PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG CARA PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI PADA IBU-IBU PKK

dokumen-dokumen yang mirip
EFEKTIFITAS PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG KANKER SERVIKS DI WILAYAH UPT PUSKESMAS GAYAMAN MOJOANYAR MOJOKERTO

RABIATHUL IRFANIAH NIM I

PENGARUH PENYULUHAN KANKER SERVIKS TERHADAP MINAT PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI DUSUN SUKOHARJO SEDAYU BANTUL YOGYAKARTA

EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KANKER PAYUDARA TERHADAP MOTIVASI MELAKUKAN SADARI PADA WANITA USIA SUBUR

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA PEKERJA SEKS DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI LOKALISASI SUNAN KUNING SEMARANG

NASKAH PUBLIKASI. Disusun Oleh: ROBBANIA MUHIBBAH

PENGARUH PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWI KELAS X TENTANG PERTOLOGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN

STUDI D IV KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NGUDI WALUYO UNGARAN

HUBUNGAN PENGETAHUAN MAHASISWA KEBIDANAN TINGKAT III TENTANG SADARI DENGAN FREKUENSI MELAKUKAN SADARI. Nanik Nur Rosyidah

MANFAAT PENYULUHAN TENTANG SADARI DENGAN TINDAKAN SADARI PADA SISWI KELAS X DI SMK PAHLAWAN MOJOSARI MOJOKERTO KHOTIMATUZ ZAHRO

PENYULUHAN DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) di DUSUN CANDIREJO, TEGALTIRTO, BERBAH, SLEMAN

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI SMALL GROUP DISCUSSION

NASKAH PUBLIKASI TRI NURIKA Disusun Oleh:

GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA TAHUN TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN TEKNIK SADARI

Tri Viviyawati 1 1 Mahasiswa Program Studi S-1 Keperawatan STIKes Kusuma Husada Surakarta

NAGARASARI KECAMATAN CIPEDES KOTA TASIKMALAYA)

TINGKAT PENGETAHUAN WUS (USIA TAHUN) TENTANG MANFAAT PAP SMEAR. Surya Mustika Sari¹, Titiek Idayanti²

ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU WANITA PEKERJA TERHADAP PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI PT. X KABUPATEN CIREBON TAHUN 2011

Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 8, No. 1, Februari 2012

PENGARUH MINAT DI DUSUN BANTUL. Disusun Oleh: JENJANG

*Rina Mardiyana, Desi Tri Handayani *STIKes Bina Sehat PPNI Mojokerto ABSTRACT

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

Jurnal Siklus Volume 6 Nomor 2 Juni 2017 p-issn :

Novita Nining Anggraini 1), Ratih Sari Wardani 2), Wahyu Umiyati 3) 1)2)3)

PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA WANITA USIA SUBUR DI KELURAHAN BONGSARI SEMARANG BARAT TAHUN 2011

PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TENTANG DETEKSI DINI CA MAMMAE DI RW I KELURAHAN BERINGIN, KECAMATAN NGALIYAN, KOTA SEMARANG

PAYUDARA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER MELAKUKAN SADARI DI POSYANDU DESA MAKAMHAJI1 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KANKER

Wiwit Desi Intarti Akademi Kebidanan Graha Mandiri Cilacap

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DENGAN PRAKTIK PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA REMAJA PUTRI

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UNGARAN KABUPATEN SEMARANG ARTIKEL

Kata Kunci: Pengetahuan, Sumber Informasi, Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KANKER SERVIKS TERHADAP MINAT PEMERIKSAAN IVA PADA KELOMPOK IBU PENGAJIAN

Fristia Hidayat b023 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudi Waluyo Ungaran Progran Studi Diploma IV Kebidanan

ANALISIS PENGETAHUAN DENGAN POLA ASUH PADA IBU BALITA UMUR 4-5 TAHUN DI TK DHARMA WANITA DESA SAMBIROBYONG KECAMATAN KAYEN KIDUL KABUPATEN KEDIRI

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN (TAHU) IBU TENTANG GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM (GAKY)

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PERAWATAN PAYUDARA TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRISEMESTER III DI RSUD SURAKARTA

Sartika Zefanya Watugigir Esther Hutagaol Rina Kundre

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Motivasi Memeriksakan Diri Di Posyandu Lansia Desa Sukodono Sidoarjo

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DI PUSKESMAS PEMBANTU BATUPLAT

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN PERTUMBUHAN BALITA DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN

PERUBAHAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEKURANGAN ENERGI KRONIK PASCA PENYULUHAN

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KANKER PAYUDARA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI

Oleh : Yuyun Wahyu Indah Indriyani ABSTRAK

Putri Kusumawati Priyono

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG GASTRITIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN GASTRITIS PADA REMAJA DI SMA NEGERI 7 MANADO

(Submited : 16 April 2017, Accepted : 28 April 2017) Dewi Nurhanifah

Maria Ulfa dan Ika Agustina STIKes Patria Husada Blitar

HUBUNGAN PENGETAHUAN, PERSEPSI REMAJA PUTRI, DAN PERAN KELUARGA DENGAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI SMA NEGERI 8 KOTA JAMBI TAHUN 2014

TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN YANG HOSPITALISASI. Nugrahaeni Firdausi

NASKAH PUBLIKASI. Disusun Oleh : KIKI RIZKI ANANDA

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA MAHASISWA AKBID TINGKAT I STIKes YPIB MAJALENGKA TAHUN 2014

PENDIDIKAN KESEHATAN SADARI PADA WUS DI MASYARAKAT PONDOK PESANTREN AL HIDAYAH KECAMATAN KENDAL KABUPATEN NGAWI

KOSALA JIK. Vol. 2 No. 2 September 2014

Wahyu Umiyati 1), Ratih Sari Wardani 2), Novita Nining Angraini 3) Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang

Linda Puspita Jati*), Zumrotul Choiriyah**), Sigit Ambar W.***)

Penyerapan Pengetahuan Tentang Kanker Serviks Sebelum Dan Sesudah Penyuluhan. The Knowledge Acceptance Of Cervical Cancer Before And After Counseling

Hubungan Penyuluhan Bahaya Merokok dengan Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Bahaya Merokok di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG BREAST CARE DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU POST PARTUM

ABSTRAK. Gambaran Riwayat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Periksa Payudara Sendiri (SADARI) Pasien Kanker Payudara Sebagai Langkah Deteksi Dini

PERSEPSI WUS TENTANG SADARI DAN KANKER PAYUDARA DI DESA BANJAR TANGGUL PUNGGING MOJOKERTO FADILLATUS SHOLIHAH NIM

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG AKDR DENGAN MINAT SKRINING KANKER SERVIKS ABSTRAK

PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KANKER PAYUDARA DENGAN PERILAKU SADARI PADA IBU RUMAH TANGGA

1 Febriana DLS, 2 Induniasih, 3 Yanita Trisetiyaningsih

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

HUBUNGAN DISIPLIN WAKTU DALAM PEMAKAIAN PIL KB KOMBINASI DENGAN KEGAGALAN AKSEPTOR PIL KB KOMBINASI

Friska Silitonga Fakultas Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Marieta K. S. Bai, SSiT, M.Kes. Abstract

Kata kunci : perilaku,sadari, Remaja Putri, Pendidikan kesehatan.

Pengaruh Promosi Kesehatan Tentang HIV/AIDS Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja

BAB I PENDAHULUAN. menduduki peringkat teratas dan sebagai penyebab kematian tertinggi

GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PUS TERHADAP PROGRAM SADARI PADA PENYAKIT KANKER PAYUDARA DI KELURAHAN JATIHANDAP KOTA BANDUNG

PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TENTANG POSYANDU LANSIA TERHADAP KEAKTIFAN LANSIA DI POSYANDU LANSIA

BAB I PENDAHULUAN. kesengsaraan dan kematian pada manusia. Saat ini kanker menempati. Data World Health Organization (WHO) yang diterbitkan pada 2010

TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG KANKER LEHER RAHIM DI RW 7 DESA TROSO KECAMATAN PECANGAAN KABUPATEN JEPARA

BAB I PENDAHULUAN. serviks dan rata-rata meninggal tiap tahunnya (Depkes RI, 2008).

METODOLOGI HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Gambaran Karakteristik Responden

TINGKAT PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT DI KEBAYANAN TERSO DESA KANDANGSAPI JENAR

Nurul Fatimah, Isy Royhanaty, Sawitry Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta, STIKES Karya Husada Semarang

Aji Galih Nur Pratomo, Sahuri Teguh, S.Kep, Ns *)

Hubungan Pengetahuan Dan Pendidikan Ibu Dengan Pertumbuhan Balita DI Puskesmas Plaju Palembang Tahun 2014

Muhammadiyah Semarang Kedung Mundu 50727, Semarang, Indonesia. 2. Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KETERAMPILAN SADARI PADA WANITA USIA SUBUR

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PEER GROUP TERHADAP PERILAKU SADARI PADA REMAJA PUTRI DI DUSUN CELUNGAN SUMBERAGUNG MOYUDAN SLEMAN

PENGARUH PENYULUHAN DAN PEMBERIAN LEAFLET KANKER SERVIKS TERHADAP MINAT PEMERIKSAAN PAP SMEAR IBU-IBU DI DUSUN JOGONALAN TIRTONIRMOLO KASIHAN BANTUL 1

BAB I PENDAHULUAN. Kanker payudara, atau disebut sebagai karsinoma mamae merupakan

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN DALAM PERAWATAN PAYUDARA PADA IBU POST PARTUM DI RS Dr.

PENGARUH PEMBERIAN LEAFLET Survey TENTANG terakhir di PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) tiap TERHADAP 3 menit PENGETAHUAN MU ALLIMAAT MUHAMMADIYAH

PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG STIMULASI PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH. Achmad Ridwan, Anita Nur Lely Akademi Keperawatan Pamenang Pare Kediri

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PROFIL KB IUD PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DONOROJO PACITAN

Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Padang Bulan Tahun 2015.

Oleh: Dwi Sri Handayani (G2B004209) PSIK FK UNDIP 2008

PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN TIFOID SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENYULUHAN ABSTRAK

PENGARUH PENYULUHAN KANKER SERVIKS TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MELAKUKAN PEMERIKSAAN IVA DI DUSUN SAMBEN ARGOMULYO SEDAYU BANTUL

PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SADARI KELAS X DI SMAN 1 SEDAYU BANTUL

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI IBU DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI PADA BALITA DENGAN STATUS GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARENG

DEWI SUSANTI ( S)

Fitriani Nur Damayanti 1), Lia Mulyanti 2), Novita Nining Anggraini 3)

STIKES Nani Hasanuddin Makassar 2. STIKES Nani Hasanuddin Makassar. (Alamat Respondensi: ABSTRAK

JKK Vol. 11 No. 1, Juni 2015 (SAY)

PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG KANKER SERVIKS (Studi di Dusun Sumoyono Desa Cukir Kec. Diwek Kab.

Transkripsi:

PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG CARA PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI PADA IBU-IBU PKK (Di RW 05 RT 08 Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo Surabaya) Marcellina Rasemi Widayanti*, Maria Santrisna Wulu** STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya Marcellina_raswi@yahoo.co.id ABSTRAK Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan pemeriksaan dengan melihat dan memeriksa perubahan payudaranya sendiri setiap bulan sehingga kelainan dapat dideteksi secara dini. Fenomena yang di temukan oleh peneliti pada ibu-ibu PKK di RT 08 RW 05 Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo Surabaya, beberapa ibu-ibu belum mengenal tentang cara pemeriksaan payudara sendiri dan tidak pernah melakukan cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan (tahu) mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada ibu-ibu PKK. Desain penelitian ini adalah pra eksperimental dengan rancangan one-group pra post test design dan populasi penelitian ini adalah ibu-ibu PKK di RW 05 RT 08 Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo Surabaya dan menggunakan simple random sampling didapatkan sebanyak 33 responden berdasarkan kriteria inklusi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penyuluhan dan variabel dependennya adalah tingkat pengetahuan. Instrument pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan penyuluhan didapatkan hasil lebih dari 50% (58%) responden memiliki tingkat pengetahuan cukup dan setelah dilakukan penyuluhan didapatkan lebih dari 50% (61%) responden memiliki tingkat pengetahuan baik. Hasil uji statistik Wilcoxon dengan tingkat signifikan α= 0,005 didapatkan harga p= 0,000 dan nilai Zhitung = -3,752 > Ztabel = ±1,96. Oleh karena harga p<α, maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan tentang cara pemeriksaan payudara sendiri. Berdasarkan hasil penelitian, saran peneliti kepada ibu kader kesehatan untuk bekerja sama dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Jagir dalam memberikan penyuluhan kesehatan agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang cara Kata kunci: Penyuluhan, Tingkat Pengetahuan, Pemeriksaan Payudara Sendiri ABSTRACT Breast self-examination (BSE) is breast examination conducted it self with the view and examine her own breasts every month to detect abnormalities early. Phenomenon that found a researcher of PKK women in RT 08, some are mothers did not yet know about the examination own breast and never have a own breast. The purpose of this research is to analyze the influence of counseling to the knowledge of examination own breast in PKK women. The design of this research is Pre Experimental One-Group Pra Post Test Design and population of this research is PKK and it use simple random sampling obtained as many 33 respondents based on the criteria inclusion. An independent variable in this research is counseling and the variable dependent is the level of knowledge. the Instrument data collection uses a questionnaire. The results of the study got that level knowledge was before it was given counseling as many as 58 % respondents has a knowledge moderate level and through counseling 61 % respondents having a level of knowledge of good. The results of statistical tests wilcoxon with a significant degree α = 0,005 obtained the price p = 0,000 and Z count > Z tabel. By as the price of p < α, so H0 were rejected and H1 received mean there are influence counseling On the level of the knowledge about how examination own breast. Based on the results of the study the researchhers give sugesst to volunter make collaborate with Jagir Human Health Center to give health infotmation every meeting for women who have not received counseling to increase the knowledge of examination own breast. Keywords: Counseling, The Knowledge, Realize

Pendahuluan Pemeriksaan payudara sendiri merupakan pemeriksaan dengan melihat dan memeriksa perubahan payudaranya sendiri setiap bulan. Dengan melakukan pemeriksaan secara teratur akan diketahui adanya benjolan atau masalah lain sejak dini walaupun masih berukuran kecil sehingga lebih efektif untuk di obati (Depkes,2009, hal :14). Manfaat periksa payudara sendiri (SADARI) adalah untuk mengetahui secara dini adanya tumor atau benjolan pada payudara sehingga dapat mengurangi tingkat kematian karena penyakit kanker tersebut. Keuntungan dari deteksi dini bermanfaat untuk meningkatkan kemungkinan harapan hidup pada wanita penderita kanker payudara. Fenomena yang di temukan oleh peneliti pada ibu-ibu PKK di RT 08, beberapa ibu-ibu belum mengenal tentang cara pemeriksaan payudara sendiri dan ada yang mengatakan tahu tentang cara pemeriksaan payudara sendiri dari penyuluhan tentang pengobatan kanker payudara menggunakan obat herbal tetapi jarang bahkan tidak pernah melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Menurut WHO (World Health Organization) tahun 2010 memperkirakan bahwa angka kejadian kanker payudara adalah 11 juta dan tahun 2030 akan bertambah menjadi 27 juta kematian akibat kanker. Angka penderita kanker payudara di indonesia pada tahun 2010 menurut Departemen Kesehatan sebesar 876.665 orang dengan rat-rata penderita kanker payudara di indonesia adalah 10 dari 100.000 perampuan. Kejadian kanker payudara di Indonesia meningkat dengan prosentase 60% dari tahun 2004 sampai dengan 2007 dan sebagian besar kasus ini terdeteksi pada stadium lanjut sehingga pada umumnya berakhir dengan kematian. Kanker payudara dapat dideteksi secara dini. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya dengan melakukan Benjolan payudara 95% ditemukan oleh wanita itu sendiri, sehingga penting dilakukan SADARI. Hasil survey yang dilakukan pada tangal 27 Januari 2016 pada ibu-ibu PKK di RW 05 RT 08 Kelurahan Sawunggaling, dari 10 orang ibu, 40% (4 orang) mengatakan tidak tahu tentang SADARI, 60% (6 orang) tahu tentang SADARI. Dari 60% (6 orang) yang tau tentang SADARI, 20% (2 orang) mengetahui teknik dan sering melakukan, 30% (3 orang) tidak terlalu memahami teknik dan jarang melakukan, 1% (1 orang) mengetahui tetapi tidak melakukan SADARI. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah pendidikan. Pendidikan tersebut dapat diberikan melalui penyuluhan kesehatan informasi (Mubarak,2012, hal :83-84). Untuk memperoleh suatu informasi dapat membantu mempercepat seseorang untuk memperoleh pengetahuan yang baru (Mubarak,2007, hal :30). Pengetahuan akan informasi mengenai SADARI akan mempengaruhi tindakan yang dilakukan seseorang, apabila informasi yang diperoleh individu bersifat baik maka tindakan yang akan dilakukannya pun akan baik. Kurang pengetahuan disebabkan oleh minimnya informasi tentang SADARI yang berakibat tidak pernah melakukan pemeriksaan dini pada payudara. Bila terdapat benjolan di sekitar payudara maka kemungkinan benjolan tersebut tidak terdeteksi dengan cepat. Bila benjolan tesebut dibiarkan tanpa adanya pemeriksaan maka lama kelamaan benjolan semakin membesar yang berakibat jatuh pada stadium lanjut sehingga terjadinya penyakit kanker payudara bahkan sampai kematian. Jika pemeriksaan SADARI tidak dilakukan maka sesuatu yang abnormal dalam payudara tidak dapat terdeteksi dan saat diketahui hal tersebut melalui pemeriksaan dokter, pencegahan atau pengobatan yang dilakukan pun sudah terlambat dan untuk penyembuhan akan membutuhkan jangka waktu yang lama serta biaya yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tingkat pengetahuan cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada ibu-ibu PKK di RW 05 RT 08 Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo Surabaya. Metode Metode penelitian ini pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test desgn. Varabel independent adalah penyuluhan tentang SADARI dan variabel dependen tingkat pengetahuan. Populasi yang digunakan adalah seluruh ibu-ibu PKK di RW 05 RT 08 yang memenuhi kriteria inklusi: hadir saat penelitian dan bersedia menjadi responden. Sampel diambil dengan

simple random sampling sejumlah 33 responden. Penelitian ini dilakukan di RW 05 RT 08 Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo Surabaya 11 Mei 2016. Proses pengambilan data dengan memberikan kuesioner. Data dianalisis dengan membandingkan tingkat pengetahuan tentang cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon dengan tingkat signifikan α = 0,05. Hasil 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 6 19 pre 8 20 post 12 1 Tabel 1. Karakteristik Responden NO KRITERIA N % 1 Usia 20-40 16 48,48 41-60 17 51,52 2 Pekerjaan Bekerja 6 18,18 Tidak bekerja 27 81,82 3 Pendidikan SD 4 12,12 SMP 6 18,18 SMA 19 57,58 PT 4 12,12 4 Informasi Pernah 20 60,61 Tidak pernah 13 39,39 5 Sumber informasi Petugas 9 27,27 kesehatan Media 4 12,12 elektronik Media cetak 3 9,09 Teman 4 12,12 Tabel 1 menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 41,58 tahun. Ditinjau dari tingkat pekerjaan, sebanyak 27 responden tidak bekerja. Ditinjau dari tingkat pendidikan, sebanyak 19 responden memiliki tingkat pendidikan tinggi (SMA). Bila ditinjau dari pernah memberikan informasi sebanyak 20 responden pernah mendapatkan informasi dan apabila ditinjau dari sumber informasi sebanyak 13 responden tidak pernah mendapatkan informasi. Diagram 1: Karakteristik Responden Berdasarakan Tingkat Pengetahuan (Tahu) Ibu-Ibu PKK Tentang Cara Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Sebelum Dan Sesudah Diberikan Penyuluhan Di RW 05 RT 08 Kelurahan Sawunggaling Surabaya Pada Tanggal 11 Mei 2016 Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,000 oleh karena p<α, maka terdapat peningkatan pengetahuan tentang cara Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian sebelum penyuluhan untuk tingkat pengetahuan kurang data yang menindasi didapatkan 8 responden (24%) memiliki pengetahuan kurang. Apabila ditinjau dari faktor pendidikan terdapat 4 responden (50%) berpendidikan SD dan SMP. Menurut Mubarak (2012 :83) bahwa jika tingkat pendidikan seseorang rendah maka akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap penerimaan informasi dan nilai-nilai yang baru diperkenalkan. Peneliti berpendapat bahwa terdapat kesesuaian antara teori dan fakta dimana seseorang memiliki tingkat pendidikan yang rendah akan berdampak pada pengetahuan yang dimilikinya. Orang yang memiliki tingkat pendidikan menengah kebawah memiliki daya tangkap yang belum maksimal dan pengetahuan yang dimilikinya sempit sehingga berpengaruh terhadap pengetahuan

yang dimilikinya. Selain itu, apabila dilihat dari faktor pernah mendapatkan informasi terdapat 6 responden (75%) tidak pernah mendapatkan informasi. Menurut Mubarak (2012:84) kemudahan untuk memperoleh suatu informasi dapat membantu mempercepat seseorang untuk memperoleh pengetahuan yang baru. Peneliti berpendapat bahwa terdapat ketidaksesuaian antara teori dan fakta hal ini disebabkan karena responden belum mendapatkan informasi sehingga memiliki pengetahuan yang kurang dan akan berpengaruh terhadap pengetahuannya yang mengakibatkan terbatasnya pemahaman serta wawasan seseorang terhadap pengetahuan yang dimilkinya. Selain data tersebut untuk tingkat pengetahuan cukup dan baik. Ditinjau dari tingkat pendidikan terdapat 15 responden (78,94%) yang memiliki tingkat pengetahuan cukup berpendidikan SMA dan PT, sedangkan responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik terdapat 5 responden (83,33%) yang berpendidikan PT dan SMA. Menurut Mubarak (2012 :83) bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang semakin mudah pula mereka menerima informasi, dan pada akhirnya makin banyak pula pengetahuan yang dimilikinya. Terdapat kesesuaian antara fakta dan teori bahwa responden yang memiliki tingkat pendidikan menengah atas dan perguruan tinggi lebih muda untuk menerima sesuatu sehingga wawasan lebih luas dan lebih memiliki pemikiran yang optimal sehingga mereka mampu menjawab pertanyaan yang diberikan tentang cara Selain itu, apabila dilihat dari pernah mendapatkan informasi terdapat 14 responden (70%) berpengetahuan cukup dan 4 responden (20%) berpengetahuan baik pernah mendapatkan informasi baik dari petugas kesehatan, media elektronik, media cetak dan teman. Menurut Mubarak (2012:84) kemudahan untuk memperoleh suatu informasi dapat membantu mempercepat seseorang untuk memperoleh pengetahuan yang baru. Menurut peneliti terdapat kesesuaian antar teori dan fakta dimana responden yang pernah mendapatkan informasi memiliki pengetahuan cukup dan baik. Informasi yang diperoleh seseorang dapat memberikan pengaruh besar terhadap pengetahuan atau pemahaman mengenai sesuatu. Dengan seringnya mendapatkan informasi dan mudahnya untuk mengakses informasi akan membantu membentuk pengetahuan yang baru selanjutnya dapat meningkatkan kualitas pengetahuan yang dimiliki. Berdasarkan hasil penelitian sesudah dilakukan penyuluhan ditinjau dari tingkat pendidikan terdapat 6 responden (50%) yang memiliki tingkat pengetahuan cukup berpendidikan SMA dan PT, sedangkan responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik terdapat 17 responden (85%) yang berpendidikan PT dan SMA. Menurut Mubarak (2012 :83) bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang semakin mudah pula mereka menerima informasi, dan pada akhirnya makin banyak pula pengetahuan yang dimilikinya. Terdapat kesesuaian antara fakta dan teori bahwa responden yang memiliki tingkat pendidikan menengah atas dan perguruan tinggi lebih muda untuk menerima, memahami dan mengelolah informasi tentang SADARI yang diberikan melalui penyuluhan kesehatan, karena selama pendidikan mereka sering mendapatbimbingan sesuatu hal yang baru dan ini melatih kemampuan berpikir mereka. Hasil uji statistik dengan menggunakan Willcoxon test dengan tingkat signifikan α = 0,05 didapatkan harga p = 0,000. Selain itu nilai Z juga menunjukkan Zhitung = -3.752 dan Ztabel = ±1,96. Karena p<α, maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh tingkat pengetahuan (tahu) tentang cara-cara pemeriksaan payudara sendiri pada ibu-ibu PKK sebelum dan sesudah diberi penyuluhan, dimana tingkat pengetahuan ibuibu PKK lebih baik dan meningkat setelah diberikan penyuluhan. Menurut Machfoedz (2007:53), penyuluhan kesehatan merupakan kegiatan pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau atau bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungnnya dengan kesehatan dan Menurut Green yang dikutip oleh Notoatmodjo (2012:22) bahwa pendidikan kesehatan atau promosi kesehatan ditujukan untuk menggugah kesadaran, memberikan atau meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan dan peningkatan

kesehatan baik bagi dirinya sendiri, keluarganya maupun masyarakat. Menurut peneliti terdapat kesesuaian fakta dan teori dimana sesudah penyuluhan atau pemberian informasi terjadi peningkatan pengetahuan responden dimana dari hasil uji Wilcoxon menunjukkan ada pengaruh positif dalam pemberian penyuluhan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK, hal ini dikarenakan metode ceramah pada saat penyuluhan ada kesempatan bagi responden untuk melakukan tanya jawab jika ada yang kurang jelas. Simpulan dan Saran Hasil penelitian menunjukkan penyuluhan memberikan dampak terhadap peningkatan pengetahuan ibu-ibu PKK tentang cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Setelah mengetahui dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa penyuluhan dapat meningkat pengetahuan, maka peneliti memberikan saran kepada ibu kader kesehatan di Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo Surabaya dapat bekerja sama dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Jagir untuk memberikan penyuluhan kesehatan tentang cara Daftar Pustaka Arikunto, S. (2013). Metodelogi Penelitian ilmu KeperawatanPenelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Salemba Medika Bickley, Lynn S. (2009). Buku ajar pemeriksaan fisik & riwayat kesehatan Bates. Alih Bahasa: Esty Wahyuningsih. 2012. Edisi 8. Jakarta: EGC Black, Joyce M. (2009).Keperawatan Medikal Bedah: Manajemen Klinis untuk Hasil yang di Harapkan. Edisi 2. Alih Bahasa: Joko Mulyanto. 2014. Buku 8.Singapore: Elsevier Budiman dan Riyanto,A. (2013). Kapital Selekta Kuesioner: Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika Depkes. (2009). Buku Saku Pencegahan Kanker Leher Rahim Dan Kanker Payudara Http://www.pppl.depkes.go.id/_asset/_ download/bukusaku_kanker.pdf diakses17 februari 2015 jam 09.30 diakses 17 februari 2015 (09.30) Fitriani, Sinta. (2011). Promosi Keshatan. Yogyakarta: Graha Ilmu Hidayat, Aziz A. (2010). Metode Penelitian Kesehatan: Pradigma Kuantitatif. Jakarta: Salemba Medika Hidayat, Aziz A. (2009). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data: Jakarta: Salemba Medika Hidayat, Aziz A. (2007). Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta: Salemba Medika Richardson.T.(2009)http://mawarmerahmoza ik.wordpres.com/2011/12/16/pentingn ya-periksa-payudara-sendiri-sadaripada-remaja-putridiakses 18 september 2011 Machfoedz, I. (2007). Pendidikan Kesehatan Bagian dari Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Penerbit Fitramaya Maulana, H. (2013). Promosi Kesehatan. Jakarta: EGC Mubarak, Wahid I. (2012). Promosi Kesehatan: Sebuah Pengantar Proses Belajar Mengajar. Yogyakarta: Graha Ilmu Mubarak, Wahid I. (2007). Promosi Kesehatan: Sebuah Pengantar Proses Belajar Mengajar. Yogyakarta: Graha Ilmu Ningsih, T. N. (2014). Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Kanker Payudara. 1. Diakses dari http://www.01-gdl-tutiklesta-725-1- tutikle-5 Nisman, Wenny A. (2011). Lima Menit Kenali Payudara Anda. Yogyakarta: Andi Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta Nursalam & Efendi, F. (2008). Pendidikan dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika Nursalam. (2013). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis.Jakarta: Salemba Medika Septiani S. (2013). Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemeriksaan

Payudara Sendiri (SADARI). Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1,), 31. Setiadi. (2007). Konsep dan Praktik Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Alfabeta Wawan, A dan M, Dewi. (2010). Teori & Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medik Purwanto, H. (1994). Statistik untuk Keperawatan. Jakarta: EGC