BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

dokumen-dokumen yang mirip
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Rabu, 25 Maret 2009

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Selasa, 26 Mei 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Sabtu, 21 Maret 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Kamis, 19 Maret 2009

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Kamis, 28 Mei 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Minggu, 31 Mei 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Senin, 27 April 2009

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Sabtu, 06 Juni 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Minggu, 24 Mei 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Rabu, 10 Juni 2009

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Kamis, 18 Juni 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Kamis, 16 April 2009

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Senin, 31 Agustus 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Kamis, 04 Juni 2009

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Kamis, 30 April 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Minggu, 21 Juni 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Rabu, 29 April 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Minggu, 14 Juni 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Jum at, 12 Juni 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Rabu, 13 Mei 2009

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Sabtu, 22 Agustus 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Selasa, 19 Mei 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Selasa, 09 Juni 2009

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Minggu, 19 April 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Kamis, 23 April 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Selasa, 01 September 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Senin, 13 April 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Jum at, 22 Mei 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Sabtu, 29 Agustus 2009

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Sabtu, 18 April 2009

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Jum at, 28 Agustus 2009

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Sabtu, 25 April 2009

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 10 September 2016 s/d 14 September 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 31 Juli 2016 s/d 04 Agustus 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA. Jakarta, 31 Juli 2016

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 05 September 2016 s/d 09 September 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Minggu, 26 April 2009

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 21 Desember 2015 s/d 26 Desember 2015 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Rabu, 18 Maret 2009

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 25 Juli 2016 s/d 29 Juli 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA. Jakarta, 25 Juli 2016

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 04 Desember 2016 s/d 08 Desember 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Rabu, 15 April 2009

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 22 Januari 2017 s/d 26 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 7 HARI KEDEPAN

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 25 September 2016 s/d 29 September 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 21 Agustus 2016 s/d 25 Agustus 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 7 HARI KEDEPAN

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 14 November 2016 s/d 18 November 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 7 HARI KEDEPAN

PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 29 Desember 2015 s/d 03 Januari 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 29 Februari 2016 s/d 05 Maret 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Senin, 17 Agustus 2009

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 05 April 2016 s/d 09 April 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA. Jakarta, 05 April 2016

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Senin, 24 Agustus 2009

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 26 Juli 2016 s/d 30 Juli 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA. Jakarta, 26 Juli 2016

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 7 HARI KEDEPAN

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 16 Agustus 2016 s/d 20 Agustus 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 25 April 2016 s/d 29 April 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA. Jakarta, 25 April 2016

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 28 Desember 2016 s/d 01 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 7 HARI KEDEPAN

Transkripsi:

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B ) JI. Ir. H. Juanda 36. Jakarta 020 Indonesia Telepon : (02) 345 8400 Fax : (02) 345 8500 LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Kamis, 29 Januari 2009 Pada hari Rabu, 28 Januari 2009 pukul 08.00 WIB hingga hari Kamis, 29 Januari 2009 pukul 08.00 WIB, dilaporkan informasi kejadian alam dan bencana di wilayah Indonesia yang diperoleh Pusdalops BNPB sebagai berikut : I. Pemantauan Ancaman Banjir di Jabodetabek (Laporan Perkembangan) A. Ketinggian Muka Air Berdasarkan informasi dari Satkorlak PB Prov. DKI Jakarta dan Posko Banjir Dep. PU, Hari Rabu, 28 Januari 2009 pukul 00.00, 06.00, 08.00, 2.00 dan pukul 8.00 WIB, perkembangan ketinggian muka air di 3 Pintu Air dilaporkan sebagai berikut : KATULAMPA 0:00 6:00 8:00 2:00 8:00 20 80 Siaga I (>200 cm) 50 20 Siaga II (>50 cm) 90 60 50 50 50 80 70 60 60 50 50 50 50 50 50 50 50 40 40 40 40 40 Siaga III (>80 cm) 30 0 25-Jan 26-Jan 27-Jan 28-Jan DEPOK 0:00 6:00 8:00 2:00 8:00 335 Siaga I (>350 cm) 285 Siaga II (>270 cm) 235 8 5 3 5 50 40 25 30 20 25 3028 20 25 20 20968 20 20 2068 Siaga III (>200 cm) 85 25-Jan 26-Jan 27-Jan 28-Jan

0 0 0 MANGGARAI 0:00 6:00 8:00 2:00 8:00 900 Siaga I (>950 cm) 800 700 725720720 700 700 70 700 670 670 670 670 670 670 670 670 670 Siaga II (>850 cm) Siaga III (>750 cm) 600 25-Jan 26-Jan 27-Jan 28-Jan Sumber :Satkorlak PB Prov. DKI Jakarta dan Posko Banjir Dep. PU. B. Prakiraan Cuaca Wilayah JABODETABEK Prakiraan cuaca wilayah JABODETABEK berlaku untuk hari Kamis, 29 Januari 2009 dilaporkan sebagai berikut : NO L0KASI JAKARTA PUSAT 2 JAKARTA UTARA Pagi (00.05 2.00) kadang lebat 3 JAKARTA SELATAN Berawan 4 JAKARTA TIMUR 5 JAKARTA BARAT 6 KEP. SERIBU kadang lebat kadang lebat C U A C A Siang (2.05 8.00) 7 BOGOR 8 TANGERANG - 9 DEPOK 0 BEKASI Berawan dan hujanringansedang sedang Malam (8.05 24.00) Berawan Berawan Keterangan : - Hujan ringan :.0 5.0 mm/jam 5 20 mm/hari - Hujan sedang : 5.0 0 mm/jam 20 50 mm/hari - Hujan lebat : 0 20 mm/jam 50 00 mm/hari - Hujan sangat lebat : >20 mm/jam >00 mm/hari Peringatan Dini : Berpotensi hujan dengan intensitas ringan-sedang kadang lebat disertai kilat/petir pada dinihari dan antara sore menjelang malam hari. Sumber : Badan Meteorologí dan Geofísika 2

II. Aktivitas Gunung Api di Wilayah Indonesia (Laporan perkembangan) A. Perkembangan situasi gunung api di Indonesia berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada hari Rabu, 28 Januari 2009, 2 (dua) Gunung Api dinyatakan masih dalam status Siaga (Level III) yaitu :. Gunung Api Karangetang di Kab. Sitaro, Prov. Sulawesi Utara (Laporan Perkembangan) Berdasarkan hasil pemantauan dan analisa data visual dan kegempaan, terhitung mulai tanggal 02 Desember 2008 pukul 3.00 WITA hingga hari Rabu, 28 Januari 2009 pukul 06.00 WITA, status aktivitas G. Api Karangetang masih tetap dalam keadaan Siaga (Level III). Hasil pemantauan G. Api Karangetang sebagai berikut: a. Aktivitas Kegempaan NO WAKTU JENIS GEMPA VA VB TL TJ HMBS LTS GGRN TRS TRMR FS. 27 Januari 2009 00.00 06.00 3 3 5 - - - - - 06.00 2.00 2 2-2 - - - - - - 2.00 8.00-4 - - - - - - 8.00 24.00-9 - 4 - - - - - - TOTAL I 4 25 3 5 0 0 0 0 0 2. 28 Januari 2009 00.00 06.00 4-7 - - - 6 - TOTAL II 4 0 7 0 0 0 6 0 Ket : VA = Vulkanik Dalam, VB = Vulkanik Dangkal, TL = tektonik Lokal, TJ = Tektonik Jauh, HMBS = Hembusan, LTS = Letusan, GGRN = Guguran, TRS = Terasa, TRMR = Tremor b. Visual WAKTU NO KONDISI 27 Januari 2009 28 Januari 2009. Cuaca Berawan Mendung-hujan gerimis 2. Angin tenang tenang 3. Pandangan Gunung tertutup kabut Gunung tertutup kabut 4. Asap - - 5. Lain-lain - - 2. Gunung Api Ibu di Kab. Halmahera Barat, Prov. Maluku Utara (Laporan Perkembangan) Berdasarkan hasil pemantauan dan analisa data visual dan kegempaan, terhitung mulai tanggal 2 April 2008 hingga hari Selasa, 27 Januari 2009 pukul 06.00 WIT, status aktivitas G. Api Ibu masih tetap dalam keadaan Siaga (Level III). Hasil pemantauan G. Api Ibu sebagai berikut : a. Aktivitas Kegempaan NO WAKTU. JENIS GEMPA VA VB TJ HMBS LTS GGRN TRS TRMR. 27 Januari 2009-00.00 06.00 - - - 0 2 - - -- - 06.00 2.00 - - - 25 - - -- - 2.00 8.00 - - - 6 30 - - -- - 8.00 24.00 - - 0 26 - - -- TOTAL I 0 0 47 93 0 0 0 2. 28 Januari 2009-00.00 06.00 - - 4 39 - - -- TOTAL II 0 4 39 0 0 0 Ket : VA = Vulkanik Dalam, VB = Vulkanik Dangkal, TJ = Tektonik Jauh, HMBS = Hembusan, LTS = Letusan, GGRN = Guguran, TRS = Terasa, TRMR = Tremor 3

b. Visual WAKTU NO KONDISI 26Januari 2009 27 Januari 2009. Cuaca Mendung Mendung 2. Angin Tenang tenang 3. Pandangan Gunung tertutup kabut Gunung tertutup kabut 4. Asap - - 5. Lain-lain -. - B. Rekomendasi Umum. Masyarakat di sekitar gunung Karangetang dan gunung Ibu dihimbau agar tetap tenang dan tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. 2. Masyarakat di sekitar gunung Karangetang serta pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati G. Karangetang melebihi ketinggian 500 meter. 3. Masyarakat di sekitar gunung Ibu serta pengunjung/wisatawan `tidak diperbolehkan mendekati G. Ibu dalam radius 2 km. 4. Jika terjadi hujan abu cukup deras, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup hidung dan mulut dikarenakan abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluran pernafasan. 5. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satkorlak PB setempat untuk memantau perkembangan kegiatan gunung api tersebut. Sumber : Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi III. IV. Prakiraan Gelombang Tinggi Prakiraan gelombang tinggi berlaku tanggal 29 Januari 2009, pukul 07:00 WIB Sampai dengan tanggal 30 Januari 2009, pukul 07:00 sebagai berikut :.25-2.0 m : Perairan utara Aceh, Perairan barat Mentawai, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Buru, Perairan Kep. Aru yang berbahaya bagi perahu nelayan 2.0-3.0 m : Perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga NTT, Laut Sawu, Laut Timor, Perairan timur Kep. Riau, Selat Karimata, Perairan Bangka Belitung, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Flores, Perairan selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian selatan, Perairan selatan Sulawesi, Laut Banda, Laut Seram, Perairan Kai dan Tanimbar, Perairan Sangihe Talaud, Laut Halmahera, Perairan utara Papua, Laut Arafuru yang berbahaya bagi perahu nelayan dan tongkang 3.0-4.0 m : Samudera Hindia barat Lampung, Perairan barat laut Kalimantan Barat, Perairan Karimun Jawa yang berbahaya bagi perahu nelayan, tongkang dan ferry > 4.0 cm : Laut Cina Selatan, Laut Natuna yang berbahaya bagi semua jenis kapal Sumber : Badan Meteorologi, Klimtologi dan Geofísika Lain-lain. Gempa Bumi - Telah terjadi gempa bumi tektonik pada hari Rabu, 28 Januari 2009 pada pukul 08:34:32 WIB, berkekuatan 5.3 SR pada kedalaman 76 km. Pusat gempa berada pada garis koordinat 2.63 LS - 36.49 BT 5.3 (37 km Timur Laut Nabire - Papua). Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami dan adanya korban jiwa maupun kerusakan. - Telah terjadi gempa bumi tektonik pada hari Rabu, 28 Januari 2009 pada pukul 4:53:35 WIB, berkekuatan 6.0 SR pada kedalaman 0 km. Pusat gempa berada pada garis koordinat 9.49 LS - 24.9 BT (0 km Timur Laut KUPANG - NTT). Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami, dilaporkan gempa tersebut dirasakan namun tidak menyebabkan korban jiwa ataupun kerusakan. 4

- Telah terjadi gempa bumi tektonik pada hari Rabu, 29 Januari 2009 pada pukul 02:52:0 WIB, berkekuatan 5.4 SR pada kedalaman 22 km. Pusat gempa berada pada garis koordinat 2.44 LU - 28.43 BT (28 km Timur Laut Ternate Maluku Utara). Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami, dilaporkan gempa tersebut dirasakan namun tidak menyebabkan korban jiwa ataupun kerusakan. 2. Bencana Banjir di Provinsi jawa Timur a. Kabupaten Kediri Telah terjadi bencana banjir pada tanggal 25-26 Januari 2009 di Kec. Papar (Dusun Ploskerep, Desa Janti dan Desa Pagak, Dusun Bangle dan Kec. Ngaduluwih yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi. Bencana tersebut mengakibatkan di antaranya : Di Kecamatan Papar, sebuah tanggul Sungai Mojolegi 2 jebol sepanjang 5 meter serta menggenangi persawahan ± ha. Di Kecamatan Ngaduluwih, sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Pagak dengan Dusun Banle sepanjang 6 meter roboh total, tangkis kanan dan kiri longsor sepanjang 70 meter dan kepala jembatan (leand hope) hanyut. Kondisi saat tanggul sudah diperbaiki sekitar 60%, dan air sudah surut. b. Kabupaten Tulungagung Telah terjadi bencana banjir pada tanggal 25-26 Januari 2009 di Desa Pojok, Pelem, Bangak dan Jambu Kec. Campurdarat yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan meluapnya sungai dam jebolnya sebuah tanggul. Bencana tersebut mengakibatkan rumah warga, areal persawahan terendam dan sebanyak 4 titik tanggul jebol sepanjang 3-4 meter. Kondisi saat ini air sudah surut Upaya Penanganan : - Satlak PB Kab. Kediri telah memberikan petunjuk penanggulangan bencana, melakukan kerja bakti dan melaksanakan pengamanan di lokasi bencana. - Satlak PB Kab. Kediri telah menutup akses jalan yang putus dan mengarahkan hubungan transportasi dengan jalan alternatif dan melaksanakan pengamanan di lokasi bencana. - Satlak PB Kab. Tulungagung, unsur Muspika telah meninjau lokasi dan masyarakat telah melakukan kerjabakti untuk memperbaiki tanggul yang jebol. - Tanggul yang jebol telah diperbaiki oleh masyarakat dan tim dari PU. dengan menggunakan karung pasir Sumber : Satlak PB Kab. Kediri dan Satlak PB Kab. Tulungagung 3. Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Dumai Provinsi RIAU, - Telah terjadi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan pada hari Selasa, 20 Januari 2009 di Desa Teluk Makmur, Rantau Bais dan Manugo, Kec. Bukit Batu. Bencana tersebut mengakibatkan areal hutan dan lahan terbakar ± 500 Ha yang mengakibatkan jarak pandang terganggu. Kebakaran disebabkan adanya cuaca dan datangnya kemarau yang cepat, menyebabkan lahan mudah terbakar dengan didahului kekeringan dan lahan yang merupakan lahan gambut sehingga mempercepat proses pembakaran dan memperlama proses pemadaman. - BMG memperkirakan potensi kemudahan kebakaran hutan ditinjau dari aspek cuaca (temperatur, kelembaban udara, arah angin dan tekanan udara) pada tanggal 28-29 Januari 2009 di wilayah Sumatera Potensi kebakaran dengan peluang tinggi terdapat di sebagian Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Belitung.. Di wilayah Kalimantan Potensi kebakaran dengan peluang tinggi terdapat di sebagian Kalimantan Tengah. Di wilayah Jawa Potensi kebakaran dengan peluang tinggi terdapat di sebagian Jawa Barat. Sementara di wilayah Sulawesi, Maluku, Irian Jaya, Bali dan Nusa Tenggara Potensi kebakaran dengan peluang Tinggi tidak ada. 5

Kondisi Mutakhir : Kab. Dumai Kec. Dumai Timur jalan Baru Kelurahan Bukit Bantren api masih menyala kecil seluas ±2 Ha, Jalan Dumai Motor menyala kecil ± Ha, Kec. Dumai Barat jalan Wan Amir api menyala kecil ±2 Ha, Kec. Medang Kampai Kel. Mundam Rt 4 api menyala kecil ± 2 Ha, Rt dan 2 menyala kecil ± Ha, Kel. Gurun Panjang Rt 4 api masih menyala kecil ±2 Ha. Cuaca untuk hari ini cerah tapi masih ada kabut asap dan jarak pandang normal. Upaya Penanganan : Sampai saat ini tanggal 28 Januari 2009 masih dilaksanakan pemadaman oleh tim gabungan dari Manggala Akni, TNI, Polri, dan masyarakat. Sumber : Pemprov. Riau, Bapedalda Prov. Riau dan Koramil 030/Bengkalis, NOAA 8 (sipongi Dephut) dan BMG. Pengawas, Jakarta, 28 Januari 2009 Ketua Kelompok Piket, Ir. Fatchul Hadi, Dipl, HE Budi Sunarso, S.Si, M.Si 6