REKAYASA FORM GENERATOR UTILITY SEBAGAI ALAT BANTU PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS WEB

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN.

JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: Vol. 6 No. 2 Februari 2014

Rancang Bangun Aplikasi Latihan Ujian Nasional pada Sekolah SMP Ambia

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem merupakan suatu kegiatan penguraian dari suatu sistem yang

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

PENGEMBANGAN APLIKASI WEB UNTUK PENGAJUAN CUTI PEGAWAI SECARA ONLINE. Gandana Akhmad Syaripudin 1, Rinda Cahyana 2

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada pembuatan Plugin Penjadwalan Seminar pada Jurusan Ilmu

SISTEM INFORMASI PELAYANAN MASYARAKAT PADA KONTRAKTOR LISTRIK CV. INDO PERKASA DI PURWOKERTO

WEB RECEIPT AND RELEASE DEPO CONTAINER PT. BHANDA GHARA REKSA PALEMBANG

BAB I PENDAHULUAN. dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB II LANDASAN TEORI. Unified Modeling Language (UML) merupakan sistem arsitektur yang bekerja dalam

BAB III PERANCANGAN APLIKASI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DI PT INFOMEDIA SOLUSI HUMANIKA BANDUNG

Perancangan Sistem Informasi Perencanaan Dan Pengendalian Bahan Baku Pada Home Industri

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN DI PESANTREN PERSIS 99 RANCABANGO

APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PADA DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA SUMBAR

Sistem Informasi Aplikasi Penilaian Sidang Skripsi Berbasis Web di STMIK Bina Sarana Global

BAB I PENDAHULUAN. Pemetaan lokasi cabang cabang toko baju Mode Fashion berbasis web

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

SISTEM PEMANTAUAN DISTRIBUSI PEMBAYARAN PARKIR MELALUI INTERNET

PERANGKAT LUNAK PENGOLAHAN NILAI SISWA PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS (STUDI KASUS DI SMA YADIKA SUMEDANG)

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. permasalahan dari suatu sistem informasi. Hasil akhir dari analisis sistem

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam pengembangan perangkat lunak, tim developer membangun cetak

Rancang Bangun Aplikasi Code Sharing Sebagai Alat Bantu Media Interaktif Perkuliahan Pada Mata Kuliah Pemrograman Web

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

SNIPTEK 2014 ISBN: SISTEM INFORMASI PEMBAYARAN SPP BULANAN BERBASIS WEB PADA SMK FADILAH TANGERANG SELATAN

2.4.2 Class Diagram Sequence Diagram Statechart Diagram Activity Diagram Rekayasa Perangkat Lunak...

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. lingkungan implementasi, pengkodean, dan interface dari aplikasi sistem tersebut.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Sistem Informasi Geografis merupakan salah satu model sistem informasi

BAB I PENDAHULUAN. memproduksi kapas seperti kapas kecantikan dengan merek Selection Cotton.

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Universitas Padjadjaran yang beralamat di Jl. Ir H. Djuanda No 4 Bandung.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PRODUK KOPI PADA UD. TIARA GLOBAL COFFEE BERBASIS WEB

Pengembangan Aplikasi Encode dan Decode Tree Menggunakan Blob Code

Perancangan Sistem Informasi Perencanaan dan Monitoring Jadwal Produksi Alas Sepatu pada PT Victory Chingluh Indonesia

PENGEMBANGAN APLIKASI PENGELOLAAN DATA DI LINGKUNGAN OBJEK WISATA SITU BAGENDIT

PENGEMBANGAN APLIKASI PENJUALAN SPAREPART DI BENGKEL ANUGRAH JAYA MOTOR BERBASIS DESKTOP

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. dihadapi. Dan agar mempermudah dalam pembuatan perancangan sistem yang

MAKALAH SEMINAR KERJA PRAKTEK Aplikasi Sistem Informasi Sertifikasi Kompetensi Pegawai PLN Distribusi Jawa Tengah dan D. I Yogyakarta.

DAFTAR ISI... LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN... SURAT PERNYATAAN... ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

RANCANGAN APLIKASI AKADEMIK MENGGUNAKAN METODE BERORIENTASI OBYEK: STUDI KASUS SMP NEGERI 9 PANGKALPINANG

BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. permasalahan yang ada sebagai dasar untuk membuat sebuah solusi yang

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Use Case Diagram dan Activity Diagram. Selain itu juga pada analisis ini akan

SISTEM INFORMASI KEHADIRAN DAN PENGGAJIAN KARYAWAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

Bab 4 Implementasi dan Evaluasi

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. hasil analisis ini digambarkan dan didokumentasiakan dengan metodologi

SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU SMP NEGERI 1 PRAMBANAN BERBASIS WEB

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Aplikasi Dashboard Administrator Server Nginx Pada acommerce

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. diakses oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Teknologi internet

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. dengan menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC). Tahap yang

BAB II LANDASAN TEORI Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. diusulkan dari sistem yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM INFORMASI PERSEDIAN BARANG DI TB. INDAH JAYA BERBASIS DESKTOP

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... iii. DAFTAR SIMBOL... xix

Rizki Maulana Syaban 1, H. Bunyamin 2

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. segala sesuatu dapat dilakukan dengan se-efisien mungkin. Sama halnya dengan

HASIL DAN PEMBAHASAN Investigasi Awal

3.1 APLIKASI YANG DITANGANI OLEH CODE GENERATOR

PENGEMBANGAN APLIKASI PENGOLAHAN NILAI SISWA BERBASIS WEB DI SEKOLAH DASAR NEGERI

6 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya usaha-usaha perdagangan yang sangat pesat pada saat

ABSTRAK. Kata Kunci : Pengelolaan, Inventaris, Framework CI

I.2 Identifikasi Masalah... I-2. I.3 Rumusan Masalah... I-2. I.4 Tujuan... I-3. I.5 Manfaat... I-3. I.6 Batasan Masalah... I-3

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB IV HASIL DAN UJI COBA


BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

PERANGKAT LUNAK SISTEM PENJUALAN BARANG PADA HEALTYREX DISTRO BERBASIS WEB

1 BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

E-trik Ajax. Database MySQL. Dedi Alnas

MEMAHAMI PENGGUNAAN UML

RANCANGAN APLIKASI LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA PROVINSI SULAWESI SELATAN BERBASIS WEB

RANCANG BANGUN APLIKASI MOBILE BIMBINGAN DAN MONITORING TUGAS AKHIR (Studi Kasus STIKES Estu Utomo Boyolali)

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem sedang berjalan dan diperlukan untuk berbagai perubahan yang dirasa

`BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Material Requirement Planning (MRP) berbasis web pada CV. Mitra Techno Sains.

IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (DIKLAT) DPR RI

BAB I PENDAHULUAN. (SIG) adalah salah satu sistem informasi yang dibahas dalam ilmu komputer, yang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERANGKAT LUNAK MONITORING PROYEK STUDI KASUS PT. SMOOETS TEKNOLOGI OUTSOURCING BANDUNG

Transkripsi:

REKAYASA FORM GENERATOR UTILITY SEBAGAI ALAT BANTU PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS WEB Febri Nova Lenti Teknik Informatika STMIK AKAKOM Yogyakarta Jl Raya Janti 143, Karang Jambe, Yogyakarta 55198 Email : febri@akakom.ac.id Abstrak FoGeTy (Form Generator Utility ) adalah suatu aplikasi utilitas untuk membuat form otomatis tanpa memikirkan kode kodenya,hanya dengan menambahkan field field yang dibutuhkan beserta beberapa propertinya lalu akan terbentuk sebuah form PHP..Form merupakan bagian penting dalam web yang bersifat dinamis, karena dengan menggunakan form memungkinkan user melakukan input data kemudian dikirimkan ke server untuk diproses lebih lanjut, baik itu untuk proses penyimpanan, permintaan, validasi data dan lain-lain. Beberapa Form Generator memang sudah tersedia di pasar tetapi sebagian besar masih berbayar. Pada makalah ini akan dilakukan rekayasa terhadap FoGeTy dengan menggunakan model proses sequential dengan paradigma berorientasi obyek dan desain divisualisasi dengan menggunakan bahasa pemodelan UML. Hasil yang didapat ketika memakai FoGeTy adalah proses untuk pembuatan form dapot dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Kata kunci: FoGeTy, Form, UML, diagram, field, pemrograman, web. 1. Pendahuluan Pada saat ini beberapa pengembang web dalam proses pembuatan formnya masih menggunakan cara manual yaitu dengan melihat attribut-atribut field yang ada dalam tabel kemudian dicocokkan dengan tag form html, setelah itu dibuat program validator formnya berdasarkan attribut-atribut tersebut. Cara ini akan memakan waktu bila web yang akan dibangun sangat kompleks dan membutuhkan banyak interaksi dengan form. Form merupakan bagian penting dalam web yang bersifat dinamis, karena dengan menggunakan form memungkinkan user melakukan input data kemudian dikirimkan ke server untuk diproses lebih lanjut, baik itu untuk proses penyimpanan, permintaan, validasi data dan lain-lain. Beberapa produk Form Generator memang sudah tersedia di pasar seperti ; ScrptCase PHP Generator yang dikembangkan NetMake dari Brazil [1], yang mengenerate form, report dan chart ke sistem PHP, atau Formdesk yang dikembangkan Johan van Oldenbarneveltlaan dari Netherland yang men-generate form ke html form [2] dan beberapa produk lainnya yang pada umumnya berbayar. Maka pada makalah ini akan dipaparkan bagaimana merekayasa sendiri suatu form Generator Utility yang akan membantu pemrogram dalam membuat pemrograman berbasis web. Rekayasa dilakukan dengan menggunakan model proses sequential linear dengan paradigma berorientasi obyek dan desain divisualisasi dengan menggunakan bahasa pemodelan UML Pressman [3] menyatakan dalam bukunya bahwa: pengembangan perangkat lunak dengan pendekatan sekuensial dilakukan dengan tahapan tahapan analisis, desain, pengkodean, pengujian dan pemelliharaan. Paradigma berorientasi obyek dalam rekayasa perangkat lunak memandang sistem sebagai kumpulan obyekobyek diskrit yang saling berinteraksi satu sama lain. Edward Berard [4] mencatat dalam bukunya bahwa manfaat dari teknologi berorientasi obyek akan optimal jika sedari awal dan selama proses rekayasa perangkat lunak diterapkan. Penerapan paradigma berorientasi obyek harus dipertimbangkan terhadap rangkaian proses rekayasa perangkat lunak secara keseluruhan. Jika hanya menggunakan pemrograman berorientasi obyek (OOP) saja tidak akan menghasilkan hasil yang terbaik. Perekayasa perangkat lunak juga harus mempertimbangkan penggunaan beberapa paradigama beroientasi obyek yang lain seperti analisis kebutuhan berorientasi obyek (OORA), desain berorientasi obyek (OOD), analisis domain berorientasi obyek (O ODA), sistem database berorientasi obyek (OODBMS) dan alat bantu / utilitas rekayasa perangkat lunak yang berorientasi obyek (OOCASE). Oleh karena itu sebelum di implementasikan dalam OOP, sistem akan dianalis dan desain menggunakan OORA dan OOD. Bahasa pemodelan yang digunakan adalah UML. UML adalah bahasa pemodelan yang standar untuk lingkungan berorientasi obyek, yang berisi notasi notasi grafis yang relative sudah dibakukan ( open standard). Munawar [5] mengatakan: Paling tidak ada tiga karakter 1.19-27

penting yang melekat pada UML, yaitu sketsa, cetak biru dan bahasa pemrograman. Sebagai sebuah sketsa, UML bisa berfungsi sebagai jembatan dalam mengkomunikasikan beberapa aspek dari sistem. UML bisa juga berfungsi sebagai cetak biru karena sangat lengkap dan detil. Dengan cetak biru ini maka akan bisa diketahui informasi detil tentang coding program (forward engineering) atau bahkan membaca program dan menginterpretasikannya kembali ke dalam diagram ( reverse engineering). Sebagai bahasa pemrograman, UML dapat menterjemahkan diagram yang ada di UML menjadi code program yang siap untuk dijalankan. requirement. Usecase memberikan spesifikasi fungsi fungsi yang ditawarkan sistem dari sudut pandang user. Beberapa diagram yang umum ada dalam pemodelan UML adalah sebagai berikut : 1. Diagram Use case 2. Diagram Sequence 3. Diagram Kelas 4. Diagram Aktivity 2. Pembahasan Tahap awal dari model proses sequential linear adalah menentukan kebutuhan sistem. Beberapa kebutuhan FoGety yang diidentifikasi adalah sebagai berikut : Kebutuhan Input meliputi: - File konfigurasi untuk menggenerate form. - Data yang diinput oleh user melalui form yang digenerate. Gambar 1. Diagram Usecase FoGeTy Sequence Diagram Untuk menggambarkan skenario bagaimana sebuah form dapat digenerate dibrowser ditunjukkan pada gambar 2. Kebutuhan Output : - Tampilan form sesuai dengan konfigurasi yang dibuat. - Tampilan hasil dari data yang diinputkan oleh user. Kebutuhan Perangkat Lunak meliputi : - Apache Server 2.2 atau IIS sebagai web server. - MySQL Server 5.5.8 sebagai database server. - PHP 5.3.4 sebagai program compiler. - Macromedia Dreamweaver atau notepad sebagi kode editor. - PHPMyAdmin sebagai alat bantu untuk mempermudah pengelolaan MySQL database via Web Browser. - Web Browser sebagai viewer. Spesifikasi FoGeTy yang akan dikembangkan sebagai berikut : 1. Form Generator merupakan Web Based Application. 2. Proses pembuatan file konfigurasi masih manual. 3. Database yang didukung baru MySQL. 4. Hanya dapat menggenerate form dari tabel yang telah tersedia didalam database. 5. Tidak ada fasilitas untuk pembuatan tabel. 6. Proses validasi data berdasarkan attribut field didalam tabel. Selanjutnya model requirement dari FoGeTy akan ditunjukkan pada diagram usecase gbr 1. Menurut Jacobson [6] model usecase adalah bagian dari model Gambar 2, Diagram Sequence untuk meng-generate Form Sequence Diagram untuk menggambarkan skenario proses validasi data entri yang dimasukkan oleh user melalui form ditunjukkan pada gambar 3. Rancangan alur aktivitas pembuatan file konfigurasi form dapat dilihat pada gambar 4. 1.19-28

Gambar 3: Sequence diagram untuk proses validasi data entri yang dimasukkan oleh user melalui form. Gambar 5. Diagram Activity saat file configurasi dijalankan di Browser Gambar 6. Diagram Class dan Relasinya Gambar 4. Diagram Activity Create File Configurasi Sedangkan rancangan alur aktivitas saat file konfigurasi dijalankan di browser ditunjukkan pada gambar 5. Struktur dan deskripsi class dan objek beserta hubungan satu sama lain dalam form generator dapat dilihat pada gambar 6. Implementasi program terdiri dari 5 file utama yaitu: 1. qrenmysql.php : Berisi kelas qrenmysql yang berfungsi untuk koneksi kedatabase, query, dan pemilah data. 2. qrenform.php : Berisi kelas qrenform untuk proses menggenerate form file konfigurasi, menambahkan table kedalam form dan penghubung antara kelas qrenmysql, qrenfield dan qrenmysqltables 1.19-29

3. qrenfield.php : Berisi kelas qrenfield untuk mengextrak field-field dari table untuk keperluan menggenerate field form dan validasinya. 4. qrenmysqltables.php: Berisi kelas qrenmysqltables yang berfungsi untuk memuat daftar table, mengecek table dan mengambil fieldfield table. 5. File konfigurasi merupakan sebuah program PHP yang berfungsi untuk mengkonfigurasi form yang akan digenerate, dan harus disimpan diwebserver. Setelah diimplementasi, FoGety kemudian diuji menggunakan Black Box Testing. Hasil FoGeTy ketika dijalankan adalah sebagai berikut : Tampilan halaman depan localhost ditunjukkan gambar 7. Untuk menampilkan hasil form yang digenerate silahkan klik nama file disamping kanan Click to display. Contoh hasil file yang digenerate <?php /*-- FoGeTy => Form Generator This file is generated by Form Generator import file qrenform.php from path../lib ---- require_once("../lib/qrenform.php"); /*-- FoGeTy=>Database Configuration ---- $db=new qrenmysql; $db->server = "localhost"; $db->user = "febri"; $db->password = "febri"; $db->database = "coba"; /*-- FoGeTy => Form Configuration ---- $form=new qrenform($db); $form->title = "judul form"; $form->submit = "Submit"; $form->addtable("shop"); Gambar 7. Tampilan halaman depan FoGeTy Tampilan setelah tombol diklik ditunjukkan pada gambar 8. Field bertanda asterik wajib diisi sebelumnya Gambar 8. Tampilan setelah halaman depan dijalankan. File location in server merupakan lokasi file dimana file configurasi pemanggil form dibuat yang digenerate oleh program. /*-- FoGeTy => Process generate form ---- echo $form->generateform(); echo $form->submitform();?> 3. Kesimpulan Rekayasa FoGeTy di atas telah membantu pemrogram aplikasi web dalam mengotomatisasikan generate form dari tabel yang dibuat ke dalam PHP form. Dengan Mengembangkan sendiri utilitas Form Generator maka utilitas ini bisa dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan pemrogram. FoGeTy ini masih bisa dikembangkan tidak hanya sekedar generate form, tetapi juga meng-generate repot. Daftar Pustaka [1] Admin, ScriptCase, NetMake, [online]. Tersedia: http://www.scriptcase.net/ [diakses 1 Desember 2013] 1.19-30

[2] J,V.Oldenbarneveltlaan, Formdesk, Innovero Software Solutions B.V. [Online. Tersedia: http://en.formdesk.com [Diakses 1 Desember 2013] [3] R S. Pressman, Software Engineering A Practitioner s Approach, Fourth Edition, McGraw Hill, 1997 [4] E.V. Berard, Essays on Object-Oriented Software Engineering, Addison-Wesley, 1993 [5] Munawar, Pemodelan Visual dengan UML, Graha Ilmu, 2005 [6] Jacobson, et all, Object Oriented Software Engineering: A use Case Driven Approach. Addison-Wesley, England,1992 Biodata Penulis Febri Nova Lenti, memperoleh gelar Sarjana Sains (S.Si), Jurusan Ilmu Komputer FMIPA UGM Yogyakarta, lulus tahun 1996. Memperoleh gelar Magister Teknik (M.T) Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak Program Pasca Sarjana Magister Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung, lulus tahun 2003. Saat ini menjadi Dosen di STMIK AKAKOM Yogyakarta. 1.19-31

1.19-32