BAB III STRUKTUR BANGUNAN JIN MAO TOWER

dokumen-dokumen yang mirip
Pengertian struktur. Macam-macam struktur. 1. Struktur Rangka. Pengertian :

BAB I PENDAHULUAN. Pada bangunan tinggi tahan gempa umumnya gaya-gaya pada kolom cukup besar untuk

Shanghai World Finansial Center Shanghai, China

PERTEMUAN IX DINDING DAN RANGKA. Oleh : A.A.M

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pergesekan lempeng tektonik (plate tectonic) bumi yang terjadi di daerah patahan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Umum. Berkembangnya kemajuan teknologi bangunan bangunan tinggi disebabkan

INOVASI DALAM SISTEM PENAHAN BEBAN GRAVITASI UNTUK GEDUNG SUPER-TINGGI

JURNAL TUGAS AKHIR PERHITUNGAN STRUKTUR BETON BERTULANG PADA PEMBANGUNAN GEDUNG PERKULIAHAN FAPERTA UNIVERSITAS MULAWARMAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Meliputi pertimbangan secara detail terhadap alternatif struktur yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Lotte World Tower, Seoul, South Korea

BAB VI KONSTRUKSI KOLOM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang berlaku untuk mendapatkan suatu struktur bangunan yang aman

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Dinding ( wall ) adalah suatu struktur padat yang membatasi dan melindungi

BAB III PEMODELAN STRUKTUR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

berupa penuangan ide atau keinginan dari pemilik yang dijadikan suatu pedoman

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. geser membentuk struktur kerangka yang disebut juga sistem struktur portal.

BAB I PENDAHULUAN. struktur baja yang digunakan sebagai salah satu alternatif dalam pembangunan

PENGANTAR KONSTRUKSI BANGUNAN BENTANG LEBAR

PENGARUH DINDING GESER TERHADAP PERENCANAAN KOLOM DAN BALOK BANGUNAN GEDUNG BETON BERTULANG

BAB III ANALISA PERENCANAAN STRUKTUR

BAB IV PERMODELAN DAN ANALISIS STRUKTUR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut PBI 1983, pengertian dari beban-beban tersebut adalah seperti yang. yang tak terpisahkan dari gedung,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. desain untuk pembangunan strukturalnya, terutama bila terletak di wilayah yang

BAB I PENDAHULUAN. untuk mendapatkan struktur yang kuat, aman dan murah. Baja adalah salah satu

BAB II STUDI PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. sering mengalami gempa bumi dikarenakan letak geografisnya. Dalam segi

Learning Outcomes. Menjelaskan berbagai macam struktur untuk bangunan bentang lebar Mengenal sifat bahan dan menerapkan dalam desain yang terintegrasi

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 TINJAUAN UMUM

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Isi Laporan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

struktur. Pertimbangan utama adalah fungsi dari struktur itu nantinya.

MODIFIKASI PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RAWAT INAP RUMAH SAKIT DENGAN SISTEM FLAT SLAB DAN SHEAR WALL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN

PERHITUNGAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG KANTOR TUJUH LANTAI DI PONTIANAK. Arikris Siboro 1), M. Yusuf 2), Aryanto 2) Abstrak

BAB IV PERMODELAN STRUKTUR

BAB I PENDAHULUAN. Ada beberapa hal yang menyebabkan banyaknya bangunan tinggi diberbagai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB VIl TINJAUAN KHUSUS (KOLOM UTAMA) pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. gedung dalam menahan beban-beban yang bekerja pada struktur tersebut.

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia baik di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya

PERENCANAAN BANGUNAN TINGKAT TINGGI DENGAN SISTEM STRUKTUR FLAT PLATE CORE WALL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. itu sendiri adalah beban-beban baik secara langsung maupun tidak langsung yang. yang tak terpisahkan dari gedung.

BAB VI HASIL RANCANGAN. ini merupakan hasil pengambilan keputusan dari hasil analisa dan konsep pada bab

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

BAB V PENGEMBANGAN DESAIN KOMPONEN DINDING PREFABRIKASI

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. apartemen, perkantoran, sekolahan dan rumah sakit, ataupun untuk penggunaan ganda

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. aman secara konstruksi maka struktur tersebut haruslah memenuhi persyaratan

BAB VII TINJAUAN KHUSUS CORE WALL

BAB III METEDOLOGI PENELITIAN. dilakukan setelah mendapat data dari perencanaan arsitek. Analisa dan

1- PENDAHULUAN. Baja Sebagai Bahan Bangunan

Struktur Lipatan. Struktur Lipatan 1

Rumah Tahan Gempa. (Bagian 1) Oleh: R.D Ambarwati, ST.MT.

Keywords: structural systems, earthquake, frame, shear wall.

BAB I PENDAHULUAN Konsep Perencanaan Struktur Beton Suatu struktur atau elemen struktur harus memenuhi dua kriteria yaitu : Kuat ( Strength )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang berlaku untuk mendapatkan suatu struktur bangunan yang aman

PRAKATA. Semarang, 17 November Penyusun

BAB IV PEMODELAN STRUKTUR

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN FLAT SLAB ATAU DROP PANEL. yang dapat dikerjakan secara bersamaan. Pelaksanaan pekerjaan tersebut

BAB VII PEMBAHASAN MASALAH. mengetahui metode di lapangan, maka dibuatkan gambar shop drawing. Dimana

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan penanganan yang serius, terutama pada konstruksi yang terbuat

BAB VI TINJAUAN KHUSUS PERBANDINGAN SISTEM PLAT LANTAI (SISTEM PLAT DAN BALOK (KONVENSIONAL) DAN SISTEM FLAT SLAB)

MODIFIKASI STRUKTUR GEDUNG WISMA SEHATI MANOKWARI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM GANDA

PENDAHULUAN BAB I. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pada perencanaan bangunan bertingkat tinggi, komponen struktur

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tingkat kerawanan yang tinggi terhadap gempa. Hal ini dapat dilihat pada berbagai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pedoman Pengerjaan PERANCANGAN STRUKTUR BETON

BAB III METODOLOGI PERENCANAAN

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN. Untuk mempermudah perancangan Tugas Akhir, maka dibuat suatu alur

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Beton berlulang merupakan bahan konstruksi yang paling penting dan merupakan

MODIFIKASI PERENCANAAN STRUKTUR BAJA KOMPOSIT PADA GEDUNG PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI JEMBER

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Di dalam perencanaan desain struktur konstruksi bangunan, ditemukan dua

T I N J A U A N P U S T A K A

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. harus dilakukan berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Tata Cara

LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR

II. KONSEP DESAIN. A. Pembebanan Beban pada struktur dapat berupa gaya atau deformasi sebagai pengaruh temperatur atau penurunan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.5.3 Dasar Teori Perhitungan Tulangan Torsi Balok... II Perhitungan Panjang Penyaluran... II Analisis dan Desain Kolom...

BAB II LANDASAN TEORI CORE WALL

LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT TINGGI MENGGUNAKAN SOFTWARE ETABS, SAP2000 DAN SAFE

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 4 STUDI KASUS. Sandi Nurjaman ( ) 4-1 Delta R Putra ( )

sendiri dan daya dukung beban yang dapat dipikulnya, yaitu cukup kecii jika langsing, sehingga menjadi kurang menguntungkan pada perilaku respon

BAB 2 STUDI PUSTAKA. 2.1 Pengertian, Prinsip Kerja, Serta Penggunaan Tower Crane Pada

Konstruksi Rangka. Page 1

BAB III METODOLOGI PERENCANAAN

Transkripsi:

BAB III STRUKTUR BANGUNAN JIN MAO TOWER 3.1 Elemen struktur dasar 3.1.1 Pondasi Shanghai berada di dataran aluvial, di mana empat puluh meter di bawah tanahnya penuh dengan lumpur. Jadi cukup sulit membangun bangunan pencakar langit disana. Sehingga pada lokasi pembangunan Jin Mao Tower ditambahkan batu keras untuk menutupi lumpur. Untuk pondasi, yang digunakan sama seperti pondasi kebanyakan untuk bangunan tinggi disekitarannya. Jin Mao Tower, oleh ahli struktur telah didesain sebuah struktur pelindung beton yang menambah kekuatan struktur dengan struktur baja komposit. Dalam rangka bangunan menggunakan beton bertulang dengan ketebalan 4 meter untuk merakit pondasi dan 429 akar, 900 m tumpukan besi. Pondasi di bawah posium menggunakan tumpukan baja kecil yang mencapai lapisan tanah ketujuh. Dasar pit perimeter dari proyek ini adalah 568 meter, dengan kedalaman 15-19 meter, wilayah ini sebesar 2 x 104 m, dan jumlah total pemotongan bumi adalah 32x 104 m3. Dasar lempengan bangunan utama tebal 4 meter, dan jumlah total 13.500 m3, kekuatan beton C50. 3.1.2 Slurry wall system Struktur Jin Mao Tower menggunakan teknik Slurry, yaitu teknik yang digunakan untuk membuat dinding beton atau diafragma non struktur di area yang dekat air (tepi sungai, dll). Konstruksi dinding slurry melibatkan penggalian parit sempit yang diisi

cairan slurry. Slurry tersebut mengeluarkan tekanan hidrolis untuk mencegah keruntuhan. Slurry bentonit adalah cairan yang paling umum digunakan di parit. Gunanya selain menstabilkanpenggaliannya, bentonit dapat mengurangi permeabilitas dinding parit. Setelah penggalian terselesaikan, penahan dilepaskan lalu parit tersebut diisi dengan beton. Beton tersebut menggantikan cairan bentonit tadi yang telah disedot keluar dan di recycle 3.1.2 Curtain Wall JIN MAO Tower Curtainwall adalah sebuah pelapis atau penutup dinding gedung bagian luar untuk melindungi area gedung bagian dalam dari terpaan sinar matahari langsung, angin, dan dari curahan air hujan. Pemuaian termal dan pergerakan sendi memenuhi persyaratan kinerja dinding eksterior yang dihasilkan dari perubahan suhu antara 10-40 derajat celcius. (Suhu desain untuk menara adalah 21 derajat celcius).

Unitized curtain walls melibatkan pembuatan pabrik, perakitanpanel dan kaca. Tidak seperti sistem stik (tongkat), sistem ini digunakan pada proyek-proyek besar atau unit yang telah digabungkan, digantung ke struktur bangunan sebagai selubung bangunan. Pemasangan ke bangungan menggunakan mesin khusus yang diperlukan agar posisinya tepat, penyelarasan dalam melekatkannya pada struktur atau lantai beton. Kelebihan dari sistem ini antara lain : Perakitan unit dengan presisi tinggi, biaya instalasi lapangan lebih murah, dan pemasangan lebih mudah karena bisa dikerjakan secara pararel. Juga dalam ketahanan terhadap iklim lingkungan. 2.3 FINS & RODS Pelapiasan jaring-jaring kompleks yang terbuat dari pipa aluminium (Seperti pagar, sistem rel hias) itu digunakan untuk mengurangi polusi udara. Copings, parapets, dekoratif yang sirip, dirancang dan elemen agar dapat menahan beban 90 kg berdiri terkonsentrasi dari segala arah. Kesan berat pada menara dengan ukiran dekoratif struktur tradisional China, sangat jelas sebagai eksterior bangunan yang masih membangkitkan profil Pagoda China tradisional.

3.2 Tipe Sistem Struktur 3.2.1 Bentuk struktur dan dimensi: Sistim mega struktur (core & outriggers) terdiri dari komponen komponen struktur dengan referensi angka 8 yaitu: a. b. c. d. e. f. Dinding oktagonal core reinforced mega-concrete 8 mega kolom komposit eksterior 8 mega kolom baja eksterior 8 outrigger trusses struktur baja Pile cap fondasi tiang pancang beton tebal 4 M 44 balok lantai interior dan 16 balok lantai eksterior Dimensi mega kolom bervariasi mulai a. 1,50x5,00M sampai 1,00x3,50M pada lantai 87, b. dimensi core shear wall bervariasi mulai dari 0,85M c. dibagian pondasi hingga o,45m pada lantai 87. 3.2.2 Parameter Struktur A. Kekuatan dan stabilitas Konsep sistim struktur Jin Mao Tower berdasarkan pada: 1). Penggunaan penempatan beton bertulang secara strategis yang dipadukan dengan struktur baja untuk menahan beban beban lateral ekstrem dan gravitasi dengan efisiensi struktur maksimum tanpa biaya material struktur yang berlebihan. 2) Penggunaan prinsip prinsip fisika untuk mening-katkan efektivitas momen inersia bangunan. 3). Reduksi kelebihan elemen elemen struktur yang secara signifikan meningkatkan nilai ekonomis bangunan. B. Kekakuan struktur Sistim resistansi gaya lateral JIN MAO Tower secara esensial bersandar pada resistansi lentur dan geser dari core sentral, kekakuan axial mega kolom komposit luar dan kekakuan lentur dan geser rangka outrigger. Efisiensi struktur berpusat pada transfer beban langsung dari core sentral ke kolom eksterior tanpa perlu rangka perimeter

(sabuk). Resistansi torsi struktur dicapai melalui core sentral dengan bentuk tertutup dengan kompromi kompromi arsitektur, misalnya penetrasi penetrasi ke core sentral, batasan batasan ketebalan dinding core, dimensi mega kolom serta lokasi dan ketinggian sistim outrigger. 3.2.3 Tipe Sistem Struktur Sistem struktur yang di gunakan pada Jin Mao Tower adalah : 1) Inti Bangunan (Core) Pada Jin Mao Tower inti bangunan (core) suatu tempat untuk meletakan sistem transportasi vertikal dan mekanis berupa lift dengan bentuk yang disesuaikan dengan fungsi bangunan serta untuk menambah kekakuan bangunan diperlukan sistem struktur dinding geser sebagai penyalur gaya lateral (seperti tiupan angina tau gempa bumi) pada inti Inti Bangunan (Core)

2) Shear Wall bulat pada bagian tengah, pada lantai 51 keatas berfungsi sebagai dinding interior dengan bentuk bulat yang membentuk atrium kolosal sampai lantai 88 menyatu dengan tatanan ruang ruang tidur. Selain itu Shear Wall juga digunakan untuk mereduksi gempa Shear Wall Shear Wall sebagai dinding interior yang membentuk atrium kolosal 3) Kantilever

balok yang salah satu ujungnya terdapat tumpuan jepit dan ujung lain menggantung (bebas). Balok kantilever yang menahan beban gavitasi menerima momen negatif pada keseluruhan panjang balok tersebut. Akibatnya tulangan balok kantilever ditempatkan pada bagian Kantilever atas atau sisi tariknya 3.3 Sistem Pendukung Gaya Vertikal Beban/gaya yang bekerja pada bangunan dan langsung berpengaruh pada struktur bangunan, ditimbulkan secara langsung oleh gaya-gaga bangunannya sendiri dan gaya-gaya yang timbul dari pengaruh lain. Beban/gaya yang timbul dari bangunan sendiri terdiri dari beban-bahan konstruksi ditambah denean beban yang lain sebagai pelengkap bangunan yang sifatnya tetap, seperti bagian dari finishing bangunan dan semua kelengkapan utilitas bangunan. Gaya/beban ini disebut sebagai gaya gravitasi. Penyaluran beban vertikal pada bangunan Jin Mao Tower didukung oleh komponen pada Jin mao tower yaitu : a. Superkolom Superkolom terdiri dari baja dan beton. Penggunaan baja dan beton mengalami dilemma selama konstruksi, beberapa perubahan bentuk terjadi pada beban bangunan sendiri. Selama proses ini biasanya terjadi.

Plan Superkolom b. Core Inti core dan superkolom komposit memberikan dukungan tambahan untuk menetralkan beban gravitasi. Beban gravitasi ditahan oleh bagian frame lantai komposit, yaitu struktur kolom baja.

Struktur terakhir Jin Mao Tower yang unik terletak pada sistem kerangka penopang yang digunakan. Memberikan daya tahan pada beban lateral sampai inti untuk memperkuat beton shear-wall yang saling berhubungan dengan superkolom komposit. Kerangka Penopang 3.4 Sistem Pendukung Gaya Horisontal Beban lateral merupakan beban yang mengenai bangunan yang bersifat horizontal dengan arah yang tidak menentu, seperti angin dan gempa bumi. Pada bangunan tinggi kolom pada bangunan tinggi perlu diperkokoh dengan sistem pengaku untuk dapat menahan gaya lateral, agar deformasi yang terjadi akibat gaya horizontal tidak melampaui ketentuan yang disyaratkan. Pengaku gaya lateral yang lazim digunakan adalah portal penahan momen, dinding geser atau rangka pengaku Penyaluran beban horizontal pada bangunan Jin Mao Tower didukung oleh komponen komponen beban lateral pada Jin mao tower yaitu : 1. Core

Sistim resistansi gaya lateral Jin Mao Tower secara esensial bersandar pada resistansi lentur dan geser dari core sentral. Efisiensi struktur berpusat pada transfer beban langsung dari core sentral ke kolom eksterior 2. Mega Kolom Beban lateral arah tegak lurus bangunan ditahan oleh 8 mega kolom komposit frontal, beban lateral arah diagonal ditahan oleh 8 mega kolom baja pada sudut. 3. Outrigger truss Sistim outrigger memaksimalkan tinggi balok struktur terhadap deformasi lentur ketika bangunan tinggi ini berperilaku seperti kantilever vertikal. Outrigger ini terdapat pada lantai 24-26, 51-53, 85-atap. Fungsi Outrigger truss yaitu -Menangani beban lateral -Meningkatkan seluruh kemampuan untuk menahan beban -Mentransfer gaya gravitasi ke mega kolom untuk menyeimbangkan gaya

Analisa beban lateral Resistansi gaya lateral (gempa dan angin) dilakukan dengan kombinasi dinding core beton dibagian dalam dan mega kolom komposit dibagian luar yang dihubungkan dengan struktur rangka baja outrigger yang bekerja secara komposit dengan lantai diafragma horizontal. Ketika beban lateral menuju bangunan, kemudian beban lateral di transfer ke mega kolom. Dengan kerangka baja outrigger yang menghubungan mega kolom dengan core, maka beban sampai pada core dan beban di teruskan ke pondasi Ketika gaya horisontal bekerja pada struktur semua sistem menahan beban Bagian luar mega kolom yang simetri menjadi kekuatan untuk menahan momen lentur. Delapan mega kolom dapat menyeimbangkan moment dengan baik dari outtrigger truss dengan core. Sistem struktur pada Jin mao tower dapat menolak (resist) angin yaitu dengan kombinasi antara core dan mega kolom terhubung melalui balok utama di setiap lantai. Outtrigger truss untuk membentuk ruang mengintegrasikan struktur menahan beban lateral. Core berperan penting dalam menahan momen dan 8 mega kolom dapat menyeimbangkan moment dengan baik dari outtrigger truss dengan core. Sistim resistansi gaya lateral Jin Mao Tower secara esensial bersandar pada resistansi lentur dan geser dari core sentral, kekakuan axial mega kolom komposit luar dan kekakuan lentur dan geser rangka outrigger. Efisiensi struktur berpusat pada transfer beban langsung dari core sentral ke kolom eksterior tanpa perlu rangka perimeter (sabuk)

3.5 Sistem Pendukung Gaya Horisontal 1. Tektonika Tektonika erat kaitannya dengan material, struktur dan konstruksi, namun tektonika lebih menekankan pada aspek estetika yang dihasilkan oleh suatu sistem struktur atau ekspresi dari suatu konstruksi. A. Eksterior 1) Megakolom Terdapat megakolom yang di ekspose pada Jin Mao Tower. Selain menjadi struktur utama, mega kolom yang di ekspose di gunakan sebagai estetika bangunan

2) Curtain Wall Curtain Wall pada Jin Mao Tower digunakan sebagai elemen bukaan untuk memasukkan pencahayaan alami ke dalam bangunan. Selain itu Curtain Wall juga di gunakan sebagai elemen estetika pada fasad bangunan. 3) Structural Steel Cap Truss Pada puncak bangunan menggunakan struktur baja yang berfungsi untuk skylight agar memaksimalkan cahaya yang masuk pada bangunan. Selain di gunakan untuk skylight puncak dari Jin Mao Tower ini untuk menambah estetika bangunan Atap Skylight sebagai plafon atrium Tatanan interior lift sebagai dinding interior

2. Konfigurasi Merupakan bentuk oktagonal yang di ilhami oleh denah tipikal pagoda dengan service core oktagonal pula yang melayani lift ekspres ke skylobby perkantoran dan hotel Sumbu silang/salib merupakan area entrans dan sirkulasi utama yang konsisten dengan pengaturan zona zona elevator ke lobi lobi atas. Pengaturan denah perkantoran dan hotel sangat dibatasi oleh bentuk segidelapan (arsitektur pagoda) dan sistem struktur yang menunjang konsep pagoda. Namun masih memberi-kan peluang kreativitas pada tatanan ruang hotel dengan adanya atrium megah pada 38 lantai atas dan berakhir pada atap skylight yang merupakan mah kota bangunan ini.

Retail/hotel Menerangkan zonasi perlantai bangunan Retail/ Hotel Jin Mao Tower North south section tower Menerangkan zonasi perlantai bangunan Jin Mao Tower Gambar 12. Office Office Menerangkan zonasi perlantai bangunan Office Jin Mao Tower Service/emergency Menerangkan service /emergency di gedung Jin Mao Tower, Gambar 15 : Observation deck : Observation deck Menerangkan Observation deck di gedung Jin Mao Tower

3. Ukuran. Jin Mao Tower merupakan pencakar langit multi fungsi yang terdiri dari perkantoran, hotel, pertokoan, parkir, auditorium dengan luas 280.000 M2 yang terletak di distrik Pudong didalam zona perdagangan dan financial Lujiazui dikota metropolis Shanghai, China. Terdiri dari 88 lantai dengan ketinggian 421 M dan beban bangunan 30T. 3.6 Pendekatan sistem struktur Faktor Eksternal Kondisi tanah 1) Tanah ekspansif: diasumsikan tanah stabil terdapat pada kedalaman lebih dari 2 meter dari permukaan tanah asli. Beban eksternal - Resistansi gaya lateral (seismik dan angin) dilakukan dengan kombinasi dinding core beton dibagian dalam dan mega kolom komposit dibagian luar yang dihubungkan dengan struktur rangka baja outrigger yang bekerja secara - komposit dengan lantai diafragma horizontal. Beban lateral arah tegak lurus bangunan ditahan oleh 8 mega kolom komposit frontal, beban lateral arah diagonal ditahan oleh 8 mega kolom baja pada sudut. Faktor Internal

Konfigurasi Ruang dan Fungsi Ruang 1) Pertimbangan perancangan ruang (denah) Denah bangunan yaitu berbentuk oktagonal yang diambil dari denah tipikal pagoda dengan service core oktagonal pula yang melayani lift ke skylobby perkantoran dan hotel. Sumbu silang/salib merupakan ekspres area entrans dan sirkulasi utama yang konsisten dengan pengaturan zona zona elevator ke lobi lobi atas. Pengaturan denah perkantoran dan hotel sangat dibatasi oleh bentuk segidelapan (arsitektur pagoda) dan sistim struktur yang menunjang konsep pagoda. 2) Beban mati atau beban hidup Floor to Floor Umumnya ketinggian ruang pada fungsi bangunan publik adalah 4 meter. Struktur Konsep sistim struktur JIN MAO TOWER berdasarkan pada: 1. Penggunaan penempatan beton bertulang secara strategis yang dipadukan dengan struktur baja untuk menahan beban beban lateral ekstrem dan gravitasi dengan efisiensi struktur maksimum tanpa biaya material struktur yang berlebihan. 2. Penggunaan prinsip prinsip fisika untuk meningkatkan efektivitas momen inersia bangunan. 3. Reduksi kelebihan elemen elemen struktur yang secara signifikan meningkatkan nilai ekonomis bangunan. Persyaratan Perancangan Sistem Struktur Bangunan: Kelayakan (service ability) Kestabilan (stability) Kekuatan (strength) Keamanan (safety) Keawetan (durability) Secara umum, struktur bangunan dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu base structure (pondasi), struktur rangka bangunan (kolom-balok), dan upper structure (struktur atap). Ketiganya harus membentuk suatu kesatuan sistem struktur yang tertutup, kokoh, dan kaku (rigid). Kriteria Pemilihan Sistem Struktur 1. Resistance to Load

Sistem struktur dipilih atas dasar kemampuannya melawan beban utama (gravitasi, angin, gempa) Kemampuan mempertahankan stabilitas bangunan Berkekuatan melawan perubahan bentuk dan pergeseran struktur secara parsial atau menyeluruh Sistem struktur memiliki daya tahan sampai batas waktu yang dikehendaki 2. Building Use dan Function Sistem struktur ditentukan oleh tipe atau fungsi bangunan Sistem struktur ditentukan oleh bentuk dan dimensi ruang Sistem struktur ditentukan oleh ketinggian dan tata ruang secara horizontal dan vertikal 3. Integration to Order Building System Sistem struktur yang memiliki kemampuan bersatu dengan sistem bangunan lainnya Dapat menjadi tumpuan ekterior cladding serta komponen fasade lainnya Selain itu, jaringan mekanikal, elektrikal dapat terakomodir di celah sistem struktur oleh adanya sifat fleksibilitas sistem tersebut. 4. Cost Infulence Berkaitan dengan masalah biaya dengan bahan serta sistem konstruksi tahan api, antisipasi, bentang, style yang diinginkan dan adanya sifat integritas. Berkaitan dengan biaya dan penataan the most economical arrangement dari sistem struktur. Berkaitan dengan keterbatasan biaya.