J.Oto.Ktrl.Inst (J.Auto.Ctrl.Inst) Vol 5 (1), 2013 ISSN :

dokumen-dokumen yang mirip
Pembuatan Operator Training Simulator Proses Sintesis Pabrik Urea Menggunakan Fasilitas Function Block Pada Distributed Control System

J.Oto.Ktrl.Inst (J.Auto.Ctrl.Inst) Vol 5 (2), 2013 ISSN :

Pembuatan Operator Training Simulator Unit Metanasi Pabrik Amonia Menggunakan DCS Centum CS3000 Yokogawa

Proses Produksi Amonia

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Pupuk urea adalah pupuk buatan senyawa kimia organik dari CO(NH 2 ) 2,

PENGETAHUAN PROSES PADA UNIT SINTESIS UREA

PROSES PEMBUATAN PUPUK UREA

PABRIK PUPUK UREA DARI NH 3 DAN CO 2 DENGAN PROSES ACES

KINERJA REAKTOR UREA DC-101 DI PT. PUPUK ISKANDAR MUDA ABSTRAK

Pemodelan Kolom Distilasi Pabrik Petrokimia dengan Menggunakan Distributed Control System

Pembuatan Operator Training Simulator Unit Desulfurisasi Pabrik Amonia Menggunakan DCS DELTA-V Fisher Rosemount

III. METODOLOGI PENELITIAN

J.Oto.Ktrl.Inst (J.Auto.Ctrl.Inst) Vol 5 (2), 2013 ISSN :

ANALISIS KINERJA PROSES CO2 REMOVAL PADA KOLOM STRIPPER DI PABRIK AMONIAK UNIT 1 PT. PETROKIMIA GRESIK

MODEL SISTEM PAKAR TROUBLESHOOTING PROSES REAKTOR UREA DENGAN CLIPS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

FORMULASI SISTEMATIKA KNOWLEDGE-BASED ENGINEERING UNTUK PENANGANAN PERMASALAHAN PROSES DENGAN STUDI KASUS REAKTOR UREA PABRIK KALTIM-1

24 Desember 1959 didirikan pabrik pupuk urea pertama di Indonesia dan diberi nama PT Pupuk Sriwidjaja. Kapasitas terpasang

FORMULASI PENGETAHUAN PROSES MELALUI SIMULASI ALIRAN FLUIDA TIGA DIMENSI

Rancang Bangun Sistem Kontrol Level dan Pressure Steam Generator pada Simulator Mixing Process di Workshop Instrumentasi

Secara umum tahapan-tahapan proses pembuatan Amoniak dapat diuraikan sebagai berikut :

B T A CH C H R EAC EA T C OR

ERIKA MONA P.SIRAIT NIM:

NITROGEN. Nama Kelompok :

Analisa Pengaruh Variasi Pinch Point dan Approach Point terhadap Performa HRSG Tipe Dual Pressure

BAB I PENDAHULUAN. Dalam proses PLTU dibutuhkan fresh water yang di dapat dari proses

BAB II DISKRIPSI PROSES. 2.1 Spesifikasi Bahan Baku, Bahan Pendukung dan Produk. Isobutanol 0,1% mol

ANALISA EFISIENSI PERFORMA HRSG ( Heat Recovery Steam Generation ) PADA PLTGU. Bambang Setyoko * ) Abstracts

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tugas Akhir.

MODIFIED PROSES CLAUSE PADA BERBAGAI UMPAN GAS REKAYASA PROSES APRILIANA DWIJAYANTI NIM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II. DESKRIPSI PROSES

Diagram Fasa Zat Murni. Pertemuan ke-1

BAB I PENDAHULUAN. proses ini adalah untuk memisahkan sebuah campuran berdasarkan kecepatan

BAB III DINAMIKA PROSES

J.Oto.Ktrl.Inst (J.Auto.Ctrl.Inst) Vol 5 (2), 2013 ISSN :

BAB 7 INDUSTRI PUPUK. Pengantar

METODOLOGI PENELITIAN

DISTRIBUTED CONTROL SYSTEM CENTUM CS3000

PENGENDALIAN PROSES EVAPORASI PADA PABRIK UREA MENGGUNAKAN KENDALI JARINGAN SARAF TIRUAN

AUDIT ENERGI PADA WHB (WASTE HEAT BOILER) UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN PADA PROSES UREA (STUDI KASUS PADA PT PETROKIMIA GRESIK-JAWA TIMUR).

PABRIK PUPUK ZA (AMONIUM SULFAT) DARI AMONIAK DAN ASAM SULFAT DENGAN PROSES NETRALISASI

BAB I PENGANTAR. Prarancangan Pabrik Amonium Sulfat dari Amonia dan Asam Sulfat Kapasitas Ton/Tahun

Sulfur dan Asam Sulfat

Desain Kendali pada Sistem Steam Drum Boiler dengan Memperhitungkan Control Valve

AZAS TEKNIK KIMIA (NERACA ENERGI) PRODI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Kata kunci : Absorber, Konsentrasi Benfield, Laju Alir Gas Proses, Kadar CO 2, Reboiler Duty, Aspen Plus

II LANDA SAN TEO RI BAB II LANDASAN TEORI. Sulfamic acid juga dikenal sebagai asam amidosulfonic, asam amidosulfuric, asam

ALAT TRANSFER MASSA ABSORBER DAN STRIPPER

AMONIUM NITRAT (NH4NO3)

cukup diperlukan di Indonesia sebagai negara yang sebagian devisanya diperoleh

BAB V HASIL DAN ANALISIS

BAB IV TERMOKIMIA A. PENGERTIAN KALOR REAKSI

BAB I PENDAHULUAN NERACA MASSA DAN ENERGI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Tabel 1. Parameter yang digunakan pada proses Heat Exchanger [1]

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II DASAR TEORI. Laporan Tugas Akhir. Gambar 2.1 Schematic Dispenser Air Minum pada Umumnya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

OPTIMALISASI PEROLEHAN MINYAK MENGGUNAKAN PEMISAHAN SECARA BERTAHAP

DINAMIKA PROSES PENGUKURAN TEMPERATUR (Siti Diyar Kholisoh)

Before UTS. Kode Mata Kuliah :

PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

LAMPIRAN B PERHITUNGAN NERACA ENERGI

BAB V PERHITUNGAN KIMIA

III.11 Metode Tuning BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN IV.1 Alat Penelitian IV.2 Bahan Penelitian IV.3 Tata Laksana Penelitian...

PENENTUAN INTERVAL WAKTU PERAWATAN PENCEGAHAN PADA PERALATAN SUB UNIT SINTESA UNIT UREA DI PT X MENGGUNAKAN SIMULASI MONTE CARLO

LAPORAN KERJA PRAKTEK 1 JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

...(2) adalah perbedaan harga tengah entalphi untuk suatu bagian. kecil dari volume.

LTM TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA Pemicu

DATA KESETIMBANGAN UAP-AIR DAN ETHANOL-AIR DARI HASIL FERMENTASI RUMPUT GAJAH

BAB IV HASIL ANALISA DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Single Flash System

Prarancangan Pabrik Propilen Glikol dari Propilen Oksid Kapasitas ton/tahun BAB I PENGANTAR. A. Latar Belakang

Sedangkan untuk hasil perhitungan dengan parameter tuning PID diperoleh :

VIII Sistem Kendali Proses 7.1

PENGARUH KENAIKKAN REFLUX RATIO TERHADAP KEBUTUHAN PANAS PADA KOLOM DISTILASI DENGAN DISTRIBUTED CONTROL SYSTEM (DCS)

BAB II DESKRIPSI PROSES. Titik didih (1 atm) : 64,6 o C Spesifik gravity : 0,792 Kemurnian : 99,85% Titik didih (1 atm) : -24,9 o C Kemurnian : 99,5 %

Prarancangan Pabrik Metil Salisilat dari Metanol dan Asam Salisilat Kapasitas Ton/Tahun BAB II DESKRIPSI PROSES. : jernih, tidak berwarna

BAB IV PROSES DENGAN SISTEM ALIRAN KOMPLEKS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINGKAT PERGURUAN TINGGI 2017 (ONMIPA-PT) SUB KIMIA FISIK. 16 Mei Waktu : 120menit

PABRIK AMMONIUM NITRAT DARI AMMONIA DAN ASAM NITRAT DENGAN PROSES FAUSER

II. PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES

II. DESKRIPSI PROSES. Precipitated Calcium Carbonate (PCC) dapat dihasilkan melalui beberapa

Cara Menggunakan Tabel Uap (Steam Table)

BAB II PEMILIHAN PROSES DAN URAIAN PROSES. Potassium karbonat memiliki beberapa nama lain yaitu : kalium karbonat, carbonate

Penurunan Bikarbonat Dalam Air Umpan Boiler Dengan Degasifier

Analisa Unjuk Kerja Heat Recovery Steam Generator (HRSG) dengan Menggunakan Pendekatan Porous Media di PLTGU Jawa Timur

BAB II. Prinsip Kerja Mesin Pendingin

BAB III SISTEM REFRIGERASI DAN POMPA KALOR

BAB II STUDI LITERATUR

BAB II. DISKRIPSI PROSES. bahan baku yang bervariasi. Berdasarkan bahan baku ada 2 proses komersial

Kesetimbangan Kimia. Bab 4

BAB 3 METODE PENGUJIAN DAN PENGAMBILAN DATA

Transkripsi:

J.Oto.Ktrl.Inst (J.Auto.Ctrl.Inst) Vol 5 (1), 2013 ISSN 2085-2517 Pembuatan Operator Training Simulator Unit Proses Stripping dan Purification pada Pabrik Urea Menggunakan Fasilitas Pemrograman Function Block pada Distributed Control System Samuel Yonathan, stiyanti kawati, dan Agus Samsi Program Studi Teknik Fisika - Institut Teknologi Bandung Abstrak Urea (CO(NH2)2) merupakan senyawa organik yang cukup banyak digunakan dalam dunia industri. Keberjalanan industri urea sendiri memerlukan pengawasan yang baik pada sistem kontrolnya. Hal ini membutuhkan peran operator handal yang mampu memahami karakteristik proses di lapangan serta tanggap terhadap berbagai situasi yang mungkin terjadi. Operator Training Simulator (OTS) merupakan salah satu sarana pelatihan yang cepat dan aman agar seorang operator dapat bekerja dengan baik. Pada penelitian ini, OTS dibangun menggunakan perangkat DCS Centum CS3000 Yokogawa untuk mensimulasikan unit proses stripping dan purification yang terdiri atas unit Stripper, High Pressure Decomposer, Low Pressure Decomposer, serta Flash Separator pada pabrik pupuk urea milik PT. Petrokimia Gresik. Untuk mensimulasikan proses digunakan pemodelan matematika berdasarkan hukum kekekalan massa dan energi mencakup perubahan laju aliran massa dan mol, serta perubahan laju temperatur keluaran fasa cair dan gas. Pemodelan diprogram menggunakan fasilitas Function Block milik DCS serta perangkat simulasi milik Matlab. Parameter model didapat dari literatur serta dari kondisi normal pabrik. Antarmuka simulator dibangun pada fasilitas Control Drawing untuk memudahkan pengguna memahami dinamika proses serta berkomunikasi dengan simulator dalam bentuk perubahan input. Dari hasil simulasi dan validasi terhadap data desain milik PT. Petrokimia Gresik didapatkan faktor kesalahan simulator paling tinggi sebesar 11,12% pada simulasi unit Low Pressure Decomposer. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan OTS telah layak merepresentasikan kondisi operasi normal plant nyata pada pabrik tersebut. Kata Kunci DCS, Operator Training Simulator, Stripping, Purification, HMI, Function Block Abstract Urea (CO (NH2)2) is an organic compound that usually used in industrial process. In the production of Urea, supervising of control system is the responsibility of the operator so that the operator should understand the production process. Operator Training Simulator (OTS) is a virtual plant that can help operator to learn production process. In this research, OTS was built using DCS Centum CS3000 to simulate stripping and purification proceses for Urea production. Those units consist of stripper unit, high pressure decomposer, low pressure decomposer and flash separator unit. All of units resemble a real plant at PT. Petrokimia Gresik. Matemathical model that was used in the simulation based on the equilibrium of mass and energy law, including calculation of mass flow velocity and mole, temperature changes velocity of liquid and gas phase output. The model was programed using Function Block facilitiy in DCS and Matlab software based on data literature and normal operation of a real plant at PT. Petrokimia Gresik. Interface of the simulator was built on control drawing facility to show the dynamic process and to communicate with simulator in the form of input changes. Validat ion was performed by comparing simulation results to real data from the plant. As a result, 11, 12 % error was found at low pressure decomposer unit. Keyword DCS, OTS, stripping, purification, HMI, function block. 29

J.Oto.Ktrl.Inst (J.Auto.Ctrl.Inst) Vol 5 (1), 2013 ISSN 2085-2517 1 Pendahuluan Urea (CO(NH2)2) merupakan senyawa yang organik yang berhasil disintesis dari senyawa anorganik amoniak (NH3) dan karbon dioksida (CO2). Urea banyak digunakan di dalam industri seperti pada pembuatan resin urea-formaldehid, bahan dasar melamin, dan makanan ternak. Untuk skala kecil, urea dapat digunakan sebagai bahan mentah industri fermentasi, industri farmasi, dan petroleum. Pada sebuah plant urea terdapat berbagai unit yang menunjang produksi pupuk urea. Unit -unit tersebut umumnya terbagi ke dalam 6 unit besar, antara lain unit sintesis, unit purifikasi (dekomposisi), unit konsentrasi, unit granulasi/prilling, unit pengolahan limbah cair, dan unit recovery. Setiap komponen pada unit tersebut terintegrasi satu sama lain oleh sebuah pengontrol. Pengontrol tersebut diawasi oleh operator-operator yang bertanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan dan kestabilan proses pada setiap unit di lapangan. Proses-proses tersebut dikontrol dengan menggunakan suatu sistem pengontrol dan Distributed Control System (DCS) yang merupakan salah satu sistem pengontrol yang umum digunakan dalam dunia industri proses. Pengoperasian DCS ini membutuhkan seorang operator handal yang mampu memahami karakteristik dari setiap komponen di lapangan. Komponen di lapangan meliputi karakteristik setiap unit serta karakteristik bahan baku unit tersebut, sehingga operator tersebut dapat mengoperasikan DCS dengan baik dan dapat mengatasi berbagai kondisi, baik kondisi normal maupun kondisi abnormal, mulai dari proses startup, shutdown, kondisi tunak, serta penanganan dalam keadaan darurat. Pelatihan untuk operator yang ada saat ini dirasa kurang mampu mengakomodasi seorang operator untuk dapat mengetahui proses di lapangan dengan cepat dan aman. Untuk itu, perlu dirancang suatu perangkat yang mempermudah operator dalam memahami kondisi dan karakteristik proses dalam keadaan apapun, yang dinamakan Operator Training Simulator. 2 Teori Dasar 2.1 Proses Pembuatan Urea Urea (NH2CONH2) dibentuk melalui reaksi kimia antara karbon dioksida (CO2) dan amoniak (NH3) melalui reaksi kesetimbangan seperti terlihat pada persamaan (1) dan (2) [1]. (1) (2) Persamaan (1) merupakan reaksi eksotermis dan sangat cepat mencapai kesetimbangan sementara persamaan (2) merupakan reaksi endotermis dan lambat mencapai kesetimbangan. Persamaan (1) dan (2) harus dijaga agar tidak terjadi pembentukan biuret. Biuret merupakan senyawa urea terkondensasi akibat temperatur yang tinggi dan bersifat racun pada tanaman karena mendekomposisi protein dan mengganggu metabolisme Nitrogen yang keduanya merupakan senyawa yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman [2]. Pembentukan biuret dapat dilihat pada reaksi persamaan (3) (3) 30

J.Oto.Ktrl.Inst (J.Auto.Ctrl.Inst) Vol 5 (1), 2013 ISSN 2085-2517 Penelitian ini mensimulasikan proses ACS by Toyo ngineering yang digunakan pada PT. Petrokimia Gresik. Subproses yang disimulasikan adalah proses stripping unit Stripper dan proses purification unit High Pressure Decomposer, Low Pressure Decomposer, dan Flash Separator. biuret Proses pembuatan urea proses ACS dapat dilihat pada bagan berikut NH 3 CO 2 Unit Sinthesis Unit Purifikasi Urea H 2O Unit Prilling Produk Urea Unit Konsentrasi Recovery Unit PCT H 2O Unit PCT Treated Process Condensat Gambar 11 Alur pembentukan urea proses ACS Pada prinsipnya proses pembuatan urea proses ACS adalah sebagai berikut [1] 1. Unit sintesis mereaksikan likuid NH3 dan gas CO2 di dalam reaktor, bersama dengan larutan recycle karbamat yang berasal dari unit recovery. Urea hasil sintesis kemudian dikirimkan ke unit purifikasi untuk dibersihkan/dimurnikan dari amonium karbamat dan excess amoniak setelah sebelumnya di-stripping oleh gas CO2 pada stripper. 2. Amonium karbamat yang tidak terkonversi serta excess amoniak dari unit sintesis diuraikan dan dipisahkan dengan cara penurunan tekanan dan pemanasan dengan 2 langkah penurunan tekanan, yakni pada 17,5 dan pada 2,5. Hasil penguraian berupa gas CO2 dan NH3 dikirim ke unit recovery sementara larutan urea yang sudah bersih dikirimkan ke unit kristalisasi. 3. Larutan urea bersih dari unit purifikasi kemudian dipanaskan pada kondisi vakum sehingga air yang masih terkandung dalam larutan urea berubah menjadi uap dan menaikkan konsentrasi urea. Proses ini dilakukan dalam 2 tahap untuk mencegah urea memadat terlalu cepat. Proses konsentrasi pertama akan meningkatkan konsentrasi urea dari 68% berat menjadi 84% berat. Sementara, proses konsentrasi kedua akan meningkatkan konsentrasi urea dari 84% berat menjadi 99,7% berat dan mengubah wujud urea menjadi kristal. 4. Kristal urea kemudian dikirimkan ke bagian atas prilling tower untuk dilelehkan dan didistribusikan merata ke distributor. Dari distributor lelehan dijatuhkan ke bawah sambil didinginkan oleh udara dari bawah yang akan menghasilkan produk urea butiran (prill). Produk urea tersebut kemudian dikirimkan menuju Bulk Storage dengan menggunakan belt conveyor. 2.2 Unit Proses Stripping Penelitian ini mensimulasikan unit stripper pada proses stripping, yaitu alat yang digunakan untuk memisahkan satu komponen atau lebih dari campurannya (solute) dengan menggunakan prinsip perbedaan kelarutan (Hukum Henry) [3]. Pada plant urea, Stripping adalah operasi pemisahan solute, dalam hal ini excess amoniak dan larutan 31

J.Oto.Ktrl.Inst (J.Auto.Ctrl.Inst) Vol 5 (1), 2013 ISSN 2085-2517 karbamat, dari fasa cair ke fasa gas [1]. Ini dilakukan dengan mengontakkan larutan urea yang berisi solute dengan pelarut gas CO2 secara berlawanan arah (counter-current flow). Gas CO2 dipilih karena gas tersebut tidak larut ke dalam cairan dan dapat mengikat CO2 yang terkandung dalam larutan solute. Selama proses stripping, faktor hidrolisis urea dan faktor pembentukan biuret menjadi faktor yang sangat penting untuk diperhatikan. 2.3 Unit Proses Purification [4] Pada penelitian ini, unit yang disimulasikan pada proses purifikasi adalah unit HP Decomposer, LP Decomposer dan Flash Separator. Pada prinsipnya, unit purification melakukan proses dekomposisi larutan karbamat menjadi gas NH3 dan gas CO2 dengan cara melakukan ekspansi tekanan dan pemanasan. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut (4) (5) 2.4 Operator Training Simulator Operator Training Simulator (OTS) merupakan sebuah sistem berbasis komputer untuk simulasi proses dan sistem kontrol industri yang umumnya diciptakan sebagai sarana pelatihan operator suatu pabrik atau industri, baik operator senior maupun operator muda, sehingga operator dapat merasakan pengalaman mengendalikan plant melalui simulasi. Plant dalam sebuah OTS merupakan virtual plant yang dirancang dengan memvisualisasikan hasil pemodelan matematika dari plant yang sesungguhnya sehingga karakteristik dari virtual plant tersebut menyerupai keadaan plant di lapangan. Pada penelitian ini OTS dibuat pada perangkat Distributed Control System (DCS). DCS sendiri merupakan sistem kontrol yang umum digunakan dalam dunia industri, yang mampu menghimpun serta mengakusisi data-data dari lapangan secara simultan dan memutuskan langkah mana yang akan dilakukan berdasarkan data tersebut secara simultan juga. DCS memiliki fitur yang dapat digunakan untuk membuat OTS yakni Function Block. Dengan menggunakan DCS, operator dapat lebih familiar dalam mempelajari simulasi sistem kontrol yang ada di lapangan. 3 Pembangunan Simulator 3.1 Pemodelan Penelitian ini menggunakan pemodelan yang diturunkan dari persamaan diferensial nonlinier berdasarkan hukum kekekalan massa dan hukum kekekalan energi. Pemodelan yang dilakukan pada simulator ini adalah laju aliran mol keluaran CO2, NH3 dan urea serta temperatur keluaran larutan dan gas urea beserta CO2 dan NH3 yang masih terkandung di dalamnya. Pemodelan laju aliran mol dan temperatur untuk seluruh sistem dianalogikan dengan reaksi pada reaktor, dengan asumsi perbandingan antara keluaran fasa cair dan gas adalah tetap berdasarkan kondisi desain, keluaran urea dan zat biuret dianggap telah diketahui, serta air dianggap tidak mempengaruhi sistem. Berikut adalah pemodelan untuk masing-masing unit 32

J.Oto.Ktrl.Inst (J.Auto.Ctrl.Inst) Vol 5 (1), 2013 ISSN 2085-2517 3.1.1 Pemodelan Stripper d m (c -c -c +c ) c c = + k e i,co2 i,co 2(l) o,co 2(l) o,co 2(g) o,co 2(g)_hid - o,co 2(g) o,co 2(g) 0 Stripper co2 Stripper Stripper (6) d m (c -c -c +c ) c c = + 2*k e i,nh3 i,nh 3(l) o,nh 3(l) o,nh 3(g) o,nh 3(g)_hid - o,nh 3(g) o,nh 3(g) 0 Stripper NH3 Stripper Stripper (7) d m (c -c -c ) c c = +k e i,urea i,urea o,urea o,urea_hidrolisis - RT o o,urea o,urea 0 Stripper urea Stripper Stripper (8) d m c ΔH Q c ΔH m T = (T-T ) - k e - + 0.5*k e - (T -T ) dt ρ *V V ρ Cp ρ Cp *V V ρ Cp ρ *V i ' - o,carb r steam " - o,urea r CO2 ' " carbamat urea o i o 0 0 CO2 o carb Stripper Stripper carb total carb total Stripper Stripper carb total carb Stripper (9) 3.1.2 Pemodelan Decomposer d m (c -c -c +c ) c c = * + k e i,co2 i,co 2(l),j,k o,co 2(l),j,k o,co 2(g),j,k o,co 2(g)_hid,j,k - o,co 2(g),j,k o,co 2(g),j,k 0 j,k co2 j,k j,k (10) d m (c -c -c +c ) c c = * + 2*k e i,nh 3,j,k i,nh 3(l),j,k o,nh 3(l),j,k o,nh 3(g),j,k o,nh 3(g)_hid,j,k - o,nh 3(g),j,k o,nh 3(g),j,k 0 j,k NH3 j,k j,k (11) d m (c -c -c ) c c = * + k e i,urea,j,k i,urea,j,k o,urea,j,k o,urea_hid,j,k - RT o o,urea,j,k o,urea,j,k 0 j,k urea j,k j,k (12) d m c ΔH Q c ΔH T = (T -T ) - k e + + 0.5*k e dt ρ *V V ρ Cp ρ Cp *V V ρ Cp ' " i,j ' - o,carb,j r - carbamat steam,j " RT r o o,urea,j urea,j o,j i,j o,j 0 0 carb j j carb,j total carb,j total j j carb,j total (13) ' " d m - ΔH RT r - ΔH ik, ' c o o,carb,k Q carb steam,k " c RT r o o,urea,k urea T o, k = (Ti,k -T o,k ) - k0 e + + 0.5*k0 e dt ρ *V V ρ Cp V Cp ρ V ρ Cp carb,k k k carb,k total k total carb,k k carb,k total m m arus_33 CO 2_stripping_gas,k + (Ta rus_33-t o,k ) + (TCO 2_stripping_gas,k-T o,k ) - x1 ρarus_33*vk ρ CO 2_stripping_gas,k *Vk (14) 3.1.3 Pemodelan Flash Separator d m (c -c -c -c ) c c = * + k e i,co2 i,co 2(l) o,co 2(l) o,co 2(g) o,co 2(g)_rx - o,co 2(g) o,co 2(g) 0 FlashSeparator co2 FlashSeparator FlashSeparator (15) d m (c -c -c -c ) c c = * + 2*k e i,nh3 i,nh 3(l) o,nh 3(l) o,nh 3(g) o,nh 3(g)_rx - o,nh 3(g) o,nh 3(g) 0 FlashSeparator NH3 FlashSeparator FlashSeparator (16) d c o,urea =(c i,urea -c o,urea +c urea_rx ) + k 0 e dt c - RT o o,urea V FlashSeparator (17) 33

J.Oto.Ktrl.Inst (J.Auto.Ctrl.Inst) Vol 5 (1), 2013 ISSN 2085-2517 dto m c ΔH = (T-T ) - k e - x dt ρ V ρ ' - i ' RT o o,carb carb i o 0 2 carb FlashSeparator carbcptotal (18) Berikut adalah tabel daftar simbol yang digunakan pada pemodelan di atas Tabel 4 Daftar simbol c i,x c o,x Cp x x1 x2 H Hx Hrx Laju aliran mol masukan sistem untuk komponen x (kmol/h) Laju aliran mol keluaran sistem untuk komponen x (kmol/h) Kalor spesifik pada tekanan tetap (kj/kg.k) nergi aktifasi reaksi hidrolisis urea (kj/kmol) nergi aktifasi reaksi pembentukan biuret (kj/kmol) Konstanta ekspansi unit Low Pressure Decomposer Konstanta ekspansi unit Flash Separator ntalpi (kj/kg) Perubahan entalpi (kj/kmol) Perubahan entalpi reaksi x (kj/h) k ' 0 '' k 0 i Qx R Tx Ti To Vx ρ x Konstanta laju reaksi karbamat (/s) Konstanta laju reaksi urea (/s) Total laju aliran massa masukan sistem (kg/h) Kalor komponen x (kj/h) Konstanta gas ideal (kj/kmol.k) Temperatur komponen x (K) Temperatur masukan sistem (K) Temperatur keluaran sistem (K) Volume sistem x (m 3 ) Massa jenis komponen x (kg/m 3 ) Subscript i j Input (masukan) High Pressure Decomposer o k Output (keluaran) Low Pressure Decomposer 3.2 Pembangunan Function Block Function Block berfungsi sebagai plant virtual yang mana akan mensimulasikan berbagai proses yang terjadi seperti pada plant nyata, yang dibangun dengan menggunakan algoritma matematika berdasarkan pemodelan di atas. Jenis blok yang digunakan antara lain blok MLD, MLD-PVI, PVI, CALCU, INTG, XP, dan PIO. 3.3 Pembangunan Human Machine Interface (HMI) Tujuan pembangunan HMI adalah untuk mempermudah pengoperasian simulasi plant. Oleh karena itu, HMI harus dibangun sedemikian rupa sehingga user dapat mengamati dan mengoperasikan simulator dengan mudah. Perangkat pada DCS yang digunakan dalam pembangunan HMI antara lain Faceplate, Tuning window, Graphics window dan Trend Group. Contoh HMI dapat dilihat pada Gambar 2 berikut 34

J.Oto.Ktrl.Inst (J.Auto.Ctrl.Inst) Vol 5 (1), 2013 ISSN 2085-2517 Gambar 12 HMI unit sintesis 4 Hasil dan Analisis 4.1 Hasil Simulasi Unit Stripper Berdasarkan hasil simulasi, OTS telah dapat melakukan simulasi unit stripper dengan faktor kesalahan simulasi paling besar hanya 0,69%. Faktor kesalahan terbesar ditunjukkan oleh simulasi laju keluaran temperatur fasa gas. Adapun faktor kesalahan lainnya sangat baik, yakni lebih kecil dari 0,3%. 4.2 Hasil Simulasi Unit HP Decomposer Berdasarkan hasil simulasi, OTS telah dapat melakukan simulasi unit HP Decomposer dengan faktor kesalahan yang cukup besar, yakni 20,78% untuk simulasi laju aliran mol komponen amoniak fasa gas. Berikut adalah tabel perbandingan hasil simulasi dengan data desain [4] Tabel 5 Hasil simulasi unit HP Decomposer Komponen Masukan Fasa Simulator Data Desain rror (%) Urea (kmol/j) CO2 (kmol/j) NH3 (kmol/j) Temperatur Keluaran (K) Liquid 981.3 981.15 0.15 0.02% Liquid 62.691 62.77 0.079 0.13% Gas 315.822 296.76 19.948 5.94% Liquid 381.242 381.29 0.048 0.01% Gas 551.406 615.24 144.654 20.78% Liquid 430.999 431 0.001 0.00% Gas 430.999 431 0.001 0.00% Faktor kesalahan yang cukup tinggi pada hasil simulasi keluaran gas amoniak disebabkan karena sensor di lapangan yang mengukur persen berat masing-masing komponen fasa gas diletakkan setelah laju aliran gas tersebut ditambah dengan laju aliran gas keluaran unit HP Decomposer dari tray bawah. Sementara, simulator tidak mensimulasikan 35

J.Oto.Ktrl.Inst (J.Auto.Ctrl.Inst) Vol 5 (1), 2013 ISSN 2085-2517 pembentukan gas pada tray bawah dari HP Decomposer [5]. Sehingga, data hanya divalidasi dengan data keluaran fasa liquid dari unit tersebut. 4.3 Hasil Simulasi Unit LP Decomposer Berdasarkan hasil simulasi, OTS telah dapat melakukan simulasi unit LP Decomposer dengan faktor kesalahan tertinggi sebesar 11,12% pada laju aliran mol keluaran karbon dioksida fasa likuid. Untuk komponen lain, faktor kesalahan yang ada pada saat simulasi cukup kecil yakni dibawah 0,4%. Faktor kesalahan ini muncul akibat adanya penjalaran kesalahan yang diteruskan dari unit HP Decomposer sampai unit Flash Separator. Penjalaran kesalahan ini mengakibatkan adanya selisih antara jumlah laju aliran massa dan mempengaruhi kalkulasi keluaran sistem. Selisih ini mengakibatkan nilai faktor kesalahan yang cukup tinggi. 4.4 Hasil Simulasi Unit Flash Separator Berdasarkan hasil simulasi, OTS telah dapat melakukan simulasi unit Flash Separator dengan faktor kesalahan tertinggi sebesar 7,18% pada laju aliran mol keluaran karbon dioksida fasa cair. Untuk simulasi komponen lain, diperoleh data faktor kesalahan yang cukup rendah yakni dibawah 3,6%. 4.5 Keterbatasan Simulator OTS yang dirancang masih memiliki keterbatasan-keterbatasan, antara lain belum dapat mensimulasikan kondisi startup dan shutdown, menggunakan beberapa asumsi dan pendekatan seperti pendekatan terhadap nilai kalor spesifik dan terhadap nilai perbandingan jumlah fluida fasa cair dan gas pada temperatur tertentu (liquid vapor equilibrium) dan pendekatan terhadap jumlah kalor steam yang masuk yang disesuaikan terhadap kondisi tunak. OTS juga belum dapat mensimulasikan komponen aktuator di lapangan seperti katup dan pompa. Keterbatasan lainnya adalah OTS tidak mensimulasikan secara kontinu laju aliran temperatur dari stripper menuju HP Decomposer karena diantara proses tersebut terdapat proses pertukaran kalor pada kondenser yang tidak disimulasikan pada OTS. 5 Kesimpulan Dapat disimpulkan bahwa OTS telah layak digunakan untuk melakukan simulasi kondisi tunak dari plant urea proses stripping dan purification milik PT. Petrokimia Gresik dengan faktor kesalahan tertinggi sebesar 11,12% pada simulasi laju aliran materi unit Low Pressure Decomposer. Faktor kesalahan terbesar ini disebabkan karena kurang tepatnya nilai liquid vapor equilibrium serta tidak dimodelkannya reaksi bolak-balik saat proses stripping terjadi. Adapun simulator ini valid digunakan pada rentang ±1% pada data masukan yang harus dimasukkan sebagai parameter pada simulator. 6 Daftar Pustaka [1] Petrokimia Gresik Group. 1991. Buku Petunjuk Operasi Manual, Gresik PT. Petrokimia Gresik. [2] Mikkelsen. 1990. R.," Biuret in urea fertilizer", Nutrient Cycling in Agroecosystems 26(1),311-318. 36

J.Oto.Ktrl.Inst (J.Auto.Ctrl.Inst) Vol 5 (1), 2013 ISSN 2085-2517 [3] Perry, R.H., and D.W. Green. 1997. Perry's Chemical ngineers' Handbook, 7th ed., New York McGraw -Hill Inc. [4] Ningtyas, M.F., and S.H. Maula. 2011. "Laporan Praktek Kerja Departemen Produksi I Unit Urea PT Petrokimia Gresik", Laporan Kerja Praktik Program Studi Teknik Kimia, Universitas 11 Maret Surakarta. [5] PT Petrokimia Gresik. 1991. "Process Flow Diagram (Direct Prilling Process)". 37