APLIKASI GRANTT CHART PADA ALGORITMA PENJADUALAN PROSES

dokumen-dokumen yang mirip
Penjadwalan Process. Konsep Dasar Penjadwalan Proses. Preemptive & Non-Preemtive Scheduling. Dispatcher.

Overview Penjadwalan (1)

BAB 4 PENJADWALAN CPU 55

DESKRIPSI PENJADWALAN PROSES

Mata Kuliah : Sistem Operasi Kelas : Teknik Informatika 4

Penjadualan Process Bagian 1

Implementasi Algoritma Shortest Job First dan Round Robin pada Sistem Penjadwalan Pengiriman Barang

Simulasi Algoritma Penjadualan Proses

Deskripsi Penjadwalan Proses

Bab 4. Penjadwalan CPU POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: 4.1 KONSEP DASAR. Konsep Dasar Kriteria Penjadwalan Algoritma Penjadwalan

Praktikum 10. Penjadwalan CPU 2 POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 Penjadwalan CPU Premptive. ü Membuat program simuliasi Pendawalan CPU

Penjadualan Process Bagian 2

Penjadwalan CPU. Badrus Zaman

Bab 3.Proses dan Penjadualan

Operasi pada Sistem Operasi. Avida Endriani Reza Gusty Erlangga D3 TEKNIK INFORMATIKA A

APLIKASI PEMBELAJARAN SISTEM OPERASI DALAM MATERI PROSES PENJADWALAN FCFS, SJF DAN ROUND ROBIN

sejumlah proses aktif. Aktifitas pemindahan proses yang tertunda dari memori utama ke memori sekunder disebut swapping.

Operating System: An Overview. Ch. 6: Process Scheduling. Ch. 6: Process Scheduling. Agenda. Basic Concept Scheduling Criteria Scheduling Algorithms

Konsep Dasar Kriteria Penjadualan Algoritma Penjadualan Penjadualan Multiple-Processor Penjadualan Real-Time Evaluasi Algorithm

SISTEM OPERASI PENJADWALAN PROSES

IMPLEMENTASI ALGORITMA MULTILEVEL FEEDBACK QUEUE DALAM MENENTUKAN WAKTU TUNGGU DAN WAKTU KESELURUHAN PROSES

Penjadualan CPU. Konsep Dasar Kriteria Penjadualan Algoritma Penjadualan Penjadualan Multiple-Processor Penjadualan Real-Time Evaluasi Algorithm

APLIKASI SISTEM INVENTARIS LABORATORIUM KOMPUTER FTIK UNIVERSITAS SEMARANG

Pertemuan - 4 PENJADWALAN PROSES. Haryono Setiadi, ST, M.Eng D3 Ilmu Komputer UNS

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

PENJADWALAN PROSES. Pendahuluan

ABSTRAK. Kata Kunci : Sistem Informasi, Pengelolaan data Siswa Dan Penjadwalan Mata pelajaran, Visual Basic dan Data base SQL 2000.

Bab 5: Penjadwalan CPU. Konsep Dasar

Sistem Operasi. Konsep Dasar. Histogram Waktu CPU-Burst. Penjadwal CPU PENJADWALAN CPU. Pertukaran Urutan Pada CPU Dan I/O Burts

Penjadualan CPU. Konsep Dasar. Penjadualan CPU. Penggantian Rangkaian Urutan CPU dan I/O Burst

IMPLEMENTASI ALGORITMA MULTILEVEL FEEDBACK QUEUE DALAM MEMENTUKAN WAKTU TUNGGU DAN WAKTU KESELURUHAN PROSES

Dosen pengampu : Mohamad Dani Sifat : Tutup buku dan peralatan elektronik

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENILAIAN HASIL BELAJAR DAN KEPRIBADIAN SISWA PADA SD N GILIS REMBANG NASKAH PUBLIKASI

Pertemuan V Penjadwalan Proses

Praktikum 9. Penjadwalan CPU 1

adil efisiensi waktu tanggap (response time) turn arround time throughput

Operating System. Scheduling. Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan. Dosen : Caca E. Supriana, S.Si

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PENGOLAHAN ARSIP PADA BLPT YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh Cut Intan Meutia

Jawaban Soal UTS Instalasi dan Penggunaan Sistem Operasi Semester Genap 2014/2015 D3 Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Terapan, Universitas Telkom

LAPORAN TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI PENJUALAN SUKU CADANG TRUK PADA CV BEBE PUTRA MOTOR SEMARANG. Disusun Oleh: : Tito Novianto : A

APLIKASI PENJUALAN BARANG SECARA MULTIUSER PADA DISTRO THINKER MATESIH KARANGANYAR

MODUL PRAKTIKUM SISTEM OPERASI PRAKTIKUM IV Penjadwalan Proses I

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI REKAM MEDIS PASIEN POLI UMUM DI RUMAH SAKIT RIMBO MEDICA MENGGUNAKAN PHP DAN MySQL

PEMODELAN PENJADWALAN MULTILEVEL FEEDBACK QUEUE MENGGUNAKAN DYNAMIC TIME QUANTUM PADA KASUS PEMESANAN MAKANAN DI RESTORAN

Penerapan Algoritma Sequential Search dalam Proses Pencarian Informasi pada Sistem Pembelajaran Organ Jantung Manusia

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

RANCANG BANGUN APLIKASI LAYOUT JADWAL MATA PELAJARAN (Studi Kasus : Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bandar Lampung)

SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN MAHASISWA PADA PERGURUAN TINGGI (STUDI KASUS : PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA )

RANCANG BANGUN APLIKASI PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK DENGAN BAHASA JAVA ABSTRAK

Penjadwalan Proses. Penjadwalan: pemilihan proses selanjutnya yg akan dieksekusi Melakukan multiplexing CPU Kapan dilakukan penjadwalan?

Analisa Dan Perancangan Sistem Maintenance Hadware Pada Laboratorium STMIK STIKOM Bali Berbasis Web

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMBAYARAN ADMINISTRASI SEKOLAH PADA SMK N 1 ENAM LINGKUNG. Bayu Rahmadiyus, Arnita 1), Rini Widyastuti 2)

SISTEM INFORMASI PADA U.D. BAJA PRATAMA GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai proses analisa perangkat lunak dan perancangan atau desain perangkat lunak.

SISTEM INFORMASI PENGAGENDAAN SURAT KELUAR MASUK PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KECAMATAN POLANHARJO DENGAN APLIKASI MULTI USER

Sistem Perwalian Online Mahasiswa Pada Program Pendidikan Jarak Jauh

Sri Handayani Teknik Informatika, Universitas Semarang

SIMULASI PERBANDINGAN PENJADWALAN ROUND ROBIN DAN FCFS UNTUK MANAJEMEN PROSES DALAM SINGLE PROCESSING

BAB 1 PENDAHULUAN. dapat memudahkan pengelolahan dan memanfaatkan data secara efektif dan efesien. Kantor

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH BERBASIS VISUAL BASIC DI SMK MUHAMMADIYAH 2 MOYUDAN

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS JARINGAN JALAN DI WILAYAH KOTA SAMARINDA DENGAN MENGGUNAKAN PETA DIGITAL

SISTEM INFORMASI APOTEK FARAH FARMA DI TEMPEL SLEMAN YOGYAKARTA. Naskah Publikasi. diajukan oleh Yulianto

SISTEM INFORMASI AKADEMIK PADA PAUD YAYASAN ULUL AZMI MARDIKA GUNUNG KIDUL NASKAH PUBLIKASI

DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN DI MTS N MLINJON FILL SREBEGAN NASKAH PUBLIKASI

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN DI SMK BATIK SAKTI 2 KEBUMEN. Naskah Publikasi

BAB I PENDAHULUAN. dan tepat sehingga dapat memberikan keputusan bagi dirinya dan orang lain.

ABSTRAK. Gambar 4.15 Tampilan data tabel user Gambar 4.16 Tampilan tabel produksi Gambar 4.17 Tampilan data tabel produksi...

SISTEM INFORMASI NILAI ULANGAN HARIAN ONLINE PADA SMA MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA. Disusun Oleh. Akhmad Khoironi Andri Setyo Nugroho

PERANCANGAN SISTEM DOKUMENTASI DAN PELAPORAN HELPDESK

Sistem Informasi Tracer Study Politeknik Negeri Semarang

Sistem Operasi Penjadwalan Proses

APLIKASI PEMBELAJARAN INTEGRAL BERBASIS WEB

Penjadwalan Proses. 1. Adil Proses proses diperlakukan sama yaitu mendapat jatah waktu prosessor yang sama

PERANGKAT LUNAK SIMULASI DEADLOCK MENGGUNAKAN ILUSTRASI DINING PHILOSOPHERS PROBLEM

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS WEB DI SMA NEGERI 3 LUBUK BASUNG. Dosen Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Industri

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Penggunaan Mesin yang berguna bagi bagian produksi. hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak).

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA SISWA PADA SMP PGRI 1 SEMPOR NASKAH PUBLIKASI

Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Penjualan Pada Toko Souvernir

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA NILAI SISWA DI SMP NEGERI 2 MENES PANDEGLANG

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

APLIKASI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATA KULIAH INFORMATION TECHNOLOGY BERBASIS MULTIMEDIA

SKRIPSI SISTEM PENDAFTARAN ONLINE UNTUK PEMERIKSAAN DI KLINIK PRATAMA MUTIARA HATI. Oleh : Anita Yuliyanti

APLIKASI RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BERBASIS JARINGAN CLIENT-SERVER

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

STMIK MDP. Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2011/2012

Pembuatan Program Pembelajaran Integer Programming Metode Branch and Bound. Frengki

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Minimisasi waktu penyelesaian tugas berdepedensi dengan pekerja homogen terbatas menggunakan algoritma greedy

Sistem Informasi Penjualan Pada Toko Gemini NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh : Andreas Satria Wicaksana

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA BENGKEL MOBIL DONY TECH YOGYAKARTA. Naskah Publikasi. diajukan oleh Ria Lestari

IF3191- Penjadwalan Proses. Henny Y. Zubir. Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung. IF-ITB/HY/24-Aug-03 IF3191 Penjadwalan Proses

RANCANG BANGUN APLIKASI MARKET BASKET ANALYSIS (MBA) PADA MINIMARKET UD. DIANI DENGAN ALGORITMA CT-PRO

Penjadwalan Proses Sistem Operasi (TKE113117) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed

APLIKASI SISTEM INFORMASI PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN (STUDI KASUS RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG)

SISTEM INFORMASI PEMBAYARAN SPP DAN PRESENSI DI SMAN 1 MELIAU KALIMANTAN BARAT

SISTEM MONITORING PENGENDALI DAN PENGHITUNG WAKTU PADA DRAG RACE MENGGUNAKAN BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR

SISTEM INFORMASI PENJADWALAN KULIAH PADA

Transkripsi:

APLIKASI GRANTT CHART PADA ALGORITMA PENJADUALAN PROSES (Grantt Chart Application on Scheduling Algorithm Process) Sri Handayani, April Firman Daru Program Studi Teknik Informatika Jurusan Teknologi Informasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi, Universitas Semarang email : sri@usm.ac.id, firmanusm@gmail.com Abstract Operating system is a compulsory subject taken in the Information Technology Student FTIK USM. In the discussion of the material management process of the operating systems course, there are some scheduling algorithm which processes need to be understood and any existing process scheduling algorithm presented in the form of Grantt Charts. Because of the difficulties experienced by students in understanding the process of scheduling algorithms by an Operating System become researchers inspiration to conduct this study to make an application Grantt Chart.. This study uses a waterfall system development, where the flow will follow the research the phase in waterfall. This application will be built using Visual Basic 6. The purpose of this research is to produce an application of learning are presented in graphical form to facilitate students in understanding the material scheduling process performed by an operating system so that students can also understand how a computer can do multiple processes simultaneously. Keywords: Grantt Chart, Process-scheduling algorithm, Visual Basic 6 1. PENDAHULUAN Sistem Operasi merupakan mata kuliah wajib yang diambil mahasiswa Teknik Informatika di FTIK-USM. Mata kuliah ini membahas tentang konsep dasar suatu perangkat lunak yang menjembatani komputer dan pengguna, sehingga memudahkan pengguna untuk mengoperasikannya. Pada materi pembahasan manajemen proses dari mata kuliah Sistem Operasi ini, terdapat beberapa algoritma penjadualan proses yang dapat digunakan. Tiap algoritma penjadualan proses yang dapat digunakan, semua dapat tersaji dalam bentuk grafik Grantt (Grantt Chart). Dari Grantt Chart pula dapat ditentukan waktu tunggu rata-rata tiap proses yang ada dalam prosesor komputer. Peneliti merasakan pentingnya materi manajemen proses dalam mata kuliah Sistem Operasi sebagai dasar bagi mahasiswa teknik Informatika agar mudah memahami bagaimana sebuah komputer seperti dapat mengerjakan beberapa proses secara bersamaan. Sementara itu dari pengalaman peneliti selama mengampu mata kuliah Sistem Operasi ini, sebagian besar mahasiswa menemui kesulitan menyelesaikan persoalan algoritma penjadualan proses yang diberikan oleh Dosen. Dari permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk membuat suatu aplikasi Grantt Chart yang ditujukan untuk membantu mahasiswa agar lebih mudah dalam memahami materi algoritma penjadualan proses tersebut dengan cara membandingkan hasil penggunaan aplikasi Grantt Chart dengan hasil perhitungan manual, selain itu juga sebagai sarana peneliti untuk menyajikan materi algoritma penjadualan proses dalam bentuk yang lebih interakif. JURNAL TRANSFORMATIKA, Volume 11, No.2, Januari 2014 : 79 86 79

2. METODE PENELITIAN 2.1. Jenis Data Jenis Data yang digunakan oleh peneliti ada dua jenis yaitu : a. Data Primer, yaitu data-data yang diperoleh peneliti secara langsung, contohnya adalah data hasil nilai mahasiswa selama 2 tahun terakhir dari mata kuliah Sistem Operasi untuk bahasan manajemen proses. b. Data Sekunder, yaitu data-data yang diperoleh peneliti dari literatur, buku referensi, ataupun dari browsing internet. 2.2. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah : a. Observasi: Mengamati kebutuhan user (pengguna) yang akan menggunakan aplikasi Grantt Chart sebagai alat bantu pembelajaran materi penjadualan proses dalam mata kuliah Sistem Operasi. b. Studi Pustaka : Mengumpulan literatur pendukung penelitian, baik dari buku referensi ataupun dari browsing internet. 2.3. Metode Pengembangan Sistem Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah model waterfall (Al Bahra Bin Ladjamudin, 2010) yang mempunyai tahapantahapan: 1. Analisa Kebutuhan Penentuan definisi dari sistem yang diperlukan, penjelasan dan tujuan dari sistem. 2. Perancangan Sistem Desain sistem membagi proses dari kebutuhan yang diperlukan ke salah satu perangkat keras atau perangkat lunak. Desain sistem menetapkan arsitektur sistem secara menyeluruh. Desain perangkat lunak melibatkan pengidentifikasian dan pendeskripsian dari sistem beserta relasinya. 3. Implementasi Desain dari sistem perangkat lunak diterapkan menjadi suatu aplikasi Grantt Chart. 4. Pengujian Unit program atau program diintegrasikan dan diuji sebagai satu sistem aplikasi Grantt Chart untuk memastikan bahwa seluruh kebutuhan perangkat lunak dan perangkat keras telah terpenuhi setelah pengujian sistem diberikan 80 kepada pengguna dengan menggunakan pengujian perangkat lunak yaitu Black Box dan White Box sehingga dapat dilakukan perbaikan agar sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal sesuai dengan tujuan pembuatan sistem. 5. Penggunaan dan Pemeliharaan Instalasi dan pemeliharaan sistem hardware dan software dilakukan untuk mengembangkan implementasi dari unit sistem. Software yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi Grantt Chart adalah Visual Basic 6. 2.4. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (FTIK-USM) dengan sasaran pengguna hasil penelitian ini adalah mahasiswa Teknik Informatika semester 3 peserta perkuliahan Sistem Operasi. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi aplikasi Grantt Chart yang telah dibuat adalah: 1. Algoritma FCFS 2. Algoritma SJF Pre-Emptive 3. Algoritma SJF Non Pre-Emptive 4. Algoritma Priorities Pre-Emptive 5. Algoritma Priorities Non Pre-Emptive Contoh hasil aplikasi Grantt Chart dari algoritma FCFS Gambar 1. Masukan proses untuk Algoritma FCFS Algoritma FCFS bekerja berdasar proses yang pertama datang akan dilayani terlebih dahulu, tidak peduli burst timenya panjang atau Aplikasi Grantt Chart pada Algoritma... (Sri H.)

pendek. Bila sebuah proses sedang dikerjakan, maka akan diselesaikan terlebih dahulu dan baru kemudian proses berikutnya dilayani.masukan untuk proses dari aplikasi yang dibuat adalah maksimum 5 proses (gambar 1). Pada gambar 2. terlihat masukan yang diberikan user adalah 5. Waktu kedatangan Proses 1=P1 = 0,P2=2,P3=3,P4=5,dan P5=9 Gambar 4. Hasil perhitungan waktu tunggu ratarata tiap proses dengan FCFS Pada gambar 4, tampak hasil perhitungan waktu tunggu rata-rata proses dengan menggunakan algoritma FCFS. Prinsipnya adalah menghitung selisih waktu suatu proses telah selesai dilayani dengan waktu suatu proses harus berhenti sementara. Gambar 2. Pemberian nilai Arrival Time dan BurstTime untuk 5 inputan proses Contoh hasil aplikasi Grantt algoritma SJF Non-Pre- Emptive Chart dari Pada gambar 2. Burst Time pun diisi oleh user. Burst Time adalah waktu yang dibutuhkan suatu proses untuk selesai dilayani. Tampak pada gambar 2.Burst Time P1=12,P2=8,P3=5, P4=2, dan P5=1. Gambar 5. Masukan proses untuk Algoritma SJF Non-Pre-Emptive Gambar 3. Hasil tampilan Grantt Chart Pada gambar 3. Tampak hasil tampilan Grantt Chart untuk 5 masukan menggunakan algoritma FCFS Algoritma SJF Non-Pre-Emptive mirip dengan FCFS. Hanya saja pada algoritma ini, jika arrival time sama, maka proses yang burst time-nya lebih pendek akan diproses lebih dulu. Masukan untuk proses dari aplikasi yang dibuat adalah maksimum 5 proses. Pada gambar 6. Waktu kedatangan diisi oleh user dengan prinsip, proses 1 memiliki waktu kedatangan (arrival time) lebih kecil dari proses ke-2, Proses ke-2 memiliki waktu kedatangan lebih kecil dari proses ke-3, dst. Burst Time diisi oleh user. Burst Time adalah yang dibutuhkan proses untuk selesai dilayani. JURNAL TRANSFORMATIKA, Volume 11, No.2, Januari 2014 : 79 86 81

Gambar 6. Pemberian nilai Arrival Time dan Burst Time untuk 5 inputan proses Pada gambar 6 Proses 1 datang waktu ke 0, memiliki burst time 12. Proses 2 datang waktu ke 2 dengan burst time 8, Proses 3 datang waktu ke 3 memiliki burst time 5, Proses 4 datang waktu ke 5 memiliki burst time 2, dan Proses 5 datang waktu ke 9 burst time 1 Gambar 7. Hasil tampilan Grantt Chart untuk Algoritma SJF Non Pre-Emptive Gambar 8. Hasil perhitungan waktu tunggu ratarata tiap proses dengan SJF Non Pre-Emptive Pada gambar 8, terlihat perhitungan waktu tunggu rata-rata tiap proses dalam sistem (execution unit) prosesor. P1 tidak memiliki 82 waktu tunggu, karena saat P1 datang, P1 langsung dieksekusi (dilayani). P2 memiliki waktu tunggu 18 = 20-2, karena P2 datang waktu ke 2, lalu P2 mulai dieksekusi sampai selesai waktu ke 20. P3 memiliki waktu tunggu 12 = 15-3, karena P3 datang waktu ke 3, lalu P3 mulai dieksekusi sampai selesai waktu ke 15. P4 memiliki waktu tunggu 8 = 13-5,karena P4 datang waktu ke 5, dan P4 mulai dieksekusi sampai selesai waktu ke 13. Dan P5 memiliki waktu tunggu 3 = 12-9 karena P5 datang waktu ke 9 mulai dieksekusi sampai selesai waktu ke 12. Total waktu tunggu rata-rata proses dalam sistem adalah Penjumlahan hasil waktu tunggu tiap proses dibagi jumlah proses yang ada. Contoh hasil aplikasi Grantt Chart dari algoritma SJF Pre-Emptive Gambar 9. Masukan untuk algoritma SJF PreEmptive Pada Algoritma ini jika suatu proses sedang dikerjakan kemudian ada proses lain yang datang, di mana burst timenya lebih kecil dari sisa waktu proses yang sedang dikerjakan, maka proses lain ini akan dikerjakan terlebih dahulu sementara sisa proses tadi dikembalikan ke Ready Queue (RQ). Pada gambar 10. Waktu kedatangan diisi oleh user dengan prinsip, proses 1 memiliki waktu kedatangan (arrival time) lebih kecil dari proses ke-2, Proses ke-2 memiliki waktu kedatangan dari proses ke-3, dst. Burst Time diisi oleh user. Burst Time adalah yang dibutuhkan proses untuk selesai dilayani. Pada gambar 10 Proses 1 datang waktu ke 0, memiliki burst time 12. Proses 2 datang waktu ke Aplikasi Grantt Chart pada Algoritma... (Sri H.)

2 dengan burst time 8, Proses 3 datang waktu ke 3 memiliki burst time 5, Proses 4 datang waktu ke 5 memiliki burst time 2, dan Proses 5 datang waktu ke 9 burst time 1 Gambar 10. Pemberian nilai Arrival Time dan Burst Time Gambar 11. Hasil Tampilan Grantt Chart untuk SJF Pre-Emptive Gambar 12. Hasil perhitungan waktu tunggu rata-rata untuk SJF Pre-Emptive Pada gambar 12, terlihat perhitungan waktu tunggu rata-rata tiap proses dalam sistem (execution unit) prosesor. P1 memiliki waktu tunggu 16=0+(18-2), karena P1 datang waktu ke 0, dieksekusi sampai waktu ke 2, pada waktu ke 2 datang pula P2, sehingga di waktu ke 2, P1 akan dibandingkan dengan P2. Ternyata P2 memiliki burst time lebih kecil dari P1, sehingga P2 yang dieksekusi mulai waktu ke 2 (P1 menunggu). P1 mulai dieksekusi lagi waktu ke 18. P2 memiliki waktu tunggu 8 = 11-3, karena P2 datang waktu ke 2, saat itu juga ada P1, karena P2 memiliki burst time lebih kecil dari P1, maka P2 dieksekusi, memasuki waktu ke 3, masuk P3, burst time P2 dibandingkan dengan burst time P3, diperoleh P3 burst timenya lebih kecil dari P2, sehingga P3 dieksekusi (P2 menunggu). lalu P2 mulai dieksekusi kembali waktu ke 11. P3 memiliki waktu tunggu 2 =7-5, karena P3 datang waktu ke 3, saat itu juga dalam sistem P1,P2,P3. Dari ke-3 proses yang sudah masuk ternyata P3 memiliki burst time paling kecil, karena itu saat P3 datang P3 langsung dieksekusi sampai waktu 5. Saat waktu ke 5, masuklah P4, proses-proses yang sudah masuk telah ada akan dibandingkan burst timenya dengan P4. Dari P1,P2,P3,P4, ternyata burst time terkecil. Maka P4 akan dieksekusi lebih dulu. (P3 menunggu), P3 kembali dieksekusi waktu ke 7. Karena pada waktu ke 7, P3 adalah proses yang memiliki burst time terkecil dibanding P1,P2 (P4 sudah selesai dieksekusi). P4 datang waktu ke 5, dan dieksekusi waktu ke 5. Sehingga P4 tidak memiliki waktu tunggu Dan P5 memiliki waktu tunggu 1= 10-9 karena P5 datang waktu ke 9 mulai dieksekusi waktu ke 10. Total waktu tunggu rata-rata proses dalam sistem adalah Penjumlahan hasil waktu tunggu tiap proses dibagi jumlah proses yang ada. Contoh hasil aplikasi Grantt Chart dari algoritma Priorities Pre- Emptive Dengan algoritma priority schedulling, CPU akan mengerjakan prioritas yang lebih tinggi terlebih dahulu, dan jika beberapa proses memiliki prioritas yang sama, maka akan JURNAL TRANSFORMATIKA, Volume 11, No.2, Januari 2014 : 79 86 83

digunakan FCFS. Prioritas dari proses terlihat dari size proses masing-masing Gambar 13. Masukan 4 proses pada algoritma Priorities Pre-Emptive Gambar 15. Hasil Tampilan Grantt Chart untuk algoritma Priorities Pre- Emptive Pada gambar 14. Waktu kedatangan diisi oleh user dengan prinsip,proses 1 memiliki waktu kedatangan (arrival time) lebih kecil dari proses ke-2, Proses ke-2 memiliki waktu kedatangan dari proses ke-3, dst. Burst Time dan Size diisi oleh user. Burst Time adalah yang dibutuhkan proses untuk selesai dilayani.sementara Size menunjukkan prioritas yang melekat dari setiap proses. Gambar 16. Perhitungan waktu tunggu rataratanya. Gambar 14. Pemberian nilai Burst time, Arrival Time, dan Size Pada gambar 14 Proses 1 datang waktu ke 0, memiliki burst time 10, size 100. Proses 2 datang waktu ke 2 dengan burst time 8, size 150 Proses 3 datang waktu ke 3 memiliki burst time 12, size 175 Proses 4 datang waktu ke 5 memiliki burst time 5, dan size 100 84 P1 memiliki waktu tunggu 20 = 0 + (22-2) karena datang waktu ke 0 kemudian dieksekusi,sampai waktu ke 2, karena pada waktu ke 2 datang P2 yang memiliki size lebih besar dari P1, P2 dieksekusi waktu ke 2,P1 menunggu, dan kembali dieksekusi waktu ke 22. P2 datang waktu ke 2, pada saat terdapat P1 yang sedang berjalan. Karena P2 memiliki size lebih besar dari P1, maka P2, akan dieksekusi dulu.p1 menunggu. P2 berjalan sampai waktu ke 3, pada saat itu pula masuk P3 yang sizenya lebih besar dari P2, maka P2 berhenti dulu karena P3 yang akan dieksekusi. P2 akan kembali dilayani waktu ke 15 sampai selesai. P3 datang waktu ke 3 dan dilayani, namun pada waktu ke 5 datang P4,prioritas P4 lebih kecil dari P3 sehingga P3 tetap dilayani sampai selesai,sehingga P3 tidak memiliki waktu tunggu.selanjutnya setelah P3 selesai, seluruh Aplikasi Grantt Chart pada Algoritma... (Sri H.)

proses telah masuk, proses yang akan dilayani selanjutnya adalah proses yang memiliki size terbesar setelah P3. Dari P1,P2,P4 yang belum selesai dilayani, P2 memiliki size (prioritas) terbesar, karena itu P2 akan dilanjutkan dilayani sampai selesai di waktu ke 22.Setelah waktu ke 22, P1 dan P4 memiliki size yang sama, namun karena P1 yang lebih dulu datang dari P4, maka prinsip FCFS yang akan dikerjakan sehingga P1 yang akan dilayani sampai selesai, dan terakhir P4 yang akan dilayani sampai selesai. Total waktu tunggu rata-rata proses dalam sistem adalah Penjumlahan hasil waktu tunggu tiap proses dibagi jumlah proses yang ada. Contoh hasil aplikasi Grantt Chart dengan algoritma Priorities Non Pre-Emptive: Gambar 18. Masukan untuk 5 proses dalam algoritma Priorites Non Pre-Emptive Pada gambar 18 Proses 1 datang waktu ke 0, memiliki burst time 10, size 100. Proses 2 datang waktu ke 2 dengan burst time 8, size 150 Proses 3 datang waktu ke 3 memiliki burst time 12, size 175 Proses 4 datang waktu ke 5 memiliki burst time 5, dan size 100 Gambar 17. Masukan 5 proses untuk algoritma Priorities Non Pre-Emptive Dengan algoritma Priorities Non Pre-Emptive, CPU akan menyelesaikan proses yang pertama kali dating lalu mengerjakan prioritas yang lebih tinggi terlebih dahulu, dan jika beberapa proses memiliki prioritas yang sama, maka akan digunakan FCFS. Prioritas dari proses terlihat dari size proses masing-masing. Gambar 19. Hasil tampilan Grantt Chart dengan algoritma Priorities Non Pre-Emptive Gambar 20. Perhitungan waktu tunggu rata-rata tiap proses dalam sistem JURNAL TRANSFORMATIKA, Volume 11, No.2, Januari 2014 : 79 86 85

Pada Gambar 20, terlihat P1 datang lebih dulu langsung dilayani sampai selesai sesuai dengan Burst time 10, sehingga jatah waktu proses yang diberikan sistem pada P1 adalah 10. Di waktu ke 10, seluruh proses (P2,P3,P4) sudah masuk. Setelah P1 selesai selanjutnya yang berjalan adalah proses yang memilik size terbesar setelah P1 yaitu P3 yang memiliki size 175. P3 dilayani sampai selesai mulai waktu ke 10 sampai waktu ke 22 = 10 + 12. 12 adalah burst time atau jatah waktu proses P3, sehingga P3 memiliki waktu tunggu 10-3=7 (3 adalah waktu kedatangan P3). Selanjutnya di waktu ke 22 yang akan dilayani adalah P2 karena P2 memiliki size terbesar setelah P3 yaitu 150. P2 dilayani sampai selesai waktu ke 30= 22+8), 8 adalah jatah waktu proses/burst time P2. P2 memiliki waktu tunggu 22-2= 20, yaitu P2 dilayani sampai selesai dari waktu ke 22 dan di waktu ke 2 P2 datang langsung berhenti. Akhirnya tinggal P4 yang belum dilayani, mulai waktu ke 30, P4 dilayani sampai selesai di waktu ke 35= 30+5, P4 memiliki waktu tunggu 30-5=25. (30 adalah waktu P4 dilayani sampai selesai, dan 5 adalah waktu kedatangan P4, P4 datang langsung berhenti). Total waktu tunggu rata-rata proses dalam sistem adalah Penjumlahan hasil waktu tunggu tiap proses dibagi jumlah proses yang ada. 4. KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. Kesimpulan 1. Grantt Chart yang dihasilkan di aplikasi ini, penggambaran grafik menggunakan warna yang berbeda untuk mewakili proses yang berbeda. 2. Tampilan chart berwarna dalam aplikasi ini diharapkan membantu user untuk memahami materi strategi penjadualan proses. 3. Maksimum dari inputan untuk aplikasi ini adalah 5 proses, sementara untuk Algoritma Priorities peneliti inputan yang dapat diimplementasikan peneliti maksimum 4 inputan. 4. Grafik yang dibuat hanya untuk 5 algoritma yaitu : FCFS,SJF non Pre-Emptive, SJF Pre Emptive, Priorities Pre - Emptive, dan Priorities non Pre-Emptive. 86 5. Aplikasi ini tidak menggunakan database, sehingga tiap inputan, proses perhitungan, dan outputan grafik yang dihasilkan tidak tersimpan di sistem. 6. Aplikasi bantu ajar ini tidak menggunakan database, dan karena aplikasi ini menampilkan gambar grafis, maka untuk aplikasi Grantt Chart ini termasuk aplikasi yang membutuhkan memori, dengan kapasitas sebesar 5,53 Mb 7. Aplikasi bantu ajar ini masih bersifat statis, dimana input yang diberikan baru dapat ditentukan peneliti. 4.2. Saran 1. Aplikasi ini akan diuji cobakan ke mahasiswa, untuk mengetahui perbedaan pemahaman materi Algoritma Penjadualan Proses dengan menggunakan alat bantu aplikasi Grantt Chart dengan pemahaman materi Algoritma Penjadualan Proses tanpa alat bantu ajar. 2. Untuk menghitung waktu tunggu rata-rata proses dalam sistem, peneliti masih perlu memikirkan bagaimana cara menyajikannya di aplikasi, agar user lebih memahami perhitungan yang ada di setiap algoritma. 3. Perlu penelitian lebih lanjut lagi agar aplikasi Grantt Chart ini memiliki kapasitas memori yang lebih kecil dari 5,53 Mb. 4. Perlu penelitian lebih lanjut lagi agar aplikasi Grantt Chart ini menjadi aplikasi dinamis yang inputnya bisa diubah sesuai keinginan user. DAFTAR PUSTAKA 1. Abas Ali Pangeran,2008, Sistem Operasi, Andi Offset 2. Bambang Hariyanto,2009,Sistem Operasi, Informatika 3. Kusnadi,Kusworo Anindito,Y.Sigit Purnomo,WP,2009,Sistem Operasi,Andi Publisher 4. Al Bahra Bin Ladjamudin, 2010, Rekayasa Perangkat Lunak, Graha Ilmu 5. Sabar & Yuswanto 2007, Panduan Lengkap Pemrograman Visual Basic 6 Aplikasi Grantt Chart pada Algoritma... (Sri H.)