LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG

dokumen-dokumen yang mirip
BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARIMUN NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA KARIMUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KOTA SUKABUMI

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 36 TAHUN 2014 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK DIREKSI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA KERTA RAHARJA KABUPATEN

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

LEMBARAN DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN

BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN 2010 NOMOR 5 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA RAHARJA KABUPATEN BANDUNG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN BREBES KABUPATEN BREBES

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG

BUPATI TRENGGALEK SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG ORGAN DAN KEPEGAWAIAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WAKATOBI

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG

Menimbang : Mengingat :

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WAKATOBI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 7 TAHUN 2007 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN BERAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABIPATEN MAROS NOMOR : 05 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERUSAHAAN DAERAH PENGELOLAAN ASSET KABUPATEN MAROS

PEMERINTAH KOTA SINGKAWANG

PEMERINTAH KOTA SINGKAWANG

PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 11 TAHUN 2OO9 TENTANG ORGAN DAN KEPEGAWAIAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA BENTENG KOTA TANGERANG

LEMBARAN DAERAH KOTA BAUBAU NOMOR 9 TAHUN 2012

BUPATI HULU SUNGAI UTARA

PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2011 NOMOR 3 SERI D

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD. Nomor 5 Tahun 2012 Seri D Nomor 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA BARAT

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA BALIKPAPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG BARAT,

Pasal 71. Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH ANEKA USAHA KABUPATEN MAGELANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 2 TAHUN : 2009 SERI : D

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BOGOR

QANUN KABUPATEN BIREUEN NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG ORGAN DAN KEPEGAWAIAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KRUENG PEUSANGAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA

BERITA DAERAH KOTA BOGOR. Nomor 41 Tahun 2016 Seri E Nomor 30 PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 41 TAHUN 2016 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU TENGAH

PEMERINTAH KOTA MAGELANG

SALINAN L E M B A R AN D A E R A H KABUPATEN BALANGAN NOMOR 16 TAHUN 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 16 TAHUN 2007 T E N T A N G

PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO

PEMERINTAH KOTA SAMARINDA

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG

BUPATI TANA TORAJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN LANDAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN LANDAK NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MUARO JAMBI NOMOR : 02 TAHUN 2013 TLD NO : 02

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU TENGAH

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 2 TAHUN 2009 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM

PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WAKATOBI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 6 TAHUN 2005 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN BADUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA KHATULISTIWA DENGANN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KOTA BOGOR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN BADAN USAHA MILIK DAERAH (BUMD) KABUPATEN BELITUNG TIMUR

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR BERSIH JAWA TIMUR

KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 50 TAHUN 1999 TENTANG KEPENGURUSAN BADAN USAHA MILIK DAERAH MENTERI DALAM NEGERI,

Angka 39 Cukup jelas. Angka 40 Cukup jelas. PEMERINTAH KABUPATEN BARITO UTARA. Angka 41 Cukup jelas.

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 10 TAHUN 2008

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 21 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA LUBUKLINGGAU PROVINSI SUMATERA SELATAN PERATURAN DAERAH KOTA LUBUKLINGGAU NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURANDAERAH KOTA BONTANG NOMOR 6 TAHUN 2001 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BONTANG,

2017, No Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG BADAN USAHA MILIK DAERA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 7 TAHUN 2001 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH SARANA PEMBANGUNAN SIAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK,

BUPATI TEBO PROVINSI JAMBI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEBO NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG ORGAN DAN KEPEGAWAIAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUMTIRTA MUARO

Transkripsi:

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG Nomor 01 Tahun 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA KERTA RAHARJA KABUPATEN TANGERANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG Menimbang : a. bahwa dalam upaya pemenuhan kebutuhan air minum dan untuk meningkatkan kinerja Perusahaan Daerah Air Minum di dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, khususnya kepada masyarakat Kabupaten Tangerang dan sekitarnya, perlu dilakukan penataan dalam penyelenggaraan pelayanan air minum; b. bahwa penyelenggaraan pelayanan air minum di Kabupaten Tangerang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Rahaja Kabupaten Tangerang, sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan keadaan sehingga perlu dilakukan beberapa perubahan; Mengingat : c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a dan huruf b, dan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Penyediaan Air Minum Daerah Kabupaten Tangerang, perlu menetapkan Perubahan Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang No. 10 Tahun 2008 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tangerang; 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 14 tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Di Wilayah Jawa Barat. 3. Undang-Undang Nomor 5 tahun 1962 Tentang Perusahaan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1950 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2387).

-2-4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Banten (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4010); 5. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 142,- Tambahan Lembaran Negara Nomor 4377); 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pengganti Undang-Undang Nomor 3 tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548); 7. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5234); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengembangan Air Minum (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4490); 9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Minum Pada Perusahaan Daerah Air Minum; 10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian Perusahaan Daerah; 11. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/ PRT/ M/ 2010 tentang Pedoman Kerjasama Pengusahaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum; 12. Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang ; 13. Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Penyediaan Air Minum Daerah Kabupaten Tangerang ;

-3- Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN TANGERANG dan BUPATI TANGERANG MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATENTANGERANG NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA KERTA RAHARJA KABUPATEN TANGERANG. Pasal I Beberapa ketentuan dalam Perda Nomor 10 Tahun 2008 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang (Tambahan Lembaran Daerah Nomor 1008), diubah sebagai berikut : 1. Ketentuan Pasal 1 diubah, sehingga Pasal 1 berbunyi sebagai berikut : Pasal 1 1. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan perangkat daerah sebagai sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah; 2. Bupati adalah Bupati Tangerang; 3. Dewan Perwakilan Rakyat Daerh selanjutnya disebut DPRD adalah Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. 4. Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Rahaja Kabupaten Tangerang yang selanjutnya disebut PDAM TKR adalah Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang 5. Direksi adalah Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang 6. Dewan Pengawas adalah Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang 7. Pemilik Modal adalah Bupati Tangerang 8. Pelanggan adalah orang atau badan hukum yang menggunakan jasa pelayanan air minum dari Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang 9. Air Minum adalah air yang kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan 10. Penyelenggaraan Infrastruktur adalah kegiatan yang meliputi pekerjaan menyediakan, membangun, meningkatkan kemampuan infrastruktur, mengelola infrastruktur dan/atau memelihara infrastruktur dalam rangka meningkatkan kemanfaatan infrastruktur. 11. Infrastruktur adalah setiap sarana dan/atau prasarana termasuk fasilitas transportasi, teknologi informasi, teknologi telekomunikasi, konstruksi, bangunan dan/atau sistem penyediaan air bersih. 12. Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa oleh PDAM TKR yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa.

-4-13. Barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh PDAM TKR. 14. Jasa adalah jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu di berbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware) dan/atau keterampilan (skillware) untuk menyelesaikan pekerjaan bagi kepentingan PDAM TKR. 2. Ketentuan Pasal 4 diubah, sehingga Pasal 4 berbunyi sebagai berikut : Pasal 4 (1) Pemerintah Daerah memberikan kewenangan kepada PDAM TKR untuk menyelenggarakan sistem penyediaan air minum. (2) Untuk melaksanakan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), PDAM TKR memiliki tugas sebagai berikut: a. menyediakan pelayanan air minum bagi masyarakat di wilayah pelayanan; b. melakukan pemeliharaan terhadap aset PDAM TKR; c. melaksanakan perluasan cakupan pelayanan sistem penyediaan air minum; d. mengatur sistem pendistribusian air minum sesuai dengan kapasitas produksi yang tersedia; e. memelihara kebersihan tempat penyimpanan air minum (reservoir) dan menjaga kebersihan pipa distribusi air ke pelanggan; f. memberikan laporan kinerja secara berkala kepada Bupati melalui Dewan Pengawas. 3. Ketentuan Pasal 8 ayat (2) diubah, sehingga Pasal 8 secara keseluruhannya berbunyi sebagai berikut : Pasal 8 (1) Modal PDAM TKR seluruhnya berasal dari Kekayaan Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat dan Modal hibah lainnya yang dipisahkan. (2) Modal Perusahaan yang berasal dari Pemerintah Daerah berdasarkan hasil Audit Independent Laporan Keuangan Tahun Buku Tahun 2011 adalah sebesar Rp. 50.534.611.796,38. (3) Penambahan modal selanjutnya diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. Ketentuan Pasal 9 ayat (1) diubah dan Pasal 9 ayat (2) dihapus, sehingga pasal 9 berbunyi sebagai berikut : (1) Organ PDAM TKR terdiri dari : a. Bupati selaku Pemilik Modal; b. Dewan Pengawas; c. Direksi. (2) Dihapus Pasal 9

-5-5. Diantara Pasal 9 dan Pasal 10 disisipkan 11 (sebelas) Pasal, yakni Pasal 9A, 9B, 9C, 9D, 9E, 9F, 9G, 9H, 9i, 9J, 9K sehingga berbunyi sebagai berikut : Pasal 9A (1) Dewan Pengawas berasal dari unsur pejabat pemerintah daerah, profesional dan/atau masyarakat konsumen yang diangkat oleh Bupati. (2) Batas usia Dewan Pengawas paling tinggi 65 (enam puluh lima) tahun. Pasal 9B (1) Calon anggota Dewan Pengawas memenuhi persyaratan : a. menguasai manajemen PDAM; b. menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugasnya; c. tidak terikat hubungan keluarga dengan Bupati/Wakil Bupati atau Dewan Pengawas yang lain atau Direksi sampai derajat ketiga baik menurut garis lurus atau kesamping termasuk menantu dan ipar. (2) Pengangkatan anggota Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Bupati. Pasal 9C (1) Jumlah anggota Dewan Pengawas ditetapkan berdasarkan jumlah pelanggan dengan ketentuan : a. paling banyak 3 (tiga) orang untuk jumlah pelanggan sampai dengan 30.000; dan b. paling banyak 5 (lima) orang untuk jumlah pelanggan di atas 30.000. (2) Penentuan jumlah Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan asas efisiensi pengawasan dan efektivitas pengambilan keputusan. (3) Anggota Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diangkat seorang sebagai Ketua merangkap anggota dan seorang sebagai Sekretaris merangkap anggota dengan Keputusan Bupati. Pasal 9D Ketentuan mengenai masa jabatan, pengangkatan kembali, tugas dan wewenang, pemberhentian anggota Dewan Pengawas diatur lebih lanjut dengan Peraturan Bupati. Pasal 9E (1) Dewan Pengawas diberikan penghasilan berupa uang jasa dan tunjangan. (2) Ketua Dewan Pengawas merangkap anggota menerima uang jasa paling banyak 45% (empat puluh lima per seratus) dari gaji Direktur Utama. (3) Sekretaris Dewan Pengawas merangkap anggota menerima uang jasa paling banyak 40% (empat puluh per seratus) dari gaji Direktur Utama. (4) Setiap anggota Dewan Pengawas menerima uang jasa paling banyak 35% (tiga puluh lima perseratus) dari gaji Direktur Utama.

-6- Pasal 9F (1) Dalam hal PDAM TKR memperoleh keuntungan, Dewan Pengawas memperoleh bagian dari jasa produksi secara proporsional dengan berpedoman pada ketentuan Pasal 9E. (2) Besarnya uang jasa, tunjangan dan bagian dari jasa produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9E dan Pasal 9F ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Bupati. (3) Dewan Pengawas setiap akhir masa jabatan mendapat uang jasa pengabdian yang besarnya ditetapkan oleh Bupati dengan memperhatikan kemampuan PDAM TKR. (4) Dewan Pengawas yang diberhentikan dengan hormat sebelum masa jabatannya berakhir, mendapat uang jasa pengabdian dengan syarat telah menjalankan tugasnya paling sedikit 1 satu) tahun. Pasal 9G (1) Direksi diangkat oleh Bupati atas usul Dewan Pengawas berdasarkan penilaian hasil uji kelayakan dan kepatutan. (2) Batas usia Direksi yang berasal dari luar PDAM TKR pada saat diangkat pertama kali berumur paling tinggi 50 (lima puluh) tahun. (3) Batas usia Direksi yang berasal dari PDAM TKR pada saat diangkat pertama kali berumur paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun. (4) Masa jabatan Direksi sebagaimana dimaksud ayat (1) selama 4 (empat) tahun dan dapat diangkat kembali dengan Keputusan Bupati untuk 1 (satu) kali masa jabatan atas usulan Dewan Pengawas. (5) Ketentuan lebih lanjut tentang persyaratan dan tata cara pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan sebagaimana dimaksud ayat (1) diatur dengan Peraturan Bupati. Pasal 9H (1) Jumlah Direksi ditetapkan berdasarkan jumlah pelanggan PDAM dengan ketentuan : a. 1 (satu) orang Direksi untuk jumlah pelanggan sampai dengan 30.000; b. Paling banyak 3 (tiga) orang Direksi untuk jumlah pelanggan dari 30.001 sampai dengan 100.000; dan c. Paling banyak 4 (empat) orang Direksi untuk jumlah pelanggan di atas 100.000; (2) Penentuan jumlah dan kedudukan Direksi ditetapkan dengan Peraturan Bupati. Pasal 9I (1) Dalam menyelenggarakan pengurusan perusahaan, Direksi bertanggung jawab kepada Bupati melalui Dewan Pengawas. (2) Direktur mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Direktur Utama.

-7- (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengurusan dan pertanggungjawaban, tugas, wewenang, hak cuti, pemberhentian Direksi ditetapkan dengan Peraturan Bupati. Pasal 9J (1) Penghasilan Direksi terdiri dari gaji dan tunjangan. (2) Tunjangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari : a. tunjangan perawatan/kesehatan yang layak termasuk istri/suami dan anak; dan b. tunjangan lainnya. (3) Dalam hal PDAM TKR memperoleh keuntungan, Direksi memperoleh bagian dari jasa produksi. (4) Besarnya gaji, tunjangan, dan bagian dari jasa produksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) ditetapkan oleh Bupati setelah memperhatikan pendapat Dewan Pengawas dan kemampuan PDAM TKR. (5) Direksi dapat diberikan dana representatif paling banyak 75% (tujuh puluh lima perseratus) dari jumlah penghasilan Direksi dalam 1(satu) tahun. (6) Jumlah seluruh biaya untuk penghasilan Direksi, Penghasilan Dewan Pengawas, penghasilan pegawai dan biaya tenaga kerja lainnya tidak boleh melebihi 40% (empat puluh perseratus) dari total biaya berdasarkan realisasi Anggaran Perusahaan Tahun Anggaran yang lalu. Pasal 9K (1) Direksi setiap akhir masa jabatan dapat diberikan uang jasa pengabdian yang besarnya ditetapkan oleh Bupati berdasarkan usul Dewan Pengawas dan kemampuan PDAM TKR. (2) Direksi yang diberhentikan dengan hormat sebelum masa jabatannya berakhir dapat diberikan uang jasa pengabdian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan syarat telah menjalankan tugasnya paling sedikit 1 (satu) tahun. (3) Besarnya uang jasa pengabdian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan Keputusan Bupati. 6. Ketentuan Pasal 13 ayat (2) diubah, sehingga Pasal 13 secara keseluruhan berbunyi sebagai berikut : Pasal 13 (1) Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) diselenggarakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun yang dihadiri oleh Pemilik Modal, Dewan Pengawas, dan Direksi.

-8- (2) Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana tersebut pada ayat (1) membuat Keputusan-keputusan mengenai : a. Pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP); b. Pengesahan laporan keuangan dan laporan kinerja Perusahaan; c. Pembagian laba tahun berjalan untuk Pendapatan Asli Daerah sebesar 27% dari laba; d. Perubahan jumlah modal; e. Rencana penggunaan laba; f. Penggabungan, peleburan, pengambilalihan, pemisahan, serta pembubaraan Perusahaan; g. Pembentukan anak Perusahaan atau penyertaan; h. Pengalihan aktiva. 7. Ketentuan Pasal 18 ayat (3) diubah, sehingga Pasal 18 secara keseluruhan berbunyi sebagai berikut : Pasal 18 (1) Dalam mengembangkan usahanya PDAM TKR dapat melakukan kerjasama dengan Koperasi, Badan Usaha Swasta dan/atau Masyarakat serta Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah lainnya. (2) Kerjasama yang dimaksud pada ayat (1) adalah kerjasama bidang infrastruktur (investasi) atau kerjasama pengadaan barang/jasa. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman dan tata cara kerjasama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) pada PDAM TKR, diatur dengan Peraturan Direksi. 8. Ketentuan Pasal 22 ayat (1) diubah, sehingga Pasal 22 secara keseluruhan berbunyi sebagai berikut : Pasal 22 Pada saat Peraturan Daerah ini berlaku : (1) Peraturan Daerah di bidang pelayanan Air Minum tetap berlaku selama belum dilakukan perubahan. (2) Perjanjian Kerjasama yang telah dilakukan sebelum berlakunya Peraturan Daerah ini tetap berlaku dan mengikat sampai dengan berakhirnya masa kerjasama.

-9- Pasal II Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Tangerang. Ditetapkan di Tigaraksa Pada Tanggal BUPATI TANGERANG Diundangkan di Tigaraksa Pada Tanggal SEKRETARIS DAERAH A. ZAKI ISKANDAR ISKANDAR MIRSAD LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2013 NOMOR

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA KERTA RAHARJA KABUPATEN TANGERANG I. UMUM Air merupakan komponen alam dan lingkungan hidup yang merupakan rahmat TuhanYang Maha Esa. Air merupakan salah satu material yang membuat kehidupan terjadi di Bumi, yang menjadi pokok kesejahteraan rakyat. Oleh karenanya, kewajiban negara yang mendasar adalah melindungi dan menjamin hak asasi warganya (rakyat) dalam mengupayakan atau menjamin akses rakyat atas air untuk memenuhi segala kebutuhannya. Karena air merupakan komponen yang penting bagi keberlangsungan hidup manusia, maka sumber daya air harus dijaga dan dipelihara. Berdasarkan Pasai 33 ayat (3) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (UUD 1945) bahwa sumber daya air dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat secara adil. Penguasaan negara terhadap sumber daya air tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah. Atas dasar amanat UUD 1945 tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Tangerang selaku wakil Pemerintah di daerah Kabupaten Tangerang diwajibkan untuk mengusahakan Sumber Daya Air di wilayahnya untuk menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dan melakukan pengaturan hak atas air. Untuk terlaksananya maksud sebagaimana tersebut diatas, maka Pemerintah Kabupaten Tangerang selaku pemegang kekuasaan sumber daya air di wilayah Kabupaten Tangerang, telah membentuk Perusahaan Daerah Air Minum yang diberikan kewenangan untuk mengusahakan, sumber daya air demi kepentingan masyarakat Kabupaten Tangerang khususnya dan masyarakat luar Kabupaten Tangerang pada umumnya. Pemerintah Kabupaten Tangerang mendirikan Perusahaan dengan Tujuan agar Perusahaan dapat : a. Memenuhi kebutuhan pelayanan air minum yang sesuai dengan standar air minum kepada pelanggan khususnya kepada masyarakat Kabupaten Tangerang dan sekitarnya; b. Menunjang pengembangan dan peningkatan ekonomi daerah; c. Sebagai penyelenggara sistim subsidi silang pelayanan air minum antar golongan pelanggan; d. Sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pembagian laba Perusahaan.

-2- Seiring berjalannya waktu, pelayanan publik di bidang air minum mengalami perubahan paradigma dari yang semula monopoli menjadi kompetitif di mana Badan Usaha lain selain PDAM TKR Kabupaten Tangerang diperbolehkan menyelenggarakan kegiatan usaha dibidang perair-minuman di Kabupaten Tangerang. Perubahan paradigma ini didasarkan kepada Peraturan Perundangundangan sebagai berikut : a. Undang undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan b. Undang Undang Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air; c. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 Tentang Penyelenggarakan Sistem Pengembangan Air Minum; d. Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005 Tentang Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Angka 1 Angka 2 Angka 3 Angka 4, Angka 5 Angka 6 Angka 7 Angka 8 Angka 9 Angka 10 Angka 11 Angka 12 Angka 13 Angka 14 Pasal 4

-3- Pasal 8 Modal Perusahaan pada tahun buku 2011 terdiri dari komponen komponen sebagai berikut : a. penyertaan Pemda Kab.Tangerang berupa Proyek Air Minum Cisadane Serpong Rp. 4.438.934.265,28 b. Perda No.13 Tahun 1987 Rp. 469.512.198,50 c. SK No. S1897/A52/0597 Rp.37.508.630.887,93 d. BAST No BA 260/MMK/1998 Rp. 1.174.756.444,69 Tgl 16 Sept 1988 e. IPA Mobile Rp. 172.778.000,00 f. Penyertaan Modal Pemda Kab. Rp. 1.270.000.000,00 Tangerang Tahun 2003 g. Penyertaan Modal Pemda Kab. Rp. 5.500.000.000,00 Tangerang Tahun 2006 Rp.50.534.611.796,38 Pasal 9 Pasal 9A Pasal 9B Pasal 9C Pasal 9D Pasal 9E Ayat (4)

-4- Pasal 9F Ayat (4) Pasal 9G Ayat (4) Ayat (5) Pasal 9H Pasal 9I Pasal 9J Ayat (4) Ayat (5) Ayat (6)

-5- Pasal 9K Pasal 13 Pasal 18 Pasal 22 TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH NOMOR 0113