MODUL 8 PROSES PEMBUATAN LOGAM-LOGAM SINTER

dokumen-dokumen yang mirip
PROSES PRODUKSI I METALURGI SERBUK BY ASYARI DARYUS UNIVERSITAS DARMA PERSADA

PROSES MANUFACTURING

METALURGI SERBUK (POWDER METALLURGY) Metalurgi Serbuk : Teknologi pemrosesan logam dimana part-part diproduksi dari serbuk metal.

3. Uraikan & jelaskan perbedaan yang mendasar antara teknik pressing & sintering konvensional dengan teknik pressing & sintering modern.

MODUL 10 DI KLAT PRODUKTI F MULOK I I BAHAN KERJA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Dengan semakin majunya teknologi sekarang ini, tuntutan

Program Studi Teknik Mesin S1

BESI COR. 4.1 Struktur besi cor

BAB I PENDAHULUAN. Luasnya pemakaian logam ferrous baik baja maupun besi cor dengan. karakteristik dan sifat yang berbeda membutuhkan adanya suatu

MODUL 7 PROSES PENGECORAN LOGAM

1. Baja dan Paduannya 1.1 Proses Pembuatan Baja

No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 8 Semester I BAB I Prodi PT Boga BAB I MATERI

PROSES PEMBUATAN BANTALAN LUNCUR AXLE LINING di UPT. BALAI YASA YOGYAKARTA. Idris Prasojo Teknik Mesin Dr.-Ing.

14. Magnesium dan Paduannya (Mg and its alloys)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. cairan logam tersebut dicorkan ke dalam rongga cetakan dan didinginkan

BAB VI L O G A M 6.1. PRODUKSI LOGAM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (C), serta unsur-unsur lain, seperti : Mn, Si, Ni, Cr, V dan lain sebagainya yang

MODUL 6 PROSES PEMBENTUKAN LOGAM

ANALISIS HASIL PENGECORAN ALUMINIUM DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGINAN

Mata Kuliah: Proses Manufaktur II (Pengecoran, Pembentukan) 3 sks

ANALISIS SIFAT MEKANIK MATERIAL TROMOL REM SEPEDA MOTOR DENGAN PENAMBAHAN UNSUR CHROMIUM TRIOXIDE ANHYDROUS (CrO 3 )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Proses Annealing terdiri dari beberapa tipe yang diterapkan untuk mencapai sifat-sifat tertentu sebagai berikut :

6. Besi Cor. Besi Cor Kelabu : : : : : : : Singkatan Berat jenis Titik cair Temperatur cor Kekuatan tarik Kemuluran Penyusutan

METALURGI SERBUK. abad ke 18. Namun pada saat itu logam yang paling banyak diproduksi dengan

MATERIAL MANUFAKTUR. Perbedaan sifat menyebabkan perbedaan yang mendasar pada proses manufaktur.

Baja adalah sebuah paduan dari besi karbon dan unsur lainnya dimana kadar karbonnya jarang melebihi 2%(menurut euronom)

TUGAS AKHIR. Tugas Akhir ini Disusun Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

BAB II ALUMINIUM DAN PADUANNYA

1. Pengertian Perubahan Materi

BAB I PENDAHULUAN. atau mata bajak dengan menempa tembaga. Kemudian secara kebetulan

BAB II PEMBAHASAN. II.1. Electrorefining

07: DIAGRAM BESI BESI KARBIDA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENGARUH SUHU NORMALIZING TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS PENGELASAN BAJA PLAT KAPAL. Sutrisna*)

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH WAKTU PENAHANAN TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS PADA PROSES PENGKARBONAN PADAT BAJA MILD STEEL

Gambar 2.1. Proses pengelasan Plug weld (Martin, 2007)

MATERIAL TEKNIK LOGAM

TIN107 - Material Teknik #10 - Metal Alloys (2) METAL ALLOYS (2) TIN107 Material Teknik

PENGARUH UNSUR ALUMINIUM DALAM KUNINGAN TERHADAP KEKERASAN, KEKUATAN TARIK, DAN STRUKTUR MIKRO

03/01/1438 KLASIFIKASI DAN KEGUNAAN BAJA KLASIFIKASI BAJA 1) BAJA PEGAS. Baja yang mempunyai kekerasan tinggi sebagai sifat utamanya

13 14 : PERLAKUAN PERMUKAAN

Pembahasan Materi #11

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PROSES PENGERJAAN PANAS. Yefri Chan,ST.MT (Universitas Darma Persada)

ANALISA PENGARUH AGING 400 ºC PADA ALUMINIUM PADUAN DENGAN WAKTU TAHAN 30 DAN 90 MENIT TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS

Sudaryatno Sudirham ing Utari. Mengenal. Sudaryatno S & Ning Utari, Mengenal Sifat-Sifat Material (1)

I. PENDAHULUAN. Definisi baja menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah suatu benda

BAB II LANDASAN TEORI. Brazing adalah cara penyambungan bahan logam melalui proses. titik lebur bahan yang akan dipadukan atau disambungkan.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Proses akhir logam (metal finishing) merupakan bidang yang sangat luas,

Perbandingan Kekerasan dan Kekuatan Tekan Paduan Cu Sn 6% Hasil Proses Metalurgi Serbuk dan Sand Casting

LOGAM BUKAN BESI (NONOFERROUS)

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. Bahan logam pada jenis besi adalah material yang sering digunakan dalam

Hasil Penelitian dan Pembahasan

BAB II PENGELASAN SECARA UMUM. Ditinjau dari aspek metalurgi proses pengelasan dapat dikelompokkan

BAB I PROSES MANUFAKTUR

BAB IV HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. proses pengelasan. Pada proses pengelasan terdapat berbagai jenis

PENGARUH PERBANDINGAN GAS NITROGEN DAN LPG PADA PROSES NITROKARBURISING DALAM REAKTOR FLUIDIZED BED TERHADAP SIFAT MEKANIS BAJA KARBON RENDAH

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan di Kelompok Bidang Bahan Dasar PTNBR-

PERLAKUAN PANAS A. PENGETAHUAN UMUM

BAB V PROSES PENGECORAN BAB V PROSES PENGECORAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PELAPISAN EMAS PADA KERAJINAN TANGAN PEWTER UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL

PEMBUATAN BRACKET PADA DUDUKAN CALIPER. NAMA : BUDI RIYONO NPM : KELAS : 4ic03

PELATIHAN PENGELASAN DAN PENGOPERASIAN KOMPRESOR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ANALISIS SIFAT FISIS DAN MEKANIS ALUMINIUM (Al) PADUAN DAUR ULANG DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN LOGAM DAN CETAKAN PASIR

PELAPISAN EMAS PADA KERAJINAN TANGAN PEWTER UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL

MODUL PDTM PENGECORAN LOGAM

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Penguatan yang berdampak terhadap peningkatan sifat mekanik dapat

KRIYA LOGAM. Oleh: B Muria Zuhdi JURUSAN PENDIKAN SENI RUPA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia. Pengaruh titanium..., Caing, FMIPA UI., 2009.

BUKU V SISTEM ALAT BANTU

MODUL 3 PROSES PEMBUATAN BESI TUANG DAN BESI TEMPA

4. BAJA PERKAKAS. Baja perkakas (tool steel), yang dikenal juga sebagai baja premium, adalah

PERBAIKAN PERAMUAN BAHAN BAKU PELEBURAN BESI COR KELABU PADA TANUR TUNGKIK. Oleh: Soedihono. Staf Pengajar Politeknik Manufaktur Bandung,

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN ANALISA. pengujian komposisi material piston bekas disajikan pada Tabel 4.1. Tabel 4.1 Hasil Uji Komposisi Material Piston Bekas

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Studi Literatur. Persiapan Alat dan Bahan bahan dasar piston bekas. Proses pengecoran dengan penambahan Ti-B 0,05%

BAB I PENDAHULUAN. Biomaterial adalah substansi atau kombinasi beberapa subtansi, sintetis atau

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II DASAR TEORI Tinjauan Pustaka

BAB I PENDAHULUAN. pressure die casting type cold chamber yang berfungsi sebagai sepatu pendorong cairan

METALURGI SERBUK. By : Nurun Nayiroh

MATERI DAN PERUBAHANNYA. Kimia Kesehatan Kelas X semester 1

PENGARUH KOMPOSISI KAOLIN TERHADAP DENSITAS DAN KEKUATAN BENDING PADA KOMPOSIT FLY ASH- KAOLIN

Frekuensi yang digunakan berkisar antara 10 hingga 500 khz, dan elektrode dikontakkan dengan benda kerja sehingga dihasilkan sambungan la

BAB 1 PENDAHULUAN. Pengaruh variasi..., Agung Prasetyo, FT UI, 2010.

PENGARUH PENAMBAHAN NIKEL TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN PADA BESI TUANG NODULAR 50

PENGUJIAN SIFAT FISIS DAN MEKANIS BESI COR KELABU PADA BLOK REM KERETA API

ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR PENUANGAN DAN TEMPERATUR CETAKAN TERHADAP SIFAT MEKANIS BAHAN PADUAN Al-Zn

VARIASI PENAMBAHAN FLUK UNTUK MENGURANGI CACAT LUBANG JARUM DAN PENINGKATAN KEKUATAN MEKANIK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

MODUL 8 PROSES PEMBUATAN LOGAM-LOGAM SINTER Materi ini membahas tentang proses pembuatan produk logam dengan metode powder metallurgi. Tujuan instruksional khusus yang ingin dicapai adalah (1) Menjelaskan konsep dasar teknonolgi dan proses metalurgi serbuk, (2) Menyebutkan keuntungan dan kerugian dari proses metalurgi serbuk, (3) Menyebutkan contoh komponen-komponen yang dibuat melalui metalurgi serbuk. 8.1 Pendahuluan Metalurgi serbuk adalah teknik pengolahan logam untuk menghasilkan produk komersial dengan menggunakan serbuk logam melalui proses penekanan dan pemanasan (sinter). Serbuk dapat terdiri dari campuran serbuk logam dengan serbuk non-logam. Contohnya ; Serbuk kobalt (logam) dengan serbuk tungsten (logam), Serbuk besi (logam) dengan grafit (non-logam). Sinter adalah suatu proses pengikatan partikel melalui proses pemanasan dibawah titik lebur yang dilakukan selama proses penekanan atau sesudah penekanan. Proses ini memiliki kelebihan, hal ini disebabkan karena: 1. Kebutuhan akan bahan serbuk berkualitas tinggi yang makin besar. 2. Mengurangi ongkos pengerjaan selanjutnya. 3. Cara praktis untuk menghasilkan komponen yang istimewa. Keuntungan dari proses metalurgi serbuk ialah: 1. Komponen dapat dibuat sampai tingkat ukuran yang teliti tanpa finishing. 2. Proses ini mampu memproduksi komponen-komponen dengan titik cair tinggi seperti perkakas tungsten karbid. 3. Komposisi yang dikehendaki lebih teliti dari pada pengecoran. 4. Mampu memproduksi paduan logam yang tidak dapat bercampur dalam keadaan cair, misalnya tembaga-timah hitam, tembaga-tungsten. 5. Non logam seperti grafit dapat dicampur secara merata dalam konsentrasi tembaga. 8-1

6. Komponen dapat dibuat dengan sifat-sifat tanpa bentuk yang khusus termasuk kontrol kerapatan dan tahan pakai. Kerugian dari proses metalurgi serbuk ialah: 1. Tidak ekonomis untuk produksi dalam jumlah yang kecil. 2. Proses terbatas untuk komponen-komponen yang ukurannya relatif kecil. 3. Proses biasanya tidak sesuai untuk komponen-komponen yang bekerja dilingkungan yang porosip. 8.2 Karakteristik Metallurgi Serbuk Faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik dan sifat fisis benda yang dimampatkan adalah; bentuk partikel serbuk, sifat kimia, kehalusan butir serbuk, kompresibilitas, distribusi ukuran partikel, berat jenis curah/serbuk, mampu alir serbuk, dan kemampuan sinter 8.3 Proses Pembuatan Metallurgi Serbuk A. Produksi Serbuk Sebelumnya serbuk-serbuk itu digiling dengan ballmill untuk menghasilkan ukuran yang homogen. Penggilingan bulatan-bulatan dapat dilakukan jika diperlukan. Meskipun besi dan nikel adalah bahan yang ductile, tujuan penggilingan adalah untuk membuat serbuk agak berlapis yang membuatnya baik untuk diproses. Serbuk logam lainnya dibuat dengan reduksi dari oksidanya yang terdapat dalam bijinya. Ballmilling kemudian digunakan untuk menghasilkan serbuk dengan ukuran partikel yang dikehendaki. Metode pembuatan serbuk dapat dilakukan dengan; 1. Proses Sembur 8-2

2. Proses elektrolisis 3. Proses reduksi Proses Sembur Pemuatan serbuk jenis ini, cairan logam baik berupa besi maupun logam nonfero disemburkan dengan udara, dengan air, atau dengan nitrogen setelah dialirkan dari cawan kemulut sembur. Serbuk yang disemburkan nitrogen dan udara berbentuk bola dan mengkilap, sebaliknya serbuk yang disemburkan air berbentuk tak teratur. Gambar 8.1 Skematis proses sembur cairan logam Proses elektrolisis Cara perolehan serbuk berlangsung berdasarkan prinsip perolehan tembaga elektrolit. Dengan adanya kerapatan arus tinggi, pada katoda tidak terbentuk lapisan yang padat, melainkan serbuk logam yang lepas. Terutama serbuk besi dan serbuk tembaga diperoleh dengan cara ini. Proses reduksi Gambar 8.2 Perolehan tembaga elektrolit 8-3

Proses reduksi; Oksida logam seperti Fe2O3, tungstentrioksida WO3 dan molybdenum trioksida MoO3, dipanaskan dalam lingkungan pereduksi. Umumnya dalam proses reduksi dipakai hidrogen. Serbuk yang dihasilkan berbutiran relatif kasar. Proses karbonil; Bahan karbonil merupakan senyawa logam dengan karbon monoksida yang berbentuk cair pada suhu ruang, misalnya karbonil besi Fe(CO)5 dan karbonil nikel Ni(CO)4. Pada suhu lebih tinggi, karbonil terurai dengan terjadinya serbuk logam halus dengan tingkat kemurnian yang tinggi. B. Proses Mencampur Serbuk Bila dua serbuk yang berbeda atau lebih dicampur untuk menghasilkan paduan, pencampuran harus homogen untuk menghasilkan pencampuran yang sebaik-baiknya. Pada beberapa produk paduan diinginkan bahwa ukuran serbuk dibuat mirip untuk menghasilkan pencampuran yang terbaik. Sebagai contoh bahan pelumas paraffin, lilin atau grafit biasa digunakan untuk membantu pencampuran yang homogen dan akhirnya padat selama pengepresan. Karbon tetraclorida (uap beracun) digunakan dalam pencampuran serbuk karbit dan cobalt secara basah dalam memproduksi perkakas-perkakas karbid. Gambar 8.3 Partikel serbuk yang dicampur. 8-4

C. Pengepresan Pengepresan merupakan operasi yang paling penting. Komponen dalam bentuk tertentu diperoleh dengan pemadatan serbuk dalam cetakan (die) dengan tenaga yang cukup. Tujuan pengepresan adalah : 1. Kerapatan yang diperlukan produk terpenuhi. 2. Terjadi deformasi plastis partikel serbuk dengan demikian luas kontok memberikan kekuatan. 3. Menghasilkan adhesi dan penempelan secara dingin. 4. Memungkinkan partikel akhirnya terikat bersama selama penyinteran. Pengepresan komponen-komponen tipis biasanya menggunakan penekan tunggal. Sedang untuk benda-benda tebal meng-gunakan penekan (punch) ganda (Gambar 8.4). Untuk mengepres komponen-komponen yang bentuknya tidak teratur meng-gunakan multiple-punch. Pengepresan-pengepresan ini dilakukan dengan Gbr 8.4 Penekan Ganda system pneumatic atau hidroulik. D. Sintering Untuk perkakas-perkakas karbid sebelum sintering yang sesungguhnya diperlukan sintering pendahuluan (prasinter). Maksudnya sebagai dewaxing untuk memberikan kekuatan pada cetakan (die). Suhu prasinter 800 O C. Sintering menambah kekuatan dan kekerasan bahan, ini dapat dilakukan dengan mengontrol waktu dan suhu sinter. Keadaan yang dapat terjadi salama sinter adalah difusi, rekristalisasi, dan pertumbuhan butir. (a) (b) (c) Gambar 8.5. Perubahan bentuk partikel selama sintering 8-5

Pada (a) pertikel mebuat kontak titik setempat. Pada (b) luas kontak bertambah dan partikel menjadi merata oleh tarikan permukaan; difusi dimulai pada boundary butir (partikel). Pada (c) menunjukkan ikatan mendekati sempurna. Bila kerja mekanik dilakukan pada komponen yang telah terpadatkan, mis, membentuk ukuran maka akan terjadi distorsi (kerusakan) pada boundary butir, ini memungkinkan terjadinya rekristalisasi. Beberapa logam dapat mengalami rekristalisasi tanpa kerja mekanik. Perkembangan terakhir dalam memproduksi komponen metalurgi serbuk adalah pengepresan panas atau tempa (sinteringforging/hot forging) dan pengepresan ulang dingin (cold repressing). 1. Pengepresan ulang dingin Setelah serbuk yang telah dipres dalam cetakan yang pertama padat maka komponen yang telah dingin itu dipres lagi dalam cetakan kedua. Hasil dari pengepresan kedua ini adalah kekuatan pukul komponen bertambah, mis; gear-box. 2. Pengepresan panas Cara ini adalah pemindahan komponen dari hot pre-sintered compact ke cetakan lain dimana ia dipres dengan cepat. Pada gambar 8.6 dan 8.7 memperlihatkan bagaimana cara ini menaikkan kekuatan pukul dan tahan pakai yang lebih baik dibandingkan pengepresan ulang dingin. Gambar 8.6 Grafik Perubahan kekuatan pukul pada cold-pressing. 8-6

Gambar 8.7 Grafik Perubahan kekuatan pukul pada hot-pressing. E. Sizing Sizing adalah salah satu cara finishing komponen. Tujuan dari sizing adalah menghilangkan bentuk distorsi bentuk yang kecil dan menjaga komponen dalam toleransi yang dikehendaki. Bantalan bronze yang poreus adalah contoh komponen yang disizing sebagai pengerjaan akhir. 8-7

Tungsten Oksida Titanium Oksida Cobalt Oksida Lamp Black Direduksi dalam air Direduksi dan dikarburasi Direduksi dalam air Serbuk logam tungsten Serbuk titanium karbid Serbuk logam cobalt Lamp Black Dikarburasi Serbuk tungsten karbid Ballmill Pengeringan Decant Penyaringan Wax Pill Press Cold Press Block Form & Shape Dewax & Part Final Sinter Gambar 8.8 Diagram alir proses sintering. 8-8

8.4 Produk Metalurgi Serbuk a. Perkakas pahat karbid. Ini biasanya digunakan dalam permesinan logam, pengeboran karang, ekstrusi dsb. b. Cementid oksida dan cemented carbid oksida, produk ini biasa digunakan untuk permesinan logam seperti halnya pahat karbid. Pahat dari bahan ini untuk permesinan logam kecepatan sangat tinggi dimana pahat karbit tidak mampu bekerja pada kondisi tersebut. c. Komponen-komponen mobil dan mesin ringan. Beberapa komponen seperti gear-box, suku cadang pompa, roda gigi, cam dan komponen-komponen kecil mesin tik, mesin telex, mesin hitung dan komputer dibuat dari logam sinter. Bahan paduan ini dari paduan-paduan seperti besi tembaga, besi-tembagakarbon, besi-nikel-molibden (0,4%Ni, 0,5%Mo) dan besi-nikel-mangan. Kekuatan bahan yang maksimum dicapai dengan paduan besi-nikelmolibden, sedangkan kekuatan pakai yang terbaik paduan besi-nikel-mangan. d. Kontak listrik. Paduan yang dipakai perak-nikel, perak-grafit, perakmolibden, perak-tungsten, dan tembaga-tungsten-karbid. e. Bantalan bronze. Paduan yang digunakan tembaga-timah putih-grafit. Serbuk-serbuk paduan ini menghasilkan sifat poreus. f. Komponen tahan friksi (metal ceramic) misalnya clutch-pacing, brake-lining yang biasa digunakan untuk pemakaian mekanik yang keras dan panas. Pemakaian yang lain misalnya punch presses, rem traktor dan pesawat terbang, pahat mesin bubut turret, dsb. Paduan-paduan yang dipakai spt; Cu, Pb, Fe, Sn, grafit, dan serbuk silica dalam bermacam-macam komposisi. g. Magnit permanen. Magnit yang dibuat dengan metalurgi serbuk lebih kuat dari pada dibuat dengan pengecoran. Bahan untuk paduan ini adalah Al-Ni- Fe, dan Al-Ni-Co-Fe. Komponen lain spt; sikat pembagi arus untuk armatur motor dan generator DC, pengeras suara, radio transformen, koil induksi sendiri dibuat dari paduan Ni-Fe, ba-fe, Zn-Fe, dan Fe. 8-9

8.5 Rangkuman Logam sinter adalah salah satu teknik pembuatan produk menggunakan serbuk logam melalui proses penekanan dan pemanasan (sinter). Dengan metode ini, komponen dapat dibuat sampai tingkat ukuran yang teliti tanpa finishing,. Proses ini mampu memproduksi komponen-komponen dengan titik cair tinggi seperti perkakas tungsten karbid. Komposisi yang dikehendaki lebih teliti dari pada pengecoran. Mampu memproduksi paduan logam yang tidak dapat bercampur dalam keadaan cair, misalnya tembaga-timah hitam, tembaga-tungsten. Non logam seperti grafit dapat dicampur secara merata dalam konsentrasi tembaga. Komponen dapat dibuat dengan sifat-sifat tanpa bentuk yang khusus termasuk kontrol kerapatan dan tahan pakai. 8-10

8.6 Soal-soal Latihan 1. Jelaskan defenisi dari metallurgi serbuk? 2. Apa keuntungan dan kerugian dari proses metallurgi serbuk?. 3. Jelaskan teknik pembuatan serbuk?. 4. Jelaskan teknik pencampuran serbuk? 5. Jelaskan tujuan dari proses pengepresan? 6. Gambarkan perubahan struktur bahan sebelum, seterlah proses pengepresan dan sintering? 8-11