Fourier Descriptor Based Image Alignment (FDBIA) (1)

dokumen-dokumen yang mirip
Implementasi Metode Alignment Citra Berbasis Boundary Fourier Descriptor

... BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Citra

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISIS PENGARUH EXPOSURE TERHADAP PERFORMA ALGORITMA SIFT UNTUK IMAGE MATCHING PADA UNDERWATER IMAGE

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN

1. BAB I PENDAHULUAN

1. Pendahuluan Latar Belakang

BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI. menawarkan pencarian citra dengan menggunakan fitur low level yang terdapat

Gambar 2 Prinsip pencarian: (a) struktur dan area-area pencarian, (b) jumlah dari garis-garis sampling (Sumber: (Kirchgeβner et al. 2002).

EKSTRAKSI FITUR MENGGUNAKAN ELLIPTICAL FOURIER DESCRIPTOR UNTUK PENGENALAN VARIETAS TANAMAN KEDELAI HERMAWAN SYAHPUTRA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

IMPLEMENTASI METODE SPEED UP FEATURES DALAM MENDETEKSI WAJAH

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menggunakan PCA, kemudian penelitian yang menggunakan algoritma Fuzzy C-

Aplikasi Citra Mosaik Panoramik

BAB II LANDASAN TEORI

Bab III ANALISIS&PERANCANGAN

PENCOCOKAN OBYEK WAJAH MENGGUNAKAN METODE SIFT (SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM)

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Dalam pengerjaan tugas akhir ini memiliki tujuan untuk mengektraksi

Sistem Pendeteksi Gambar Termanipulasi Menggunakan Metode SIFT

BAB II LANDASAN TEORI

II TINJAUAN PUSTAKA. * adalah operasi konvolusi x dan y, adalah fungsi yang merepresentasikan citra output,

BAB 3 METODE PERANCANGAN

1BAB I. 2PENDAHULUAN

GRAFIK KOMPUTER DAN PENGOLAHAN CITRA. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISIS PERBANDINGAN METODE PREWITT DAN CANNY UNTUK IDENTIFIKASI IKAN AIR TAWAR

Identifikasi Sidik Jari Menggunakan Akurasi POC dan SIFT Fingerprint Identification Using POC Accuracy and SIFT

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

MKB3383 TEKNIK PENGOLAHAN CITRA Pemrosesan Citra Biner

MEMBANDINGKAN CITRA DIGITAL UNTUK MEMPREDIKSI KETERHUBUNGANNYA

Segmentasi Dan Pelabelan Pada Citra Panoramik Gigi

Rancang Bangun Aplikasi Pengenalan Ukiran Bali dengan Metode ORB

PENCARIAN CITRA BERDASARKAN BENTUK DASAR TEPI OBJEK DAN KONTEN HISTOGRAM WARNA LOKAL

Konsep Penambahan High Pass Filter pada Pengenalan Pola Metode SIFT

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

GLOSARIUM Adaptive thresholding Peng-ambangan adaptif Additive noise Derau tambahan Algoritma Moore Array Binary image Citra biner Brightness

IMPLEMENTASI TEMU KEMBALI CITRA BERBASIS ISI DENGAN FITUR TITIK-TITIK SIGNIFIKAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENGEMBANGAN SISTEM PEROLEHAN CITRA BERBASIS ISI PADA CITRA BATIK MENGGUNAKAN METODE INTEGRATED COLOR AND INTENSITY CO-OCCURRENCE MATRIX (ICICM)

Pencocokan Citra Sidik Jari Menggunakan Korelasi Silang Ternormalisasi

Tracking Markerless Augmented Reality Untuk Design Furniture Room

SISTEM TEMU KEMBALI CITRA UNTUK E- COMMERCE MENGGUNAKAN PROSEDUR PENCARIAN DUA FASE DENGAN FITUR HISTOGRAM MULTI TEKSTON

Tidak ada tepat satu teori untuk menyelesaikan problem pengenalan pola Terdapat model standar yang dapat dijadikan teori acuan

IMPLEMENTASI METODE SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM DAN METODE CAMSHIFT PADA PENJEJAKAN OBJEK BERGERAK LOGO

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDETEKSI UANG LOGAM DENGAN METODE EUCLIDEAN

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS

APLIKASI BIOMETRIKA PENCOCOKAN CITRA DAUN TELINGA BERBASIS TEKSTUR DAN BENTUK MENGGUNAKAN METODE TRANSFORMASI WAVELET DAN CHAIN CODE

DATA/ INFO : teks, gambar, audio, video ( = multimedia) Gambar/ citra/ image : info visual a picture is more than a thousand words (anonim)

DETEKSI NOMINAL MATA UANG DENGAN JARAK EUCLIDEAN DAN KOEFISIEN KORELASI

Klasifikasi Daun Dengan Centroid Linked Clustering Berdasarkan Fitur Bentuk Tepi Daun

BAB 2 LANDASAN TEORI

PERBANDINGAN METODE SURF DAN SIFT DALAM SISTEM IDENTIFIKASI TANDA TANGAN A COMPARISON OF SURF AND SIFT METHOD ON SIGNATURE IDENTIFICATION SYSTEM

BAB II DASAR TEORI. CV Dokumentasi CV berisi pengolahan citra, analisis struktur citra, motion dan tracking, pengenalan pola, dan kalibrasi kamera.

Pertemuan 2 Representasi Citra

PERBANDINGAN TEKNIK SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM (SIFT)

APLIKASI DETEKSI MIKROKALSIFIKASI DAN KLASIFIKASI CITRA MAMMOGRAM BERBASIS TEKSTUR SEBAGAI PENDUKUNG DIAGNOSIS KANKER PAYUDARA

PERKEMBANGAN teknologi dalam bidang animasi 3

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

PENGENALAN OBJEK PADA CITRA BERDASARKAN SIMILARITAS KARAKTERISTIK KURVA SEDERHANA

Implementasi Principal Component Analysis - Scale Invariant Feature Transform pada Content Based Image Retrieval

Karena tidak pernah ada proyek yang dimulai tanpa terlebih dahulu menanyakan: DIMANA?

Implementasi Metode Hough Transform Pada Citra Skeletonisasi Dengan Menggunakan MATLAB 7.6. Intan Nur Lestari

Ekstraksi Fitur Warna, Tekstur dan Bentuk untuk Clustered- Based Retrieval of Images (CLUE)

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. a. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam penelitian ini adalah

BAB III METODE YANG DIUSULKAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. implementasi dan evaluasi yang dilakukan terhadap perangkat keras dan

Identifikasi Tanda Tangan Menggunakan Transformasi Gabor Wavelet dan Jarak Minskowski

Ekstraksi Fitur Berdasarkan Deskriptor Bentuk dan Titik Salien Untuk Klasifikasi Citra Ikan Tuna

PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

Implementasi Deteksi Copy-move Forgery pada Citra menggunakan Metode Histogram of Oriented Gradients (HOG)

OPTIMASI ALGORITMA IDENTIFIKASI STRABISMUS

BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Kerangka Pikir

BAB I PENDAHULUAN. organ dalam tubuh seperti Computed Tomography (CT) scan, Digital

2.Landasan Teori. 2.1 Konsep Pemetaan Gambar dan Pengambilan Data.

Implementasi Tahap Pelatihan (1)

APLIKASI PENGENALAN RAMBU BERBENTUK BELAH KETUPAT

BAB I PENDAHULUAN. telinga, wajah, infrared, gaya berjalan, geometri tangan, telapak tangan, retina,

REVIEW ALGORITMA PENGENALAN SIDIK JARI MENGGUNAKAN PENCOCOKAN CITRA BERBASIS FASA UNTUK SIDIK JARI KUALITAS RENDAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan Penelitian

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA PENGENALAN UANG KERTAS DOLLAR AMERIKA DENGAN METODE TEMPLATE MATCHING

Oleh: Riza Prasetya Wicaksana

Oleh Yuli Wijayanti. Dosen Pembimbing : 1. Bilqis Amaliah, S.Kom, M.Kom 2. Anny Yuniarti, S.Kom, M.Com.Sc

KOREKSI GEOMETRIK. Tujuan :

1 BAB I PENDAHULUAN. Pengajaran yang diperoleh dari sekolah adalah pengenalan dan pemahaman akan

LAMPIRAN A: DAFTAR DATA CITRA dan DATA CITRA BAYANGAN

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

SEGMENTASI CITRA CT SCAN TUMOR OTAK MENGGUNAKAN MATEMATIKA MORFOLOGI (WATERSHED) DENGAN FLOOD MINIMUM OPTIMAL

Penjejakan Objek Visual berbasis Algoritma Mean Shift dengan menggunakan kamera Pan-Tilt

Transkripsi:

Fourier Descriptor Based Image Alignment (FDBIA) (1) Metode contour tracing digunakan untuk mengidentifikasikan boundary yang kemudian dideskripsikan secara berurutan pada FD. Pada aplikasi AOI variasi penskalaan yang ada kecil sekali, area sasaran pencocokan mirip dan bisa digunakan sebagai hubungan untuk mencocokkan kandidat obyek yang paling memungkinkan dan proses yang lebih cepat. 31

Fourier Descriptor Based Image Alignment (FDBIA) (2) Titik berat dan informasi tahapan pada FD digunakan untuk meningkatkan kecocokan antara target obyek yang terdeteksi pada citra referensi dan citra yang diinspeksi, sehingga parameter pencocokan antara kedua citra bisa diestimasi dengan tepat. 32

Image alignment Image alignment merupakan sebuah teknik yang fundamental pada berbagai aplikasi machine vision dan pengolahan citra, termasuk image retrieval, pengenalan objek, estimasi posisi, inspeksi industri, penelusuruan target, dan lain sebagainya. Teknik image alignment secara umum dibagi menjadi dua kategori utama, metode berbasis area (atau berbasis intensitas) dan metode berbasis fitur (atau berbagis geometri) [2]. 33

Metode Image alignment berbasis area (1) Metode berbasis area disebut juga dengan metode template matching dan begitu terkenal di dekade lampau dikarenakan konsep dasarnya. Pertama, template kecil yang dijadikan sebagai referensi dicocokkan pada citra latar dengan menggesernya di tiap piksel dan normalized cross correlation (NCC) dihitung antara template dan citra latar. Metrik NCC sering digunakan untuk operasi yang berhubungan dengan registrasi citra yang mengalami perubahan hanya pada translasi. Jika citra mengalami perubahan dengan transformasi yang lebih kompleks, template matching tidak bisa mendeteksi daerah yang sama antara template dan citra latar. 34

Metode Image alignment berbasis area (2) Dalam rangka membuat image matching tidak terpengaruh oleh rotasi, sebuah transformasi ring-projection ditawarkan untuk mengubah sebuah citra level keabuan 2-dimensi menjadi representasi citra invarian pada rotasi dalam ruang 1- D ring-projection space [3]. Tsai dan Chiang [4] menggunakan ring-projection lebih lanjut untuk menampilkan kembali pola target pada penyusunan gelombang sub-citra, dengan menggunakan piksel yang memiliki koefisien gelombang tinggi pada level resolusi rendah untuk menghitung NCC antara dua pola yang dibandingkan. Sebagai tambahan, Choi dan Kim [5] menyajikan dua langkah metode image alignment yang pertama menemukan kandidat dengan membandingkan jumlah vektor dari ring-projection, dan kemudian mencocokkan kandidat tersebut berdasarkan pada momen invariant rotasi. 35

Metode Image alignment berbasis fitur (1) Di antara metode berbasis fitur, Huttenlocher et al. [6-7] mengaplikasikan langsung Hausdorff distance dalam rangka mengembangkan beberapa algoritma yang efisien untuk image alignment. Kown et al. [8] menawarkan sebuah hierarki Hausdorff distance untuk membandingkan peta tepi pada struktur multilevel pyramid. Sebagai tambahan, Chen et al. [9] menggunakan Hausdorff distance untuk image alignment pada system inspeksi PCB. 36

Metode Image alignment berbasis fitur (2) Lowe[10] menawarkan scale invariant fitur transform (SIFT), dikombinasikan detektor area yang invarian pada penskalaan dan deskriptor berdasarkan distribusi gradien pada area terdeteksi. SIFT fokus di fitur lokal pada titik perhatian khusus dan invarian pada penskalaan serta rotasi. Mikolajczyk dan Schmid [11] membandingkan performa deskriptor yang dihitung untuk area kepentingan lokal. Deskriptor invarian pada citra koordinat kepentingan di atas tahan terhadap partial occlusion, dan relatif tidak sensitif pada perubahan sudut pandang. 37

Perbandingan beberapa metode image alignment Kategori Fitur Pendekatan Kekurangan Berbasis area Image templates Cross-correlation Waktu Ring-projection komputasi yang mahal Berbasis fitur Edge maps interest Hausdorff Ekstrasi fitur point distance yang tidak Feature Correspondence akurat Shape contours Transformation invariant estimation descriptors 38

Kelebihan deskripsi bentuk berbasis kontur Deskripsi bentuk berbasis kontur sangat tepat diaplikasikan pada aplikasi yang bentuk konturnya telah tersedia dengan menggunakan teknik contour tracing [13]. Momen invariants yang telah dikembangkan [14], yang dihitung hanya dengan menggunakan bentuk boundary, dapat mengurangi komputasi yang diperlukan pada momen invariants tradisional. Zhang dan Lu [15] mengevaluasi dan membandingkan dua deskriptor bentuk yang penting dan menjanjikan, yakni fourier descriptor (FD) dan curvature scale space descriptor (CSSD). Keefektifan dan efisiensi dari FD ditemui lebih tinggi daripada CSSD untuk image retrieval. 39

Teknik penelusuran kontur Tujuan dari teknik penelusuran kontur [13] adalah untuk mencari informasi lokasi dari kontur terluar pada komponen terhubung. Dengan teknik penelusuran kontur ini kita bisa mendapatkan semua informasi kontur yang dibutuhkan. 40

Algoritma RLE dan tabel Blobs (1) 1. Scan tiap piksel pada binary image di koordinat (x,y) dan melihat nilai tiap pikselnya, apakah nilainya 1 (putih) atau 0 (hitam). Scanning dilakukan dari pojok kiri atas pada tiap baris y image. 2. Apabila bertemu dengan nilai 0 akan disimpan sebagai xs (x start) dari run r(xs, xe, yn), kemudian apabila nilai piksel setelahnya masih 0, proses scan akan diteruskan hingga bertemu dengan nilai 1 kembali. Sehingga piksel ke-(n-1) dicatat sebagai xe (x end). Sedangkan nilai baris ke-n dicatat sebagai nilai yn. Tiap run akan diberi index secara berurutan. 3. Nilai next adalah nilai index run yang terhubung dengan current run (run yang sedang di scan). Nilai next pada yn sementara dicatat sebagai null, kemudian pada y(n+1) nilai next akan diupdate. 41