Mekatronika Modul 5 Triode AC (TRIAC)

dokumen-dokumen yang mirip
NAMA : WAHYU MULDAYANI NIM : INSTRUMENTASI DAN OTOMASI. Struktur Thyristor THYRISTOR

DIODA KHUSUS. Pertemuan V Program Studi S1 Informatika ST3 Telkom

PENGERTIAN THYRISTOR

OPERASI DAN APLIKASI TRIAC

controlled rectifier), TRIAC dan DIAC. Pembaca dapat menyimak lebih jelas

TUGAS DAN EVALUASI. 2. Tuliska macam macam thyristor dan jelaskan dengan gambar cara kerjanya!

THYRISTOR. SCR, TRIAC dan DIAC. by aswan hamonangan

BAB IV SISTEM KONVERSI ENERGI LISTRIK AC KE DC PADA STO SLIPI

Gambar 2.1. Rangkaian Komutasi Alami.

BAB I SEMIKONDUKTOR DAYA

MAKALAH DASAR TEKNIK ELEKTRO SCR, DIAC, TRIAC DAN DIODA VARAKTOR NAMA : NIM : JURUSAN : PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN PRODI : TEKNIK ELEKTRO

Mekatronika Modul 2 Silicon Controlled Rectifier (SCR)

BAB III KARAKTERISTIK SENSOR LDR

Mekatronika Modul 8 Praktikum Komponen Elektronika

BAB III PERAGAAN Topik 1. Rangkaian Pemicu SCR dengan Menggunakan Rangkaian RC (Penyearah Setengah Gelombang dan Penyearah Gelombang penuh).

Elektronika Daya ALMTDRS 2014

Politeknik Gunakarya Indonesia

Rangkaian Dimmer Pengatur Iluminasi Lampu Pijar Berbasis Internally Triggered TRIAC

A. KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN

Pengendali Kecepatan Motor Induksi 3-Phase pada Aplikasi Industri Plastik

Sistem Perlindungan menggunakan Optical Switching pada Tegangan Tinggi

BAB I PENDAHULUAN. pengontrolan sumber tegangan AC 1 fasa dengan memafaatkan sumber

PENDIDIKAN PROFESI GURU PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

BAB I SEMIKONDUKTOR DAYA

Mekatronika Modul 1 Transistor sebagai saklar (Saklar Elektronik)

Perancangan Pembuatan Pengasut Pada Motor Kapasitor 1 Phase

4.2 Sistem Pengendali Elektronika Daya

BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN ANALISIS

Modul 1 Transistor sebagai saklar (Saklar Elektronik)

BAB II DASAR TEORI Gambar 2.1. Simbol Dioda.

Nama Praktikan :... NIM :... Program Studi :... Kelas :... Dosen Pengampu :...

BAB III RANGKAIAN PEMICU DAN KOMUTASI

INOVASI ALAT PENGATUR CATU DAYA TEGANGAN TINGGI PADA PESAWAT SINAR-X DIAGNOSTIK

BAB I PENDAHULUAN. Tenaga listrik memegang peranan yang penting dalam industri. Pada aplikasi

BAB II DASAR TEORI. arus dan tegangan yang sama tetapi mempunyai perbedaan sudut antara fasanya.

DESAIN SENSORLESS (MINIMUM SENSOR) KONTROL MOTOR INDUKSI 1 FASA PADA MESIN PERONTOK PADI. Toni Putra Agus Setiawan, Hari Putranto

PNPN DEVICES. Pertemuan Ke-15. OLEH : ALFITH, S.Pd, M.Pd

BAB V II PENGATUR TEGANGAN BOLAK-BALIK (AC REGULATOR)

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DAYA

TEORI DASAR. 2.1 Pengertian

INOVASI ALAT PENGATUR CATU DAYA TEGANGAN TINGGI PADA PESAWAT SINAR-X DIAGNOSTIK

Penyusun: Isdawimah,ST.,MT dan Ismujianto,ST.,MT Prodi D-IV Teknik Otomasi Listrik Industri

BAB III PERANCANGAN ALAT. Dalam perancangan dan realisasi alat pengontrol lampu ini diharapkan

Gambar 11. susunan dan symbol dioda. Sebagai contoh pemassangan dioda pada suatu rangkaian sebagai berikut: Gambar 12. Cara Pemasangan Dioda

BAB II SISTEM PENGONTROLAN MOTOR LISTRIK PADA INDUSTRI. pengendalian terhadap operasi motor listrik yang di pergunakan untuk

THYRISTOR & SILICON CONTROL RECTIFIER (SCR)

PRAKTIKAN : NIM.. PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB 10 ELEKTRONIKA DAYA

Jenis-jenis Komponen Elektronika, Fungsi dan Simbolnya

Abstrak SUSUNAN PHYSIS DIODA EMPAT LAPIS

BAHAN PERKULIAHAN. Disusun Oleh : Istanto W. Djatmiko

VERONICA ERNITA K. ST., MT. Pertemuan ke - 5

TRAINER FEEDBACK THYRISTOR AND MOTOR CONTROL

Desain Sistem Kontrol Sudut Penyalaan Thyristor Komutasi Jaringan Berbasis Mikrokontroler PIC 16F877

APLIKASI SILICON CONTROL REACTIFIRED (SCR) PADA PENGONTROLAN MOTOR LISTRIK. Abstrak

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan 1.3 Rumusan Masalah

Alat Penstabil Tegangan Bolak-Balik satu fasa 220 V, 50 Hz Menggunakan Thrystor Dengan Daya 1,5 kva

BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN ANALISIS

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Solusi Ujian 1 EL2005 Elektronika. Sabtu, 15 Maret 2014

KENDALI FASA THYRISTOR SEBAGAI SISTEM PENYEARAH TIGA FASA DENGAN PENYINKRON DISKRIT UNTUK PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DAYA

BAB I KOMPONEN DAN RANGKAIAN LATCH/PENGUNCI

Perancangan dan Analisis Back to Back Thyristor Untuk Regulasi Tegangan AC Satu Fasa

semiconductor devices

SEMIKONDUKTOR. Komponen Semikonduktor I. DIODE

KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA. Prakarya X

ELEKTRONIKA INDUSTRI SOLID-STATE RELAY. Akhmad Muflih Y. D

PENYEARAH SATU FASA TERKENDALI

Pengantar Rangkaian Listrik. Dedi Nurcipto, MT.

3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Herlambang Sigit Pramono Staf Pengajar Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

KENDALI FASA THYRISTOR DAN TRIAC TANPA TEGANGAN EKSTERNAL UNTUK PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DAYA. Oleh: Drs. S u n o m o, M.T.

PEMBAHASAN. R= ρ l A. Secara matematis :

SOLUSI PR-08 (Thyristor dan UJT)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam tugas akhir ini ada beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam

MODUL 1: DIODA DAYA PERCOBAAN 1 PENYEARAH SETENGAH GELOMBANG SATU FASA. Dioda dilambangkan seperti pada gambar di bawah ini :

PENGATUR AKSELERASI MOTOR AC SATU PHASA BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52

LAB SHEET ILMU BAHAN DAN PIRANTI

Pertemuan 10 A. Tujuan 1. Standard Kompetensi: Mempersiapkan Pekerjaan Merangkai Komponen

Mekatronika Modul 10 Sensor / Transducer

BAB I PENDAHULUAN 1.1. TUJUAN 1.2. LATAR BELAKANG MASALAH. Membuat alat peragaan praktikum mata kuliah Elektronika Daya.

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

CATU DAYA MENGGUNAKAN SEVEN SEGMENT

meningkatkan faktor daya masukan. Teknik komutasi

BAB III SISTEM EKSITASI TANPA SIKAT DAN AVR GENERATOR

DIODA SEBAGAI PENYEARAH (E.1) I. TUJUAN Mempelajari sifat dan penggunaan dioda sebagai penyearah arus.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1 Segitiga Daya

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II PENYEARAH DAYA

BAB III LANGKAH PERCOBAAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. Dalam system tenaga listrik, daya merupakan jumlah energy listrik yang

PRAKTIKUM KONVERTER AC-AC TRIAC

SIMBOL DAN STRUKTUR DIODA

Dioda Semikonduktor dan Rangkaiannya

Nama Praktikan :... NIM :... Program Studi :... Kelas :... Dosen Pengampu :...

Aplikasi Kontrol Switch Menggunakan Silicon Controlled Rectifier (SCR) Melalui Parallel Port

RANGKAIAN AC R-L PARALEL

TEKNIK LISTRIK INDUSTRI JILID 3 untuk SMK Siswoyo

A. Kompetensi Mengukur beban R, L, C pada sumber tegangan DC dan AC

Transkripsi:

Mekatronika Modul 5 Triode AC (TRIAC) Hasil Pembelajaran : Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan karakteristik dari Triode AC (TRIAC) Tujuan Bagian ini memberikan informasi mengenai karakteristik dan penggunaannya Triode AC (TRIAC) 5.1 Pendahuluan Salah satu cara pengendalian daya arus bolak-balik secara penuh, dapat digunakan dua buah SCR yang terhubung secara paralel berlawanan (anti-paralel), seperti yang diperlihatkan pada gambar 5.1 berikut : Gambar 5-1. Anti-Paralel SCR Suatu piranti elektonik yang merupakan gabungan dari dua buah SCR adalah sebuah saklar elektronik dengan gerbang terkendali, yaitu TRIAC. TRIAC mempunyai tiga terminal (Triode-AC) atau dikenal sebagai Bidirectional Triode Thyristor. TRIAC mirip dengan SCR, namun TRIAC dapat menghantarkan arus dalam dua arah.

5.2 TRIAC TRIAC merupakan singkatan dari Triode Alternating Current Switch, yang berarti saklar 2egati untuk arus bolak-balik. TRIAC merupakan suatu komponen yang mempunyai susunan atas 5 lapisan bahan jenis P dan N dalam arah lain antara terminal T 1 dan T 2 dan dapat menghantarkan dalam arah yang lain sebagaimana ditunjukkan secara jelas pada simbolnya. Secara elektris, TRIAC merupakan suatu komponen yang berkelakuan seperti dua buah SCR (Thyristor) yang digabungkan dalam hubungan negatif terbalik seperti ditunjukkan pada Gambar 5-2. Gambar 5-2. Simbol TRIAC TRIAC dapat dialihkan dalam kondisi hidup (on), baik melalui arus gate positif maupun arus gate 2egative. Jika arus positif diinjeksikan saat T 2 positif dan arus 2egative diinjeksikan saat T 1 positif, maka hasilnya sangat 2egative2 (peka). Namun dalam prakteknya, arus gate 2egative selalu digunakan seperti ditunjukkan pada Gambar 5-3 tentang karakteristik TRIAC berikut ini.

Gambar 5-3. Karakteristik TRIAC TRIAC adalah piranti yang digunakan untuk mengontrol arus rata-rata yang mengalir ke suatu beban. TRIAC berbeda dengan SCR, dimana TRIAC ini dapat mengontrol arus dalam dua arah. Jika TRIAC sedang OFF, arus tidak dapat mengalir diantara terminal-terminal utamanya, atau dengan kata lain diumpamakan saklar terbuka. Jika TRIAC sedang ON, maka dengan tahanan yang rendah arus mengalir dari satu terminal ke terminal lainnya dengan arah aliran tergantung dari polaritas tegangan yang digunakan. Jika tegangan T 2 positif, maka arus akan mengalirkan dari T 1 ke T 2 dan sebaliknya jika T 1 positif, maka arus akan mengalir dari T 1 ke T 2 dan dalam kondisi ini TRIAC diumpamakan sebagai saklar tertutup. Gambar 5-4 memperlihatkan suatu rangkaian yang terdiri dari sumber tegangan, TRIAC dan beban serta dilengkapi dengan suatu unit penyulut (trigger).

Gambar 5-4. Rangkaian Dasar Pengendali dengan TRIAC Arus rata-rata yang dialirkan pada beban dapat bervariasi oleh adanya perubahan harga waktu setiap perioda ketika TRIAC tersebut ON. Jika porsi waktu yang kecil saat kondisi ON, maka arus rata-ratanya akan tinggi. Kondisi suatu TRIAC pada setiap perioda tidak dibatasi hingga 180, dengan pengaturan picu dia dapat menghantarkan hingga 360 penuh. Tegangan gate untuk pemicu biasanya diberi notasi V GT, dan arus gate pemicu dinotasikan dengan I GT. Rangkaian 5-5 berikut merupakan rangkaian penyulutan (triggering) suatu TRIAC secara sederhana. Gambar 5-5. Rangkaian picu TRIAC Selama setengah perioda negatif, muatan negatif akan beradapada plat bagian atas kapasitor dan jika tegangan yang berada pada kapasitor telah mencukupi, maka TRIAC akan ON.

Kecepatan pengisian kapasitor diatur oleh hambatan R 2, dimana jika R 2 bernilai besar, maka pengisiannya akan lambat sehingga terjadi penundaaan penyalaan yang panjang dan arus rata-ratanya kecil. Jika R 2 bernilai besar, maka pengisian kapasitor akan cepat dan arus bebannya tinggi. Metode lain untuk pemicuan TRIAC digambarkan seperti pada gambar 5-6. Gambar 5-6. DIAC sebagai pengendali TRIAC. Rangkaian tersebut menggunakan DIAC sebagai pengendali picu. Prinsip kerja rangkaian tersebut adalah jika tegangan input berada pada setengah periode positif, maka kapasitor akan terisi muatan melebihi beban dan hambatan R. jika tegangan kapasitor mencapai tegangan breakover DIAC, maka kapasitor mulai mengosongkan muatan melalui DIAC ke gerbang (gate) TRIAC. Pulsa trigger TRIAC akan menghantarkan TRIAC pada setengah perioda tadi dan untuk setengah perioda berikutnya (negatif) prinsipnya sama. Sekali TRIAC dihidupkan, maka dia akan menghantarkan sepanjang arus yang mengalir melaluinya dipertahankan tetap. TRIAC tidak dapat dimatikan oleh arus balik layaknya suatu SCR. TRIAC dapat dimatikan dan kembali pada kondisi menghambat, ketika arus beban AC yang melewatinya berharga nol (0), sebelum setengah perioda lainnya digunakan. Faktor ini akan membatasi frekuensi respon yang dimiliki oleh TRIAC tersebut.

Bagi beban-beban resistif, waktu yang tersedia guna mematikan suatu TRIAC akan lebih panjang dari titik ketika arus bebannya jatuh hingga waktu dimana tegangan balik mencapai nilai yang dapat menghasilkan arus latching yang dibutuhkan. Sedangkan bagi beban-beban induktif komutasinya akan lebih rumit lagi, dimana jika arus beban jatuh dan TRIAC berhenti menghantar, maka tegangan masih ada pad a piranti tersebut. Jika tegangannya muncul terlalu cepat, maka akibat yang dihasilkan oleh persambungan (junction) kapasitansi adalah tetap menghantarnya TRIAC tersebut. Untuk itu maka sering digunakan rangkaian pengaman yang dapat mengubah nilai Perubahan (rate of change) tegangan TRIAC. Adapun pengaturan tegangan bolak-balik dengan menggunakan TRIAC ditunjukkan pada Gambar 5-7 berikut ini. Gambar5-7. Rangkaian TRIAC dan Tegangan Outputnya Contoh penggunaan TRIAC : Pemakaian motor arus bolak-balik 1 fasa banyak digunakan dalam kehidupan seharihari dibandingkan dengan motor arus searah. Pengontrolan pun sekarang sudah banyak ragamnya dari mulai pengaturan putaran sampai pada proteksinya. Pengaturan putaran motor arus bolak-balik 1 fasa (motor pompa 1 fasa 125 watt) dengan mengatur tegangan masukan dan variasi nilai resistansi pada thermistor. Seperti pada Gambar 5-8 di bawah ini

M X L 100 W PTC Variac Gambar 5-8. Rangkaian Kendali Motor 1 Fasa Rangkaian di atas bertujuan mengatur putaran motor pompa listrik dengan menggunakan TRIAC sebagai saklar yang menghubungkan sumber tegangan dengan beban (pompa). Pada rangkaian ini juga menggunakan thermistor jenis positive temperature coefecien (PTC). Seharusnya PTC ditempelkan pada rangka pompa, namun dalam simulasi ini PTC didekatkan pada sumber panas dari lampu pijar yang dapat diatur tegangannya menggunakan variac.

5.3 Latihan Soal 1. Jelaskan karakteristik dari TRIAC! 2. Jelaskan perbedaan antara TRIAC dan SCR! 3. Buatlah salah satu rangkaian contoh rangkaian pengaman yang dapat mengubah nilai Perubahan (rate of change) tegangan TRIAC!