15 III BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1. Bahan Penelitian 3.1.1. Ternak Penelitian Ternak percobaan yang digunakan adalah ayam broiler yang telah dipelihara selama 2 minggu sebanyak 100 ekor dengan rataan bobot badan ± 413,14 gram dengan koefisien variasi 8,16%. Ayam tersebut dibagi secara acak dalam 20 unit kandang percobaan dengan masing-masing kandang berisi 5 ekor. Guna memudahkan pencatatan setiap ekor, maka ayam tersebut diberi tanda sebagai pengenal berupa nomor pada sayapnya (wingtag). 3.1.2. Ransum Ransum yang digunakan adalah ransum komersial Hiprovite 511 diperoleh dari PT Charoen Phokphand Indonesia, Tbk. Kandungan nutrien dan energi metabolis ransum dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Kandungan Zat Makanan dan Energi Metabolis Ransum Hiprovite 511 Kandungan Zat Makanan Jumlah %... PK 23,5 LK 5 SK 5 Ca 0,9 P 0,7 Air 13 Abu 7 Energi Metabolis (kkal/mg) 3120 Sumber : PT. Charoen Phokphand Indonesia, Tbk
16 3.1.3. Kandang dan Peralatan A. Kandang yang digunakan Kandang yang digunakan terdiri atas 20 unit kandang percobaan yang berukuran 1 1 m. Setiap kandang berisi 5 ekor ayam broiler dengan menggunakan sistem litter. Pencahayaan dengan lampu softone 25 watt. Tempat pakan dan tempat minum selama penelitian juga disediakan. B. Peralatan Penelitian 1. Timbangan digital untuk menimbang bobot badan awal, bobot badan pada tiap akhir minggu, ransum dan sisa ransum. 2. Thermometer untuk mengukur suhu lingkungan kandang. 3. Higrometer untuk mengukur kelembaban udara kandang. 4. Pemanasan dan penerangan kandang menggunakan lampu softone 25 watt. 5. Tempat ransum dan tempat air minum. 6. Peralatan kebersihan seperti sapu, lap, ember, tempat disinfektan. 3.2. Metode Penelitian 3.2.1. Tahap Persiapan 1. Sebelum DOC tiba kurang lebih satu minggu, kandang dibersihkan terlebih dahulu dan didesinfeksi. 2. Setelah bersih, kandang di kapur secara merata. 3. Selama 2-3 hari kandang dibiarkan hingga bagian dalam dan sekitarnya kering. 4. Penyemprotan dengan disinfektan dilakukan 1-2 hari sebelum DOC datang.
17 5. Menabur sekam baru serta bebas dari kotoran, sampah, dan jamur. 6. Peralatan yang terdiri atas tempat pakan dan air minum juga dibersihkan dengan air lalu didesinfeksi dan dikeringkan sebelum dipakai. 7. Masing-masing kandang perlakuan dipasang 1 buah lampu softone 25 watt. 8. Tinggi awal lampu dibuat sama yaitu setinggi kepala anak ayam agar dapat menghangati anak ayam. 3.2.2. Tahap Pelaksanaan 1. Penempatan ayam dalam kandang dilakukan secara acak. 2. Saat ayam tiba diberikan air gula merah dengan konsentrasi 5% untuk mengganti energi yang hilang selama perjalanan. 3. Pemberian ransum dan air minum secara ad-libitum 4. Pemberian vaksin selama pemeliharaan yaitu vaksin ND pertama pada hari keempat, vaksinasi melalui tetes air mata dan dilakukan vaksinasi gumboro pada minggu kedua melalui tetes mata. 5. Perlakuan pencahayaan dilakukan setelah ayam lepas brooder atau umur 2 minggu sampai 5 minggu dengan tirai kandang tertutup. 6. Tinggi lampu dinaikan setiap minggu sekali (setinggi kepala DOC) yang disesuaikan dengan sebaran ayam. 3.2.3. Tahap Pengumpulan Data 1. Bobot badan ayam ditimbang setiap minggu akhir penelitian dikurangi bobot awal penelitian menggunakan timbangan digital.
18 2. Sisa ransum ditimbang setiap minggu akhir penelitian dikurangi awal penelitian menggunakan timbangan digital. 3. Ransum ditimbang pada akhir penelitian dibagi dengan pertambahan bobot badan akhir penelitian menggunakan timbangan digital. 3.2.4. Peubah yang Diamati dan Cara Pengukurannya 1. Konsumsi Ransum (g/ekor) Konsumsi ransum dihitung dari jumlah ransum yang disediakan awal minggu penelitian dikurangi sisa ransum akhir minggu penelitian. Pengukuran dilakukan setiap minggu selama penelitian, kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan konsumsi ransum selama penelitian. Konsumsi Ransum = Pakan yang diberikan sisa pakan 2. Pertambahan Bobot Badan (g) Pertambahan bobot badan ayam diukur dari bobot penimbangan pada akhir minggu penelitian dikurangi bobot awal penimbangan. Pertambahan Bobot Badan (PBB) = Bobot akhir bobot awal 3. Konversi Ransum Konversi ransum dihitung berdasarkan jumlah ransum yang dikonsumsi selama penelitian dibagi pertambahan bobot badan akhir penelitian.
19 Konversi Ransum = Konsumsi Ransum (gram) Pertambahan Bobot Badan (gram) 2.2.5. Rancangan Percobaan dan Analisis Statistik Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 macam perlakuan yaitu P0 (12 jam terang 18.00-06.00 WIB), P1 (2 jam gelap 18.00-20.00 WIB : 10 jam terang 20.00-06.00 WIB), P2 (4 jam gelap 18.00-22.00 WIB : 8 jam terang 22.00-06.00 WIB), P3 (6 jam gelap pukul 18.00-24.00 WIB : 6 jam terang pukul 24.00-06.00 WIB). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali yang terdiri dari 5 ekor ayam. Ayam yang digunakan adalah ayam broiler yang telah dipelihara umur 2 minggu atau sudah lepas brooder. Model matematika yang digunakan sebagai berikut (Gaspersz, 1994) : Ƴij = µ + αi + ɛij Keterangan : Ƴij = Nilai pengamatan pada perlakuan ke-i dan ulangan ke-j µ = Rataan umum performa ayam broiler αi = Pengaruh perlakuan ke-i (1,2,3,4)
20 ɛij = Pengaruh acak perlakuan ke-i pada ulangan ke-j (j=1,2,3,4,5) i = Perlakuan ke-i (1,2,3,4) j = Ulangan ke-j (1,2,3,4,5) Dengan Asumsi : 1. Nilai ɛij menyebar normal dan bebas satu sama lain 2. Nilai Harapan dari ɛij = 0 3. Ragam dari ɛij = α 2 Dari model matematik tersebut, maka diperoleh daftar sidik ragam yang tertera pada Tabel 6. Tabel 6. Daftar Sidik Ragam Sumber Keragaman Db JK KT Fhit Ftabel Perlakuan t-1 =3 JKP KTP KTP/KTG Galat t(r-1) = 16 JKG KTG Total (rt-1) rt-1 =19 JKT Hipotesis yang akan diuji : Ho : µo = µ1 = µ2 =µ3 artinya tidak terdapat perbedaan antar perlakuan. H1 : µo µ1 µ2 µ3, atau paling sedikit ada satu perlakuan yang tidak sama. Kaidah keputusan : Bila Fhit < F(0,05) maka terima H0 Bila Fhit > F(0,05) maka tolak H0
21 Guna mengetahui perbedaan pengaruh rata-rata kelompok perlakuan dilakukan dengan Uji Jarak Berganda Duncan dengan rumus : Sx = Ktgalat r LSR α = SSRα. Sx Keterangan : Sx r = Standard error = Ulangan KTG = Kuadrat Tengah Galat LSR SSR = Least significant range test = Studentized significant range Apabila selisih antar perlakuan (d) dibandingkan dengan LSR, kaidah keputusannya adalah sebagai berikut : Jika d < LSR, tidak berbeda nyata Jika d > LSR, berbeda nyata d = selisih antar perlakuan dua beda nyata