prioritas Hotel & Resort

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dari menemukan permasalahan, kemudian peneliti menjabarkan dalam suatu

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dalam penelitian ini adalah Tebing View Resort yang berada di

BAB II METODE PENELITIAN. research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Objek penelitian yang saya bahas adalah dampak ekonomi, dampak sosial,

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan

Bab 3. Metode Penelitian. Didalam sebuah penelitian, diperlukan adanya pendekatan, metode atau

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang berusaha menjawab dan menganalisa Faktor- faktor

BAB III METODE PENELITIAN

Gambar 3.1 Denah lokasi Saung Angklung Udjo, Bandung-Jawa Barat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era globalisasi saat ini, bidang pariwisata pantai merupakan salah satu kegiatan atau hal yang mempunyai

BAB III METODE PENELITIAN. kawasan wisata yang dikelola dibawah Perum Perhutani, dan memiliki luas

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Kota Bandung, jalan Aceh no. 30 Bandung.

BAB III METODE PENELITIAN. sedang berlangsung, kemudian menganalisis dan menyimpulkannya. Penelitian ini

Gambar 3.1 Lokasi Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. H. Juanda yang terletak disebelah utara Kota Bandung berjarak + 7 km dari pusat

BAB III METODE PENELITIAN

Bab 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan keripik tempe ABADI yang

BAB III METODE PENELITIAN. Sedangkan waktu penelitian ini di mulai Pada tanggal 07 Januari 2014 sampai 07

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sulawesi Tengah. Dengan judul penelitian Kajian bentuk dan makna simbolik

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

Gambar 3.1 : Peta Pulau Nusa Penida Sumber :

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. keputusan berkunjung wisatawan di Wana Wisata Penangkaran Buaya Blanakan.

P BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Keberadaan metode penelitian sangat penting artinya dalam suatu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Cipatat yang secara administratif

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Putih yang terletak di Kecamatan Ranca Bali Desa Alam Endah. Wana Wisata

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. : Kecamatan Pameungpeuk dan Kecamatan Baleendah. : Kecamatan Kutawaringin dan Kecamatan Soreang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai lebih dari pulau dan

BAB III METODE PENELITIAN. Penulis mengambil lokasi penelitian di Kampung Padi RT. 04/RW. 03, Kelurahan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. topik penulisan dalam rangka menyusun suatu laporan. Untuk mengumpulkan

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian a. Gambaran Fisik Kabupaten Serang Sesuai dengan RTRW Kabupaten Serang tahun 2011 2031, karakteristik wilayah administratif, Kabupaten Serang merupakan salah satu daerah otonomi di wilayahprovinsi Banten. Wilayah Kabupaten Serang memiliki luas 1.467.35 km2 dengan jumlah penduduk tahun 2010 sebanyak 1.403.228 jiwa. Sebagian besar penduduk menyebar dan tinggal di bagian utara Kabupaten Serang. Secara geografis, berada pada titik koordinat 5o 50 6o 21 Ls dan 105o 0 106o 22 BT. Sesuai ketetapan Undang undang Nomor 32 tahun 2007, terjadi pemekaran wilayah Kabupaten Serang dengan Kota Serang. Kabupaten Serang terdiri dari 28 kecamatan, dengan batas batas administratifnya sebagai berikut : Sebelah Utara : berbatasan dengan Laut Jawa dan Kota serang Sebelah Selatan :berbatasan dengan Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang Sebelah Barat : berbatasan dengan Kota Cilegon dan Selat Sunda Sebelah Timur :berbatasan dengan Kota Tangerang Di wilayah Kabupaten Serang terdapat 8 kecamatan pesisir, pada tabel berikut ini di sajikan kondisi kecamatan pesisir antara lain sebagai berikut : Tabel 3.1 Kecamatan Pesisir No Kecamatan Luas Jumlah Jumlah desa Km 2 % Desa pesisir 1. Anyar 56.81 3.28 10 3 2. Bojonegara 30.30 1.75 10 2

Sumber : Google B. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif, Metode deskriptif ini lebih menekankan pada suatu studi untuk memperoleh informasi mengenai gejala yang muncul pada saat penelitian berlangsung. Sedangkan menurut Sugiyono (2008:11) bahwa, Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain. Metode survey deskriptif merupakan metode untuk memperoleh data yang ada saat penelitian dilakukan dan bertujuan untuk menjelaskan pembahasan dari permasalahan dalam penelitian (soehartono,1995 :9, 35) dengan menggunakan metode ini, penulis melakukan survey berupa kunjungan, wawancara dan pencarian data data sekunder, yang kemudian hasilnya akan dianalisis dan disajikan dalam bentuk deskriptif berupa rekomendasi arahan bagi pemerintah daerah Kabupaten Serang. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan data yang ada serta menguraikan dan menginterpretasikan sesuatu seperti apa adanya, serta menghubungkan sebab akibat pada saat penelitian sehingga bisa merumuskan pemecahan C. Populasi dan Sampel Sugiyono (2001:57), Populasi adalah wilayah generilisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang di terapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian di tarik kesimpulannya. Jadi di dalam penelitian ini populasi yang akan peneliti ambil adalah Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan dan Kelautan, pengelola Hotel, dan juga wisatawan yang berkunjung ke sekitar Pantai Anyer. a. Sampel Responden

Sampel responden pada penelitian ini terbagi dalam 4 kelompok, yaitu sampel responden dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan dan Kelautan, pengelola Hotel dan juga wisatawan yang datang ke sekitar Pantai Anyer. Untuk mengambil sampel responden wisatawan dilakukan secara aksedential yaitu semua wisatawan yang ditemui pada saat penelitian dijadikan sampel. Untuk menentukan berapa besar jumlah sampel sebagai wakil populasi, peneliti menggunakan pedoman Rumus Slovin ( Sujarweni : 1994 : 17). Rumus Slovin untuk menentukan ukuran sampel adalah : N n =. ( ) 1 + N (e) 2 Keterangan : n = Ukuran sampel N = Ukuran Populasi e = Nilai kritis atau batas ketelitian yang di inginkan Tabel 3.2 Data Kunjungan Wisatawan Tahun 2012 Daftar Kunjungan Wisatawan Tahun 2012 Bulan Jumlah wisatawan Januari 747.115 Februari 235.281 Maret 254.638 April 741.452 Mei 579.264 Juni 904.719

July 1.458.265 Agustus 1.339.243 September 1.560.070 Oktober 989.102 November 1.046.218 Desember 1.674.881 Jumlah 11.530.257 Sumber : Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Serang Dari jumlah populasi tersebut dengan batas ketelitian sebesar 10 % maka dengan menggunakan rumus slovin diatas diperoleh sampel sebesar : n = 11.530.257 1 + 11.530.257 (0.1) 2 = 99.9 maka di bulatkan menjadi 100 orang Berdasarkan rumus slovin di atas dengan jumlah populasi sebanyak 11.530.257 orang, dengan nilai kritis atau batasan ketelitian yang diambil adalah 10%, maka jumlah sampel yang layak adalah 100 orang responden. D. Variabel Penelitian Secara teoritis hatch dan farhady (1981: 38 ) variable dapat di definisikan sebagai atribut seseorang atau objek yang mempunyai variasi antar satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain. Variable juga dapat merupakan atribut dari bidang keilmuan atau kegiatan terentu. Menurut Kerlinger (1973) yang dikutip dari Sugiyono (2006 : 23) menyatakan bahwa variable adalah konstruk atau sifat yang akan di pelajari, di berikan contoh misalnya tingkat aspirasi, penghasilan, pendidikan, status sosial, jenis kelamin, golongan gaji, produktifitas kerja dan lain- lain. Di bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variable dapat di katakana suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda dengan demikian variable itu merupakan suatu yang bervariasi. Maka seperti yang di jelaskan di atas, di bawah ini disebutkan variable sebagai berikut :

Tabel 3.3 Variabel Variabel Konsep Sub variabel Indikator variabel Evaluasi zonasi kawasan wisata pantai di sekitar lingkungan Hotel Nuansa Bali Anyer Kabupaten Anyer Zonasi 1. Zona Inti ( lokasi dimana atraksi atau daya tarik utama suatu ODTW) 2. Zona Penyangga ( merupakan daerah antara zona inti dan zona pelayanan ) 3. Zona Pelayanan ( Suatu area dimana seluruh aktifitas dan fasilitas penunjang di tempatkan) Lingkungan AMDAL 1. K. A Andal ( Ruang lingkup kajian AMDAL ) - Kelestarian pantai harus terjaga - Sempadan pantai harus di terapkan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku - Di sekitar Pantai Anyer di tanami atau di tambahkan berbagai macam tanaman untuk memberikan kesan alami dan rindang - Penempatan fasilitas usaha wisatawan diletakkan pada zona pelayanan - Infrastruktur dasar seperti jalan alternatif harus di perbaiki - pedagang pedagang ditempatkan pada zonasi pelayanan - lingkungan sekitar pantai anyer terkena dampak negatif dari pembangunan hotel dan bangunan lainnya di sekitar Pantai Anyer (ex : limbah domestic dan limbah padat ) - Lingkungan daya tarik wisata lainnya terkena dampak negatif dari pembangunan

Sumber : Olahan Peneliti, 2013 2. ANDAL ( telaah mendalam tentang dampak besar dan dampak penting) 3. RKL (upaya penanganan dampak besar dan dampak penting lingkungan hidup yang di timbulkan akibat dari rencana kegiatan ) 4. RPL ( upaya pemantauan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak besar ) - Wisatawan merasakan dampak negatif dari pembangunan hotel hotel tersebut - Pantai Anyer sudah tidak nyaman lagi - Dampak negatif yang di timbulkan dari bangunan di sekitar Pantai Anyer sangat besar terhadap lingkungan - Seharusnya pihak Hotel ikut membantu dalam kebersihan lingkungan pantai anyer - Pemerintah daerah belum menerapkan RT RW pantai anyer di sekitar pantai - Perijinan peraturan mendirikan bangunan belum dilaksanakan dengan optimal di Pantai Anyer - Pemerintah daerah harus melakukan survey lingkungan terhadap keadaan lingkungan sekitar Pantai Anyer - Bangunan sekitar kawasan Pantai Anyer berperan dalam kerusakan lingkungan sekitar pantai - Wisatawan berperan dalam kenyamanan lingkungan sekitar pantai

E. Cara Pengumpulan Data 1. Wawancara Interview atau wawacara merupakan teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung yang di lakukan perwawancara.wawancara dilakukan langsung bertatap muka ataupun melalui telephone. Wawacara adalah cara paling fleksible untuk mengumpulkan data sehingga pertanyaan pertanyaan yang akan di ajukan kepada sumber dapat dijawab langsung sehingga dapat memperkuat data saat observasi yaitu baru menilai tempat yang akan di teliti. Dari wawacara peneliti bahkan mendapatkan data yang lebih banyak. Rianse dan Abdi (2008 : 219) Wawancara dapat di bedakan berdasarkan criteria tertentu. Misalnya berdasarkan tujuannya contohnya Focussed Interview cara ini dikatakan sebagai Focussed Interview karena sejak awal wawancaranya sudah di arahkan ke fenomena yang di kehendaki peneliti. Pertanyaan pertanyaan sudah di siapkan dan di rangkai sedemikian rupa sehingga di harapkan jawaban jawaban dari orang yang di Tanya tersebut menjurus ke tujuan tertentu 2. Observasi Metode observasi adalah cara mengumpulkan data berdasarkan pada pengamatan langsung kepada gejala fisik objek penelitian. Melalui observasi, peneliti belajar tentang bagaimana pengembangan yang seperti apa yang harus di lakukan di sekitar daerah pantai anyer. Teknik penelitian ini juga guna memastikan seberapa besar pengaruh zonasi kawasan terhadap kerusakan lingkungan di pantai sekitar Hotel. Dengan observasi juga, peneliti dapat melihat hal hal yang kurang atau tidak di amati oleh pihak hotel atau masyarakat sekitar pantai anyer. 3. Dokumentasi Metode dokumentasi dilakukan guna memudahkan peneliti dalam hal pengumpulan data berupa foto foto dan juga brosur brosur dari Hotel.Dan

juga di dalam dokumentasi peneliti juga mengumpulkan beberapa peraturan tentang sempadan pantai ataupun tentang tata ruang kawasan daerah wisata. 4. Kuisioner Rianse dan Abdi (2008 : 217) metode kuisioner adalah suatu daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai suatu masalah atau bidang yang akan di teliti. Untuk memperoleh data, angket disebarkan kepada responden. Tujuan dilakukan kuisioner adalah : a. Memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan penelitian b. Memperoleh informasi mengenai suatu masalah secara serentak. 5. Studi Kepustakaan Melalui teknik ini penulis memperoleh teori teori atau konsep konsep yang relevan dengan studi kepariwisataan yang penulis kumpulkan dari berbagai literatur. F. Alat Pengumpulan Data Dalam penelitian ini alat pengumpul data yang digunakan berupa pedoman wawancara.pedoman wawancara digunakan untuk mengetahui hal hal dari informan secara lebih mendalam terkait dengan objek penelitian. Peneliti melakukan wawancara kepada beberapa pihak - pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, masyarakat Kabupaten Anyer, dan juga pihak Hotel. Peneliti juga dalam penelitian ini menggunakan camera digital dan telephone selular untuk mengambil foto kawasan pantai anyer dan juga lingkungan di sekitar Hotel. Namun selain itu peneliti juga mengambil beberapa sumber dari makalah, buku buku, dan internet yang relevan dengan objek penelitian pantai anyer. G. Teknik Analisis Data Teknis analisis data yang di terapkan agar tujuan penelitian dapat tercapai maka penulis menggunakan teknis analisis deskriptif kualitaif dimana dengan mengolah dan menginpretasikan data berupa argument serta data data yang bersifat non angka.

Menurut Bogdan dalam Sugiyono (2006 : 274) analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis dan data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan bahan lain. Sehingga dapat mudah dipahami, dan tentunya dapat dinformasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya kedalam unit unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan di pelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain. Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, deskriptif yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan data dan hasil evaluasi zonasi kawasan. Setelah berbagai data dan informasi yang telah di peroleh di Pantai Anyer, selanjutkan akan di analisis dan di olah sesuai dengan metode yang di gunakan oleh peneliti, kemudian di klasifikasikan sesuai dengan data dan informasi dalam suatu sistemik yang factual dan akurat. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah peneliti dalam mendefinisikan berbagai data yang telah di peroleh, untuk disusun dalam sebuah uraian deskriptif dari hasil dan kegiatan peneliti. Berikut uraian dari beberapa teknik pengolahan yang dilakukan oleh peneliti sebagai berikut : 1. Teknik survey Suatu instrumen penelitian dimana peneliti melakukan survey terhadap kawasan wisata Pantai Anyer dan mengolah data hasil survey tersebut. 2. Reduksi Reduksi yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan melakukan memilah berbagai data yang diperoleh dari hasil survey.kegiatan yang dilakukan oleh peneliti 3. Analisis Preferensi Pengunjung Dalam menganalisis Preferensi pengunjung penulis menggunakan kuisioner. Adapun pengertian kuisioner, yaitu melakukan penyebaran kuisioner yang di dalamnya terdapat seperangkat daftar pertanyaan tertulis kepada responden (sampel penelitian). Adapun langkah langkah penyusunan kuisoner yang digunakan dalam penelitian ini di

dasarkan pedoman perancangan kuisioner yang dikemukakan oleh malhotra (2005 :325) sebagai berikut : a) Menentukan informasi yang dibutuhkan b) Mementukan teknik pengelolaan kuisioner yang di gunakan c) Menentukan nilai masing masing jawaban d) Merancang pertanyaan untuk mengatasi ketidakmampuan dan ketidaksediaan responden menjawab e) Membuat laporan mengenai striktur pertanyaan f) Menentukan susunan kata dari pertanyaan. g) Mengurutkan pertanyaan dalam urutan yang sesuai h) Mengidentifikasi bentuk dan layout kuisioner i) Memperbanyak kuisioner j) Survey Dalam penelitian ini penulis menggunakan pengukuran yang berfungsi untuk menunjukkan angka angka pada variabel.pengukuran yang digunakan adalah pengukuran dengan Skala Likert.Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan Skala Likert, variabel yang akan di ukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indicator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item item instrument yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Jawaban setiap item instrumenyang menggunakan Skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negative yang dapat berupa kata kata. Dalam skala ini hanya menggunakan item yang secara pasti baik dan secara pasti buruk.item yang pasti disenangi, disukai, yang baik, di beri tanda (-). Total skor merupakan penjumlahan skor response dari responden. Skala ini menggunakan ukuran ordinal sehingga membuat rangking walaupun tidak doketahui berapa kali satu responden lebih baik atau lebih buruk dari responden lainnya.

Skala Likert ini berhubungan dengan pernyataan tentang sikap seseorang terhadap sesuatu, misalnya puas-tidak puas, senang-tidak senang, dan baik-tidak baik. Untuk penilaian sikap pelanggan, maka jawaban itu dapat diberi skor, misalnya : Tabel 3.4 Tabel Skala Likert Jawaban A Sangat setuju (4) Jawaban B Setuju (3) Jawaban C Tidak Setuju (2) Jawaban D Sangat Tidak Setuju (1) Sumber :Sugiyono (2012) 4. Penyajian data Setelah di reduksi, maka langkah selanjutnya adalah menyajikan data.dalam penelitian kualitatif penyajian data bisa dilakukan dengan bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar katagori.flowchart, dan sejenisnya. Dengan menyajikan data maka akan mempermudah untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah di pahami tersebut. 5. Conclusion Verification Langkah selanjutnya adalah pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak di temukan bukti bukti yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang di kemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang di kemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Untuk merangkum data yang di dapat, peneliti akan menyajikannya dalam bentuk tabel (tabulasi data) dengan menggunakan rumus

presentase. Penyajian tabel ini digunakan untuk melihat sebarapa banyak kecenderungan frekuensi jawaban yang diberikan para narasumber. Rumus presentase yang digunakan sebagai berikut : f P = x 100 % n Keterangan : P = Presentase f = Frekuensi dari setiap jawaban yang dipilih n = Jumlah seluruh frekuensi alternative jawaban yang menjadi pilihan responden (jumlah sampel) 100% = Konstanta Setelah dilakukan perhitungan, maka hasil presentase tersebut ditafsirkan dengan kategori sebagaimana dalam tabel berikut ini : Tabel 3.5 Kategori Presentase Presentase Kategori 0 % Tidak seorangpun 1% - 24% Sebagian kecil 25% - 49% Hampir setengahnya 50% Setengahnya 51% - 74% Sebagian besar 75% - 99% Hampir seluruhnya 100% Seluruhnya