KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN V*g!* i

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV PENGARUH METODE EKLEKTIK TERHADAP MINAT BELAJAR BAHASA ARAB SISWA KELAS X IPS I DI MAN PEMALANG

BAB V ANALISA HASIL PENELITIAN. Tabel 5.1 Jumlah Sampel dan Tingkat Pengembalian Kuesioner

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Penelitian tentang Bimbingan Orang Tua

DAFTAR ISI... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... xiiii. DAFTAR LAMPIRAN... xivi. 1.1 Latar Belakang...

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pengolahan data hasil tes dan angket mengenai Kontribusi Hasil Belajar

BAB IV HASIL PENELITIAN

PENGARUH PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN TERHADAP TANGGUNG JAWAB BELAJAR SISWA SD NEGERI 2 GENENGSARI KEMUSU TAHUN AJARAN 2014/2015

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR LAMPIRAN... xii

BAB IV PENGARUH METODE QIRA AH TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA ARAB SISWA KELAS XI DI MAN 2 PEKALONGAN

BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI. Kesimpulan dalam penelitian ini disusun berdasarkan latar belakang

BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil Tahun Pelajaran

BAB IV PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK SD MUHAMMADIYAH 03 PANJUNAN PETARUKAN PEMALANG

BAB IV HASIL PENELITIAN PENGARUH DISIPLIN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN FIKIH KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL HUDA JUWANA PATI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Variabel X (Karakteristik Siswa)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Variabel X (Kemampuan Mengajar Guru)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

KORELASI ANTARA HASIL BELAJAR SISWA SEMESTER AKHIR DENGAN HASIL UJIAN AKHIR NASIONAL SISWA KELAS VI SD NEGERI 13 SUNGAI KAWAT. Dwi Cahyadi Wibowo 1

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Analisis Validitas Soal Variabel X dan Variabel Y

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. 1. Analisis Regresi antara Variabel Y1, Y2, Y3. Dan Y4 dengan X.

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Analisis Validitas Soal Variabel X dan Variabel Y

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam

BAB IV ANALISA PENELITIAN. dan ditunjang dengan data wawancara kepala sekolah dan guru kelas I V yang

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. bebas terhadap variabel terikat, maka dalam hal ini penulis menggunakan metode

BAB II METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Setelah data dihimpun dan dilanjutkan pada pengolahan data, maka

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Berikut ini pemaparan dari hasil penelitian hubungan kompetensi teori K3

PENGARUH AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 DONDO KABUPATEN TOLI-TOLI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Bentuk penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan analisa. Penelitian ini dilakukan di Kantor Kecamatan Siantar Utara jl.

BAB IV ANALISIS HUBUNGAN KEAKTIFAN MENGIKUTI KEGIATAN PENGAJIAN RUTIN DENGAN AKHLAK REMAJA DI DESA PAMUTIH KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Sumber data penelitian didapat dari siswa SMKN 6 Bandung, oleh karena

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

Bab ini memuat kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang telah dilakukan BAB II METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode Penelitian merupakan suatu cara dalam melaksanakan suatu

HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF SISWA KELAS IV SD NEGERI KEMBANGARUM 2 MRANGGEN DEMAK

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Arikunto (2005:247) Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. 1. Sejarah berdirinya SMP Negeri 2 Sukorejo Ponorogo

BAB IV HUBUNGAN KEAKTIFAN SISWA MENGIKUTI KEGIATAN TADARUS AL-QUR AN DENGAN HASIL BELAJAR QUR AN HADIS SISWA MI WALISONGO PEKAJANGAN TAHUN 2014/2015

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data 1. Kedisiplinan Belajar Untuk memperoleh data tentang pengaruh kedisiplinan belajar peserta

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis data pada bab IV dapat ditarik

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS KORELASI KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI DENGAN MOTIVASI BELAJAR PAI SISWA SMP MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN

2.1.6 Urgensi Kualitas jasa Kepuasan Pelanggan Kualitas dan Kepuasan Pelanggan Pengertian Persepsi

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Sesuai dengan

BAB II METODE PENELITIAN

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Pada bagian ini, akan dikemukakan beberapa kesimpulan dan rekomendasi

BAB II METODE PENELITIAN. menggunakan metode penelitian deskriptif dengan analisa data kuantitatif. objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi.

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian ini adalah kredit simpan pinjam dan pendapatan anggota

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X semester ganjil SMA Negeri 15

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, peneliti menarik

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. apa yang akan dipakai pakai, karena dengan hal itu akan mepermudah penelitian,

BAB II METODOLOGI PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN. yang digunakan dalam ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Mardalis (2009: 24) mengartikan metode sebagai:

KONTRIBUSI HASIL UJI KOMPETENSI TEORI KEJURUAN TERHADAP HASIL UJI KOMPETENSI PRAKTIK KEJURUAN BIDANG KOMPETENSI TEKNIK PEMESINAN PESAWAT UDARA DI SMK

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Data Tentang Peningkatan Prestasi belajar santri pondok. pesantren Al-Muhtadin desa Karang Kembang kecamatan Babat

horizon penelitian ini yaitu cross sectional, di mana informasi yang didapat hanya

Teknik Analisa Data yang diterapkan dalam penelitian ini. atau berupa dokumen-dokumen yang akan dianalisis.

Oleh: Wahyu Hidayat ABSTRAK

2.Pengambilan keputusan sebagai variabel terikat (y), dengan indikator

Transkripsi:

BABV Jf^JJ^f KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN V*g!* i A. Kesimpulan Dari hasil penelitian Pengaruh Hubungan Proses Pendidikan STPDN Terhadap Kinerja Purna Praja Di Kabupaten Gowa Propinsi Sulawesi Selatan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Dari hasil penelitian pengaruh sub sistem pengajaran STPDN (Xi) terhadap kinerja purna praja (Y), menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) 0,510 dan setelah dikonfirmasikan dengan r tabel hitung lebih besar dari r tabel (0,510 > 0,334), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima dengan interprestasi hubungan sedang, karena berada pada interval koefisien 0,40-0,599. Kemudian berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh kesimpulan kinerja purna praja 26,01% dipengaruhi sub sistem pengajaran. 2. Hasil penelitian pengaruh sub sistem pelatihan STPDN (X2) terhadap kinerja purna praja (Y), menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) 0,691 dan setelah dibandingkankan dengan r tabel product moment pada taraf kesalahan ditetapkan 5%, ternyata harga r hitung lebih besar dari r tabel (0,691 > 0,334), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima dengan interprestasi koefisien korelasi kuat, karena berada pada interval koefisien 0,60-0,799. Kemudian

141 berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh kesimpulan kinerja purna praja 47,75% dipengaruhi sub sistem pelatihan. 3. Dari hasil penelitian pengaruh sub sistem pengasuhan STPDN (XO terhadap kinerja purna praja (Y), menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) 0,386 dan setelah dikonfirmasikan dengan r tabel hitung lebih besar dari r tabel (0,386 > 0,334), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima dengan interprestasi hubungan rendah, karena berada pada interval koefisien 0,20-0,399. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh kesimpulan kinerja purna praja 14,90% dipengaruhi sub sistem pengasuhan. 4. Dari hasil penelitian pengaruh sub sistem pengajaran STPDN (Xi) terhadap sub sistem pelatihan (X2), menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) 0,236 dan setelah dikonfirmasikan dengan r tabel hitung lebih kecil dari r tabel (0,236 < 0,334), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima dengan interprestasi hubungan rendah, karena berada pada interval koefisien 0,20-0,399. Kemudian berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh kesimpulan bahwa antara sub sistem pelatihan dan sub sistem pengajaran saling mempengaruhi sebesar 5,570%.

142 5. Hasil penelitian pengaruh sub sistem pelatihan STPDN (X2) terhadap sub sistem pengasuhan (X3), menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) 0,014 dan setelah dikonfirmasikan dengan r tabel hitung lebih kecil dari r tabel (0,014 < 0,334), sehingga Ha ditolak dan Ho diterima dengan interprestasii hubungan sangat rendah, karena berada pada interval koefisien 0,00-0,199. Kemudian berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh kesimpulan bahwa antara sub sistem pelatihan dan sub sistem pengasuhan saling mempengaruhi sebesar 0,019%. 6. Dari hasil penelitian pengaruh sub sistem pengajaran STPDN (Xi) terhadap sub sistem pengasuhan (X3), menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) 0,640 dan setelah dikonfirmasikan dengan r tabel hitung lebih besar dari r tabel (0,640 > 0,334), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima dengan interprestasii kuat, karena berada pada interval koefisien 0,60-0,799. Berdasarkan hasil perhitungan koefisisen determinasi diperoleh kesimpulan bahwa antara sub sistem pengajaran dan pengasuhan saling mempengaruhi sebesar 40,96%. 7. Hasil penelitian pengaruh proses pendidikan STPDN (Xi, X2, dan X3) terhadap kinerja purna praja (Y), menunjukkan analisa regrasi (R) 0,619 dan setelah dikonsultasikan dengan F tabel, dengan

143 didasarkan pada dk pembilang = 3 dan penyebut = 31 untuk taraf kesalahan 5% Ft = 2,91; dan 1% Ft = 4,49, ternyata F hitung lebih besar dari F tabel, maka koefisien korelasi yang diuji signifikan. Kemudian berdasarkan hasil perhitungan koefisisen determinasi diperoleh kesimpulan kinerja purna praja 38,316% dipengaruhi oleh sub sistem pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan yang mereka peroleh selama mengikuti pendidikan di STPDN. B. Implikasi Berdasarkan kesimpulan di atas, maka implikasi yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: 1. STPDN harus melakukan perubahan kurikulum pengajaran baik mengenai materi kuliah maupun bobot satuan kredit semesternya guna mengantisipasi dinamika perkembangan masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan mempertimbangkan dimasukkannya materi yang berkaitan dengan kewirausahaan dan manajemen pelayanan publik. Selain itu perlu adanya perbaikan metode pendidikan, sarana prasarana, peningkatan kualitas tenaga pendidik dan studi lapangan untuk tiap mata kuliah. 2. Untuk sub sistem pelatihan, diperiukan tenaga pelatih yang memiliki spesialisasi keahlian dibidangnya dan pengadaan sarana prasarana

144 yang dapat mendukung keberhasilan penyampaian materi pelatihan. 3. Melakukan pembenahan terhadap kinerja pengasuh, dengan cara memperhatikan minat dan bakat dalam rekrutmen pengasuh, meningkatkan kualitas pengasuh melalui kursus atau pelatihan bimbingan konseling, agar dapat membantu praja penyelesaian masalahnya dengan efektif dan sesuai sasaran dengan metode pengasuhan yang lebih humanistik. 4. Sistem penilaian prestasi pendidikan praja STPDN masih perlu dikaji ulang berdasarkan tujuan pendidikan dengan standar-standar yang mudah ditetapkan demi obyektifitas penilaiannya, utamanya untuk sub sistem pengasuhan. Saat ini evaluasi Kepribadian praja ditentukan berdasarkan 16 aspek kepribadian dirasakan oleh pengasuh terlalu rumit sehingga perlu dibuat pedoman baru yang lebih tepat dan benar-benar berorientasi pada pengembangan kepribadian pamong praja. C. Saran 1. Selama ini nilai prestasi pendidikan praja, hanya nilai prestasi pengajaran saja yang tercantum pada ijazah, padahal sub sistem pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan merupakan satu sistem yang utuh dalam sistem pendidikan STPDN sesuai Kepmendagri No. 96 tahun 1996 tentang rencana Induk Pendidikan STPDN. Oleh

karena itu dipandang perlu supaya nilai sub sistem! pengasuhan tercantum juga dalam ijazah praja untui akan datang. Di samping itu prestasi pendidikan yang pada ijazah tersebut sebaiknya dapat dijadikan salah satu indikator dalam penempatan dan pemberian jabatan setelah bertugas di daerah. 2. Antara waktu wisuda yang biasanya dilaksanakan pada bulan Agustus dengan awal pelaksanaan tugas di daerah pada bulan Nopember, sebaiknya ditinjau kembali karena akan berdampak negatif terhadap kinerja purna praja STPDN. Interval waktu sekitar kurang lebih 3 bulan tersebut bisa merubah pembentukan karakter kepamongan di lapangan sehingga mereka justru tidak mampu memberikan warna bagi kinerja pegawai pemerintah daerah yang sering mendapat sorotan masyarakat tetapi malahan terpengaruh dengan lingkungan kerja barunya. Akibatnya mulai muncul sifat kurang terpuji, seperti terlambat bahkan tidak masuk kantor.

S&Si&fr