SEJARAH PERKEMBANGAN UUD

dokumen-dokumen yang mirip
UUD Pasca Dekrit Presiden 5 Juli 1959

1. Menjelaskaan kekuasaan dalam pelaksanaan konsitusi.

e. Senat diharuskan ada, sedangkan DPR akan terdiri dari gabungan DPR RIS dan Badan Pekerja KNIP;

PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA

SMP. 1. Jaminan terhadap hak-hak asasi manusia dan warga negara 2. Susunan ketatanegaraan suatu negara 3. Pembagian & pembatasan tugas ketatanegaraan

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perkembangan Pasca UU MD3/2014. Herlambang P. Wiratraman Unair

TUGAS KELOMPOK REPUBLIK INDONESIA SERIKAT ( )

MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

REPUBLIK INDONESIA SERIKAT ( )

SD kelas 5 - ILMU PENGETAHUAN SOSIAL BAB 9. KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIALATIHAN SOAL BAB 9. Dwi tunggal. Tri Tunggal. Catur Tunggal.

SEJARAH KETATANEGARAAN INDONESIA SHINTA HAPPY YUSTIARI, S.AP, MPA

MASA REPUBLIK INDONESIA SERIKAT

MPR Pasca Perubahan UUD NRI Tahun 1945 (Kedudukan MPR dalam Sistem Ketatanegaraan)

PENDAHULUAN Setelah Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945, Belanda masih merasa mempunyai kekuasaan atas Hindia Belanda yaitu negara bekas

Sistem Pemerintahan Negara Indonesia semenjak 1945

ANALISIS DAN PERBANDINGAN ANTARA UUD 1945, KONSTITUSI RIS, UUDS 1950 DAN UUD 1945 AMANDEMEN. SUBSTANSI, KOMPARASI DAN PERUBAHAN YANG PENTING

BAB I PENDAHULUAN. The Constitution is made for men, and not men for the Constitution. (Soekarno, dalam pidato tanggal 17 Agustus 1959)

sherila putri melinda

BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 selanjutnya

PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 37 SEMARANG

BAB XIII KONFERENSI MEJA BUNDAR (KMB)

DEFINISI HUKUM TATA NEGARA

Amandemen UUD 1945 (I-IV) R. Herlambang Perdana Wiratraman, SH., MA Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Airlangga

Nama : Yogi Alfayed. Kelas : X ips 1. Tugas : Kaidah yang fundamental (PPKn) JAWABAN :

GARIS-GARIS BESAR DARI PADA HALUAN NEGARA (Penetapan Presiden Nomor 1 Tahun 1960 Tanggal 29 Januari 1960) PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LAPORAN TUGAS AKHIR KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA PANCASILA SEBAGAI DASAR FALSAFAH NEGARA INDONESIA

I. PENDAHULUAN. Perubahan Undang-Undang Dasar tahun 1945 (UUD tahun 1945) tidak hanya

Ulangan Akhir Semester (UAS) Semester 1 Tahun Pelajaran

KEWARGANEGARAAN KONSTITUSI, KONSTITUSIONALISME DAN RULE OF LAW. Modul ke: 05Fakultas FASILKOM. Program Studi Teknik Informatika

Kelompok 10. Nama :- Maria Yuni Artha (197) - Neni Lastanti (209) - Sutarni (185) Kelas : A5-14

SEJARAH PANITIA SEMBILAN DAN SEJARAH PIAGAM JAKARTA

DINAMIKA DAN PERKEMBANGAN KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MENGGAPAI KEDAULATAN RAKYAT YANG MENYEJAHTERAKAN RAKYAT 1

P e n y i m p a n g a n

SEJARAH PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara hukum. 1 Konsekuensi

SYARAT-SYARAT DAN PENYEDERHANAAN KEPARTAIAN (Penetapan Presiden Nomor 7 Tahun 1959 Tanggal 31 Desember 1959) PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

I. PENDAHULUAN. Pada sidang PPKI pertama tanggal 18 Agustus 1945 menetapkan:

UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Kebangsaan

A. Pengertian Orde Lama

PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA

HISTORY OF FORMATION TEMPORARY CONSTITUTION (THE TEMPORARY CONSTITUTION) UNTIL THE ISSUANCE OF PRESIDENTIAL DECREE 1950 AT 5 JULY 1959 IN INDONESIA

Modul ke: Fakultas DESAIN SENI KREATIF. Program Studi DESAIN PRODUK

Memahami usaha mempertahankan Kemerdekaan. Mendeskripsikan peristiwa peristiwa politik dan ekonomi. Indonesia pasca pengakuan kedaulatan

BAB II SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SEBELUM AMANDEMEN UNDANG-UNDANG DASAR 1945

Masa Pemerintahan Orde Lama. Masa Pemerintahan Orde Baru

Pancasila Dalam Konteks Sejarah Perjuangan Bangsa. Oleh : Selly Rahmawati, M.Pd

A. Latar Belakang. B. rumusan masalah

KEKUASAAN PEMERINTAH NEGARA MENURUT UUD NRI 1945 PERKEMBANGAN DAN DINAMIKANYA

Materi Sejarah Kelas XII IPS

Rangkuman Materi Ajar PKn Kelas 6 MATERI AJAR

DAFTAR ISI DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. sebagaimana dituangkan secara eksplisit dalam Pasal 1 Ayat (3) Undang-Undang

PENDIDIKAN PANCASILA. Supentri, S.Pd

B A B III KEADAAN AWAL MERDEKA

Bab II. Tinjauan Pustaka

Tugas dan Fungsi MPR Serta Hubungan Antar Lembaga Negara Dalam Sistem Ketatanegaraan

DINAMIKA PENYELENGGARAAN DALAM KONTEK NKRI DAN NEGARA FEDERAL

Presiden dan Wakil Presiden dalam Sistem Hukum Ketatanegaraan Indonesia. Herlambang P. Wiratraman 2017

CONTOH SOAL DAN JAWABAN UKG PKN SMP Berikut ini contoh soal beserta jawaban Uji Kompetensi Guru PKn SMP

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM MASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA

PANCASILA PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA. Nurohma, S.IP, M.Si. Modul ke: Fakultas FASILKOM. Program Studi Sistem Informasi.

BAB V PENUTUP. Dari hasil penelitian dan pembahasan mengenai peran kamar kedua dalam

BAB II KEDUDUKAN PRESIDEN DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA. Dalam perjalanan sejarah ketatanegaraan Indonesia, bentuk republik telah

Riki Yuniagara: Jenis dan Hirarki Peraturan...

BAB III PROFIL LEMBAGA PERWAKILAN RAKYAT

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS ILMU SOSIAL SILABI

TUGAS AKHIR KULIAH PANCASILA PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

Soal Undang-Undang Yang Sering Keluar Di Tes Masuk Sekolah Kedinasan

BAB XIV PENGAKUAN KEDAULATAN INDONESIA OLEH BELANDA

BAB IV ANALISIS TENTANG KONSEP SYURA DALAM ISLAM ATAS PELAKSANAAN DEMOKRASI KONSTITUSIONAL DI INDONESIA MENURUT MAHFUD MD

MAKALAH PANCASILA TINJAUAN HISTORIS PANCASILA

PERISTIWA YANG TERJADI PADA TAHUN

POLITIK DAN STRATEGI (SISTEM KONSTITUSI)

BAB I. PENDAHULUAN. bangsa Indonesia setelah lama berada di bawah penjajahan bangsa asing.

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

BAB 4 PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

PROSPEK KEWENANGAN MPR DALAM MENETAPKAN KEMBALI KETETAPAN MPR YANG BERSIFAT MENGATUR*

MODUL PERKULIAHAN. Implementasi Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara dalam perundang-undangan dan kebijaksanaan Negara

PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA

SEJARAH TERBENTUKNYA PANCASILA

Kata pengantar. Daftar Isi. Halaman Judul...(i) Kata pengantar... (ii) Daftar Isi... (iii) BAB I

KAJIAN KONSTITUSI INDONESIA DARI AWAL KEMERDEKAAN SAMPAI ERA REFORMASI. Oleh: Kus Eddy Sartono (Dosen FIP / MKU UNY)

TUGAS AKHIR DEMOKRASI PANCASILA MENURUT UUD 1945

PROBLEMATIKA KETETAPAN MPR PASCA REFORMASI DAN SETELAH TERBITNYA UNDANG-UNDANG NO. 12 TAHUN 2011

UNDANG-UNDANG TERSENDIRI MENGENAI MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT: PERLUKAH? 1

UUD sebagai Sumber Utama Hukum Tata Negara

KEDUDUKAN KETETAPAN MPR DALAM SISTEM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN INDONESIA Oleh: Muchamad Ali Safa at

PERKEMBANGAN PENGATURAN SUMBER HUKUM DAN TATA URUTAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA Oleh: RETNO SARASWATI 1

PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA

2. Perumusan Dasar Negara oleh Pendiri Negara

Problematic MPR Decree Post Reform and After The Issuance of Law No. 12 of 2011

RANGKUMAN KN DEMOS KRATOS DEMOKRASI RAKYAT ARTI : RAKYAT MEMERINTAH PEMERINTAHAN. a) SEJARAH DEMOKRASI. b) PRINSIP DEMOKRASI

Tes Wawasan Kebangsaan Tes Intelejensi Umum Tes Karakterisik Pribadi

BAB I MASA AWAL KEMERDEKAAN INDONESIA

Latar Belakang Masalah

Rekonstruksi Kelembagaan MPR

BAB I PENDAHULUAN. didalam Undang-Undang Dasar 1945 Pembukaan alinea pertama Bahwa sesungguhnya

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Transkripsi:

SEJARAH PERKEMBANGAN UUD [18 Agustus 1945 dan Setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959] Dr. Herlambang Perdana Wiratraman Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Airlangga 2017

Pokok Bahasan UUD 1945 Konstitusi RIS 1949 UUD Sementara 1950 UUD 1945 setelah pemberlakuan kembali (1959-1999) UUD NRI 1945 Konteks Sosial-Politik Lahirnya UUD Prosedur, Bentuk dan Struktur UUD 1945

Literatur Joeniarto (1966) Sejarah Ketatanegaraan RI. Surabaya: Bina Aksara (hal. 86-120). Wiratraman, H.P. (2009) Kebebasan Berekspresi: Penelusuran Pemikiran dalam Konstitusi Indonesia, Jurnal Konstitusi, MK. Solly Lubis (1997) Pembahasan UUD 1945. Bandung: Alumni. (hal. 14-19) Adnan Buyung Nasution (1992) The Aspiration for Constitutional Government in Indonesia: A Socio-Legal Study of Indonesian Konstituante 1956-1959. Jakarta: Sinar Harapan. Jimly Asshidiqie (2008) Hukum Tata Negara Darurat. Jakarta: Rajawali Press. Manan, Bagir (2006) Prosedur dan Sistem Perubahan Konstitusi. Bandung: Alumni.

Pergantian/Perubahan Konstitusi Secara teoritik, pergantian konstitusi memungkinkan pengaruh pada perubahan struktur pemerintahan negara, perubahan dasar filsafat negara, tujuan negara atau juga kebijakan negara. Bagaimana dengan pergantian UUD di Indonesia? Apakah berubah struktur pemerintahan, dasar filsafat negara, tujuan negara, maupun kebijakan negara?

Oleh sebabnya, mengkaji pergantian konstitusi tidaklah sekadar menyandarkan kepuasan pada tekstualitas konstitusi tersebut (yuridis), melainkan mengkaji pula aspekaspek non-yuridis yang mempengaruhinya (sosial, ekonomi, politik, dan budaya).

UUD 945 BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha- Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, atau Dokuritu Zyunbi Tyoosakai), anggota dibagi habis dalam beberapa Bunkakai dan satu Panitia Hukum Dasar. Panitia Hukum Dasar mempunyai 19 anggota yang diketuai oleh Ir. Soekarno 28 Mei 1 Juni 1945 membahas dasar negara 10-17 Juli 1945, membahas bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, Rancangan Undang-Undang Dasar, ekonomi dan keuangan, pembelaan, pendidikan dan pengajaran PPKI, meskipun dibentuk pada 7 Agustus 1945, namun baru bersidang setelah Proklamasi Kemerdekaan, yaitu pada tanggal 18-22 Agustus 1945 (Bahar et.al. 1995: xvii).

Konstitusi RIS (27 Des 1949-...) Agresi I pada tahun 1947 dan Agresi II pada tahun 1948 untuk tujuan kembali menguasai kembali wilayah Republik Indonesia. Konferensi Meja Bundar (KMB), diselenggarakan di S-Gravenhage (atau Den Haag) pada 23 Agustus-2 November 1949. Konferensi ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Republik Indonesia dan Bijeenkomst voor Federal Overleg (BFO) yang dipimpin oleh Mr. Mohammad Roem, serta perwakilan Pemerintah Belanda dan Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Indonesia.

Dalam KMB ini telah disepakati tiga hal, 1. Mendirikan Negara Republik Indonesia Serikat (atau disingkat RIS); 2. Penyerahan Kedaulatan kepada RIS, yang meliputi: Piagam penyerahan kedaulatan dari Kerajaan Belanda kepada Pemerintah RIS; status uni; dan persetujuan perpindahan; 3. Mendirikan uni antara RIS dengan Kerajaan Belanda. Pertemuan untuk Permusyawaratan Federal, atau saat itu dikenal dengan delegasi PPF. Ketua BFO/PPF saat itu adalah Sultan Hamid II yang pula merupakan Utusan Kalimantan Barat. UNCI (United Nations Commission for Indonesia), dibentuk oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

UUD Sementara 1950 (17 Agustus 1950) 19 Mei 1950: Pemerintah RI dan Pemerintah RIS untuk kembali ke NKRI sebagai mandat dari proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 Pembentukan Panitia Bersama, hasilnya diserahkan pada Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), serta Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat Republik Indonesia Serikat. Persidangan 19-20 Juli 1950: Panitia Bersama diketuai oleh Prof. Dr. R. Soepomo (mewakili RIS) dan Mr. Abdul Hakim (mewakili RI).

Hasil panitia ini dituangkan dalam Rentjana Konstitusi Sementara Republik Indonesia (disusun oleh Panitya-Bersama Republik Indonesia Serikat dan Republik Indonesia). UUD Sementara Republik Indonesia, atau disebut UUDS) diberlakukan secara resmi ditetapkan melalui Undang-Undang No. 7 Tahun 1950, tertanggal 17 Agustus 1950

UUD 1945 Pasca Dekrit Presiden 1959 Alasan pemberlakuan kembali UUDS 1950 dipandang tidak sesuai, sehingga kembali ke konsep Indonesia dalam UUD 1945 sebagai Negara Kesatuan Badan Konstituante (544 orang yang dipilih dalam Pemilu 1955, dilantik 1956) mulai bekerja sebagai penyusun konstitusi, namun hingga tahun 1959 belum mencapai kata bulat sebagai UUD.

Tiadanya bulat kesepakatan UUD lebih disebabkan tiadanya kesepakatan Konstituante tentang Dasar Filsafat Negara untuk dicantumkan dalam UUD. Sebagian besar anggota Konstituante menyampaikan pemberitahuan kepada Presiden bahwa mereka tidak akan menghadiri sidang lagi untuk menyusun UUD (Lubis 1997: 16; Konsiderans Dekrit Presiden 5 Juli1959 alinea 2).

Pertentangan meluas tidak hanya di Konstituante, namun juga ke DPR, Badan Perwakilan, badan-badan pemerintahan, swasta dan bahkan di kalangan masyarakat (Joeniarto 1966: 89). Tekanan militer (khususnya AD) untuk kembali ke UUD 1945 dan sejumlah pemberontakan di daerah (utamanya DI/TII)

Aspirasi Konstitusi (Nasution, A.B. 1992: 403-423) Perdebatan yang tajam dalam Konstituante sesungguhnya terkait dengan Dasar Negara (ideological conflict), namun sudah banyak yang dicapai secara maju dalam putusan-putusannya, meliputi: Komitmen pada demokrasi Komitmen pada hak asasi manusia Pengakuan atas problem kekuasaan Konsep Constitutional Government Î berdasarkan procedural ethics, serta pengakuan atas pluralisme dan pembatasan kekuasaan Problem utama kegagalan Konstituante: tentara dan Presiden (Soekarno) menjauhkan diri dari Konstituante, begitu juga tentara yang menjaga jarak dengan Soekarno, meskipun akhirnya keduanya melakukan oposisi terhadap Konstituante (Buyung 1992: 414).

Bentuk Hukum Pemberlakuan Kembali UUD 1945 Proses awal: Soekarno menyampaikan amanatnya di depan Konstituante 22 April 1959, memuat anjuran supaya kembali ke UUD 1945. Konstituante merespon dengan beberapa kali sidang, namun tidak pula berhasil menetapkan sikap dan keputusan apakah kembali ke UUD 1945 atau tidak (?) - (Konsiderans Dekrit Presiden 5 Juli 1959 alinea 1). Dekrit Presiden 5 Juli 1959, dimuat dalam Keputusan Presiden No. 150 Tahun 1959, dan dilampiri dengan UUD 1945 lengkap dengan penjelasannya, diundangkan Lembaran Negara RI Tahun 1959 No. 75.

Dictum Dekrit Presiden 1959: a. Menetapkan pembubaran Konstituante b. Menetapkan UUD 1945 berlaku lagi bagi segenap bangsa Indonesia terhitung mulai tanggal penetapan dekrit itu c. Tidak berlakunya lagi UUD Sementara d. Pembentukan MPRS yang terdiri dari anggota-anggota DPR ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-2 dan golongan-2. e. Pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara

Lalu, apa dasar hukumnya Dekrit? Prof Mr. Muh Yamin: Hukum Darurat / Hukum Darurat Ketatanegaraan : terpaksa menempuh satu-satunya jalan untuk menyelamatkan Negara Proklamasi.. Memorandum DPRGR mengenai Sumber Tertib Hukum RI dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan RI yang telah diterima MPRS melalui TAP No. XX/MPRS/1966: Hukum Darurat Negara

Hukum Darurat Negara? Staatsnoodrecht: Objektif/Konstitusional Subjektif/Extrakonstitusional (Joeniarto 1966: 107) Hukum Tata Negara Darurat diterjemahkan staatsnoodrecht, yang membahas mengenai hukum negara darurat atau negara dalam keadaan bahaya (nood) (Asshidiqie 2008: 18). Perkataan nood dalam staatsnoodrecht menunjuk pada keadaan darurat negara, sedangkan nood dalam noodstaatsrecht menunjuk kepada pengertian keadaan hukumnya yang bersifat darurat. Noodstaatsrecht sama dengan Objectieve Staatsnoodrecht

Struktur UUD 1945 setelah pemberlakuan kembali (1959) UUD 1945 (1945-1949) Terdiri dari 3 bagian: (1) Pembukaan UUD/4 alinea; (2) Batang Tubuh UUD/16 bab 37 pasal; (3) Penutup/Aturan Peralihan-4 pasal dan Aturan Tambahan-2 ayat UUD 1945 pasca Dekrit Presiden 1959 (1959-1999) Terdiri dari 3 bagian: (1) Pembukaan UUD/4 alinea; (2) Batang Tubuh UUD/16 bab 37 pasal, Aturan Peralihan dan Aturan Tambahan; (3) Penjelasan Sumber: M. Yamin, Naskah Persiapan UUD 1945 (1960: 77), dalam Joeniarto (1966: 31-34) LN 1959 No. 75, secara teoritik penjelasan berkedudukan sebagai penafsiran otentik

Praktek Ketatanegaraan sekitar Dekrit Presiden Demokrasi Parlementer bergeser ke Demokrasi Terpimpin (10 Februari 1959, dalam sidang Kabinet Karya, dan melalui Putusan Dewan Menteri Mengenai Pelaksanaan Demokrasi Terpimpin dalam Rangka Kembali ke UUD 1945, 19 Februari 1959)

Manifesto Politik RI (Penemuan Kembali Revolusi Kita) sebagai GBHN oleh Presiden Soekarno (melalui Penetapan Presiden No. 1 Tahun 1960: sebelum MPR terbentuk maka manifesto politik RI yang diucapkan pada tanggal 17 Agustus 1959 adalah garis-garis besar daripada haluan Negara ) diperkuat melalui TAP No. I/MPRS/1960/sd.I (sidang pertama setelah MPRS terbentuk) Mengapa Soekarno tetap menjadi Presiden setelah diberlakukannya kembali UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 1959? Apa dasarnya? Peraturan Peralihan Pasal 2 UUD 1945. Soekarno sebagai Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang RI.