BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

dokumen-dokumen yang mirip
2016, No Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5208); 3. Peraturan Pemerintah Nomor

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

NOMOR PM 103 TAHUN 2017 TENTANG PENGATURAN DAN PENGENDALIAN KENDARAAN YANG MENGGUNAKAN JASA ANGKUTAN PENYEBERANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2016, No Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5208); 3. Peraturan Pemerintah Nomor

2017, No logistik guna mengembangkan pertumbuhan ekonomi nasional, perlu menyesuaikan ketentuan permodalan badan usaha di bidang pengusahaan an

D3 TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BAB I PENDAHULUAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2015, No ruang wilayah Kabupaten Manggarai Barat sebagaimana yang direkomedasikan oleh Bupati Manggarai Barat melalui surat Nomor BU.005/74/IV

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM. 84 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PELABUHAN LINAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2016, No Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5208); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan (Lembaran N

2016, No kepelabuhanan, perlu dilakukan penyempurnaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 51 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan L

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2015 TENTANG

2017, No Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2720); 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (Lemb

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 64, Tambahan L

2016, No Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5208); 3. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 20

BAB I PENDAHULUAN D3 TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG. Gambar 1.1 Pulau Obi, Maluku Utara

2016, No Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5208); 3. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2

2 2. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 151, Tambahan Lembaran Negara

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA NOMOR 05 TAHUN 2009 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH DI PELABUHAN

TIPE DERMAGA. Dari bentuk bangunannya, dermaga dibagi menjadi dua, yaitu

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR 13 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN IZIN PEMBANGUNAN DAN PENGOPERASIAN PELABUHAN SUNGAI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 1996 TENTANG KEPELABUHANAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997

2015, No Antara Pemerintah Dengan Badan Usaha Pelabuhan di Bidang Kepelabuhanan; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pela

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 69 TAHUN 2017 TENTANG RENCANA INDUK PELABUHAN REMBANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 1996 Tentang : Kepelabuhanan

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2016, No menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang perhubungan; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf

2 Tahun 2009 Nomor 151, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5070); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Kenavigasian (Lemb

PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 67 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA INDUK PELABUHAN PENYEBERANGAN SINABANG KABUPATEN SIMEULUE

2017, No Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 151, Tambahan L

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK,

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 48 TAHUN 2018 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN PELAYANAN PUBLIK KAPAL PERINTIS

2013, No Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah diubah terakhir deng

RANCANGAN PERATURAN MENTERI TENTANG PENYELENGGARAAN PELABUHAN PENYEBERANGAN MENTERI PERHUBUNGAN,

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

2017, No Tahun 2009 Nomor 151, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5070) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nom

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 193/PMK.03/2015 TENTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

No. 1418, 2014 BNPB. Logistik. Peralatan. Penanggulangan Bencana. Penghapusan. Pedoman.

BAB 1 PENDAHULUAN. mendistribusikan hasil bumi dan kebutuhan lainnya. dermaga, gudang kantor pandu dan lain-lain sesuai peruntukannya.

BERITA NEGARA. No.1534, 2015 KEMENAKER. Lift. Orang dan Barang. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Syarat. Perubahan. PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN

MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BUPATI BARITO UTARAA PERATURAN BUPATI BARITO UTARA NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG DI SUNGAI BARITO DALAM WILAYAH KABUPATEN BARITO UTARA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN DAERAH PROPINSI SULAWESI TENGAH NOMOR : 03 TAHUN 2007 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 69 TAHUN 2001 TENTANG KEPELABUHANAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Pesawat Polonia

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 29 TAHUN 2016 TENTANG STERILISASI PELABUHAN PENYEBERANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2017, No tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2017; Mengingat : 1. Undang

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 19 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENGHAPUSAN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA

2018, No Negara Republik Indonesia Nomor 4849); 3. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara R

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PERKERETAAPIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PERKERETAAPIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LAMPIRAN NOMOR 191 TAHUN 2014 RINCIAN KONSUMEN PENGGUNA DAN TITIK SERAH JENIS BAHAN BAKAR MINYAK TERTENTU. 1.

No. 1411, 2014 BNPB. Logistik. Peralatan. Penanggulangan Bencana. Manajemen. Pedoman.

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.08/MEN/VII/2010 TAHUN 2010 TENTANG ALAT PELINDUNG DIRI

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1554, 2014 BNPB. Bantuan Logistik. Peralatan. Penanggulangan Bencana. Distribusi. Pedoman.

2016, No Republik Indonesia Nomor 4152); 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN NUNUKAN NOMOR 04 TAHUN 2005

2015, No Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264) sebagaimana telah beberapa kali diubah

II. TINJAUAN PUSTAKA. menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa melalui sarana laut.

2017, No Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 64, Tambahan Lembaran Nega

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166

TATANAN KEPELABUHAN NASIONAL KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM 53 TAHUN 2002 MENTERI PERHUBUNGAN,

2017, No c. bahwa untuk mempercepat penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk angkutan barang di laut, darat, dan udara diperlukan progr

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Transkripsi:

No.1659, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BNPB. Penyimpanan. Kendaraan. Penanggulangan Bencana. Tata Cara. PERATURAN KEPALABADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 05 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARAPENYIMPANAN KENDARAAN PENANGGULANGAN BENCANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan penyimpanan kendaraan penanggulangan bencana yang dihibahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi/Kabupaten/ Kota perlu diatur Tata Cara Penyimpanan Kendaraan Penanggulangan Bencana; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana tentang Tata Cara Penyimpanan Kendaraan Penanggulangan Bencana; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 2. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723);

2015, No.1659-2- 3. Undang-Undang Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundangan-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 2534, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4624); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4828); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4829); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 151, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5070); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5533); 9. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana; 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96 tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara; 11. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan BencanaNomor 6Tahun 2014 tentang Pembentukan Produk Hukum di Lingkungan Badan Nasional

-3-2015, No.1659 Penanggulangan Bencana (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 557); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA TENTANG TATA CARA PENYIMPANAN KENDARAAN PENANGGULANGAN BENCANA. BAB I KETENTUAN UMUM Bagian Kesatu Umum Pasal 1 Dalam Peraturan Kepala BNPBini yang dimaksud dengan: 1. Badan Nasional Penanggulangan Bencana, yang selanjutnya disingkat dengan BNPB adalah lembaga pemerintah nonkementerian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 2. Badan Penanggulangan Bencana Daerah, yang selanjutnya disingkat BPBD adalah badan pemerintah daerah yang melakukan penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah. 3. Kendaraan adalah alat transportasidarat, air dan udara baik yang digerakkan oleh mesin maupun oleh makhluk hidup, kendaraan ini biasanya buatan manusia, tetapi ada yang bukan buatan manusia dan masih bisa disebut kendaraan. 4. Kendaraan Penanggulangan Bencana yang selanjutnya disingkat Kendaraan PB adalah kendaraan dengan segala fungsi dan perlengkapannya yang dipergunakan untuk membantu pencarian, penyelamatan dan evakuasi masyarakat yang terkena bencana, membantu pemenuhan kebutuhan dasar dan untuk pemulihan segera prasarana dan sarana vital dalam rangka penanggulangan bencana dan dicatat sebagai Barang Milik Negara.

2015, No.1659-4- 5. Jenis Kendaraan Penanggulangan Bencana adalah Kendaraan Darat dan Air yang dipergunakan untuk penanggulangan bencana. 6. Gudang adalah sebuah ruangan yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam barang. 7. Pergudangan adalah segala upaya pengelolaan gudang yang meliputi penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan, pendistribusian, pengendalian dan pemusnahan, serta pelaporan material dan peralatan agar kualitas dan kuantitas terjamin. 8. Operasional Pergudangan adalah proses pengelolaan gudang mulai dari penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan, pendistribusian, pengendalian dan pemusnahan sampai dengan pelaporan. 9. Penyimpanan adalah proses kegiatan menyimpan kendaraan di dalam gudang dengan cara menempatkan kendaraan yang diterima untuk kepentingan operasional. 10. Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratandan/atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagaitempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaanyang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik-turun penumpang, dan/atau bongkar muat barang,berupa terminal dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan sertasebagai tempat perpindahan intra dan antarmodatransportasi. 11. Kepelabuhanan adalah segala sesuatu yang berkaitandengan pelaksanaan fungsi pelabuhan untuk menunjangkelancaran, keamanan, dan ketertiban arus lalu lintaskapal, penumpang dan/atau barang, keselamatan dankeamanan berlayar, tempat perpindahan intra-dan/atauantarmoda serta mendorong perekonomian nasional dandaerah dengan tetap memperhatikan tata ruang wilayah. 12. Dermaga adalah suatu bangunan pelabuhan yang digunakan untuk merapat dan menambatkan kapal yang

-5-2015, No.1659 akan melakukan bongkar muat barang dan menaikturunkan penumpang dengan konstruksi tertentu. Bagian Kedua Maksud dan Tujuan Pasal 2 (1) Tata cara penyimpanan kendaraan PB dimaksudkan untuk mewujudkanpenyimpanan kendaraan PB yang baik, benar dan aman. (2) Tata cara penyimpanan kendaraan PBsebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk terwujudnya kesiapan, dan terjaganya kuantitas serta kualitaskendaraan PB. Bagian Ketiga Ruang Lingkup Pasal 3 Ruang lingkup tata cara penyimpanan kendaraan ini meliputi: a. jenis kendaraan PB; b. pengelolaan tempat penyimpanan kendaraan PB; dan c. pelaksanaan penyimpanan kendaraan PB. BAB II JENIS KENDARAAN PENANGGULANGAN BENCANA Pasal 4 (1) Kendaraan Darat PB berupa mobil dan/atau motor yang digunakan untuk penanggulangan bencana terdiri dari mobil : a. truk serba guna; b. dapur umum lapangan; c. truk tangki air; d. ambulance; e. toilet; f. rescue;

2015, No.1659-6- g. logistik dan peralatan; h. pick up; atau i. motor trail. (2) Kendaraan Air PB berupa perahu dan/atau kapal yang digunakan baik untuk angkutan di laut, sungai maupun danau dalam rangka penanggulangan bencana terdiri atas : a. speed boat polyethylene; b. speed boat fiber; dan c. perahu dolphin. BAB III PENGELOLAAN TEMPAT PENYIMPANAN Bagian Kesatu JenisTempat Penyimpanan Kendaraan Pasal 5 (1) Tempat penyimpanan kendaraan darat dibedakan menjadi : a. gudang tertutup yaitu gudang yang letaknya dalam sebuah bangunan tertutup, tidak bergerak, tidak untuk lalu lintas barang dan digunakan untuk menyimpanan barang; b. gudang terbuka terdiri dari gudang terbuka tidak diolah yaitu berupa suatu lapangan terbuka yang permukaanya hanya diratakan tanpa diperkeras dan gudang terbuka diolah yaitu berupa lapangan terbuka yang sudah diratakan dan diperkeras yang diperuntukkanbagi logistik yang tidak cepat terpengaruh oleh cuaca; dan c. gudang semi tertutup yaitu bangunan yang beratap tanpa dinding-dinding ujung yang lengkap, dan diperuntukkan untuk menyimpan logistik yang memerlukan pertukaran udara maksimum serta tidak memerlukan perlindungan lengkap tanpa udara.

-7-2015, No.1659 (2) Tempat penyimpanan kendaraan air dibedakan menjadi : a. dermagaquay wall yaitu dermaga dengan struktur sejajar pantai, berupa tembok yang berdiri di atas pantai, konstruksi sheet pile baja beton atau caisson beton. Biasanya dibangun pada pantai yang tidak landai yang sering disebut sebagai pelabuhan alam sehingga kedalaman yang diinginkan tidak terlalu jauh dari garis pantai; b. dermagadolphin yaitu dermaga tempat sandar kapal dolphin di atas tiang pancang. Biasanya dibangun pada lokasi pantai landau dan dilengkapi dengantrestle sampai dengan kedalaman yang dibutuhkan; dan c. dermagajetty yaitu dermaga apung yang digunakan untuk kapal-kapal penumpang pada dermaga angkutan sungai, danau yang tidak membutuhkan konstruksi yang kuat untuk menahan muatan barang. Bagian Kedua Syarat Tempat PenyimpananKendaraan Pasal 6 (1) Syarat tempat penyimpanan kendaraan darat adalah sebagai berikut : a. memiliki tingkat keamanan tinggi; b. memiliki akses jalan keluar masuk kendaraan dengan mudah; c. memiliki fasilitas penerangan yang cukup dan peralatan bengkelkendaraan yang memadai; dan d. memiliki luas ruangan yang cukup sesuai dengan jumlah kendaraan yang akan disimpan. (2) Syarat tempat penyimpanan kendaraan air sebagai berikut : a. dimensi dermaga didasarkan pada jenis dan ukuran kapal yang akan merapat dan bertambat pada

2015, No.1659-8- dermaga; b. ukuran dermaga harus didasarkan pada ukuran minimal sehingga kapal dapat bertambat dan meninggalkan dermaga maupun melakukan bongkar muat dengan aman, cepat dan lancar; c. dermaga harus memenuhi syarat fungsi yaitu syarat yang berkaitan dengan tujuan akhir penggunaan dermaga, apakah untuk melayani penumpang, barang atau untuk keperluan khusus seperti melayani transportasi minyak dan gas alam cair; d. dermaga harus memenuhi syarat tingkat kepentingan yaitu pertimbangan tingkat kepentingan biasanya menyangkut adanya sumber daya yang bernilai ekonomi tinggi yang memerlukan fasilitas pendistribusian atau menyangkut sistem pertahanan nasional termasuk bencana; e. persyaratan umur (life time) pada dermaga ditentukan oleh fungsi sudut pandang ekonomi dan sosial; f. kondisi lingkungan berupa gelombang, gempa, kondisi topografi tanah yangberpengaruh langsung harus diperhatikan pada saat pembangunan dermaga termasuk kualitas air, kehidupan hewan dan tumbuhan serta kondisi atmosfir sekitar; dan g. dermaga harus memenuhi syarat faktor keamanan baik keamanan konstruksi maupun keamanan lingkungan. BAB IV PELAKSANAAN Bagian Kesatu Kendaraan Darat PB Pasal 7 Mekanisme penyimpanan mobil truk serbaguna sebagai berikut:

-9-2015, No.1659 a. mobil dan kelengkapan peralatan lainnya diperiksa terlebih dahulu; b. cuci mobil dan bersihkan semua peralatan pelengkap; c. simpan mobil dalam ruangan atau garasi, jika disimpan di luar ruangan tanpa atap, mobil ditutup dengan pelindung mobil dan tutup mobil secara berkala dibuka dan dibersihkan; d. penyimpanan mobil harus menghadap akses jalan ke luar; e. bahan bakar minyak tersimpan dalam tangki mobil minimal setengah kapasitas tangki; f. pemanasan mobil dilakukan secara rutin minimal seminggu sekali selama 20 (duapuluh) menit; g. pada saat penyimpanan, kabel aki dilepas; dan h. pada saat penyimpanan, kunci mobil disimpan di gudang dan menjadi tanggung jawab petugas gudang. Pasal8 (1) Mekanisme pengecekan mobil dapur umum lapangan sebelum disimpan sebagai berikut : a. atur semua posisi kran gas dan kran air pada kondisi terbuka untuk membuang sisa gas dan sisa air yang ada di dalam pipa gas dan pipa air; b. bersihkanfreezer sehingga dalam kondisi bersih, kering dan dalam keadaan terbuka; c. kosongkan tangki bahan bakar dan karburator genset sampai dalam kondisi benar-benar kosong; d. masukkan peralatan dapur dalam kondisi sudah dibersihkan dan dalam keadaan kering; e. lepas kanopi, dicuci sebelum dilipat dan masukkan ke kotak penyimpanan; dan f. matikan genset dan lepaskan sambungan kabel power serta bersihkan genset dengan kain kering sebelum disimpan pada rak genset pada mobil. (2) Mekanisme penyimpanan mobildapur umum lapangan sebagai berikut:

2015, No.1659-10- a. periksa mobil dan kelengkapan peralatan lainnya; b. keluarkan perlengkapan berupa tabung gas elpijidari mobil dan disimpan tersendiri; c. cuci mobil dan bersihkan semua peralatan pelengkap; d. simpan mobil dalam gudang tertutup atau gudang terbuka seperti garasi; e. posisi penyimpanan mobil harus menghadap akses jalan ke luar; f. bahan bakar minyak tersimpan dalam tangki mobil minimal setengah kapasitas tangki; g. pemanasan mobil dilakukan secara rutin minimal seminggu sekali selama 20 (dua puluh) menit; h. pada saat penyimpanan, kabel aki dilepas; i. tangki air dalam posisi kosong; dan j. pada saat penyimpanan, kunci mobil disimpan di gudang dan menjadi tanggung jawab petugas gudang. Pasal 9 Mekanisme penyimpanan truk tangki air sebagai berikut: a. mobil dan kelengkapan peralatan lainnya diperiksa terlebih dahulu; b. kosongkan tangki air kemudian cuci mobil dan bersihkan semua peralatan pelengkap; c. simpan mobil dalam ruangan atau garasi, jika disimpan di luar ruangan tanpa atap, mobil ditutup dengan pelindung mobil dan tutup mobil secara berkala dibuka dan dibersihkan; d. penyimpanan mobil harus menghadap akses jalan ke luar; e. bahan bakar minyak tersimpan dalam tangki mobil minimal setengah kapasitas tangki; f. pemanasan mobil dilakukan secara rutin minimal seminggu sekali selama 20 (dua puluh) menit; g. pada saat penyimpanan, kabel aki dilepas; dan

-11-2015, No.1659 h. pada saat penyimpanan, kunci mobil disimpan di gudang dan menjadi tanggung jawab petugas gudang. Pasal 10 Mekanisme penyimpanan mobil ambulancesebagai berikut: a. mobil dan kelengkapan peralatan lainnya diperiksa terlebih dahulu. b. cuci mobil dan bersihkan semua peralatan pelengkap; c. simpan mobil dalam garasi beratap; d. penyimpanan mobil harus menghadap akses jalan ke luar; e. bahan bakar minyak tersimpan dalam tangki mobil minimal setengah kapasitas tangki; f. pemanasan mobil dilakukan secara rutin minimal seminggu sekali selama 20 (duapuluh) menit; g. pada saat penyimpanan, kabel aki dilepas; h. pada saat penyimpanan, kunci mobil disimpan di gudang dan menjadi tanggung jawab petugas gudang; dan i. peralatan kesehatan yang ada di dalam ambulance perlu dibersihkan. Pasal 11 Mekanisme penyimpanan mobil toilet sebagai berikut: a. mobil dan kelengkapan peralatan lainnya diperiksa terlebih dahulu; b. kosongkan dan bersihkan tangki air kotor; c. bersihkan toilet pria dan wanita; d. cuci mobil dan semua perlengkapan kemudian kosongkan tangki air; e. simpan mobil dalam ruangan atau garasi, jika disimpan di luar ruangan tanpa atap, mobil ditutup dengan pelindung mobil dan tutup mobil secara berkala dibuka dan dibersihkan; f. penyimpanan mobil harus menghadap akses jalan ke luar; g. bahan bakar minyak tersimpan dalam tangki mobil

2015, No.1659-12- minimal setengah kapasitas tangki; h. pemanasan mobil dilakukan secara rutin minimal seminggu sekali selama 20 (duapuluh) menit; i. pada saat penyimpanan, kabel aki dilepas; dan j. pada saat penyimpanan, kunci mobil disimpan di gudang dan menjadi tanggung jawab petugas gudang. Pasal12 Mekanisme penyimpanan mobil rescuesebagai berikut: a. mobil dan kelengkapan peralatan lainnya diperiksa terlebih dahulu; b. simpan mobil dalam garasi, jika disimpan di luar ruangan tanpa atap, mobil ditutup dengan pelindung mobil dan tutup mobil secara berkala dibuka dan dibersihkan; c. penyimpanan mobil harus menghadap akses jalan ke luar; d. bahan bakar minyak tersimpan dalam tangki mobil minimal setengah kapasitas tangki; e. pemanasan mobil dilakukan secara rutin minimal seminggu sekali selama 20 (duapuluh) menit; f. pada saat penyimpanan, kabel aki dilepas; dan g. pada saat penyimpanan, kunci mobil disimpan di gudang dan menjadi tanggung jawab petugas gudang. Pasal13 Mekanisme penyimpanan mobil logistik peralatan dan mobil pick upsebagai berikut: a. cuci dan bersihkan mobil; b. simpan mobil dalam ruangan atau garasi, jika disimpan di luar ruangan tanpa atap, mobil ditutup dengan pelindung mobil dan tutup mobil secara berkala dibuka dan dibersihkan; c. penyimpanan mobil harus menghadap akses jalan ke luar; d. bahan bakar minyak tersimpan dalam tangki mobil minimal setengah kapasitas tangki;

-13-2015, No.1659 e. pemanasan mobil dilakukan secara rutin minimal seminggu sekali selama 20 (duapuluh) menit; dan f. pada saat penyimpanan, kunci mobil disimpan di gudang dan menjadi tanggung jawab petugas gudang. Pasal14 Mekanisme penyimpanan motor trail sebagai berikut: a. cuci dan bersihkan motor; b. simpan motordan kelengkapannya dalam garasi; c. bahan bakar minyak tersimpan dalam tangki motor minimal setengah kapasitas tangki; dan d. pada saat penyimpanan, kunci motor disimpan di gudang dan menjadi tanggung jawab petugas gudang. Bagian Kedua Kendaraan Air PB Pasal15 Mekanisme penyimpananspeed boatpolyethlyne sebagai berikut: a. posisikan kapal menghadap ke arah luar dermaga; b. pasang polyfoam fender atau balon karet pelindung badan kapal di posisi luar; c. tambatkan kapal di dermaga pada bagian samping depan dan samping belakang kapal memakai tali tambat; d. penambatan kapal di dermaga harus ada kelonggaran untuk menjaga kapal tetap terapung naik turun mengikuti air pasang dan ombak; e. naikkan mesin sampai posisi paling atas dengan menekan tombol di remote control; f. kosongkan air tawar dalam tangki; g. pastikan semua instrumen dimatikan; h. matikan saklar utama dengan memutar ke posisi off; i. cuci badan kapal dengan sabun dan air bersih, instrumen dibersihkan dengan lap basah dan keringkan; j. tutup layar monitor GPS dengan kap penutupnya;

2015, No.1659-14- k. penyimpanan kapal untuk waktu yang lama, instrumengps dilepas dari kapal; l. GPS disimpan di gudang yang bersih terhindar dari kotoran, air, sinar matahari, hawa panas dan sumber api; m. hidupkan saklar pompa bilge yang ada di dashboard ke posisi automatic; n. periksa kondisi daya aki seminggu sekali, jika aki kurang daya segera dicharge; o. kunci kapal disimpan di petugas operasional kapal dan bertanggung jawab terhadap kondisi kapal tersebut; dan p. panaskan dan jalankan kapal seminggu sekali. Pasal16 Mekanisme penyimpanan speed boat fibersebagai berikut: a. pastikan semua alat navigasi, permesinan dan alat kelistrikan sudah dimatikan terlebih dahulu; b. lepaskan kabel aki yang terpasang di speed boat; c. tutup rapat pintu, kaca-kaca dan ventilasi yang ada di speed boat; d. sandarkan speed boat di dermaga yang terdekat dengan kantor; e. apabila letak kantor dan dermaga berjauhan harus menugaskan 1 orang untuk menjaga speed boat; f. posisi speed boat bersandar harus dilihat dari arus air di lokasi, yaitu posisi depan speed boat/haluan harus berlawanan dengan arus air; g. ikatkan tali tambat yang ada di depan dan belakang speed boat ke dermaga; h. cara mengikatkan speed boat ke dermaga juga tidak boleh terlalu kencang, dilihat dari kondisi pasang surut air di lokasi; i. lebih baik pada saat mengikat speed boat berada pada kondisi air surut supaya dapat mengetahui seberapa kencang tali tambat harus diikat ke dermaga;

-15-2015, No.1659 j. pasang fender pelampung disisi kiri dan kanan speed boat untuk menghindari benturan ke dermaga maupun ke speed boat lain; dan k. tutup speed boat dengan cover penutup atau terpal. Pasal17 Mekanisme penyimpanan perahu Polyethylenesebagai berikut: a. posisikan perahu menghadap ke luar dermaga; b. pasang polyfoam fender atau balon karet pelindung badan perahu di posisi luar; c. tambatkan perahu di dermaga pada bagian samping depan dan samping belakang perahu memakai tali tambat; d. penambatan perahu di dermaga harus ada kelonggaran untuk menjaga perahu tetap terapung naik turun mengikuti air pasang dan ombak; e. naikan mesin sampai posisi paling atas dengan menekan tombol di remote control; f. pastikan semua instrumen dimatikan; g. matikan saklar utama dengan memutar ke posisi off; h. cuci badan perahu dengan sabun dan air bersih, instrumen dibersihkan dengan lap basah dan keringkan; i. tutup layar monitor GPS dengan kap penutupnya; j. penyimpanan perahu untuk waktu yang lama, instrumengps dilepas; k. GPS disimpan di gudang yang bersih terhindar dari kotoran, air, sinar matahari, hawa panas dan sumber api; l. hidupkan saklar pompa bilge yang terdapat di center console ke posisi automatic ; m. periksa kondisi daya aki seminggu sekali, jika aki kurang daya segera di charge; n. kunci perahu disimpan di petugas operasional perahu dan bertanggung jawab terhadap kondisi perahu tersebut; dan o. panaskan dan jalankan perahu seminggu sekali.

2015, No.1659-16- Pasal 18 (1) Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara penyimpanan kendaraan PB ini diatur dengan petunjuk pelaksanaan. (2) Ketentuan penyimpanan kendaraan air pada dermaga di pelabuhan umum, disesuaikan dengan administrasi kepelabuhanan yang berlaku. BAB V KETENTUAN PENUTUP Pasal 19 Peraturan Kepala BNPBini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Kepala BNPB ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 Oktober 2015 KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA, ttd Diundangkan di Jakarta pada tanggal 5 November 2016 WILLEMRAMPANGILEI DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA WIDODO EKATJAHJANA