No. 01/01/5108/Th. IV, 3 Januari 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DESEMBER 2016 KOTA SINGARAJA INFLASI 0,63 PERSEN Pada bulan Desember 2016 Kota Singaraja mengalami inflasi sebesar 0,63 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,10. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari Desember) 2016 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2016 terhadap Desember 2015) sebesar 4,57 persen. Inflasi ditandai dengan peningkatan indeks yang terjadi pada kelompok bahan makanan 1,98 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,52 persen; kelompok sandang 0,10 persen; kelompok kesehatan 0,04 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,03 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,01 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga tidak mengalami perubahan indeks. Komoditas yang mengalami peningkatan harga selama bulan Desember 2016 antara lain: cabai rawit, bensin, tarif pulsa ponsel, bayam, ikan layang/benggol, jeruk, cumi-cumi, buncis, rokok putih, mie kering instan, kentang, ketimun, tarif listrik, sawi hijau, celana panjang jeans, udang basah, kangkung bawang putih, cakalang/sisik, kemeja pendek, kembung rebus, setrika, teri, garam, bir, sabun wajah, sabun cair/cuci piring, susu untuk balita, bumbu masak jadi, minuman ringan, pelembab, daging sapi, susu bubuk, minuman kesegaran. Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: daging ayam ras, daging ayam kampung, telur ayam ras, cabai merah, pisang, apel, bawang merah, minyak goreng, kacang panjang, teri, pepaya, tomat sayur, tongkol/ambu-ambu. Inflasi terjadi di 78 kota dan deflasi terjadi di 4 kota dari seluruh kota yang menghitung angka inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 2,25 persen dan terendah di Padangsidimpuan dan Tembilahan masing-masing sebesar 0,02 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Manado 1,52 persen dan terendah di Tegal 0,09 persen. Jika diurutkan dari kota yang mengalami inflasi tertinggi, maka Kota Singaraja menempati urutan ke-28 setelah kota Bandung. Hasil pemantauan BPS pada bulan Desember 2016, Kota Singaraja mengalami inflasi sebesar 0,63 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 134,25 pada November 2016 menjadi 135,10 pada Desember 2016. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari - Desember) 2016 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2016 terhadap Desember 2015) sebesar 4,57 persen. Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukan oleh naiknya indeks kelompok bahan makanan 1,98 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,52 persen; kelompok sandang 0,10 persen; kelompok kesehatan 0,04 persen; kelompok makanan jadi, minuman, Berita Resmi Statistik Kabupaten Buleleng No. 01/01/5108/Th. IV, 3 Januari 2017 1
rokok dan tembakau 0,03 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,01 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga tidak mengalami perubahan indeks. Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Desember 2016 antara lain cabai rawit, bensin, tarif pulsa ponsel, bayam, ikan layang/benggol, jeruk, cumi-cumi, buncis, rokok putih, mie kering instan, kentang, ketimun, tarif listrik, sawi hijau, celana panjang jeans, udang basah, kangkung bawang putih, cakalang/sisik, kemeja pendek, kembung rebus, setrika, teri diawetkan, garam, bir, sabun wajah, sabun cair/cuci piring, susu untuk balita, bumbu masak jadi, minuman ringan, pelembab, daging sapi, susu bubuk, minuman kesegaran. Pada bulan Desember 2016 kelompok-kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: kelompok bahan makanan 0,5655; kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,0552; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,0059; kelompok sandang 0,0039; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,0027; kelompok kesehatan 0,0012. Gambar 1 Perkembangan Inflasi Kota Singaraja Desember 2015 Desember 2016 4.02 3.52 3.02 2.52 2.02 1.52 1.02 0.52 0.02 1.54 1.03 0.81 0.02 0.13 0.88 0.80 0.07 0.78 0.63-0.48-0.98-0.28-0.06-0.32 Tabel 1 Sumbangan (Andil) Inflasi/Deflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Singaraja Desember 2016 Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi (1) (2) Umum 0,6344 1. Bahan Makanan 0,5655 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,0059 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0,0027 4. Sandang 0,0039 5. Kesehatan 0,0012 6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,0000 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 0,0552 2 Berita Resmi Statistik Kabupaten Buleleng No. 01/01/5108/Th. IV, 3 Januari 2017
Tabel 2 Laju Inflasi Kota Singaraja Desember 2016, Tahun Kalender Desember 2016, dan Desember 2016 terhadap Desember 2015 menurut Kelompok Pengeluaran Kelompok Pengeluaran IHK November 2016 IHK Desember 2016 Laju Inflasi Desember 2016 *) Laju Inflasi Tahun 2016 **) Laju Inflasi Tahun ke Tahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Umum 134,25 135,10 0,63 4,57 4,57 Bahan Makanan 143,07 145,90 1,98 9,98 9,98 Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 143,89 143,93 0,03 4,08 4,08 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 132,88 132,89 0,01 1,83 1,83 Sandang 133,03 133,16 0,10 8,47 8,47 Kesehatan 112,37 112,41 0,04 4,65 4,65 Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 121,65 121,65 0,00 6,24 6,24 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 117,48 118,09 0,52-3,48-3,48 *) Persentase perubahan IHK Desember 2016 terhadap bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Desember 2016 terhadap bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK Desember 2016 terhadap bulan Desember 2015 5.00 Gambar 2 Laju Inflasi Kota Singaraja bulan Desember tahun 2016 Menurut Kelompok Pengeluaran 1.98 0.52 0.10 0.04 0.00 0.03 0.01 0.00 BAHAN MAKANAN TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN SANDANG KESEHATAN MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN Laju inflasi Desember 2016 sebesar 0,63 persen, laju inflasi tahun kalender (Januari Desember) 2016 sebesar 4,57 persen, dan laju inflasi Desember 2016 terhadap Desember 2015) sebesar 4,57 persen. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2015 : inflasi Desember 2015 sebesar 1,54 persen, laju inflasi tahun kalender (Januari Desember) 2015 dan laju in (Desember 2015 terhadap Desember 2014) sebesar 2,97 persen. Tabel 3 Inflasi Bulanan, Tahun kalender, dan Year on Year, di Kota Singaraja Tahun 2015 2016 Inflasi 2015 2016 (1) (2) (3) 1. Desember 1,54 0,63 2. Kumulatif Tahunan 2,97 4,57 3. Desember (Y on Y) 2,97 4,57 Berita Resmi Statistik Kabupaten Buleleng No. 01/01/5108/Th. IV, 3 Januari 2017 3
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN 1. Bahan Makanan Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Desember 2016 sebesar 145,90 sedangkan bulan sebelumnya sebesar 143,07 sehingga mengalami inflasi sebesar 1,98 persen. Dari sebelas subkelompok yang termasuk didalam kelompok ini, lima subkelompok mengalami peningkatan indeks atau inflasi yaitu: subkelompok bumbu-bumbuan 16,15 persen; subkelompok sayur-sayuran 1,61 persen; subkelompok ikan segar 1,10 persen; subkelompok ikan diawetkan 0,79 persen; subkelompok padipadian, umbi-umbian dan hasilnya 0,08 persen. Sedangkan enam subkelompok lainnya mengalami penurunan indeks atau deflasi yaitu: subkelompok daging dan hasil-hasilnya 2,63 persen; subkelompok buah-buahan sebesar 2,52 persen; subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 2,38 persen; subkelompok lemak dan minyak 1,32 persen; subkelompok bahan makanan lainnya 0,21 persen serta subkelompok kacang-kacangan 0,05 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar pada kelompok ini adalah: cabai rawit 0,7519 persen; bayam 0,0177 persen; layang/benggol 0,0134 persen; jeruk 0,0123 persen; cumicumi 0,0106 persen; buncis 0,0092 persen; mie kering instan 0,0075 persen; kentang 0,0075 persen; ketimun 0,0067 persen; sawi hijau 0,0052 persen; udang basah 0,0046 persen; kangkung 0,0046 persen; bawang putih 0,0037 persen; cakalang/sisik 0,0035 persen; kembung rebus 0,0025 persen; teri 0,0018 persen; garam 0,0014 persen; susu untuk balita 0,0003 persen; bumbu masak jadi 0,0003 persen; daging sapi 0,0001 persen; susu bubuk 0,0001 persen. Sedangkan urutan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar di kelompok ini adalah: daging ayam ras 0,0533 persen; daging ayam kampung 0,0437 persen; telur ayam ras 0,0420 persen; cabai merah 0,0336 persen; pisang 0,0233 persen; apel 0,0180 persen; bawang merah 0,0152 persen; minyak goreng 0,0136 persen; kacang panjang 0,0115 persen; teri 0,0088 persen; pepaya 0,0078 persen; tomat sayur 0,0073 persen; tongkol/ambu-ambu 0,0072 persen; kelapa 0,0044 persen; salak 0,0040 persen; daging babi 0,0035 persen; susu untuk bayi 0,0011 persen; kacang tanah 0,0006 persen; wortel 0,0003 persen; emping mentah 0,0001 persen; kacang kedelai 0,0001 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,5655 persen. 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Desember 2016 adalah sebesar 143,93 sedangkan bulan sebelumnya sebesar 143,89 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,03 persen. Dari tiga subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, satu subkelompok tidak mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok makanan jadi. Subkelompok tembakau dan minuman beralkohol mengalami peningkatan indeks atau inflasi sebesar 0,20 persen. Sedangkan subkelompok minuman yang tidak beralkohol mengalami penurunan indeks/deflasi sebesar 0,09 persen. Komoditas pada kelompok pengeluaran ini yang memberikan andil terhadap inflasi adalah rokok putih 0,0086 persen; bir 0,0011 persen; minuman ringan 0,0002 persen; minuman kesegaran 0,0001 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi di kelompok ini adalah gula pasir 0,0041 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0059 persen. 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar pada bulan Desember 2016 adalah 132,89 sedangkan bulan sebelumnya 132,88 mengalami inflasi sebesar 0,01 persen. Dari empat 4 Berita Resmi Statistik Kabupaten Buleleng No. 01/01/5108/Th. IV, 3 Januari 2017
subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu: subkelompok perlengkapan rumahtangga 0,10 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan dan air 0,03 persen. Satu subkelompok mengalami penurunan indeks/deflasi yaitu subkelompok penyelenggaraan rumahtangga sebesar 0,01 persen. Sedangkan subkelompok biaya tempat tinggal tidak mengalami perubahan indeks. Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah : tarif listrik 0,0067 persen; setrika 0,0023 persen; sabun cair/cuci piring 0,0004 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi di kelompok ini adalah bahan bakar rumahtangga 0,0052 persen; kompor 0,0009 persen; sabun detergen bubuk/cair 0,0006 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0027 persen. 4. Sandang Indeks kelompok sandang pada bulan Desember 2016 adalah 133,16 sedangkan bulan sebelumnya 133,03 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,10 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu: subkelompok sandang laki-laki 0,39 persen dan subkelompok sandang wanita 0,21 persen. Subkelompok barang pribadi dan sandang lain mengalami penurunan indeks/deflasi sebesar 0,77 persen. Sedangkan subkelompok sandang anak-anak tidak pengalami perubahan indeks. Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah : celana panjang jeans 0,0052 persen; kemeja pendek 0,0026 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi di kelompok ini adalah emas perhiasan 0,0039 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0039 persen. 5. Kesehatan Indeks kelompok kesehatan pada bulan Desember 2016 sebesar 112,41 sedangkan bulan sebelumnya sebesar 112,37 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,04 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, hanya satu subkelompok yang mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu: subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,07 persen. Sedangkan tiga subkelompok lainnya yaitu subkelompok jasa kesehatan, subkelompok obat-obatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan indeks. Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah sabun wajah 0,0010 persen dan pelembab 0,0002 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0012 persen. 6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Desember 2016 adalah 121,65 sedangkan bulan sebelumnya juga sebesar 121,65 sehingga kelompok pengeluaran ini tidak mengalami inflasi ataupun deflasi. 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Indeks kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan Desember 2016 adalah 118,09 sedangkan bulan sebelumnya sebesar 117,48 sehingga kelompok pengeluaran ini mengalami inflasi sebesar 0,52 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok yang mengalami peningkatan indeks yaitu: subkelompok komunikasi dan pengiriman 1,06 persen dan subkelompok transpor sebesar 0,48 persen. Sedangkan dua subkelompok lainnya yaitu Berita Resmi Statistik Kabupaten Buleleng No. 01/01/5108/Th. IV, 3 Januari 2017 5
subkelompok sarana dan penunjang transpor serta subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks. Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah : bensin sebesar 0,0340 persen dan tarif pulsa ponsel sebesar 0,0212 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0552 persen. Tabel 4 Indeks Harga Konsumen Kota Singaraja Bulan November 2016 dan Desember 2016, Perubahannya, serta Sumbangan Inflasi (2012=100) Kelompok/Subkelompok Indeks November Indeks Desember Perubahannya (%) Sumbangan Inflasi 2016 2016 (1) (2) (3) (4) (5) UMUM 134,25 135,10 0,63 0,6344 I. BAHAN MAKANAN 143,07 145,90 1,98 0,5655 a. Padi-padian, Umbi-umbian, danhasilnya 133,21 133,31 0,08 0,0075 b. Daging dan Hasil-hasilnya 135,56 132,00-2,63-0,1004 c. Ikan Segar 119,60 120,91 1,10 0,0161 d. IkanDiawetkan 103,04 103,85 0,79 0,0043 e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 129,47 126,39-2,38-0,0427 f. Sayur-sayuran 130,57 132,67 1,61 0,0318 g. Kacang-kacangan 158,56 158,48-0,05-0,0007 h. Buah-buahan 157,68 153,70-2,52-0,0408 i. Bumbu-bumbuan 251,12 291,68 16,15 0,7085 j. LemakdanMinyak 115,36 113,84-1,32-0,0180 k. BahanMakananLainnya 131,00 130,73-0,21-0,0001 II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK, DAN TEMBAKAU 143,89 143,93 0,03 0,0059 a. Makanan Jadi 141,86 141,86 0,00 0,0000 b. Minuman Tidak Beralkohol 135,32 135,20-0,09-0,0038 c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 157,87 158,18 0,20 0,0097 III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS, DAN BAHAN BAKAR 132,88 132,89 0,01 0,0027 a. Biaya Tempat Tinggal 135,47 135,47 0,00 0,0000 b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 128,17 128,21 0,03 0,0015 c. Perlengkapan Rumahtangga 141,34 141,48 0,10 0,0014 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 114,97 114,96-0,01-0,0002 IV. SANDANG 133,03 133,16 0,10 0,0039 a. Sandang Laki-Laki 142,44 143,00 0,39 0,0052 b. Sandang Wanita 124,09 124,35 0,21 0,0026 c. Sandang Anak-Anak 136,75 136,75 0,00 0,0000 d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 125,80 124,83-0,77-0,0039 V. KESEHATAN 112,37 112,41 0,04 0,0012 a. Jasa Kesehatan 104,63 104,63 0,00 0,0000 b. Obat-obatan 118,84 118,84 0,00 0,0000 c. Jasa Perawatan Jasmani 111,05 111,05 0,00 0,0000 d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 118,12 118,20 0,07 0,0012 VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 121,65 121,65 0,00 0,0000 a. Pendidikan 128,70 128,70 0,00 0,0000 b. Kursus-kursus/Pelatihan 101,38 101,38 0,00 0,0000 c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 119,29 119,29 0,00 0,0000 d. Rekreasi 107,82 107,82 0,00 0,0000 e. Olahraga 103,03 103,03 0,00 0,0000 VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI, DAN JASA KEUANGAN 117,48 118,09 0,52 0,0552 a. Transpor 126,87 127,48 0,48 0,0340 b. Komunikasi dan Pengiriman 94,98 95,99 1,06 0,0212 c. Sarana dan PenunjangTranspor 111,05 111,05 0,00 0,0000 d. Jasa Keuangan 126,32 126,32 0,00 0,0000 6 Berita Resmi Statistik Kabupaten Buleleng No. 01/01/5108/Th. IV, 3 Januari 2017
PERBANDINGAN INFLASI KOTA SINGARAJA DENGAN KOTA LAIN DI INDONESIA DESEMBER 2016 Pada bulan Desember 2016 tercatat 78 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 2,25 persen dan terendah di Padangsidimpuan dan Tembilahan masing-masing sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,52 persen dan terendah di Tegal sebesar 0,09 persen. Tabel 5 Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi/Deflasi 82 Kota Bulan Desember 2016 No Kota IHK (%) (1) (2) (3) (4) 1 LHOKSEUMAWE 124,94 2,25 2 KUPANG 129,07 1,96 3 PANGKAL PINANG 133,40 1,95 4 JAYAPURA 128,65 1,76 5 TUAL 140,13 1,70 6 MAUMERE 121,86 1,65 7 SAMPIT 126,99 1,30 8 PALANGKARAYA 123,35 1,28 9 BALIKPAPAN 131,58 1,26 10 MANOKWARI 122,35 1,18 11 PALU 127,09 1,15 12 TANJUNG 127,47 1,02 13 MAMUJU 125,52 0,98 14 CILEGON 130,99 0,94 15 JEMBER 122,56 0,93 16 PONTIANAK 134,80 0,93 17 TANJUNG PANDAN 134,23 0,90 18 SAMARINDA 128,83 0,87 19 SINGKAWANG 125,54 0,83 20 BANJARMASIN 126,28 0,82 21 MATARAM 124,29 0,75 22 BANDA ACEH 119,94 0,71 23 BANDAR LAMPUNG 127,31 0,70 24 DENPASAR 123,10 0,69 25 PALEMBANG 124,96 0,67 26 TANGERANG 133,61 0,66 27 BANDUNG 125,28 0,63 28 SINGARAJA 135,10 0,63 29 BAU-BAU 128,87 0,59 30 MALANG 126,35 0,58 31 SURABAYA 125,77 0,56 32 PEMATANG SIANTAR 132,07 0,54 33 SUMENEP 123,01 0,53 Berita Resmi Statistik Kabupaten Buleleng No. 01/01/5108/Th. IV, 3 Januari 2017 7
...Lanjutan Tabel 5 No Kota IHK (%) (1) (2) (3) (4) 34 PARE-PARE 122,09 0,53 35 AMBON 125,85 0,53 36 TASIKMALAYA 124,43 0,48 37 BANYUWANGI 122,50 0,47 38 GORONTALO 121,78 0,47 39 SUKABUMI 125,09 0,45 40 MADIUN 122,74 0,45 41 SORONG 126,84 0,45 42 TARAKAN 136,60 0,41 43 PROBOLINGGO 123,08 0,38 44 PURWOKERTO 123,23 0,37 45 JAMBI 127,21 0,36 46 KEDIRI 122,56 0,36 47 YOGYAKARTA 123,21 0,35 48 TERNATE 130,27 0,32 49 MEULABOH 125,83 0,31 50 KUDUS 131,20 0,30 51 SURAKARTA 122,41 0,30 52 BULUKUMBA 130,24 0,30 53 SIBOLGA 132,51 0,29 54 MAKASSAR 126,44 0,29 55 PEKANBARU 127,95 0,27 56 DKI JAKARTA 126,27 0,27 57 BEKASI 123,07 0,27 58 PALOPO 123,78 0,27 59 BATAM 126,96 0,26 60 BIMA 129,11 0,26 61 WATAMPONE 120,27 0,24 62 MERAUKE 132,12 0,24 63 TANJUNG PINANG 126,01 0,21 64 SEMARANG 124,59 0,20 65 DEPOK 124,35 0,18 66 MEDAN 132,93 0,16 67 BOGOR 126,07 0,16 68 BENGKULU 135,03 0,14 69 METRO 134,08 0,13 70 KENDARI 121,68 0,13 71 SERANG 133,02 0,12 72 LUBUKLINGGAU 123,81 0,11 73 CILACAP 127,81 0,09 74 PADANG 133,48 0,07 75 DUMAI 127,63 0,07 76 CIREBON 121,16 0,06 77 PADANGSIDIMPUAN 125,36 0,02 78 TEMBILAHAN 129,89 0,02 79 TEGAL 122,49-0,09 80 BUNGO 124,35-0,11 81 BUKITTINGGI 126,29-0,57 82 MANADO 125,64-1,52 8 Berita Resmi Statistik Kabupaten Buleleng No. 01/01/5108/Th. IV, 3 Januari 2017
Informasi lebih lanjut hubungi: Eman Sulaeman, SST, MAP. Kepala BPS Kabupaten Buleleng Telp./fax.: 0362-22145 / 29747 E-mail: bps5108@bps.go.id