JIEET: Volume 01 Nomor (Journal Information Engineering and Educational Technology) ISSN : X

dokumen-dokumen yang mirip
PEMODELAN DAN SIMULASI MAXIMUM POWER POINT TRACKER

BAB I PENDAHULUAN. sumber energi tenaga angin, sumber energi tenaga air, hingga sumber energi tenaga

Hari Agus Sujono a), Riny Sulistyowati a), Agus Budi Rianto a)

BAB I Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

Kendali Sistem Pengisi Baterai Tenaga Surya Metode Incremental Conductance Berbasis Mikrokontrol

DESAIN SISTEM HIBRID PHOTOVOLTAIC-BATERAI MENGGUNAKAN BI-DIRECTIONAL SWITCH UNTUK CATU DAYA KELISTRIKAN RUMAH TANGGA 900VA, 220 VOLT, 50 HZ

Perbaikan Variabel Step Size MPPT pada Aplikasi Panel Surya untuk Perubahan Iradiasi Matahari yang Cepat

IMPLEMENTASI MAXIMUM POWER POINT TRACKER (MPPT) UNTUK OPTIMASI DAYA PADA PANEL SURYA BERBASIS ALGORITMA INCREMENTAL CONDUCTANCE

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERANCANGAN KONVERTER ARUS SEARAH TIPE CUK YANG DIOPERASIKAN UNTUK PENCARIAN TITIK DAYA MAKSIMUM PANEL SURYA BERBASIS PERTURB AND OBSERVE

Prof.Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng. Vita Lystianingrum B.P, ST., M.Sc.

Simulasi Maximum Power Point Tracking pada Panel Surya Menggunakan Simulink MATLAB

Dwi Agustina Hery Indrawati

Perancangan Simulator Panel Surya Menggunakan LabView

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Konversi energi dari cahaya matahari menjadi energi listrik dilakukan oleh

Desain dan Pemodelan Maximum Power Point Tracking Menggunakan ANFIS pada Sistem Photovoltaic dengan Buckboost Converter

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print)

Perancangan Maximum Power Point Tracker (MPPT) Untuk Panel Surya Menggunakan Konverter Cuk Dengan Metode Hill Climbing

DESAIN DAN ANALISIS PROPORSIONAL KONTROL BUCK-BOOST CONVERTER PADA SISTEM PHOTOVOLTAIK

Auto Charger System Berbasis Solar Cell pada Robot Management Sampah

DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENGISI BATERAI TENAGA SURYA MENGGUNAKAN METODE INCREMENTAL CONDUCTANCE KENDALI ARUS BERBASIS dspic30f4012

Materi 3: ELEKTRONIKA DAYA (2 SKS / TEORI) SEMESTER 106 TA 2016/2017 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA

STUDI KOMPARASI MPPT ANTARA SOLAR CONTROLLER MPPT M10-20A DENGAN MPPT TIPE INCREMENTAL CONDUCTANCE SEBAGAI CHARGER CONTROLLER LAPORAN TUGAS AKHIR

DESAIN DAN IMPLEMENTASI MAXIMUM POWER POINT TRACKER (MPPT) MIKROKONTROLLER AVR. Dosen Pembimbing

Sistem Panel Surya Terhubung Grid melalui Single Stage Inverter

SIMULASI MAXIMUM POWER POINT TRACKING (MPPT) PANEL SURYA MENGGUNAKAN PERTURB AND OBSERVE SEBAGAI KONTROL BUCK-BOOST CONVERTER Mochamad Firman Salam

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

MEMAKSIMALKAN KONVERSI ENERGI PV MODULE BERDASARKAN KURVA KARAKTERISTIK PADA LERENG TEGANGAN

DESAIN DAN IMPLEMENTASI MAKSIMUM POWER POINT TRACKER MELALUI DETEKSI ARUS

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan akan sumber energi listrik terus meningkat seiring meningkatnya

ISSN : e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.3 Desember 2017 Page 3122

NAMA :M. FAISAL FARUQI NIM : TUGAS:ELEKTRONIKA DAYA -BUCK CONVERTER

Perbaikan Performa DC-Link Inverter Satu Fasa Menggunakan Interleaved DC-DC Boost Konverter pada Aplikasi Photovoltaics

Perancangan Battery Control Unit (BCU) Dengan Menggunakan Topologi Cuk Converter Pada Instalasi Tenaga Surya

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN PEMODELAN SISTEM

ANALISIS STEP-UP CHOPPER SEBAGAI TRANSFORMASI R SEBAGAI INTERFACE PHOTOVOLTAIC DAN BEBAN

RANCANG BANGUN MAXIMUM POWER POINT TRACKER (MPPT) PADA PANEL SURYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY

Perancangan dan Implementasi Multi-Input Konverter Buck Untuk Pengisian Baterai Menggunakan Panel Surya dan Turbin Angin

DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENGISI BATERAI TENAGA SURYA MENGGUNAKAN METODE INCREMENTAL CONDUCTANCE-VOLTAGE CONTROL BERBASIS dspic30f4012

PERANCANGAN MAXIMUM POWER POINT TRACKING PANEL SURYA MENGGUNAKAN BUCK BOOST CONVERTER DENGAN METODE INCREMENTAL CONDUCTANCE

Rancang Bangun Charger Baterai dengan Buckboost Konverter

KENDALI BUCK-BOOST MPPT BERBASIS DIGITAL LAPORAN TUGAS AKHIR

PV-Grid Connected System Dengan Inverter Sebagai Sumber Arus. Pada Beban Resistif

KINERJA PHOTOVOLTAIC GRID CONNECTED SYSTEM

DESAIN DAN IMPLEMENTASI PENAIK TEGANGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI KY CONVERTER DAN BUCK- BOOST CONVERTER

RANCANG BANGUN DAN IMPLEMENTASI BUCK BOOST CONVERTER DENGAN MAXIMUM POWER POINT TRACKING MENGGUNAKAN METODE PERTURB AND OBSERVE

BAB I PENDAHULUAN. Energi listrik adalah energi yang mudah dikonversikan ke dalam bentuk

DESAIN MAXIMUM POWER POINT TRACKER PADA PHOTOVOLTAIC

Sistem MPPT Untuk PV dan Inverter Tiga Fasa yang Terhubung Jala-Jala Menggunakan Voltage-Oriented Control

Desain Boosting MPPT Tiga Level untuk Distributed Generation Tiga Fasa Presented by: Hafizh Hardika Kurniawan

Desain dan Implementasi Soft Switching Boost Konverter Dengan Simple Auxillary Resonant Switch (SARC)

ANALISIS INVERTER SATU FASA PADA KONFIGURASI MASTER-SLAVE

PEMANFAATAN ENERGI MATAHARI MENGGUNAKAN SOLAR CELL SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF UNTUK MENGGERAKKAN KONVEYOR

Rancang Bangun Prototipe Emulator Sel Surya Menggunakan Buck Converter Berbasis Arduino

Oleh : Aries Pratama Kurniawan Dosen Pembimbing : Prof. Dr.Ir. Mochamad Ashari, M.Eng Vita Lystianingrum ST., M.Sc

DESAIN MODEL MPPT BARU PADA TOPOLOGI PV FARM BERBASIS CLUSTER YANG TERTUTUP BAYANGAN SEBAGIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Andriani Parastiwi. Kata-kata kunci : Buck converter, Boost converter, Photovoltaic, Fuzzy Logic

PERANCANGAN STAND ALONE PV SYSTEM DENGAN MAXIMUM POWER POINT TRACKER (MPPT) MENGGUNAKAN METODE MODIFIED HILL CLIMBING

Rancang Bangun Interleaved Boost Converter Berbasis Arduino

Desain. Oleh : Banar Arianto : NIM UNIVERS SEMARANG

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI KONVERTER DC-DC SINGLE-INPUT MULTIPLE- OUTPUT BERBASIS COUPLED INDUCTOR

ISSN : e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.2 Agustus 2016 Page 1375

BAB I PENDAHULUAN 1.1 L atar Belakang Masalah

MEMAKSIMALKAN DAYA PHOTOVOLTAIC SEBAGAI CHARGER CONTROLLER

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir dilaksanakan pada bulan Februari 2014 hingga Januari

Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudharto, SH, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia.

Implementasi MPPT (Maximum Power Point Tracker) Pada Sistem Photovoltaic

Desain dan Analisis MPPT Berbasis DC- Switched Capacitor untuk Sistem Grid- Connected Photovoltaic

DESAIN RANGKAIAN BUCK-BOOST CONVERTER PADA SISTEM CHARGING LAMPU PENERANGAN LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN DI KOTA MALANG

Studi Analisa Synchronous Rectifier Buck Converter Untuk Meningkatkan Efisiensi Daya Pada Sistem Photovoltaic

Optimasi Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Angin Menggunakan Maximum Power Point Tracker (MPPT) dengan Metode Gradient Approximation

DESAIN DAN IMPLEMENTASI MULTI-INPUT KONVERTER DC-DC PADA SISTEM TENAGA LISTRIK HIBRIDA PV/WIND

Perbandingan Konverter CUK dan SEPIC Untuk Pelacakan Titik Daya Maksimum Berbasis Panel Surya

METODE PENGENDALIAN DAYA PADA PHOTOVOLTAIC MODULE DENGAN METODE KENDALI INTERNAL TUGAS AKHIR

Perancangan dan Implementasi Konverter Boost Rasio Tinggi dengan Transformator Hybrid untuk Aplikasi Photovoltaic

MAXIMUM POWER POINT TRACKER DENGAN METODE INCREMENTAL CONDUCTANCE TRANSCONDUCTANCE CONTROL BERBASIS. dspic30f4012

OPERASI CHOPPER SEBAGAI MAXIMUM POWER POINT TRACKER TUGAS AKHIR

DESAIN DAN IMPLEMENTASI MAXIMUM POWER POINT TRACKER (MPPT) SOLAR PV BERBASIS FUZZY LOGIC MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER AVR

SISTEM KENDALI LEVEL TEGANGAN PADA KONVERTER DC/DC TIPE BOOST UNTUK APLIKASI SISTEM FOTOVOLTAIK

Kendali Pensaklaran Freewheel untuk Pensaklaran Konverter PCCM

Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia

Rancang Bangun AC - DC Half Wave Rectifier 3 Fasa dengan THD minimum dan Faktor Daya Mendekati Satu menggunakan Kontrol Switching PI Fuzzy

Sistem PLTS OffGrid. TMLEnergy. TMLEnergy Jl Soekarno Hatta no. 541 C, Bandung, Jawa Barat. TMLEnergy. We can make a better world together CREATED

MAXIMUM POWER POINT TRACKER PADA SOLAR CELL/PHOTOVOLTAIC MODULE DENGAN MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC CONTROLLER

Perancangan dan Realisasi Solar Charge Controller Maximum Power Point Tracker dengan Topologi Buck Converter untuk Charger Handphone

RANCANG BANGUN MPPT BOOST CONVERTER PADA POMPA AIR TENAGA SURYA DESIGN OF MPPT BOOST CONVERTER TO SOLAR CELL WATER PUMP

UNIVERSITAS INDONESIA SIMULASI DAN VERIFIKASI MODUL SURYA TERHUBUNG CONVERTER PADA JARINGAN LISTRIK SEARAH DENGAN MENGGUNAKAN MATLAB SIMULINK SKRIPSI

PERANCANGAN STAND ALONE PV SYSTEM DENGAN MAXIMUM POWER POINT TRACKER (MPPT) MENGGUNAKAN METODE MODIFIED HILL CLIMBING

Desain Penyearah 1 Fase Dengan Power Factor Mendekati Unity Dan Memiliki Thd Minimum Menggunakan Kontrol Pid-Fuzzy Pada Boost Converter

DAFTAR PUSTAKA. [1] Felix. Y dan Pratomo, H. L, 2009 Memaksimalkan Daya Photovoltaic

RANCANG BANGUN BECAK LISTRIK TENAGA HYBRID DENGAN MENGGUNAKAN KONTROL PI-FUZZY (SUBJUDUL: HARDWARE) Abstrak

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Desain dan Implementasi Konverter DC-DC Rasio Tinggi Berbasis Pensaklaran Kapasitor dan Induktor Terkopel untuk Aplikasi pada Photovoltaic

PERANCANGAN SISTEM MAXIMUM POWER POINT TRACKING CONVERTER BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 328

Perancangan Boost Converter Untuk Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya

ANALISIS PERBANDINGAN HASIL OPERASI CCM DAN DCM PADA DC CHOPPER TIPE CUK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Konverter elektronika daya merupakan suatu alat yang mengkonversikan

Transkripsi:

Penggunaan Algoritma Peturb And Observe (Pno) dalam Studi Penggunaan Sepic dan Zeta Konverter untuk Maximum Power Point Tracker (Mppt) pada Photovoltaic Statis Efrita Arfah Zuliari 1, Ciptian Weried Priananda 2, Subuh Isnur Haryudo 3 1,2 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya 1 efrita.zuliari@gmail.com 2ciptian.junior@gmail.com 3 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya 3 subuhisnur@unesa.ac.id Abstract - Photovoltaic (PV) is one of the equipments used to convert solar energy that can be used as an alternative source of renewable energy. The effectiveness of PV can be improved by operating the the PV panel at optimum point by using the MPPT algorithm. This study will present a comparative study of the use of the SEPIC converter and Zeta converters for applications using MPPT algorithm Peturb and Observe (PNO). The results of the characteristics of the two converters will be compared, while the parameters are compared include input-output voltage, voltage ripple and inputoutput power. Keywords: MPPT, SEPIC, Zeta, PNO I. PENDAHULUAN Photovoltaic (PV) adalah sebuah peralatan yang digunakan untuk mengonversi energi terbarukan dari sinar matahari. PV menawarkan banyak keuntungan seperti tidak adanya polusi dan emisi serta memiliki biaya perawatan yang relatif murah. PV memiliki potensi yang besar untuk diaplikasikan diarea yang banyak terpapar radiasi matahari, seperti negara Indonesia yang beriklim tropis dan terkena paparan sinar matahari sepanjang tahun. PV hanya memiliki efisiensi kurang dari 30 persen dari jumlah energi yang diterimanya. Efisiensi PV dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari dan temperatur permukaan PV. MPPT adalah salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan efektifitas pemanenan energi menggunakan PV [5]. Banyak metode yang umum secara luas digunakan semisal Peturb and Observe (PnO), incremental Conductance, metode numerik dan pendekatan metaheuristik serperti Artificial Inteligent (AI). PV adalah peralatan yang menghasilakn kurva tegangan dan arus DC, sehingga diperlukan konverter DC-DC ataupun konverter DC-AC apabila akan diinjeksikan dan disinkronkan pada grid [6]. Secara umum konverter yang sering digunakan adalah konverter dengan topologi Boost Converter. Boost Converter sering digunakan apabila tegangan output yang dikehendaki adalah lebih besar dibandingkan dengan tegangan inputnya. Apabila tegangan input terlalu besar maka diperlukan konverter jenis lain yang juga bisa digunakan untuk menurunkan tegangan outputnya lebih rendah daripada tegangan inputnya. SEPIC dan Zeta konverter dipilih karena memiliki kemampuan untuk menaikturunkan tegangan outputnya dengan jangkauan kerja yang relatif lebar dengan variasi tegangan input. Kedua konverter ini akan coba untuk digunakan dan diuji karakteristiknya untuk MPPT. Hasil dari uji karakterstik konverter ini akan dianalisis dan disajikan dalam penelitian ini. II. KAJIAN PUSTAKA A. Karakteristik Photovoltaic Photovoltaic silikon adalah sebuah dioda yang dibentuk dari tiga buah layer tipe-n dibagian atas dan sebuah layer tipe-p dibagian bawah. Elektron bebas digerakkan oleh tumbukan jutaan photon yang didapat dari paket radiasi sinar matahari yang memapar layer interface yang menyebabkan arus listrik mengalir [5]. Setiap sel photovoltaic seluas 1cm 2 menghasilkan tegangan listrik sekitar 500-600mV dengan arus sekitar 30mA pada radiasi sinar matahari sebesar 1000watt/m 2. Gambar 1 menunjukkan prinsip kerja dari photovoltaic. 27

Gambar 1 prinsip kerja Photovoltaic [1][6] Model ekuivalen dari PV ditunjukkan pada gambar 2, dimana sebuah sel PV dimodelkan sebagai sumber arus yang diparalel dengan dioda, dan memiliki tahanan seri dan tahanan paralel terhadap bias dioda [1]. Gambar 3. Kurva karakteristik PV Gambar 2 Rangkaian Ekivalen Photovoltaic Dari gambar 2 didapatkan persamaan ekivalen Photovoltaic sebagaimana persamaan 1 di bawah ini. Kemudian untuk kurva karakteristik PV ditunjukkan pada gambar 3. Gambar 3a menunjukkan gambar kurva karaktersistik PV tegamgam terhadap arus, sedangkan gambar 3b adalah gambar kurva karaktersitik PV tegangan terhadap daya yang dipengaruhi oleh beberapa variabel radiasi sinar matahari yang mengenai permukaannya. B. Algoritma Peturb and Observe (PnO) Peturb and Observe adalah algoritma yang banyak digunakan secara luas untuk mencari nilai optimal dari PV, karena hanya menggunakan sedikit parameter yang dituning dan struktur algoritma yang sederhana. Untuk kondisi praktikal, algoritma ini cukup handal digunakan dan memiliki respon yang selalu berosilasi didekat nilai optimalnya (MPP). Metode PnO ini bekerja berdasarkan teknik gangguan (peturbation) pada sistem dengan cara menambah atau mengurangi tegangan referensi (V ref) sesuai dengan responnya yang diubah melalui parameter dutycycle kemudian dilakukan pengamatan (observation) terhadap respon daya yang keluar dari modul PV [4]. Ketika besarnya nilai daya saat ini P(K) dari modul PV lebih besar daripada besarnya daya sebelumnya P(K-1) maka arah dari parameter gangguan akan tetap dijaga, namun jika tidak maka arah dari parameter gangguan akan bergerak terbalik dari arah sebelumnya. Gambar 5 menunjukkan cara kerja dari algoritma PnO. 28

sebelumnya (energy discharge). Energi yang telah direlease dari induktor L1 digunakan untuk mengisi kapasitor C1, sementara energi dari L2 ditransfer menuju beban. Gambar 7 Zeta Konverter III. METODE PENELITIAN A. Desain Sistem MPPT Blok diagram sistem simulasi bisa dilihat pada gambar 8. Simulasi dilakukan pada program PSIM dengan parameter sesuai dengan tabel 1 dan tabel 2. Gambar 5 Flowchart Algoritma PnO C. Konverter SEPIC (Single-Ended Primary-Inductor Converter) Konverter SEPIC adalah konverter yang bisa menaikturunkan tegangan output lebih tinggi atau lebih rendah dari pada tegangan inputnya [2]. Perbedaan Konverter SEPIC dengan konverter Buck-Boost adalah SEPIC memiliki tegangan output yang polaritasnya sama dengan polaritas dari tegangan inputnya (non-inverting). Gambar 6 adalah gambar proses switcing pada konverter SEPIC pada saat beroperasi pada kondisi steady state. Gambar 6 Konverter SEPIC D. Konverter ZETA Konverter Zeta adalah konverter yang beroperasi pada mode CCM (Continous Conduction Mode) [5]. Pada konverter Zeta terdapat dua buah state rangkaian dalam satu periode switching. Yang pertama adalah ketika switch dalam kondisi konduksi (ON), dan yang kedua adalah ketika switch dalam kondisi tidak konduksi (OFF). Gambar 7 adalah gambar dari topologi konverter Zeta. Konverter Zeta terdiri dari sebuah Mosfet sebagai switch, sebuah dioda, dua buah kapasitor, dua buah induktor dan sebuah beban. Pada state pertama, induktor L1 dan L2 mengalami fase energy charge, pada state kedua induktor L1 dan L2 me-release energ yang telah tersimpan Gambar 8 blok diagram sistem MPPT [3] Untuk penggunaan photovoltaic yang digunakan spesifikasinya adalah sesuai dengan tabel 1. Tabel 1 spesifikasi Photovoltaic Spesifikasi Nilai Jumlah sel 36 Maximum Power (Pmax) 60 W Maximum Voltage (Vmpp) 17.6 V Open Circuit Voltage (Vmax) 21.6 V Maximum Current (Impp) 3.4 A Short Circuit Current (Imax) 3.8 A Untuk parameter dari konverter SEPIC dan ZETA yang digunakan bisa dilihat pada tabel 2. Tabel 2 Parameter SEPIC dan ZETA konverter Komponen SEPIC ZETA Duty Cycle 0.6 0.6 L 1 1.28mH 2.4mH L 2 1.28mH 2.4mH C 1 36uF 18.8uF C 2 24uF 150uF IV. HASIL SIMULASI DAN ANALISIS 29

Gambar simulasi pada software PSIM dapat dilihat pada gambar 9 sebagai berikut, adapun gambar 9 adalah konverter SEPIC dan gambar 9 adalah konverter ZETA. Gambar 9 konverter SEPIC dan ZETA Pada test simulasi, parameter yang diamati adalah daya input dan daya output dari DC/DC konverter yang dignakan dengan level beban yang sama dan dengan algoritma PnO yang sama. Hasil dari simulasi bisa dilihat pada gambar 10 sebagai berikut. Gambar 10 Hasil simulasi SEPIC dan ZETA Pada gambar 10 adalah hasil simulasi dari rangkaian MPPT menggunakan konverter SEPIC, sedangkan gambar 10 adalah hasil simulasi rangkaian ZETA dengan menggunakan MPPT. Pada simulasi ini algortima PnO diobservasi pada pengoperasian radiasi matahari sebesar 1000watt/m 2 dan pada suhu permukaan 25 o C. Dari gambar 10 bisa dilihat bahwa algoritma PnO mampu untuk mengejar nilai dari MPP photovoltaic. Algoritma PnO bekerja berdasarkan prinsip gangguan (peturbation) pada variable terkontrol (dutycycle) dan pengamatan (observation) pada variable yang diamati (I, V dan P). Penambahan pada variable terkontrol terus berjalan positif apabila nilai daya sekarang lebih besar daripada nilai daya sebelumnya (P k>p k-1) dan akan berjalan negatif (pengurangan) apabila nilai daya sekarang lebih rendah daripada nilai daya sebelumnya (P k<p k-1). Baik konverter SEPIC maupun ZETA mampu dengan baik untuk diberikan algoritma MPPT dengan algoritma PnO. Perbedaan yang terlihat adalah munculnya besaran riak pada daya yang dihasilkan dari perkalian variabel tegangan dan arus. Dimana riak (ripple) pada penggunaan konverter SEPIC terlihat lebih besar daripada menggunakan konverter ZETA. Riak pada SEPIC konverter dominan disebabkan oleh riak variabel tegangan 0 = 2.8V, sementara pada konverter Zeta 0 = 50mV. Dari polaritas tegangan outputnya, baik konverter SEPIC dan ZETA memiliki polaritas yang sama dengan tegangan inputnya. Berbeda apabila kita menggunakan konverter Buck Boost dimana polaritas outputnya akan terbalik jika dibandingkan dengan tegangan inputnya. Sehingga 30

SEPIC dan ZETA konverter lebih baik untuk diterapkan sebagai konverter algoritma MPPT karena persamaan polaritas yang disisi input dan output. V. PENUTUP A. Kesimpulan Penelitian ini menyajikan studi perbandingan penggunaan konverter DC / DC untuk algoritma MPPT yang sama yaitu algoritma PnO. Dari hasil simulasi dan analisis terlihat bahwa baik SEPIC maupun ZETA konverter bisa dengan baik untuk diterapkan sebagai konverter MPPT photovoltaic. Untuk ripple yang dihasilkan oleh konverter SEPIC dan ZETA terlihat bahwa ripple yang relatif lebih kecil yang muncul pada simulasi ZETA terlihat lebih baik untuk aplikasi MPPT. Sehingga bisa ditarik bahwa konverter ZETA akan lebih baik untuk digunakan sebagai konverter MPPT jika dibandingkan dengan konverter SEPIC, namun demikian masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengambil kesimpulan lebih jauh terlebih disisi praktikal. B. Saran Diperlukan verifikasi lebih lanjut perbandingan kedua konverter untuk diimplementasikan secara hardware. REFERENSI [1] Priananda, Ciptian Weried., Endro Wahjono, Novie Ayub Windarko. 2013. Maximum Power Point Tracker Photovoltaic Menggunakan Algoritma Biseksi. Proyek Akhir PENS - ITS. Surabaya. [2] Ghozali, Muhammad Syafei. 2011. Perbandingan Konverter CUK dan SEPIC untuk Pelacakan Titik Daya Maksimum Berbasis Panel Surya. Jurnal Nasional Politeknik Batam. [3] H Abidi dkk. 2012. MPPT Algorithm and Photovoltaic Array Emulator using DC/DC Converters. IEEE. [4] Batzelis, E., Dolara, A., Foiadelli, F., Lazaroiu, G., & Leva, S. (2014). An Explicit PV String Model Based on the Lambert Function and Simplified MPP Expression for Operation Under Partial Shading. IEEE Transaction on Sustainable Energy, Vo. 5, No. 1. [5] Logeswaran, T., & Kumar, A. (2014). A Review of Maximum Power Point Tracking Algorithms for PV Systems under Uniform and Non-Uniform irradiances. Energy Procedia 54. [6] Priananda, Ciptian Weried., Riny Sulistyowati 2015. Analisis dan Simulasi Metode Hill Climbing untuk Maximum Power Point Tracker (MPPT) pada Photovoltaic Statis. Semnas Tekpan ITATS Suarabaya. 31