SISTEM PENGATURAN PENYIMPANAN DAN PENGIRIMAN BARANG DENGAN PENGGERAK PNEUMATIK BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER

dokumen-dokumen yang mirip
OTOMASI SISTEM PELETAKAN DAN PENGAMBILAN BARANG PADA RAK BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER

II. TINJAUAN PUSTAKA. PLC adalah sebuah alat yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan

APLIKASI PLC OMRON CPM 1A 30 I/O UNTUK PROSES PENGEPAKAN BOTOL SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN SISTEM PNEUMATIK

SISTEM PENYELEKSI DAN PENGELOMPOKAN PRODUK BERDASARKAN WARNA BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER

BAB III PERANCANGAN PROTOTIPE

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

RANCANG BANGUN PROTOTIPE MESIN CETAK INJEKSI DENGAN MENGGUNAKAN ELEKTRO-PNEUMATIK

BAB IV IMPLEMENTASI DAN ANALISA

Penggunaan sistem Pneumatik antara lain sebagai berikut :

Komponen Sistem Pneumatik

INSTALASI MOTOR LISTRIK

SOAL SOAL SEMESTER GASAL KELAS XII TITIL MATA DIKLAT : MENGOPERASIKAN MESIN KENDALI ELEKTRONIK (011/KK/10) JUMLAH SOAL : PAKET : A

Yudha Bhara P

SISTEM KENDALI SEKUENSIAL PERAJANG KETELA POHON

OTOMASI WORK STATION (FMS) BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER Purnawan

TUGAS AKHIR PEMROGRAMAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) PADA MESIN FINGER JOINT

PEMROGRAMAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) PADA MESIN FINGER JOINT

MODUL PEMANFAATAN JALUR KOMUNIKASI RS 485 UNTUK SIMULASI KENDALI JARAK JAUH PLC MASTER K 10S1

PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) SUATU PEMAHAMAN DASAR PERALATAN PENGENDALI DI INDUSTRI BAGI MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI

BAB II LANDASAN TEORI

Gambar 2.32 Full pneumatik element

SOAL SOAL SEMESTER GASAL KELAS XII TITIL MATA DIKLAT : MENGOPERASIKAN MESIN KENDALI ELEKTRONIK (011/KK/10) JUMLAH SOAL : PAKET : B

BAB 4. Rancang Bangun Sistem Kontrol

APLIKASI PLC OMRON CPM 1 A 30 I/O UNTUK PROSES PELABELAN BOTOL SECARA OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PNEUMATIK ABSTRAK

PENDETEKSI LOGAM BERBASIS PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL) DENGAN SISTEM PNEUMATIK PADA KONVEYOR

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Sistem pneumatik dengan aplikasi pada mobile robot untuk menaiki dan

BAB IV. HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN

Gambar 1. Sistem PLC

MESIN BOR OTOMATIS MENGGUNAKAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER TUGAS AKHIR

Lembar Latihan. Lembar Jawaban.

BAB II DASAR TEORI Mesin bending Megobal

BAB I PENDAHULUAN. berteknologi tinggi pekerjaan dapat dilakukan dengan mudah, tepat, teliti, dan cepat,

Pengantar Programable Logic Control. Dr. Fatchul Arifin, MT

BAB I PENDAHULUAN. digunakan untuk mengontrol dan bisa diprogram sesuai dengan kebutuhan, yang

Apa itu Kontaktor? KONTAKTOR MAGNETIK / MAGNETIC CONTACTOR (MC) 11Jul. pengertian kontaktor magnetik Pengertian Magnetic Contactor

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM

BAB III LANDASAN TEORI. lingkungan. Apapun macam teknologi pengolahan air limbah domestik maupun

RANCANG BANGUN SIMULASI MESIN SORTIR BARANG BERDASARKAN BERAT BERBASIS PLC SIEMENS LOGO! SOFT 230 RCL

BAB III METODE PENELITIAN

APLIKASI MESIN PENGISI DAN PENUTUP BOTOL OTOMATIS PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA

SISTEM KONTROL PADA MODUL ALIRAN DISTRIBUSI BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN PROGAMMABLE LOGIC CONTROLLER

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai

RANCANG BANGUN MEDIA PRAKTIKUM SISTEM PNEUMATIK BERBASIS PLC

Prototipe Lift Barang 4 Lantai menggunakan Kendali PLC

Sistem Otomasi Mesin Tempat Parkir Mobil Bawah Tanah dengan Menggunakan Programmable Logic Controller

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM KENDALI. Kontrol Putaran Motor DC. Dosen Pembimbing Ahmad Fahmi

Abstrak. Susdarminasari Taini-L2F Halaman 1

MEMBUAT TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS DAN ALAT EVALUASI PEMBELAJARAN JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN

MODUL SISTEM KONTROL PENYELEKSI UKURAN BUAH APEL BERBASIS PLC

BAB II LANDASAN TEORI

Kontrol Mesin Bor PCB Otomatis dengan Menggunakan Programmable Logic Controller

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI. blok diagram dari sistem yang akan di realisasikan.

BABI PENDAHULUAN. Sistem pneumatik merupakan salah satu altematif di samping sistem hidraulik dan

TUGAS AKHIR -TE Sistem Monitoring Pengemasan Air Minum Botol Menggunakan Kontrol PLC

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

SISTEM PENGENDALIAN MOTOR SINKRON SATU FASA BERBASIS MIKROKONTROLER

SIMULASI TIMER DAN COUNTER PLC OMRON TYPE ZEN SEBAGAI PENGGANTI SENSOR BERAT PADA JUNK BOX PAPER MILL CONTROL SYSTEM

Gambar 1. Function block diagram [4].

APLIKASI PLC UNTUK PENGENDALIAN KONVEYOR PADA PENGEPAKAN DAN PENYORTIRAN PRODUK. Oleh : Siswanto Nurhadiyono ABSTRACT

SISTEM OTOMASI PADA MODUL PROCESSING DENGAN MENGGUNAKAN SEQUENTIAL FUNCTIONAL CHART

PERANCANGAN SISTEM PENGOLAHAN AIR BERSIH BERBASIS PLC OMRON CPM 2A

RANCANG BANGUN SIMULATOR INSTALASI LISTRIK DOMESTIK DAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH BERBASIS PLC OMRON CP1L

KONTROL PARKIR MOBIL OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER

BAB I SISTEM KONTROL TNA 1

Implementasi Pengendali PLC Pada Sistem Motor Tiga Phasa Untuk Star Y/

APLIKASI PLC PADA PENGENDALIAN MESIN BOR OTOMATIS DENGAN SISTEM MONITORING BERBASIS VISUAL BASIC 6.0

Protech Vol. 6 No. 1 April Tahun

MODIFIKASI SISTEM KONTROL PANEL KOMPRESSOR ATLAS COPCO GR-1520 MENGGUNAKAN PLC OMRON DI PT. JTX

III. METODOLOGI PENELITIAN. : Laboratorium Teknik Kendali Teknik Elektro Jurusan. Teknik Elektro Universitas Lampung

Gambar 2.1 Blok Diagram Programable Controller

ek SIPIL MESIN ARSITEKTUR ELEKTRO

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 3 PEMBAHASAN Pendahuluan

RANCANG BANGUN PENGENDALI MOTOR STEPPER UNTUK DETEKSI JUMLAH OBYEK PUTAR DENGAN MENGGUNAKAN KOMPUTER

PERANCANGAN APLIKASI OMRON SYSMAC CPM1A PADA SISTEM OTOMATISASI POMPA AIR UNTUK PENGISIAN WATER TANK DI APARTEMENT GRIYA PRAPANCA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Penggunaan PLC di industri dimaksudkan untuk menggantikan penggunaan rangkaian relay dan timer. Keuntungan penggunaan PLC antara lain :

BAB II. 1. Motor arus searah penguatan terpisah, bila arus penguat medan rotor. dan medan stator diperoleh dari luar motor.

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PROTOTIPE KONVEYOR SORTIR

I. Catu Daya...19 J. Relay...21 BAB III PERANCANGAN SISTEM...22 A. Perancangan Perangkat Keras Perangkat Keras pada PLC Omron CQM1-CPU21...

Rancang Bangun Sistem Pengambilan Dan Pemuatan Kemasan Yang Dikendalikan Melalui PLC OMRON CP1E-E40DR-A

PENDETEKSI LOGAM UNTUK INDUSTRI MAKANAN BERBASIS PLC. Oleh : Atmiasri dan Sagita Rochman*)

BAB IV PEMBAHASAN. pabrik PT. Boma Bisma Indra. Mesin ini digunakan untuk pelebaran lobang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERANCANGAN LENGAN ROBOT MENGGUNAKAN MOTOR STEPPER BERBASIS PLC (Programmable Logic Controller) Di PT FDK INDONESIA

DESAIN MESIN PRESS PENUTUP BOTOL OTOMATIS MENGGUNAKAN INVENTOR 2015

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN PENGISI DAN PENUTUP BOTOL OTOMATIS BERBASIS SISTEM SCADA

Rekayasa rancang bangun sistem pemindahan material otomatis dengan sistem elektro-pneumatik

BAB III PERANCANGAN DAN APLIKASI KONTROL MESIN PEMISAH BARANG

Makalah Seminar Kerja Praktek PERANCANGAN APLIKASI PLC OMRON SYSMAC CPM1A PADA MODUL SISTEM SILO

Programmable Logic Controller (PLC) Pendahuluan

Bab 1 Pendahuluan Otomasi Sistem

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan penerapannya yang semakin luas pada alat-alat elektronik dari segi audio dan

PEMODELAN SIMULASI KONTROL PADA SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH DENGAN MENGGUNAKAN PLC

BAB I PENDAHULUAN. Motor listrik adalah mesin listrik yang mengubah energi listrik ke energi

Pemisahan Produk Cacad Menggunakan PLC Schneider Twido TWD20DTK

APLIKSI KONTROL PERMUKAAN BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC)

M O T O R D C. Motor arus searah (motor dc) telah ada selama lebih dari seabad. Keberadaan motor dc telah membawa perubahan besar sejak dikenalkan

kendali pemotongan kertas pada industri rumah tangga, dimana dengan

BAB II LANDASAN TEORI

Transkripsi:

Jurnal Teknik dan Ilmu Komputer SISTEM PENGATURAN PENYIMPANAN DAN PENGIRIMAN BARANG DENGAN PENGGERAK PNEUMATIK BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER SYSTEM SETTINGS FOR STORAGE AND DELIVERY WITH PNEUMATIC DRIVER BASED ON PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER So Mario Sidharta 1, Melisa Mulyadi 2 Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jl. Jendral Sudirman 51, Jakarta Selatan 12930 1 so.mario@yahoo.com 2 melisa.mulyadi@atmajaya.ac.id Abstrak Di dalam suatu pabrik, sistem penyimpanan dan pengambilan barang yang baik seharusnya dilakukan berdasarkan metode First In First Out (FIFO) sehingga barang yang diambil adalah barang yang lebih dahulu disimpan atau diproduksi. Sistem yang demikian menjadi lebih mudah bila dikerjakan secara otomatis. Pada penelitian ini dirancang sebuah sistem penyimpanan dan pengambilan barang dengan menggunakan programmable logic controller sebagai pengendali proses untuk mengkan penggerak pneumatik setelah mendapatkan sinyal masukan dari push button. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan sistem dapat menyimpan barang sesuai urutan tempat penyimpanan dan mengambil barang yang lebih dahulu disimpan dengan baik. Kata kunci: Programmable logic controller, pneumatik, diagram tangga, motor DC, push button Abstract In a factory, storage and retrieval systems should be based on First In First Out (FIFO) method so the goods that are to be taken are the goods stored first. Such system can be realized when the system is made automatically. This research designed a storage and retrieval system for goods using a programmable logic controller to activate the pneumatic activator that receives the input signal from the push button. Based on the results of the testing that has been done the system can store and send the goods efficiently. Keywords: Programmable logic controller, pneumatic, ladder diagram, DC motor, push button Tanggal Terima Naskah : 09 November 2015 Tanggal Persetujuan Naskah : 11 Februari 2016 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam rangka mewujudkan perusahaan yang terintegrasi, efisien, dan berdaya saing tinggi maka perlu membangun Warehouse Management System yang 237

Vol. 05 No. 19, Jul Sep 2016 komprehensif untuk mendukung operasional yang ada. Salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk membangun sistem yang demikian adalah mekanisme penyimpanan barang di gudang. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, diperlukan pengaturan penyimpanan barang di gudang secara otomatis. Dengan bantuan Programmable Logic Controller (PLC) sebagai pengendali dan sistem pneumatik sebagai penggerak maka dapat direalisasikan proses otomasi penyimpanan barang di gudang. Untuk itu dibutuhkan sistem yang dapat menyimpan barang dari tempat proses produksi ke tempat penyimpanan. Sistem penyimpanan barang ini dirancang menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) sebagai pengendali dan sistem pneumatik dan motor DC sebagai penggerak. 1.2 Rumusan Masalah Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana mengatur penyimpanan dan pengambilan barang di gudang berdasarkan metode First In First Out (FIFO) menggunakan programmable logic controller sebagai pengendali dan sistem pneumatik sebagai penggerak. 1.3 Tujuan Penelitian Merancang sistem pengaturan penyimpanan dan pengambilan barang dengan penggerak penumatik berbasis programmable logic controller. 2. KONSEP DASAR 2.1 Programmable Logic Controller Programmable logic controller (PLC) pada dasarnya adalah sebuah komputer yang khusus dirancang untuk mengontrol suatu proses atau mesin. Proses yang dikontrol dapat berupa regulasi variabel secara kontinu, seperti pada sistem-sistem servo atau hanya melibatkan kontrol dua keadaan (on/off) saja tapi dilakukan secara berulang-ulang [1]. Perangkat keras PLC pada dasarnya tersusun atas empat komponen utama: prosesor, power supply, memori, dan modul input/output. Sistem input/output PLC pada dasarnya merupakan antarmuka yang menghubungkan central processing unit (CPU) dengan peralatan input/output luar. Lewat sensor-sensor yang terhubung dengan modul ini, PLC mengindra besaran-besaran fisik (posisi, gerakan, level, arus, tegangan) yang terasosiasi dengan sebuah proses atau mesin. Gambar 1. Diagram blok programmable logic controller [1] 238

Sitem Pengaturan Penyimpanan Berdasarkan status dari input dan program yang tersimpan di memori PLC, CPU mengontrol perangkat luar yang terhubung dengan modul output seperti dapat dilihat pada Gambar 1. 2.2 Diagram Tangga Program diagram tangga dianalogikan seperti sebuah kawat dengan ujung yang satu dihubungkan ke sumber tegangan 24 V sedangkan ujung yang lain dihubungkan ke ground, hubungan demikian dinamakan dengan satu rung/baris. Diagram tangga merupakan metoda pemograman yang mendasar, sehingga hampir semua jenis PLC menggunakan pemrograman seperti ini, namun cara pemogramannya berbeda sesuai dengan perangkat lunak dari jenis PLC yang digunakan [2]. Contoh Diagram tangga diperlihatkan pada Gambar 2. Gambar 2 Diagram tangga [2] 2.3 Pneumatik Sistem pneumatik adalah semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan, serta dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu kerja. Pneumatik bekerja berdasarkan pada perbedaan tekanan udara antara ruang dalam silinder yang terpisahkan oleh piston. Bila salah satu ujung silinder ini dialiri udara bertekanan maka pada saat yang sama udara pada ujung yang lain harus dialirkan keluar agar piston dapat bergerak [3]. Dalam bidang industri, udara atmosfer dimampatkan menggunakan pompa khusus yang disebut kompresor. Kompresor memampatkan udara ke dalam sebuah tangki penyimpan. Arah gerakan, besar gaya, dan kecepatan gerak piston dalam silinder dapat dikontrol dengan menggunakan katup. Arah gerakan piston bergantung pada arah aliran udara. Gambar 3. Sistem pneumatik sederhana Besar gaya yang dikenakan pada piston bergantung pada besarnya tekanan udara sedangkan kecepatan gerak piston bergantung pada debit aliran/laju aliran udara bertekanan yang masuk atau keluar dari silinder. Dengan menyusun katup-katup dapat 239

Vol. 05 No. 19, Jul Sep 2016 diakukan kontrol terhadap sistem pneumatik sehingga dapat berfungsi sebagaimana yang dikehendaki. Sistem pneumatik secara sederhana dapat dilihat pada Gambar 3. 2.4 Motor Arus Searah Motor adalah suatu mesin listrik yang mengubah daya masuk yang berupa besaran listrik menjadi daya keluar berupa besaran mekanik dengan menggunakan prinsip medan elektromagnetik [4]. Motor arus searah (Direct Current/DC) memerlukan catu tegangan searah pada kumparan jangkar dan kumparan medan untuk diubah menjadi energi mekanik. Pada motor DC, kumparan medan berada di stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan jangkar pada rotor (bagian yang berputar). Motor DC berputar karena adanya interaksi antara dua medan magnet. Dua medan tersebut adalah medan yang timbul pada kumparan dan medan yang dihasilkan oleh armature akibat arus yang mengalir padanya. Gambar 4 memperlihatkan konstruksi dari motor DC. Gambar 4. Konstruksi motor DC Prinsip kerja motor DC adalah sebagai berikut: Kumparan medan dan kumparan jangkar mendapat masukan berupa arus searah, karena kumparan medan merupakan lintasan tertutup. Motor DC bekerja berdasarkan Hukum Ampere, dimana bila suatu konduktor yang dialiri arus maka di sekitar konduktor tersebut timbul medan magnet. Menurut Hukum Lorentz yang dituliskan pada persamaan (1) F = B.i.l.sin... (1) Konduktor yang dialiri arus dalam medan magnet akan mendapat gaya magnet (gaya Lorentz) maka rotor akan berputar. Keterangan: F = gaya lorentz (newton) L = panjang konduktor (meter) B = kerapatan fluks (weber/meter 2 ) I = arus yang mengalir (ampere) Fluks magnet adalah banyaknya garis gaya magnet yang melalui suatu kumparan, dinyatakan dengan persamaan (2). Φ = B.A... (2) Keterangan: Φ = fluks magnet (weber) 240

Sitem Pengaturan Penyimpanan 3. PERANCANGAN SISTEM 3.1 Konsep Perancangan Alat penyimpanan dan pengambilan barang menggunakan PLC Omron SYSMAC C200HX sebagai unit pengendali dan menggunakan sistem pneumatik, serta motor DC sebagai penggerak. Barang yang akan disimpan atau diambil diletakkan di atas tray. Pada saat penyimpanan atau pengambilan, tray diangkut beserta dengan barang. Pada tempat penyimpanan barang terdapat dua rak yang masing-masing terdiri atas tiga tingkat tempat penyimpanan. Barang ditaruh ke tempat penyimpanan menggunakan one axis single cylinder (OASC) untuk gerakan searah sumbu y, motor DC untuk gerakan searah sumbu x dengan bantuan ulir dan silinder kerja ganda (lengan) untuk gerakan searah sumbu z. Pada jalur gerakan sumbu y dan sumbu x terdapat limit switch yang berfungsi untuk menghentikan gerakan alat apabila sudah tiba pada posisi tujuan. Pada penelitian ini digunakan tiga limit switch untuk gerakan sumbu y dan empat limit switch untuk sumbu x. Pada kondisi awal kerja sistem, tempat penyimpanan dianggap kosong. Untuk mengetahui apakah barang sudah disimpan atau diambil ditandai dengan penambahan bit ke dalam memori. Sistem akan menyimpan barang yang berada di tempat awal, mulai dari rak penyimpanan 1 paling atas (tempat penyimpanan 1) sebagai tempat penyimpanan pertama sampai rak penyimpanan 2 paling bawah (tempat penyimpanan 6) sebagai tempat penyimpanan terakhir. Pada alat penyimpan dan pengambil barang terdapat silinder kerja ganda (lengan) yang digunakan untuk memajukan dan memundurkan lengan yang bertujuan untuk mengambil barang dan menyimpan barang. Pada proses pengambilan barang, sistem akan mengirim barang dari rak penyimpanan ke tempat keluaran. Proses pengambilan barang dilakukan berdasarkan urutan penyimpanan barang (First In First Out). Tampak depan sistem penyimpanan dan pengambilan barang dapat dilihat pada Gambar 5. Gambar 5. Tampak depan keseluruhan sistem 241

Vol. 05 No. 19, Jul Sep 2016 Diagram blok sistem dapat dilihat pada Gambar 6. Gambar 6. Diagram blok sistem 3.2 Perancangan Perangkat Keras 3.2.1 Pengalamatan Masukan dan Keluaran PLC Alamat masukan yang digunakan diperlihatkan pada Tabel 1. Dari Tabel 1 dapat dilihat alamat masukan yang terpakai sebanyak 13 alamat yang dimulai dari alamat 8.00-8.07 dan 8.10-8.14. Tabel 1. Alamat masukan PLC Alamat Fungsi 8.00 LS X1 pendeteksi posisi lengan sumbu x awal 8.01 LS X2 pendeteksi posisi lengan sumbu x rak 1 8.02 LS X3 pendeteksi posisi lengan sumbu x rak 2 8.03 LS X4 pendeteksi posisi lengan sumbu x keluaran 8.04 LS Y1 pendeteksi posisi lengan sumbu y ketinggian 1 8.05 LS Y2 pendeteksi posisi lengan sumbu y ketinggian 2 8.06 Sensor optocoupler 8.07 LS Y3 pendeteksi posisi lengan sumbu y ketinggian 3 8.10 Push button start 8.11 Push button emergency stop 8.12 Push button simpan 8.13 Push button ambil 8.14 Push button jalan Alamat keluaran yang digunakan diperlihatkan pada Tabel 2. Dari Tabel 2 dapat dilihat alamat keluaran yang terpakai sebanyak 6 alamat. Alamat yang digunakan dimulai dari alamat 9.0-9.5 Tabel 2. Alamat keluaran PLC Alamat Fungsi 9.0 Terhubung dengan motor DC (1) menggeser lengan dari kanan ke kiri 9.1 Terhubung dengan motor DC (2) menggeser lengan dari kiri ke kanan 9.2 Terhubung dengan valve A (1) menggeser lengan dari atas ke bawah 9.3 Terhubung dengan valve A (2) menggeser lengan dari bawah ke atas 9.4 Terhubung dengan valve B (1) menggeser lengan maju 9.5 Terhubung dengan valve B (2) menggeser lengan mundur Rangkaian masukan PLC Omron SYSMAC C200HX diperlihatkan pada Gambar 7. 242

Sitem Pengaturan Penyimpanan Gambar 7. Rangkaian masukan PLC Omron SYSMAC C200HX Rangkaian keluaran PLC Omron SYSMAC C200HX diperlihatkan pada Gambar 8. Gambar 8. Rangkaian keluaran PLC Omron SYSMAC C200HX 3.2.2 Perancangan Posisi Peletakan Barang Sistem ini dirancang untuk bergerak ke delapan posisi, yaitu posisi awal, posisi tempat penyimpanan 1, tempat penyimpanan 2, tempat penyimpanan 3, tempat penyimpanan 4, tempat penyimpanan 5, tempat penyimpanan 6, dan posisi tempat keluaran. Sistem dapat menentukan posisi dengan menggunakan kombinasi limit switch yang. Kombinasi limit switch dapat dilihat pada Tabel 3. 243

Vol. 05 No. 19, Jul Sep 2016 Tabel 3. Kombinasi limit switch LS X1 LS X2 LS X3 LS X4 LS Y1 LS Y2 LS Y3 Sistem berada di Posisi awal penyimpanan 1 penyimpanan 2 penyimpanan 3 penyimpanan 4 penyimpanan 5 penyimpanan 6 keluaran 4. PENGUJIAN SISTEM 4.1. Pengujian Gerak Pneumatik Pengujian ini dilakukan dengan cara memberi masukan logika 1 pada valve A (1) dan logika 0 pada valve A (2), demikian juga sebaliknya. Pengujian valve B sama dengan valve A. Valve A dan valve B digunakan untuk gerakan vertikal one axis single cylinder (OASC), memajukan dan memundurkan silinder kerja ganda (lengan). Pengujian dapat dilihat pada Tabel 4 dan Tabel 5. Tabel 4. Pengujian valve A Valve Valve A A (1) (2) Keterangan 0 0 OASC diam 0 1 OASC bergerak dari bawah ke atas 1 1 OASC diam 1 0 OASC dari atas ke bawah Tabel 5. Pengujian valve B Valve Valve B Keterangan B (1) (2) 0 0 lengan diam 0 1 lengan bergerak mundur 1 1 lengan diam Dari Tabel 4 dapat diketahui bahwa jika valve A (1) dan valve A (2) sama-sama berlogika 0 atau berlogika 1 maka OASC diam. OASC bergerak ke atas atau ke bawah jika salah satu valve berlogika 1. 244

Sistem Pengaturan Penyimpanan Dari Tabel 5 dapat diketahui bahwa jika valve B (1) berlogika 1 lengan bergerak maju dan jika valve B (2) berlogika 1, lengan bergerak mundur. 4.2 Pengujian Sensor Optocoupler Pengujian dilakukan dengan mendeteksi adanya benda di posisi awal. Saat benda ada pada tempat awal maka sensor optocoupler akan memberi masukan ke PLC. Pengujian dilakukan dengan mengukur tegangan pada masukan yang terhubung ke PLC saat proximity sensor mendeteksi ada atau tidak adanya benda. Hasil pengujian tegangan dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Pengujian sensor optocoupler 4.3 Pengujian Keseluruhan Sistem Pengujian keseluruhan sistem dilakukan dengan menguji pengambilan barang ke tempat keluar dan penyimpanan barang ke semua tempat penyimpanan. Berdasarkan Tabel 7 tingkat keberhasilan pengujian sebesar 87,5% dari 24 kali pengujian dengan 21 kali berhasil dan tiga kali mengalami kegagalan. Keberhasilan ditandai dengan sistem berhasil memindahkan barang sesuai dengan seharusnya. Faktor yang mempengaruhi kegagalan dalam pengujian adalah faktor supply angin dari kompresor tidak dapat dibuat konstan 7,5 bar sehingga pada silinder kerja ganda yang tidak memiliki sensor terkadang terjadi masalah. Tabel 7. Hasil pengujian keseluruhan sistem No Proses yang dilakukan Keterangan 1 Simpan tempat 1 Berhasil 2 Simpan tempat 1 (2) Berhasil 3 Simpan tempat 2 Berhasil 4 Simpan tempat 2 (2) Gagal 5 Simpan tempat 3 Berhasil 6 Simpan tempat 3 (2) Berhasil 7 Simpan tempat 4 Berhasil 8 Simpan tempat 4 (2) Berhasil 9 Simpan tempat 5 Berhasil 10 Simpan tempat 5 (2) Berhasil 11 Simpan tempat 6 Berhasil 12 Simpan tempat 6 (2) Berhasil 13 Ambil dari tempat 1 Berhasil 14 Ambil dari tempat 1 (2) Berhasil 15 Ambil dari tempat 2 Gagal 16 Ambil dari tempat 2 (2) Berhasil 17 Ambil dari tempat 3 Berhasil 245

Vol 19 No. 05, Jul Sep 2016 Tabel 7. Hasil pengujian keseluruhan sistem (lanjutan) No Proses yang dilakukan Keterangan 18 Ambil dari tempat 3 (2) Berhasil 19 Ambil dari tempat 4 Berhasil 20 Ambil dari tempat 4 (2) Berhasil 21 Ambil dari tempat 5 Gagal 22 Ambil dari tempat 5 (2) Berhasil 23 Ambil dari tempat 6 Berhasil 24 Ambil dari tempat 6 (2) Berhasil 5. KESIMPULAN Dari hasil perancangan, pembuatan, dan pengujian sistem dapat disimpulkan: a. Sistem pneumatik berjalan sesuai dengan rancangan. b. Sistem ini telah berhasil menyimpan barang dan mengambil barang sesuai urutan first in first out dengan tingkat keberhasilan 87,5 % dari 24 kali pengujian. REFERENSI [1]. Hackworth, J.R., Hackworth, F.D. 2004. Programmable Logic Controllers Programming Methods and Applications. Ohio: Prentice Hall. [2]. Said, H. 2012. Aplikasi Programmable Logic Controller (PLC) dan Sistem Pneumatik pada Manufaktur Industri. Yogyakarta: Andi. [3]. Patient, P., Pickup, R., Powell, N. 1983. Pneumatics. Edinburgh: National Centre for School Technology. [4]. De Silva, C. 2007. Sensors and Actuators Control System Instrumentation. New York: CRC Press. 246