1996 A 89
RIWAYAT SINGKAT PERJUANGAN SULTAN ISKANDAR MUDA
PAHLAWAN NASIONAL SULTAN ISKANDAR MUDA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 077/TK/TAHUN 1993 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Membaca : Surat Menteri Sosial selaku Ketua Umum Badan Pembina Pahlawan Pusat Nomor A/A-26-UM-93/MS tanggal 19 Agustus 1993, perihal usul penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana (Kelas II) untuk Almarhum Saudara SULTAN ISKANDAR MUDA dan kawan-kawan (5 orang); Menimbang : 1. BAHWA Almarhum Saudara SULTAN ISKANDAR MUDA, semasa hidupnya berjuang melawan penjajah asing Portugis, Belanda danlnggeris secara terus menerus di Sumatera dan Malaka tahun 1915-1929; 2. bahwa Almarhum Saudara I GUSTI KETUT JELANTIK, semasa hidupnya berjuang melawan penjajah Belanda tahun 1846-1849, yaitu pada peristiwa perang Buleleng dan perang Jaga Raga di Bali. 3. bahwa Almarhum Saudara FRANS KAISIEPO, SILAS PAP ARE dan 1
MARTHEN INDEY telah berjuang melawan penjajah Pemerintah Kolonial Belanda secara terus menerus dari tahun 1945-1963 di Irian Jaya dan berjuang untuk mengembalikan Irian Jaya ke pangkuan Republik Indonesia; 4. bahwa untuk menghargai jasa-jasa mereka yang luar biasa dan tindak kepahlawanannya dalam perjuangan melawan penjajah pada umumnya, khususnya dalam perjuangan mempertahankan prinsip kemerdekaan, perlu menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional disertai Piagam dan Bintang Mahaputera Adipradana (Kelas II); 5. bahwa tindak kepahlawanan yang demikian itu dianggap penting untuk menjadi teladan bagi setiap Warga Negara Indonesia; Mengingat : 1. Pasal 15 Undang-Undang Dasar 1945; 2. Undang-Undang Nomor 4 Drt. Tahun 1959 (Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 44) jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1961 (Lembaran Negara Tahun 1961 Nomor 3); 3
3. Undang-Undang Nomor 6 Drt. Tahun 1959 (Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 46) jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1961 (Lembaran Negara Tahun 1961 Nomor 3). 4. Undang-Undang Nomor 33 Prps Tahun 1964 (Lembaran Negara Tahun 1964 nomor 111) jo Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1969 (Lembaran Negara Tahun 1969 Nomor 36); 5. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1972 (Lembaran Negara Tahun 1972 Nomor 43); 6. Keputusan Presiden Nomor 228 Tahun 1963; MEMUTUSKAN: Menetapkan : Menganugerahkan Gelar "PAHLAWAN NASIONAL" disertai dengan Piagam dan " BINTANG MAHAPUTERA ADI- PRADANA (KELAS II) " kepada mereka yang namanya tersebut dalam Lampiran Keputusan ini, sebagai penghargaan atas jasa-jasa mereka yang luar biasa dan tindak kepahlawanannya dalam perjuangan melawan penjajah Pemerintah Kolonial Belanda pada umumnya, khususnya dalam perjuangan mempertahankan prinsip kemerdekaan sehingga tindak kepahlawanannya yang demikian itu dapat dijadikan teladan 5
bagi setiap Warga Negara Indonesia. Dengan ketentuan, bahwa apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini, akan diadakan pembetulan seperlunya. SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada : 1. Menteri Sosial Republik Indonesia 2. Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia 3. Menteri Sekretaris Kabinet Republik Indonesia 4. Ketua Dewan Tanda-Tanda Kehormatan Republik Indonesia. PETIKAN Keputusan ini disampaikan kepada ahli waris yang bersangkutan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Disalin sesuai aslinya oleh Ditetapkan di: Jakarta SEKRETARIAT MILITER PRESIDEN P a d a t a n g g a I. 1 4 September 1993 KARO TANDA-TANDA JASA/ KEHORMATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TTD Drs. SUMARSONQ KOLONEL INF (PURN) NRP.20030 TTD SOEHARTO 7
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 077 /TK/TAHUN 1993 TANGGAL 14 SEPTEMBER 1993 - -_ I nafrah I GELARDANTANDA 1 SULTAN ISKANDAR MUDA Aceh PAHLAWAN NASIONAL DAN (Almarhum) BINTANG MAHAPUTERA ADIPRADANA 2. IGUSTIKETUT JELANTK Bali sda. (Almarhum) 3. FRANS KAISIEPO Irian Jaya sda. (Almarhum) 4. SILASPAPARE sda. sda. (Almarhum) 5. MARTHENINDEY sda. sda. (Almarhum) Disalin sesuai aslinya oleh SEKRETARIAT MILITER PRESIDEN KARO TANDA-TANDA JAS"A/ KEHORMATAN ttd Drs. SUMARSONO KOLONEL INF (PURN) NRP.20030 Ditetapkan di: Jakarta PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd SOEHARTO 9
RIWAYAT SINGKAT PERJUANGAN SULTAN ISKANDAR MUDA A. BIODATA. Nama : SULTAN ISKANDAR MUDA Nama Kecil : Perkasa Alam. Agama : Islam Tempatdan : Aceh, tanggal lahir : 1593. Pendidikan : Agama Islam dan Ketrampilan Militer. Tanggal Wafat : Aceh, 27 Desember 1636. B. RIWAYAT PERJUANGAN. 1. Ketika Sultan Iskandar Muda menduduki Tahta Kerajaan Aceh dalam usia yang sangat muda langkah-langkah yang dilakukannya ialah memperkokoh posisi dan kekuatannya melalui kegiatan antara lain sebagai berikut : a. Membangun Angkatan Perang dengan menempuh berbagai cara seperti mencari tenaga-tenaga muda untuk menjadi anggota Angkatan Perang di Daerah kekuasaannya. Bagi mereka yang terpilih terlebih dahulu harus menjalani berbagai jenis latihan ketrampilan Militer dengan mendatangkan Pelatih dari dalam dan Luar Negèri. b. Penataan pemerintah melalui pembagian Wilayah yang disebut Mukim dengan membagi Kerajaan berdasarkan bidang masing- 11
masing dan sangat memperhatikan masalahmasalah adat. c. Membuat peraturan perekonomian negara seperti peraturan perdagangan dalam dan luar negeri, perindustrian, pertambangan, pelayaran, pertanian dan perikanan. 2. Selama masa pemerintahannya Sultan Iskandar Muda telah berhasil membangun Kerajaan Aceh menjadi sebuah Kerajaan yang kuat, besar dan cukup disegani oleh kerajaan lain dan Bangsa Asing. 3. Selama menjadi Raja Aceh, Sultan Iskandar Muda telah menunjukkan sikap "Anti Penjajahan Asing", sikap tersebut nampak terwujud dalam bentuk kegiatan antara lain : a. Didalam menghadapi bangsa-bangsa asing yang datang ke Aceh, Ia selalu menunjukkan sikap tegas dan berwibawa sebagai raja dari sebuah Kerajaan "Merdeka" dengan memberlakukan semua peraturan-peraturan yang ada harus ditaati oleh bangsa-bangsa lain yang datang ke Aceh. b. Memimpin serangan besar-besaran melawan bangsa Portugis yang berkedudukan di Malaka pada tahun 1615-1629, meskipun serangan-serangan itu mengalami kegagalan karena berbagai faktor antara lain karena Portugis dibantu pasukan Armada Johor, Pahang, Patani, Goa dan India. 13
c. Menaklukkan Kerajaan-Kerajaan di sekitar Malaya dan Sumatera yang membantu Portugis dalam Perang Aceh melawan Portugis pada tahun 1629, sebagai usaha mempertahankan kekuasaan pemerintahannya. Jakarta, Nopember 1993. BADAN PEMBINA PAHLAWAN PUSAT 15