BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah ilmu penyakit saraf dan ilmu penyakit

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V PEMBAHASAN. Telah dilakukan penelitian pada 44 pasien dengan polineuropati diabetika DM

BAB 3 METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah Ilmu Penyakit Saraf. Penelitian dilakukan di Bangsal Rawat Inap Penyakit Saraf RS Dr.

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup disiplin Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut, dan Ilmu

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah ilmu penyakit saraf.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODA PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah Ilmu Penyakit Syaraf. RSUP Dr. Kariadi Semarang pada periode Desember 2006 Juli 2007

BAB 3 METODE PENELITIAN. Gambar 3. Rancang Bangun Penelitian N R2 K2. N : Penderita pasca stroke iskemik dengan hipertensi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian belah lintang (Cross Sectional) dimana

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. belah lintang (cross sectional) untuk mengetahui korelasi antara faktor-faktor

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di instalasi rekam medik RSUP dr. Kariadi Semarang,

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di SMF Ilmu Kesehatan Anak Sub Bagian Perinatologi dan. Nefrologi RSUP dr.kariadi/fk Undip Semarang.

BAB III METODE PENELITIAN. Kariadi Semarang pada periode Maret Juni neutrofil limfosit (NLR) darah tepi sebagai indikator outcome stroke iskemik

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian di bidang Ilmu Penyakit Dalam.

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan uji eksperimental klinis dengan randomized. + asam askorbat 200 mg intravena/hari selama 7 hari.

BAB 4 METODE PENELITIAN. Prijonegoro Sragen dan Puskesmas Sidoharjo Sragen. Penelitian ini berlangsung bulan Maret-Juni 2014.

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. Telah dilakukan penelitian pada 53 pasien dengan polineuropati diabetika DM

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah fisiologi khususnya fisiologi otot.

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup keilmuan penelitian ini meliputi Ilmu Penyakit Gigi dan

BAB 4 METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Randomized control

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB 4 METODE PENELITIAN. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan rancangan pre and post

BAB IV MEDOTE PENELITIAN. 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Penyakit Saraf (Neurologi).

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup keilmuan penelitian adalah Rehabilitasi Medik.

BAB III METODE PENELITIAN. clearance disetujui sampai jumlah subjek penelitian terpenuhi. Populasi target penelitian ini adalah pasien kanker paru.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Penyakit Gigi dan Mulut dan Ilmu Penyakit Dalam.

BAB. 3. METODE PENELITIAN. : Cross sectional (belah lintang)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Desain Penelitian Desain yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode potong lintang (cross-sectional).

BAB 4 METODE PENELITIAN. mulai bulan 1 Februari sampai dengan 5 Mei Skema rancangan penelitian ditampilkan pada gambar 15.

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah Ilmu Anestesiologi. proposal disetujui.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini berlokasi di RSUP Dr. Kariadi Semarang bagian saraf dan rehabilitasi medik

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Penyakit Saraf dan Ilmu Penyakit

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. khususnya sub bidang geriatri dan ilmu manajemen rumah sakit. Kariadi Semarang, Jawa Tengah. sampai jumlah sampel terpenuhi.

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain case

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mengaitkan aspek paparan (sebab) dengan efek. Pendekatan yang digunakan

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Fisiologi khususnya fisiologi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Poliklinik Mata dan CDC RSUP dr. one group pretest and posttest design.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Disiplin ilmu yang terkait dengan penelitian ini adalah ilmu psikiatri.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 4 METODE PENELITIAN. Olah Raga, Fisiologi Respirasi, dan Fisiologi Kardiovaskuler.

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk penelitian Ilmu Penyakit Dalam.

BAB 3 METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah Ilmu Kesehatan Anak

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. menitikberatkan pada prevalensi terjadinya DM pada pasien TB di RSUP

BAB IV METODE PENELITIAN. Telinga, Hidung, dan Tenggorok Bedah Kepala dan Leher. Tempat : Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian mencakup bidang Fisiologi.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Kedokteran Gigi serta Ilmu

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini mencangkup bidang Ilmu Kedokteran Gigi dan Ilmu

BAB 3 METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah Bagian Ilmu Kesehatan Anak, khususnya

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah Ilmu Bedah khususnya Bedah Ortopedi.

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah Fisiologi dan Kedokteran Olahraga. rancangan one group pre- and post-test design.

BAB 4 MATERI METODE PENELITIAN. Surakarta / Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moewardi Surakarta. 1. Populasisasaran:Pasien DM tipe 2.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Ilmu Penyakit Dalam sub bagian Reumatologi. Penelitian ini dilakukan di poliklinik Penyakit Dalam sub bagian

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian di bidang Biokimia dan Geriatri.

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencangkup bidang Ilmu Kedokteran Jiwa. Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah.

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian quasy experimental, control group pre test post test design. Jenis

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup bidang fisiologi dan ergonomi. Kampung Batik Semarang 16. Pengumpulan data dilakukan pada Maret 2015

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimental dengan rancangan pre-post test with control group design yang

BAB IV METODE PENELITIAN. Semarang dalam kurun waktu Mei Juni pada tahun 2015.

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional study. Peneliti

BAB 4 METODE PENELITIAN

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. 4.1 Ruang Lingkup, Tempat dan Waktu Penelitian. 2. Ruang lingkup tempat : Laboratorium Biologi Universitas Negeri

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang Neurologi.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah penelitian di bidang Ilmu Kesehatan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah Ilmu Kesehatan Anak khususnya bidang

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian di bidang Ilmu Penyakit Dalam. Waktu: Waktu penelitian dilaksanakan pada Maret-Juli 2013.

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. wilayah kerja Puskesmas Ngesrep, Semarang, pada bulan Juni 2015.

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN. - Tempat : RW X Kelurahan Padangsari, Banyumanik, Semarang, Jawa

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian di bidang farmakologi.

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian adalah ilmu penyakit saraf dan ilmu penyakit dalam RS. Dr.Kariadi Semarang. 3.2. Tempat dan waktu penelitian Penelitian sudah dilakukan di poliklinik penyakit saraf dan penyakit dalam RS.Dr Kariadi Semarang pada Mei 2010 sampai Nopember 2010. 3.3. Jenis dan rancangan penelitian Penelitian ini adalah uji eksperimental dengan pre dan post test randomized control trial dengan menggunakan pembutaan ganda. Seluruh subyek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing diberi terapi standar neuropati diabetika (ND) ditambah preparat ALA 600 mg/hari dan placebo. Kelompok perlakuan adalah kelompok yang diberi terapi standar neuropati diabetika dan ALA 600 mg/hari, sedangkan sebagai bukan perlakuan mendapatkan terapi standart neuropati diabetika dan placebo. Terapi standar neuropati diabetika yang dimaksudkan adalah terapi DM tipe 2, terapi simptomatis dan terapi faktor risiko yang ada. Ketersamaran dilakukan pada peneliti dan subyek sebagai penerima terapi. Penempatan subyek secara acak berdasarkan tabel random. 32

Rancang Bangun Penelitian Perbaikan klinis (+) Populasi DM tipe 2 Polineuropati diabetika R Terapi standar ND + ALA 600 mg 1 x1 kapsul selama 90 hari Perbaikan klinis (-) Perbaikan klinis (+) Skor DNE, DNS Terapi standarnd + placebo 1 x1 kapsul selama 90 hari Perbaikan klinis (-) R : Randomisasi Dosis alpha lipoic acid yang digunakan adalah 600 mg/hari. Alpha lipoic acid 600 mg/hari relatif aman dan jarang menimbulkan efek samping. Pemilihan subyek penelitian dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) dengan menggunakan tabel random, berdasarkan kedatangan subyek penelitian RS. Dr. Kariadi Semarang. Subyek yang memenuhi syarat penerimaan sampel selanjutnya dialokasikan secara random menjadi 2 kelompok perlakuan dan bukan perlakuan. Obat dimasukkan dalam plastik obat yang telah diberi kode sebelumnya (A dan B). Kode Obat diberikan oleh petugas farmasi. Kode disimpan terpisah dan baru 33

akan dibuka setelah penelitian selesai. Peneliti maupun penderita tidak mengetahui isi plastik obat yang diberikan pasien, yang mengetahui isi obat/ placebo adalah hanya petugas dari farmasi. Alpha lipoic acid dan placebo diberikan tiap 1 bulan sekali sambil melakukan pemeriksaan jumlah alpha lipoic acid dan placebo yang tersisa, juga ditanyakan ada tidaknya keluhan yang timbul akibat pemberian alpha lipoic acid. Ketaatan minum obat dipantau dengan dengan lembar ketaatan minum obat yang harus diisi setiap hari yang dibawa penderita atau keluarga. Banyaknya tempat kosong yang tidak ditandai menunjukkan ketidaktaatan minum obat. Jika prosentase kurang dari 75% maka subyek dihitung sebagai drop- out. 24,42 3.4. Populasi dan sampel 3.4.1. Populasi target Populasi target adalah penderita polineuropati diabetika DM tipe 2 3.4.2. Populasi terjangkau Populasi terjangkau adalah penderita polineuropati diabétika berobat di poliklinik saraf dan penyakit dalam RS. Dr. Kariadi Semarang 3.4.3. Sampel Subyek penelitian adalah penderita polineuropati diabetika DM tipe 2 (Diagnosis klinis dengan menggunakan skor DNE / DNS ) yang berobat dipoliklinik Saraf dan penyakit dalam RS. Dr. 34

Kariadi Semarang yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia ikut dalam penelitian. 3.4.3.1. Kriteria Inklusi a. Semua penderita DM tipe 2 yang diagnosis DM menurut Konsensus pengelolaan DM tahun 2006 b. Diagnosis klinis sebagai polineuropati diabetika dengan skor DNE/DNS c. Usia 40-65 thn d. Bersedia dijadikan sampel penelitian. 3.4.3.2. Kriteria Eksklusi 1. Mengkonsumsi suplemen antioksidan lainnya 2. Kelainan hepar berat (sirrhosis hepatis) 3. Gagal ginjal 4. Terdapat hal-hal yang menyulitkan pemeriksaan (misalnya demensia). 35

3.5. Besar sampel Perkiraan besar sampel untuk masing-masing kelompok ditetapkan berdasarkan besar sampel dari rerata 2 kelompok independen. n 1 n 2 2 ( Z X 1 Z ) S X 2 2 Keterangan : n 1 n 2 S = Jumlah sampel dari kelompok perlakuan = Jumlah sampel dari kelompok bukan perlakuan = Simpang baku kedua kelompok X 1, X 2 = perbedaan klinis yang diinginkan = tingkat kemaknaan = power Keterangan : Penelitian ini menggunakan sebesar 5 % dan sebesar 20 %, sehingga Z = 1,96 dan Z = 0,84. Pada penelitian terdahulu perbedaan klinis yang didapat X 1 X 2 = 4, S = 4,1, asumsi drop out sebesar 10 %. Sehingga diperoleh sample minimal 20 untuk masing-masing kelompok, jadi jumlah sample secara keseluruhan minimal 40. 3.6. Cara Sampling Pemilihan subyek dilakukan dengan metode consecutive sampling, pasien yang memenuhi syarat dipergunakan sebagai subyek penelitian berdasarkan kedatangannya di Poliklinik Saraf RS. Dr. Kariadi Semarang. Subyek 36

penelitian dilakukan randomisasi untuk masuk dalam kelompok pemberian alpha lipoic acid dengan terapi standar neuropati diabetika dan hanya diberikan terapi standar neuropati diabetika dengan placebo. Pengambilan jumlah sampel dilakukan sampai jumlah sampel terpenuhi. 3.7. Variabel penelitian 3.7.1 Variabel bebas Penambahan alpha lipoic acid 600 mg/hari 3.7.2 Variabel tergantung Klinis polineuropati diabetika, yaitu perbedaan rerata skor skor DNE, DNS dan VAS pada awal pemeriksaan,minggu ke-4, 8 dan ke 12 mendapat alpha lipoic acid dan placebo. 3.8. Batasan Operasional Tabel 3. Batasan operasional N o Variabel Batasan operasional Instrumen Skala 1. Skor DNE Alat ukur yang akan dipergunakan untuk menentukan diagnosis polineuropati. Skor DNE terdiri dari 8 item, yaitu: A) Kekuatan otot: (1) quadrisep femoris (ekstensi sendi lutut); (2) tibialis anterior (dorsofleksi kaki). B) Relfeks: (3) trisep surae/ tendo achiles. C) Sensibilitas jari telunjuk: (4) sensitivitas terhadap tusukan jarum. D) Sensibilitas ibujari kaki: (5) sensitivitas terhadap tusukan Pemeriksaan fisik,palu reflek, garputala 128 Hz, jarum Ordinal 37

jarum; (6) sensitivitas terhadap sentuhan; (7) persepsi getar dengan menggunakan garpu tala berfrekuensi 128 Hz; dan (8) sensitivitas terhadap posisi sendi. Skor 0 adalah normal; skor 1: defisit ringan atau sedang ( kekuatan otot 3-4, refleks dan sensitivitas menurun); skor 2: defisit berat (kekuatan otot 0-2, refleks dari sensitivitas negatif/ tidak ada). Nilai maksimal dari 4 macam pemeriksaan tersebut diatas adalah 16. Sedangkan kriteria diagnostik untuk neuropati bila nilai > 3 dari 16 nilai tersebut 2. Skor DNS Alat ukur yang akan dipergunakan untuk menentukan diagnosis polineuropati diabetika. Skor Diabetic Neuropathy Symptom (DNS) merupakan 4 point yang bernilai untuk skor gejala, dengan prediksi nilai yang tinggi untuk menyaring polineuropati pada diabetes. Gejala jalan tidak stabil, nyeri neuropatik, parastesi atau rasa tebal. Satu gejala dinilai skor 1, maksimum skor 4. Skor 1 diterjemahkan sebagai positif polineuropati diabetik 3. Alpha lipoic Kapsul alpha lipoic acid 600 mg yang larut dalam lemak dan air acid yang memiliki sifat sebagai 4. Perbaikan Klinis antioksidan -Perbaikan klinis penderita polineuropati diabetika pada minggu IV,VIII,XII pada kelompok terapi standar ND ditambah alpha lipoic acid dan terapi standar ND ditambah placebo (bukan perlakuan). Perbaikan klinis meliputi yaitu Kuesioner Kuesioner -Skor pemeriksaan DNE/DNS (minggu IV, VIII dan XII ) Ordinal Nominal Rasio 38

gejala dari anamnesis gejala jalan tidak stabil, kesemutan atau baal, nyeri seperti terbakar, nyeri seperti ditusuk-tusuk berdasarkan skor DNS, sedangkan pengurangan rasa nyeri berdasarkan skor VAS. Perbaikan kekuatan otot paha, telapak kaki, sensibilitas raba, tusukan jarum jari telunjuk dan ibu jari kaki, presepsi getar ibu jari kaki, sensibilitas posisi sendi ibu jari kaki berdasarkan skor DNE. - Perbedaan rerata skor DNE dan DNS pada minggu I, IV, VIII dan minggu XII penelitian. 5. Skor VAS Merupakan salah satu alat ukur untuk menentukan intensitas nyeri seseorang. Visual Analoque Scale yang merupakan garis lurus dengan ujung sebelah kiri diberi tanda 0 = untuk tidak ada rasa sakit dan ujung sebelah kanan diberi tanda dengan angka 10 untuk nyeri yang teramat berat. Intensitas nyeri yang dinilai dengan Visual Analod Scale Kategori: Ringan: 1-3 Sedang: 4 7 Berat : 8-10 6 Neuropati Neuropati diabetika adalah adanya gejala dan / atau tanda dari Diabetika disfungsi saraf perifer dari penderita diabetes tanpa ada penyebab lain selain diabetes melitus setelah dilakukan eksklusi penyebab lainnya. 7 Polineuropati Neuropati diabetika yang bersifat simetris Diabetika Visual Analog Scale (VAS) Skor DNE dan DNS Skor DNE dan DNS Ordinal Ordinal Ordinal 39

3.9. Alur penelitian Semua pasien yang termasuk kriteria inklusi dan eksklusi dilakukan random alokasi. Pada kedua kelompok dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan neurologis untuk diagnosis klinis polineuropati diabetika menggunakan instrument skor DNE dan DNS. Penderita dengan keluhan nyeri, untuk mengukur intensitas nyeri dengan skor VAS. Dilakukan pemeriksaan gula darah puasa dan 2 jam post prandial, HbA1C, profil lipid. Dilakukan pencatatan dan faktor risiko yang ada. Kelompok bukan perlakuan mendapat terapi standar neuropati diabetika, yaitu terapi DM, aspilet 1 x 1, Vitamin B1B6B12 2 x 1, untuk yang mengalami nyeri neuropatik amitriptilin 1 x 12,5 mg, terapi faktor risiko yang ada dan pemberian plasebo. Kelompok perlakuan mendapatkan terapi alpha lipoic acid 600 mg/hari pada terapi standar neuropati diabetika sampai minggu ke-12. Tiap sampel pada kedua kelompok memperoleh pengobatan sesuai faktor risiko yang ada. Pencacatan skor DNE dan DNS dilakukan pada minggu ke-0, 4, 8 dan ke-12 pada kedua kelompok yang dilakukan peneliti. Penderita yang mengalami nyeri neuropatik perbaikan klinis selain dengan skor DNE dan DNS ditambah dengan menggunakan instrumen skor VAS. Alpha lipoic acid dan placebo diberikan diberikan tiap bulan sekali sambil melakukan penghitungan jumlah alpha lipoic acid atau plasebo yang tersisa, juga ditanyakan mengenai ada tidaknya keluhan yang timbul akibat pemberian alpha lipoic acid. 40

Alur penelitian Penderita DM tipe 2 Anamnesis penderita,didiagnosis secara klinis sebagai penderita polineuropati diabetika dengan skor DNE / DNS bersedia dijadikan subyek penelitian. Memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi Informed Consent Randomisasi Terapi standar ND + ALA 600 mg per oral 1 x 1 kapsul selama 90 hari Terapi standar ND + Placebo 1 x 1 kapsul selama 90 hari Evaluasi minggu IV, VIII, XII : Skor DNE,DNS, VAS Evaluasi minggu IV, VIII, XII: skor DNE,DNS, VAS Analisis Data 41

3.10. Analisis Statistik Sebelum dilakukan analisis data diperiksa kelengkapan data, dan selanjutnya dilakukan coding, dan tabulasi. Di uji normalitas data dengan uji Saphirow Wilk karena jumlah sampel 44 pasien. Data yang berskala nominal/ordinal seperti usia, jenis kelamin, kategori hipertensi, pendidikan lama DM, ada tidaknya nyeri, kategori Hba1c, GD I / II, dislipidemia disampaikan dalam distribusi frekuensi, sedangkan data yang berskala rasio atau interval akan disajikan dalam nilai-nilai diskriptifnya (rerata, simpang baku, nilai minimal dan maksimal). Perbedaan antara kelompok perlakuan dan kelompok bukan perlakuan yang berskala nominal /ordinal akan diuji dengan X 2 (Chi-square). Dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu: kelompok perlakuan ( terapi standar ND + ALA) dan kelompok bukan perlakuan (terapi standar ND + placebo). Perbaikan klinis yang dinilai adalah perbedaan rerata skor DNE,DNS dan VAS antara kelompok perlakuan dan kelompok bukan perlakuan. Perbaikan klinis penelitian ini merupakan variabel berskala interval/ratio berbentuk kontinyu. Uji yang digunakan untuk menganalisa perbedaan rerata skor DNS, DNE dan VAS minggu ke-4, ke-8 dan ke-12 karena distribusi data tidak normal dengan uji 42

non parametrik menggunakan Friedman, Wilcoxon dan Mann- Whitney. Untuk karakteristik demografi data dasar atau data yang berbentuk nominal, maka analisis stastitik yang digunakan adalah X 2 (Chi-square). Analisis data program SPSS for Window Ver,15 dan Strata for Windows versi 7. Nilai dinyatakan bermakna bila p < 0,05. 3.11. Etika penelitian 3.12.1. Sebelum melakukan penelitian dimintakan ethical Clearance dari komisi Etik Fakultas kedokteran Universitas Diponegoro/ RS.Dr. Kariadi Semarang. 3.12.2. Dimintakan persetujuan penderita atau keluarga (Informed Consent) setelah mendapatkan penjelasan mengenai penelitian ini dan responden berhak mengundurkan diri sewaktu-waktu dari penelitian tanpa dibebani biaya. 3.12.3. Responden tidak dibebani biaya untuk penelitian ini. 43