LAMPIRAN H KONSEKUENSI PENGAKHIRAN

dokumen-dokumen yang mirip
2016, No Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan

CONTOH SURAT PERJANJIAN KREDIT

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 511/KMK.06/2002 TENTANG INVESTASI DANA PENSIUN

Kamus Pasar Modal Indonesia. Kamus Pasar Modal Indonesia

Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 64 /POJK.04/2017 TENTANG DANA INVESTASI REAL ESTAT BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 424/KMK.06/2003 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI

Kamus Istilah Pasar Modal

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 37/POJK.04/2014 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF PENYERTAAN TERBATAS

SALINAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 511 /KMK.06/2002 TENTANG INVESTASI DANA PENSIUN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

257/PMK.011/2011 TATA CARA PEMOTONGAN DAN PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN LAIN KONTRAK

TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53/PMK.010/2012 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI

PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 37 /POJK.04/2014 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF PENYERTAAN TERBATAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 79 TAHUN 2010

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 23 PENDAPATAN

2017, No Indonesia Nomor 3608); 2. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 20

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

dasar hukum Tata cara pelaporan utang swasta luar negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 2 - SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 68 /POJK.04/2017 TENTANG PENILAI YANG MELAKUKAN KEGIATAN DI PASAR MODAL

DAFTAR PENYUSUTAN DAN AMORTISASI FISKAL TAHUN PAJAK 2 0 NPWP : NAMA WAJIB PAJAK : BULAN / TAHUN PEROLEHAN HARGA PEROLEHAN (US$)

Modul Perpajakan PAJAK PENGHASILAN PASAL 23/26 DEFINISI

- 1 - PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 199/PMK.010/2008 TENTANG INVESTASI DANA PENSIUN MENTERI KEUANGAN,

2017, No MEMUTUSKAN: Menetapkan : PEDOMAN PENERBITAN DAN PELAPORAN EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF. BAB I KETENTUAN UMUM

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-28 /PM/2003 TENTANG

2017, No Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang

2017, No Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PENILAI YANG MELAKUKAN KEGIATAN DI PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2017, No Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5253); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANG

RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG

UU No. 8/1995 : Pasar Modal

PAJAK PENGHASILAN PASAL 23/26

PERATURAN NOMOR IX.E.2 : TRANSAKSI MATERIAL DAN PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 33 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN REKSA DANA BERBENTUK PERSEROAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG INVESTASI PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2 MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PEDOMAN PENERBITAN DAN PELAPORAN EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI DAL

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 122/PMK.04/2017 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 122/PMK.04/2017 TENTANG PENUNDAAN PEMBAYARAN UTANG BEA MASUK, BEA KELUAR,

PETUNJUK PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 64, Tambahan

2017, No Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2013 TENTANG PEDOMAN PENERBITAN DAN PELAPORAN EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KECAMATAN ANTAPANI KOTA BANDUNG TAHUN ANGGARAN 2014

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 22 /POJK.04/2017 TENTANG PELAPORAN TRANSAKSI EFEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Perhitungan Pajak Penghasilan. Utang dan Modal. Penentuan. Pencabutan.

BAB IV PEMBAHASAN. CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun laporan keuangannya sendiri.

- 2 - SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 52 /POJK.04/2017 TENTANG DANA INVESTASI INFRASTRUKTUR BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF

PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23/POJK.04/2014 TENTANG

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Dalam bahasa Belanda kata asuransi disebut Assurantie yang terdiri dari

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 1985 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG PAJAK PENGHASILAN 1984 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

kami. Apabila pekerjaan cetak tidak bersponsor, maka anda harus membayar biaya cetak langsung ke toko percetakan. KETENTUAN PENGGUNAAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Struktur organisasi Dinas Sosial Kota Bandung ditetapkan dengan Perda nomor 13 tahun 2007 tentang Susunan Organisasi Dinas Pemerintah Kota Bandung.

Contoh Perjanjian Leasing

KETENTUAN UMUM PENYELENGGARA DANA PERLINDUNGAN PEMODAL

Analisis Aktivitas Pendanaan

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40/PMK.05/2015 TENTANG TINGKAT SUKU BUNGA DAN PENATAUSAHAAN PENERUSAN PINJAMAN LUAR NEGERI

POKOK POKOK PERUBAHAN ISI PROSPEKTUS HMETD

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 3/POJK.05/2015 TENTANG INVESTASI DANA PENSIUN

A. PENENTUAN WAJIB PAJAK YANG WAJIB MENYELENGGARAKAN DAN MENYIMPAN DOKUMEN PENENTUAN HARGA TRANSFER

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN PERNYATAAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2015 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23/POJK.04/2014 TENTANG

PERJANJIAN PINJAMAN. (Pemberi Pinjaman dan Penerima Pinjaman selanjutnya secara bersama disebut sebagai Para Pihak )

JUMLAH ASET LANCAR

2016, No MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PERUSAHAAN PIALANG ASURANSI, PERUSAHAAN PIALAN

2017, No Melaksanakan Pelunasan dengan Cara Pembayaran; c. bahwa untuk lebih memberikan kepastian hukum, meningkatkan pelayanan di bidang cukai

SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 8 /SEOJK.03/2016

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.05/2017 TENTANG TINGKAT KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN MODAL VENTURA

BAB II LANDASAN TEORI. perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan

- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 179/KMK.017/2000 TENTANG

- 2 - b. kualitas piutang pembiayaan; c. rentabilitas; dan d. likuiditas.

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan te

2 2. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan Lembaran Nega

Transkripsi:

LAMPIRAN H KONSEKUENSI PENGAKHIRAN UNTUK PLTM...... X... MW PROVINSI...

LAMPIRAN H KONSEKUENSI PENGAKHIRAN DAFTAR ISI 1. Definisi 2. Harga Pengakhiran PEMBANGKIT 3. Biaya Pengakhiran 4. Pemindahan PEMBANGKIT

LAMPIRAN H KONSEKUENSI PENGAKHIRAN 1. Definisi 1.1. Seluruh kata dalam huruf kapital memiliki pengertian yang sama dengan yang terdapat dalam PERJANJIAN yang mana LAMPIRAN H dilampirkan, kecuali ditentukan lain disini. 1.2. Ketika digunakan, kata-kata yang terdapat dibawah ini harus memiliki pengertian: BATAS EKUITAS berarti jumlah atas: (a) KOMITMEN EKUITAS SPONSOR; dan (b) jumlah yang sama dengan EKUITAS yang dikontribusikan atau akan dibuat untuk dikontribusikan oleh SPONSOR kepada PENJUAL untuk pembiayaan atau pengeluaran (termasuk tambahan bunga selama periode konstruksi) sepanjang disebabkan dan merupakan akibat dari: i. SEBAB KAHAR (sepanjang tidak dibiayai oleh hasil asuransi); ii. keterlambatan yang tidak dikecualikan atau wanprestasi oleh PEMBELI dalam pelaksanaan kewajiban dalam PERJANJIAN ini sebagaimana dirujuk dalam Pasal 11.6. BATAS UTANG SENIOR berarti keseluruhan jumlah dari: (a) jumlah maksimum pokok hutang yang telah diperjanjikan untuk diberikan berdasarkan Perjanjian Pembiayaan pada saat TANGGAL PENUTUPAN PEMBIAYAAN untuk mendanai PEMBANGKIT; dan (b) suatu jumlah sebesar penjumlahan dari jumlah pokok yang telah ditarik dalam fasilitas pinjaman yang disediakan oleh PEMBERI PINJAMAN dalam Perjanjian Pembiayaan untuk membiayai biaya atau pengeluaran (termasuk tambahan bunga selama periode konstruksi) sepanjang disebabkan atau sebagai akibat dari: i. SEBAB KAHAR, akan tetapi sepanjang biaya atau pengeluaran yang timbul dari SEBAB KAHAR tidak didanai oleh dana asuransi; ii. keterlambatan yang tidak dikecualikan atau wanprestasi oleh PEMBELI dalam pelaksanaan kewajiban dalam PERJANJIAN ini sebagaimana dirujuk dalam Pasal 11.6. BIAYA PENGAKHIRAN berarti: (a) setiap penghasilan, penerimaan, penjualan, nilai tambah, pengalihan, properti, dan setiap pajak dan biaya lainya yang dikenakan kepada PENJUAL oleh setiap perangkat Pemerintah sebagai akibat dari pengakhiran PERJANJIAN, pengalihan hak, kepemilikan, dan kepentingan PENJUAL dalam PEMBANGKIT kepada PEMBELI dan pembayaran atas harga pembelian sehubungan dengan hal tersebut. (b) semua jumlah yang terhutang oleh PENJUAL sehubungan dengan biaya pengakhiran untuk pengakhiran setiap kontrak yang ditandatangani oleh PENJUAL dengan KONTRAKTOR sehubungan dengan PEMBANGKIT (termasuk, tanpa pembatasan, kontrak konstruksi, kontrak pengoperasian dan pemeliharaan dan kontrak pengeboran) dan pengakhiran sub-kontrak yang ditandatangani oleh KONTRAKTOR tersebut, sepanjang dalam peristiwa manapun, dimana pengakhiran PERJANJIAN ini terjadi setelah TANGGAL PEMBIAYAAN, jumlah dalam ayat (b) ini dibatasi sebesar enam persen dari keseluruhan BATAS UTANG SENIOR dan KOMITMENT EKUITAS SPONSOR; (c) semua jumlah yang terhutang oleh PENJUAL kepada KONTRAKTOR pada saat pengakhiran oleh KONTRAKTOR sehubungan dengan pekerjaan yang diselesaikan pada TANGGAL PERHITUNGAN (untuk mencegah keragu-raguan, pekerjaan yang relevan mencakup, akan tetapi tidak terbatas pada, pekerjaan dalam perkembangan dan atau bahan baku yang telah dibeli yang mana pekerjaan dilaksanakan atau dilakukan sematamata untuk PEMBANGKIT, baik seluruhnya atau sebagian) oleh KONTRAKTOR dan belum dibayar oleh PENJUAL dan padanya belum ada pokok UTANG SENIOR atau penarikan EKUITAS yang telah terjadi; dan

(d) yang wajar atas (i) biaya komitmen yang telah timbul, (ii) interest period breakage cost, (iii) pembayaran sebelumnya atas premium dan penalti, (iv) currency or interest rate swap breakage costs, yang mana sepanjang terhutang berdasarkan PERJANJIAN PEMBIAYAAN sehubungan dengan UTANG SENIOR, akan tetapi tidak termasuk pembayaran sebelumnya atas penalti yang tidak wajar. DOKUMEN TRANSFER berarti semua perjanjian yang disyaratkan untuk mengalihkan PEMBANGKIT kepada PEMBELI yang selanjutnya dijabarkan dalam pasal 4 dari LAMPIRAN 5 ini. EKUITAS berarti modal PENJUAL yang berasal dari SPONSOR atau afiliasi SPONSOR untuk investasi yang mereka lakukan pada PENJUAL (termasuk modal saham dan hutang yang dipinjamkan oleh PENJUAL dari SPONSOR atau afiliasi SPONSOR yang mana menurut ketentuannya disubordinasikan ke setiap hutang untuk uang yang dipinjam yang ditimbulkan PENJUAL berdasarkan PERJANJIAN PEMBIAYAAN). KOMITMEN EKUITAS SPONSOR berarti jumlah maksimum EKUITAS (yang dihitung dalam basis setara Rupiah) untuk didanai oleh SPONSOR (atau AFILIASInya), sebagaimana disyaratkan oleh ketentuan PERJANJIAN PEMBIAYAAN yang berlaku saat TANGGAL PENUTUPAN PEMBIAYAAN. KONTRIBUSI EKUITAS AKTUAL SPONSOR berarti keseluruhan jumlah EKUITAS (dihitung dalam basis setara dengan Rupiah) yang sesungguhnya dikontribusikan atau disebabkan untuk dikontribusikan oleh SPONSOR kepada PENJUAL pada TANGGAL PERHITUNGAN. PEMBERI PINJAMAN berarti bank dan lembaga keuangan yang merupakan pihak dalam PERJANJIAN PEMBIAYAAN. SPONSOR berarti pemegang saham PENJUAL. TANGGAL PERHITUNGAN berarti tanggal yang ditetapkan sebagai pengakhiran PERJANJIAN berlaku sesuai ketentuan PERJANJIAN. UTANG SENIOR berarti hutang yang ditimbulkan dalam Perjanjian Pembiayaan, selain dari utang EKUITAS 2. BIAYA PENGAKHIRAN PEMBANGKIT 2.1. BIAYA PENGAKHIRAN PEMBANGKIT sehubungan dengan Pasal 19. Apabila, pada atau setelah TANGGAL PEMBIAYAAN, PEMBELI mengakhiri PERJANJIAN ini berdasarkan Pasal 19, maka PEMBELI akan membeli seluruh hak, kepemilikan, dan kepentingan PENJUAL sehubungan dengan PEMBANGKIT sebesar: (a) jumlah yang dipersyaratkan untuk membayar jumlah pokok dari UTANG SENIOR yang belum dibayar pada TANGGAL PERHITUNGAN; ditambah (b) bunga yang telah jatuh tempo dan terhutang berdasarkan PERJANJIAN PEMBIAYAAN terhadap jumlah yang ditetapkan berdasarkan ayat (a) diatas pada TANGGAL PERHITUNGAN; dikurangi (c) mana yang lebih besar dari (i) jumlah KOMITMEN EKUITAS SPONSOR DIKURANGI KONTRIBUSI EKUITAS AKTUAL SPONSOR, dan, (ii) 0 (nol), sepanjang apabila perhitungan harga sebagaimana dijabarkan diatas menghasilkan nilai negatif, harga yang terhutang oleh PEMBELI dalam paragraf 2.1. ini adalah 0 (nol). 2.2. BIAYA PENGAKHIRAN PEMBANGKIT pada Tahun ke 1 sampai dengan Tahun ke 8 Dalam hal terjadinya Pemutusan Perjanjian yang terjadi pada Tahun ke 1 sampai dengan Tahun ke 8 maka PEMBELI dapat sesuai dengan pertimbangannya melakukan pembayaran BIAYA PENGAKHIRAN PEMBANGKIT. BIAYA PENGAKHIRAN PEMBANGKIT mengacu pada Pasal 2.1 diatas.

2.3. Pembayaran atas BIAYA PENGAKHIRAN PEMBANGKIT Seluruh jumlah yang dibayarkan dalam LAMPIRAN H ini harus dibayarkan dalam Rupiah. Semua jumlah tersebut, beserta DENDA KETERLAMBATAN dari TANGGAL PERHITUNGAN sampai dengan tanggal pembayaran, harus dibayarkan segera dengan dana yang tersedia pada tanggal pengakhiran PERJANJIAN, sepanjang semua hak, kepemilikan dan kepentingan PENJUAL sehubungan dengan PEMBANGKIT dipindahkan setelahnya kepada PEMBELI sebagaimana diatur disini. 3. BIAYA PENGAKHIRAN 3.1. BIAYA PENGAKHIRAN sehubungan dengan pengakhiran oleh PEMBELI Seluruh BIAYA PENGAKHIRAN yang disebutkan dalam: (a) ayat (a), (b) dan (c) dari definisi BIAYA PENGAKHIRAN harus ditanggung PENJUAL; dan (b) ayat (d) dari definisi BIAYA PENGAKHIRAN harus ditanggung PEMBELI, 3.2. Audit atas BIAYA PENGAKHIRAN PENJUAL harus memberikan kepada PEMBELI informasi pendukung yang memadai untuk memverifikasi jumlah BIAYA PENGAKHIRAN. Dalam hal PEMBELI mempersengketakan jumlah tersebut, jumlah BIAYA PENGAKHIRAN tersebut akan ditentukan oleh audit atas BIAYA PENGAKHIRAN yang dituntut PENJUAL, oleh Akuntan Independen. PARA PIHAK akan menanggung bersama biaya Akuntan Independen untuk melakukan audit sebagaimana dijabarkan dalam Bagian 3.2 ini. PARA PIHAK mengakui bahwa PEMBELI memiliki hak agar Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan menelaah dan/atau melakukan audit terhadap temuan Akuntan Independen. Dalam hal Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan menolak temuan dari Akuntan Independen dan PEMBELI memberikan pemberitahuan penolakan tersebut kepada PENJUAL dalam jangka waktu sembilan puluh (90) HARI setelah penerbitan hasil temuan oleh Akuntan Independen tersebut, PARA PIHAK akan merujuk permasalahan yang dipersengketakan tersebut kepada ahli untuk diputuskan berdasarkan Pasal 24. Dalam hal PEMBELI tidak menerbitkan pemberitahuan kepada PENJUAL dalam jangka waktu sembilan puluh (90) HARI, temuan dari Akuntan Independen akan final dan mengikat PARA PIHAK. 4. Pemindahan PEMBANGKIT 4.1. Pemindahan setelah pembayaran: Apabila hak, kepemilikan dan kepentingan PENJUAL dalam PEMBANGKIT disyaratkan untuk dialihkan berdasarkan PERJANJIAN ini, setelah pembayaran oleh PEMBELI atas harga pembelian atasnya, apabila ada, yang ditentukan berdasarkan Bagian 2 disini dan, apabila berlaku, BIAYA PENGAKHIRAN sesuai Bagian 3 disini, atau, apabila tidak ada pembayaran yang diperlukan untuk dilakukan oleh PEMBELI berdasarkan Bagian 2 atau 3 disini, segera pada saat pengakhiran PERJANJIAN ini, PENJUAL akan memindahkan kepada PEMBELI, bebas dani bersih dari segala pembebanan dan penjaminan atas hak, kepemilikan kepentingan dan kewajiban dalam PEMBANGKIT, termasuk tapi tidak terbatas pada, sepanjang hal tersebut merupakan bagian atau digunakan dalam PEMBANGKIT, seluruh hak, kepemilikan dan kepentingan PENJUAL atas: (a) seluruh bahan baku, bahan yang habis pakai dan spare parts; (b) semua properti personal yang berwujud; (c) semua properti personal yang tidak berwujud, termasuk ijin paten, aplikasi paten, nama dagang, merk dagang, pendaftaran dan aplikasi merk dagang, rahasia dagang, hak cipta, know-how, formula rahasia dan segala hak kekayaan intelektual lainnya; (d) LOKASI (dan apabila pengakhiran terjadi sebelum TANGGAL PENGAMBILALIHAN FASILITAS KHUSUS, FASILITAS KHUSUS), termasuk kepemilikan hak guna bangunan untuk bagian yang mana sertifikat tanah hak guna bangunan adalah dengan nama PENJUAL, dan semua hak PENJUAL dalam perjanjian sewa sepanjang tanah tersebut merupakan LOKASI disewakan dan bangunan serta peralatan yang melekat atasnya; (e) catatan, laporan, data, file dan informasi yang dikomputerisasi dan tidak dikomputerisasi; (f) semua gambar teknis dan as-built drawings terkait konstruksi PEMBANGKIT, hasil pengujian yang dilakukan berdasarkan kontrak rekayasa teknik, pengadaan dan konstruksi

untuk PEMBANGKIT dan semua manual pengoperasian dan pemeliharaan yang berada dalam kekuasaan PENJUAL; (g) semua jaminan atas peralatan, material dan pekerjaan; (h) semua hak kontrak dan polis asuransi; (i) semua pekerjaan dalam perkembangan berdasar kontrak dengan vendor, supplier, kontraktor dan subkontraktor; (j) semua hak terkait pendapatan asuransi yang terhutang kepada atau untuk kepentingan PENJUAL, tetapi belum dibayarkan pada tanggal pengakhiran PERJANJIAN ini, terkait hak, kepemilikan dan kepentingan PENJUAL dalam PEMBANGKIT; dan (k) DOKUMEN KUNCI PEMBANGKIT (tidak termasuk PERJANJIAN PEMBIAYAAN).