BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sectio Caesarea (SC) merupakan suatu teknik kelahiran perabdomen untuk menghentikan perjalanan persalinan normal, dengan cara melakukan insisi di dinding abdomen (laparatomi) dan dinding uterus (histerektomi) yang bertujuan untuk mengeluarkan janin tersebut (Resha, 2010). Melakukan sectio caesarea bukan merupakan hal yang menakutkan lagi di masyarakat, tindakan operasi ini adalah cara untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya tetapi sebagian kecil masyarakat memilih cara ini karena kekhawatiran akan mengalami rasa sakit jika melahirkan secara alami, padahal menjalani persalinan dengan bedah caesarea tidak lebih baik dari pada persalinan alami (Kasdu, 2010). World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa angka persalinan dengan sectio caesarea sekitar 10% sampai 15% dari semua proses persalinan. Di negaramaju seperti Britania Raya angka kejadian sectio caesarea sebesar 20%dan di Amerika Serikat sebesar 23%. Di Indonesia sendiri, persentase sectio caesarea cukup besar. Di rumah sakit pemerintah rata-ratapersalinan dengan sectio caesarea sebesar 11%, sementara di Rumah SakitSwasta bisa lebih dari 30% (Yudoyono, 2008). Dewasa ini semakin banyak dokter dan tenaga medis yang menganjurkan pasien yang baru melahirkan dengan sectio caesarea agar segera menggerakkan tubuhnya. Dokter kandungan menganjurkan pasien yang mengalami caesarea untuk tidak berdiam diri ditempat tidur tetapi harus menggerakkan badan atau mobilisasi (Hamidah,2011).Salah satu perawatan ibu pascasectio caesarea adalah mobilisasi dini, pada masa nifas dini ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan. Mobilisasi dini adalah kebijaksanaan untuk selekas mungkin membimbing 1
2 penderita keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya selekas mungkin berjalan (Saleha, S. 2009). Mobilisasi merupakan suatu kebutuhan dasar manusia yang diperlukan oleh individu untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang berupa pergerakan sendi, sikap, gaya berjalan, latihan maupun kemampuan aktivitas (Perry & Potter, 2010). Mobilisasi dini adalah pergerakan yang dilakukan sedini mungkin di tempat tidur dengan melatih bagian bagian tubuh untuk melakukan peregangan atau belajar berjalan (Suryani, 2010). Pada ibu pasca sectio caesarea biasanya mobilisasi dini dilakukan secara bertahap setelah operasi pada 6 jam pertama ibu post partum harus tirah baring dahulu, Mobilisasi yang bisa dilakukan adalah menggerakkan lengan, tangan, menggerakkan ujung jari kaki dan memutar pergelangan kaki, setelah 6-10 jam ibu diharuskan untuk dapat miring kekiri dan kekanan dan setelah 24 jam ibu dianjurkan untuk dapat mulai belajar duduk dan berjalan (Suryani, 2010). Ibu yang mengalami operasi caesarea dengan adanya luka di perut sehingga harus dirawat dengan baik untuk mencegah kemungkinan timbulnya infeksi, mencegah terjadinya trombosis dan tromboemboli, dengan mobilisasi sirkulasi darah normal/lancar sehingga resiko terjadinya trombosis dan tromboemboli dapat dihindarkan (Fefendi, 2008). Dilakukannya mobilisasi dini pada ibu nifas bertujuan agar ibu merasa lebih sehat dan kuat dengan early ambulation, yaitu melakukan pergerakan yaitu, otot otot perut dan panggul akan kembali normal dan otot perut ibu menjadi kuat kembali, dan dapat mengurangi rasa sakit pada ibu, sehingga faal usus dan kandung kencing lebih baik. Bergerak juga akan merangsang gerak peristaltic usus kembali normal, aktivitas ini membantu mempercepat organ organ tubuh bekerja seperti semula (Fefendi, 2008).
3 Banyak keuntungan yang bisa diraih dari latihan di tempat tidur dan berjalan pada periode dini pasca bedah. Mobilisasi sangat penting dalam percepatan hari rawat dan mengurangi resiko karena tirah baring lama seperti terjadinya dekubitus, kekakuan atau penegangan otot otot di seluruh tubuh dan sirkulasi darah dan pernafasan terganggu, juga adanya gangguan peristaltik maupun berkemih (Hamidah,2011). Dalam membantu jalannya penyembuhan ibu pasca operasi sesar, disarankan untuk melakukan mobilisasi dini. Tetapi, pada ibu yang mengalami sectiocaesarea rasanya sulit untuk melaksanakan mobilisasi karena ibu merasa letih dan sakit. Salah satu penyebabnya adalah ketidaktahuan pasien mengenai mobilisasi dini. Untuk itu diperlukan pendidikan kesehatan tentang mobilisasi dini pasca operasi caesarea pelaksanaan mobilisasi dini lebih maksimal dilakukan. Sebenarnya ibu yang mengalami sectiocaesarea mengerti dalam pelaksanaan mobilisasi dini, namun ibu tidak mengerti manfaat dilakukan mobilisasi dini (Hamidah,2011). Tanggung jawab atas kesehatan diri sendiri, termasuk juga harus dapatmencapaitingkat kemandirian maksimal, dalam hal ini adalah melakukan mobilisasiyang sesuai dengan kondisi pasien. Mobilisasi dini bermanfaat untukmempertahankan mobilisasi fisik secara optimal, maka system saraf, otot dan skeletal harus tetap utuh dan berfungsi dengan baik (Potter &Perry, 2006). Penelitian yang dilakukan oleh Ummrah,dkk (2013) tentang Gambaran Pengetahuan Ibu Post SC tentang Mobilisasi Dini di Rumah Sakit Nirmala Suri yang dilakukan pada 33 ibu post SC didapatkan Gambaran tingkat pengetahuan ibu pasca SC tentang pengertianmobilisasi dini di Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo tahun 2011mayoritas dalam kategori kurang yaitu 27 responden (81,82 %), tentang kerugian bila tidak melakukan mobilisasi dini dalam kategori baik yaitu 22 responden (66.67 %), tentang tahap-tahap mobilisasi dini mayoritas dalam kategori cukup yaitu 17 responden (51.52 %). Dilihat secara keseluruhan bahwa Gambaran Pengetahuan Ibu Post SC tentang Mobilisasi Dini di Rumah Sakit Nirmala Suri
4 Sukoharjo tahun 2011mayoritas pengetahuan kategori cukup yaitu 18 responden (54,55 %), sedangkan dengan kategori baik berjumlah 8 responden (24.24%) dan kategori kurang berjumlah 7 responden (21,21%). Berdasarkan data yang diperoleh dari Rekam Medis RSU Sari Mutiara Medan Tahun 2014,terhitung mulai Januari hingga Desember 2013 jumlah pasien sectio caesarea yang dirawat di Ruang Bersalin sebanyak 349 orang. Berdasarkan hasil survey awal pada tanggal 27 maret 2014 di Ruang Bersalin lantai IV RSU Sari Mutiara Medan, dari 10 orang responden yang penulis wawancarai diperoleh informasi bahwa dari 10 orang ibu yang bersalin dengan pasca sectio caesarea terdapat 7 orang responden kurang mengetahui manfaat mobilisasi dini dan tidak mau melakukan mobilisasi dini dalam waktu kurang lebih 24 jam pasca sectio caesarea. Hal ini disebabkan karena perasaan takut terjadi perdarahan, nyeri, takut jahitan lepas atau ibu-ibu nifas malas melakukan gerakan karena lelah setelah melahirkan, sedangkan ada 2 orang responden yang mau melakukan tindakan mobilisasi dini namun mereka tidak mengetahui manfaat mobilisasi dini tersebut.dan hanya terdapat 1 orang responden yang mau melakukan tindakan mobilisasi dini dan mengerti manfaat mobilisasi dini. Berdasarkan fenomena diatas maka penulis tertarik melakukan penelitian tentang hubungan tingkat pengetahuan dengan mobilisasi dini pada pasien pasca sectio caesarea anestesi umum di RSU Sari Mutiara Medan Tahun 2014. B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah Apakah ada hubungan tingkat pengetahuan dengan mobilisasi dini pada pasien pasca sectio caesarea anestesi umum di RSU Sari Mutiara Medan Tahun 2014?
5 C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui hubungantingkat pengetahuan dengan mobilisasi dini pada pasien pasca sectio caesarea aneatesi umum di RSU Sari Mutiara Medan Tahun 2014. 2. Tujuan Khusus a. Untuk Mengidentifikasi tingkat pengetahuan mobilisasi dini pada pasien pasca sectio caesareaaneatesi umum di RSU Sari Mutiara Medan Tahun 2014. b. Untuk mengidentifikasimobilisasi dini pada pasien pasca sectio caesarea aneatesi umumdi RSU Sari Mutiara Medan Tahun 2014. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Pasien Sebagai sumber informasi bagi para pasien tentang manfaat melakukan mobilisasi dini. 2. Bagi Perawat Sebagai sumber informasi bagi perawat di ruang rawat inap RSU Sari Mutiara Medan dalam memberikan penkes khususnya bagi pasien pasca sectio caesarea. 3. Bagi Rumah Sakit Perlu dibuatkan standar keperawatan yang baku terhadap prosedur mobilisasi dini dalam usaha peningkatan pelayanan mutu keperawatan yang profesinal dan dapat menerapkan pentingnya mobilisasi dini untuk pasien pasca sectio Caesarea. 4. Bagi Peneliti Lain Sebagai sumber data dan informasi pengembangan penelitian selanjutnya.