IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM. Kabupaten Way Kanan merupakan salah satu wilayah pemekaran dari wilayah

IV. KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM WILAYAH

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. memiliki aksesibilitas yang baik sehingga mudah dijangkau dan terhubung dengan

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Margosari adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Pagelaran Utara

BAB V GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Desa Banjar termasuk salah satu wilayah di Kecamatan Banjar Kabupaten

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Cidokom Kecamatan Rumpin. Kecamatan Leuwiliang merupakan kawasan

Seminar Nasional BKS PTN Barat Manurung et al.: Implementasi Pemupukan Kelapa Sawit 643 Bandar Lampung, Agustus 2014

KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Provinsi Jawa Tengah secara geografis berada pada koordinat ' 19" BT

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV KEADAAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN. Berdasarkan data monografi Desa Sukorejo (2013) menunjukkan keadaan

V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian

BAB IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Pesawaran merupakan kabupaten baru yang dibentuk berdasarkan

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Metro. Kelurahan Karangrejo pertama kali dibuka pada zaman pemerintahan

V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV KARAKTERISTIK RESPONDEN DAN SISTEM PERTANIAN

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Kampar terletak antara 1º 02' Lintang Utara dan 0º 20' Lintang

BAB IV GAMBARAN LOKASI PENELITIAN

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Jogonayan merupakan salah satu desa dari 16 desa yang ada di Kecamatan

KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Desa Trimurti merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambar 2. Tingkat Produktivitas Tanaman Unggulan Kab. Garut Tahun

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan

IV. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan.

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. secara geografis terletak antara 101º20 6 BT dan 1º55 49 LU-2º1 34 LU, dengan

KEADAAN UMUM KABUPATEN KULONPROGO. Kabupaten Kulonprogo merupakan salah satu dari lima kabupaten / kota di

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kecamatan Pugung memiliki luas wilayah ,56 Ha yang terdiri dari

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. luas wilayah 1060 Ha. Dahulu desa ini bernama desa Prambanan, dan kemudian

BAB IV KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB II DESA PULOSARI. Desa Pulosari merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan

IV. KEADAAN UMUM DESA KALIURANG. memiliki luas lahan pertanian sebesar 3.958,10 hektar dan luas lahan non

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN SUBYEK PENELITIAN

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. KEADAAN UMUM DESA GEDANGAN. A. Letak Geografis, Batas dan Kondisi Wilayah. Purwodadi. Kabupaten Grobogan terletak pada sampai Bujur

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Gambaran Umum Kabupaten Lampung Selatan

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN. perkebunan, khususnya pada sektor tanaman karet. Penduduk di Desa Negeri

STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR MANJUNTO

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at:

KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Belitung yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 sejak

IV. KEADAAN UMUM WILAYAH. singkatan dari produktif, profesional, ijo rojo-royo, tertib, aman, sehat, dan asri.

BAB V PEMBAHASAN. 5.1 Tata Ruang Lahan Daerah Penelitian. Menurut penataan ruang Kaupaten Lebak lokasi penambangn ini

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a. Letak, Luas dan Batas Wilayah

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan. Wilayah Kabupaten Lampung Selatan terletak antara 105.

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Gambaran Umum Wilayah Penelitian Kabupaten Lampung Selatan

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penggunaan lahan di Kabupaten Serang terbagi atas beberapa kawasan :

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a. Letak, Luas dan Batas Wilayah. dari kantor Kabupaten Wonogiri sekitar 30 km.

I. PENDAHULUAN. lebih dari dua pertiga penduduk Propinsi Lampung diserap oleh sektor

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Sejarah Singkat dan Keadaan Umum Desa Rejosari

NO KATALOG :

I PENDAHULUAN. pertanian yang dimaksud adalah pertanian rakyat, perkebunan, kehutanan, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan.

V GAMBARAN UMUM LOKASI DAN KARAKTERISTIK PETANI

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. sekitar 4 Km dari Kabupaten Gunungkidul dan berjarak 43 km, dari ibu kota

I. PENDAHULUAN. yang semakin meningkat menyebabkan konsumsi beras perkapita per tahun

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN, KARAKTERISTIK USAHA BUDIDAYA LEBAH MADU, DAN KARAKTERISTIK PETANI SAMPEL

BAB II KONDISI DESA BELIK KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG. melakukan berbagai bidang termasuk bidang sosial.

KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kranggan, Desa Banaran, Desa Nomporejo, Desa Karangsewu, Desa Pandowan

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang Barat terletak pada BT dan

BAB III GAMBARAN LOKASI PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kapur IX adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota,

V. GAMBARAN UMUM PENELITIAN. Desa Purwasari terletak di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

V. GAMBARAN UMUM POTENSI WILAYAH

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Letak Geografis dan Topografi Daerah Penelitian

I. PENDAHULUAN. Indonesia kaya akan potensi sumberdaya alam, tanah yang subur dan didukung

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran dibentuk berdasarkan Undang-undang

BAB V KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN Kondisi Geografis Daerah Penelitian. Kecamatan Rumbai merupakan salah satu Kecamatan di ibukota

BAB II SOSIAL DEMOGRAFIS TINJAUAN LOKASI PENELITIAN. Kecamatan Ukui yang ibukotanya pangkalan Kerinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Pesawaran dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun

III. METODE PENELITIAN. kota Bandar Lampung. Kecamatan kemiling merupakan kecamatan hasil

I. KARAKTERISTIK WILAYAH

BAB II TINJAUAN LOKASI PENELITIAN. kuning dan bawahnya tanah hitam gambut derajat celcius sampai dengan 34.2 derajat celcius.

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Desa Makarti merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan

BAB V GAMBARAN UMUM WILAYAH

V. GAMBARAN UMUM. menjadikan sektor tersebut sebagai mata pencaharian masyarakat.

BAB II KONDISI WILAYAH DESA SOKARAJA TENGAH. RT dengan batas sebelah utara berbatasan dengan Desa Sokaraja Kulon, batas

BAB IV GAMBARAN UMUM DESA CIHIDEUNG ILIR, KECAMATAN CIAMPEA, KABUPATEN BOGOR

BAB V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a. Letak, Batas dan Luas Daerah Penelitian. Kabupaten Wonosobo, terletak lintang selatan

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Kondisi Geografis dan Demografis Desa Tanjung

LOKASI PENELITIAN. Desa Negera Ratu dan Negeri Ratu merupakan salah dua Desa yang berada

V GAMBARAN UMUM DESA CIMANGGIS

BAB. II GAMBARAN TENTANG DESA PAYUNG SEKAKI KECAMATAN TAMBUSAI UTARA ROHUL

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Bangun Rejo merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu dari 14 Kabupaten/Kota yang ada di

Transkripsi:

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Keadaan umum Daerah penelitian 4.1.1. Keadaan Geografis Desa Munsalo merupakan salah satu desa di Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi Propinsi Riau terdiri dari 1 Orang Kepala Desa, 3 Orang Kepala Dusun, 6 Orang Rukun Warga, dan 12 Orang Rukun Tetangga.Luas Desa Munsalo adalah 2000 Ha. Desa Munsalo sebelah utara berbatasan dengan Desa Pulau Kopung/Benai, selatan Desa Jaya, Barat Desa Pulau Baru, dan timur berbatasan dengan Desa Koto Rajo Basrah, Desa Munsalo berada pada ketinggian rata-rata 20-30 meter di atas permukaan laut. a. Iklim Desa Munsalo beriklim tropis sebagai mana desa-desa lain diwilayah Kecamatan Kuantan lengah yang memiliki musim pengarau dan penghujan. Hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa munsalo Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi Propinsi Riau. b. Topografi Kondisi topografi di Desa Munsalo dapat di kategorikan datar sedikit berbukit dengan kemiringan lereng antara 0-45 dengan ketinggian rata-rata 30 meter diatas permukaan laut. Dengan demikian tanaman karet sangat cocok dikembangkan didaerah ini. 15

4.1.2. Keadaan Sosial Ekonomi Penduduk a. Jumlah Penduduk Jumlah penduduk Desa Munsalo tahun 2007 sebesar 1125 jiwa dan tahun 2010 berjumlah 2022 jiwa, dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 1200 KK untuk lebih jeiasnya dapat dilihat pada tabel 2.1. Tabel 2.1 Jumlah Penduduk Berdasarkan jenis Kelamin Pada Tahun 2010 Jumlah KK Laki-laki Perempuan Jumlah 1200 1092 930 2022 Sumber : Profil Desa Munsalo 2010 Dari label 2.1 teriihat bahwa jumlah penduduk terbesar adalah pada kelompok laki-laki yaitu sekitar 1092 Dan jumlah pertumbuhan penduduk dari tahun 2007-2010 dapat dilihat pada Tabel 2.2. Tabel 2.2. Jumlah Penduduk Desa Munsalo Tahun 2007-2010 Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 2010 1125 1489 1756 2022 Sumber : Profil Desa Munsalo 2010 b. Mata Pencaharian penduduk Umumnya mata pencarian penduduk desa Munsalo adalah sebagai petani karet, selain sebagai petani mata pencarian penduduk desa Munsalo adalah sebagai 16

pegawai negeri/swasta, TNI/POLRI, pedagang, tukang, pensiun, dan jasa. Untuk lebih jeiasnya tentang mata pencarian penduduk dapat dapat dilihat pada tabel 2.3. Tabel 2.3 Jenis Pekerjaan Penduduk NO Mata pencarian Jumlah Persentase (KK) (%) 1 Petani 980 81.7 2 PNS V. - 15 3 TNI/POLRI M ^ -..:s.. 5 4 Swasta 154 12,8 5 Pedagang :--:'^t:,:'..a\ 35 2.9 6 Tukang ' - t r. s 7 0,58 7 Pensiun ; Ui=' ^ : : 2 0,16 8 Jasa -'-iov;. -nrvt.; ',.1 2 0,16 Jumlah 1200 KK 100 Sumber : Profil Desa Munsalo 2010 Pada tabel 2.3 teriihat bahwa mata pencarian yang paling dominan di Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan fengah adalah sektor pertanian yaitu 980 kk (81,7%). Dengan semakin banyaknya penduduk yang berlatar belakang petani maka untuk pengembangan budidaya karet akan mudah dilaksanakan. 17

c. Pendidikan Penduduk ' - '-^ i ; Tingkat pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam menetukan kualitas sumber daya manusia, tingkat pendidikan penduduk dapat menjadi suatu ukuran tingkat produktivitas masyarakat karena akan menjadi sasaran pembangunan. Selain itu tingkat pendidikan akan mempengaruhi pola berpikir masyarakat dalam mengintroduksi dan mengadopsi teknologi baru. Pendidikan akan berjalan baik jika pengadaan sarana dan prasarana yang lengkap disetiap jenjang pendidikan dan penyediaan tenaga pengajar yang berkualitas, Sehtngga tercipta sumber daya manusia yang tinggi. Tingkat pendidikan di desa munsalo masih tergolong rendah. Keadaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya, kurangnya kesadaran orang tua dan anak-anak akan pentingnya arti pendidikan disamping himpitan ekonomi. Untuk lebih jeiasnya dapat dilihat pada Tabel 2.4 18

Tabel 2.4. Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Munsalo No Tingkat pendidikan Jumlah Persentase (KK) (%) 1 Tidak tamat SD 42 3.30 2 SD 109 8,56 3 SLTP 478 37,5 4 SLTA 584 45,9 5 Sarjana 59 4,63 1272 100 Sumber: Profil Desa Munsalo 2010 13. Fasilitas umum Fasilitas umum yang ada di desa Munsalo terdiri dari kantor kepala desa, sekolah, posyandu, irigasi, Lapangan bola dan mesjid/musolah.secara garis besar teriihat pada Tabel 2.5. 19

Tabel 2.5.Sarana dan Prasarana NO Fasilitas umum Jumlah... r> (unit/buah) 1 Kantor desa ~ 1 2 Sekolah 3 Posyandu 1, 4 Irigasi I 5 Lapangan bola I 6 Mesjid/musolah 6 Jumlah 14 Sumber : Profil Desa Munsalo 2010 Dari tabel. 2.5 dapat diketahui bahwa penyediaan sarama/ fasilitas umum didesa ini masih kurang -, 2.4. Karateristik petani sampel * 2.4.1. Umur Petani Sampel Umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pola piker dan ; kemampuan fisik petani dalam memgelolah usaha lainya. Pada umumnya petani yang berusia tua lebih sulit dalam menerima inovasi baru, biasanya mereka hanya mengikuti apa yang telah dilakukan oleh nenek moyang mereka. Berbeda dengan petani yang berusia yang lebih mudah, umumnya mereka lebih cepat menerima inovasi baru, tangapan terhadap perubahan-perubahan lingkunga serta kemampuan 20

bekerja mereka juga lebih cepat. Untuk lebih jeiasnya umur petani petani sampel dapat di 1 ihat pada table.?, Tabel 2.6 Umur Petani Sampel No Kelompok umur Pada tanah % Pada tanah % (Th) mineral gambut jiwa jiwa 1 22-40 14 35 11 45,8 2 41-50 * 14 35 4 16.7 3 51-80 12 30 9 37,5 Jumlah 40 100 24 100 2.4.2. Tingkat pendidikan r'^f* &,.? Faktor pendidikan sangatlah penting khususnya bagi petani dalam mengelolah usahatani. Pendidikan yang lebih tinggi akan menjadi petani menjadi lebih dinamis dan akan lebih mudah dalam penyerapan teknologi dan menerima inovasi baru (Hemanto, 1991). Hal ini jelas bahwa pendidikan dapat menciptakan ketampilan dan keahlian selanjutnya melahirkan sumberdaya manusia yang berkualitas. Petani yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih mudah dalam mengelolah dan mengambil keputusan yang ada. Mengenai tingkat pendidikan petani sampel di desa Munsalo dapat dilihat pada table berikut ini: 21

Tabel 2.7 Tingkat Pendidikan No Tingkat pendidikan lanah % Pada % mineral gambut 1 Tidak sekolah 10 25 5 20,8 2 Tamat SD 25 10 41,7 3 Tamat SMP 9 22,5 3 12,5 4 Tamat SMA 11 27,5 6 25 Jumlah 40 100 24 100 2.4.3. Jumlah tangungan keluarga sampel Besar kecilnya jumlah tanggungan keluarga dapat berpengaruh dalam aktifitas petani baik dalam cara pengambilan keputusan maupun kemampuan petani termasuk yang masih sekolah dan belum belajar. Besamya anggota keluarga tidak menentukan keberhasilan suatu usaha tani melainkan produktif atau tidaknya anggota keluarga tersebut. Untuk lebih jeiasnya mengenai tanggungan petani sampel dapat dilihat pada table berikut. 22

Tabel 2.8 Tangungan Keluarga Sampel No Jih. T. keluarga Pada mineral Oiwa) % Pada tanah % jiwa gambut 1 2 7 17,5 5 20,8 2 3 11 27,5 8 33,3 3 4 10 25 7 29,1 4 5 8 20 3 12,5 5 >6 4 10 1 4,1 Jumlah 40 100 24 100 2.4.4. Pegalaman Berusaha Tani Pengalaman berusaha tani dapat menetukan tingginya tingkat pendapatan petani. Pengalaman dapat menjadi factor penentukan keberhasilan suatu usaha. Berdasarkan pengalaman, semakin tinggi pengalaman petani dalam berusahatani semakin kecil puia resiko kegagalan yang akan dialaminya. Pengalaman berusaha tani dapat dilihat pada tabel berikut ini. 23

Tabel 2.9 Pengalaman berusaha Tani No Pengalaman U.T Petani mineral % Petani gambut % O'wa) (jiwa) 1 5-15 14 35 6 25 2 16-25 16 40 >. = m 41,7 3 26-35 8 20 Is 20,8 4 36-45 2 5 3 12,5 jumlah 40 100 24 100 3.5. Budidaya Tanaman Karet 3.5.1 luas Kebun Karet Luas kebun merupakan salah satu penentu untuk menilai tinggi rendahnya pendapatan petani. Dari hasil penelitian dilapangan, diperoleh data bahwa lahan kebun karet petani yang berstatus milik sendiri atau warisan keluarga. Dengan demikian petani tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menyewa kebun. Berikut ini tabel luas kebun petani sampel. 24

Tabel. Luas kebun petani sampel di Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Tengah. No Luas kebun (hekter) Jumlah Persentase Luas kebun Persentase tanah mineral orang (%) (perhekter) (%) tanah gambut 1 Kurang dari 1,5 2 5 21 87,5 2 1,5-2 ' 27 67,5 3 12,5 3 Lebih dari 2 ii 27,5 - jumlah 40 100 24 100 3.5.1 Persiapan Lahan Pembukaan areal perkebunan merupakan langkah awal dari penanaman. Pembukaan areal perkebunan ditunjukan untuk membersihkan lahan pertanian dari hal-hal yang menganggu pertumbuhan tanaman. Dari hasil penelitian lapangan, areal perkebunan karet sebagai besar berasal dari bekas hutan, yang mana pembukaan areal ini dilakukan dengan secara mekanis. 3.5.2 Penanaman Sebelum penanaman terlebih dahulu dilakukan pemilihan bibit yang baik dengan tujuan untuk menyeragamkan pertumbuhan timaman karet tersebut. Jarak tanaman 60 x 40 cm, Jenis bibit yang digunakan adalah bibit okulasi. 25

I 3.5.3 Pemupukan ^ Pemupukan merupakan adalah salah satu tindakan perawatan tanaman yang berpengaruh besar teriiadap pertumbuhan dan produksi tanaman. Pemupukan bertujuan untuk menambah ketersediaan unsure hara didalam tanah, terutama agar tanaman dapat menyerap unsur hara didalam tanah, terutama agar agar tanaman dapat menyerap unsur hara sesuai dengan kebutuhan tanaman itu sendiri,:i?t. r4 Dosis pemupukan dipengaruhi oleh tingkat kesuburan tanah.semakin rendah kesuburan tanah semakin banyak pupuk yang diperlukan dan semakin tinggi kesuburan tanah semakin sedikit pupuk yang digunakan. Pada tanaman karet kebutuhan akan pupuk sangat berpengaruh terhadap penyadapan dan produksi latek. Penyadapan yang dilakukan secara terus-menerus tanpa diiringi dengan pupuk yang berimbang akan mengakibatkan produksi latek semakin menurun dan tanaman cepat rusak dengan kata lain akan memperpendek usia penyadapan. 4vs ^ s 3.5.4 Perawatan Tana man Tujuan dari perawatan tanaman adalah supaya kebun atau lahan tetap bersih dari tumbuhan liar yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman karet. Jika lahan seialu bersih dari guhna maka tanaman akan dapat tumbuh dengan baik sehingga meningkatkan produksi latek. Perawatan tanaman ini dilakukan secara manual dan kimiawi. Secara manual yaitu dengan mengunakan parang atau cangkul dan sacara kimiawi yaitu dengan mengunakan roundup tetapi hanya sebahagian kecil saja dari petani swadaya yang melakukan perawatan secara kimiawi karena harga racun gulma (roundup) yang cukup mahal sehingga sedikit dijangkau oleh petani. 26

3.5.5 Pengendalian Hama dan Penyakit Hama dan penyakit merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya produksi yang dihasilkan oleh tanaman. Pada tahap yang berat dapat menyebabkan penurunan kemampuan tanaman untuk berproduksi. Dari hasil penelitian sebagian besar petani sampel tidak melakukan pengendalian terhadap hama dan penyakit. Pengendalian hama dan penyakit tidak dilakukan karena terbatasnya model dan kurangnya pengetahuan petani mengenai hama dan penyakit tanaman 3.5.6 Panen 3.5.6.1 Pemungutan Hasil Dari hasil f>enelitian didapati bahwa pemungutan hasil yang dilakukan oleh petani sampel dengan cara menyadap setiap hari, kecuali saat turun hujan karena latek yang dihasilkan bisa bercampur dengan air hujan sehingga. 3.5.6.2 Produksi dan penyadapan Produksi tanaman karet dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya iklim bahan tanaman dan teknik budidaya. Apabila iklim mendukung untuk tumbuh dan yang ditanam adalah bibit unggul dengan teknik budidaya yang baik maka akan menghasikan produksi yang tinggi. Peningkatan pendapatan petani dapat dicapai dengan meningkatkan produksi. Produksi akan meningkat apabila petani mampu dan bersedia menerapkan teknologi yang senantiasa berubah. Produksi tanaman karet berupa cairan putih yang disebut latek yang dapat diperoleh dengan jalan penyadapan. Penyadapan adalah suatu cara pengambilan latek 27

dengan jalan mengiris kulit batang dari tanaman karet tersebut. Cara penyadapan yang dilakukan didaerah penelitian adalah dengan membuka kulit batang dari kiri atas ke kanan bahwa sedangkan waktu penyadapan yaitu pukul 6 sampai selesai, dengan system sadap S2 D, artinya penyadapan dilakukan setiap hari dengan bentuk irisan setengah lingkaran terkecuali hari hujan. *