Prosiding Manajemen Komunikasi ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
Prosiding Manajemen Komunikasi ISSN:

Hubungan antara Komunikasi Vertikal dengan Kepuasan Kerja Karyawan The Relation between Vertical Communication with Employee s Job Satisfaction

Hubungan antara Iklim Komunikasi Organisasi dengan Kinerja Karyawan Zoya

Hubungan Kegiatan Employee Relations Pertamina Cilacapdengan Motivasi Karyawan

ABSTRACT. advertisement exposure on SCTV with the buying interest s students of

Hubungan antara Kohesivitas Kelompok dengan Kepuasan Anggota Kelompok The Relation Between Group Cohesiveness and The Member Satisfactions

Prosiding Manajemen Komunikasi ISSN:

Dosen S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Universitas Telkom 3

BIOSFER: JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI (BIOSFERJPB) 2017, Volume 10 No 1, ISSN:

Supriyatin, Mieke Miarsyah, Melia Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Jakarta

PENGARUH MINAT BELAJAR DAN EMOTIONAL QUOTIENT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA N 4 BATAM TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Prosiding Manajemen Komunikasi ISSN:

Prosiding Manajemen Komunikasi ISSN:

Salsabila Khairani 1 ABSTRAK

IKLAN CENTRIN TV DAN MINAT BERLANGGANAN ICHE. A. C. NAPITUPULU

ABSTRAK. Kata Kunci : Kualitas pelayanan dan loyalitas. Universitas Kristen Maranatha

Komunikasi Antarpribadi Orangtua dan Anak dalam Penggunaan Gadget

Hubungan Antara Event Night at The Museum dengan Sikap Pengunjung Museum Geologi Bandung

Hubungan antara Kegiatan Employee Relations dengan Kepuasan Kerja The Relationship between Activities Employee Relations with Satisfaction Work

PERSEPSI MAHASISWA DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FISIP USU TERHADAP PROSES KOMUNIKASI DALAM BIMBINGAN SKRIPSI

ABSTRACT. Keywords: Internal audit and fraud. Universitas Kristen Maranatha

Prosiding Manajemen Komunikasi ISSN:

EFFECT OF ACCOUNTING PROGRAM DEVELOPMENT BANK STATEMENT OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS BASED ON THE FINANCIAL DISTRICT IN BMT TEGAL

PENGARUH KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DAN HUBUNGAN YANG HARMONIS

Fitri Saraswati / Ike Devi Sulistyaningtyas

Kajian Hubungan Antara Event Pacarun Dengan Brand Awareness Honda

HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG PELAJARAN KIMIA DENGAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA NEGERI 9 PEKANBARU

KOMUNIKASI EFEKTIF ANTARA REMAJA DENGAN AYAH YANG BERTUGAS JARAK JAUH

BAB V PENUTUP. membutuhkan bimbingan serta pengawasan dalam mengunakan gadget. Proses

Prosiding Keuangan dan Perbankan Syariah ISSN:

PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU TERHADAP MINAT BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII DI SMP PESANTREN IMMIM PUTRA MAKASSAR

ABSTRAK. by Desty Yusniarti. S. A, Sumadi, Dedy Miswar ABSTRACK

Hubungan antara Tayangan Drama Korea Di Media Online dengan Minat Penonton dalam Mengenal Budaya Korea Selatan

STRATEGI KOMUNIKASI DAN TINGKAT KESADARAN KESEHATAN

KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DAN MOTIVASI BELAJAR

LAPORAN AKHIR RESEARCH IN ACTION

ABSTRACT PRODUCT DEVELOPMENT VILLAGE SAVINGS (TAMADES) AND DPOSITS IN PD BPR BKK BOYOLALI SISKA AMALIA YULIANI F

HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KEBISINGAN DAN MASA KERJA DENGAN STRES KERJA PEKERJA DI BAGIAN WINDING PT. BMSTI SRAGEN

Keywords : Motivation To Learn, Classroom Climate, Perception

Analisis Perbedaan Kinerja Keuangan Bank Perkreditan Rakyat yang Beroperasi di Wilayah Kota dan yang Beroperasi di Wilayah Kabupaten Bandung

Prosiding Manajemen ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. canggih ini membutuhkan sarana atau media untuk menyampaikan informasi.

Prosiding Hubungan Masyarakat ISSN:

BAB III METODE PENELITIAN. pengajar muda dan peserta didik di desa tertinggal dalam meningkatkan motivasi

Hubungan Tayangan Para Petualang Cantik Trans7 dengan Minat Berwisata Keliling Indonesia

HUBUNGAN KUALITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN KEPUASAN PELAYANAN BERSTANDAR HEBAT DI FIFGROUP CABANG YOGYAKARTA

Prosiding Manajemen ISSN:

Keywords: Enquiring minds, learning result, and automotive motor

BAB I PENDAHULUAN. bisnis di setiap perusahaan. Pada masa ini, praktik pemasaran telah berkembang

THE INFLUENCE OF CAPITAL, LIQUIDITY AND EFFICIENCY TOWARDS CREDIT DISTRIBUTION RATE AT PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), TBK

GAMBARAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU MATA PELAJARAN DENGAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMPN 1 JAKARTA

HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TERHADAP MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR

Witan Faestri, Agustina Sri Purnami Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. *Korespondensi:

HUBUNGAN ANTARA KESUNGGUHAN (CONSCIENTIOUSNESS) DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI: STUDI KORELASIONAL TERHADAP SISWA KELAS X MIPA DI SMA NEGERI 38 JAKARTA

STUDI PERBANDINGAN KOMPETENSI PRAKTIK KELISTRIKAN OTOMOTIF MAHASISWA LULUSAN SMA DAN SMK PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN JPTK FKIP UNS

PENDAHULUAN. Perkembangan dunia usaha termasuk sektor Perbankan di Kota Kisaran dalam

Prosiding Akuntansi ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. Banyaknya jumlah bank menjadikan masyarakat semakin leluasa di dalam

Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. TELKOM INDONESIA SEMARANG

Ardika Agus Tirani Program Studi Pendidikan Matemtika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Prosiding Manajemen Komunikasi ISSN:

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. kolektif dari responden dengan mempergunakan kuesioner. Penelitian survei adalah

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NASABAH MENGAMBIL KREDIT PENSIUN PADA PT. BTPN KANTOR CABANG BOJONEGORO Moehadi *)

PENDEKATAN KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL GURU PADA ANAK USIA DINI DALAM PEMAHAMAN BACA IQRO (STUDI PADA TK ISLAM KEMARAYA KENDARI) Oleh :

ABSTRAK. vii. Universitas Kristen Maranatha

HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA JURNAL. Oleh MARYATI FITRIA AKHYAR SUGIYANTO

BAB I PENDAHULUAN. memainkan strategi pemasaran yang cerdik untuk dapat bertahan dan terus

Tinjauan Mengenai Pola Komunikasi Public Relations PT. Pos Indonesia

HUBUNGAN PENGGUNAAN METODE BERCAKAP-CAKAP DENGAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA 4-5 TAHUN

Iklim Komunikasi pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung

PROFIL PERHATIAN ORANG TUA KEPADA PESERTA DIDIK YANG MEMPUNYAI KESULITAN BELAJAR DI KELAS X SMA NEGERI I KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT ABSTRACT

matematis siswa SMPN 1 Karangrejo Tulungagung Tahun Pelajaran 2016/2017 yang menggunakan model discovery learning lebih baik daripada menggunakan mode

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik,

PENGARUH KELEKATAN ORANGTUA TERHADAP STRESS COPING PADA MAHASISWA YANG MENYUSUN SKRIPSI DI PRODI RUMPUN IKK, UNJ

PENDAHULUAN. : Puput Kartika Pratiwi (Universitas Negeri Yogyakarta)

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. eksplanatif sedangkan sifat penelitian adalah korelasional atau correlational research

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN KINERJA GURU DI SMA X

TUGAS AKHIR. Ditulis untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Program Diploma 3. Diajukan Oleh. Dian Hartan NIM

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Bank Lampung Pusat yang beralamat di Jalan Wolter

Transkripsi:

Prosiding Manajemen Komunikasi ISSN: 4606537 Komunikasi Antarpribadi Peonal Banker dengan Nasabah dalam Membangun Minat Berdeposito Interpeonal Communication between Peonal Banker with Customer in Order to Increase Interest on Deposit 1 Aldi Hardiana Anne Maryani 1. Bidang Kajian Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Univeitas Islam Bandung, Jl. Tamansari No.1 Bandung 40116 email : 1 hardiana.aldi@gmail.com, anmar005.@gmail.com Abstract. Banking as one of the financial institutions that have a strategic value in the economy of a country. The institutions became a intermediaries between peoples have more funds (surplus of funds) with those people need funding (lack of funds). It has become a phenomenon in the banking world where there is competition between banks to encourage custome to cooperate. By offering a variety of benefits and advantages to give a gift that custome want to cooperate with the bank. However, it becomes an obligation for a Peonal Banker having to achieve the target set by the bank. The purpose of this research was to find the correlation of openness, empathy, positivity, equality, and support of Peonal Banker in doing interpeonal communication with custome in building interest of deposit. In this research, the variable X namely Interpeonal Communication consists of openness, empathy, positivity, equality, and support variable Y is interest of deposit. The research method used is quantitative with correlational approach, with a sample of 80 people, who are custome of Bank BTPN Sinaya Sukajadi. Data analysis techniques and test hypotheses used are rank. The result of research showed that the variables X, openness, empathy, positivity, equality, and support Peonal Banker with custome has a positive and significant in building interest of deposit in Bank BTPN Sinaya Sukajadi. Keywords: Interpeonal Communication, Peonal Banker, Interest of Deposit Abstrak. Perbankan sebagai salah satu lembaga keuangan mempunyai nilai strategis dalam perekonomian suatu negara. Lembaga teebut menjadi sebuah perantara pihak memiliki dana lebih (surplus of funds) dengan pihak kekurangan dan memerlukan dana (lack of funds). Sudah menjadi fenomena di dunia perbankan di mana terjadi peaingan antar bank untuk mengajak nasabah untuk bekerja sama. Dengan menawarkan berbagai kelebihan keuntungan dan sampai memberikan hadiah agar nasabah mau bekerja sama dengan bank teebut. Namun, itu menjadi sebuah kewajiban bagi seorang Peonal Banker karena harus mencapai target ditetapkan oleh bank. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterbukaan, empati, kepositifan, kesetaraan, dukungan Peonal Banker dalam melakukan komunikasi antarpribadi dengan nasabah dalam membangun minat berdeposito. Dalam penelitian ini, variabel X yaitu Komunikasi Antarpribadi terdiri dari keterbukaan, empati, kepositifan, kesetaraan, dan dukungan variabel Y yaitu minat berdeposito. Metode penelitian digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan korelasional, dengan sampel berjumlah 80 orang, merupakan nasabah Bank BTPN Sinaya Sukajadi. Teknik analisis data dan uji hipotesis digunakan yaitu rank spearman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa variabel X, keterbukaan, empati, kepositifan, kesetaraan, dan dukungan Peonal Banker dengan nasabah memiliki positif dan signifikan Kata Kunci : Komunikasi Antarpribadi, Peonal Banker, Minat Berdeposito 80

Komunikasi Antarpribadi Peonal Banker dengan Nasabah dalam Membangun Minat Berdeposito 81 A. Pendahuluan Perbankan sebagai salah satu lembaga keuangan mempunyai nilai strategis dalam perekonomian suatu negara. Lembaga teebut menjadi sebuah perantara pihak memiliki dana lebih (surplus of funds) dengan pihak kekurangan dan memerlukan dana (lack of funds). Peranan teebut menimbulkan konsekuensi bahwa perbankan dituntut untuk mampu memberikan pemanfaatan sebesarbesarnya guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sehingga tercipta stabilitas ekonomi nasional mengarah kepada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak (Djumhana, 000:86). Peonal banker menghubungi nasabah untuk menawarkan kerjasama berupa deposito dan berbagai layanan produk lainnya, namun seringkali nasabah menolak bekerja sama dengan alasan beragam atau nasabah sudah bekerja sama dengan bank lain. Itu disebabkan karena bank membutuhkan nasabah menyimpan deposito untuk memberikan pemasukan dan revenue bagi perusahaan serta sebagai modal pinjaman untuk nasabah membutuhkan dana. Sedangkan untuk nasabah, sebuah deposito dapat memberikan solusi untuk nasabah ingin menyimpan dananya dan menguntungkan dalam jangka waktu tertentu. Hal teebut merupakan sebuah saling menguntungkan, namun di tengah maraknya bank mencari nasabah berdeposito tentu banyak peaingan di antara bankbank. Effendy (1986) menjelaskan bahwa: Pada hakikatnya komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antara seorang komunikator dengan komunikan. Jenis Komunikasi teebut dianggap paling efektif untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku manusia berhubung prosesnya dialogis. (Liliweri, 1997:1). De Vito (1976) mengemukakan juga bahwa: Komunikasi antarpribadi mempunyai lima ciri, yaitu komunikasi antarpribadi : (1) Keterbukaan atau Openness () Empati atau Empathy (3) Dukungan atau Supportiveness (4) Perasaan positif atau Positiveness (5) Kesamaan atau Equality (Liliweri, 1997:13) Berdasarkan latar belakang telah diuraikan, maka perumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: Apakah terdapat komunikasi antarpribadi antara peonal banker dengan nasabah dalam membangun minat berdeposito?. Selanjutnya, tujuan dalam penelitian ini diuraikan dalam pokokpokok sbb. 1. Apakah terdapat keterbukaan antara peonal banker dengan nasabah. Apakah terdapat empati antara peonal banker dengan nasabah 3. Apakah terdapat kepositifan antara peonal banker dengan nasabah 4. Apakah terdapat kesetaraan antara peonal banker dengan nasabah 5. Apakah terdapat dukungan antara peonal banker dengan nasabah Manajemen Komunikasi, Gelombang, Tahun Akademik 015016

8 Aldi Hardiana, et al. B. Landasan Teori Thibault dan Kelley merupakan pencetus teori pertukaran sosial. Teori ini memandang antarpribadi sebagai suatu transaksi dagang. Orang ber dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu memenuhi kebutuhannya (Rakhmat, 1996:11). Teori pertukaran sosial merupakan bagian dari teori komunikasi antarpribadi menjabarkan bagaimana seseorang tinggal dan memasuki suatu interaksi sosial dengan mempertimbangkan konsekuensi didapatkan dari suatu interaksi antarpribadi teebut. Dalam teori pertukaran sosial menggunakan ekonomi sebagai landasan teorinya mengungkapkan bahwa membangun pertemanan dan percintaan hanya akan memberikan keuntungan lebih besar. Asumsi dasar teori ini adalah bahwa setiap individu memasuki dan tinggal dalam sosial hanya selama teebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya (Rakhmat, 1996:11). Ganjaran, biaya, laba dan tingkat perbandingan menjadi empat konsep pokok dalam teori ini. a. Ganjaran adalah setiap akibat dinilai positif diperoleh seseorang dari suatu. Ganjaran berupa uang, penerimaan sosial atau dukungan terhadap nilai dipegangnya. Nilai suatu ganjaran berbedabeda antara seseorang dengan lain dan berlainan antara waktu satu dengan waktu lain b. Biaya adalah akibat dinilai negatif terjadi dalam suatu. Biaya itu dapat berupa waktu, usaha, konflik, kecemasan, dan keruntuhan harga diri dan kondisikondisi lain dapat menghabiskan sumber kekayaan individu atau dapat menimbulkan efekefek tidak menyenangkan c. Laba adalah ganjaran dikurangi biaya. Bila seorang individu merasa dalam suatu antarpribadi bahwa ia tidak memperoleh laba sama sekali, ia akan mencari lain mendatangkan laba d. Tingkat perbandingan menunjukkan ukuran baku (standar) dipakai sebagai kriteria dalam menilai individu pada masa sekarang. Ukuran baku ini dapat berupa pengalaman individu pada masa lalu atau alternatif lain terbuka baginya. (Rakhmat, 1996:11) Jenis penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian studi korelasional. Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan tetruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Menurut Sugiyono, metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu (Sugiyono, 01:7). Metode korelasional digunakan untuk : (1) mengukur di antara berbagai variabel () meramalkan variabel tak bebas dari pengetahuan kita tentang variabel bebas, dan (3) meratakan jalan untuk membuat rancangan penelitian eksperimental (Rakhmat,01, 31). Dalam penelitian ini peneliti akan mengambil populasi dari nasabah di Bank BTPN Sinaya Sukajadi berjumlah 385 orang. Peneliti akan menggunakan sampel random sederhana (simple random sampling). Sampel random sederhana merupakan teknik pengambilan sampel memberikan kesempatan sama kepada setiap anggota ada dalam populasi untuk dijadikan sampel (Siregar, 013:31). Peneliti Volume, No., Tahun 016

Komunikasi Antarpribadi Peonal Banker dengan Nasabah dalam Membangun Minat Berdeposito 83 akan mengambil sampel sebanyak 80 orang. C. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. sub variabel keterbukaan Peonal Banker dengan nasabah Korelasi Rank Kekuatan T Hitung T Tabel X1Y 0,537 Sedang 5,6 1,99 signifikan sebesar 0,537. Berdasarkan pedoman interpretasi Guildford, korelasi 0,537 termasuk n pada kategori sedang. Dengan rumus t (Siregar, 013:53) diperoleh nilai t hitung sebesar t,,. Dengan db = 78 (n) dan = 5% untuk pengujian dua pihak, diperoleh nilai t tabel = 1,99. Ketika bertemu dengan nasabah hal pertama kali dilakukan oleh peonal banker adalah mengucapkan salam dan memperkenalkan diri. Tentunya ketika melakukan hal teebut dengan tutur kata sopan. Dalam berkomunikasi, keterbukaan (memperkenalkan diri) menjadi sebuah hal penting dalam memulai sebuah, apakah akan menimbulkan suasana baik atau tidak. Lalu setelah memperkenalkan diri, peonal banker menanyakan apa dibutuhkan nasabah. sub variabel yaitu empati Peonal Banker dengan nasabah Kekuatan T T Korelasi Rank Hitung Tabel XY 0,494 Sedang 5,01 1,99 signifikan sebesar 0,494. Berdasarkan pedoman interpretasi Guildford, korelasi 0,494 termasuk n pada kategori sedang. Dengan rumus t (Siregar, Manajemen Komunikasi, Gelombang, Tahun Akademik 015016

84 Aldi Hardiana, et al. 013:53) diperoleh nilai t hitung t,,. Dengan db = 78 (n) dan = 5% untuk pengujian dua pihak, diperoleh nilai t tabel = 1,99. Kemampuan dalam menempatkan diri menjadi salah satu hal harus dikuasai oleh senior peonal banker dalam berkomunikasi dengan nasabah. Peonal banker dapat mendengarkan apa diinginkan oleh nasabah, lalu setelah itu peonal banker dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan diperlukan untuk membangun kerjasama saling menguntungkan untuk kedua pihak. 3. sub variabel kepositifan Peonal Banker dengan nasabah Kekuatan T T Korelasi Rank Hitung Tabel X3Y 0,593 Sedang 6,50 1,99 signifikan sebesar 0,593. Berdasarkan pedoman interpretasi Guildford, korelasi 0,593 termasuk n pada kategori sedang. Dengan rumus t (Siregar, 013:53) diperoleh nilai t hitung,,. Dengan db = 78 (n) dan = 5% untuk pengujian dua pihak, diperoleh nilai t tabel = 1,99. Peonal Banker menunjukkan sikap positif dengan cara memberikan senyum dan beikap sopan dan ramah kepada nasabah, peonal banker pun memberikan pujian kepada nasabah tentang pekerjaan, wawasan dan lain sebagainya. Dengan menunjukkan sikap positif peonal banker dapat menciptakan komunikasi efektif dan nasabah pun akan merasa nyaman ketika berkomunikasi dengan peonal banker. 4. sub variabel kesetaraan Peonal Banker dengan nasabah Kekuatan t t Korelasi Rank hitung tabel X4Y 0,541 Sedang 5,69 1,99 Signifikan sebesar 0,541. Berdasarkan pedoman interpretasi Guildford, korelasi 0,541 termasuk Volume, No., Tahun 016

Komunikasi Antarpribadi Peonal Banker dengan Nasabah dalam Membangun Minat Berdeposito 85 n pada kategori sedang. Dengan rumus t (Siregar, 013:53) diperoleh nilai t hitung ( ). Dengan db = 78 (n) dan = 5% untuk pengujian dua pihak, diperoleh nilai t tabel = 1,99. Dalam hal memberikan pelayanan, peonal banker tidak membedabedakan antara nasabah memilik saldo besar maupun kecil ataupun nasabah akan berdeposito dalam jumlah besar maupun kecil. Ini dilakukan karena peonal banker memahami bahwa nasabah adalah samasama memiliki kepentingan dan memberikan keuntungan bagi bank BTPN Sinaya Sukajadi. 5. sub variabel dukungan Peonal Banker dengan nasabah dalam membangun minat berdeposito di Bank BTPN Sinaya Sukajadi. Korelasi Rank Kekuatan X5Y 0,567 Sedang 6,08 1,99 t hitung t tabel Signifikan sebesar 0,567. Berdasarkan pedoman interpretasi Guildford, korelasi 0,567 termasuk n pada kategori sedang. Dengan rumus t (Siregar, 013:53) diperoleh nilai t hitung t,,. Dengan db = 78 (n) dan = 5% untuk pengujian dua pihak, diperoleh nilai t tabel = 1,99. Sikap mendukung peonal banker kepada nasabah yaitu dengan berpikir terbuka terhadap pendapat nasabah dan peonal banker beedia mendengarkan pendapat atau aspirasi nasabah, walaupun tidak sesuai dengan pendapat nasabah. Sikap mendukung ditujukan peonal banker tidak berarti harus menuruti apa diucapkan nasabah, melainkan dengan menghargai setiap perbedaan pendapat terjadi, solusi untuk perbedaan pendapat yaitu peonal banker menjelaskan situasi dan kondisi tentang halhal berkaitan dengan deposito kepada nasabah, karena perbedaan pendapat bisa terjadi karena miscommunication, di mana nasabah salah menafsirkan informasi dijelaskan oleh peonal banker. D. 1. positif signifikan antara Keterbukaan dengan Minat Berdeposito dengan kategori kekuatan sedang.. positif signifikan antara Empati dengan Minat Berdeposito dengan kategori kekuatan sedang. 3. positif signifikan antara Kepositifan dengan Minat Berdeposito dengan kategori kekuatan sedang. 4. positif signifikan antara Kesetaraan dengan Minat Berdeposito dengan kategori kekuatan sedang. Manajemen Komunikasi, Gelombang, Tahun Akademik 015016

86 Aldi Hardiana, et al. 5. positif signifikan antara Dukungan dengan Minat Berdeposito dengan kategori kekuatan sedang. Daftar Pustaka Djumhana, Muhammad 000. Hukum Perbankan Di Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti Liliweri, Alo. 1997. Komunikasi Antarpribadi. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti Rakhmat, Jalaluddin. 013. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Rakhmat, Jalaluddin. 01. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Siregar Sofyan. 013. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta. Prenada Media Group Sugiyono 01. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Volume, No., Tahun 016