BAB 2 LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
Andri Syafrianto Teknik Informatika STMIK El Rahma

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Definisi Sistem, Keputusan dan Sistem Pendukung Keputusan

PENDAHULUAN. melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) baik tingkat SMK/sederajat

MULTI ATTRIBUTE DECISION MAKING PENGGUNAAN METODE SAW DAN WPM DALAM PEMILIHAN PROPOSAL UMKM

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Sistem Pendukung Keputusan Penerima BOP Pendidikan Madrasah Dengan Metode Multi Criteria Decision Making (MCDM)

BAB 2 LANDASAN TEORI

Multi-Attribute Decision Making

SISTEM INFORMASI PEMILIHAN JURUSAN PADA SMK N 1 KENDAL BERBASIS DECISION SUPPORT SYSTEM MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHT (SAW)

LOGIKA FUZZY DALAM PENENTUAN BOBOT KRITERIA PADA PEMILIHAN VARIETAS PADA UNGGUL

BAB III SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PRODUK PROVIDER GSM MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED PRODUCT

IMPLEMENTASI SISTEM REKOMENDASIAN PENERIMAAN BEASISWA DENGAN MENGGUNAKAN FMADM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sistem Pendukung Keputusan

Multi atributte decision making (madm)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PESERTA KAPAL PEMUDA NUSANTARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED PRODUCT (WP)

Menentukan Cara Terbaik Memoris dalam Buku Alfiyah Ibnu Malik menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S.Kom) Pada Program Studi Sistem Informasi OLEH :

PENENTUAN PRODUK KERAJINAN UNGGULAN DENGAN MENGGUNAKAN MADM-SAW. Fera Tri Wulandari 1*, Setiya Nugroho 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

Penerapan Metode Simple Additive Weighting (SAW) pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Lokasi untuk Cabang Baru Toko Pakan UD.

DECISION SUPPORT SYSTEM FOR DETERMINING SCHOLARSHIP RECIPIENTS USING TOPSIS FMADM METHOD

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN BEASISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SAW DI SDN IV TUBUMURI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN PENERIMA BEASISWA MENGGUNAKAN METODE FMADM (STUDI KASUS: MAHASISWA FKIP UMN AL-WASHLIYAH MEDAN) ABSTRACT

PENENTUAN PENERIMA BEASISWA DENGAN MENGGUNAKAN FUZZY MULTIPLE ATRIBUTE DECISSION MAKING.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN KARYAWAN DI TOKO BUKU SALEMBA TULUNGAGUNG MENGGUNAKAN METODE WEIGTED PRODUCT (WP)

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN LOKASI PERUMAHAN DI KABUPATEN PRINGSEWU MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED PRODUCT

BAB 2 LANDASAN TEORI

Multi atributte decision making (madm) MCDM, MADM, SAW

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELULUSAN UJIAN SARINGAN MASUK JALUR PMDK BERDASARKAN NILAI RATA-RATA MATEMATIKA DAN BAHASA INGGRIS

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN DUTA MAHASISWA GENERASI BERENCANA BKKBN DENGAN METODE WEIGHTED PRODUCT (WP)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN GADGET SMARTPHONE MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

BAB 2 LANDASAN TEORI

SISTEM PENILAIAN DOSEN TELADAN MENGGUNAKAN METODE SAW ( SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING) DI UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

ARTIKEL APLIKASI PEMILIHAN TEMPAT WISATA KABUPATEN TULUNGAGUNG

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

KORELASI NORMATIF PEMILIHAN JURUSAN DI SMK BERBASIS WEB

Kata Kunci : Fuzzy MADM, SAW, kriteria, beasiswa.

Penerapan Metode Weighted Product Model Untuk Seleksi Calon Karyawan

Sistem Pendukung Keputusan Dalam Menentukan Dosen Pembimbing Skripsi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SISTEM REKOMENDASI PEMBERHENTIAN HUBUNGAN KERJA MENGGUNAKAN FUZZY MULTIPLE ATTRIBUTE DECISION MAKING METODE SIMPLE ADDTIVE WEIGHTING (SAW) SKRIPSI

MODEL MULTI ATTRIBUTE DECISION MAKING METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING DALAM PENENTUAN PENERIMA PINJAMAN

Desi Reskika Sari ( )

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN DOSEN BERPRESTASI MENGGUNAKAN WEIGHTED PRODUCT (WP) DI STIKES ALMA ATA YOGYAKARTA

DSS PENENTUAN LOKASI GUDANG PT. INDOXYZ MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED PRODUCT

MADM-TOOL : APLIKASI UJI SENSITIVITAS UNTUK MODEL MADM MENGGUNAKAN METODE SAW DAN TOPSIS.

BAB 2 LANDASAN TEORI

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN SELEKSI PENERIMAAN SISWA BARU MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADICTIVE WEIGHTING (SAW) STUDI KASUS PADA SMKN 1 RAWAJITU TIMUR

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

Journal of Informatics and Technology, Vol 1, No 4, Tahun 2012, p 9-16

pamahaman terhadap dan menguji solusi yang layak.

Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2013) ISBN

PERANCANGAN APLIKASI PENGADUAN ONLINE PADA MASYARAKAT DI DESA BANDAR LOR KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN MAKANAN BURUNG PUYUH DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

PENERAPAN METODE WEIGHTED PRODUCT (WP) DALAM PROSES SELEKSI CALON KARYAWAN (STUDI KASUS PT. ISH BANDUNG)

PERBANDINGAN PENERAPAN METODE SAW DAN TOPSIS DALAM SISTEM PEMILIHAN LAPTOP

PEMILIHAN PEGAWAI BERPRESTASI BERDASAR EVALUASI KINERJA PEGAWAI DENGAN METODE SAW

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PEMBELIAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN METODE SAW

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN JURUSAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY SAW (Studi Kasus SMKN 4 Bandar lampung)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMA BEASISWA DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

PENERAPAN METODE WEIGHTED PRODUCT (WP) DALAM PROSES SELEKSI CALON KARYAWAN (STUDI KASUS PT. ISH BANDUNG)

SISTEM PEMBERIAN BEASISWA DENGAN MENERAPKAN FMADM (FUZZY MULTIPLE ATTRIBUTE DECISION MAKING) DAN SAW (SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING) Delpiah Wahyuningsih

ANALISIS KOMPARASI SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING DAN WEIGHTED PRODUCT DALAM PENENTUAN PENERIMA BEASISWA

9/22/2011. Bahan Kuliah : Topik Khusus

PENERAPAN METODE TOPSIS UNTUK MENDUKUNG PROGRAM BANTUAN PERUMAHAN RAKYAT

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENENTUKAN PENERIMA BEASISWA BERPRESTASI MENGGUNAKAN FUZZY MULTIPLE ATTRIBUTE DECISION MAKING (FMADM) DENGAN METODE SAW

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Kredit Usaha Menggunakan Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM) Pada Bank BPD Sulteng

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PEMILIHAN BIDANG PEMINATAN MAHASISWA FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED PRODUCT

SISTEM PENILAIAN KARYAWAN TERBAIK MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING PADA DEALER MOTOR

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGAJUAN KREDIT DENGAN METODE SAW PADA KJKS AR RAHMAH. Ervin Fightorini 1, Bowo Nurhadiono 2

Kata Kunci : Sistem pendukung keputusan; simple additive weighting; guru;, SMK

Multi-Attribute Decision Making

P13 Fuzzy MCDM. A. Sidiq P.

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PRIORITAS PERBAIKAN JALAN DI DINAS BINA MARGA KABUPATEN CIREBON DENGAN METODE TOPSIS

RANCANGAN SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN PILIHAN PRODUK LAPTOP MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHT (SAW)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN SISWA BARU DI SMA NEGERI 2 PEMALANG DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa dengan Metode Elimination Et Choix Traduisant La Realite (Electre)

FUZZY MADM DALAM EVALUASI PROGRAM STUDI MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIF WEIGHTING

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENYELEKSIAN CALON SISWA BARU DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) PADA SMA NEGERI 1 SINGKIL

Keywords - Rekrutmen, SAW (Simple Additive Weighting) 12 JURNAL TRANSFORMATIKA, Volume 14, Nomor 1, Juli 2016

Keywords - Rekrutmen, SAW (Simple Additive Weighting) 12 JURNAL TRANSFORMATIKA, Volume 14, Nomor 1, Juli 2016

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN STAF PENGAJAR MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN SISWA BARU SMK MA ARIF 01 KALIREJO LAM-TENG MENGGUNAKAN METODE SAW (SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMINATAN SMA MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED PRODUCT (WP)

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Komputer ( S.Kom ) Pada Prodi Teknik Informatika OLEH :

Transkripsi:

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah untuk membantu orang membuat keputusan yang efektif dan informasi pada 1970-an. Sistem telah banyak digunakan dan ditingkatkan dengan teknologi internet dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah Multi-Criteria Decision Support System (MCDSS). (Qing Wu, et al. 2013). Sistem pendukung keputusan diterapkan dalam mengambil keputusan berdasarkan dari data yang ada. Masalah yang dapat diselesaikan menggunakan SPK (Sistem Pendukung Keputusan) seperti, Pemilihan Produk GSM menggunakan Metode Weighted Product (Yulli Anggreini, 2013) agar dapat memilih produk provider GSM yang paling baik berdasarkan tarif providernya menggunakan Metode Weighted Product yang melalui 3 tahapan yaitu, pembobotan, pemangkatan dan perangkingan. Menurut Moore and Chang, SPK (Sistem Pendukung Keputusan) dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa. Tahapan SPK (Sistem Pendukung Keputusan) : 1. Definisi masalah. 2. Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan. 3. Pengolahan data menjadi informasi dalam bentuk laporan grafik atau tulisan. 4. Menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentasi).

Tujuan dari SPK (Sistem Pendukung Keputusan) : 1. Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur. 2. Mendukung manajer dalam mengambil keputusan. 3. Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) saat ini banyak diterapkan diberbagai aspek kehidupan untuk membantu menentukan keputusan dari suatu masalah. Berbagai macam sistem operasi yang digunakan atau platform yang digunakan untuk menghasilkan interface yang lebih baik dan mengikuti perkembangan teknologi. Android juga merupakan salah satu platform yang dapat digunakan sebagai sistem operasi didalam menerapkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) karena platform Android sebagai platform yang lengkap, bebas dan terbuka. 2.2 Metode Weighted Product Model (WPM) Weighted Product Model (WPM) adalah salah satu metode penyelesaian pada masalah MADM. Metode ini mengevaluasi beberapa alternatif terhadap sekumpulan atribut atau kriteria, dimana setiap atribut saling tidak bergantung satu dengan yang lainnya. (Yuli Anggreini, 2013). Weighted Product Model (WPM) adalah metode MCDM sederhana kedua, sangat mirip dengan Weighted Sum Model (WSM). Perbedaan yang paling penting antara Weighted Product Model (WPM) dan Weighted Sum Model (WSM) metode adalah bahwa dalam operasi matematika perkalian utama adalah digunakan sebagai pengganti menambahkan. (Remigiusz OLEJNIK, 2014). Menurut Yoon (Kusumadewi, 2006), Metode Weighted Product Model menggunakan teknik perkalian untuk menghubungkan rating atribut, dimana rating tiap atribut harus dipangkat terlebih dahulu dengan bobot atribut yang bersangkutan. Proses ini sama halnya dengan proses normalisasi. Perferensi untuk alternative A i diberikan sebagai berikut : S i = n j = 1 x i j w j, i = 1, 2,,m...(1)

dimana : S : Preferensi alternatif dianologikan sebagai vektor S X : Nilai kriteria W : Bobot kriteria/subkriteria i : Alternatif j : Kriteria n : Banyaknya kriteria dimana W j = 1. W j adalah pangkat bernilai positif untuk atribut keuntungan dan bernilai negatif untuk atribut biaya. Preferensi relatif dari setiap alternatif diberikan sebagai : dimana : V : Preferensi alternatif dianalogikan sebagai vektor V X : Nilai Kriteria W : Bobot kriteria/subkriteria i : Alternatif j : Kriteria n : Banyaknya kriteria * : Banyaknya kriteria yang telah dinilai pada vektor S...(2) Contoh : Masalah ini keputusan sederhana didasarkan pada tiga alternatif dilambangkan sebagai A 1, A 2, dan A 3 masing-masing dijelaskan dalam empat kriteria C 1, C 2, C 3 dan C 4. Selanjutnya, biarkan data numerik untuk masalah ini sebagai mengikuti matriks keputusan:

Tabel 2.1 Contoh Matriks Keputusan Weighted Product Model (WPM) C 1 C 2 C 3 C 4 Alternatif 0,20 0,15 0,40 0,25 A 1 25 20 15 30 A 2 10 30 20 30 A 3 30 10 30 10 Dari data di atas kita dapat dengan mudah melihat bahwa berat relatif dari kriteria pertama adalah sama dengan 0,20, bobot relatif untuk kriteria kedua adalah 0,15 dan seterusnya. Demikian pula, nilai alternatif pertama (yaitu, A 1 ) dalam hal kriteria pertama adalah sama dengan 25, nilai alternatif yang sama dalam hal kriteria kedua adalah sama dengan 20 dan seterusnya. Namun, sekarang batasan untuk mengekspresikan semua kriteria dalam hal unit pengukuran yang sama tidak diperlukan. Artinya, angka di bawah setiap kriteria dapat dinyatakan dalam satuan yang berbeda. Ketika WPM diterapkan pada data sebelumnya, maka nilai berikut berasal: Demikian pula, kita juga mendapatkan : Oleh karena itu, alternatif terbaik adalah A 1, karena unggul semua alternatif lain. Selain itu, peringkat berikut dari ketiga alternatif adalah sebagai berikut: A 1 > A 2 > A 3 (di mana simbol ">" singkatan dari "lebih baik daripada"). Sebuah pendekatan alternatif dengan metode WPM adalah untuk pengambil keputusan untuk hanya menggunakan produk tanpa rasio sebelumnya. Artinya, untuk menggunakan varian berikut formula utama yang diberikan sebelumnya :...(3) Dalam ekspresi sebelumnya P istilah (AK) menunjukkan total nilai kinerja (yaitu, bukan yang relatif) dari AK alternatif ketika semua kriteria yang dianggap

secara bersamaan di bawah model WPM. Kemudian, ketika data sebelumnya yang digunakan, persis peringkat yang sama berasal. 2.3 Metode Weighted Sum Model (WSM) Weighted Sum Model (WSM) adalah metode yang paling dikenal dan pengambilan keputusan sederhana multi-kriteria untuk mengevaluasi sejumlah alternatif dalam hal sejumlah kriteria keputusan (Triantaphyllou, 2000). Secara umum, misalkan masalah MCDA diberikan didefinisikan pada m alternatif dan kriteria keputusan n. Selanjutnya, mari kita asumsikan bahwa semua kriteria-kriteria manfaat yaitu, semakin tinggi nilai-nilai, semakin baik. Selanjutnya misalkan w j menunjukkan bobot relatif pentingnya kriteria C j dan a ij adalah nilai kinerja alternatif A i ketika dievaluasi dari segi kriteria C j. Kemudian, total (yaitu, ketika semua kriteria dianggap secara bersamaan) pentingnya alternatif Ai, dilambangkan sebagai A WSM-score i, didefinisikan sebagai berikut:...(4) Untuk kasus maksimalisasi, alternatif terbaik adalah salah satu yang menghasilkan total nilai kinerja maksimum. Contoh : Sebagai contoh numerik sederhana misalkan masalah keputusan jenis ini didefinisikan pada tiga alternatif A 1, A 2, A 3 masing-masing dijelaskan dalam empat kriteria C 1, C 2, C 3 dan C 4. Selanjutnya, biarkan data numerik untuk masalah ini sebagai mengikuti matriks keputusan: Tabel 2.2 Contoh Matriks Keputusan Weighted Sum Model (WSM) C 1 C 2 C 3 C 4 Alternatif 0,20 0,15 0,40 0,25 A 1 25 20 15 30 A 2 10 30 20 30 A 3 30 10 30 10

Misalnya, berat relatif dari kriteria pertama adalah sama dengan 0,20, bobot relatif untuk kriteria kedua adalah 0,15 dan seterusnya. Demikian pula, nilai alternatif pertama (yaitu, A 1 ) dalam hal kriteria pertama adalah sama dengan 25, nilai alternatif yang sama dalam hal kriteria kedua adalah sama dengan 20 dan seterusnya. Ketika formula sebelumnya diterapkan pada data tersebut numerik nilai WSM untuk tiga alternatif: Demikian pula, satu mendapatkan: Dengan demikian, alternatif terbaik (dalam kasus maksimisasi) adalah A 2 alternatif (karena memiliki skor WSM maksimum yang sama dengan 22,00). Selanjutnya, hasil numerik menyiratkan peringkat berikut tiga alternatif berikut: A 2 = A 3 > A 1 (di mana simbol ">" singkatan dari "lebih baik daripada"). 2.4 Penelitian Terdahulu Pada bagian ini akan dijelaskan beberapa penelitian terdahulu. Pada penelitian Sri Lestari (2013) menggunakan metode Weighted Product Model (WPM) untuk seleksi calon karyawan. Pada penelitian tersebut hanya menggunakan satu metode saja dalam menyeleksi calon karyawan. Namun, dalam penelitian ini penulis akan menggabungkan dua metode untuk menentukan produk yang akan dipasarkan, metode tersebut adalah Weighted Product Model (WPM) dengan Weighted Sum Model (WSM). Karena kedua metode tersebut berkaitan dan mempunyai hubungan yang cukup erat dalam mencari hasil produk yang akan dipasarkan secara maksimal dan akurat. Beberapa masalah yang dapat diselesaikan menggunakan Weighted Product Model (WPM) seperti, pada penelitian untuk perangkingan proposal UMKM menggunakan metode Weighted Product Model (WPM) yang disusun oleh Hartatik,

2010. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) perangkingan UMKM. SPK perangkingan UMKM untuk pelatihan pengelolaan keuangan dan peminjaman modal pada UMKM telur asin dibuat dengan metode Weighted Product Model (WPM). Kriteria-kriteria penilaian yang digunakan disesuaikan dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Disperindag kota Cirebon dan bersifat kuantitatif. Kriteria yang digunakan dalam penilaian ada 5 yaitu kriteria produksi, kriteria pemasaran, kriteria manajemen dan sumber daya manusia, kriteria finansial dan kriteria kelayakan investasi. Nilai rangking yang dihasilkan menjadi rekomendasi Disperindag Kota Cirebon untuk menentukan peserta pelatihan. Pada penelitian Pemfilteran dan Perankingan Informasi menggunakan Pendekatan Multi Criteria Decision Making untuk Sistem Rekomendasi Objek Wisata yang disusun oleh Karina Auliasari (2012), menggunakan metode Weighted Product Model (WPM) dan Weighted Sum Model (WSM) yang diterapkan dalam mengembangkan sistem rekomendasi objek wisata untuk menangani berbagai alternatif dan aspek-aspek yang terkait dalam penilaian objek wisata. Dari hasil analisa algoritma metode Weighted Product Model (WPM) dan Weighted Sum Model (WSM) didapatkan karakteristik kedua algoritma tersebut dalam menghasilkan rekomendasi objek wisata. Pada penelitian Vertical Handover decision schemes using SAW and WPM for Network selection in Heterogeneous Wireless Networks oleh K.Savitha dan Dr.C.Chandrasekar (2011). Vertical handover decision schemes dibandingkan, Simple Additive Weighting method (SAW) dan Weighted Product Model (WPM) digunakan untuk memilih jaringan terbaik dari yang tersedia jaringan pengunjung (VTs) untuk koneksi terus menerus oleh terminal mobile.