PELAYANAN PEMASANGAN LAMPU PJU

dokumen-dokumen yang mirip
STANDAR PELAYANAN SURAT MENYURAT

STANDAR PELAYANAN SURAT MENYURAT

STANDAR PELAYANAN PEMROSESAN SAMPAH DI UPT TPA SUPIT URANG

STANDAR PELAYANAN PEMROSESAN SAMPAH DI UPT TPA SUPIT URANG

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

SOP TUGAS SATGAS KEBERSIHAN SEKSI KEBERSIHAN DAN RETRIBUSI BIDANG KEBERSIHAN DKP KOTA MALANG

Judul SOP. 1. Pemohon

WALIKOTA MALANG PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 65 TAHUN TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH

WALIKOTA BATU KOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 42 TAHUN 2013 TENTANG CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 24 TAHUN 2014 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH

DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 73

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 59 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 14 TAHUN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA,

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 32 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PENYELENGGARAAN PENERANGAN JALAN UMUM

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON

BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 44 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN

WALIKOTA MADIUN PERATURAN WALIKOTA MADIUN NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAERAH WALIKOTA MADIUN,

PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 20-F TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA,

WALIKOTA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 50 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS PERTANAHAN

WALIKOTA MALANG PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 36 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN KOTA BATU

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 58 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN BANTUL

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 2 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI DINAS DAERAH KOTA PEKALONGAN

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 40 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERNYATAAN PERUBAHAN PERJANJIAN KINERJA KANTOR KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KOTA BLITAR PERUBAHAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA,

Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat

BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON

MEMUTUSKAN: BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 2

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN,

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 77 TAHUN 2016 TENTANG

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 57 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR ARSIP DAERAH

WALIKOTA MALANG PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR TAHUN 2012 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

WALIKOTA BEKASI KEPUTUSAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 21 TAHUN 2004 TENTANG

LAPORAN KINERJA ESELON III TAHUN 2016 SEKRETARIAT BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KOTA MALANG BAB I PENDAHULUAN

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS PERIKANAN

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 98 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

BUPATI KEPULAUAN SELAYAR

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 35 TAHUN 2012 TENTANG

Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng mempunyai tugas pokok melaksanakan kewenangan otonomi daerah di bidang perhubungan.

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 84 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERIJINAN KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA,

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

Persentase ruas jalan yang memenuhi standar keselamatan lalu lintas. Program pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan. Seksi Sarana Lalu Lintas

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 39 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS KESEHATAN

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA BADAN PENDAPATAN DAERAH

PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KABUPATEN BERAU

BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG

KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA BLITAR

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 35 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN BADAN PENANAMAN MODAL KOTA BATU

PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI PENAJAM PASER UTARA NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG

KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 18 TAHUN 2003 TENTANG

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS CIPTA KARYA KABUPATEN SITUBONDO

BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 56 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR PERPUSTAKAAN DAERAH

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 8 TAHUN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

PROVINS! JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO NOMOR 70 TAHUN 2016 TENT ANG

WALIKOTA PROBOLINGGO

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 79 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

Transkripsi:

PELAYANAN PEMASANGAN LAMPU PJU PELAKSANA MUTU BAKU NO. KEGIATAN Bidang PJU dan DK Kepala Dinas KELENGKAPAN WAKTU OUTPUT KETERANGAN 1. membuat Surat Permohonan kepada Walikota berkas surat 5 menit berkas surat melalui Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan beserta persyaratan berikut: - Permohonan diajukan oleh penanggung jawab (Ketua RT/RW/Lurah) - Kartu Identitas (KTP) penanggung jawab - Gambar Denah Lokasi - Jumlah titik lampu dan daya - Nomor telpon penanggung jawab - Surat Pernyataan kesediaan menanggung : a. Pembayaran Biaya Penyambungan (BP) dan Uang Jaminan Langganan (UJL) Kepada PT. PLN (persero) Distribusi Jawa Timur Malang. b. Menyediakan dan memasang jaringan penerangan sendiri, peralatan lampu dan lain-lain yang berkaitan dengan pemasangan lampu penerangan jalan. 2. - Memeriksa dan memahami berkas surat 15 menit - berkas surat - Memberikan disposisi - Lembar disposisi SOP Pemasangan Lampu PJU 1

PELAKSANA MUTU BAKU NO. KEGIATAN Bidang PJU dan DK Kepala Dinas KELENGKAPAN WAKTU OUTPUT KETERANGAN 2. - Memeriksa dan memahami berkas surat 15 menit - berkas surat - Memberikan disposisi - Lembar disposisi 3. - Survey Lapangan - berkas surat 2 hari - berkas surat - Menyusunan Laporan Hasil Survey Lapangan dengan - Lembar disposisi - Nota Dinas/ Telaah Staf memperhatikan ketentuan sbb : Jarak antar tiang/titik lampu bervariasi 40 m 50 m Daya lampu Mercury maksimal 250 W atau lampu hemat energy setara untuk Jalan Nasional dan Jalan Propinsi Daya Lampu maksimal 160 W atau lampu hemat energy setara untuk jalan Kota dan kawasan perumahan yang dibangun oleh pengembang untuk rumah bukan tipe RSS (Rumah Sangat Sederhana) Daya Lampu Tube Lamp (TL) maksimal 40 W atau lampu hemat energy setara untuk Jalan Perkampungan atau Pemukiman bagi perumahan RSS Lampu Penerangan Jalan harus dipasang dengan menggunakan jaringan penerangan jalan sendiri Pemasangan Lampu Penerangan Jalan dan Lampu Dekorasi harus menggunakan Alat Pembatas dan Pengukur (APP) 4. - Memeriksa, memahami dan memutuskan - berkas surat 2 hari - berkas surat - Memberikan disposisi - Nota Dinas/ Telaah Staf - Nota Dinas/ Telaah Staf yg telah didisposisi 5. Jika "Disetujui" - berkas surat 10 menit - Surat Persetujuan dari Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan - Membuat Surat Persetujuan dari Kepala Dinas - Nota Dinas/ Telaah Staf yg Kebersihan dan Pertamanan dan pelaksanaan telah didisposisi dikerjakan oleh Instalatir dan diawasi oleh Konsuil dan Petugas Bidang PJU dan DK 6. Jika "Ditolak" - berkas surat 10 menit - Surat Penolakan dari Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan - Membuat Surat Penolakan dari Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan beserta alasannya - Nota Dinas/ Telaah Staf yg telah didisposisi SOP Pemasangan Lampu PJU 2

PELAYANAN PEMINDAHAN LAMPU PJU PELAKSANA MUTU BAKU NO. KEGIATAN Bidang PJU dan DK Kepala Dinas KELENGKAPAN WAKTU OUTPUT KETERANGAN 1. membuat Surat Permohonan kepada Walikota berkas surat 5 menit berkas surat melalui Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan beserta persyaratan berikut: - Kartu Identitas (KTP) pemohon - Gambar Denah Lokasi tiang PJU - Nomor telpon pemohon - Jumlah titik lampu dan daya - Surat Pernyataan kesediaan menanggung seluruh biaya yang timbul selama proses pemindahan lampu PJU 2. - Memeriksa dan memahami berkas surat 15 menit - berkas surat - Memberikan disposisi - Lembar disposisi 3. - Survey Lapangan - berkas surat 2 hari - berkas surat - Menyusunan Laporan Hasil Survey Lapangan - Lembar disposisi - Nota Dinas/ Telaah Staf 4. - Memeriksa, memahami dan memutuskan - berkas surat 2 hari - berkas surat - Memberikan disposisi - Nota Dinas/ Telaah Staf - Nota Dinas/ Telaah Staf yg telah didisposisi 5. Jika "Disetujui" - berkas surat 10 menit - Surat Persetujuan dari Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan - Membuat Surat Persetujuan dari Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan Surat dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang kepada rekanan yang ditunjuk untuk melakukan proses pemindahan tiang PJU - Nota Dinas/ Telaah Staf yg telah didisposisi - Surat dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang kepada rekanan yang ditunjuk 6. Jika "Ditolak" - berkas surat 10 menit - Surat Penolakan dari Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan - Membuat Surat Penolakan dari Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan beserta alasannya - Nota Dinas/ Telaah Staf yg telah didisposisi

PELAYANAN PENGALIHAN TAGIHAN REKENING PJU WARGA KE REKENING PEMKOT PELAKSANA MUTU BAKU NO. KEGIATAN Bidang PJU dan DK Kepala Dinas KELENGKAPAN WAKTU OUTPUT KETERANGAN 1. a) membuat Surat Permohonan kepada Walikota berkas surat 5 menit berkas surat melalui Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan beserta persyaratan berikut: - Permohonan diajukan oleh penanggung jawab (Ketua RT/RW/Lurah) - Kartu Identitas (KTP) penanggung jawab - Gambar Denah Lokasi - Jumlah titik lampu dan daya - Nomor telpon penanggung jawab - Bukti pembayaran rekening listrik (rekening listrik PJU yang akan dialihkan ke rekening Pemkot) oleh warga atau penanggung jawab selama 3 bulan berturut-turut 2. - Memeriksa dan memahami berkas surat 15 menit - berkas surat - Memberikan disposisi - Lembar disposisi SOP Pengalihan Tagihan Rekening PJU 1

PELAYANAN PERBAIKAN LAMPU PJU DAN DEKORASI KOTA PELAKSANA MUTU BAKU NO. KEGIATAN Bidang PJU Kepala Bendaharawan dan DK Dinas Barang (Gudang) KELENGKAPAN WAKTU OUTPUT KETERANGAN 1. Pengaduan masyarakat secara tertulis/ telepon dengan berkas surat 5 menit berkas surat menyampaikan data: - Nama - Alamat - Nomor Telepon - Lokasi PJU atau Dekorasi Kota yang padam atau mengalami gangguan 2. - Survey Lapangan berkas surat 1 hari - berkas surat - Menyusunan Laporan Hasil Survey Lapangan - Nota Dinas/ Telaah Staf 3. - Memeriksa, memahami dan memutuskan - berkas surat 15 menit - berkas surat - Memberikan disposisi - Nota Dinas/ Telaah Staf - Nota Dinas/ Telaah Staf yg telah didisposisi 4. Jika "Disetujui" - berkas surat 10 menit - Surat Tugas - Membuat Surat Tugas - Nota Dinas/ Telaah Staf yg telah didisposisi - Membuat Surat Perintah Mengeluarkan Barang - Bon Barang 5. Mengeluarkan barang dari gudang - Bon Barang 10 menit - Barang yang diperlukan 6. Melaksanakan perbaikan - Surat Tugas 1 hari Lampu PJU dan Dekorasi Kota yang telah diperbaiki - Barang yang diperlukan

STANDAR PELAYANAN PEMASANGAN LAMPU PJU A. PENDAHULUAN Dinas Kebersihan dan Pertamanan adalah salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Malang. Eksistensi Dinas Kebersihan dan Pertamanan ini didasarkan Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 6 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan Kerja Daerah Kota Malang Bab III Pasal 2. Dinas Kebersihan dan Pertamanan melaksanakan tugas pokok penyusunan dan pelaksanaan kebijakan urusan pemerintahan daerah di bidang kebersihan dan pertamanan. Dalam melaksanakan tugas di atas Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang menyelenggarakan fungsi : 1. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang kebersihan, pertamanan, 2. Penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program di bidang kebersihan, pertamanan, 3. Pelaksanaan, pengelolaan dan pengawasan serta penyuluhan di bidang kebersihan, pertamanan, 4. Pengelolaan air limbah dan lumpur tinja; 5. Pelaksanaan fasilitas dan peningkatan peran serta masyarakat dalam penyediaan lahan kebersihan, pertamanan, 6. Pemberian pertimbangan teknis perizinan di bidang kebersihan, pertamanan, penerangan jalan umum dan dekorasi kota serta pemakaman; 7. Pemberian dan pencabutan perizinan di bidang kebersihan, pertamanan, penerangan jalan umum dan dekorasi kota serta pemakaman yang menjadi kewenangannya; 8. Pelaksanaan penyidikan tindak pidana pelanggaran di bidang kebersihan, pertamanan, penerangan jalan umum dan dekorasi kota serta pemakaman sesuai dengan ketentuan perundang-undangan; 9. Pelaksanaan pembelian/pengadaan atau pembangunan asset tetap berwujud yang akan digunakan dalam rangka penyelengaraan tugas pokok dan fungsi; 10. Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah yang digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi; 11. Pelaksanaan kebijakan pengelolaan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya; 12. Pelaksanaan pendataan potensi retribusi daerah; 13. Pelaksanaan pemungutan penerimaan bukan pajak daerah; 14. Pengelolaan administrasi umum meliputi penyusunan program, ketatalaksanaan, ketatausahaan, keuangan, kepegawaian, rumah tangga, perlengkapan, kehumasan, kepustakaan dan kearsipan; 15. Pelaksanaan Standar Minimal (SPM); 16. Penyusunan dan pelaksanaan Standar Publik (SPP) dan Standar Operasional dan Prosedur (SOP); 17. Pelaksanaan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan/atau pelaksanaan pengumpulan pendapat pelanggan secara periodic yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas layanan; 18. Pengelolaan pengaduan masyarakat di bidang kebersihan, pertamanan, penerangan jalan umum dan dekorasi kota serta pemakaman; 19. Penyampaian data hasil pembangunan dan informasi lainnya terkait layanan public secara berkala melalui website Pemerintah Daerah; 20. Pemberdayaan dan pembinaan jabatan fungsional; 21. Penyelenggaraan UPT dan jabatan fungsional; 22. Pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi. 1

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Struktur Organisasi Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang, yang terdiri atas: 1. Kepala Dinas; 2. Sekretariat, terdiri dari: a) Subbagian Penyusunan Program; b) Subbagian Keuangan; c) Subbgaian Umum. 3. Bidang Kebersihan, terdiri dari: a) Seksi Kebersihan dan Retribusi; b) Seksi Pengangkutan; c) Seksi Perawatan Kendaraan Operasional. 4. Bidang Penerangan Jalan Umum dan Dekorasi Kota, terdiri dari: a) Seksi Penerangan Jalan Umum; b) Seksi Dekorasi Kota. 5. Bidang Pertamanan, terdiri dari: a) Seksi Taman; b) Seksi Penghijauan Kota; c) Seksi Hutan Kota. 6. Bidang Pemakaman, terdiri dari: a) Seksi Pendataan dan Registrasi ; b) Seksi Penataan dan Perawatan. 7. UPT; 8. Kelompok Jabatan Fungsional B. STANDAR PELAYANAN Jenis Pemasangan Lampu PJU No. KOMPONEN URAIAN 1. Dasar Hukum Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Publik; Peraturan Daerah Kota Malang No. 3 tahun 2003 tentang Pengelolaan Pertamanan Kota dan Dekorasi Kota; Peraturan Daerah Kota Malang No. 6 tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah; Peraturan Walikota Malang Nomor 49 Tahun 2012 tentang Uraian Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang; Keputusan Walikota Malang No. 87 tentang Tata Cara Pemasangan Lampu Jalan dan Dekorasi Kota. 2. Persyaratan 1. Permohonan diajukan oleh penanggung jawab (Ketua RT/RW/Lurah) 2. Kartu Identitas (KTP) penangung jawab; 3. Jumlah titik lampu dan daya; 4. Gambar Denah Lokasi; 5. Nomor telpon penangung jawab; 6. Surat Pernyataan kesediaan menanggung : a. Pembayaran Biaya Penyambungan (BP) dan Uang Jaminan Langganan (UJL) Kepada PT. PLN (persero) Distribusi Jawa Timur Malang. b. Menyediakan dan memasang jaringan penerangan sendiri, peralatan lampu dan lain-lain yang berkaitan dengan pemasangan lampu penerangan jalan. 2

No. KOMPONEN URAIAN 3. Sistem, mekanisme dan prosedur 1. membuat Surat Permohonan kepada Walikota melalui Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan beserta persyaratannya; 2. Kepala Dinas memeriksa, memahami dan member disposisi, kemudian diserahkan kepada Kepala Bidang PJU dan DK; 3. Bidang PJU dan DK melakukan survey lapangan dan menyusun Laporan Hasil Survey Lapangan dan diserahkan kepada Kepala Dinas. 4. Kepala Dinas memeriksa, memahami, memutuskan dan memberikan disposisi disetujui atau ditolak. 5. Jika "Disetujui" Membuat Surat Persetujuan dari Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan pelaksanaan dikerjakan oleh Instalatir dan diawasi oleh Konsuil dan Petugas Bidang PJU dan DK 6. Jika "Ditolak" Membuat Surat Penolakan dari Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan beserta alasannya Prosedur Subbag.Umum Tidak Ya Kepala Dinas Kabid PJU dan DK Ya Kepala Dinas Kabid PJU dan DK Tidak Instalatir 4. Jangka waktu 5 (lima) hari kerja. penyelesaian 5. Biaya/tarif Tidak dipungut biaya. 6. Produk Surat, Dokumen, Laporan, Dokumentasi 7. Sarana, prasarana dan/atau fasilitas 1. Data dan Informasi, 2. Disposisi. 3

No. KOMPONEN URAIAN 8. Kompetensi Pelaksana 1. Memahami Data dan Informasi yang diperlukan; 2. Mampu mengidentifikasi, mengumpulkan dan menyajikan data dan informasi dengan baik; 9. Pengawasan 1. Dilakukan oleh Atasan Langsung, Internal 10. Penanganan pengaduan, saran, dan masukan 11. Jumlah Pelaksana 12. Jaminan 13. Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan 14. Evaluasi kinerja pelaksana 2. Konsisten dalam memberikan teguran dan sanksi. 1. Melalui kotak saran, 2. Dibentuk tim/petugas khusus pengaduan, saran, dan masukan. Jumlah sesuai tingkat kebutuhan data dan informasi. Diwujudkan dalam kualitas proses layanan dan produk layanan yang didukung oleh petugas yang berkompeten di bidang tugasnya dengan perilaku pelayanan yang terampil, cepat, tepat, dan santun. 1. Keamanan data dan informasi dijamin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Disposisi dibubuhi tanda tangan, sehingga dijamin keasliannya; 3. Kompetensi Analis yang ditugaskan dijamin kehandalannya. Evaluasi kinerja pelayanan dilakukan melalui pengukuran penerapan 14 komponen standar pelayanan yang dilakukan sekurang-kurangnya setiap 1 (satu) tahun. 4

STANDAR PELAYANAN PEMINDAHAN LAMPU PJU A. PENDAHULUAN Dinas Kebersihan dan Pertamanan adalah salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Malang. Eksistensi Dinas Kebersihan dan Pertamanan ini didasarkan Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 6 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan Kerja Daerah Kota Malang Bab III Pasal 2. Dinas Kebersihan dan Pertamanan melaksanakan tugas pokok penyusunan dan pelaksanaan kebijakan urusan pemerintahan daerah di bidang kebersihan dan pertamanan. Dalam melaksanakan tugas di atas Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang menyelenggarakan fungsi : 1. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang kebersihan, pertamanan, 2. Penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program di bidang kebersihan, pertamanan, 3. Pelaksanaan, pengelolaan dan pengawasan serta penyuluhan di bidang kebersihan, pertamanan, 4. Pengelolaan air limbah dan lumpur tinja; 5. Pelaksanaan fasilitas dan peningkatan peran serta masyarakat dalam penyediaan lahan kebersihan, pertamanan, 6. Pemberian pertimbangan teknis perizinan di bidang kebersihan, pertamanan, 7. Pemberian dan pencabutan perizinan di bidang kebersihan, pertamanan, penerangan jalan umum dan dekorasi kota serta pemakaman yang menjadi kewenangannya; 8. Pelaksanaan penyidikan tindak pidana pelanggaran di bidang kebersihan, pertamanan, penerangan jalan umum dan dekorasi kota serta pemakaman sesuai dengan ketentuan perundang-undangan; 9. Pelaksanaan pembelian/pengadaan atau pembangunan asset tetap berwujud yang akan digunakan dalam rangka penyelengaraan tugas pokok dan fungsi; 10. Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah yang digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi; 11. Pelaksanaan kebijakan pengelolaan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya; 12. Pelaksanaan pendataan potensi retribusi daerah; 13. Pelaksanaan pemungutan penerimaan bukan pajak daerah; 14. Pengelolaan administrasi umum meliputi penyusunan program, ketatalaksanaan, ketatausahaan, keuangan, kepegawaian, rumah tangga, perlengkapan, kehumasan, kepustakaan dan kearsipan; 15. Pelaksanaan Standar Minimal (SPM); 16. Penyusunan dan pelaksanaan Standar Publik (SPP) dan Standar Operasional dan Prosedur (SOP); 17. Pelaksanaan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan/atau pelaksanaan pengumpulan pendapat pelanggan secara periodic yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas layanan; 18. Pengelolaan pengaduan masyarakat di bidang kebersihan, pertamanan, penerangan jalan umum dan dekorasi kota serta pemakaman; 19. Penyampaian data hasil pembangunan dan informasi lainnya terkait layanan public secara berkala melalui website Pemerintah Daerah; 20. Pemberdayaan dan pembinaan jabatan fungsional; 21. Penyelenggaraan UPT dan jabatan fungsional; 22. Pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Struktur Organisasi Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang, yang terdiri atas: 1

1. Kepala Dinas; 2. Sekretariat, terdiri dari: a) Subbagian Penyusunan Program; b) Subbagian Keuangan; c) Subbgaian Umum. 3. Bidang Kebersihan, terdiri dari: a) Seksi Kebersihan dan Retribusi; b) Seksi Pengangkutan; c) Seksi Perawatan Kendaraan Operasional. 4. Bidang Penerangan Jalan Umum dan Dekorasi Kota, terdiri dari: a) Seksi Penerangan Jalan Umum; b) Seksi Dekorasi Kota. 5. Bidang Pertamanan, terdiri dari: a) Seksi Taman; b) Seksi Penghijauan Kota; c) Seksi Hutan Kota. 6. Bidang Pemakaman, terdiri dari: a) Seksi Pendataan dan Registrasi ; b) Seksi Penataan dan Perawatan. 7. UPT; 8. Kelompok Jabatan Fungsional B. STANDAR PELAYANAN Jenis Pemindahan Lampu PJU No. KOMPONEN URAIAN 1. Dasar Hukum Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Publik; Peraturan Daerah Kota Malang No. 3 tahun 2003 tentang Pengelolaan Pertamanan Kota dan Dekorasi Kota; Peraturan Daerah Kota Malang No. 6 tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah; Peraturan Walikota Malang Nomor 49 Tahun 2012 tentang Uraian Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang; Keputusan Walikota Malang No. 87 tentang Tata Cara Pemasangan Lampu Jalan dan Dekorasi Kota. 2. Persyaratan 1. Kartu Identitas (KTP) pemohon; 2. Gambar Denah Lokasi tiang PJU; 3. Nomor telpon pemohon; 4. Jumlah titik lampu dan daya; 5. Surat Pernyataan kesediaan menanggung seluruh biaya yang timbul selama proses pemindahan lampu PJU. No. KOMPONEN URAIAN 3. Sistem, 1. membuat Surat Permohonan kepada Walikota 2

mekanisme dan prosedur melalui Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan beserta persyaratannya; 2. Kepala Dinas memeriksa, memahami dan member disposisi, kemudian diserahkan kepada Kepala Bidang PJU dan DK; 3. Bidang PJU dan DK melakukan survey lapangan dan menyusun Laporan Hasil Survey Lapangan dan diserahkan kepada Kepala Dinas. 4. Kepala Dinas memeriksa, memahami, memutuskan dan memberikan disposisi disetujui atau ditolak. 5. Jika "Disetujui" Membuat Surat Persetujuan dari Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan Surat dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang kepada rekanan yang ditunjuk untuk melakukan proses pemindahan tiang PJU 6. Jika "Ditolak" Membuat Surat Penolakan dari Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan beserta alasannya Prosedur Subbag.Umum Tidak Ya Kepala Dinas Kabid PJU dan DK Kepala Dinas Ya Rekanan (Pihak ke-3) Tidak 4. Jangka waktu 5 (lima) hari kerja. penyelesaian 5. Biaya/tarif Tidak dipungut biaya. 6. Produk Surat, Dokumen, Laporan, Dokumentasi 7. Sarana, prasarana dan/atau fasilitas 1. Data dan Informasi, 2. Disposisi. No. KOMPONEN URAIAN 8. Kompetensi 1. Memahami Data dan Informasi yang diperlukan; 3

Pelaksana 9. Pengawasan Internal 10. Penanganan pengaduan, saran, dan masukan 11. Jumlah Pelaksana 12. Jaminan 13. Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan 14. Evaluasi kinerja pelaksana 2. Mampu mengidentifikasi, mengumpulkan dan menyajikan data dan informasi dengan baik; 1. Dilakukan oleh Atasan Langsung, 2. Konsisten dalam memberikan teguran dan sanksi. 1. Melalui kotak saran, 2. Dibentuk tim/petugas khusus pengaduan, saran, dan masukan. Jumlah sesuai tingkat kebutuhan data dan informasi. Diwujudkan dalam kualitas proses layanan dan produk layanan yang didukung oleh petugas yang berkompeten di bidang tugasnya dengan perilaku pelayanan yang terampil, cepat, tepat, dan santun. 1. Keamanan data dan informasi dijamin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Disposisi dibubuhi tanda tangan, sehingga dijamin keasliannya; 3. Kompetensi Analis yang ditugaskan dijamin kehandalannya. Evaluasi kinerja pelayanan dilakukan melalui pengukuran penerapan 14 komponen standar pelayanan yang dilakukan sekurang-kurangnya setiap 1 (satu) tahun. 4

A. PENDAHULUAN STANDAR PELAYANAN PENGALIHAN TAGIHAN REKENING PJU WARGA KE REKENING PEMKOT Dinas Kebersihan dan Pertamanan adalah salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Malang. Eksistensi Dinas Kebersihan dan Pertamanan ini didasarkan Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 6 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan Kerja Daerah Kota Malang Bab III Pasal 10. Berdasarkan Pasal ini dinyatakan bahwa Dinas Kebersihan dan Pertamanan melaksanakan tugas pokok penyusunan dan pelaksanaan kebijakan urusan pemerintahan daerah di bidang kebersihan dan pertamanan. Dalam melaksanakan tugas di atas Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang menyelenggarakan fungsi : 1. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang kebersihan, pertamanan, 2. Penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program di bidang kebersihan, pertamanan, 3. Pelaksanaan, pengelolaan dan pengawasan serta penyuluhan di bidang kebersihan, pertamanan, 4. Pengelolaan air limbah dan lumpur tinja; 5. Pelaksanaan fasilitas dan peningkatan peran serta masyarakat dalam penyediaan lahan kebersihan, pertamanan, 6. Pemberian pertimbangan teknis perizinan di bidang kebersihan, pertamanan, 7. Pemberian dan pencabutan perizinan di bidang kebersihan, pertamanan, penerangan jalan umum dan dekorasi kota serta pemakaman yang menjadi kewenangannya; 8. Pelaksanaan penyidikan tindak pidana pelanggaran di bidang kebersihan, pertamanan, penerangan jalan umum dan dekorasi kota serta pemakaman sesuai dengan ketentuan perundang-undangan; 9. Pelaksanaan pembelian/pengadaan atau pembangunan asset tetap berwujud yang akan digunakan dalam rangka penyelengaraan tugas pokok dan fungsi; 10. Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah yang digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi; 11. Pelaksanaan kebijakan pengelolaan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya; 12. Pelaksanaan pendataan potensi retribusi daerah; 13. Pelaksanaan pemungutan penerimaan bukan pajak daerah; 14. Pengelolaan administrasi umum meliputi penyusunan program, ketatalaksanaan, ketatausahaan, keuangan, kepegawaian, rumah tangga, perlengkapan, kehumasan, kepustakaan dan kearsipan; 15. Pelaksanaan Standar Minimal (SPM); 16. Penyusunan dan pelaksanaan Standar Publik (SPP) dan Standar Operasional dan Prosedur (SOP); 17. Pelaksanaan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan/atau pelaksanaan pengumpulan pendapat pelanggan secara periodic yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas layanan; 18. Pengelolaan pengaduan masyarakat di bidang kebersihan, pertamanan, penerangan jalan umum dan dekorasi kota serta pemakaman; 19. Penyampaian data hasil pembangunan dan informasi lainnya terkait layanan public secara berkala melalui website Pemerintah Daerah; 20. Pemberdayaan dan pembinaan jabatan fungsional; 21. Penyelenggaraan UPT dan jabatan fungsional; 22. Pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi. 1

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Struktur Organisasi Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang, yang terdiri atas: 1. Kepala Dinas; 2. Sekretariat, terdiri dari: a) Subbagian Penyusunan Program; b) Subbagian Keuangan; c) Subbgaian Umum. 3. Bidang Kebersihan, terdiri dari: a) Seksi Kebersihan dan Retribusi; b) Seksi Pengangkutan; c) Seksi Perawatan Kendaraan Operasional. 4. Bidang Penerangan Jalan Umum dan Dekorasi Kota, terdiri dari: a) Seksi Penerangan Jalan Umum; b) Seksi Dekorasi Kota. 5. Bidang Pertamanan, terdiri dari: a) Seksi Taman; b) Seksi Penghijauan Kota; c) Seksi Hutan Kota. 6. Bidang Pemakaman, terdiri dari: a) Seksi Pendataan dan Registrasi ; b) Seksi Penataan dan Perawatan. 7. UPT; 8. Kelompok Jabatan Fungsional B. STANDAR PELAYANAN Jenis Pengalihan Tagihan Rekening PJU Warga ke Rekening Pemkot No. KOMPONEN URAIAN 1. Dasar Hukum Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Publik; Peraturan Daerah Kota Malang No. 3 tahun 2003 tentang Pengelolaan Pertamanan Kota dan Dekorasi Kota; Peraturan Daerah Kota Malang No. 6 tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah; Peraturan Walikota Malang Nomor 49 Tahun 2012 tentang Uraian Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang; Keputusan Walikota Malang No. 87 tentang Tata Cara Pemasangan Lampu Jalan dan Dekorasi Kota. 2. Persyaratan 1. Permohonan diajukan oleh penanggung jawab (Ketua RT/RW/Lurah); 2. Kartu Identitas (KTP) penanggung jawab; 3. Gambar Denah Lokasi; 4. Jumlah titik lampu dan daya; 5. Nomor telpon penanggung jawab; 6. Bukti pembayaran rekening listrik (rekening listrik PJU yang akan dialihkan ke rekening Pemkot) oleh warga atau penanggung jawab selama 3 bulan berturut-turut. 2

No. KOMPONEN URAIAN 3. Sistem, mekanisme dan prosedur 1. membuat Surat Permohonan kepada Walikota melalui Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan beserta persyaratannya; 2. Kepala Dinas memberikan petunjuk dan disposisi, kemudian diserahkan kepada Kepala Bidang PJU dan DK; 3. Bidang PJU dan DK melakukan survey lapangan dan menyusun Laporan Hasil Survey Lapangan dan diserahkan kepada Kepala Dinas. 4. Kepala Dinas memeriksa, memahami, memutuskan dan memberikan disposisi disetujui atau ditolak. 5. Jika "Disetujui" Membuat Surat Persetujuan dari Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan Surat dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang kepada PT. PLN Persero berisi rekomendasi pengalihan pembayaran rekening PJU dari warga (IDPEL dan Lokasi tertera) kepada rekening PEMKOT 6. Jika "Ditolak" Membuat Surat Penolakan dari Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan beserta alasannya Prosedur Subbag.Umum Tidak Ya Kepala Dinas Kabid PJU dan DK Ya Kepala Dinas PT. PLN Persero Tidak 3

4. Jangka waktu 5 (lima) hari kerja. penyelesaian 5. Biaya/tarif Tidak dipungut biaya. 6. Produk Surat, Dokumen, Laporan, Dokumentasi 7. Sarana, prasarana dan/atau fasilitas 1. Data dan Informasi, 2. Disposisi. No. KOMPONEN URAIAN 8. Kompetensi Pelaksana 9. Pengawasan Internal 10. Penanganan pengaduan, saran, dan masukan 11. Jumlah Pelaksana 12. Jaminan 13. Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan 14. Evaluasi kinerja pelaksana 1. Memahami Data dan Informasi yang diperlukan; 2. Mampu mengidentifikasi, mengumpulkan dan menyajikan data dan informasi dengan baik; 1. Dilakukan oleh Atasan Langsung, 2. Konsisten dalam memberikan teguran dan sanksi. 1. Melalui kotak saran, 2. Dibentuk tim/petugas khusus pengaduan, saran, dan masukan. Jumlah sesuai tingkat kebutuhan data dan informasi. Diwujudkan dalam kualitas proses layanan dan produk layanan yang didukung oleh petugas yang berkompeten di bidang tugasnya dengan perilaku pelayanan yang terampil, cepat, tepat, dan santun. 1. Keamanan data dan informasi dijamin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Disposisi dibubuhi tanda tangan, sehingga dijamin keasliannya; 3. Kompetensi Analis yang ditugaskan dijamin kehandalannya. Evaluasi kinerja pelayanan dilakukan melalui pengukuran penerapan 14 komponen standar pelayanan yang dilakukan sekurang-kurangnya setiap 1 (satu) tahun. 4

STANDAR PELAYANAN PERBAIKAN LAMPU PJU DAN DEKORASI KOTA A. PENDAHULUAN Dinas Kebersihan dan Pertamanan adalah salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Malang. Eksistensi Dinas Kebersihan dan Pertamanan ini didasarkan Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 6 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan Kerja Daerah Kota Malang Bab III Pasal 10. Berdasarkan Pasal ini dinyatakan bahwa Dinas Kebersihan dan Pertamanan melaksanakan tugas pokok penyusunan dan pelaksanaan kebijakan urusan pemerintahan daerah di bidang kebersihan dan pertamanan. Dalam melaksanakan tugas di atas Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang menyelenggarakan fungsi : 1. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang kebersihan, pertamanan, 2. Penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program di bidang kebersihan, pertamanan, 3. Pelaksanaan, pengelolaan dan pengawasan serta penyuluhan di bidang kebersihan, pertamanan, 4. Pengelolaan air limbah dan lumpur tinja; 5. Pelaksanaan fasilitas dan peningkatan peran serta masyarakat dalam penyediaan lahan kebersihan, pertamanan, 6. Pemberian pertimbangan teknis perizinan di bidang kebersihan, pertamanan, 7. Pemberian dan pencabutan perizinan di bidang kebersihan, pertamanan, penerangan jalan umum dan dekorasi kota serta pemakaman yang menjadi kewenangannya; 8. Pelaksanaan penyidikan tindak pidana pelanggaran di bidang kebersihan, pertamanan, penerangan jalan umum dan dekorasi kota serta pemakaman sesuai dengan ketentuan perundang-undangan; 9. Pelaksanaan pembelian/pengadaan atau pembangunan asset tetap berwujud yang akan digunakan dalam rangka penyelengaraan tugas pokok dan fungsi; 10. Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah yang digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi; 11. Pelaksanaan kebijakan pengelolaan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya; 12. Pelaksanaan pendataan potensi retribusi daerah; 13. Pelaksanaan pemungutan penerimaan bukan pajak daerah; 14. Pengelolaan administrasi umum meliputi penyusunan program, ketatalaksanaan, ketatausahaan, keuangan, kepegawaian, rumah tangga, perlengkapan, kehumasan, kepustakaan dan kearsipan; 15. Pelaksanaan Standar Minimal (SPM); 16. Penyusunan dan pelaksanaan Standar Publik (SPP) dan Standar Operasional dan Prosedur (SOP); 17. Pelaksanaan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan/atau pelaksanaan pengumpulan pendapat pelanggan secara periodic yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas layanan; 18. Pengelolaan pengaduan masyarakat di bidang kebersihan, pertamanan, penerangan jalan umum dan dekorasi kota serta pemakaman; 19. Penyampaian data hasil pembangunan dan informasi lainnya terkait layanan public secara berkala melalui website Pemerintah Daerah; 20. Pemberdayaan dan pembinaan jabatan fungsional; 21. Penyelenggaraan UPT dan jabatan fungsional; 22. Pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi. 1

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Struktur Organisasi Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang, yang terdiri atas: 1. Kepala Dinas; 2. Sekretariat, terdiri dari: a) Subbagian Penyusunan Program; b) Subbagian Keuangan; c) Subbgaian Umum. 3. Bidang Kebersihan, terdiri dari: a) Seksi Kebersihan dan Retribusi; b) Seksi Pengangkutan; c) Seksi Perawatan Kendaraan Operasional. 4. Bidang Penerangan Jalan Umum dan Dekorasi Kota, terdiri dari: a) Seksi Penerangan Jalan Umum; b) Seksi Dekorasi Kota. 5. Bidang Pertamanan, terdiri dari: a) Seksi Taman; b) Seksi Penghijauan Kota; c) Seksi Hutan Kota. 6. Bidang Pemakaman, terdiri dari: a) Seksi Pendataan dan Registrasi ; b) Seksi Penataan dan Perawatan. 7. UPT; 8. Kelompok Jabatan Fungsional B. STANDAR PELAYANAN Jenis Perbaikan Lampu PJU dan Dekorasi Kota No. KOMPONEN URAIAN 1. Dasar Hukum Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Publik; Peraturan Daerah Kota Malang No. 3 tahun 2003 tentang Pengelolaan Pertamanan Kota dan Dekorasi Kota; Peraturan Daerah Kota Malang No. 6 tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah; Peraturan Walikota Malang Nomor 49 Tahun 2012 tentang Uraian Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang; Keputusan Walikota Malang No. 87 tentang Tata Cara Pemasangan Lampu Jalan dan Dekorasi Kota. 2. Persyaratan 3. Sistem, mekanisme dan prosedur Permohonan secara tertulis / telepon dengan menyampaikan data : Nama, alamat dan nomor telepon pemohon; Lokasi PJU atau Dekorasi Kota yang padam atau mengalami gangguan. 1. melakukan pengaduan secara tertulis / telepon ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan dengan menyampaikan data yang dibutuhkan; 2. Bidang PJU dan DK melakukan survey lapangan dan menyusun Laporan Hasil Survey Lapangan dan diserahkan kepada Kepala Dinas. 3. Kepala Dinas memeriksa, memahami, memutuskan dan memberikan disposisi. 4. Bidang PJU dan DK membuat Surat Perintah Mengeluarkan Barang untuk Gudang dan Surat Tugas untuk melaksanakan perbaikan. 2

No. KOMPONEN URAIAN Prosedur Kabid PJU dan DK Kepala Dinas Gudang Kabid PJU dan DK 4. Jangka waktu 5 (lima) hari kerja. penyelesaian 5. Biaya/tarif Tidak dipungut biaya. 6. Produk Surat, Dokumen, Laporan, Dokumentasi 7. Sarana, prasarana dan/atau fasilitas 1. Data dan Informasi, 2. Disposisi. 8. Kompetensi Pelaksana 9. Pengawasan Internal 10. Penanganan pengaduan, saran, dan masukan 11. Jumlah Pelaksana 12. Jaminan 13. Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan 14. Evaluasi kinerja pelaksana 1. Memahami Data dan Informasi yang diperlukan; 2. Mampu mengidentifikasi, mengumpulkan dan menyajikan data dan informasi dengan baik; 1. Dilakukan oleh Atasan Langsung, 2. Konsisten dalam memberikan teguran dan sanksi. 1. Melalui kotak saran, 2. Dibentuk tim/petugas khusus pengaduan, saran, dan masukan. Jumlah sesuai tingkat kebutuhan data dan informasi. Diwujudkan dalam kualitas proses layanan dan produk layanan yang didukung oleh petugas yang berkompeten di bidang tugasnya dengan perilaku pelayanan yang terampil, cepat, tepat, dan santun. 1. Keamanan data dan informasi dijamin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Disposisi dibubuhi tanda tangan, sehingga dijamin keasliannya; 3. Kompetensi Analis yang ditugaskan dijamin kehandalannya. Evaluasi kinerja pelayanan dilakukan melalui pengukuran penerapan 14 komponen standar pelayanan yang dilakukan sekurang-kurangnya setiap 1 (satu) tahun. 3