Riki Nur Pratama. Universitas Diponegoro. Universitas Diponegoro

dokumen-dokumen yang mirip
PHBS yang Buruk Meningkatkan Kejadian Diare. Bad Hygienic and Healthy Behavior Increasing Occurrence of Diarrhea

HUBUNGAN KONDISI FASILITAS SANITASI DASAR DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DIARE DI KECAMATAN SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG.

HUBUNGAN SANITASI DASAR RUMAH DAN PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA BENA NUSA TENGGARA TIMUR

ARTIKEL PENELITIAN HUBUNGAN KONDISI SANITASI DASAR RUMAH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REMBANG 2

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SKRIPSI

HUBUNGAN KEPADATAN LALAT, PERSONAL HYGIENE

PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Purbo Tahun 2014 Page 1

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Oleh : Januariska Dwi Yanottama Anggitasari J

HUBUNGAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GIRIWOYO 1 WONOGIRI

Manuscript KUKUH UDIARTI NIM : G2A Oleh :

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE DI KELURAHAN GOGAGOMAN KECAMATAN KOTAMOBAGU BARAT TAHUN 2015

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Bivariat

HUBUNGAN SANITASI DASAR DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TASIKMADU KABUPATEN KARANGANYAR

BAB I PENDAHULUAN. terjadi pada bayi dan balita. United Nations Children's Fund (UNICEF) dan

Analisis Sarana Dasar Kesehatan Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Anak Balita di Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu

PENDAHULUAN. Ridha Hidayat

HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DIDUGA AKIBAT INFEKSI DI DESA GONDOSULI KECAMATAN BULU KABUPATEN TEMANGGUNG

Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan dan Personal Hygiene Ibu dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mangkang Tahun 2014

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA LEYANGAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG ARTIKEL

ARTIKEL ILMIAH. Disusun Oleh : TERANG AYUDANI J

Keywords: Diarrhea, Defecate, Kuningan Village

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA RANOWANGKO KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA TAHUN

Hubungan Kejadian Diare Dengan Pemberian Susu Formula Pada Bayi Umur 0-1 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarbaru Tahun 2013

JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-journal) Volume 4, Nomor 3, Juli 2016 (ISSN: )

BAB I PENDAHULUAN. seluruh daerah geografis di dunia. Menurut data World Health Organization

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KASUS DIARE DI PUSKESMAS ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH TAHUN 2012

HUBUNGAN KEPEMILIKAN JAMBAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA JATISOBO KECAMATAN POLOKARTO KABUPATEN SUKOHARJO

HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KELURAHAN KARANG TENGAH KECAMATAN SRAGEN KABUPATEN SRAGEN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sampel 343 KK. Adapun letak geografis Kecamatan Bone sebagai berikut :

Anwar Hadi *, Umi Hanik Fetriyah 1, Yunina Elasari 1. *Korespondensi penulis: No. Hp : ABSTRAK

HUBUNGAN FREKUENSI JAJAN ANAK DENGAN KEJADIAN DIARE AKUT. (Studi pada Siswa SD Cibeureum 1 di Kelurahan Kota Baru) TAHUN 2016

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KECAMATAN BELAWA KABUPATEN WAJO TAHUN 2012

HUBUNGAN TINGKAT KESEHATAN RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI DESA LABUHAN KECAMATAN LABUHAN BADAS KABUPATEN SUMBAWA

BAB I PENDAHULUAN. Menurut WHO (World Health Organization) dalam Buletin. penyebab utama kematian pada balita adalah diare (post neonatal) 14%,

HUBUNGAN ANTAR PERILAKU CUCI TANGAN IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA LEYANGAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG ARTIKEL PENELITIAN

HUBUNGAN SARANA SANITASI DASAR RUMAH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG

PUBLIKASI ILMIAH. Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan

HUBUNGAN PENANGANAN SAMPAH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR

BAB I PENDAHULUAN. yaitu program pemberantasan penyakit menular, salah satunya adalah program

The Effect of House Environment on Pneumonia Incidence in Tambakrejo Health Center in Surabaya

Skripsi ini untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Ijazah S1 Kesehatan Masyarakat. Disusun Oleh : Agung Triono J

ABSTRAK. Kata Kunci: Karakteristik Umum Responden, Perilaku Mencuci Tangan, Diare, Balita


Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol. 11 No. 2 / Oktober Laila Kamilla, Suhartono, Nur Endah W

Zainul Ikhwan 1) 1) Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang

HUBUNGAN ANTARA KEADAAN SANITASI SARANA AIR BERSIH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DIDESA DENBANTAS TABANAN TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Penyakit diare merupakan salah satu penyebab. mortalitas dan morbiditas anak di dunia.

HUBUNGAN KUALITAS SANITASI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA KELUARGA DI KELURAHAN KLEDUNG KARANG DALEM KECAMATAN BANYUURIP KABUPATEN PURWOREJO

Hubungan Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman dengan Kejadian Diare di UPT Puskesmas Cisarua Kabupaten Bogor Tahun 2012

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4,48 Ha yang meliputi 3 Kelurahan masing masing adalah Kelurahan Dembe I, Kecamatan Tilango Kab.

BAB 5 : PEMBAHASAN. penelitian Ginting (2011) di Puskesmas Siantan Hulu Pontianak Kalimantan Barat mendapatkan

Secara umum seluruh keluarga contoh termasuk keluarga miskin dengan pengeluaran dibawah Garis Kemiskinan Kota Bogor yaitu Rp. 256.

Keywords: Attitude of mother, diarrhea, participation mother in posyandu

*Fakultas Kesehatan Masyarakat

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN FREKUENSI TERJADINYA DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS GAJAH I KABUPATEN DEMAK

Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA FACTORS INFLUENCES WITH DIARHEA IN THE CHILDREN UNDER FIVE

BAB 1 : PENDAHULUAN. dikonsumsi masyarakat dapat menentukan derajat kesehatan masyarakat tersebut. (1) Selain

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

HUBUNGAN PELAKSANAAN KLINIK SANITASI DENGAN KEJADIAN DIARE DI KABUPATEN TAKALAR

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG HYGIENE MAKANAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS JATIBOGOR TAHUN 2013

KONTAMINASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA BOTOL SUSU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI

HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN PERUMAHAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA SIALANG BUAH KECAMATAN TELUK MENGKUDU KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN 2012

BAB I PENDAHULUAN. sebesar 3,5% (kisaran menurut provinsi 1,6%-6,3%) dan insiden diare pada anak balita

Relation between Indoor Air Pollution with Acute Respiratory Infections in Children Aged Under 5 in Puskesmas Wirobrajan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Laporan WHO tahun 2015 menyebutkan bahwa diare masih merupakan

ABSTRAK GAMBARAN BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INSIDENSI DIARE PADA BALITA DI RSU SARASWATI CIKAMPEK PERIODE BULAN JULI 2008

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ULANG NIFAS DI WILAYAH PUSKESMAS PURWOYOSO KOTA SEMARANG

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI POSYANDU BALITA TEMU IRENG RW IX SOROSUTAN YOGYAKARTA

Lesy Lailatul Hikmati 1) Siti Novianti dan Andik Setiyono 2)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

GAMBARAN SANITASI DASAR PADA MASYARAKAT NELAYAN DI KELURAHAN POHE KECAMATAN HULONTHALANGI KOTA GORONTALO TAHUN 2012

HUBUNGAN HIGIENE PERORANGAN DAN KEPADATAN LALAT DENGAN DIARE PADA BALITA DI DESA SENDANGREJO KECAMATAN MINGGIR KABUPATEN SLEMAN 2014

PERILAKU IBU DALAM MENGASUH BALITA DENGAN KEJADIAN DIARE

HUBUNGAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DENGAN KEJADIAN DIARE ANAK USIA SEKOLAH DI SDN 02 PELEMSENGIR KECAMATAN TODANAN KABUPATEN BLORA

UNIVERSITAS UDAYANA PENGARUH PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 6 12 BULAN DI PUSKESMAS KUTA SELATAN TAHUN 2012

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), diare adalah

BAB 1 PENDAHULUAN. tinggi. Diare adalah penyebab kematian yang kedua pada anak balita setelah

HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN ANGKA KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEURAXA TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN. atau lendir. Diare dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu diare akut dan

HUBUNGAN ANTARA SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMBUR LUBUK MENGKUANG KABUPATEN BUNGO TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN. Repository.unimus.ac.id

BAB I PENDAHULUAN. tahunnya lebih dari satu milyar kasus gastroenteritis atau diare. Angka

Castanea Cintya Dewi. Universitas Diponegoro. Universitas Diponegoro

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

LEMBAR PENGESAHAN ARTIKEL ILMIAH

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DAN PENGGUNAAN ANTI NYAMUK BAKAR DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS KOLONGAN

Transkripsi:

HUBUNGAN ANTARA SANITASI LINGKUNGAN DAN PERSONAL HYGIENE IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KELURAHAN SUMUREJO KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Riki Nur Pratama 1. Mahasiswa Peminatan Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro 2. Staf Pengajar Peminatan Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro ABSTRACT Diarrhea disease occurs mostly in children under five years old. Based on data over the last three years Public health center Gunungpati diarrhea cases has increased each year. The purpose of this study was to determine the association between the state of environmental sanitation and personal hygiene to mothers with the incidence of diarrhea in young children in Sub District Sumurejo Gunungpati.This research used observation research with cross sectional approach. The population in this study were infants aged 1-5 years who lived in the village with a population of 386 Sumurejo children under five. samples taken were 80 children under five across 6 RW. Fetching data collected by interviews and observations using the questionnaire as a research support tool. Analysis of the data used is chi-square. Based on the statistical test there was no association between the ownership of water supply (p = 0.087), there was no association between the type of water supply facilities (p = 0.116), there was no association between conditions sewer wastewater (p = 0.224 ), there was association between the condition of the bin (p = 0.02), no association between latrine ownership (p = 0.566), no correlation between the type of latrine (p = 0.207), there was association between the habit of washing hands with soap before feeding children (p = 0.015), there was no association between the habit of washing hands with soap before cooking (p = 0.305), there was no association between the habit of washing their hands after Toilet (p = 0.364), no association the habit of boiling milk bottle with hot water before use (p = 0.364) and the incidence of diarrhea in young children under five at Sub District Sumurejo Gunungpati. From this study it can be concluded that there was association between the condition of the trash and hand washing practive before feeding children with diarrhea incident in children under five at Sub Sumurejo Gunungpati District of Semarang. Key Words :Diarrhea, Children Under Five, sanitation, hygiene personal PENDAHULUAN Usia balita merupakan periode berat karena kondisi kesehatan anak masih belum stabil dan mudah terserang penyakit infeksi. Salah satu penyakit tersebut adalah diare. Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan dunia terutama di negara berkembang. Di Indonesia anak-anak menderita diare lebih dari 12 kali per tahun dan hal ini yang menjadi penyebab kematian sebesar 15-34% dari semua penyebab kematian. Penderita diare di Kota Semarang pada tahun 2010 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 30.443

penderita dengan angka kesakitan sebesar 20,44 per 1.000 penduduk pada tahun 2009 menjadi 34.593 penderita dengan angka kesakitan sebesar 24 per 1.000 penduduk. Dari 37 puskesmas yang ada di Kota Semarang, Puskesmas Gunungpati menduduki prevalensi tertinggi ke-tiga diare pada balita. Kejadian diare di Puskesmas Gunungpati pada tahun 2011 sebesar 1717. Penderita kasus diare di Puskesmas Gunungpati terdiri dari 11 kelurahan,daerah yang menjadi penderita diare terbanyak adalah Kelurahan Sumurejo dengan 253 kasus diare pada balita. Berdasarkan laporan puskesmas, faktor yang menyebabkan diare pada anak usia 12-60 bulan di daerah tersebut adalah personal hygiene dan kebersihan lingkungan. Diare lebih sering terjadi pada usia di bawah 2 tahun, karena usus anak-anak sangat peka terutama pada tahun-tahun pertama dan kedua. Kejadian diare terbanyak menyerang anak usia 12-36 bulan, hal ini terjadi karena bayi usia 12 bulan mendapatkan makanan tambahan di luar ASI di mana risiko ikut sertanya kuman pada makan tambahan tinggi, dan juga produksi ASI mulai berkurang yang berarti antibodi yang masuk bersama ASI berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalis hubungan antara sanitasi lingkungan dan personal hygiene ibu dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh balita sebanyak 386 balita. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu/ pengasuh anak balita umur 1-5 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan systematic sampling. Variabelnya dalam penelitian ini meliputi kepemilikan PAB,jenis PAB,kondisi SPAL,kondisi tempat sampah, kepemilikan jamban,jenis jamban,mencuci tangan sebelum menyuapi anak,mencuci tangan sebelum memasak,mencuci tangan setelah BAB, merebus botol susu kedalam air panas. Data yang dikumpulkan adalah data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, Puskesmas Gunungpati dan Kantor Kelurahan di Kelurahan Sumurejo Kecamatan

Gunungpati Kota Semarang yang meliputi gambaran umum lokasi penelitian dan data monografi. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian yaitu dengan wawancara dan observasi. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat. Analisis HASIL DAN PEMBAHASAN univariat dilakukan untuk menggambarkan tiap variabel dari hasil penelitian dengan menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dari masing-masing variabel. Analisis bivariat dengan uji statistik Chi-Square (X 2 ) 1. Hubungan antara kepemilikan penyediaan air bersih dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tabel 1. Distribusi Silang antara kepemilikan penyediaan air bersih dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang PAB Total P Value Tidak 2 2,5 0 0 2 2,5 Ya 31 38,8 47 58,8 78 97,5 0,167 Total 33 41,3 47 58,8 80 100 RP= 2,516; 95% CI = 1,915 3,307 Hasil uji statistik Chi Square kurang karena kejadian diare tidak hanya valid karena ada nilai ekspetasi yang kurang dari 5 sebanyak 50% sehingga digunakan uji Fisher s Exact diperoleh nilai p = 0,167 dan RP= 2,516; 95% CI = 1,915 3,307. Nilai p > 0,05 hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kepemilikan penyediaan air bersih dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Hal ini dimungkinkan dipengaruhi kepemilikan penyediaan air bersih tetapi juga faktor lain. Faktor lain tersebut antara lain faktor musim dan prilaku/kebiasaan masyarakat yang mengkonsumsi air tanpa memasak terlebih dahulu, prilaku masyarakat yang tidak higienis sehingga dapat menyebabkan kejadian diare. 2. Hubungan antara jenis sarana penyediaan air bersih dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang

Tabel 2. Distribusi silang antara jenis sarana penyediaan air bersih dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Jenis sarana PAB Total P Value n % n % N % Sumur gali 13 16,7 11 14,1 24 30,8 Artesis 9 11,5 24 30,8 33 42,3 0,116 PAM 9 11,5 12 15,4 21 26,9 Total 31 39,7 47 60,3 178 100 Hasil uji statistik Chi Square diperoleh menggunakan air dari sumber air tak nilai p = 0,116 Nilai p > 0,05 hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jenis sarana penyediaan air bersih dengan kejadian diare [pada balita di Klelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Hal ini disebabkan karena sebagian masyarakat menggunakan sarana penyediaan air bersih jenis PAM sebagai sumber air minum yang terlindungi sebesar 41,2 %. Namun masih ada sebagian responden yang terlindungi yaitu sumur sebagai sumber air utama keluarga. Sumber air minum tidak terlindung seperti sumur, harus memenuhi syarat kesehatan sebagai air bagi rumah tangga sehingga terhindar dari pencemaran. Sumur yang baik harus memenuhi syarat kesehatan antara lain, jarak sumur dengan lubang kakus, jarak sumur dengan lubang galian sampah, saluran pembuangan air limbah, serta sumber-sumber pengotor lainnya. 3. Hubungan antara kondisi saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tabel 3. Distribusi silang antara kondisi saluran pembuangan air limbah dengen kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Kondisi SPAL Total P Value Tidak memenuhi syarat 20 25,0 22 27,5 42 52,5 Memenuhi syarat 13 16,2 25 31,2 38 47,5 0,261 Total 33 41,2 47 58,7 58,7 100 RP= 1,392; 95% CI = 0,809 2,396 Hasil uji statistik Chi Square diperoleh nilai p = 0,261 dan RP = 1,392; 95% CI = 0,809 2,396. Nilai p > 0,05 hal ini menunjukkan bahwa tidak ada

hubungan antara kondisi saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Hal ini dapat disebabkan karena Limbah cair merupakan media penyebaran berbagai penyakit terutama kolera, diare, dan juga merupakan media berkembangnya mikroorganisme pathogen, serta tempat berkembang - biaknya nyamuk. Air limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran air permukaan atau air tanah yang mungkin digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, air minum, membersihkan peralatan dapur dan lain-lain. 4. Hubungan antara kondisi tempat sampah dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tabel 4. Distribusi Silang antara kondisi tempat sampah dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpat Kota Semarang Kondisi tempat sampah Total P Tidak memenuhi syarat 19 23,8 11 13,8 30 37,5 Memenuhi syarat 14 17,5 36 45,0 50 62,5 0,02 Total 33 41,3 47 58,8 80 100 RP= 2,262; 95% CI = 1,343 3,809 Hasil uji statistik Chi Square sampah dengan kejadian diare pada diperoleh nilai p = 0,02 dan RP= 2,262; 95% CI = 1,343 3,809. Nilai p < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kondisi tempat sampah dengen kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Nilai Rp > 1, maka hubungan antara kondisi tempat sampah dengan kejadian diare pada balita merupakan faktor resiko penyakit diare. Adanya hubungan yang bermakna antara kondisi tempat anak balita dapat disebabkan karena ada responden yang tidak memiliki tempat sampah memilih untuk membuang sampah di lahan kosong dan di sungai,sedangkan di sekitar rumah biasanya juga terdapat sumur. Hal ini yang dimungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan, serta menjadi tempat perindukan lalat sampah di sekitar pemukiman yang menimbulkan adanya vektor penyakit penyebab diare, seperti lalat. Hal ini akan menjadi

media yang sangat baik untuk perkembangbiakan kuman penyakit.. 5. Hubungan antara kepemilikan jamban dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tabel 5. Distribusi silang antara kepemilikan jamban dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Kepemilikan jamban Total P Tidak 2 2,5 1 1,2 3 3,8 Ya 31 38,8 46 57,5 77 96,2 0,566 Total 33 41,3 47 58,7 80 100 RP= 1,656; 95% CI = 0,711 3,855 Hasil uji statistik Chi Square dengan kejadian diare pada balita di diperoleh nilai p = 0,566 dan RP= 1,656; 95% CI = 0,711 3,855. Nilai p > 0,05 hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kepemilikan jamban dengan kejadian diare pada balita di Klelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. hasil penelitian menunjukan bahwa pada penelitian yang dilakukan ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara kepemilikan jamban kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati disebabkan karena kebanyakan responden dalam penelitian ini berpendidikan SMA. Hal ini kemungkinan menyebabkan tingkat pemahaman responden mengenai kepemilikan jamban telah cukup baik, sehingga penyediaan jamban yang memenuhi syarat kesehatan dapat dipenuhi. 6. Hubungan antara jenis jamban dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tabel 6. Distribusi silang antara jenis jamban dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Jenis jamban Total Ρ Jamban cemplung 7 9,1 5 6,5 11 14,3 Jamban leher angsa 24 31,2 41 53,2 66 85,7 0,207 Total 31 40,3 46 59,7 80 100 RP= 1,580; 95% CI = 0,890 2,805

Hasil uji statistik Chi Square diperoleh nilai p = 0,207 dan RP= 1,580; 95% CI = 0,890 2,805. Nilai p > 0,05 hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jenis jamban dengan kejadian diare pada balita di Klelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis Jamban dengan kejadian diare pada anak balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Hal ini disebabkan karena sebagian besar responden sudah menggunakan jamban leher angsa. Sebagian besar masyarakat dalam setiap RT telah mempunyai WC sebagai sarana untuk membuang kotoran tinja bagi mereka yang tidak mempunyai jamban pribadi di rumah. WC umum yang digunakan juga menggunakan jamban leher angsa dan sudah mempunyai septic tank dengan bahan permanen atau cadas sehingga tidak berpengaruh terhadap pencemaran kualitas air bersih. Maka jenis jamban yang tidak memenuhi syarat disini tidak begitu berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita. 7. Hubungan antara mencuci tangan dengan sabun sebelum menyuapi anak dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tabel 7. Distribusi silang antara mencuci tangan dengan sabun sebelum menyuapi anak dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Total Ρ anak Tidak 18 22,5 13 16,2 31 38,8 Ya 15 18,8 34 42,5 49 61,2 0,015 Total 33 41,3 47 58,7 80 100 RP= 1,897; 95% CI = 1,131 3,181 Mencuci Tangan dengan sabun sebelum menyuapi Hasil uji statistik Chi Square diperoleh nilai p = 0,015 dan RP= 1,897; 95% CI = 1,131 3,181. Nilai p <0,05 hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara mencuci tangan dengan sabun sebelum menyuapi anak makan dengan kejadian diare pada balita di Klelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Hal ini dimungkinkan karena Penyebab utama diare adalah minimnya prilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat. Salah satunya mengenai pemahanan mengenai

mencuci tangan dengan sabun secara baik dan benar menggunakan air mengalir. Mencuci tangan dengan benar merupakan pertahanan pertama yang dapat mencegah penyebaran berbagai penyakit. Untuk mencuci tangan dengan baik dan benar harus memiliki syarat tertentu seperti menggunakan sabun terutama sebelum menyuapi anak makan. Tangan yang mengandung kuman penyakit jika tidak dibersihkan dengan benar menggunakan air bersih dan sabun maka dapat menjadi media masuknya kuman tersebut ke dalam tubuh manusia dapat melalui kontak langsung dengan mulut maupun kontak dengan makanan dan minuman. 8. Hubungan antara mencuci tangan dengan sabun sebelum memasak dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tabel 8. Distribusi silang antara mencuci tangan dengan sabun sebelum memasak dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Total Ρ Tidak 24 30 29 36,2 53 66,3 Ya 9 11,2 18 22,5 27 33,8 0,305 Total 33 41,2 47 58,7 80 100 RP= 1,358; 95% CI = 0,738 2,500 Mencuci tangan dengan sabun sebelum memasak Hasil uji statistik Chi Square diperoleh nilai p = 0,305 dan RP= 1,358; 95% CI = 0,738 2,500. Nilai p > 0,05 hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara mencuci tangan dengan sabun sebelum memasak dengan kejadian diare pada balita di Klelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Hal ini dapat terjadi karena mencuci tangan sebelum memasak tidak dilakukan tidak dianggap berbahaya karena bahan makanan nantinya akan di cuci terlebih dahulu sehingga kuman yang di kawatirkan berpindah dari tangan kebahan makanan akan hilang pada saat di cuci, selain itu bahan makana ini nantinya juga akan di masak sehingga kuman yang masih berada di dalam makanan akan mati dengan sendirinya karena panas.

9. Hubungan antara mencuci tangan dengan sabun setelah BAB dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tabel 9. Distribusi silang antara mencuci tangan dengan sabun setelah BAB dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Total Ρ Tidak 17 21,2 29 36,2 46 57,5 Ya 16 20 16 22,5 34 42,5 0,364 Total 33 41,2 47 58,7 80 100 RP= 0,785; 95% CI = 0,467 1,320 Mencuci tangan dengan sabun setelah BAB Hasil uji statistik Chi Square diperoleh nilai p = 0,364 dan RP= 0,785; 95% CI = 0,467 1,320. Nilai p > 0,05 hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara mencuci tangan dengan sabun setelah BAB dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang 10. Hubungan antara merebus botol susu kedalam air panas sebelum digunakan dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tabel 10. Distribusi silang antara merebus botol susu kedalam air panas sebelum digunakan dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Total Ρ n % n % N % Tidak 16 20 18 22,5 36 42,5 Ya 17 21,2 28 36,2 46 57,5 0,364 Total 33 41,2 47 58,7 80 100 RP= 1,273; 95% CI = 0,758 2,140 Merebus botol susu kedalam air panas Hasil uji statistik Chi Square diperoleh nilai p = 0,364 dan RP= 1,273; 95% CI = 0,758 2,140. Nilai p > 0,05 hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara merebus botol susu KESIMPULAN 1. Ada hubungan antara kondisi tempat sampah, mencuci tangan kedalam air panas sebelum digunakan dengan kejadian diare pada balita di Klelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. dengan sabun sebelum menyuapi anak dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo

Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. 2. Tidak ada hubungan antara kepemilikan PAB, jenis sarana PAB, kondisi saluran pembuangan ail limbah, kepemilikan jamban, jenis jamban, mencuci tangan sebelum memasak, mencuci tangan setelah BAB, merebus botol susu dengan air panas dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih seluruh staf di Puskesmas Gunungpati dan kantor Kelurahan Sumurejo yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian dan banyak membantu jalannya proses penelitian. Dan terimakasih pula pada rekan rekan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Torik fahmi, Muhammad fahri nasrudin yang telah membantu selama proses penelitian berjalan. DAFTAR PUSTAKA Adisasmito, W. Faktor Risiko Pada Bayi dan Balita di Indonesia: Systematic Review. Penelitian Akademik Bidang Kesehatan Masyarakat. Makara Kesehatan. Athena A.Pengaruh Akses Penyediaan Air Bersih Terhadap Kejadian Diare Pada Balita.Jurnal Ekologi Kesehatan. Vol 8 No 2. Juni 2009 Budiyono, Ari W. Hubungan Praktik Penggunaan Fasilitas Sanitasi dan Praktik Personal Hygiene dengan Kejadian Diare Pada Balita di Kelurahan Bandarharjo Kota Semarang. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia.Vol 2. No.1. Januari 2007 Depkes R I. Buku Saku Petugas Kesehatan Lintas Diare.Jakarta: Ditjen PPM dan PL.2010 Depok: Departemen Administrasi Dan Kebijakan Kesehatan. Fakultas Kesehatan Masyarakat. UI. 11(1): 1-10.2007 Dinas Kesehatan Kota Semarang.Profil Kesehatan Kota Semarang 2010.Semarang: Dinas Kesehatan.2011. Siti Amaliah. Hubungan Sanitasi Lingkungan Dan Faktor Budaya Dengan Kejadian Diare Pada Anak Balita Di Desa Toriyo Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo. Jurnal ISBN:978.979.704.883.9 2010 Widjaja. Kesehatan Anak, Mengatasi Diare dan Keracunan Pada Balita. Jakarta : Kawan Pustaka.2004.