BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Menurut Sinta (2012), perkembangan teknologi menyebabkan media komunikasi jaringan berkembang mulai dari media perantara kabel, tanpa kabel (wireless), fiber optic serta ada yang menggunakan arus listrik. Tujuan perkembangan dari media komunikasi jaringan adalah memudahkan setiap orang memiliki konektivitas internet kapan pun dan dimanapun. PLC merupakan solusi komunikasi jaringan melalui arus listrik karena secara teori menyediakan kecepatan hingga 200 Mbps( mega bit per second ) dengan jangkauan 300 meter. PLC memberikan kemudahan yaitu tidak membutuhkan instalasi kabel baru, melainkan hanya dengan menggunakan instalasi listrik yang telah terinstal maka komunikasi jaringan telah dapat dilakukan. Permasalahan yang ditemukan saat menggunakan PLC adalah adanya gangguan-gangguan dari alat elektronik yang menyebabkan performa dari jaringan menjadi menurun. Gangguan-gangguan tersebut biasanya adalah alat-alat elektronik yang dihidupkan kemudian dimatikan. Alat elektronik ini memberikan noise terhadap jaringan PLC. Penelitian ini membahas mengenai performa dari PLC saat digunakan berdampingan dengan alat-alat elektronik dan melakukan perbandingan performa antara PLC dan kabel UTP Kategori 5E yang sering digunakan dalam media komunikasi jaringan. Dr. Paul Brown (1999) beserta tim yang merupakan sekelompok peneliti yang bekerja untuk Norweb pada tahun 1991 mulai melakukan penelitian tentang penggunaan jaringan listrik untuk tranmisi data. Beliau menemukan fakta bahwa banyak peneliti lain yang telah melakukan penelitian serupa namun selalu menemukan kegagalan yang disebabkan noise yang sangat tinggi. Setiap kali kabel dialiri arus listrik, sejumlah besar gelombang disturbansi listrik melewati kabel dan mengubah setiap data yang ditransmisikan secara simultan. Dr. Paul Brown menerapkan 5
6 strategi yang berbeda yaitu dengan menggunakan sinyal pada frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi yang berpotensial menghasilkan noise. Selain itu frekuensi yang digunakan lebih dari satu frekuensi dan paket data yang dikirim terdiri dari paket-paket diskrit yang dipandu oleh beberapa bentuk sistem pensinyalan. Strategi ini berhasil diuji coba dengan baik pada beberapa sekolah di Inggris dengan menghasilkan kecepatan transfer data yang sepuluh kali lebih cepat dari sambungan ISDN yang telah ada. Sejak itu teknologi ini terus dikembangkan dan disempurnakan hingga saat ini. Teknologi ini dikenal dengan sebutan Power Line Communication. Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini yaitu penelitian terdahulu digunakan untuk membuat komunikasi jaringan melalui arus listrik atau lewat jaringan listrik dengan kecepatan hingga 200Mbps dan tidak membutuhkan instalasi kabel baru melainkan menggunakan instalasi jaringan listrik yang telah terpasang agar memudahkan setiap orang mendapat konektivitas internet kapanpun dan dimanapun. Sedangkan penelitian saat ini digunakan untuk membandingkan penggunaan media PLC dan kabel UTP untuk simulasi CCTV dengan memanfaatkan kamera smartphone menggunakan apliksai IP webcam yang berguna untuk mengetahui hasil dari perbandingan PLC dan kabel UTP berupa kejernihan gambar, video, suara serta real-time dari rekaman CCTV serta kecepatan transfer paket per detiknya. 2.2 Landasan Teori 2.2.1 PLC PLC adalah sistem untuk membawa data pada konduktor yang juga digunakan untuk transmisi tenaga listrik. Sehingga jaringan listrik selain berfungsi sebagai sumber listrik juga menjadi media penghantar komunikasi. Daya listrik ditransmisikan melalui jalur transmisi tegangan tinggi yang didistribusikan melalui tegangan menengah, dan digunakan
7 dalam gedung pada tegangan rendah. PLC dapat diterapkan pada setiap tahap. Kebanyakan teknologi PLC membatasi diri untuk satu set kabel tetapi beberapa dapat silang antara dua tingkat. Biasanya trafo mencegah menyebarkan sinyal yang memungkinkan beberapa teknologi PLC dijembatani untuk membentuk jaringan yang sangat besar. PLC atau komunikasi melalui kabel listrik ini juga dikenal dengan : - Power Line Digital Subscriber Line (PDSL) - Mains communication - Power Line Telecom (PLT) - Power Line Networking (PLN) - Broadband over Power Lines (BPL) PLC atau yang biasa disebut internet via jala-jala, adalah koneksi internet dengan menggunakan kabel daya PLN. Jadi koneksi internet yang selama ini memakai kabel komunikasi dengan port RJ11 atau RJ45 akan diganti dengan kabel daya/ jala-jala langsung dari kabel daya PLN. Karena memanfaatkan medan elektromagnet yang ditimbulkan oleh akitivitas penghantaran arus (Hukum Maxwell). Secara teoritis, kabel listik memang bisa digunakan untuk membawa paket data seperti halnya kabel telepon dan kaber fiber optic yang lazim digunakan untuk koneksi internet. Pengaplikasiannya untuk koneksi internet disebut BPL (Broadband Over Power Lines). Koneksi internet ini/ BPL menggunakan carrier yang bermain pada frekuensi yang rendah pada kabel listrik bertegangan AC. Kalau dianalogikan, di dalam kabel listrik yang bisa membuat kesetrum, bisa disusupin paket data dan bahkan suara dalam gelombang arus listrik AC yang frekuensinya lebih rendah dibandingkan gelombang listrik AC-nya sendiri. Jadi dalam satu kabel seolah-olah ada dua kabel yang berbeda, satu ada setrumnya, satu lagi buat koneksi internet (Lamoera.2013).
8 2.2.2 UTP UTP merupakan jenis kabel yang saat ini paling popular digunakan pada sistem jaringan LAN. Panjang maksimum kabel per segment adalah 100 meter. UTP tediri dari minimal sepasang kabel tembaga terisolasi yang dipilin ( Twisted ). Sesuai dengan namanya Unshielded, tiap pasang kabel tersebut tidak memiliki pelindung. Di Amerika Utara kabel UTP paling banyak digunakan untuk sistem jaringan telepon. Kategori Kabel UTP 1. Kategori 1 Jenis ini yang biasa digunakan pada kabel telepon tradisional yang mampu membawa sinyak voice tetapi tidak dapat membawa sinyal data. 2. Kategori 2 Jenis ini merupakan kabel UTP yang dapat mentransfer data dengan kecepatan maksimal 4 Mbps. Terdiri dari 4 twisted pair. 3. Kategori 3 Jenis ini merupakan kabel UTP yang dapat mentrasnfer data dengan kecepatan maksimal 10 Mbps. Terdiri dari 4 twisted pair. 4. Kategori 4 Jenis ini merupakan kabel UTP yang dapat mentransfer data dengan kecepatan maksimal 16 Mbps. Terdiri dari 4 twisted pair. 5. Kategori 5 Janis ini merupakan kabel UTP yang dapat mentransfer data dengan kecepatan maksimal 100 Mbps. Terdiri dari 4 twisted pair. Kelima kategori kabel UTP tersebut, UTP kategori 3 dan kategori 5 yang banyak digunakan pada sistem jaringan komputer. Sedangkan kabel UTP kategori 1 dan kategori 2 banyak digunakan pada jaringan telepon. Untuk menghubungkan kabel ke PC atau ke hub, menggunakan jack dan konektor
9 RJ-45, sebuah konektor berisi 8 pin. Sedangkan kebel kategori 1 dan kategori 2 yang digunakan pada sistem jaringan telepon menggunakan konektor jenis RJ-11. Kabel UTP relatif lebih murah. Tetapi jenis kabel ini memiliki kekurangan, yakni crosstalk. Di mana sinyal-sinyal dari sebuah jalur dapat bercampur dengan sinyal dari jalur lainnya (Arifin Zaenal.2005) 2.2.3 CCTV CCTV adalah Closed Circuit Television yang artinya sebuah kamera pengintai yang dapat merekam gambar dan suara, kedalam sebuah monitor yang rekamannya bisa tersimpan dengan bantuan perangkat lain yang disebut dengan DVR ( Digital Video Recorder ) yang di dalamnya terdapat sebuah harddisk yang kemudian dikelola sehingga menjadi file rekaman untuk memutar ulang apa yang telah terekam oleh CCTV tersebut. DVR sebuah perangkat yang mengatur dan merekam cara bekerja CCTV tersebut yang terdiri dari beberapa channel yang terpasang, di antaranya 4, 8, 16 dan 32 (sanjayanet.13 Juni 2016).