DIMENSI SPASIAL DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI

dokumen-dokumen yang mirip
DIMENSI SPASIAL DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI

I. PENDAHULUAN. Dunia fotografi sangatlah luas, perkembangannya juga sangat pesat. Di

KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi dapat merubah pola hidup manusia maupun nilainilai

KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL

BAB V PENUTUP. Aplikasi Kaca Hitam pada Pemotretan Still Life Produk Perak HS Silver

BAB V PENUTUP. Kondisi trotoar di Kota Yogyakarta tidak difungsikan dengan baik. Jalur

BAB V PENUTUP. kreatif dalam melihat benda-benda vintage baik secara fungsi dan estetikanya.

UPT PERPUSTAKAAN ISI YOGYAKARTA BAB V PENUTUP. Melakukan aktivitas berkesenian sudah selayaknya terkait dengan hal

KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL

2014 SENI FOTOGRAFI BODY PAINTING DENGAN TEKNIK PENCAHAYAAN ULTRAVIOLET

Karya Seni. Judul karya : Ngéntung Pajéng. PENCIPTA : Ida Bagus Candra Yana S.Sn.,M.Sn. PAMERAN "Festival Fotografi Surabaya" Ciputra, Surabaya 2015.

W, 2015 #INSTAMOMENT KARYA CIPTA FOTOGRAFI MENGGUNAKAN MEDIA SMARTPHONE ANDROID DENGAN APLIKASI INSTAGRAM

KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL

Bagan 3.1 Proses Berkarya Penulis

BAB V PENUTUP. D. Kesimpulan. Hadirnya warna-warna primer dalam karya Wedha s Pop Art

BAB V PENUTUP. fotografi pada akhirnya semakin luas peranannya di semua disiplin Ilmu

KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Prio Rionggo, 2014 Proses Penciptaan Desain Poster Dengan Tema Bandung Heritage

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan

KARYA ILMIAH: KARYA SENI MONUMENTAL JUDUL KARYA: VILLA LALU PENCIPTA: A.A Gde Bagus Udayana, S.Sn.,M.Si PAMERAN. International exhibition ISACFA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

FOTOGRAFI TAK LAGI SEKADAR ALAT DOKUMENTASI

BAB V PENUTUP. A. Kesimpulan. Berbagai busana tari Bali dalam hal ini dapat di kembangkan dengan berbagai

Komposisi dalam Fotografi

terhenti begitu saja karena adanya sebuah halangan. Saat halangan menjadi sebuah

BAB I PENDAHULUAN. gambar melalui cahaya pada film atau permukaan yang dipekakan. 2

BAB III PROSES PENCIPTAAN

Proses kreatif fotografi dengan teknik fill in flash pada brand Dirty Dumb

BAB I PENDAHULUAN. Desain grafis pada awalnya hanya terbatas pada media cetak dwi matra

BAB I PENDAHULUAN. pengorbanan yang telah diberikan baik dari jiwa dan raga. membawa ilmu fotografi melalui sekolah-sekolahyang didirikan Belanda.

V. PENUTUP. A. Kesimpulan. Penciptaan karya tugas akhir dengan judul Mata di Mata Lensa dalam Karya

BAB I PENDAHULUAN. Pusat Seni Fotografi Semarang. Ilham Abi Pradiptha Andreas Feininger, Photographer,

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Proses komunikasi dapat diartikan sebagai transfer komunikasi atau

BAB V PENUTUP. Setelah menganalisis dan menginterprestasikan foto potret instagrammer

BAB V PENUTUP. A. Kesimpulan Penciptaan karya seni Representasi Bunga dalam Fotografi Ekspresi

I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. menjadi sangat cepat. Begitu pula dengan gaya hidup masyarakat yang juga

FOTOGRAFI MODEL SEBAGAI BAGIAN PROMOSI LEMBAGA PENDIDIKAN MODEL STUDIO MODEL SOLO

T E M A. widiantoro. Fakultas Arsitektur dan Desain. Progdi Desain Komunikasi Visual

BAB V PENUTUP. biasa yang hanya berisi gambar-gambar masa lalu yang pernah dibuat. Lewat arsip

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan

BERINGIN GROUP. Learn, Share and Profit HUMAN INTEREST. A. Pendahuluan

BAB V PENUTUP. dengan menggunakan fotografi fashion retail. Karya-karya foto yang dihasilkan

III. METODE PENCIPTAAN TOPENG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA. A. Implementasi Teoritis

GELAR SENI MAHASISWA GUNADARMA (GSMG) 2018 KETENTUAN TANGKAI LOMBA LUKIS, DESAIN, KOMIK STRIP, FOTOGRAFI, FILM PENDEK

BAB I PENDAHULUAN. penampilan serta identitas. Wajah merupakan salah satu bagian terpenting pada

KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL

GALLERY PHOTOGRAPHY IN YOGYAKARTA

BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN

BAB III GAGASAN BERKARYA

BAB III PROSEDUR PELAKSANAAN

BAB V PENUTUP. Hal menarik dari foto-foto sepeda motor modifikasi yang dijadikan objek still life ini

Basic Photography. Setting & Composition PART II

Mengenal Komposisi, POI, Rule of Third/Nine Point, Golden Mean, dan Framing Agar Foto Lebih Menawan

REPRESENTASI KEINDAHAN ALAM BENDA

BAB V PENUTUP. dengan tingginya pelanggan nail art pada tempat usaha narasumber. Pada

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mata pencaharian dengan hormat dan jujur. Dalam versi yang lain seni disebut. mempunyai unsur transendental atau spiritual.

V. PENUTUP. A. Kesimpulan

Hidup Berdampingan dengan Zona Merah Setelah Lima Tahun Erupsi Gunung Sinabung dalam Fotografi Dokumenter

Commercial / Advertising Photography

SENI RUPA MODERN INDONESIA : ANAGLYPH 3D

BAB IV ANALISIS DATA. bersamaan dengan pengumpulan data pada penelitian ini. pengamatan lapangan yang sudah direduksi dan di buat kategori-kategorinya

BAB I PENDAHULUAN. Sastra sebagai cabang dari seni, yang keduanya unsur integral dari

BAB 2 DATA DAN ANALISA

KOMSEP KARYA SENI. Oleh: Zulfi Hendri, S.Pd NIP:


BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Musik merupakan suatu hal yang sangat akrab dengan indera pendengaran

BAB I PENDAHULUAN. memang sudah umum dilakukan oleh semua orang. Hal ini dilakukan agar

BAB V KESIMPULAN. Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, kiranya. telah cukup menjawab berbagai permasalahan yang diajukan

Latar belakang Desain grafis

BAB V PENUTUP. Fotografi seni yang menitik beratkan pada fotografi ekspresi memang memiliki

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penciptaan

KONSEP ESTETIK DALAM STILL LIFE FOTOGRAFI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Risma Dwi Saraswati, SISWA SEKOLAH DASAR Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.

I. PENDAHULUAN A. Penjelasan Tema / Ide /Judul Perancangan B. Latar Belakang Perancangan

PENCIPTAAN SERAGAM BATIK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BAB V PEMBAHASAN. Pada bab V ini akan disajikan pembahasan pada produk final hasil

PERANCANGAN MEDIA KATALOG SEBAGAI PENUNJANG INFORMASI DAN PROMOSI PADA AMARTA GALLERY

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi kaidah estetika dan etika seni grafis (nirmana) Presented By : Anita Iskhayati, S.Kom NIP

LCC LP3I Balikpapan 20 Maret

DESKRIPSI KARYA FOTOGRAFI CHILD IN YELLOW WITH WATERMELON

KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL. JUDUL KARYA : Sunset. PENCIPTA : Alit Kumala Dewi, S.Sn.,M.Ds

METODE PERANCANGAN. No. Judul dan Nama Penulis Ulasan Novel ini bercerita tentang hal-hal yang mungkin disembuyikan dari

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Raymond Williams dalam Komarudin (2007: 1).

PENGENALAN DASAR FOTOGRAFI DALAM INSTRUMEN PENDIDIKAN PADA ANAK USIA DINI

Fungsi Apresiasi dan Kritik dalam Pendidikan Seni Rupa

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Di era digital ini, teknologi semakin berkembang. Banyak teknologi baru

PENGEMBANGAN ASET VISUAL DALAM GAME SIMULASI PERTANIAN ORGANIK ASTRO FARMER DENGAN PENDEKATAN SYMBOLIC ANALOGY

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB III LAPORAN KERJA PRAKTEK PERANCANGAN FOTO PRODUK. 3.1 Peranan Praktikan Dalam Perusahaan

Bayanaka Canggu. tentang sebuah rumah peristirahatan di Bali, 2007 oleh: Fransiska Prihadi 1

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PRAKTIKUM 2. PENGAMBILAN GAMBAR

BAB I PENDAHULUAN. yang menggunakan berbagai jenis alat musik sebagai satu kesatuan

BAB I PENDAHULUAN. Sejak revolusi industri, seni dan desain merupakan dua hal yang memiliki kaitan.

Transkripsi:

DIMENSI SPASIAL DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI PUBLIKASI ILMIAH PENCIPTAAN KARYA SENI Kristoforus Agung Kusuma Dewa NIM: 0910471031 PROGRAM STUDI S-1 FOTOGRAFI JURUSAN FOTOGRAFI FAKULTAS SENI MEDIA REKAM INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 2016

DIMESI SPASIAL DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI Oleh: Kristoforus Agung Kusuma Dewa Abstrak Fotografi yang pada umumnya berfungsi sebagai alat membuat dokumentasi telah berkembang selaras dengan kemajuan teknologi dan daya kreatif manusia. Fotografi tidak hanya sekadar menciptakan citraan yang begitu akurat, rinci, dan objektif dalam mengapresiasikan realitas (representasi). Namun, fotografi juga memberikan dampak yang sangat luas. Fotografi menghasilkan tata bahasa baru berupa bahasa visual, dan yang paling penting adalah kemampuan membentuk etika cara pandang baru terhadap suatu kenyataan. Dimensi Spasial dalam Fotografi Ekspresi adalah sebuah konsep penciptaan karya fotografi seni sebagai ungkapan ekspresi dalam merespon visualisasi jarak-ruang yang dilihat melalui pemanfaatan framing sebagai metafora terhadap keberjarakan terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Pengembangan unsur framing dalam perwujudan karya sebagai visualisasi mengenai dimensi spasial. Kata Kunci : dimensi spasial, fotografi ekspresi, framing 2

Abstract Photography, which generally serves as a tool to make the documentation has grown in line with advances in technology and the creative power of man. Photography is not just creating images that are so accurate, detailed, and objective in appreciating reality (representation). However, photography also gives a very broad impact. Photography generate new grammar in the form of visual language, and the most important is the ability to form new ethical perspective on reality. Spatial Dimension in Photographic Expression is a concept of creating photographic works of art as an expression of expression in response to a distance-space visualization is seen through the use of framing as a metaphor to spatial of self, others and the environment. Development of framing elements in the embodiment works as a visualization of the spatial dimension. Keywords: spatial dimensions, photographic expression, framing 3

PENDAHULUAN Kurang lebih setelah satu setengah abad dikembangkan dan diperkenalkan, fotografi memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi gerak kebudayaan manusia moderen sepanjang abad ke-21. Dunia fotografi merupakan revolusi dalam cara pandang manusia untuk menerjemahkan sesuatu melalui bahasa visual (the way of vision). Fotografi tidak hanya sekadar menciptakan citraan yang begitu akurat, rinci, dan objektif dalam mengapresiasikan realitas (representasi). Namun, fotografi juga memberikan dampak yang sangat luas. Fotografi menghasilkan tata bahasa baru berupa bahasa visual, dan yang paling penting adalah kemampuan dalam membentuk etika cara pandang baru terhadap suatu kenyataan. Terlalu naif jika kita menafikan dan tidak menggeluti teknik memotret sesuai aturan fotografi yang benar. Pengikaran terhadap perkara teknik akan menjerumuskan orang pada kedangkalan dari hasil karya fotografinya. Kemudian munculah pertanyaan, apa perlunya mengunggulkan kecanggihan, teknik fotografi dibandingkan dengan isi atau pesan yang hadir dari selembar foto? Lantas apakah makna dari selembar foto hanya menawarkan keindahan secara fotografinya saja? Selain tanda-tanda rupa yang indah itu, adakah makna tersembunyi yang dapat memberikan nilai lebih terhadap proses penikmatan? Teknik dasar dalam fotografi sangatlah berperan penting dalam setiap proses pengambilan gambar menggunakan kamera. Teknik dasar fotografi yang berupa komposisi pemanfaatan komposisi framing sebagai visualisasi 4

dimensi spasial, menguraikan pemahaman bahwa adanya keindahan sematamata tergantung pada pencerapan dari si pengamat itu. Kalaupun suatu benda mempunyai nilai estetisnya sendiri, hal tersebut diartikan bahwa seorang pengamat memperoleh sesuatu pengalaman estetis sebagai tanggapan terhadap benda itu. Tujuan dari pembuatan Tugas Akhir Dimensi Spasial dalam Fotografi Ekspresi yaitu untuk memvisualkan bentuk dan rupa dari framing yang disikapi dengan cara panadang kreatif, melalui kacamata fotografi seni kedalam rupa metafora dimensi spasial terhadap keberjarakan diri sendiri. Setelah mengeksplorasi bentuk framing yang diinginkan sesuai dengan ide, lalu merefleksikannya kembali. Dalam membuat karya Tugas Akhir ini digunakanlah teknik fotografi berupa komposisi, khususnya berupa framing. Manfaat dalam Tugas Akhir yang berjudul Dimensi Spasial dalam Fotografi Ekspresi adalah Untuk menambah wawasan para penikmat seni, khususnya para mahasiswa Jurusan Fotografi, Fakultas Seni Media Rekam yang nantinya dalam membuat karya dan untuk dapat dikembangkan lebih lanjut dalam penciptaan karya fotografi. Memperkaya ide dan wujud seni fotografi dengan materi subjek yang sederhana. Memberikan penghiburan kepada para penikmat seni.. 5

METODE PENCIPATAN Berbicara mengenai fotografi memang tidak bisa lepas dari perkara teknis (penguasaan kamera sebagai alat). Sebagaimana foto dipahami dan diyakini sebagai bukti rekaman tentang hasil representasi kebenaran realitas yang tak terbantahkan, telah membuat masyarakat terpengaruh dan bahkan terhipnotis oleh daya magis fotografi. Kemampuan merekam secara sempurna serta ditunjang dengan segala kemudahaanya dalam pengoperasian kamera membuat fotografi sangat populer. Perkembangan teknologi yang begitu pesatnya memegang peran cukup vital dalam era fotografi digital saat ini. Setiap jenis fotografi, dalam perwujudannya memiliki tujuan tertentu yang memerlukan konsep perancangan yang bermula dari ide dasar. Kemudian diimplementasikan kedalam praksis yang memerlukan dukungan peralatan dan teknik pada daya ungkap kreasinya, menyesuaikan terhadap kebutuhan nilai estetika yang diharapkan. Teknik pemotretan yang terkait dengan berbagai perangkat teknis dan jenisnya, dimulai dari jenis kamera, yang dipadukan dengan berbagai jenis lensa guna menciptakan berbagai macam imaji fotografi dengan kesan visual dan keberagaman nilai estetisnya. Fotografi ekspresi menjadi wahana untuk mengungkapkan dirinya bagi para fotografer yang mencirikan akan kediriannya melalui medium foto, ekspresi diri yang tercirikan dalan sebuah karya foto menjadi pencarian identitas pribadi. Menurut Soedjono ekspresi diri melalui medium fotografi ekspresi bisa dicapai dengan berbagai cara, diantaranya: 6

Memilih objek-objek foto yang unik untuk ditampilkan menjadi karya foto yang one of a kind ; penggunaan teknik khusus baik dalam pemotretan maupun dengan teknik kamar gelap, merupakan satu cara yang lain; dan bisa juga dengan cara tertentu dalam upaya menampilkan karyanya atau way of representation (Soedjono, 2007:10). Dalam proses perwujudan karya proses penciptaan Tugas Akhir ini menggunakan framing, yang dapat memberi efek dimensi spasial. Efek dimensi spasial merupakan visual yang terlihat melalui komposisi framing, dimana komposisi framing sendiri merupakan pengisolasian objek dengan menggunakan bingkai pengelihatan (visual), sehingga mampu memberikan efek ruang berupa kedalaman dan terasa bahwa foto itu berkesan tampak natural seperti mata melihat objek tertentu secara langsung. Komposisi framing digunakan dalam proses penciptaan Tugas Akhir ini, merupakan suatu eksplorasi bentuk atau rupa objek yang sedemikian rupa hinga menghasilkan suatu pandangan baru dalam karya visual. Melalui komposisi (permainan unsur-unsur pembentuk), kita memilih apa yang sebaiknya dimasukan kedalam frame. Kemunculan ide dasar dalam penciptaan karya ini dari sebuah perenungan, sehingga lebih bisa melihat bagaimana sesuatu hal yang ada di muka bumi ini dari barbagai sudut yang benar-benar menarik. Secara khusus melalui fotografi sendiri kita diajarkan tentang bagaimana melihat yang sesungguhnya. Sebab fotografi itu sendiri adalah ilmu yang mengajarkan tentang bagaimana melihat dengan merasakan. Konsep perwujudan karya Tugas Akhir ini dilakukan dengan menggunakan konsep framing yaitu bermain pada bentuk dan rupa dari elemen garis yang menimbulkan efek dimensi spasial. Proses pemotretan dilakukan dengan menggunakan teknik 7

komposisi framing yang dianggap mampu merealisasikan ide visualisasi dimensi spasial. Adapun yang dimaksudkan dari rupa bentuk bidang keruangan yang berjarak (dimensi spasial), secara pengungkapannya sebagai sebuah metafora terhadap adanya keberjarakan antara diri sendiri, lingkungan, dan sesama. Keberjarakan ini dimaksudkan dari adanya jarak, dimana belum dan tidak mengenal satu sama lain (kecenderungan menutup diri). Fotografi sebagai media penciptaan karya seni dalam tugas akhir, adapun yang menjadi objek utama dalam perwujudan tugas akhir ini merupakan upaya mengeksplorasi berbagai bentuk atau berbagai rupa framing (jendela, pintu, pagar, dinding, dan lain-lain). Dalam hal ini lebih pada ekplorasi berupa bidang-bidang geometris yang mengisolasi atau membatasi bidang lain (objek pendukung). Sebab objek pendukung ini tidak dapat lepas dari pengamatan, berupa mood atau suasana. Penciptaan tugas akhir ini memang menjadi satu kesatuan yang utuh dan yang dengan sengaja membangun persepsi dimensi spasial dengan menggunakan teknik fotografi dasar berupa komposisi fraiming, dan yang di-framing berupa suasana. Proses perwujudan tahap akhir melalui penyeleksian setiap foto dan pengeditan melalui software Adobe Photoshop CS 6. Pengeditan dilakukan sebatas pengaturan kontras (curve, burn and dodge, gradientmap) dan cropping hal ini bertujuan untuk menambah nilai estetis, dramatisasi dalam penyajian penciptaan karya tugas akhir. Hasil pengolahan foto melalui software Adobe Photoshop CS 6 kemudian dicetak dengan ukuran 4R menggunakan kertas foto dan dikonsultasikan kepada dosen pembimbing. 8

Setelah disetujui kemudian dicetak dengan ukuran yang lebih besar (60 cm x 40 cm dan 90 cm x 60 cm) sebagai penyajian akhir. PEMBAHASAN / ISI Sebelum melakukan proses pembuatan karya penulis meninjau beberapa karya yang menjadi acuan dalam pembuatan Tugas Akhir ini, ada tiga fotografer yang memberi pengaruh dalam pembuatan karya, yaitu (Roman Lorang, Schmölz K.H., dan Josef Sudek) Foto 1. Foto Acuan Karya Roman Lorang, Fractal Dreams (Focus Magazine,2011:91) Roman Lorang melakukan eksplorasi terhadap komposisi framing yang menempatkan elemen garis sebagai objek utama dengan membingkai pemandangan alam berupa jalan dan padang rumput. Melalui foto acuan diatas unsur framing yang ingin dieklporasi kedalam proses perwujudan karya tugas 9

akhir. Hal serupa pun akan dilakukan dengan mengeksplorasi garis sebagai unsur utama dalam pembentukan komposisi framing. Foto 2. Foto Acuan Karya Schmölz K.H. (20 th Century Photography,2000:605) Schmölz memanfaatkan jendela sebuah ruang untuk membingkai objek pelengkap yang berada di luar bangunan. Melalui foto acuan diatas bentuk framing yang ingin dieklporasi kedalam proses perwujudan karya tugas akhir. Hal serupa pun akan dilakukan dengan mengeksplorasi bentuk framing dari jendela, pintu, pagar, dan lain sebagainya. 10

Foto 3 Foto Acuan Josef Sudek, Windows From My Studio (Mora, 2010:68) Sudek memanfaatkan jendela sebuah ruang untuk membingkai objek pelengkap yang berada di dalam bangunan. Melalui foto acuan diatas bentuk framing yang ingin dieklporasi kedalam proses perwujudan karya tugas akhir. Hal serupa pun akan dilakukan dengan mengeksplorasi bentuk framing dari jendela, pintu, pagar, dan lain sebagainya. Melalui ketiga karya fotografer yang sedikit banyak telah memberikan pengaruh dalam mewujudkan 20 karya foto Tugas Akhir dimensi spasial sebagai metafora keberjarakan diri melalui medium fotografi ekspresi. 11

Karya 1 Ditutup 60 x 40 cm Inkjet Print on Canson Watercolor Paper mounted on Aluminium Composite 2015 Penggambaran terhadap pembatasan yang dilakukan dengan secara sadar dan direncanakan. Namun, pembatasan yang dilakukan untuk menutup diri dari lingkungan luar (hal pribadi dan hal publik; personal). Sama halnya dengan pribadi seseorang yang secara sadar dan sengaja untuk menutup diri atau menarik dirinya dari pengaruh luar dengan pembatas yang telah disiapkannya, walau itu terkesan seadanya. Ketika batasan itu mulai ada celah dia akan menutupinya dengan yang baru, yang membuat dirinya merasa nyaman dan aman. 12

Karya 4 Terasing 60 x 40 cm Inkjet Print on Canson Watercolor Paper mounted on Aluminium Composite 2015 Pintu kecil menuju bangunan lain yang berlapis-lapis pintu masuknya. Membuat setiap orang atau siapa saja yang masuk ataupun ingin masuk harus melewati lapisan-lapisan pintu yang mengisolasinya dari keriuhan yang ada diluar. Membukanya pun hanya bisa dilakukan dari dalam. Demikian juga dengan kita, untuk kita masuk kedalam diri saja perlu melawati beberapa tahapan dan setiap tahapan itu mengasingkan kita dari dunia luar serta dari dunia kasar. Sebab yang ada di dalam itu terisolasi oleh keriuhan dunia luar dan dunia kasar. Mengenal diri atau pribadi sendiri itu 13

hal yang paling sulit dan tidak semua dari kita yang mengenal secara utuh diri atau pribadi kita. Karya 5 Ruang Gelap 90 x 60 cm Inkjet Print on Canson Watercolor Paper mounted on Aluminium Composite 2015 Berbicara terang benderang dari dunia luar itu memang membutakan siapa saja, membuat lupa akan dirinya sendiri. Secercah kemilau yang menggoda siapa saja untuk terbuai kedalam duniannya. Dunia material (fisik) memikat siapa saja yang lengah dan tak mengenal dirinya, bahkan yang ragu untuk mengenal dirinya hingga terjerumus dalam perangkat kenikmatan semu. Barang siapa tidak mengenal dirinya dengan sebaik mungkin dia tidak akan mengenal orang lain dengan baik pula. Segala hal yang terpancar dari luar sejatinya cerminan dari yang ada di dalam dirinya. Hingga kenalilah dirimu dengan sebaik mungkin untuk mampu mengenali 14

diri / pribadi orang lain dengan baik seperti kita yang mengenal diri/pibadi kita sendiri. Karya 6 Sambutan Rumah 90 x 60 cm Inkjet Print on Canson Watercolor Paper mounted on Aluminium Composite 2015 Mengingatkan kembali perasaan yang ada ketika dihadapkan pada sebuah rumah. Menggali situasi, kondisi, dan peranan kita sebagai penghuni rumah. Setiap rumah pasti memiliki sambutannya sendiri terhadap penghuninya, baik itu sebagai ayah, ibu, anak, kakak, adik, kerabat, dan asisten rumah tangga. Sambutan khas di rumah membuat kita menyikapi dengan kerinduan, kemarahan, bahkan kebencian untuk kembali ke dalam rumah. Setiap diri adalah rumah bagi dirinya sendiri tak luput juga, orang tua adalah rumah bagi anak-anaknya. Rumah mempunyai peranan yang 15

sangat vital bagi kita untuk bersosialisasi dengan yang lebih luas lagi cakupannya. Bagaimana kita di dalam rumah, bagaimana kita mengambil sikap di dalam rumah sebagai salah satu bekal yang kita bawa untuk bersosialisasi dengan komunitas yang lebih besar. Karya 10 Terbukalah 60 x 40 cm Inkjet Print on Canson Watercolor Paper mounted on Aluminium Composite 2015 Terlampau menutup atau menarik diri kedalam juga tidak baik. Seimbang dan selaras dalam mengambil sebuah sikap, menarik diri dari dunia luar seperti tinggal di dalam goa. Pancarkan apa yang ada di dalam diri, keluarlah dengan penuh keyakinan tanpa pernah sedikitpun merasakan 16

keraguan. Siapa yang akan mengenal kita kalau kita menarik diri dari dunia luar? Lantas apa guna kita terlempar ke dunia? Bukankah setiap kita adalah unik adanya, maka tunjukan setiap keunikan kita dengan menerima keunikan dari orang lain (di luar diri). Terbukalah untuk setiap perubahan dan merubah, pilihannya hanya dua yakni, mengubah atau diubah; dinamis atau statis. Bagaimana kita dapat diterima oleh orang lain kalau kita saja tidak menerima orang lain. PENUTUP Fotografi adalah bagian dari alat komunikasi, berupa pesan-pesan visual. Jika kita hanya mampu memotret sesuai panduan buku manual, itu artinya kemampuan kita baru sebagai operator kamera digital. Fotografi sebagai perilaku dasar dalam melihat segala hal, dijadikan sebagai salah satu cara mewujudkan karya seni. Penciptaan ini lebih menekankan pada, bentuk serta rupa framing yang terdapat pada keseharian yang ada berdampingan dengan sadar maupun tidak sadar. Penggunaan framing sebagai visualisasi merupakan salah satu hal yang tak dapat terpisahkan, hingga dirasa perlu adanya pengenalan terhadap framing yang ada dalam dinamika kehidupan keseharian kita. Kemudian, fotografi dalam peranannya dijadikan sebagai medium untuk penyampaian sesuatu melalui sebuah gambar. Keterikatan kita pada batas tidak akan terelakan sebab kita masih berada pada dunia fisik. Batasan dalam rupa framing ini tak hanya berbentuk secara nyata saja (terindra), juga yang perlu disadari kehadiran 17

bentuk framing yang tidak terindra. Dalam keseharian, kita tidak pernah terlepas dari framing apapun itu bentuknya. Penciptaan karya Dimensi Spasial dalam Fotografi Ekspresi adalah proses kreatif dalam melihat dan menanggapi fenomena yang sangat dekat dalam keseharian, bahkan secara tidak sadar melekat pada tiap-tiap kita Penciptaan karya Dimensi Spasial dalam Fotografi Ekspresi tidak berhenti pada seputar teknik semata, tetapi bagaimana melalui teknik dasar dapat berkembang dengan menekankan pada daya kreatif. Memotret dan membuat foto indah adalah dua hal yang berbeda. Orang bisa menulis dan merangkaikan kata menjadi kalimat, bukan berarti dia dapat membuat puisi yang indah. Orang bisa menorehkan kuas dalam selembar kanvas, tidaklah berarti dia mampu membuat lukisan. Demikian juga dengan memotret dan membuat foto indah. Dibutuhkan kemampuan kreatif dalam membuat foto indah, dan tidak hanya sekedar menekan tombol shutter sebab kita bukan operator, bukan mesin. 18

DAFTAR PUSTAKA Buku Batdorff, John, Lauriel Exell, dkk. 2013. Komposisi Dari Foto Biasa Jadi Luar Biasa. Jakarta: Kompas Gramedia. Borigas M., Fransiskus. 2013. Manusia Pengembara: Refleksi Filosofis Tentang Manusia. Yogyakarta: Jalasutra. Chris, Maher, Gregory Georges, dan Larry Berman. 2003. 50 Fast Digital Camera Techniques. Indianapolis: Wiley Publishing, Inc. la Grange, Ashley. 2005. Basic Critical Theory for Photographers. London: Focal Press. Mora, Gilles. 2010. Photo Speak. New York: Abbeville Press. Rosenblum, Naomi. 1984. A World History of Photography. New York: Abbeville Press. Sibley, Norman dan Michael F. O Brian. 1995. The Photographic Eye. Worcester: Davis Publication, Inc. Soedjono, Soeprapto. 2006. Pot-Pourri Fotografi. Jakarta: Universitas Trisakti. Sp., Soedarso. 2006. Trilogi Seni: Penciptaan, Eksistensi, dan Kegunaan Seni. Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta. Sumardjono, Jakob. 2000. Filsafat Seni. Bandung: Penerbit ITB. Sumaryono, E. 1993. Hermeneutik: Sebuah Metode Filsafat. Yogyakarta: Kanisius. Sunardi, ST., 2002. Semiotika Negativa. Yogyakarta: Buku Baik Svarajati, Tubagus P. 2013. Phōtagōgós: Terang-Gelap Fotografi Indonesia. Semarang: Suka Buku. 19