Lima Syarat Wajib Haji

dokumen-dokumen yang mirip
Hukum Mengubah Nazar

Apakah Masjidil Haram Sama Dengan Masjid-Masjid Lainnya Di Tanah Haram?

Pertama Kali Wahyu Turun

Fadhilah Siwak. Syaikh Amin bin Abdullah asy-syaqawi. Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Hukum Onani. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Syaikh Muhammad al-utsaimin rahimahullah

Tata Cara Sujud Tilawah

Membatalkan Shalat Witir

Hukum Berobat Kepada Dukun Dan Peramal

Memetik Pelajaran Dari al-qur'an Surat At Taubah

Tata Cara Shalat Malam

Pembunuh Sembilan Puluh Sembilan Nyawa

Kisah Nabi Sulaiman alaihissalam

Hukum Menanam Saham Di Sebagian Perusahaan

Pelajaran Dari Perang Badar

Kelembutan Dalam Islam

Syarah Istighfar dan Taubat

Pengertian Ikhlas. Syaikh Muhammad Bin Shalih al-'utsaimin. rahimahullah. Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Apa Yang Terjadi Pada Mayit Di Kuburnya

Dorongan Untuk Memanfaatkan Berbagai Sarana Informasi dengan Beberapa Syarat. Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Hukum Memakai Emas Dan Intan Bagi Laki-Laki

Wa ba'du: penetapan awal bulan Ramadhan adalah dengan melihat hilal menurut semua ulama, berdasarkan sabda Nabi r:

TAFSIR AKHIR SURAT AL-BAQARAH

Waktu Shalat Malam. Dr. Muhammad bin Fahd al-furaih. Dinukil dari Buku Masalah-Masalah Shalat Malam. (hal )

Di Antara Kemungkaran Pakaian Wanita Dalam Pesta Perkawinan

Hukum Bersiwak Bagi Yang Puasa Setelah Gelincir Matahari

As-hamad, Penguasa Yang Maha Sempurna dan Tempat Bergantung Segala Sesuatu

Membalas Kebaikan Orang Lain

Jaga Emosi Anda! Syaikh Amin bin Abdullah asy-syaqawi. Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Hukum Ucapan Fulan Mati Syahid

Kisah Sebuah Amanah. Abu Ishaq al-huwaini al-atsari. Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Sekelumit Tentang Perang Badar

Jembatan Antara Surga Dan Neraka

Adab Menjenguk Orang Sakit

Bersegera Memenuhi Seruan Allah dan Rasul-Nya

Nabi Yahya dan Lima Ajaran untuk Kaumnya

Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail alaihimassalam

Tiga Kedustaan Yang Dilakukan Nabi Ibrahim alaihissalam

Apakah Asal dalam Dakwah Adalah Tauqifi?

Mendulang Faidah Dari Surat al- Qomar (Ayat : 54-55)

Adab Berpakaian. Syaikh Amin bin Abdullah asy-syaqawi. Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Yang Diizinkan Tidak Berpuasa

Nabi Musa dan Hidhir alaihimassalam

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Cara Menyisir Rambut

Negeri Yang Wajib Ditinggalkan

Siapakah Mukmin Sejati?

Qawaid Fiqhiyyah. Niat Lebih Utama Daripada Amalan. Publication : 1436 H_2015 M

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Hukum Hadiah yang Diberikan Oleh Pusat-Pusat Perbelanjaan

Hukum Meninggalkan Haji Sunnah Untuk Memberikan Kesempatan Kepada Kaum Muslimin

Cara Terbaik Untuk Amar Ma ruf dan Nahi Munkar

Kepada Siapa Puasa Diwajibkan?

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Mengganti Puasa Yang Ditinggalkan

Hukum Bersumpah Atas Nama Nabi Muhammad shalallahu alihiwasallam

BAB IV KONSEP SAKIT. A. Ayat-ayat al-qur`an. 1. QS. Al-Baqarah [2]:

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

PANDUAN ISLAMI DALAM MENAFKAHI ISTRI

Shalat Isya Di Belakang Imam Yang Shalat Tarawih

Hukum-Hukum Wasiat. Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa. Terjemah :Muhammad Iqbal A.Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

HADITS TENTANG RASUL ALLAH

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Riddah: Pengertian, Sebab Dan

Apakah Membaca Iftitah Wajib di Setiap Raka at dalam Shalat Atau Cukup Di Awal Saja?

Buah Keimanan. Abdul Jabbar. Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

ADAB MEMAKAI SANDAL آداب التنعل. Penyusun : Majid bin Su'ud al Usyan. Terjemah : Muzafar Sahidu bin Mahsun Lc. Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Menghormati dan Menghargai Ulama

Abu Ishaq al-huwaini al-atsari

Tafsir Ringkas Surat at-tiin

Tafsir Surat an-nashr

Isra Dan Mi'raj. Muhammad bin Abdullah bin Mu aidzir. Terjemah : Muzaffar Sahidu Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Salaf dan Berbakti Kepada Ibu

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Orang Yang Meninggal Namun Berhutang Puasa

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

Tafsir Surat al-aadiyaat

Perkara yang Bermanfaat Bagi Seorang yang Telah Mati PERKARA YANG BERMANFAAT BAGI SEORANG YANG TELAH MATI

Mimpi Yang Dilihat Oleh Nabi Shalallahu'alaihi wasallam

Mengabulkan DO A Hamba-Nya

Tata Cara Shalat dalam Pesawat

Hukum Poligami. Syaikh Abdul Aziz bin Baz -rahimahullah- Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Doa dan Dzikir Seputar Musuh dan Penguasa

Syafaat Kubra. Abu Ishaq al-huwaini al-atsari. Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Pengobatan Dengan Ruqyah Untuk Penyakit Kejiwaan

Tatkala Menjenguk Orang Sakit

KAIDAH FIQH. Disyariatkan Mengundi Jika Tidak Ketahuan Yang Berhak Serta Tidak Bisa Dibagi. حفظه هللا Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf

SIFAT WUDHU NABI. 2. Kemudian berkumur-kumur (memasukkan air ke mulut lalu memutarnya di dalam dan kemudian membuangnya)

HambaKu telah mengagungkan Aku, dan kemudian Ia berkata selanjutnya : HambaKu telah menyerahkan (urusannya) padaku. Jika seorang hamba mengatakan :

Orang yang Terakhir Masuk Surga dan yang Paling Rendah

Serial Bimbingan & Penyuluhan Islam

Transkripsi:

Lima Syarat Wajib Haji ] إندوني [ Indonesia Indonesian Syaikh Amin bin Abdullah asy-syaqawi Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2013-1434

وط وجوب احلج» باللغة الا ندونيسية «الشيخ أم بن عبد ا الشقاوي تر ة: رف هداية ا أبو أمامة مراجعة: أبو ز اد إي و هار انتو 2013-1434

Lima Syarat Wajib Haji Segala puji hanya untuk Allah Ta'ala, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulallah. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah dengan benar melainkan Allah semata yang tidak ada sekutu baginya, dan aku juga bersaksai bahwa Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam adalah seorang hamba dan utusannya. Amma ba'du: Sesungguhnya ibadah haji merupakan salah satu pilar dari pilarpilar agama Islam, satu kewajiban dari kewajiban-kewajiban Islam yang agung. Adapun fadhilah haji sangatlah banyak sekali, sedangkan hukumnya adalah wajib bagi tiap muslim sekali dalam seumur hidupnya. Dan para ulama telah menetapkan kalau ibadah haji wajib dengan lima syarat: Syarat pertama: Islam. Sehingga dalam syarat ini, mengeluarkan orang kafir dan musyrik. Jadi, ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima. Demikian pula tidak boleh memberi kelonggaran bagi mereka untuk masuk ke dalam masjidil Haram. Berdasarkan firman Allah tabaraka wa ta'ala: ٢ ذ م ه م ع س ا م ون ٱلم ج د ٱ رام س ٱلم وا ر ق ف د [تلو ة: ٢٨] "Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini". (QS at- Taubah: 28). 3

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau mengabarkan: "Bahwa Abu Bakar ash- Shidiq pernah di utus pada suatu urusan yang membawa pesan dari Rasulallah shalallahu 'alaihi wa sallam sebelum haji wada', pada saat hari haji besar untuk menyeru manusia yang ada disitu, isi pesannya yaitu: ك و ام م ع ع د ال قال رسول االله ص االله عليه وسلم:» أ «[أخرجه بلخاري و مسلم] طوف ب ا ي ت ع ر ان "Jangan engkau ijinkan orang musyrik untuk berhaji setelah tahun ini, dan jangan (kalian) melakukan thawaf di Ka'bah dalam keadaan telanjang". HR Bukhari no: 1622. Muslim no: 1347. Syarat Kedua: Berakal. Maka orang gila tidak disuruh untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan jika seandainya dia melakukan, maka ibadah haji dan umrahnya tidak sah, disebabkan karena hilang akalnya. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Ali radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ا م ن ا «[أخرجه قال رسول االله ص االله عليه وسلم:» ر ف ع ا ل ق ل م ن ث ث : ون ع ق ل ج م ن ال ل م و ن ال ح ت س ي ق و و أبو داود] "Catatan pena diangkat terhadap tiga golongan. Orang yang tertidur sampai dirinya terbangun, anak kecil hingga dirinya dewasa, 4

dan orang gila sampai dirinya sadar". HR Abu Dawud no: 4403. Dinyatakan shahih oleh al-albani dalam Irwa'ul ghalil 2/4 no: 297. Syarat Ketiga: Dewasa. Sehingga tidak wajib ibadah ini atas anak kecil hingga dirinya dewasa, berdasarkan hadits yang terdahulu. Namun, jika seandainya dia melakukan ibadah haji maka hajinya sah, akan tetapi, belum mencukupi kewajiban hajinya dalam Islam. Berdasarkan haditsnya Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa ada seorang wanita yang mengangkat anaknya kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam sembari bertanya: "Apakah anak ini mendapatkan ibadah haji? Maka Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Ia, dan untukmu pahala". HR Muslim no: 1336. Demikian pula berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma yang lainnya. Beliau mengatakan: "Bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ث ع ل ي ه م ب ل غ ا م ا قال رسول االله ص االله عليه وسلم:» رى «[أخرجه خ ج ة أ ه لي ع ع ت م أ د ب ا م رى و خ ا ج ة أ 5 بن خز مة واحلا م] "Siapa saja anak kecil yang berhaji kemudian dirinya telah dewasa, maka wajib baginya untuk melakukan ibadah haji kembali. Dan budak mana saja yang berhaji kemudian dirinya dibebaskan maka wajib bagi dirinya untuk melakukan ibadah haji kembali". HR Ibnu Khuzaimah 4/349. al-hakim dalam Mustadrak 2/144 no: 1812. dinyatakan shahih oleh al-hafidh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 4/71. Imam Tirmidzi menjelaskan: "Para ulama telah bersepakat bahwa anak kecil apabila berhaji sebelum dirinya berakal maka wajib bagi dirinya untuk melakukan ibadah haji kembali jika dirinya

telah dewasa, disebabkan haji yang pertama dilakukan belum mencukupi dari haji Islamnya. Demikian pula budak yang berhaji tatkala masih dikuasai oleh tuannya kemudian dirinya dibebaskan maka wajib untuk mengerjakan ibadah haji kembali bila mempunyai sarana untuk melakukan perjalanan ke Makkah. Dan tidak cukup haji yang pertama dahulu dilakukan manakala masih dalam keadaan menjadi budak. Ini merupakan pendapatnya Sufyan ats-tsauri, Syafi'i, Ahmad dan Ishaq". 1 Syarat Keempat: Sempurna dalam kebebasannya. Sehingga tidak wajib ibadah haji bagi seorang budak. Akan tetapi, kalau seandainya dia berhaji maka hajinya sah. Namun, hajinya tidak mencukupi haji Islam. Berdasarkan sabda Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam dalam haditsnya Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, yang terdahulu. ع ت ع ل ي ه م ا ب د م أ و قال رسول االله ص االله عليه وسلم:» رى خ ج ة أ «[أخرجه بن خز مة واحلا م] "Dan budak mana saja yang berhaji kemudian dirinya dibebaskan maka wajib bagi dirinya untuk melakukan ibadah haji kembali". HR Ibnu Khuzaimah 4/349. al-hakim dalam Mustadrak 2/144 no: 1812. dinyatakan shahih oleh al-hafidh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 4/71. Syarat Kelima: Mampu. Maka ibadah haji hanya diwajibkan bagi orang yang mampu untuk melakukan perjalanan ke Baitul Haram berdasarkan nash al- Qur'an dan as-sunah. Dan yang dimaksud dengan mampu disini ialah 1. Sunan at-tirmidzi hal: 169. 6

mencakup mampu dari sisi badan dan juga materinya. Berdasarkan firman Allah ta'ala: ] ال عمران: ٩٧] إ ه س ب ي ٩ ٱ ي ت م ن ٱست ط اع و ٱ ا س "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah". (QS al-imran: 97). Sehingga bagi siapa saja yang tidak sanggup untuk menunaikan ibadah haji dan umrah disebabkan karena sudah sangat tua, atau sakit yang tidak diharapkan lagi kesembuhannya, atau badannya mampu, namun, dirinya tidak mempunyai harta yang cukup untuk berhaji dan umrah, maka orang-orang ini tidak wajib melakukan ibadah haji. Akan tetapi, bagi orang yang tidak mampu badannya namun dirinya mempunyai harta cukup maka dirinya harus mewakilkan pada orang lain supaya menghajikan atau mengumrahkan dirinya. Dan mewakilkan ibadah haji dan umrah merupakan perkara yang disyari'atkan, berdasarkan haditsnya Abu Razin al-uqaili radhiyallahu 'anhu, bahwasanya beliau pernah datang kepada Nabi shalallahu 'alahi wa sallam sambil bertanya: "Ya Rasulallah, sesungguhnya bapakku sudah sangat tua, dan dirinya sudah tidak mampu untuk melakukan haji tidak pula umrah serta berangkat ke Makkah? Maka Nabi menjawab: «[أخرجه ن أ يك وا تم ر قال رسول االله ص االله عليه وسلم:» لرتمذي] "Berhajilah kamu untuk ayahmu serta berumrahlah untuknya". HR at-tirmidzi no: 930. 7

Demikian pula berdasarkan haditsnya Fadhl bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, yang mana beliau pernah berkata: "Ada seorang perempuan dari Khats'am yang datang pada haji wada', sembari berkata: "Wahai Rasulallah, sesungguhnya kewajiban Allah atas hambanya dalam ibadah haji telah menjumpai ayahku yang sudah sangat tua, dirinya sudah tidak mampu untuk berdiri diatas hewan tunggangannya, apakah cukup baginya jika sekiranya aku menghajikan untuknya? Beliau menjawab: "Ia". HR Bukhari no: 1513. Muslim no: 1334. Dan barangsiapa meninggal lalu meninggalkan harta cukup, sedang dirinya belum menunaikan ibadah haji. Maka dikeluarkan dari harta peninggalannya untuk membiayai orang yang menghajikannya. Dan hendaknya ada yang menghajikannya. Berdasarkan haditsnya Buraidah bin al-hushaib radhiyallahu 'anhu, didalamnya diceritakan: "Ada seorang wanita yang ditinggal meninggal oleh ibunya, maka dia bertanya kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya ibuku belum menunaikan ibadah haji sekalipun, apakah aku hajikan untuknya? Beliau menjawab: "Hajikanlah untuknya". HR Muslim no: 1149. Kemudian syarat diatas bertambah menjadi enam bagi perempuan yaitu adanya mahram yang menemaninya ketika berhaji. Berdasarkan keterangan dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Beliau mengatakan: "Bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: قال رسول االله ص االله عليه وسلم:». ج ل إ ومعها رم ا ر ه لي خ ل ع يد إ م ع ذ ي ر و أ ر م س اف ر ال ن أ ر د أ إ ا رس ول ا : ي قال رج ل 8

«[أخرجه : قال. ر د ا ت رأ ام ا و ذ ا و ذ أخ ر جي بلخاري و مسلم] ا ه ع اخ ر ج م "Tidak boleh bagi seorang wanita bepergian kecuali bila ditemani oleh mahramnya, dan janganlah seorang lelaki masuk kepadanya melainkan bersama mahramnya". Maka ada seorang yang bertanya: "Ya Rasulalah, sesungguhnya aku ingin pergi bersama pasukan ini dan itu, sedang istriku ingin berhaji? Maka beliau mengatakan: "Keluarlah, pergi bersama istrimu". HR Bukhari no: 1862. Muslim no: 1341. Akhirnya kita ucapkan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga Allah curahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga beliau serta para sahabatnya. 9