BADAN PUSAT STATISTIK No. 14/03/Th. XIV, 1 Maret 2011 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI FEBRUARI 2011 INFLASI 0,13 PERSEN Pada bulan terjadi inflasi sebesar 0,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen () sebesar 126,46. Dari 66 kota, 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singkawang 1,75 persen dengan 130,14 dan terendah terjadi di Sukabumi 0,01 persen dengan 125,28. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sumenep 0,80 persen dengan 122,05 dan terendah terjadi di Denpasar 0,01 persen dengan 127,03. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,47 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,40 persen; kelompok kesehatan 0,69 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,13 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,15 persen. Sedangkan deflasi terjadi pada kelompok bahan makanan 0,33 persen dan kelompok sandang 0,08 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2011 sebesar 1,03 persen dan laju inflasi year on year ( terhadap Februari 2010) sebesar 6,84 persen. Komponen inti pada bulan mengalami inflasi sebesar 0,31 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Februari) 2011 sebesar 0,81 persen dan laju inflasi komponen inti year on year ( terhadap Februari 2010) sebesar 4,36 persen. Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 66 kota pada bulan terjadi inflasi 0,13 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen () dari 126,29 pada bulan Januari 2011 menjadi 126,46 pada bulan. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2011 sebesar 1,03 persen dan laju inflasi year on year ( terhadap Februari 2010) sebesar 6,84 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,47 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,40 persen; kelompok kesehatan 0,69 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,13 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,15 persen. Sedangkan deflasi terjadi pada kelompok bahan makanan 0,33 persen dan kelompok sandang 0,08 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada bulan antara lain: ikan segar, tempe, jeruk, bawang merah, minyak goreng, rokok kretek filter, batu bata/tela, mobil, mie Berita Resmi Statistik No. 14/03/Th. XIV, 1 Maret 2011 1
kering instant, ikan diawetkan, bayam, tahu mentah, kelapa, nasi dengan lauk, rokok kretek, rokok putih, besi beton, tarif sewa rumah, upah tukang bukan mandor, tarif air minum PAM, obat dengan resep dan bensin. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: cabai merah, beras, daging ayam ras, tomat sayur, emas perhiasan, tomat buah, cabai hijau, cabai rawit dan tarif angkutan udara. Kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada bulan, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,08 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,09 persen; kelompok kesehatan 0,03 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,01 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,02 persen. Sedangkan kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan deflasi, yaitu : kelompok bahan makanan 0,09 persen dan kelompok sandang 0,01 persen. Tabel 1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota, Tahun Kalender 2011 dan Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) Kelompok Pengeluaran Februari 2010 Desember 2010 Februari 2011 Inflasi Bulan Februari 2011 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2011 2) Inflasi Tahun ke Tahun 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m (Headline) 118,36 125,17 126,46 0,13 1,03 6,84 1 Bahan Makanan 130,78 147,39 150,14-0,33 1,87 14,80 2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau 126,85 132,59 133,86 0,47 0,96 5,53 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 115,71 119,79 120,85 0,40 0,88 4,44 4 Sandang 118,21 126,76 126,85-0,08 0,07 7,31 5 Kesehatan 113,76 115,86 117,21 0,69 0,17 3,03 6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 114,30 117,86 118,51 0,13 0,55 3,68 7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa Keuangan 103,60 106,10 106,59 0,15 0,46 2,89 1) 2) 3) Persentase perubahan bulan terhadap bulan sebelumnya. Persentase perubahan bulan terhadap bulan Desember 2010 Persentase perubahan bulan terhadap bulan Februari 2010 Tabel 2 Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Nasional (2007=100) (persen) Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi (%) (1) (2) U M U M 0,13 1. Bahan Makanan -0,09 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0,08 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 0,09 4. Sandang -0,01 5. Kesehatan 0,03 6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0,01 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0,02 2 Berita Resmi Statistik No. 14/03/Th. XIV, 1 Maret 2011
Gambar 1 Perkembangan 66 Kota (2007=100), Februari 2010 160,00 155,00 150,00 145,00 140,00 135,00 130,00 125,00 120,00 115,00 110,00 105,00 100,00 Feb-10 Mrt-10 Apr-10 Mei-10 Jun-10 Jul-10 Ags-10 Sep-10 Okt-10 Nov-10 Des-10 Jan-11 Feb-11 Umum Bahan Makanan Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Gambar 2 Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Nasional (2007=100) Andil (%) 0,15 0,14 0,13 0,12 0,11 0,10 0,09 0,08 0,07 0,06 0,05 0,04 0,03 0,02 0,01 0,00-0,01-0,02-0,03-0,04-0,05-0,06-0,07-0,08-0,09-0,10 1 2 3 4 5 6 7 Umum 1. Bhn.makanan 2. Makanan jadi 3. Perumahan 4. Sandang 5. Kesehatan 6. Pendidikan 7. Transpor Berita Resmi Statistik No. 14/03/Th. XIV, 1 Maret 2011 3
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN 1. Bahan Makanan Kelompok bahan makanan pada bulan mengalami deflasi 0,33 persen atau terjadi penurunan indeks dari 150,64 pada Januari 2011 menjadi 150,14 pada. Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, 4 diantaranya mengalami deflasi sedangkan 7 subkelompok mengalami inflasi. Subkelompok yang mengalami deflasi tertinggi adalah subkelompok bumbu-bumbuan yang mencapai 2,21 persen dan terendah terjadi pada subkelompok padipadian, umbi-umbian dan hasilnya 1,01 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah subkelompok kacang-kacangan 2,32 persen dan terendah subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 0,21 persen. Kelompok ini pada memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,09 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain: cabai merah 0,10 persen; beras 0,07 persen; daging ayam ras 0,04 persen; tomat sayur 0,02 persen; tomat buah, cabai hijau dan cabai rawit masingmasing 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah ikan segar 0,03 persen; tempe, jeruk, bawang merah dan minyak goreng masing-masing 0,02 persen; mie kering instant, ikan diawetkan, bayam, tahu mentah dan kelapa masing-masing 0,01 persen. 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Kelompok ini pada mengalami inflasi 0,47 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 133,24 pada Januari 2011 menjadi 133,86 pada. Subkelompok-subkelompok yang terdapat pada kelompok ini pada bulan seluruhnya mengalami inflasi, yaitu : subkelompok makanan jadi 0,40 persen, subkelompok minuman yang tidak beralkohol 0,10 persen dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 1,08 persen. Kelompok ini pada secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,08 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi, yaitu : rokok kretek filter 0,02 persen; nasi dengan lauk, rokok kretek dan rokok putih masing-masing 0,01 persen. 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar Kelompok ini pada mengalami inflasi sebesar 0,40 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 120,37 pada bulan Januari 2011 menjadi 120,85 pada. Subkelompok yang ada pada kelompok ini pada bulan seluruhnya mengalami inflasi, yaitu: subkelompok biaya tempat tinggal 0,52 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan dan air 0,16 persen; subkelompok perlengkapan rumah tangga 0,22 persen dan subkelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,31 persen. Pada kelompok ini secara umum memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,09 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah batu bata/tela 0,02 persen; besi beton, tarif sewa rumah, upah tukang bukan mandor dan tarif air minum PAM masing-masing 0,01 persen. 4. S a n d a n g Kelompok sandang pada mengalami deflasi 0,08 persen, atau terjadi penurunan indeks dari 126,95 pada Januari 2011 menjadi 126,85 pada. 4 Berita Resmi Statistik No. 14/03/Th. XIV, 1 Maret 2011
Subkelompok yang mengalami deflasi pada bulan, yaitu : subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya sebesarnya 0,42 persen. Sedangkan subkelompok-subkelompok yang mengalami inflasi adalah subkelompok sandang laki-laki 0,45 persen; subkelompok sandang wanita 0,05 persen dan subkelompok sandang anak-anak 0,11 persen. Secara keseluruhan kelompok sandang pada bulan memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,01 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah emas perhiasan 0,02 persen. 5. K e s e h a t a n Kelompok kesehatan pada mengalami inflasi 0,69 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 116,41 pada bulan Januari 2011 menjadi 117,21 pada. Pada bulan seluruh subkelompok dalam kelompok ini mengalami inflasi, yaitu: subkelompok jasa kesehatan 0,38 persen; subkelompok obat-obatan 1,27 persen; subkelompok jasa perawatan jasmani 1,21 persen dan subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika 0,63 persen. Kelompok ini pada secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi 0,03 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah obat dengan resep 0,01 persen. 6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada mengalami inflasi 0,13 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 118,36 pada Januari 2011 menjadi 118,51 pada. Subkelompok-subkelompok yang mengalami inflasi pada bulan, yaitu: subkelompok pendidikan 0,09 persen; subkelompok kursus-kursus/pelatihan 0,07 persen; subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan 0,33 persen dan subkelompok rekreasi 0,08 persen dan subkelompok olahraga 0,13 persen. Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan memberikan sumbangan inflasi 0,01 persen. 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada mengalami inflasi 0,15 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 106,43 pada Januari 2011 menjadi 106,59 pada. Subkelompok yang mengalami inflasi, yaitu : subkelompok transpor 0,23 persen; subkelompok sarana dan penunjang transpor 0,14 persen dan subkelompok jasa keuangan 0,01 persen. Sedangkan subkelompok komunikasi dan pengiriman bulan ini mengalami deflasi 0,03 persen. Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan memberikan sumbangan inflasi 0,02 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah mobil 0,02 persen; bensin 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah tarif angkutan udara 0,01 persen. Berita Resmi Statistik No. 14/03/Th. XIV, 1 Maret 2011 5
PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN Laju inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2011 sebesar 1,03 persen dan dan laju inflasi year on year ( terhadap Februari 2010) sebesar 6,84 persen. Sedangkan laju inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2009 dan 2010 masing-masing 0,14 persen dan 1,14 persen. Sedangkan laju inflasi year on year untuk Februari 2009 terhadap Februari 2008 dan Februari 2010 terhadap Februari 2009 masing-masing sebesar 8,60 persen dan 3,81 persen. Tabel 3 Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Year on Year, Tahun 2009 2011 Inflasi 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) 1. Februari 0,21 0,30 0,13 2. (Januari - Februari) tahun kalender 0,14 1,14 1,03 3. Februari terhadap Februari (year on year) (tahun n) (tahun n-1) 8,60 3,81 6,84 Gambar 3 Perbandingan Inflasi Tahun Kalender (Januari-Februari) 2009-2011 1,10 0,80 Inflasi (%) 0,50 0,20-0,10 Jan 2009 2010 2011 Jan-Feb 6 Berita Resmi Statistik No. 14/03/Th. XIV, 1 Maret 2011
Gambar 4 Perbandingan Inflasi Year On Year, 2009-2011 10,00 9,00 8,00 7,00 Inflasi (%) 6,00 5,00 4,00 3,00 2,00 1,00 0,00 Jan-Jan Feb-Feb 2009 thd 2008 2010 thd 2009 2011 thd 2010 Berita Resmi Statistik No. 14/03/Th. XIV, 1 Maret 2011 7
PERBANDINGAN ANTARKOTA Pada bulan terjadi inflasi sebesar 0,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen () sebesar 126,46. Dari 66 kota, 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singkawang 1,75 persen dengan 130,14 dan terendah terjadi di Sukabumi 0,01 persen dengan 125,28. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sumenep 0,80 persen dengan 122,05 dan terendah terjadi di Denpasar 0,01 persen dengan 127,03. Perbandingan Antarkota di Pulau Sumatera Pada bulan dari kota-kota di wilayah pulau Sumatera yang berjumlah 16 kota, 11 kota diantaranya mengalami inflasi sedangkan 5 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pinang 1,21 persen dengan 129,18 dan inflasi terendah terjadi di Pakanbaru 0,06 persen dengan 125,64 sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Medan 0,58 persen dan terendah terjadi di Pematang Siantar 0,02 persen (lihat Tabel 4). Tabel 4 Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Kota-kota di Pulau Sumatera dengan Nasional (2007=100) K O T A Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1 Banda Aceh 125,76 0,47 2 Lhokseumawe 130,83 0,07 3 Sibolga 134,89 0,09 4 Pematang Siantar 130,50-0,02 5 Medan 127,36-0,58 6 Padang Sidempuan 129,39-0,06 7 Padang 133,00 0,44 8 Pekanbaru 125,64 0,06 9 Dumai 132,75 0,14 10 Jambi 131,85-0,32 11 Palembang 125,81-0,32 12 Bengkulu 133,35 0,19 13 Bandar Lampung 137,57 0,70 14 Pangkal Pinang 137,79 1,12 15 Batam 122,20 0,38 16 Tanjung Pinang 129,18 1,21 NASIONAL 126,46 0,13 8 Berita Resmi Statistik No. 14/03/Th. XIV, 1 Maret 2011
Perbandingan Antarkota di Pulau Jawa Pada bulan dari kota-kota di wilayah pulau Jawa yang berjumlah 23 kota, 13 kota diantaranya mengalami inflasi dan 10 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Depok dan Tangerang masing-masing 0,47 persen dengan masing-masing 126,24 dan 127,41 dan terendah terjadi di Sukabumi 0,01 persen dengan 125,28. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sumenep 0,80 persen dengan 122,05 dan deflasi terendah terjadi di Bandung 0,05 persen dengan 120,61 (lihat Tabel 5). Tabel 5 Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Kota-kota di Pulau Jawa dengan Nasional (2007=100) K O T A Inflasi/deflasi (%) (1) (2) (3) 1 Jakarta 123,76 0,21 2 Bogor 126,93 0,04 3 Sukabumi 125,28 0,01 4 Bandung 120,61-0,05 5 Cirebon 130,11-0,18 6 Bekasi 125,21 0,18 7 Depok 126,24 0,47 8 Tasikmalaya 127,69 0,21 9 Purwokerto 125,20 0,18 10 Surakarta 118,65-0,66 11 Semarang 125,11-0,12 12 Tegal 127,19-0,13 13 Yogyakarta 126,42 0,10 14 Jember 128,37-0,29 15 Sumenep 122,05-0,80 16 Kediri 124,38-0,10 17 Malang 125,87 0,14 18 Probolinggo 129,54 0,32 19 Madiun 130,10-0,16 20 Surabaya 124,86 0,30 21 Serang 130,34-0,38 22 Tangerang 127,41 0,47 23 Cilegon 126,99 0,07 NASIONAL 126,46 0,13 Berita Resmi Statistik No. 14/03/Th. XIV, 1 Maret 2011 9
Perbandingan Antarkota di Luar Pulau Jawa dan Sumatera Pada bulan dari kota-kota di wilayah luar pulau Jawa dan Sumatera yang berjumlah 27 kota, 16 kota mengalami inflasi dan 11 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singkawang 1,75 persen dengan 130,14 dan inflasi terendah terjadi di Palangkaraya dan Samarinda masing-masing 0,02 persen dengan masing-masing 129,39 dan 133,33. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jayapura 0,79 persen dengan 124,01dan terendah terjadi di Denpasar 0,01 persen dengan 127,03 (lihat Tabel 6). Tabel 6 Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Kota-kota di Luar Pulau Jawa dan Sumatera dengan Nasional (2007=100) K O T A Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1 Denpasar 127,03-0,01 2 Mataram 134,30-0,22 3 Bima 133,39-0,33 4 Maumere 137,09-0,59 5 Kupang 135,53 0,76 6 Pontianak 133,62 1,10 7 Singkawang 130,14 1,75 8 Sampit 128,00-0,22 9 Palangkaraya 129,39 0,02 10 Banjarmasin 130,82 0,80 11 Balikpapan 129,91 0,45 12 Samarinda 133,33 0,02 13 Tarakan 146,03 1,32 14 Manado 126,73 0,21 15 Palu 131,02 0,66 16 Watampone 139,62 0,12 17 Makassar 126,87-0,26 18 Pare-Pare 128,89-0,41 19 Palopo 133,26 0,40 20 Kendari 130,53 0,46 21 Gorontalo 127,15-0,07 22 Mamuju 130,06 1,15 23 Ambon 127,21 0,04 24 Ternate 126,83 0,36 25 Manokwari 138,05-0,10 26 Sorong 143,07-0,08 27 Jayapura 124,01-0,79 NASIONAL 126,46 0,13 10 Berita Resmi Statistik No. 14/03/Th. XIV, 1 Maret 2011
INFLASI KOMPONEN INTI FEBRUARI 2011 Komponen inti pada bulan mengalami inflasi sebesar 0,31 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 120,86 pada bulan Januari 2011 menjadi 121,24 pada bulan, dan komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi 0,32 persen, sedangkan komponen bergejolak mengalami deflasi 0,48 persen. Inflasi komponen inti, komponen yang harganya diatur pemerintah, dan komponen bergejolak untuk inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2011 masing-masing 0,81 persen; 0,58 persen dan 1,93 persen. Sedangkan inflasi year on year ( terhadap Februari 2010) masing-masing 4,36 persen; 5,34 persen dan 16,51 persen (lihat Tabel 7). Tabel 7 Laju Inflasi, Inflasi Tahun Kalender 2011 dan Inflasi Year on Year menurut Kelompok Komponen Komponen Februari 2010 Desember 2010 Inflasi Laju Inflasi Tahun Kalender 2011 Laju Inflasi Year on Year (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 118,36 125,17 126,46 0,13 1,03 6,84 Inti 116,18 120,27 121,24 0,31 0,81 4,36 Harga Diatur Pemerintah 113,94 119,34 120,03 0,32 0,58 5,34 Bergejolak 131,83 150,69 153,60-0,48 1,93 16,51 Dari tiga kelompok komponen tersebut komponen memberikan sumbangan inflasi terhadap inflasi nasional yaitu komponen inti 0,18 persen dan komponen yang harganya diatur pemerintah 0,06 persen. Sedangkan komponen bergejolak memberikan sumbangan deflasi 0,11 persen (lihat Tabel 8). Tabel 8 Dekomposisi Andil Inflasi Nasional (persen) Komponen Andil Inflasi (%) (1) (2) U m u m 0,13 1 Inti 0,18 2 Yang Harganya Diatur Pemerintah 0,06 3 Bergejolak -0,11 Berita Resmi Statistik No. 14/03/Th. XIV, 1 Maret 2011 11