BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
Prarancangan Pabrik Asam Oksalat Dihydrate dari Molasses dan Asam Nitrat dengan Kapasitas ton/tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Perancangan Pabrik Mononitrotoluena dari Toluena dan Asam Campuran dengan Proses Kontinyu Kapasitas 25.

BAB I PENDAHULUAN. Amar Ma ruf D

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Prarancangan Pabrik Asam Nitrat Dari Natrium Nitrat dan Asam Sulfat Kapasitas Ton/tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Kiswari Diah Puspita D

BAB I PENDAHULUAN. Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen dari Toluen dan Asam Campuran Dengan Proses Kontinyu Kapasitas 55.

BAB I PENDAHULUAN. Prarancangan Pabrik Asam Nitrat Dari Natrium Nitrat dan Asam Sulfat Kapasitas Ton/tahun

Prarancangan Pabrik Alumunium Sulfat dari Asam Sulfat dan Kaolin Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENDAHULUAN

Prarancangan Pabrik Asam Oksalat dari Tetes dengan Kapasitas ton/tahun BAB I PENDAHULUAN

Prarancangan Pabrik Sodium Silikat Dari Natrium Hidroksida Dan Pasir Silika Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENDAHULUAN

Prarancangan Pabrik Mononitrotoluena dari Toluena dan Asam Campuran Dengan Proses Kontinyu Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PABRIK ASAM OKSALAT DARI TONGKOL JAGUNG DENGAN PROSES PELEBURAN ALKALI

Prarancangan Pabrik Asam Nitrat Dari Asam Sulfat Dan Natrium Nitrat Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENDAHULUAN

Prarancangan Pabrik Amonium Klorida dengan Proses Amonium Sulfat - Natrium Klorida Kapasitas Ton/ Tahun BAB I PENDAHULUAN

Prarancangan Pabrik Natrium Difosfat Heptahidrat Dari Natrium Klorida dan Asam Fosfat Kapasitas Ton / Tahun BAB I PENDAHULUAN

1.2 Kapasitas Pabrik Untuk merancang kapasitas produksi pabrik sodium silikat yang direncanakan harus mempertimbangkan beberapa faktor, yaitu:

BAB I PENDAHULUAN. Prarancangan Pabrik Asam Laktat dari Molases dengan Proses Fermentasi Kapasitas ton/tahun

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Prarancangan Pabrik Asam Nitrat Dari Asam Sulfat Dan Natrium Nitrat Kapasitas Ton Per Tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. desinfektan, insektisida, fungisida, solven untuk selulosa, ester, resin karet,

PRARANCANGAN PABRIK DIBUTYL PHTHALATE DARI PHTHALIC ANHYDRIDE DAN N-BUTANOL KAPASITAS TON/TAHUN BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. 1 Prarancangan Pabrik Dietil Eter dari Etanol dengan Proses Dehidrasi Kapasitas Ton/Tahun Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berdirinya Pabrik

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN

Prarancangan Pabrik Trisodium Fosfat dari Asam Fosfat, Sodium Karbonat, dan Sodium Hidroksida dengan Kapasitas Ton/Tahun BAB 1 PENDAHULUAN

PRARANCANGAN PABRIK FERRO SULFAT HEPTAHIDRAT DARI BESI DAN ASAM SULFAT DENGAN KAPASITAS TON PER TAHUN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PABRIK ASAM OKSALAT DARI TEPUNG BIJI SORGUM (SORGHUM BICOLOR L) DENGAN PROSES OKSIDASI ASAM NITRAT

Prarancangan Pabrik Amonium Klorida dengan Proses Amonium Sulfat-Sodium Klorida Kapasitas Ton/ Tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Laporan Tugas Akhir PRARANCANGAN PABRIK NATRIUM NITRAT DARI NATRIUM KLORIDA DAN ASAM NITRAT KAPASITAS TON/TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. Prarancangan Pabrik Sodium DodekilBenzena Sulfonat Dari DodekilBenzena Dan Oleum 20% dengan Kapasitas ton/tahun.

BAB I PENDAHULUAN D

BAB I PENDAHULUAN. Prarancangan Pabrik Asam Borat Dengan Proses Asidifikasi Kapasitas Ton per Tahun

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DESKRIPSI PROSES

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

PRARANCANGAN PABRIK ASAM FORMIAT DARI METIL FORMAT DAN AIR KAPASITAS TON/TAHUN

PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI AMPAS TEBU. Oleh : Dra. ZULTINIAR,MSi Nip : DIBIAYAI OLEH

Prarancangan Pabrik Disodium Phosphate Heptahydrate Dari Sodium Carbonate dan Phosphoric Acid Kapasitas Ton/ Tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Prarancangan Pabrik Sodium Tetra Silikat (Waterglass) dari Sodium Karbonat dan Pasir Silika Kapasitas Ton per Tahun BAB I PENDAHULUAN

Prarancangan Pabrik Amil Asetat dari Amil Alkohol dan Asam Asetat Kapasitas Ton / Tahun BAB I PENDAHULUAN

PRARANCANGAN PABRIK NATRIUM NITRAT DARI NATRIUM KLORIDA DAN ASAM NITRAT KAPASITAS TON/TAHUN

Prarancangan Pabrik Asam Asetat dengan Proses Monsanto Kapasitas Ton Per Tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Prarancangan Pabrik Asam Formiat dari Metil Format dan Air dengan Proses Bethlehem Kapasitas Ton/Tahun Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

Prarancangan Pabrik Isobutil palmitat dari Asam palmitat dan Isobutanol Kapasitas Ton / Tahun BAB I PENDAHULUAN

MENGELOMPOKKAN SIFAT-SIFAT MATERI

BAB I PENDAHULUAN Kapasitas Pabrik Dalam pemilihan kapasitas pabrik acetophenone ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan yaitu:

Laporan Tugas Akhir Prarancangan Pabrik Monochlorobenzene dari Benzene dan Chlorine Kapasitas ton/tahun BAB I PENDAHULUAN

Prarancangan Pabrik Etanolamin dengan Proses Non Catalytic Kapasitas ton/tahun Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN

PRARANCANGAN PABRIK ASAM LAKTAT DARI MOLASES DENGAN PROSES FERMENTASI KAPASITAS TON PER TAHUN

LAPORAN TUGAS PRARANCANGAN PABRIK PRA RANCANGAN PABRIK ASAM BENZOAT DENGAN PROSES HIDROLISIS BENZO TRIKLORIDA KAPASITAS 60.

MATERI DAN PERUBAHANNYA. Kimia Kesehatan Kelas X semester 1

Prarancangan Pabrik Asam Borat dari Boraks dan Asam Sulfat dengan Proses Asidifikasi Kapasitas Ton / Tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN I-1

Pabrik Asam Sitrat dari Nira Sorgum dengan Proses Submerged Fermentation menggunakan Aspergillus niger

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PRARANCANGAN PABRIK ASAM BORAT DARI BORAKS DAN ASAM SULFAT DENGAN PROSES ASIDIFIKASI KAPASITAS TON PER TAHUN

Tugas Prarancangan Pabrik Kimia Prarancangan Pabrik Aseton Sianohidrin dari Aseton dan HCN BAB I PENDAHULUAN

Prarancangan Pabrik Isopropanolamin dari Propilen Oksida dan Amonia Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Prarancangan Pabrik Disodium Phosphate Heptahydrate Dari Sodium Carbonate dan Phosphoric Acid Kapasitas Ton per Tahun BAB I PENDAHULUAN

PRARANCANGAN PABRIK MONONITROTOLUEN DARI TOLUEN DAN ASAM CAMPURAN DENGAN PROSES KONTINYU KAPASITAS TON / TAHUN

Prarancangan Pabrik Aluminium Fluorida dari Asam Fluosilikat dan Aluminium Hidroksida Kapasitas ton/tahun BAB I PENDAHULUAN

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM ANORGANIK PERCOBAAN 1 TOPIK : SINTESIS DAN KARAKTERISTIK NATRIUM TIOSULFAT

30 Soal Pilihan Berganda Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten/Kota 2011 Alternatif jawaban berwarna merah adalah kunci jawabannya.

BAB I PENDAHULUAN. Prarancangan Pabrik Asam Formiat Dari Metil Format dan Air dengan Proses Bethlehem Kapasitas Ton/Tahun Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN. sehingga mengakibatkan konsumsi minyak goreng meningkat. Selain itu konsumen

Prarancangan Pabrik Gipsum dengan Proses Desulfurisasi Gas Buang PLTU dengan Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENDAHULUAN

NAMA : CRISTOPEL L TOBING NIM : UNIVERSITAS SUMATERA UTARA. Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Prarancangan Pabrik Aluminium Fluorida dari Asam Fluosilikat dan Aluminium Hidroksida Kapasitas ton/tahun BAB I PENDAHULUAN

membantu pemerintah dalam menanggulangi masalah pengangguran dengan

BAB I PENDAHULUAN. Bab I Pendahuluan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Prarancangan Pabrik Sodium Dodekilbenzena Sulfonat dari Dodekilbenzena dan Oleum 20% Kapasitas Produksi ton/tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendirian Pabrik

BAB II. DESKRIPSI PROSES

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Asam asetat dalam ilmu kimia disebut juga acetid acid atau acidum aceticum,

Prarancangan Pabrik Propilen Glikol dari Proplilen Oksida dan Air dengan Proses Hidrasi Kapasitas Ton / Tahun BAB I PENDAHULUAN

PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN POTASSIUM HIDROKSIDA DAN WAKTU HIDROLISIS TERHADAP PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI TANDAN PISANG KEPOK KUNING

PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES

Sumber:

DESAIN PABRIK. Pabrik Asam Oksalat dari Manihot Esculenta Crantz (Ketela Gendruwo) dengan Proses Oksidasi asam nitrat

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1. Proyeksi tahunan konsumsi bahan bakar fosil di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Prarancangan Pabrik Dimetil Eter Proses Dehidrasi Metanol dengan Katalis Alumina Kapasitas Ton Per Tahun.

Prarancangan Pabrik Nitrogliserin dengan Proses Biazzi Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENDAHULUAN

II. DESKRIPSI PROSES

BAB I PENDAHULUAN. adalah produksi asam akrilat berikut esternya. Etil akrilat, jenis ester

Tri Wahyuningsih Vina Larasati A.P Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Niniek Fajar Puspita, M.Eng NIP

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PABRIK ASAM OKSALAT DARI TEPUNG CASSAVA DENGAN PROSES OKSIDASI ASAM NITRAT PRA RENCANA PABRIK

Transkripsi:

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam rangka memasuki pembangunan jangka panjang, pemerintah menitik beratkan pembangunan nasional pada sektor industri. Dengan berbagai kebijakan yang diambil, pemerintah terus berupaya untuk menciptakan iklim segar bagi pertumbuhan industri kimia ini ditekankan unuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, pemanfaatan sumber daya alam yang ada menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong perkembangan industri lain dan ekspor. Asam oksalat merupakan bahan kimia yang dewasa ini dikonsumsi sebagai bahan pembantu maupun bahan baku industri-industri tertentu. Asam oksalat mempunyai rumus C 2 H 2 O 4. Kegunaan asam oksalat antara lain sebagai elektrolit, daya tahan terhadap karat, pewarna kain, pemutih dengan dicampur pemutih lain pada gabus, kayu, jerami, rotan, dan bahan baku agrochemical, farmasi dan sebagainya. Mengingat makin berkembangnya industri-industri di Indonesia, maka asam oksalat patut disediakan untuk memperlancar perkembangan industri di Indonesia. Asam oksalat dapat diproduksi melalui lima (5) proses diantaranya proses sodium formate, dialkyl oxalate, propylene, ethylene glycol dan oksidasi karbohidrat. Dari kelima proses tersebut, proses oksidasi karbohidratlah yang paling mudah jika direlisasikan di Indonesia karena bahan bakunya terdiri dari molasses (karbohidrat) dan asam nitrat dimana kedua bahan tersebut mudah didapat dan banyak diproduksi di Indonesia. Agar suatu industri dapat berlangsung dan berkembang, diperlukan kondisi yang baik mengenai harga produknya dan harus menguntungkan dari segi teknis dan ekonomi. Karena molasses dan asam nitrat merupakan bahan baku yang telah banyak diproduksi di Indonesia dan mempunyai harga yang sangat murah dibandingkan dengan bahan baku pembuatan asam oksalat lainnya. 1

2 Disamping itu, asam oksalat masih mengimpor dari luar negeri, sehingga tidak menjamin kebutuhan dalam negeri terpenuhi dengan lancar. Oleh karena itu pabrik asam oksalat di Indonesia mempunyai prospek yang sangat cerah. 1.2 Kapasitas Perancangan Pabrik Penentuan kapasitas pabrik suatu industri diupayakan dengan memperhatikan segi teknis, finansial dan ekonomis. Dari segi teknik, industri asam oksalat yang direncanakan harus memperhatikan peluang pasar, segi ketersediaan dan kontituitas bahan baku, selain itu juga fasilitas lain yang mempengaruhi seperti sarana transportasi dan sebagainya. Kebutuhan asam oksalat dalam negeri terus meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan akan asam oksalat sampai saat ini harus melalui impor dari luar negeri. Tabel 1.1 Data Impor Asam Oksalat Tahun Jumlah (kg) 2000 2001 2002 2003 2004 1.191.647 739.326 880.329 1.140.093 1.573.582 Biro Pusat Statistik data impor (2000-2004) Tabel 1.2 Kapasitas Produksi Industri Asam Oksalat Yang Ada Proses Company Lokasi Kapasitas(ton/th) Sodium formate Dialkyl Oxalate Propylene UBE Industries Rhone-Poulenc China Japan France 100.000 6.000 65.000 Ethylene Glycol Mitsubishi Gas Japan 12.000 Chemical

3 Oxidation of Carbohydrates Brazil,Taiwan, India,Korea, ± 1.800 Spain and Germany (Kirk and Othmer, 1994) Perhiungan kapasitas rancangan dilakukan dengan metode pendekatan Least Square sebagai berikut: No X Y X 2 XY 1 1 1.191.647 1 1.191.647 2 2 739.326 4 1.478.652 3 3 880.329 9 2.640.987 4 4 1.140.093 16 4.560.372 5 5 1.573.582 25 7.867.910 15 5.524.997 55 17.739.568 Kapasitas rancangan dianggap sebagai garis lurus Y = ax + b dimana a dan b dapat dihitung: a = b = n( XY)-( X) ( Y) n( X 2 ) - ( X) 2 ( X 2 ) ( Y) - ( X) ( XY) n( X 2 ) - ( X) 2 Harga a dan b sudah dapat ditentukan, maka persamaan garis lurus di atas menjadi Y = 116.457,7 X + 755.626,4 Ditunjau dari segi ekonomi pendirian pabrik asam oksalat dari molasses dan asam nitrat menguntungkan karena harga produk asam oksalat lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga bahan baku. Adapun harga produk dan bahan baku adalah sebagai berukut : Asam nitrat : US $ 0,33/kg Molasses : US $ 0,22/kg

4 Asam sulfat : US $ 0,08/kg Natriun hidroksida : US $ 0,41/kg Asam oksalat dihidrat : US $ 6,23/kg (http://www.epa.gov/chemfact/chlor-sd.pdf) 1.3 Lokasi Pabrik Lokasi suatu pabrik sangat berpengaruh terhadap kelangsungan operasi pabrik tersebut. Untuk itu sebelum pabrik berdiri perlu dilakukan studi kelayakan untuk mempertimbangkan faktor-faktor penunjang yang mendukung kelangsungan pabrik tersebut. Adapun faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah: o penyediaan bahan baku o penyediaan listrik dan bahan bakar o penyediaan air o transportasi o tenaga kerja Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut diatas maka lokasi pabrik Asam Oksalat ditetapkan di Cilacap, Jawa Tengah, dengan alasan sebagai berikut: 1. Penyediaan bahan baku Lokasi pabrik dipilih mendekati sumber bahan baku untuk mengurangi biaya transportasi dan kehilangan bahan baku dalam transportasi. Bahan baku molasses (tetes tebu) diperoleh dari pabrik gula yang ada di Jawa Tengah, diantaranya PG. Tasikmadu, PG. Ceper (Klaten), PG. Mojo (Sragen) dan PG. Gondang Baru (Klaten). Sedangkan untuk asam nitrat diperoleh dari PT. Nitrotama Kimia Cikampek. 2. Penyediaan listrik dan bahan bakar Penyediaan listrik dan bahan bakar di Cilacap sudah mencukupi, mengingat Cilacap adalah daerah yang mempunyai prospek yang baik sebagai daerah

5 pengembangan industri, sehingga kebutuhan listrik dan bahan bakar tidak menjadi masalah. 3. Penyediaan air Di daerah Cilacap, air untuk proses cukup tersedia karena dekat dengan aliran sungai Serayu yang dapat memenuhi kebutuhan pabrik. 4. Transportasi Transportasi memadai sehingga akan mempermudah pengangkutan bahan baku dan produk. 5. Tenaga kerja Tenaga kerja banyak tersaedia di daerah Jawa sehingga dengan didirikannya pabrik Asam Oksalat akan mampu menyerap tenga kerja dan menunjang program pemerintah untuk mengurangi pengangguran. 1.4 Tinjauan Pustaka Asam Oksalat atau asam etanadioat (HO 2 CCO 2 H) yang memiliki berat molekul 90,04 dalam bentuk anhydrous tidak berbau, higroskopis dan tidak berwarna (putih). Asam oksalat di pasaran tersedia dalam bentuk dihydrate C 2 H 2 O 4.2H 2 O dengan berat molekul 126,07 berbentuk kristal monoclinic prisma atau granula yang terdiri dari 71,42 % anhydrous asam oksalat dan 28,58 % air, dan berwarna putih. Asam oksalat dikemas dalam wadah atau kantong polyethylene dan drum fiber dengan kelembaban ruangan antara 50-70 % untuk mencegah terjadinya cacking. Asam oksalat dihydrate larut dalam air dan beberapa solvent organik seperti ethyl eter anhydrous, sangat larut dalam alkohol dan tidak larut dalam benzene, chloroform dan petroleum eter. Titik lebur asam oksalat dihydrate berkisar antara 101-102 o C dalam bentuk kristal. Kelarutan asam oksalat dalam air akan bertambah dengan meningkatnya temperatur. Pendekatan harga kelarutan (s) dapat dicari dengan menggunakan rumus:

6 Dari 0-60 o C S = 3.42 + 0.16 t +0.0048 t 2 50-90 o C S = 0.33 t + 0.003 t Dimana: S = gr (COOH) 2 /100 gr solven t = o C Rumus bangun asam oksalat O = C - OH O = C - OH. 2H 2 O.(1.1) 1.4.1. Macam-macam Proses Asam oksalat pertama kali berhasil disintesa pada tahun 1776 oleh Scheele secara oksidasi gula dan asam nitrat. Terdapat empat (4) macam proses pembuatan asam oksalat, yaitu dengan peleburan logam alkali pada selulosa, oksidasi karbohidrat dengan asam nitrat, fermentasi, dan sintesa sodium format. Dari keempat proses tersebut yang sering digunakan adalah proses oksidasi molasses (karbohidrat) dengan asam nitrat, sedang lainnya kurang ekonomis. a. Sintesa Sodium Format Reaksi yang terjadi: 945 o C 2HCOONa (COO) 2 Na 2 + H 2.(1.2) (COO) 2 Na 2 + Ca(OH) 2 (COO) 2 Ca + H 2 SO 4 COO + 2NaOH.(1.3) Ca COO COOH + CaSO 4 (1.4) COOH Natrium format yang diproduksi dari natrium hidroksida padat (95-97 %) dan karbon monoksida pada suhu 200 o C dan tekanan 150 psia di dalam autoclave. Setelah reaksi selesai, dilakukan penurunan tekanan udara di dalam autoclave dan temperatur dinaikan hingga 375 o C, maka natrium format dapat

7 diubah menjadi natrium oksalat dan hidrogen. Reaksi sudah selesai bila hidrogen tidak lagi dihasilkan. Campuran reaksi (crude natrium oksalat) diganti secara cepat, dimana kalsium hidroksida ditambahkan dan dilakukan pengadukan secara seksama. Kalsium oksalat yang terbentuk di saring dan konsentratnya yaitu natrium hidroksida digunakan kembali. Cake dari hasil penyaringan mengandung crude natrium oksalat dan sedikit kalsium karbonat, dimana bahan tersebut dapat direaksikan dengan mengurangi asam sulfat. Besarnya prosentase dari kalsium yang dihasilkan, keluar sebagai kalsium oksalat dihydrate (CaSO 4.2H 2 O). Mother liquornya dapat digunakan sebagai make-up dalam proses-proses berikutnya. Kemurnian asam oksalat dihydrat yang dihasilkan ± 80 % dari berat natrium formatnya. b. Proses Fermentasi Pada tahun 1917 Currie menyatakan bahwa sejumlah Strain Aspergilus Niger memiliki kemampuan produksi yang paling baik di dalam fermentasi asam oksalat. Sebelum difermentasi, bahan baku diencerkan terlebih dahulu kemudian larutan disterilisasi baru kemudian difermentasi. Fermentasi dilakukan dalam tangki fermentasi yang terbuat dari alumunium. Inokulum disebarkan ke dalam medium fermentasi bersama-sama dengan udara. Cairan hasil fermentasi diberi kalsium hidroksida, kalsium oksalat (CaC 2 O 4 ) yang mengendap sebagai hasil perlakuan kalsium hidroksida dipisahkan dari larutannya. Selanjutnya kalsium oksalat masuk ke dalam accidulator bersama-sama larutan asam sulfat. Hasil reaksi berupa endapan kalsium sulfat (CaSO 4 ) dipisahkan dari larutannya. Filtratnya dipekatkan kemudian dikristalkan, hasilnya berupa kristal asam oksalat dihydrat. c. Proses Oksidasi dengan Senyawa Asam Nitrat Reaksi yang terjadi: C 2 H 12 O 6 + 6HNO 3 3(COOH) 2 + 6NO + 6H 2 O (1.5) Konsentrasi larutan glukosa yang digunakan antara 55-56 % berat di masukkan ke dalam reaktor. Asam nitrat 90 % ditambahkan secara perlahanlahan dan dikontrol suhunya sampai ± 71 o C, reaksinya eksotermis, sehingga perlu

8 didinginkan. Asam oksalat yang diperoleh setelah didinginkan dan dipisahkan dalam centrifuge dari campurannya, kemudian di keringkan dalam dryer sehingga diperoleh asam oksalat dihydrate dengan kemurnian mencapai ± 99 %. d. Peleburan Alkali Peleburan asam oksalat dengan proses ini sebagai bahan dasarnya dapat digunakan bahan bangunan buangan yang mengandung selulosa misalnya sebuk gergaji, tongkol jagung dan lain-lain. bahan-bahan ini dilebur dengan sodium atau potassium hidroksida pekat pada suhu 240-285 o C. Dari peleburan ini kemungkinan terbentuk 50 % garam yang merupakan asam oksalat dan sisanya sebagai garam karbonat. Pemurnian dan hasil reaksi ini dengan air panas dan larutan didinginkan dengan dipekatkan akan diperoleh kristal sodium oksalat dan NaOH yang dapat digunakan lagi, garam oksalat direaksikan dengan asam sulfat akan diperoleh asam oksalat. (Kirk and Othmer, 1994) 1.4.2. Kegunaan Produk Adapun kegunaan dari asam oksalat adalah sebagai berikut: o Sebagai pemisah dan dekomposisi unsur-unsur bijih phosphate seperti monazide dan xenotime. o Sebagai elektrolit, daya tahan terhadap karat dan pewarna kain. o Sebagai unsur pokok dan pembersih, biasa digunakan untuk radiator permobilan, bolier dan plat-plat baja sebelum phosphating. o Bersama pemutih lainnya, sebagai pemutih pada gabus, kayu, jerami, rotan dan lilin alami. o Sebagai katalisator untuk cross-linking pada agen finishing textile untuk serat selulosa. o Sebagai penahan api untuk serat selulosa. o Media pemutih untuk kulit. o Pengkilap marmer.

9 o Tepung kanji dipanaskan bersama-sama asam oksalat dan dihidrolisis menghasilkan millet jelly (selai padi-padian). o Produksi kobalt, bahan baku agrochemical dan farmasi. (Kirk and Othmer, 1994) 1.4.3. Sifat Fisika dan Kimia Bahan Baku a. Molases Sifat-sifat fisis: Bentuk : Cair Warna : Kuning kecoklatan ph : 5,5 Viskositas : 34,07 Cp Densitas : 1,4 gr/cc Spesific grafity : 1,28646 Komposisi Sukrosa : 55 % H2O : 15,35 % Inert : 29,65 % Sifat-sifat kimia: Molases adalah juice beact atau bahan lain yang mengandung sucrose penghambat kristalisasi yang terkumpul dalam sirup residu atau cairan induk pada ekstaksi sucrose dari juice gula tebu. Komposisi molasses sangat bervariasi tergantung pada jenis tebu, sifat tanah, iklim dan cara proses. b. Asam Nitrat Sifat-sifat fisis: Berat Molekul Bentuk : 63,013 kg/kgmol : Cair Rumus molekul : HNO 3 Kenampakan : Cair tidak berwarna

10 Kadar : 90 % Spesific gravity : 1,0502 Titik didih : 86 o C Titik lebur/leleh : -42 o C Teknan kritis : 82 atm Temperatur kritis : 217,55 o C Panas pembentukan (25 o C) : -174,10 kj/mol Panas penguapan (25 o C) : 39,04 kj/mol Entropy (25 o C) : 155,60 J/(mol.K) Energi bebas pembentukan : -80,71 kj/mol Sifat-sifat kimia: 1. Asam nitrat tidak stabil terhadap panas dan cahaya matahari bisa terurai sebagai berikut : 4 HNO 3 4NO 3 + 2H 2 O + O 2..(1.6) Larutan asam nitrat pekat berwarna kuning yang berasal dari warna NO 2 terlarut. untuk mengurangi penguraian asam nitrat ini, maka asam nitrat disimpan dalam botol berwarna coklat. 2. Didalam larutan pekatnya, asam nitrat mengalami ionisasi: +H 2 O HNO 3 NO + 2 + NO - 3 + H 2 O...(1.7) 3. Asam nitrat dalam larutan asamnya adalah asam kuat. Hal ini disebabkan karena besarnya muatan positif pada atom N sehingga elektron OH tertarik kuat, akibatnya atom H menjadi mudah lepas. HNO 3 + H 2 O H 3 O + - + NO 3 4. Asam nitrat dengan bilangan oksidasi nitrogen +5 bertindak sebagai oksidator kuat. Reaksinya: NO 3 + H 2 O NO + 2H 2 O (1.8)

11 Mengoksidasi untuk semua senyawa yang mempunyai potensial kurang dari + 0,93 V sebagai contoh tembaga dan Perak ( + 0,03337 V dan 0,799 V). Katalis Asam Sulfat (H 2 SO 4 ) Rumus molekul : H 2 SO 4 Berat molekul : 98,02 kg/kgmol Sifat dan kenampakan : Korosif, cairan Titik didih normal : 167 o C Kemurnian : 98 % Titi beku : -83,9 o C Specific gravity : 1,165 ρ/ρref Bahan Pembantu Natrium Hidroksida (NaOH) Rumus molekul : NaOH Bentuk : Cair Warna : Putih Berat molekul : 39,99 kg/kgmol Kemurnian : 55 % Titik leleh : 322,85 o C Temperatur kritis : 2273,85 o C Tekanan kritis : 249,93 atm Produk Asam Oksalat Dihydate Rumus molekul Berat molekul Kenampakan : C 2 H 2 O 4.2H 2 O : 126,07 kg/kgmol : Kristal putih halus

12 Kadar : 99 % Densitas, d 20 4 : 1,653 g/ml Index reaktiv, n 20 4 : 1,475 Panas pembakaran, H f (18 o C): -1442 kj/mol Titik lebur : 101-102 o C (Kirk and Othmer, 1994) 1.5 Tinjauan Proses Secara Umum Konsentrasi larutan glukosa yang digunakan antara 55-56 % berat di masukkan ke dalam reaktor. Asam nitrat 90 % ditambahkan secara perlahanlahan dan dikontrol suhunya sampai ± 71 o C. reaksinya eksotermis, sehingga perlu didinginkan. Asam oksalat yang diperoleh setelah didinginkan dan dipisahkan dalam centrifuge dari campurannya, kemudian di keringkan dalam dryer sehingga diperoleh asam oksalat dihydrate dengan kemurnian mencapai ± 99 %. Reaksi yang terjadi: C 2 H 12 O 6 + 6HNO 3 3(COOH) 2 + 6NO + 6H 2 O (1.9)