Prof.DR.H.GUNARTO,SH.SE.Akt.M.Hum.

dokumen-dokumen yang mirip
POLITIK HUKUM BAB IV NEGARA DAN POLITIK HUKUM. OLEH: PROF.DR.GUNARTO,SH.SE.A,kt.MH

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH

BAB V FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Negara Republik Indonesia sebagai Negara Kesatuan menganut asas

PROVINSI JAWA TENGAH

BAB IV VISI DAN MISI DAERAH 4.1 VISI KABUPATEN BENGKULU TENGAH

PROBLEMATIK & TEORI KEADILAN. Bacaan yang dianjurkan : The Liang Gie, 1982, Teori-teori Keadilan, Penerbit Supersukses, Yogyakarta

PROGRAM LEGISLASI NASIONAL TAHUN

KEADILAN SOSIAL BAGI SEBAGIAN RAKYAT INDONESIA

RANGKUMAN Penggolongan Filsafat Pendidikan menurut Theodore Brameld: 1. Tradisi filsafat klasik yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh dari teori Plato,

BAB IV VISI DAN MISI

POLITIK DAN STRATEGI KEAMANAN NASIONAL

BERSATU MENGATASI KRISIS BANGKIT MEMBANGUN BANGSA

sebelumnya, yaitu Zaman Pertengahan. Walau demikian, pemikiran-pemikiran yang muncul di Zaman Pencerahan tidaklah semuanya baru.

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

Modul ke: MASYARAKAT MADANI. 13Fakultas FASILKOM. Salamah, SPd. MSi. Program Studi Teknik Informatika

PANCASILA IDEOLOGI TERBUKA

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Isu tentang lingkungan hidup merupakan salah satu perhatian utama dunia

PERTUMBUHAN SOSIOLOGI HUKUM. 9/8/2012 Pertumbuhan Sosiologi Hukum

PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA

filsafat meliputi ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Adapun filsafat hukum merupakan kajian terhadap hukum secara menyeluruh hingga pada tataran

Para Filsuf [sebahagian kecil contoh] Oleh Benny Ridwan

Peraturan Daerah Syariat Islam dalam Politik Hukum Indonesia

BAB VII PENUTUP. dan di kritisi dalam menganalisis isu-isu pendidikan kontemporer. Berdasarkan

BAB III KERANGKA TEORI ANALISIS

PENGUATAN SISTEM DEMOKRASI PANCASILA MELALUI INSTITUSIONALISASI PARTAI POLITIK Oleh: Muchamad Ali Safa at (Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya)

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG

KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 032/SK/K01-SA/2002 TENTANG NILAI-NILAI INTI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

POKOK BAHASAN IX GOOD GOVERNANCE

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

GERAKAN REFORMASI. (Kuliah ke 10) 1

Visi & Misi Kepemimpinan Nasional dalam Pembangunan

ARAH BISNIS DAN TUJUAN PENERAPAN ETIKA DALAM ASPEK BISNIS, NORMA DAN HUKUM. Week 4

MENEGAKKAN KEDAULATAN INDONESIA SEBAGAI NEGARA KEPULAUAN MENUJU NEGARA MARITIM YANG BERMARTABAT (KOMISI KEAMANAN) (Forum Rektor Indonesia 2015)

BAB V VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

TUGAS AKHIR DEMOKRASI PANCASILA MENURUT UUD 1945

PEMERINTAH PROVINSI PAPUA

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB I PENDAHULUAN. pemerintah memberikan perhatian yang sungguh-sungguh dalam memberantas

BAB IV VISI DAN MISI

* Terdapat dua teori besar dalam ilmu social yang. 1. Teori struktural fungsionalisme, dan 2. Teori struktural konflik

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

BAB I PENDAHULUAN. di berbagai bidang memerlukan tenaga yang berkualitas, yaitu manusia yang dapat. kualitas sumber daya manusia yang tinggi pula..

VISI MISI PASANGAN CALON BUPATI WAKIL BUPATI KABUPATEN PEKALONGAN PERIODE TAHUN H. RISWADI DAN HJ. NURBALISTIK

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB I PENDAHULUAN. dan mempromosikan ide politik dalam tulisan-tulisan etika dan politik. Dia yakin

KORPORASI USAHA PERDESAAN SALAH SATU ALTERNATIF PENGEMBANGAN EKONOMI DESA SESUAI NAFAS PANCASILA

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

PASANGAN BALON BUPATI/WAKIL BUPATI KAB.HUMBANG HASUNDUTAN PALBET SIBORO,SE-HENRI SIHOMBING,A.Md VISI, MISI, TUJUAN DAN PROGRAM

Modul ke: Masyarakat Madani. Fakultas. Rusmulyadi, M.Si. Program Studi.

RANCANGAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR : 1 TAHUN 2010 TENTANG PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN PROGRAM LEGISLASI DAERAH

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

Good Governance. Etika Bisnis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. suatu kebijakan dan tercapainya kebijakan tersebut. Impelementasi juga

I. PENDAHULUAN. aspirasi dan memilih pemimpin dengan diadakannya pemilihan umum.

5. Distribusi Distribusi adalah pembagian dan pengalokasian nilai-nilai dalam masyarakat.

ETIKA SOSIAL.

Sambutan Presiden RI pada Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, Yogyakarta, 10 Oktober 2012 Rabu, 10 Oktober 2012

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

KODE ETIK PEGAWAI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

BAB I PENDAHULUAN. Republik Indonesia segala sesuatu atau seluruh aspek kehidupan diselenggarakan

Akses Terhadap Keadilan dalam Rencana Pembangunan Indonesia

MENYOAL ORGANISASI KEMASYARAKATAN (ORMAS) ANTI-PANCASILA Oleh: Imas Sholihah * Naskah diterima: 30 Mei 2016; disetujui: 21 Juni 2016

Profil Lulusan Program Studi Sosiologi FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS UDAYANA LAPORAN

PEREKONOMIAN INDONESIA

I. PENDAHULUAN. oleh Unang Sunardjo yang dikutip oleh Sadu Wasistiono (2006:10) adalah

BAB I PENDAHULUAN. keadilan sosial. Didalamnya sekaligus terkandung makna tugas-pekerjaan yang harus

BAB I PENDAHULUAN. berperan penting atau tokoh pembawa jalannya cerita dalam karya sastra.

BAB V KESIMPULAN. relasi antara ideologi dan gerakan sosial keagamaan. Dengan melihat penelitian yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kedudukan negara Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dan Daerah

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Hak atas Informasi dalam Bingkai HAM

RESUME 21 BUTIR PLATFORM KEBIJAKAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (1) PEMANTAPAN EKONOMI MAKRO

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Gambaran Umum Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)

Catatan Koalisi Perempuan Indonesia terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Perkara Nomor 46/PUU-XIV/2016

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Struktur kelembagaan politik, ekonomi dan sosial suatu masyarakat dapat menciptakan atau melanggengkan demokrasi, tetapi dapat pula mengancam dan mele

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 08 TAHUN 2007 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. Setelah Orde Baru jatuh dikarenakan reformasi maka istilah Good

PENDIDIKAN PANCASILA. Pancasila Sebagai Ideologi Negara. Modul ke: 05Fakultas EKONOMI. Program Studi Manajemen S1

BAB IV VISI DAN MISI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN

BAB IV VISI, MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

AGENDA DALAM SISTEM EKONOMI INDONESIA

Modul ke: ETIKA PROFESI. Etika Deskriptif dan Etika Normatif. 02Fakultas KOMUNIKASI. Triasiholan A.D.S.Nababan. Program Studi Hubungan Masyrakat

BAB I PENDAHULUAN. Pemasyarakatan yang berperan penting dalam proses penegakan hukum. Untung S. Radjab (2000 : 22) menyatakan:

- 1 - PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAGAAN KEOLAHRAGAAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

RENCANA AKSI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA INDONESIA TAHUN

Transkripsi:

POLITIK HUKUM BAB I TENTANG PERSPEKTIF POLITIK HUKUM OLEH: Prof.DR.H.GUNARTO,SH.SE.Akt.M.Hum.

Politik Hukum Secara filosofis, berbicara hukum, berarti berbicara tentang pengaturan keadilan, serta memastikan keadilan itu terwujud di bawah jaminan aturan yang jelas- tegas, sehingga memberi manfaat pada kebaikan manusia. Itulah in* supremasi keadilan yang digagas Gustav Radbruch

Menurut Radbruch Supremasi Keadilan Pada Dasarnya... Tidak memisahkan aspek kepastian dan kemanfaatan dari hal yang paling pokok dalam hukum, yakni keadilan. Fungsi kepastian hukum (yang berisi keadilan dan norma norma yang memajukan kebaikan manusia), benar- benar berfungsi sebagai peraturan yang ditaati, maka keadilan benar- benar mendatangkan manfaat bagi kebaikan manusia, baik sebagai individu maupun sebgai komunitas.

Jadi poli;k hukum... Lebih mirip suatu etika, yang menuntut agar suatu tujuan yang dipilih harus dapat dibenarkan oleh akal sehat yang dapat diuji, dan cara yang ditetapkan untuk mencapainya haruslah dapat dites dengan kriteria moral. Maka sekali lagi, politik hukum selalu bersifat ideal, dan berangkat dari idealisme. Tepat sekali, jika Padmo Wahyono merumuskan poltik hukum sebagai kebijakan dasar yang menentukan arah, bentuk, maupun isi dari hukum yang akan dibentuk.

Ti;k Tolak Poli;k Hukum Adalah visi hukum. Berdasarkan visi atau mimpi itulah, kita format bentuk dan isi hukum yang dianggap capable untuk mewujudkan visi tersebut. Visi menunjuk pada tujuan ideal yang ingin dicapai. Tentang tujuan itu sendiri, tiap bangsa, tiap negara, tiap masyarakat, tentu memiliki konsep yang berbeda. Betapapun berbedanya, yang pasti, tidak ada sebuah bangsa, sebuah negara, dan sebuah masyarakat yang memilih tujuan yang buruk.

Hukum sebagai salah satu sumber daya ar;nya... Hukum sebagai salah satu sumber daya, dapat saja dimanfaatkan untuk kepentingan pencapaian tujuan ideal, baik, dan mulia menurut ukuran masing- masing bangsa, negara, atau masyarakat. Tujuan itulah, biasanya seluruh sumber daya yang tersedia salah satunya Hukum dimobilisir, demi tercapainya tujuan yang dimaksud

Maka In; Poli;k Hukum Yang Sesungguhnya... Ia memikul beban sosial suatu masyarakat, suatu bangsa, suatu negara untuk mewujudkan tujuan masyarakat, bangsa, dan negara itu. Karenanya, dalam konteks politik hukum, hukum (sebagai milik bersama), tidak boleh ditunggangi oleh kepentingan pihak tertentu untuk mengabdi bagi kepentingan dirinya. Di titik inilah, letak perbedaan antara politik hukum dengan hukum dan politik.

Mengapa dikatakan Poli;k Hukum.. Jika hukum ditugaskan mengemban misi suatu masyarakat, suatu bangsa, suatu negara untuk mewujudkan visi yang dituju oleh masyarakat, bangsa dan negara tersebut maka disini terdapat semacam ideologi bersama yang imperatif sifatnya, yakni mewujudkan tujuan bersama. Dengan kata lain, polotik hukum, harus berdimensi common ideology.

Dengan Demikian Poli;k Hukum Memiliki Fungsi Ideologis Untuk Dua Hal Mendasar: 1. Ia memberi titik- tolak dan arah dasar bagi tatanan hukum dalam mengelola berbagai persoalan di berbagai bidang demi mencapai tujuan bersama. 2. Ia mengarahkan dan mengerhkan seluruh potensi yang dimiliki hukum untuk mewujudkan tujuan bersama dimaksud.

Sedangkan hukum dan politik, tidak seperti itu. Hukum dan poli;k lebih terarah pada realitas hubungan ;mbal- balik dan tarik- menarik antara hukum dan poli;k itu sendiri

Maka ke;ka Hukum Terkooptasi Oleh Poli;k... Maka ketika hukum terkooptasi oleh politik kepentingannya penguasa atau kelompok tertentu, dan karenanya mewajah represif, diskriminatif, dan ketidakadilan. Kadang juga, hukum mendapat ruang yang relatif otonom ketika politik- kekuasaan- kepentingan orang kuat, sedikit mengekang diri untuk tidak terlampau melakukan intervensi. Realitas seperti ini, adalah masalah hukum dan politik, dan sama sekali bukan persoalan politik.

Jadi dalam perspek-f poli-k hukum Hukum tidak boleh dimanfaatkan untuk sembarang tujuan di luar tujuan ideal bersama dari suatu masyarakat, bangsa, atau negara. Sedangkan dalam hukum dan politik, bukan tujuan ideal bersama itu yang menjadi fokus perhatian. Perhatian hukum dan politik, justru terarah pada soal interaksi dan tarik menarik antara politik itu sendiri dengan hukum.

Dinamika Interaksi Antara Hukum Dan Poli;k... Dinamika interaksi dan tarik menarik antara hukum dan politik, menjadi obyek kajian yang sangat menarik dibidang sosiologi, sosiologi hukum, dan politik. Sementara penugasan hukum untuk menjalankan misi bersama demi mewujudkan visi bersama, menjadi agenda penting dan utama dalam poltik hukum.

Masalah Hukum Dan Poli;k sebagai masalah ilmiah yang menarik. Sedangkan Poli;k Hukum, lebih sebagai sebuah agenda publik yang sangat pen;ng dan menentukan Jadi tidak semua legal policy, adalah politik hukum. Seperti juga, tidak semua publik policy adalah pro publik. Maka menyamakan begitu saja politik hukum dengan legal policy, merupakan sebuah kekeliruan yang cukup serius. Sekali lagi, politik hukum, adalah persoalan pencapaian tujuan bersama. Ada tujuan- tujuan (ideal) yang diembankan dan dilekatkan pada hukum untuk mewujudkan. Faktor tujuan ideal itulah yang merupakan poros dari politik hukum.

Oleh karena itu secara garis besar: Ruang lingkup politik hukum mencakup tiga hal: 1. Tujuan ideal yang hendak dicapai melalui hukum. 2.Cara atau metode yang tepat untuk mencapai tujuan itu. 3.Konfigurasi hukum yang efektif mewujudkan tujuan tersebut.

Secara Historis: Dari zaman klasik hingga abad ke- 20, tercatat sejumlah tugas atau tujuan (ideal) dari hukum antara lain: Pertama, Zaman klasik; Mewujudkan dan menjamin kebajikan dan keadilan umum. Menjamin eudaimonia (kebahagiaan:socrates) Menjamin partisipasi dalam gagasan keadilan (Plato) Menjamin eksistensi negara yang bermoral dan adil (Aristoteles) Memenuhi kepentingan tiap warga negara (Epicurus)

Lanjutan. Kedua, abad pertengahan; Menyelenggarakan keamanan perdamaian, serta mewujudkan kesalehan sosial. (St. Agustinus) Menjunjung hak alamiah manusia untuk mempertahankan hidup, cinta dan hidup berkeluarga, kerinduan mengenal Tuhan dan hidup bersahabat. (Thomas Aquinas)

Lanjutan. Zaman Renaissance, AuHlarung, dan Abad Ke- 19; Mewujudkan otonomi manusia. Menjamin kebebasan individu. Menjaga tertib hukum negara (positivisme hukum) Menciptakan tatanan masyarakat sosialis (Karl Marx) Melestarikan karakter bangsa (Savigny)

Lanjutan. Keempat, Abad ke- 20: Menjaga hak- hak asasi manusia (tradisi Inggris) Menjamin keadilan dalam masyarakat (Stammler,Radburch) Mewujudkan kepentingan umum (Cordoso dan Pound) Menjaga kepentingan umum dan individu secara seimbang (Reinach)

Mengenai tujuan mewujudkan kesejahteraan umum Tugas politik hukum adalah menciptakan aturan dan sistem implementasi hukum yang menjamin pemerataan anggaran, penghapusan kemiskinan, penyediaan fasilitas publik yang merata, pemberantasan KKN, mendorong sektor ekonomi produktif, atau membuka kases ekonomi lebih besar bagi pelaku ekonomi kecil dan menengah, dan lain sebagaianya.

Poli;k Hukum Sebagai Agenda Hukum Mengenai politik hukum sebagai agenda hukum, adalah bahwa dalam tugasnya mewujudkan tujuan bersama, maka hukum harus hadir dalam wujud hakikinya sebagai hukum, yakni: Menjamin pengaturan yang adil memberi kepastian hukum, dan mendistribusi manfaat.

Bagi Poli;k Hukum... Bagi Politik Hukum masalah masyarakat miskin harus ditangani lewat pengaturan yang lebih adil, misalnya melalui regulasi hukum mengenai hak dan kewajiban menyangkut akses ekonomi. Hukum harus mengatur secara adil sedemikian rupa sehingga golongan masyarakat yang tidak mampu memperoleh ekses yang cukup untuk meraih kesejahteraan

Lanjutan... Jadi nilai- nilai ideal yang melekat pada hukum (keadilan, kepastian, dan kemanfaatan), merupakan basis dan titik tolak dari politik hukum. Dan karena raison d etre hukum adalah untuk melayani kepentingan umum, maka semua unsur hukum yaitu keadilan, kepastian, dan kemanfaatan, merupakan milik bersama untuk melayani kepentingan bersama (volonte generale). Disinilah letak sifat ideal yang melekat dalam politik hukum dan politik hukum selalu berdimensi ideal.

Posisi Hukum Dalam Poli=k Hukum Hukum, dalam politik hukum, pertama- tama adalah merupakan instrumen. Ia merupakan alat yang dipakai untuk mewujudkan tujuan. Kedua, hukum dalam konteks politik hukum,adalah pembawa misi. Ia menjadi wadah yang menampung segala keinginan dan aspirasi mengenai berbagai hal yang ingin ditata dan dicapai.

Lanjutan. Ketiga, hukum dalam konteks politik hukum, adalah piranti managemen. Ia menata kepentingan- kepentingan secara adil, menetapkan apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan, mengatur hak dan kewajiban individu- kelompok- lembaga, menyiapkan sanksi, dan dilengkapi lembaga/aparat penegaknya.

Lanjutan... Dalam sekalian posisi tersebut diatas, hukum memiliki kapabilitas yang potensial untuk membawa misi pencapaian tujuan yang ingin diwujudkan. Ia merupakan sumber daya publik yang memiliki segala kelengkapan yang diperlukan bagi keperluan pencapaian tujuan. Hukum memiliki dasar legalitas, memiliki dasar legitimasi (karena dibuat oleh lembaga representatif), memiliki daya ikat yang memaksa, dilengkapi sanksi, dan ditegakkan oleh institusi yang sah. Itulah posisi sentral hukum dalam konteks politik hukum.

Sekian Bab I Saya Sampaikan Atas Perha;annya Saya Ucapkan... TERIMA KASIH