BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN. dan retail peralatan petualangan alam terbuka terbesar di Indonesia.

. BAB III METODE PENELITIAN. negeri favorit yang berada di kota Samarinda. Semua Guru yang mengajar di SMA Negeri 3 Samarinda.

BAB III METODE PENELITIAN. adalah Seluruh Karyawan pada PT. Aditama Graha Lestari. hubungan yang bersifat sebab akibat dimana variabel independen

BAB III METODE PENELITIAN. yang beralamat di Jl. Petojo VIJ IV No. 28 Jakarta Pusat. Waktu pelaksanaan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III. Metode Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Online shop atau Toko online adalah sebuah toko yang menjual barang-barang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di RM Sederhana Palembang, Sumatra Selatan yang

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Variabel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu:

BAB 3 METODE PENELITIAN. Dalam penelitan ini yang menjadi populasi oleh penulis adalah Satuan Kerja

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PT Astra International Tbk Auto2000 Daan

Bab III Metode Penelitian

C. Definisi dan Operasionalisasi Variabel BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian

fasilitas-fasilitas, meliputi: media pembelajaran, ruang kantor, tempat

BAB III METODE PENELITIAN. Pahlawan Seribu ITC BSD No. 33A&35 Serpong, Tangerang Selatan. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. VARIABEL PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Universitas Mercu Buana Jakarta, hal tersebut

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, objek penelitian ini adalah sepeda motor vario 150 yang berada di kota

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan beserta definisi operasionalnya adalah sebagai berikut : 1. Variabel Independen atau Variabel Bebas (X)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif verifikatif yang

BAB III METODE PENELITIAN. Koperasi Mahasiswa UMY. Subyek yang digunakan yaitu konsumen Koperasi

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kampar Timur dan waktu

BAB III METODE PENELITIAN. Restoran Adem Ayem dan Restoran Solo Bristo. Sampel dalam penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. maka yang menjadi objek penelitian ini adalah kinerja dan pelayanan yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang

BAB II METODE PENELITIAN. karyawan. Data yang digunakan berupa jawaban responden yang pada dasarnya

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang.

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif dan penelitian kualitatif (Sugiyono, 2003: 13-14).

BAB III METODE PENELITIAN. suatu penelitian yang data penelitianya berupa angka-angka dan analisisnya

BAB III METODE PENELITIAN. Semarang dan kantor cabang berlokasi di Desa Rejosari RT 02 RW 02 Brangsong

36 Kompensasi. Variabel kompensasi ini terdiri dari Gaji, Reward dan Insentif. 1. Gaji Menurut Hasibuan (2007) gaji adalah balas jasa yang dibayar sec

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

BAB III METODE PENELITIAN. adalah peserta BPJS Kesehatan Dikantor Cabang Gedong Kuning. akan diteliti adalah peserta BPJS Kesehatan.

BAB III METODE PENELITIAN. gambaran penjelasan mengenai hasil penelitian serta penelitian ini. dari responden dengan menggunakan kuesioner.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. adalah karyawan di lingkungan PT Surya Toto Indonesia.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Tanah Abang Dua yang beralamat di jalan K.H Mas Mansyur No.71.

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. digunakan dalam penelitian ini adalah:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III. penelitiannya berupa angka-angka dan analisisnya menggunakan metode statistik.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN. memperkuat landasan dalam variabel, penyusunan metode dalam

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif adalah sebagai penelitian yang menekankan pada pengujian teori-teori

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

BAB III METODE PENELITIAN. menentukan obyek-obyek penelitian yang akan diteliti dan besarnya

BAB III METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian kuantitatif yaitu metode

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. objektif, valid, dan reliabel tentang suatu hal (variabel tertentu). Subjek adalah

Bab III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Rancangan penelitian diperlukan agar penelitian yang dilakukan dapat

BAB III METODE PENELITIAN. pertanyaan dalam bentuk daftar isian (kuesioner) kepada responden.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh aparat Inspektorat yang ikut dalam


III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengambil populasi pada karyawan Hotel Nusantara Bandar

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

C. Teknik Pengambilan Sampel dan Populasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif (explanatory),

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. berhubungan langsung dengan permasalahan yang diteliti (Cooper dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.13.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Akademi Keperawatan Karangnyar 17

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013.

III. METODE PENELITIAN. yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan untuk dipelajari dan ditarik

BAB III METODE PENELITIAN. digambarkan lewat angka simbol, kode dan lain-lain. Data itu perlu dikelompokkelompokkan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penyusunan metode dalam pengumpulan data, penyusunan instrumen, hingga

BAB III METODE PENELITIAN. satu kota yang ada di Provinsi Lampung. Objek yang akan diambil ada pada PT.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tempat yang dipilih sebagai objek penelitian adalah PT Komatsu

BAB III METODELOGI PENELITIAN

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek/subyek Penelitian 1. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini dilakukan pada Kantor Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Yogyakarta. Kantor ini penulis pilih untuk menjadikan obyek penelitian karena kantor ini merupakan salah satu kantor yang bergerak dalam bidang keuangan Indonesia yang memiliki kompetensi tinggi. Terlebih lagi kantor ini memiliki puluhan karyawan yang berkompeten dalam bidangnya. 2. Subyek Penelitian Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Yogyakarta. B. Jenis Data Jenis data dalam penelitian ini yaitu Data Primer, yaitu data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan/suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa interview, observasi. Adapun jenis data yang digunakan oleh penulis adalah data kuesioner yang diberikan kepada responden untuk diisi terkait gaya kepemimpinan, pengembangan karir, disiplin kerja dan kinerja karyawan. C. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sampling dimana sampel penelitian diambil berdasarkan kriteria yang telah ditentukan oleh penulis. Adapun kriterianya adalah setidaknya karyawan telah 52

53 bekerja selama tiga tahun kerja. Hal ini dijadikan dasar karena penulis menganggap karyawan yang telah bekerja selama tiga tahun telah melalui proses adaptasi sehingga mengetahui keadaan lingkungan organisasi yang sesungguhnya. Jumlah sampel yang akan diteliti adalah 65 orang dari jumlah populasi 78 yang memenuhi kriteria, ini didasarkan pedoman menurut Slovin (1992) dimana disebutkan sebaiknya ukuran sampel dihitung berdasarkan rumus : n = N 1+ N (e) 2 n = jumlah sampel N = jumlah populasi e = derajat eror Maka perhitungannya yaitu : n = 78 = 78 1+ 78 (5%) 2 1+0,195 = 78 = 78 1+ 78 (0,05) 2 1,195 = 78 n = 65 orang. 1+ 78 (0,0025) D. Teknik Pengumpulan Data Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dari penelitian ini menggunakan kuesioner, yaitu dengan cara menyebarkan sejumlah daftar pertanyaan yang bersangkutan dengan masalah kepada responden (Karyawan Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) dengan tujuan memperoleh data-data yang mendukung penelitian. Pada penelitian ini digunakan kuisioner dengan skala likert dimana pernyataan-

54 pernyataan dalam kuisioner dibuat dengan nilai 1 sampai dengan 5 untuk mewakili pendapat responden seperti sangat tidak setuju sampai dengan sangat setuju, sangat tidak puas sampai dengan sangat puas dan sebagainya (Mas ud, 2004). E. Definisi Operasional Variabel 1. Gaya Kepemimpinan Gaya Kepemimpinan menurut Thoha (2003) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan merupakan suatu norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain. Menurut James et. al. (1996) mengatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah berbagai pola tingkah laku yang disukai oleh pemimpin dalam proses mengarahkan dan mempengaruhi pekerja. Dalam mengukur tingkat Gaya Kepemimpinan maka ada beberapa indikator variabel yang akan di teliti yaitu menurut Hasibuan (2007) dalam Narita,R. Yolla Permata (2008) yang meliputi : a) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan merupakan hal yang paling utama dan penting dalam menjalani dan menghadapi permasalahan yang timbul di setiap perusahaan. Hal ini didasari apakah keputusan diambil oleh pemimpin sendiri, diambil bersama-sama antara pemimpin dan karyawan, atau bahkan diambil oleh mayoritas suara karyawan. b) Perilaku Pemimpin Keberhasilan suatu perusahaan dapat ditentukan melalui sikap dan perilaku seorang pemimpin kepada bawahannya sehingga

55 dapat menggerakan karyawan agar bekerja semaksimal mungkin. Salah satu dengan cara memberikan pengarahan, perhatian, saran, imbalan. c) Orientasi Kepemimpinan Peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dan sebagainya) yang tepat dan benar dalam meentukan keputusankeputusan yang akan diambil. Instrumen yang digunakan mengadopsi dari instrumen yang dikembangkan oleh Hasibuan (2007) dalam Narita,R. Yolla Permata (2008) yang terdiri dari 9 butir pertanyaan. Skala yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu skala interval dimana setiap pertanyaan diberi skor 1 sampai dengan 5, menggunakan nilai tertinggi dan terendah. Semua pertanyaan merupakan positif dengan alternatif jawaban dan skor dikategorikan sebagai berikut: Sangat tidak setuju: skor 1 ; Tidak setuju: skor 2 ; Kurang setuju: skor 3 ; Setuju: skor 4 ; Sangat setuju: skor 5. 2. Pengembangan Karir Menurut I Komang Ardana, dkk (2012) pengembangan karir adalah peningkatan pribadi yang dilakukan seseorang untuk mencapai suatu rencana karir dan peningkatan oleh departmen personalia untuk mencapai suatu rencana kerja sesuai dengan jalur dan jenjang organisasi. Pengembangan karir dapat diartikan sebagai hasil dari integrasi antara perencanaan karir individu dengan proses manajemen karir seorang karyawan. Dalam mengukur tingkat pengembangan karir. Ada beberapa indikator variabel yang akan di teliti yaitu sesuai dengan sumber : Sondang P.Siagian (2006) dalam M.Harlie (2010) yang meliputi :

56 a) Prestasi kerja, b) Kesetiaan pada organisasi, c) Mentors dan sponsor, d) Dukungan dari para bawahan, dan e) Kesempatan untuk bertumbuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini di adopsi dari instrumen yang di kembangkan oleh Sondang P.Siagian (2006) dalam M.Harlie (2010) dengan jumlah pertanyaan sebanyak 10 butir. Skala yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu skala interval dimana setiap pertanyaan diberi skor 1 sampai dengan 5, menggunakan nilai tertinggi dan terendah. Semua pertanyaan merupakan positif dengan alternatif jawaban dan skor dikategorikan sebagai berikut: Sangat tidak setuju: skor 1 ; Tidak setuju: skor 2 ; Kurang setuju: skor 3 ; Setuju: skor 4 ; Sangat setuju: skor 5. 3. Disiplin Kerja Menurut Darmawan (2012), disiplin kerja diartikan sebagai suatu sikap, tingkah laku, dan perbuatan yang sesuai peraturan dari organisasi dalam bentuk tertulis maupun tidak. Disiplin kerja dapat diartikan sebagai suatu sikap, tingkah laku, dan perbuatan yang sesuai peraturan, ketentuan-ketentuan dan standar kerja yang berlaku baik dalam bentuk tertulis ataupun tidak tertulis. Dalam mengukur tingkat Disiplin Kerja maka ada beberapa indikator variabel yang akan di teliti menurut Soejono (2000) yaitu sebagai berikut : 1) Ketepatan waktu Para pegawai datang ke kantor tepat waktu, tertib dan teratur, dengan begitu dapat dikatakan disiplin kerja baik.

57 2) Menggunakan peralatan kantor dengan baik Sikap hati-hati dalam menggunakan peralatan kantor dapat mewujudkan bahwa seseorang memiliki disiplin kerja yang baik, sehingga peralatan kantor dapat terhindar dari kerusakan 3) Tanggung jawab yang tinggi Pegawai yang senantiasa menyelesaikan tugas yang dibebankan kepadanya sesuai dengan prosedur dan bertanggung jawab atas hasil kerja, dapat pula dikatakan memiliki disiplin kerja yang baik. 4) Ketaatan terhadap aturan kantor Pegawai memakai seragam kantor, menggunakan kartu tanda pengenal/identitas, membuat ijin bila tidak masuk kantor, juga merupakan cerminan dari disiplin yang tinggi. Instrumen yang digunakan mengadopsi dari instrumen yang dikembangkan oleh Soejono (2000) dalam Maizar Pratama (2014) dengan jumlah pertanyaan sebanyak 8 butir. Skala yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu skala interval dimana setiap pertanyaan diberi skor 1 sampai dengan 5, menggunakan nilai tertinggi dan terendah. Semua pertanyaan merupakan positif dengan alternatif jawaban dan skor dikategorikan sebagai berikut: Sangat tidak setuju: skor 1 ; Tidak setuju: skor 2 ; Kurang setuju: skor 3 ; Setuju: skor 4 ; Sangat setuju: skor 5. 4. Kinerja Karyawan Menurut Siagian (2007) kinerja pegawai adalah nilai kekaryaan dari seorang pegawaitentang bagaimana hal yang bersangkutan denga pekerjaannya, seperti kemampuan, kekurangan, keletihan, dan potensi yang

58 dimilikinya yang pada gilirannya bermanfaat untuk menentukan tujuan, jalur, rencana dan pengembangan karir yang bersangkutan. kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Dalam mengukur tingkat Kinerja Karyawan maka ada beberapa variabel indikator yang akan di teliti yaitu sesuai dengan sumber : Bernardin dalam Crimson Sitanggang (2006), yang meliputi : a) Kualitas pekerjaan, b) Kuantitas pekerjaan, c) Ketepatan waktu, d) Efektivitas, e) Kemandirian, dan f) Komitmen Organisasi. Instrumen yang digunakan mengadopsi dari instrumen yang dikembangkan oleh Crimson Sitanggang (2006) dalam Regina Aditya Reza (2010) dengan jumlah pertanyaan sebanyak 9 butir. Skala yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu skala interval dimana setiap pertanyaan diberi skor 1 sampai dengan 5, menggunakan nilai tertinggi dan terendah. Semua pertanyaan merupakan positif dengan alternatif jawaban dan skor dikategorikan sebagai berikut: Sangat tidak setuju: skor 1 ; Tidak setuju: skor 2 ; Kurang setuju: skor 3 ; Setuju: skor 4 ; Sangat setuju: skor 5.

59 F. Uji Kualitas Instrumen 1. Uji Validitas Uji validitas adalah untuk mengetahui sah tidaknya instrumen kuesioner yang digunakan dalam pengumpulan data. Uji validitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah item-item yang tersaji dalam kuesioner benar-benar mampu mengungkapkan dengan pasti apa yang akan diteliti (Ghozali, 2006). Uji validitas (validity) dimaksudkan untuk menguji kualitas kuesioner. Kuesioner yang baik adalah kuesioner yang dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan masing-masing pertanyaan dengan jumlah skor untuk masing-masing variabel. Valid atau tidaknya suatu instrumen dapat diketahui dengan membandingkan indeks korelasi product moment person dengan level signifikan 5 %. Bila signfikan hasil korelasi lebih kecil dari 0,05 (5%), maka dinyatakan valid dan sebaliknya apabila signifikan hasil korelasi lebih besar dari 0,05 (5%) maka dinyatakan tidak valid, Sekaran (2006) 2. Uji Reliabilitas (Keandalan) Suatu kuesioner dikatakan handal atau reliabel jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Uji Reliabilitas dimaksudkan untuk menguji konsistensi kuesioner dalam mengukur suatu konstruk yang sama atau stabilitas kuesioner jika digunakan dari waktu ke waktu (Ghozali, 2006). Untuk mengetahui tingkat reliabilitas adalah dengan nilai Cronbach Alpha, jika semakin tinggi mendekati angka 1 maka semakin tinggi nilai konsistensi internal

60 reliabilitasnya. Jika nilai Cronbach Alpha diatas 0,6 maka nilai reliabilitasnya diterima, Sekaran (2006). 3. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak (Ghozali, 2006). Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Model regresi mempunyai distribusi normal apabila nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05. G. Uji Hipotesis dan Analisis Data Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisa regresi berganda (multiple regression) dengan bantuan program SPSS. Analisa regresi berganda digunakan untuk menguji pengaruh antara dua atau lebih variabel independen dengan variabel dependen dan tidak terjadi korelasi antar variabel bebas. Penyusunan persamaan regresi berganda berdasarkan data-data yang diperoleh untuk menggambarkan dan menjelaskan pengaruh antar gaya kepemimpinan, pengembangan karir dan disiplin kerja sebagai variabel independen dengan kinerja karyawan sebagai variabel dependen. Persamaan regresi dapat dituliskan menurut Alni, dkk (2013) dalam bukunya, sebagai berikut : Y = β0 + β1.x1 + β2.x2 + β3.x3 + e Dimana : Y X 1 : Kinerja Karyawan : Gaya Kepemimpinan

61 X 2 X 3 β0 : Pengembangan Karir : Disiplin Kerja : Konstanta β1, β2, β3 : Koefisien Regresi e : Error pengujian hipotesis harus dilakukan karena kita akan melakukan generalisasi dari hasil analisis berdasarkan sampel kepada karakteristik dari populasi. Pengujian hipotesis yang akan dilakukan meliputi uji t (uji signifikansi parameter secara individual) dan uji F ( uji signifikansi simultan). a. Uji F atau Uji Simultan Uji F bertujuan untuk mengatahui ada atau tidaknya pengaruh Gaya Kepemimpinan, Pengembangan Karir dan Disiplin Kerja sebagai variabel independen (bebas) terhadap Kinerja Karyawan sebagai variabel dependen (terikat) secara simultan. Melalui uji F kita akan memperoleh F hitung dan kemudian akan membandingkan dengan F tabel pada taraf nyata (level of significant) 5% dimana ketentuannya apabila Fhitung > Ftabel berarti ada pengaruh signifikan secara bersama-saman dari gaya kepemimpinan, pengembangan karir dan disiplin kerja keterhadap kinerja karyawan. Sebaliknya apabila Fhitung < Ftabel berarti tidak ada pengaruh signifikan secara bersama-saman dari gaya kepemimpinan, pengembangan karir dan disiplin kerja keterhadap kinerja karyawan.

62 b. Uji t atau Uji Parsial Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel independen (Ghozali, 2001). Uji t ini akan penulis gunakan untuk menguji hipotesis satu, dua, dan tiga. Variabel dependen apabila nilai p-value (sig) lebih kecil dari alpha (confidance interval). Langkah-langkah Uji Hipotesis untuk Koefisien Regresi adalah : 1) Perumusan Hipotesis Nilai (HO) dan Hipotesis Alternatif (H1) H0 : β1 = 0 Tidak ada pengaruh yang signifikan dari masing-masing variabel bebas (X1, X2,X3) terhadap variabel terikat (Y). H1 : β0 0 Ada pengaruh yang signifikan dari masing-masing variabel bebas (X1,X2,X3) terhadap variabel terikat (Y). 2) Penentuan harga t tabel berdasarkan taraf signifikansi dan taraf derajat kebebasan : a) Taraf signifikansi = 5% (0,05) b) Derajat kebebasan = (n-1-k) 3) Kriteria Keputusannya adalah : a) Jika t hitung > t table, dan sig < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jika t hitung < t table, dan sig > maka H0 diterima dan Ha ditolak.

63 c. Uji Determinasi (R 2 ) Uji Determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi veriabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1 nilai R 2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas (Ghozali, 2013). Nilai yang mendekati 1 (satu) berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Malintan, 2011).