PROTOTYPE EARLY WARNING SYSTEM DAN PEMANTAU KETINGGIAN AIR LAUT

dokumen-dokumen yang mirip
AUTOMATIC WARNING SYSTEM SMARTTRASH (AWASSH) BERBASIS ARDUINO NANO

MONITORING KETINGGIAN DAN ALIRAN AIR PADA SISTEM IRIGASI TANAMAN PADI BERBASIS ATMEGA16 MENGGUNAKAN KOMUNIKASI GSM

PROTOTYPE SISTEM KONTROL PINTU GARASI MENGGUNAKAN SMS

DISPENSER PEMANTAU KONSUMSI AIR MINUM BERBASIS MIKROKONTRONTROLER ATMEGA328P

MONITORING KUALITAS AIR PADA BUDIDAYA UDANG BERBASIS ATMEGA328 YANG TERKONFIGURASI BLUETOOTH HC-05

III. METODE PENELITIAN

PROTOTYPE SMART HOME SYSTEM UNTUK KEAMANAN RUMAH DILENGKAPI PHONE DIALING BERBASIS ATMEGA328

MONITORING TOOLS DESIGN OF BLOOD VOLUME, BLOOD PRESSURE AND PULSE AS PARAMETERS FOR SELECTING PARTICIPANTS OF BLOOD DONATION

SMART PARKING BERBASIS ARDUINO UNO

BAB III PERANCANGAN ALAT

MODEL NOTIFIKASI SISTEM PERINGATAN PADA PERLINTASAN KERETA API BERBASIS MIKROKONTROLER

PROTOTIPE ALAT PENGISI GALON OTOMATIS PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG BERBASIS ATMEGA8

BAB III PERANCANGAN ALAT

SISTEM KONTROL CATU DAYA, SUHU DAN KELEMBABAN UDARA BERBASIS ATMEGA 2560 PADA RUANG BUNKER SEISMOMETER

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN

WATERFLOW METER DIGITAL UNTUK KONSUMEN PDAM BERBASIS ATMEGA32 DAN SENSOR ALIRAN AIR

BAB IV IMPLEMENTASI DAN ANALISIS. pengukuran bahan bakar minyak pada tangki SPBU ini terbagi dalam dua

BAB III PERANCANGAN SISTEM

PROTOTYPE SMART BATHTUB UNTUK BAYI BERBASIS ATMEGA 16 PROTOTYPE SMART BATHTUB FOR BABY BASE ON ATMEGA 16

ALAT UKUR TINGGI MUKA AIR BERBASIS WEB

SYARIF HIDAYAT

I. PENDAHULUAN. semakin kuat gempa yang terjadi. Penyebab gempa bumi dapat berupa dinamika

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PROTOTYPE PENGENDALIAN PINTU AIR IRIGASI BERDASAR LEVEL AIR DAN KELEMBABAN TANAH BERBASIS MIKROKONTROLER

BAB III PERANCANGAN ALAT. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai bagaimana alat dapat

PENGENDALIAN PINTU DAN LAMPU RUMAH MELALUI SMS BERBASIS ATMEGA328P

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN. mengerjakan tugas akhir ini. Tahap pertama adalah pengembangan konsep

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

Sistem Pemantau Curah. Berbasis Arduino Uno

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi alat ukur berkembang sangat pesat, hal ini ditandai dengan berbagai penemuan, pengembangan dan alih

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini dilakukan beberapa langkah untuk mencapai tujuan

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGUJIAN ALAT. pengujian yang akan dilakukan, yaitu pengujian fungsional dan pengujian sistem

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III PERANCANGAN ALAT

1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III PERANCANGAN SISTEM

I. PENDAHULUAN. Salah satu peralatan yang sangat penting pada bagian distribusi yaitu

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Setelah pelaksanaan dari perancangan dibuat dan dijelaskan pada bab 3,

Kata kunci : ATmega 16, Smartphone, Wireless 2,4 GHz, Serial to Ethernet, Lampu

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2014 sampai dengan Januari 2015.

BAB III PERANCANGAN Deskripsi Model Sistem Monitoring Beban Energi Listrik Berbasis

RANCANG BANGUN ALAT DETEKSI TURUN HUJAN DENGAN PEMBERITAHUAN MELALUI SMS BERBASIS ARDUINO UNO

PROTOTYPE PENDETEKSI TSUNAMI DI DAERAH PESISIR PANTAI BERBASIS RADIO FREQUENCY SEBAGAI PERINGATAN TSUNAMI DINI

BAB 1 PENDAHULUAN. penting pada kemajuan teknologi dalam berbagai bidang. Teknologi instrumentasi

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT. Bab ini membahas hasil dari sistem yang telah dirancang sebelumnya

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

PENGUKURAN DAN PEMANTAUAN SUHU LINGKUNGAN PETERNAKAN AYAM BROILER DI DAERAH GIANYAR MELALUI SMS BERBASIS MIKROKONTOLER AVR ATMEGA16 Didik Setiawan

BAB III PERENCANAAN SISTEM

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas

BAB III PERANCANGAN ALAT

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada November 2011 hingga Mei Adapun tempat

BAB I PENDAHULUAN. real time atau pada saat itu juga. Didorong dari kebutuhan-kebutuhan realtime

BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

PROTOTYPE KEBAKARAN HUTAN MENGGUNAKAN MODEL WARNA CMY DAN CMYK

BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM

Prototipe Pengendali Kualitas (Raden Apriliansyah) 1 PROTOTIPE PENGENDALI KUALITAS UDARA INDOOR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 328P

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT PEMANTAU PASANG SURUT AIR LAUT BERBASIS ATMEGA128

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI ALAT PENDETEKSI DENYUT NADI BERDASARKAN USIA MENGGUNAKAN PULSE SENSOR BERBASIS ARDUINO UNO

BAB IV. PERANCANGAN. Blok diagram menggambarkan cara kerja semua sistem E-dump secara keseluruhan yang terdiri dari beberapa komponen:

BAB III RANCANG BANGUN

BAB I PENDAHULUAN. yang berbentuk pasti memiliki ukuran, baik itu panjang, tinggi, berat, volume,

27 Gambar 3.2 Rangkaian Sistem Monitoring Cara kerja keseluruhan sistem ini dimulai dari rangkaian catu daya sebagai power atau daya yang akan disalur

Hardware terdiri dari catu daya 5VDC, sensor passive infrared, mikrokontroler. ATMega8, transmitter TLP434 dan receiver. WinAVR.

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

ALAT PENGGOLONGAN DARAH ABO METODE SLIDE BERBASIS ATMEGA16 ABO BLOOD GROUPING SLIDE METHOD TOOL BASED ON ATMEGA16

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT

Monitoring Tegangan Trafo Distribusi sebagai Indikator Perubahan Tap Menggunakan Mikrokontroler dengan Media Modem GSM

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

2 METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 hingga Oktober 2015

Perancangan dan Realisasi Prototipe Sistem Smart House dengan Pengendali Menggunakan Smart Phone Berbasis Android. Disusun Oleh:

BAB I PENDAHULUAN. Sumber air merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III PERENCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. LEMBAR PENGESAHAN... ii. PERNYATAAN... iii. PRAKATA... iv. DAFTAR ISI... vi. DAFTAR GAMBAR... ix. DAFTAR TABEL...

BAB I PENDAHULUAN I.1

STRATEGI PENGHEMATAN DAYA DENGAN PEMBUATAN ALAT MONITORING PENGGUNAAN DAYA LISTRIK SECARA DETAIL MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB 1 PENDAHULUAN. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi sejalan dengan

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

SISTEM MONITORING PERGESERAN TANAH JARAK JAUH MELALUI WiFi DAN SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) DENGAN BORLAND DELPHI 7.0. Tugas Akhir

RANCANG BANGUN ALAT UKUR TINGGI BADAN DENGAN DISPLAY OLED DAN BERSUARA BERBASIS ARDUINO UNO

Transkripsi:

Prototype Early Warning System... 1 (Nugroho Agus S) E-Jurnal Prodi Teknik Elektronika Edisi Proyek Akhir D3 PROTOTYPE EARLY WARNING SYSTEM DAN PEMANTAU KETINGGIAN AIR LAUT Oleh : Nugroho Agus Sugandi (13507134009), Universitas Negeri Yogyakarta nugrohoagus007@gmail.com Abstrak Prototype Early Warning System dan Pemantau Ketinggia Laut Berbasis Arduino Nano merupakan sistem yang dirancang agar memudahkan untuk mengetahui data n kondisinya setelah itu akan memberikan peringatan berupa sms disertai misscall, dan dapat merekam data n. Pembuatan Prototype Early Warning System dan Pemantau Ketinggia Laut Berbasis Arduino Nano terdiri dari beberapa tahapan yaitu identifikasi kebutuhan, analisis kebutuhan, perancangan rangkaian, langkah pembuatan alat, diagram alir program, perancangan program, pengujian alat dan pengambilan data. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil bahwa Prototype Early Warning System dan Pemantau Ketinggia Laut Berbasis Arduino Nano bekerja seperti apa yang diharapkan. Error pembacaan sensor sebesar 1,57%, delay pembacaan terpaut 15 detik, penyimpanan data setiap 5 detik, pengiriman data kurang dari 1 menit, dan dapat memberikan warning jika terjadi tsunami kurang dari 1 menit. Secara keseluruhan alat ini bekerja 100% seperti yang diharapkan. Kata Kunci : Arduino Nano, Early Warning System. Abstract Prototype Early Warning System and Monitoring Altitude Air Sea-Based Arduino Nano is a system designed to make it easier to determine sea level data along with the condition after it will give a warning in the form of sms with misscall, and can record sea level data in. Manufacture Prototype Early Warning System and Monitoring Altitude Air Sea-Based Arduino Nano consists of several stages of the identification of needs, requirements analysis, circuit design, tool-making step, program flow diagram and program design, testing tools and data retrieval. Based on the results of tests that have been conducted showed that the Prototype Early Warning System and Monitoring Altitude Air Sea-Based Arduino Nano works as expected. Error water level sensor readings by 1.57%, readings delay time of 15 seconds adrift, data storage every 5 seconds, the data transmission is less than 1 minute, and can give a warning if a tsunami of less than 1 minute. Overall it works 100% as expected. Keywords: Arduino Nano, Early Warning System.

Prototype Early Warning System... 2 (Nugroho Agus S) PENDAHULUAN Indonesia merupakan suatu negara yang terletak di daerah dengan tingkat aktivitas gempa bumi yang tinggi. Gempa bumi merupakan peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya gempa bumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik. Gempa bumi yang paling berbahaya adalah gempa yang terjadi di dasar laut akibat dari gerakan vertikal pada kerak bumi, dimana dasar laut naik atau turun tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan kesetimbanga yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami (Syifadlilah Dila, 2013) Pemerintah Indonesia dengan bantuan negara-negara donor, telah mengembangkan Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Indonesian Tsunami Early Warning System - InaTEWS) menggunakan sensor sonar yang diletakan ditengah laut sebagai pendeteksi tsunaminya. Sistem ini berpusat pada badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) di Jakarta. Sistem ini memungkinkan BMKG mengirimkan peringatan tsunami jika terjadi gempa yang berpotensi mengakibatkan tsunami. Namun pada kenyataanya alat tersebut rata-rata hilang karena tali jangkar yang dipasang sering putus, perawatan dari sistem yang digunakan juga sangat sulit karena setiap melakukan perawatan harus menggunakan kapal ke tengah laut. Sistem ini juga belum terpasang diseluruh pesisir pantai Indonesia dan harganya juga sangat mahal (Rusydy Ibnu, 2014) Melihat permasalahan yang ada, penulis bermaksud mengembangkan alat pemantau n dan deteksi tsunami dini, mengingat bahwa daerah pesisir Indonesia banyak memiliki daerah rawan gempa yang berpotensi tsunami. Sebuah alat yang menggunakan arduino nano sebagai mikrokontrollernya, sensor ultrasonik sebagai sensor, RTC DS1307 digunakan untuk memperoleh data, Modul MicroSD Card digunakan untuk menyimpan data n, dan juga kondisi n, Hasil dari pengukuran n dan kemudian diolah dengan mikrokontroller Arduino Nano. Kemudian akan dikirimkan melalui modem GSM berupa SMS dan panggilan berulang. Diharapkan alat ini dapat membantu mengetahui kondisi n dan ancaman bahaya tsunami setidaknya untuk tahap peringatan.

Prototype Early Warning System... 3 (Nugroho Agus S) METODE PENELITIAN Metode yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu : blok diagram, perancangan sistem, perancangan program, pengujian alat, dan pengambilan data. A. Blok Diagram Diagram blok sistem keseluruhan dibuat untuk mempermudah penulis dalam pembuatan prototype early warning system dan pemantau n. Blok diagram sistem keseluruhan ditunjukan pada Gambar 1. Gambar 1. Blok Diagram Sistem Blok diagram sistem pada Gambar 1 menjelaskan susunan sistem keseluruhan bahwa bagian input terdiri dari sensor jarak sebagai sensor dan pecatat, controller menggunakan arduino nano dan dibagian output terdiri dari modem gsm dan microsd card. B. Perancangan Sistem Perancangan sistem terdiri dari perancangan hardware, perancangan software dan perancangan program. 1. Perancangan Hardware Perancangan hardware merupakan perancangan rangkaian-rangkaian yang dibutuhkan, antara lain rangkaian catu daya dan shield untuk arduino. Setelah itu rangakain dan shield tersebut diletakan pada akrilik yang kemudian dimasukan ke dalam pipa pvc. 2. Perancangan Sofware Perancangan perangkat lunak merupakan langkah yang paling menentukan dalam proses pembuatan prototype early warning system dan pemantau n berbasis arduino nano, perangkat lunak menggunakan bantuan sofware Arduino 1.6.9 dengan bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa C++ dengan versi yang telah disederhanakan dengan

Prototype Early Warning System... 4 (Nugroho Agus S) bantuan pustaka-pustaka (libraries) arduino. Program yang telah dibuat kemudian dicompile sehingga akan diperoleh file dengan extensi *.ino. file inilah yang nantinya akan didownload ke mikrokontroler arduino nano. 3. Perancangan Program Perancangan program pada prototype early warning system dan pemantau n berbasis arduino nano berikut diawali dengan membuat flowchart, untuk mempermudah penulis dalam penyusunan. Flowchart tersebut akan di jadikan pedoman dalam membuat program untuk alat ini. Flowchart program alat ditunjukan pada Gambar 2. Gambar 2. Flowchart Program Utama

Prototype Early Warning System... 5 (Nugroho Agus S) HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN Pengujian alat meliputi pengukuran rangakain catu daya, pengujian sensor ultrasonik, penentuan kondisi, pengujian RTC, pengujian modem gsm, pengujian penyimpanan data, dan pengujian keseluruhan. Hasil pengujian ditunjukan tabel berikut: Pengujian Rangakaian Catu Daya Tabel 1. Hasil Pengukuran Catu Daya No. Tegangan Tegangan Input Output 1 12,6 Volt DC 5 Volt DC 2 12,5 Volt DC 5 Volt DC 3 12,4 Volt DC 5 Volt DC 4 12,3 Volt DC 5 Volt DC 5 12,2 Volt DC 5 Volt DC 6 12,1 Volt DC 5 Volt DC 7 12,0 Volt DC 5 Volt DC 8 11,9 Volt DC 5 Volt DC 9 11,8 Volt DC 5 Volt DC 10 11,7 Volt DC 5 Volt DC Tabel 1 adalah hasil pengujian catu daya, pengukuran dilakukan pada bagian input output catu daya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tegangan kerja yang masuk sebelum ke Arduino Nano, karena Arduino Nano hanya beroperasi pada tegangan masukan 4,5 5,5 volt. Berikut pada tabel 7 adalah hasil dari pengukuran catu daya. Pengukuran dilakukan dengan melihat penurunan tegangan input dari 12,6 volt sampai 11,7 volt kemudian tegangan output akan stabil pada nilai 5 volt, hal ini menunjukan bahwa rangkaian dengan baik. Pengujian Sensor Ultrasonik No. Penggukuran dengan Meteran (cm) catu daya berjalan Tabel 2. Hasil Pengukuran Catu Daya Tabel 2 adalah pengujian perbandingan pengukuran jarak dengan meteran dan sensor ultrasonik di pelabuhan perikanan Tanjung Adi Karta Kulon Progo diperoleh hasil perbandingan pengukuran jarak Sensor Ultrasonik dengan Meteran didapat error selisih pembacaan. Berikut error yang didapat dalam pengukuran: Pengukuran dengan Sensor Ultrasonik (cm) Error %error 1 10 10 0 0 2 20 20 0 0 3 30 29 1 3,3 4 40 39 1 2,5 5 50 49 1 2 6 60 59 1 1,7 7 70 70 0 0 8 80 79 1 1,3 9 90 89 1 1,1 10 100 99 1 1 11 110 108 2 1,8 12 120 118 2 1,7 13 130 127 3 2,3 14 140 137 3 2,1 15 150 148 2 1,3 16 160 158 2 1,2 17 170 167 3 1,8 18 180 177 3 1,7 19 190 186 4 2,1 20 200 195 5 2,5

Prototype Early Warning System... 6 (Nugroho Agus S) Total % error = 31,4 % Rata-rata % error = = =1,57 % Dari data yang di dapat dari pengujian pembacaan sensor terlihat bahwa sensor memiliki tingkat pengukuran yang presisi dengan rata-rata kesalahan sebesar 1,57%. Penentuan Kondisi Tabel 3. Penentuan Kondisi Kondisi Ketinggia Laut Pasang Normal Surut Potensi Tsunami 201 cm 350 cm > Kondisi n lebih tinggi dari rata-rata tinggi permukaan () 121 cm - 200 cm = Kondisi n sama dengan rata-rata tinggi permukaan (). 0 cm 120cm < Kondisi n lebih rendah dari ratarata tinggi permukaan (). < 20 cm < 20 cm && >=10 detik kurang dari 20 cm dalam 10 detik Penentuan kondisi n dengan cara membandingkan n dengan tinggi rata-rata permukaan (Mean Sea Level). Tabel 3 merupakan tabel acuan kondisi n, penentuan kondisi dilakukan berdasarkan (Mean Sea Level) dengan melihat langsung di pelabuhan perikanan Tanjung Adi Karta, Kulon Progo. Kondisi pasang permukaan air di atas (Mean Sea Level) sedangkan kondisi Surut permukaa berada di bawah (Mean Sea Level). Tabel 4. Pengujian Kondisi Ketinggia Laut No (cm) Tabel 4 terlihat pada n tertentu akan keluar kondisi statusnya, jika status bahaya maka warning atau peringatan akan muncul. Penentuan RTC Kondisi Tabel 5. Pengujian RTC Potensi Tsunami 1 20 cm Surut Ya On 2 90 cm Surut Tidak Off 3 130 cm Normal Tidak Off 4 160 cm Normal Tidak Off 5 200 cm Normal Tidak Off 6 250 cm Pasang Tidak Off 7 300 cm Pasang Tidak Off No Hasil Pembacaan RTC 1 2016/5/27 8:37:0 2 2016/5/27 8:39:32 3 2016/5/27 8:41:43 4 2016/5/27 8:43:15 Hasil Pembacaan Jam Tangan 2016/5/27 8:37:15 2016/5/27 8:39:47 2016/5/27 8:42:03 2016/5/27 8:43:30 Warning SMS dan misscall Selisih 15 detik 15 detik 15 detik 15 detik

Prototype Early Warning System... 7 (Nugroho Agus S) Pengujian RTC dilakukan dengan cara membandingkan data yang didapatkan oleh RTC dengan yang diperoleh dari jam tangan. Pengujian RTC sangat penting, karena dapat mendukung kelacaran dalam memberikan kevalidan data yang terdapat dalam sistem tersebut. Hasil pengujian RTC dapat dilihat dalam tabel 5, delay pembacaan antara pembacaan menggunakan RTC dan hasil pembacaan menggunakan jam tangan hanya terpaut 15 detik, hal ini menunjukan bahwa dalam memberikan data sangat akurat. Penentuan Modem GSM Tabel 6. Pengujian GSM No Keting gian Air Laut Perbandi ngan dengan Tabel 1 300 cm Ketinggia > 2 250 cm Ketinggia > 3 200 cm Ketinggia = 4 160 cm Ketinggia = 5 130 cm Ketinggia = 6 90 cm Ketinggia < 7 20 cm Ketinggia < Kon disi Pasa ng Pasa ng Nor mal Nor mal Nor mal Surut Pote nsi tsuna mi Data yang dikirim Misscall berulang sms sebagai warning tsunami Keterang an dan misscall Pengujian modem gsm wavecom yang digunakan sangat penting, karena dapat mendukung kelacaran dalam pengiriman data dan peringatan jika terjadi tsunami. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel 6,

Prototype Early Warning System... 8 (Nugroho Agus S) pengujian modem gsm wavecom dari tiap kondisi permukaan laut, dari setiap perubahan n permukaan kondisinya akan dikirim selain itu jika kondisi berpotensi tsunami maka akan melakukan peringatan berupa sms dan misscall berulang. Tabel 7. Data yang masuk ke handphone Pengujian Penyimpanan Data Pengujian penyimpanan pada Microsd Card dengan cara mengecek file yang disimpan pada Microsd Card dengan frekuensi penyimpanan setiap 5 detik. File dibuka menggunakan aplikasi notepad pada laptop, hasil penyimpanan data terlihat pada gambar 3, file dalam bentuk DATALOG1.txt menandakan bahwa system sudah dapat menyimpan data. Gambar 3. File dalam Bentuk DATALOG1.txt Data yang masuk ke handphone yang berisi data n dan warning jika terjadi potensi tsunami, data yang masuk dapat terlihat pada tabel 7. Gambar 4. Isi dari File DATALOG1.txt

Prototype Early Warning System... 9 (Nugroho Agus S) Isi dari file DATALOG1.txt terdapat pada gambar 4, isi file tersebut berisi data n dan kondisi, hal ini menunjukan dalam segi penyimpanan data sudah bekerja dengan baik. Pengujian Secara Keseluruhan Pada pengujian ini menggunakan semua komponen penyusun yang dibutuhkan Prototype Early Warning System dan Pemantau Ketinggia Laut Berbasis Arduino Nano, komponenkomponen tersebut kemudian dirangkai dalam satu kesatuan dan komponenkomponen tersebut telah diuji satu persatu sebelum digabungkan. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui Prototype Early Warning System dan Pemantau Ketinggia Laut Berbasis Arduino Nano elektris bekerja dengan baik dan benar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap Prototype Early Warning System dan Pemantau Berbasis Arduino Nano maka dapat disimpulkan: 1. Prototype Early Warning System dan Pemantau Ketinggia Laut Berbasis Arduino Nano, dirancang dari perangkat keras (hardware) yaitu rangkaian catu daya, arduino nano, sensor ultrasonik, RTC, microsd card, modem gsm. 2. Perangkat lunak (software) yang diaplikasikan dalam sistem ini adalah bahasa pemrograman Arduino. Berdasarkan pengujian sudah dapat bekerja dengan baik untuk membaca n mempunyai toleransi error 1,57 %, memberikan kondisi n dengan tepat, hanya terpaut 15 detik dari perbandingan pada jam tangan, menyimpan data dengan akurat sesuai dengan kondisinya, dan memberikan peringatan tsunami dengan cepat. 3. Unjuk Kerja Prototype Early Warning System dan Pemantau Ketinggia Laut Berbasis Arduino Nano 100 % sudah sesuai dengan fungsi yang direncanakan.

Prototype Early Warning System... 10 (Nugroho Agus S)