DASKOM & PEMROGRAMAN. Dani Usman

dokumen-dokumen yang mirip
Hubungan CPU dengan Memory

Memory Management. Memory Ch. 8. Latar Belakang. Main-Memory Management

Kelompok 55.1: Nilam Fitriah ( ) Nova Eka Diana ( ) Kritik :

MANAJEMEN MEMORI SISTEM OPERASI

MANAJEMEN MEMORI. Kelompok : Agung Widiyarto( ) Fahrurrozi( ) Reynaldo( Y)

MANAJEMEN MEMORI. Manajemen Memori 1

SMK MUHAMMADIYAH 4 JAKARTA TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SISTEM OPERASI MENEJEMEN MEMORI

1. Address Binding. Sebuah program ditempatkan dalam disk dalam bentuk berkas biner Sebelum dieksekusi, sebuah program harus ditempatkan di memori.

RESUME SISTEM OPERASI MAIN MEMORI

Bab 8: Manajemen Memori. Latar Belakang

Operating System. Manajemen Memori. Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan. Dosen : Caca E. Supriana, S.Si

Sistem Operasi Komputer. Pertemuan VIII Manajemen Memori

memuat banyak proses dalam suatu waktu Sebelum masuk ke memori, suatu proses harus menunggu dalam antrian

Manajemen Memori. Latar Belakang Ruang Alamat Logika dan Ruang Alamat Fisik Swapping Alokasi berurutan Paging Segmentasi Segmentasi dengan Paging

Tujuan Pembelajaran. Memahami proses swapping Memahami proses alokasi memori berurutan (Contiguous Memori Allocation)

Sistem Operasi. Memory Management. Part 1 of 2

Latar Belakang Ruang Alamat Logika dan Ruang Alamat Fisik Swapping Alokasi berurutan Paging Segmentasi Segmentasi dengan Paging

PENGELOLAAN MEMORY AGUS PAMUJI. SISTEM OPERASI - Pengelolaan Memory

Struktur Sistem Komputer

MEMORI. Gambar 1. Hirarki Memori

Memory Management Memori Latar Belakang Alamat Binding

Memory Management. Latar Belakang Swapping Contiguous Allocation Paging Segmentation Segmentation dengan Paging

Alokasi Memori. Kelompok Rakhmat Adhi Pratama X 2. Akhda Afif Rasyidi Muhamad Ilyas

Manajemen Memori (P ( ertemuan ke ert -12) Oktober 2014

Struktur Sistem Komputer

Memori Virtual (Virtual Memory) Heri Kurniawan OS-Genap 2007/2008

intruksi kepada CPU untuk mengakses sistem operasi. BIOS tersimpan pada Read Only

Struktur Sistem Komputer. Abdullah Sistem Informasi Universitas Binadarma

DEFINISI SISTEM OPERASI

Sistem Operasi Pertemuan 1 Arsitektur Komputer. (Penyegaran) H u s n i Lab. Sistem Komputer & Jaringan Teknik Informatika Univ.

Memori pada Sistem Linux. Heri Kurniawan OS-Gasal 2009/2010

Memori Virtual. Program membutuhkan kapasitas yang lebih besar dari kapasitas memori fisik gunakan Virtual Memory! Virtual memory

Understanding Operating Systems Fifth Edition

Pertemuan #5: Memori dan Memori Virtual

SOAL UAS SISTEM KOMPUTER Kelas XI RPL & TKJ

Alamat Logika dan Fisik

SISTEM OPERASI ISG2B3 MANAJEMEN MEMORI. Agus Setiawan Program Studi Sistem Informasi Fakultas Rekayasa Industri Telkom University

1. Helga Hiwy 2. Erni Gombo 3. Imelda Florensia 4. Claudio Wayong 5. Vedra Simbala. Published By Stefanikha69

ARSITEKTUR DAN ORGANISASI KOMPUTER

Sistem Operasi 8. Memory Management. Antonius Rachmat C, S.Kom, M.Cs

BAB V VIRTUAL MEMORY. Tujuan: 1. Menggetahui penggunaan virtual memori dalam komputer 2. Mengetahui peran virtual memori dalam sistem operasi

VIRTUAL MEMORY. Gambar 1. Struktur Umum Overlay

BAB 2 STRUKTUR SISTEM OPERASI. Komponen Sistem Operasi

Sistem Operasi. Struktur Sistem Komputer. Adhitya Nugraha. Fasilkom 10/6/2014

membagi-bagi memori untuk mengakomodasi banyak proses menjamin agar setiap proses yang ready dapat segera memanfaatkan processor

1 Tinjau Ulang Sistem Komputer

Bab 8. Memori Virtual POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: 8.1 LATAR BELAKANG

Pengantar Teknologi Informasi A. Pertemuan 7. Prossesor & Memori

7.1 Pendahuluan. 7.2 Central Processing Unit (CPU)

Sistem Operasi Komputer

Pertemuan 10 MEMORI INTERNAL

Arsitektur Set Instruksi. Abdul Syukur

Memori Linux. Anggota Kelompok : Jani RR Siregar Martin Leonard T Y Muhamad Mulki A

Segmentasi dan Paging Pada Intel Pentium. Heri Kurniawan OS-Genap 2007/2008

Sistem Operasi AGUS PAMUJI. Teknik Informatika

1. MANAJEMEN MEMORI. Gambar 2 Relokasi dinamis menggunakan register relokasi

Sistem Operasi Pertemuan 7 Pengelolaan Memory. H u s n i Lab. Sistem Komputer & Jaringan Teknik Informatika Univ. Trunojoyo

Bab 2: Struktur Sistem Operasi. Komponen Sistem Secara Umum

1/3/2013. Konsep Dasar memori

CARA KERJA CACHE MEMORY

(Scott Mueller, 2003)

IT233-Organisasi dan Arsitektur Komputer Pertemuan 4

Sistem Operasi Komputer MANAJEMEN MEMORI

PERTEMUAN 2 APLIKASI KOMPUTER. Sistem Operasi. Rangga Rinaldi, S.Kom, MM. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk

Operasi Transfer Data

Pertemuan 2. Struktur Sistem Operasi

Rahmady Liyantanto liyantanto.wordpress.com

MEMORI VIRTUAL. Sistem Operasi TIKB1023 Munengsih Sari Bunga. Politeknik Indramayu. TIKB1023/Sistem Operasi/MSB 1

Memori dan Virtual Memori

MANAJEMEN MEMORI PEMARTISIAN STATIS

Organisasi Sistem Komputer. Virtual Memory. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

MANAJEMEN MEMORI MAKALAH SISTEM OPERASI

Struktur Sistem Komputer

Manajemen Memori Virtual

STRUKTUR CPU. Arsitektur Komputer

Pertemuan ke 6 Set Instruksi. Computer Organization Dosen : Eko Budi Setiawan

Studi Kasus Kernel Linux

Sistem Operasi 9. Virtual Memory. Antonius Rachmat C, S.Kom, M.Cs

Arsitektur Sistem Komputer. Operasi Sistem Komputer. Struktur Sistem Komputer. Review:

Bab 9: Virtual Memory. Latar Belakang

Tujuan Pembelajaran. Memahami pengalamatan dengan menggunakan paging

Mahasiswa dapat memahami konsep dasar deskripsi dan kontrol pada proses

Materi 3. Komponen Mikrokomputer SYSTEM HARDWARE DAN SOFTWARE DADANG MULYANA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

SISTEM OPERASI. Review

Praktikum 13. Manajemen Memori 1 ALOKASI MEMORI POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI:

KELOMPOK 1 PERANGKAT LUNAK SISTEM

Organisasi SistemKomputer, Pelayanan Sistem Operasi. Ptputraastawa.wordpress.com

Hal-hal yang perlu dilakukan CPU adalah : 1. Fetch Instruction = mengambil instruksi 2. Interpret Instruction = Menterjemahkan instruksi 3.

Sistem Operasi TIKB1023 Munengsih Sari Bunga Politeknik Indramayu. TIKB1023/Minggu 2/SO/MSB

Komputer memiliki dua komponen utama. Yang pertama adalah hardware (perangkat keras) yang tersusun atas komponen elektronik dan mekanik.

Dua komponen yang menjalankan proses dalam komputer, yaitu : Central Processing Unit (CPU) Memory Kedua komponen tersebut terletak pada Motherboard.

CENTRAL PROCESSING UNIT CPU

MEMORI VIRTUAL. Kelompok Franky Sadar Baskoro S. Yemima Aprilia

Struktur Sistem Operasi

Managemen Memori 2016

Komponen sistem operasi modern : 1. Managemen Proses. 2. Managemen Memori Utama. 3.Managemen

Soal Komunikasi Data Kelas XI TKJ

SISTEM OPERASI TERDISTRIBUSI

DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer

Transkripsi:

DASKOM & PEMROGRAMAN Dani Usman

Latar Belakang Memory merupakan tempat menampung data dan kode instruksi program Memori adalah pusat kegiatan pada sebuah komputer, karena setiap proses yang akan dijalankan, harus melalui memori terlebih dahulu. Sistem Operasi bertugas untuk mengatur peletakan banyak proses pada suatu memori Manajemen memory berkaitan dengan aktifitas pengelolaan penggunaan memori pada saat komputer aktif dan menjalankan proses-proses

KONSEP DASAR REGISTER (Chip Processor) Cache Memory Main Memory Secondary Memory Hierarki organisasi memori pada sistem komputer

Register Contoh memori register IR (instruction Register) untuk menampung kode instruksi yang akan dieksekusi AX,BX,CX,DX dan lainnya untuk menampung data dan informasi. Kapasitas memori register sangat terbatas agar ukuran chip processor tetap kecil. Itulah sebabnya diperlukan memori utama.

Memori Utama Memori utama pada umumnya dapat diakses secara random RAM (Random Access Memory) dan volatile. Namun sayangnya kecepatan transfer data dari memori utama ke prosesor sangat lambat jika dibandingkan dengan eksekusi prosesor Contoh: Pentium IV 1.7GHz memiliki front bus 400MHz, artinya terdapat selisih kecepatan 4X, berarti setiap kali terjadi transfer data dari memori utama ke register prosesor, prosesor harus menunggu sebanyak 4 siklus eksekusi.

Memori cache Untuk mengatasi perbedaan kecepatan, digunakan teknik caching untuk memori utama dengan menggunakan memori cache. Umumnya berada dalam prosessor Kapasitas jauh lebih kecil dari memori utama Kecepatan transfer mengikuti clock processor Prinsip kerja sebagai salinan bayangan dari data dan kode instruksi di memori utama

Memori sekunder Memori sekunder umumnya berupa disk dan bersifat non-volatile Kecepatan transfer jauh lebih lambat dari memori utama Untuk mengatasi kekurangan tempat pada ruang memori utama teknik virtual memory

Tujuan pengorganisasian memori komputer: Meningkatkan kecepatan akses kode instruksi dan data oleh prosesor Mengurangi waktu menganggur(idle) prosesor Memperbesar kapasitas penyimpanan sistem memori komputer Secara umum, semakin bawah tingkatan pada hirarki organisasi komputer, maka: Harga per satuan byte semakin rendah Kapasitas penyimpanan semakin besar Frekuensi pengaksesan semakin kurang Kecepatan akses semakin lambat

Pengalamatan Memori Tugas untuk mereferensi kode instruksi atau data di memori utama secara tepat merupakan tanggung jawab dari compiler Compiler berfungsi mengubah source code yang ditulis programmer menjadi file yang berisi kode instruksi program yang dapat dijalankan prosessor Dalam menentukan alamat instruksi atau data, compiler mengacu pada metode pengalamatan memori yang dipakai sistem komputer

Metode pengalamatan memori mendefinisikan: Model alamat yang dituliskan pada kode instruksi program Mekanisme penyalinan Kapan dan bagaimana alamat dalam kode instruksi program diterjemahkan dalam alamat fisik memori sesungguhnya.

Secara garis besar metode pengalamatan memori dapat dibedakan atas : 1. Pengalamatan secara fisik (Physical / absolute address) alamat yang ditulis pada kode instruksi adalah alamat fisik memori utama yang sesungguhnya.

2. Pengalamatan secara logika (Logical Addressing) perlu ditranslasikan ke alamat fisik memori utama. Pada saat eksekusi, pengaksesan alamat akan ditranslasi dengan menjumlahkan alamat referensi awal pada instruksi dengan isi register alokasi untuk mendapatkan alamat fisik memori Relokasi program dapat dilakukan secara fleksibel

ADDRESS BINDING Alamat yang terdapat dalam kode instruksi tidak selamanya berupa alamat fisik, tapi dapat berupa alamat logika yang perlu ditranslasi lebih dahulu. Aktivitas translasi alamat ini disebut dengan address binding.

Address binding dapat terjadi pada saat: Compile Time apabila dimungkinkan letak / alamat fisik memori diketahui sebelum diekseskusi agar langsung dapat ditulis pada source code. Kelemahan: program tidak dapat direlokasi selama eksekusi. Loading Time Dilakukan pada saat loading program ke memori utama Hasil kompilasi disimpan dalam file yang berisi alamat fisik. Jika terjadi perubahan relokasi maka code di-load ulang

Execution Time membutuhkan perangkat keras seperti MMU (Memory Management Unit) MMU bertanggung jawab membantu proses perhitungan transasi alamat logika ke alamat fisik pada saat eksekusi. Dimungkinkan suatu proses berpindah alamat sewaktu dieksekusi.

Tahapan Pemrosesan User rogram

Memory-Management Unit (MMU) Perangkat Hardware yang memetakan alamat logik (virtual) ke alamat fisik. Dalam skema MMU Menyediakan perangkat register yang dapat di set oleh setiap CPU: setiap proses mempunyai data set register tsb (disimpan di PCB). Base register dan limit register. Harga dalam register base/relokasi ditambahkan ke setiap address proses user pada saat run di memori Program user hanya berurusan dengan address logik saja

Relokasi Dinamik menggunakan Register Relokasi

Dynamic Loading Tidak semua bagian program diambil ke memori. Dengan dynamic loading, Routine yang tidak digunakan tak akan pernah di-load ke memori. Mekanisme dasar: Program utama di-load dan dieksekusi. Pada saat suatu routine butuh memanggil routine yang lain, maka pertama routine pemanggil mengecek apakah rotine yang dibutuhkan sudah pernah diambil. Jika belum, maka routine yang dipanggil tersebut akan diambil dan dialokasikan di memori utama Keuntungan dynamic loading : Rutin yang tidak digunakan tak akan pernah di-load ke memori. Untuk menghindari pemakaian rutin yang salah dalam program dengan jumlah kode yang besar. Tidak memerlukan bantuan sistem operasi. Metode ini menjadi tanggung jawab user/programmer. SO hanya menyediakan routine library

Dynamic Linking Konsep sama dengan dynamic loading, hanya saja penekanan pada proses linking. Dimungkinkan adanya share library yang dibuat oleh suatu aplikasi untuk digunakan oleh aplikasi lainnya. Mengurangi pemakaian space: satu routine library di memory digunakan secara bersama oleh sekumpulan proses. dapat digunakan untuk pembaharuan library secara otomatis bila ada versi yang lebih baru. File yang mendukung dynamic linking:.dll (Dynamic Link Libraries),.sys,.drv sistem operasi dibutuhkan untuk memeriksa apakah routine yang diperlukan ada di ruang memori proses yang lain.

Overlay Overlay membagi program yang besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan dapat dimuat dalam memori utama. Dibutuhkan ketika proses yang ada lebih besar dibandingkan memori yang tersedia Diimplementasikan oleh user, tidak ada dukungan khusus dari sistem operasi, desain program pada struktrur overlay cukup kompleks.

Ide dari overlay adalah yang disimpan di memori adalah hanya instruksi dan data yang diperlukan pada waktu tertentu. Bila instruksi lain yang diperlukan, maka akan diletakkan ditempat instruksi lama yang tidak diperlukan lagi.

Overlay pada Two-Pass Assembler

Untuk load keseluruhan dibutuhkan memori 200K. Jika yang tersedia hanya 150K, maka tidak bisa dieksekusi. Dengan menggunakan overlay, maka routine dibagi menjadi 2 overlay Overlay A terdiri dari symbol table, common routine dan pass 1 (butuh 120K) Overlay B terdiri dari symbol table, common routine dan pass 2 (butuh 130K) Membutuhkan overlay driver 10K

Swapping Suatu proses dapat di-swap secara temporary keluar dari memori dan dimasukkan ke backing store, dan dapat dimasukkan kembali ke dalam memori pada eksekusi selanjutnya. Backing store disk cepat yang cukup besar untuk mengakomodasi copy semua memori image pada semua user; menyediakan akses langsung ke memori image. Roll out, roll in varian swapping yang digunakan dalam penjadualan prioritas; proses dengan prioritas rendah di-swap out, sehingga proses dengan prioritas tinggi dapat di-load dan dieksekusi. Bagian terbesar dari swap time adalah transfer time, total transfer time secara proporsional dihitung dari jumlah memori yang di swap.

Skema Swapping

TERIMA KASIH SAMOGA BERMANFAAT