BAB 1 PENDAHULUAN.

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang penelitian Anggi Sugiyono, 2015

I. PENDAHULUAN. telah cukup tumbuh dan berkembang. Hal ini ditandai dengan kegiatan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Tujuan dari olahraga adalah untuk pendidikan, rekreasi, dan

C. TEKNIK DASAR PERMAINAN SEPAKBOLA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan permainan sepakbola saat ini sangat pesat sekali, hal ini bisa

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. tanah air, dari anak-anak, dewasa, dan orang tua, pria, maupun wanita. Hakekat sepakbola menurut Sucipto (1999:7) bahwa.

II. TINJAUAN PUSTAKA. regu yang saling berhadapan dengan masing-masing regu terdiri dari sebelas

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS. Permainan sepakbola merupakan permainan yang paling populer dewasa ini di seluruh

BAB II KAJIAN TEORI. regu, masing masing regu terdiri dari sebelas orang pemain termasuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga populer di dunia

PENGGUNAAN STRATEGI POWER PLAY DALAM PERTANDINGAN FUTSAL

BAB I PENDAHULUAN. banyak perubahan, dari permainan yang primitive dan sederhana sampai menjadi

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Penulisan

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia mengadakan pembinaan dan pengembangan olahraga, seperti

Sepakbola. Oleh: Rano Sulisto,S.Pd.

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia bahkan mendapat simpati di hati masyarakat. Sepakbola digemari oleh

BAB I PENDAHULUAN. olahraga. Mereka melakukan kegiatan olahraga dengan berbagai alasan, yaitu untuk

2014 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PASSING DALAM PEMBELAJARAN SEPAKBOLA

BAB I PENDAHULUAN. terus menerus manusia untuk mengulangi masalah-masalah yang di hadapi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

2015 PENGARUH PENGGUNAAN BOLA MOD IFIKASI TERHAD AP HASIL BELAJARA PASSING D AN STOPING D ALAM PEMBELAJARAN SEPAKBOLA D I SMP NEGERI 4 BAND UNG

2015 ANALISIS KEBUTUHAN LATIHAN TEKNIK PEMAIN SEPAKBOLA DALAM LIGA SUPER INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. sistem pendidikan nasional, (Depdiknas, 2003: 30). Karanggambas sesuai silabus adalah: atletik, senam, renang, kesehatan dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dribbling Dalam Pembelajaran Permainan Sepak Bola Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Quantum Teaching

BAB I PENDAHULUAN. didalam ruangan. Kata ini diperkenalkan oleh FIFA ketika mengambil alih futsal

BAB I PENDAHULUAN. Sepakbola adalah salah satu cabang olahraga yang masuk ke dalam

BAB I PENDAHULUAN. lagi adalah stadion, yang mana stadion tersebut bisa membuka sendiri saat ada hujan

SEPAK BOLA III. Design R2 Bramistra

BAB I PENDAHULUAN. demikian itu berolahraga dapat dilakukan dimana saja. Salah satu olahraga yang

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan melalui pembinaan di usia dini baik dari kemampuan teknik taktik dan

dimainkan oleh laki-laki, perempuan, anak-anak, dewasa, dan orang tua. Di yang cukup menggembirakan, namun dalam kancah sepak bola internasional

BAB I PENDAHULUAN. permainan yang cukup cantik dan menarik bagi siapapun.

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Uji Validitas Dan Reabilitas Tes Keterampilan Teknik Sepakbola Usia Remaja

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sepakbola merupakan cabang olahraga yang sudah memasyarakat, dan

BAB I PENDAHULUAN. Pada masa sekarang sepak bola bagi sebahagian orang tidak hanya

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu cabang olahraga yang sangat digemari dan paling populer di

MOCHAMAD AGUNG JUNIARTO,

BAB I PENDAHULUAN. Sepakbola merupakan cabang olahraga yang sangat populer hampir di

BAB I PENDAHULUAN. satunya adalah penjaga gawang. Cabang olahraga ini asal mulanya dari cabang

BAB I PENDAHULUAN. sampai menjadi permainan sepakbola yang modern seperti sekarang ini.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Aji Rasa Kurniawan, 2014 HUBUNGAN ANTARA KOORDINASI MATA-KAKI DENGAN HASIL SHOOTING 8 METER CABANG OLAHRAGA FUTSAL

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS. pertandingan tingkat lokal, regional hingga tingkat dunia. Berjuta-juta pasang

BAB I PENDAHULUAN. yang dimaksud adalah passing, dribbling, controlling, dan shooting. Untuk

I. PENDAHULUAN. Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga permainan yang banyak

BAB I PENDAHULUAN. Hakekat olahraga merupakan kegiatan fisik yang mengandung sifat

BAB I PENDAHULUAN. meliputi: ketahanan (endurance), kekuatan (strength) dan kecepatan (speed).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Deni Haryadi, 2014

KEMAMPUAN DASAR BERMAIN SEPAKBOLA SISWA KELAS VIII SMP N 2 PANDAK. Oleh Fitri Hermawan N dan Soni Nopembri Universitas Negeri Yogyakarta

BAB I PENDAHULUAN. seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Timo Scheunemann (2005:15)

B. Tujuan. Makalah ini bertujuan : Dapat mengetahui tentang Futsal

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sepakbola adalah suatu olahraga yang tidak asing lagi ditelinga kita.

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat untuk menjaga kondisi fisik agar tetap fit dan bisa bekerja lebih baik.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Olahraga sekarang ini telah menjadi kebutuhan setiap individu,

BAB I PENDAHULUAN. belum menunjukkan prestasi yang membanggakan. Akhir-akhir ini

BAB I PENDAHULUAN. didik, sehingga peserta didik dapat mengalami perubahan yang diinginkan.

BAB I PENDAHULUAN. Moch.Vichi Fadhli Rachman, 2015 PENGARUH LATIHAN UMPAN KOMBINASI TERHADAP DOMINASI BALL POSSESSION DALAM CABANG OLAHRAGA SEPAK BOLA

A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN

Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol. 14 (1) Januari Juni 2015: 24-34

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Olahraga merupakan sebuah aktivitas fisik yang memiliki aspek yang

Materi: Konsep Dasar Pendekatan Taktik dalam Permainan Sepakbola. Pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah masih cenderung dilaksanakan dengan

Sepak Bola. 1. Lapangan dan Peralatan Sepak Bola

BAB I PENDAHULUAN. teknik permainan, peraturan peraturan, pengorganisasian, atau dipandang dari

I. PENDAHULUAN. manusia. Seperti telah diketahui di dalam kehidupan sehari-hari, semua

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang Masalah. Sepakbola merupakan olahraga yang merakyat dan telah dikenal ditanah

BAB I PENDAHULUAN. mulai dari anak-anak hingga orang dewasa setiap hari memainkan sepakbola

PERBEDAAN EFEKTIFITAS TENDANGAN PENALTI DENGAN MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM DAN PUNGGUNG TIM SEPAK BOLA UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI TAHUN 2015

Jurnal Prestasi Vol. 1 No. 1, Juni 2017 : p-issn : e-issn :

1. PENDAHULUAN. Kemampuan ini saling melengkapi satu sama lainnya karena setiap bola yang. dioper harus diterima dan dikontrol oleh rekan seregu.

PERBEDAAN KETEPATAN TENDANGAN MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM DAN PUNGGUNG KAKI PENUH PADA PESERTA UKM SEPAKBOLA UNY SKRIPSI

I. PENDAHULUAN. beregu yang mengandung unsur kekompakkan dan kerjasama serta olahraga

BAB I PENDAHULUAN. dimaksud adalah passing, shooting, controlling, dan heading. Untuk memperoleh

MODEL PEMBELAJARAN PASSING SEPAK BOLA DI SD

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN

TINJAUAN PUSTAKA. pada pemain yang bekerja dalam kombinasi. Untuk menguasai bola dan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Santoso Giriwijoyo (2012:73 ) Pendidikan jasmani adalah kegiatan

BAB I PENDAHULUAN. penjaga gawang dapat menggunakan tangan. Tujuan permainan ini adalah

BAB I PENDAHULUAN. dunia. Permainan sepak bola sangat membutuhkan kemampuan fisik dan taktik yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menghadapi era globalisasi, tantangan yang dihadapi akan semakin berat, hal ini disebabkan karena semakin

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. dimiliki oleh seorang ketika mengontrol bola menggelinding dengan kontrol kaki bagian

GAMBARAN KETERAMPILAN SHOOTING DAN PASSING SISWA SEKOLAH SEPAK BOLA (SSB) TALAWI PUTRA USIA DI BAWAH 17 TAHUN KECAMATAN TALAWI KOTA SAWAHLUNTO JURNAL

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan kepala dan dada. Khususnya untuk penjaga gawang diperbolehkan

Transkripsi:

A. Latar Belakang Penelitian BAB 1 PENDAHULUAN Pada abad ke 2 dan ke 3 sebelum masehi di Cina, dimasa Dinasti Han, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di Italia permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke 16. Seiring dengan perkembangan zaman sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi sangat digemari. Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun1365. Raja james I dari Scotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola. Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah. Sepak bola merupakan salah satu olahraga yang populer di dunia. Dalam pertandingan, olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukan bola ke gawang kelompok lawan. Masing-masing kelompok beranggotakan sebelas pemain dan beberapa pemain cadangan sesuai kebutuhan pelatih masing-masing. Adapun kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan sepak bola. Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola. Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai di larang dalam sepak bola. Selama tahun 1800an, olahraga tersebut di bawa oleh pelaut, pedagang,dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia.pada tanggal 21 Mei 1904 didirikanlah federasi sepak bola Internasional yang di beri nama Federation Internationale de Football (FIFA). Adapun pengertian sepak bola menurut Anggoro (2011:1) dalam sebuah webset http://anggorotrihartanto101211.blogspot.com/2012/02/sejarah-sepakbola- 1

2 sepakbola-adalah.html sepak bola adalah Suatu permainan beregu yang dimainkan masing-masing regunya terdiri dari sebelas orang pemain termasuk seorang penjaga gawang. Berdasarkan pengertian di atas sepak bola terdiri dari dua regu yang di mana setiap regunya terdiri dari sebelas orang pemain dan penjaga gawang, dalam permainan sepak bola setiap masing-masing regu menjaga daerahnya agar tidak kemasukan bola dan dapat memenangkan pertandingan. Pada saat ini permainan sepak bola sudah menjadi hiburan. Di luar negeri sepak bola sudah menjadi industri, bahkan dari sepak bola sebuah tim atau kelompok bisa mendapat keuntungan dari permainan ini. Pada saat ini sepak bola terus mengalami perubahan dalam peraturan permainan ini. Sebagai contohnya sepak bola modern akan di berlakukannya sisem garis gawang, sistem garis gawang ini bisa mempermudah kinerja wasit untuk menentukan apakah gol tersebut sudah melewati garis gawang atau belum melewati garis gawang. Selain itu sepak bola memakai sistem kompetisi penuh dan sistem setengah kompetisi. Sistem kompetisi penuh ialah tim atau kelompok bertemu dalam kompetisi selama dua kali bertemu, sedangkan sistem setengah kompetisi ialah tim atau kelompok bertemu dalam kompetisi hanya sekali bertemu. Suatu tim atau kelompok dinyatakan menang apabila tim tersebut dapat mamasukan bola terbanyak ke gawang lawan, dan apabila sama maka permaian dinyatakan seri atau draw (hanya untuk fase group). Babak selanjutnya setelah fase group biasanya dilanjutkan dengan sistem gugur, yaitu permainan yang pada pelaksanaannya tidak ada istilah seri. Ketika pertandingan menggunakan sistem gugur maka tidak adanya istilah seri atau draw tapi yang ada hanyalah menang dan kalah, oleh karena itu apabila kedua tim bermain seri diwaktu sembilan puluh menit maka akan diadakannya babak perpanjangan waktu, yang setiap babak perpanjangan memiliki waktu lima belas menit untuk babak perpanjangan pertama dan kedua, apabila hasilnya masih seri atau draw maka diadakanya adu tendangan pinalti.

3 Dilihat dari pola gerak,sepak bola mempunyai gerakan dominan yang sering dilakukan diantaranya, lari, menendang, menggiring, dan menangkap bagi penjaga gawang. Pola ini menjadi karakteristik dari cabang olahraga sepak bola. Dalam mencapai prestasi yang maksimal, diperlukan beberapa faktor penunjang dalam olahraga ini. Faktor-faktor tersebut menurut Harsono (1988:100) adalah Latihan fisik, latihan teknik, latihan taktik, dan latihan mental. Untuk bermain bola dengan baik, pemain harus dibekali dengan teknik dasar yang baik. Pemain yang mempunyai teknik dasar yang baik, cenderung pemain tersebut dapat bermain sepak bola dengan baik pula. Teknik dasar yang harus dikuasai dalam sepak bola menurut Sucipto dkk,(2000:17)adalah Menendang bola (kicking), menghentikan bola (stoping), menggiring bola (dribbling), menyundul bola (heading), merampas bola (tackling), melempar bola (throw in), menjaga gawang (goal keeping). Dari penjelasan diatas untuk bisa menjadi pemain sepak bola yang hebat maka seorang pemain sepak bola harus dapat menguasai beberapa teknik dasar dalam sepak bola. Salah satu teknik dasar yang harus di kuasai oleh pemain sepak bola ialah teknik menendang bola. Karena menendang bola itu tujuan utama dari permainan sepak bola. Tujuan sepak bola menurut Sucipto dkk (2000:7) adalah Memasukan bola sebanyak-banyaknya ke gawang lawan dan berusaha menjaga gawangnya sendiri, agar tidak kemasukan. Kemampuan menendang dalam permainan sepak bola merupakan keterampilan yang sangat penting dimiliki oleh pemain sepak bola. Menendang juga berfungsi untuk menghubungkan antara pemain yang satu dengan pemain yang lainnya, oleh karena itu menendang merupakan bagian yang penting dalam permainan sepak bola. Menendang bola harus tepat kepada teman satu tim agar dapat melakukan serangan yang dapat menghasilkan gol kemenangan untuk tim, selain itu pemain yang memiliki teknik menendang dengan benar dapat bermain sepak bola dengan efisien, karena dengan pemain yang mempunyai teknik menendang dengan benar akan mengurangi kesalahan yang terjadi pada saat

4 pertandingan. Menurut Sucipto dkk (2000:17) bahwa Pemain yang memiliki teknik menendang dengan baik, akan dapat bermain secara efisien. Dalam permainan sepak bola menendang identik dengan menyerang ke daerah lawan untuk dapat mencetak gol sebanyak mungkin, tetapi kenyataannya adalah menendang bola juga bisa dipakai dalam bertahan yaitu untuk menghalau serangan lawan agar terhindar dari kemasukan bola. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Sucipto dkk (2000:17) bahwa Tujuan dari menendang bola adalah untuk mengumpan (passing), menembak ke gawang (shooting ot the goal), dan menyapu untuk menggagalkan serangan lawan (sweeping). Dari pengalaman-pengalaman terdahulu bahwa setiap pemain sepak bola mempunyai kelemahan dalam menendang ke arah gawang (shooting). Hal ini tentu menjadi permasalahan bagi peningkatan prestasi atlet karena kemampuan untuk memasukan bolanya jadi terhambat, oleh karena itu menendang bola harus di dasari teknik yang benar agar dapat mengarah ke gawang dengan tepat supaya bola yang ditendang dapat masuk ke gawang dan dapat memperoleh kemenangan. Mielke (2003:67) menjelaskan bahwa Melatih tendangan shooting berkali-kali dengan menggunakan teknik yang benar. Jika pemain sepak bola ingin menjadi penembak yang jitu, maka dia harus meluangkan waktu berjam-jam melakukan tendangan shooting ke gawang. Dari penjelasan diatas bahwa menendang bola merupakan bagian yang sangat penting dan harus dikuasai oleh setiap pemain sepak bola, oleh karena itu menendang bola (pinalti) dapat menentukan kemenangan dalam suatu pertandingan, itu sebabnya tendangan pinalti sangat membantu tim untuk bisa memenangkan pertandingan. Penulis mencoba meneliti tentang tendangan pinalti yaitu perbandingan menendang bola menggunakan punggung kaki posisi serong dengan poisi lurus terhadap hail pinalti.

5 B. Rumusan Masalah Masalah penelitian merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabanya melalui pengumpulan data dan analisis data. Sehingga pada akhirnya akan menjadi kesimpulan atau hasil dari sebuah penelitian. Berdasarkan dari latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Manakah yang lebih efektif antara tendangan menggunakan punggung kaki posisi serong dengan posisi lurus terhadap hasil tendangan pinalti. C. Tujuan Penelitian Setelah masalah dalam penelitian dirumuskan maka langkah berikutnya yaitu menentukan tujuan penelitian, sebuah penalitian harus mempunyai tujuan penelitian yang ingin dicapai. Karena tujuan tersebut merupakan awal untuk menentukan langkah selanjutnya dalam melaksanakan penelitian, adapun tujuan dari penelitian ini yaitu:untuk mengetahui efektifitas tendangan menggunakan punggung kaki posisi serong dengan posisi lurus terhadap hasil tendangan pinalti?. D. Manfaat Penelitian Berdasarkan dari latar belakang masalah dan tujuan penelitian, maka langkah berikutnya yaitu menentukan manfaat dalam penelitian, penulis berharap manfaat penelitian ini dapat membantu dan sebagai masukan untuk dunia olahraga yang khususnya olahraga sepak bola. Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Secara teoretis a. Semoga dengan adanya penelitian ini bisa menjadi masukan kepada insan olahraga terutama bagi para pelatih maupun pembina yang berada didalam ruang lingkup olahraga dan khususnya dalam

6 cabang olahraga sepak bola agar jauh lebih baik dimasa yang akan datang. b. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan bagi para pelatih maupun guru olahraga dalam melakukan teknik dasar menendang bola menggunakan punggung kaki dengan posisi melingkar dan posisi lurus terhadap hasil tendangan pinalti. 2. Secara praktis a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pegangan untuk pelatih dalam menyiapkan atletnya untuk dapat meningkatkan prestasi olahraga sepak bola, semoga dengan adanya penelitian ini bisa membantu menyelesaikan permasalahan yang ada didalam cabang olahraga sepak bola bisa teratasi dengan baik. b. Penelitian ini dapat dijadikan upaya bagi pelatih sepak bola untuk meningkatkan kemampuan menendang pinalti dengan posisi serong dan posisi lurus. E. Batasan Penelitian Setelah manfaat penelitian diuraikan maka langkah selanjutnya yaitu menentukan batasan penelitian. Batasan penelitian atau matasan masalah sangat diperlukan dalam penelitian ini, agar nantinya penelitian tidak di luar konteks pembahasan dan jauh lebih terarah untuk dapat memperoleh suatu gambaran yang jelas adanya. Oleh karena itu penulis mambatasi permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Ruang lingkup dalam penelitian ini hanya terbatas pada tendangan menggunakan punggung kaki dengan posisi serong dan posisi lurus terhadap hasil tendangan pinalti. 2. Pengujian dan mengukuran hanya terbatas pada hasil pinalti. 3. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sekolah SMAN 1 Loasari (ekstrakulikuler sepak bola).

7 4. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 20 orang. 5. Untuk jarak menendangnya yaitu dengan jarak 11 m (pinalti). F. Definisi Oprasional Untuk memudahkan pembaca dalam memahami isi dan tulisan dalam penelitian ini, maka penulis membuat batasan istilah agar terhindar dari kesimpangsiuran istilah-istilah dalam judul penelitian ini. Batasan istilah tersebut antara lain: 1. Perbandingan adalah suatu upaya membandingkan suatu kegiatan pendidikan yang dilaksanakan atau menemukan perbandingan yang terdapat dalam kegiatan pendidikan. 2. Menendang bola atau shooting menurut Mielke (2003:67) seorang pemain harus mengusai keterampilan dasar menendang bola dan selanjutnya menggembangkan sederetan teknik shooting yang memungkinkan untuk melakukan tendangan shooting untuk mencetak gol dari berbagai posisi dilapangan. 3. Menendang bola dengan punggung kaki (instep) menurut Sucipto dkk (2000:20) perkenaan kaki pada bola tepat pada punggung kaki penuh dan tepat pada tengah-tengah bola pada saat mengenai bola pergelangan kaki ditegangkan. 4. Menurut BSE Kemendiknas gerak lurus yaitu gerak yang lintasannya merupakan garis lurus. 5. Menurut BSE Kemendiknas gerak melingkar yaitu gerak yang lintasanya merupakan melingar atau menyerong. 6. menurut Anggoro (2011:1) dalam sebuah webset http://anggorotrihartanto101211.blogspot.com/2012/02/sejarahsepakbola-sepakbola-adalah.html sepak bola adalah suatu permainan

8 beregu yang dimainkan masing-masing regunya terdiri dari sebelas orang pemain termasuk seorang penjaga gawang.