BAB IV ANALISIS DATA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV ANALISIS DATA. Setelah diperoleh data dari lapangan melalui wawancara, observasi, dan

BAB IV ANALISIS BIMBINGAN KONSELING ISLAM MELALUI KONSELING KARIR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR REMAJA DI KELURAHAN SIWALANKERTO SURABAYA

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Bimbingan Konseling Islam dengan Terapi Rasional. TNI di Desa Sambibulu Taman Sidoarjo

BAB IV ANALISA DATA. A. Analisis Tentang Proses Bimbingan dan Konseling Islam dengan Terapi

BAB IV ANALISIS BIMBINGAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI REALITAS DALAM MENANGANI KECEMASAN SEORANG AYAH

BAB IV ANALISA DATA. A. Analisis Faktor-faktor yang melatar belakangi post power syndrome. seorang pensiunan tentara di Kelurahan Kemasan Krian

BAB IV ANALISIS DATA. Belajar Siswa Di Mts Ma arif Driyorejo Gresik. lebih jelasnya lihat table di bawah ini:

BAB IV ANALISIS DATA. dari lapangan berdasarkan fokus permasalahan yang diteliti. Berikut dibawah ini merupakan analisis data tentang faktor, proses

BAB IV ANALISIS BIMBINGAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI RASIONAL EMOTIF PADA SEORANG IBU YANG MEMPUNYAI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

BAB IV ANALISIS BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI REALITAS DALAM MENANGANI RENDAH DIRI SEORANG SANTRI

BAB IV ANALISIS TERAPI RASIONAL EMOTIF DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK KONFRONTASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK KORBAN BULLYING

BAB IV ANALISIS BIMBINGAN KONSELING DENGAN TERAPI RASIONAL EMOTIF DALAM MENANGANI SIKAP EGOIS PADA SEORANG REMAJA

BAB IV ANALISIS DATA. Dalam penelitian ini peneliti menggunkan analisis deskriptif komparatif

BAB IV ANALISIS DATA. yang diperoleh dari penyajian data adalah sebagai berikut:

BAB IV ANALISIS (BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI REALITAS DALAM MENANGANI PERILAKU FIKSASI

BAB IV ANALISIS DATA A. ANALISIS TENTANG PENYEBAB-PENYEBAB SEORANG ANAK YANG. proses bimbingan dan konseling Islam menggunakan Non-Directive Permainan

BAB IV ANALISIS BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DENGAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY DALAM MENGATASI KESENJANGAN KOMUNIKASI SEORANG ADIK TERHADAP

A. Analisis Proses Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dengan. Terapi Rasional Emotif dalam Menangani Trauma Seorang Remaja

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Bimbingan Konseling Islam dengan Teknik Modelling

BAB IV BKI DENGAN TERAPI RASIONAL EMOTIF ANAK YANG TIDAK MENERIMA AYAH TIRINYA

BAB IV ANALISIS PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM DENGAN TEKNIK BIBLIOTERAPI DALAM MENANGANI FRUSTRASI

BAB IV ANALISIS DATA. yang diperoleh dari penyajian data adalah sebagai berikut:

BAB IV ANALISIS TERAPI BEHAVIOR DENGAN TEKNIK MODELLING. penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Pada dasarnya komunikasi

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Pelaksanaan BKI (Bimbingan dan Konseling Islam)

yang melihat bagaimana perilaku konseli secara langsung. Teknik analisa tingkah laku sebelum dan sesudah dilakukan proses bimbingan.

BAB IV ANALISIS PROSES DAN HASIL PELAKSANAAN TERAPI SABAR UNTUK MENGATASI STRES

BAB IV ANALISIS DATA. diperoleh dari penyajian data adalah sebagai berikut : A. Analisis Bimbingan dan Konseling Islam dengan pendekatan

BAB IV ANALISIS (BIMBINGAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI REALITAS DALAM MENGATASI KEJENUHAN ISTRI MENGURUS

BAB IV ANALISIS DATA

BAB IV ANALISIS DATA. 1. Analisis tentang bentuk-bentuk Disharmoni Keluarga yang terjadi di. Desa Mojorejo Pungging Mojokerto

BAB IV ANALISIS DATA. klien. Setelah data diperoleh dari lapangan dengan cara wawancara, observasi dan

BAB IV ANALISIS DATA

BAB IV ANALISIS DATA

BAB IV ANALISA DATA. konselor sekaligus peneliti. Analisa ini disajikan dalam bentuk penulisan analisa

BAB IV ANALISIS DATA. Pada bab ke empat ini peneliti akan menguraikan analisis dari data

BAB IV ANALISIS DATA. membandingkan kondisi klien sebelum dan sesudah dilakukannya proses konseling. Berikut ini

BAB IV ANALISIS DATA. dengan Teknik Biblioterapi Dalam Mengatasi Dekadensi Ke-Imanan

BAB IV ANALISIS DATA. 1. Analisis data tentangproses pelaksanaan Bimbingan dan Konseling

BAB IV ANALISIS DATA. Analisis dengan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) didalam Menangani

BAB IV ANALISA DATA. A. Analisis tentang Gejala Gejala Depresi Yang Di Tampakkan Seorang

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Pelaksanaan Bimbingan Dan Konseling Islam Dengan

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Data Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Remaja Terkena. Narkoba Di Desa Kandangsemangkon Paciran Lamongan

2. Faktor pendidikan dan sekolah

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Bimbingan Konseling Islam untuk Meningkatkan Motivasi

BAB IV ANALISIS DATA KONSELING BEHAVIOR DALAM MENANGANI SELECTIVE MUTISM SISWA SD RADEN PATAH SURABAYA

Menangani Kecemasan pada Korban Perkosaan. membandingkan data teori dengan data yang ada di lapangan.

BAB IV ANALISIS DATA. Dengan Teknik Token Economy Dalam Membentuk Disiplin Shalat

BAB IV ANALISIS DATA. analisis sesuai dengan fokus penelitian kali ini yaitu sebagai berikut:

BAB IV ANALISIS DATA

BAB IV ANALISIS DATA. A. Faktor-Faktor Penyebab Anak Terkena Epilepsi di Gubeng

Terapi Cerita Bergambar Untuk Mengurangi Kesulitan Dalam Berkomunikasi Pada Seorang Remaja di Desa Wedoro Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Konseling dengan Teknik Timing Of Event Models Untuk

BAB IV ANALISIS DATA. penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah data diperoleh dari

BAB IV ANALISA DATA. 1. Analisis Tentang Faktor yang Mempengaruhi Seorang Siswa Pelaku. Bullying di Sekolah Al-Asyhar Sungonlegowo Bungah Gresik

BAB IV ANALISIS DATA. observasi yang disajikan pada awal bab, adapun data yang di analisis. sesuai dengan fokus penelitian yaitu sebagai berikut:

Psikologi Konseling. Psikologi Konseling. Psikologi Psikologi

BAB IV ANALISIS DATA. dan dokumentasi yang disajikan pada awal bab yang telah dipaparkan oleh

LAYANAN BIMBINGAN TINGKAT KESULITAN BELAJAR SISWA SMK NEGERI 1 UDANAWU KABUPATEN BLITAR MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR SISWA

BAB IV ANALISIS DATA 1. Analisis Proses Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dengan

Konsep Diri Rendah di SMP Khadijah Surabaya. baik di sekolah. Konseli mempunyai kebiasaan mengompol sejak kecil sampai

BAB IV ANALISA DATA. Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. klien, ditemukan bahwa klien di usia yang ke- 60 sudah mengalami

LAPORAN KONSELING INDIVIDUAL

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Metode konseling karier Nur Cita Qomariyah Membina Skill. Mahasiswa di IQMA IAIN Sunan Ampel Surabaya.

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pembahasan dari ke empat kasus

KONSEP DASAR. Manusia dalam kehidupannya selalu aktif sebagai suatu keseluruhan.

BAB III PENYAJIAN DATA

BAB IV ANALISIS DATA. C. Analisis Proses Pelaksanaan Bimbingan Konseling Islam dengan. Pemuda di Desa Putat Kec Kebomas Kab. Gresik).

BAB IV ANALISIS DATA. A. Faktor yang menyebabkan perilaku maladaptif di TPA Baitul Hamid

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa ingin berinteraksi dengan

BAB IV ANALISIS BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KOMUNIKASI SISTEM ISYARAT BAHASA

BAB I PENDAHULUAN. kualitas yang melayani, sehingga masalah-masalah yang terkait dengan sumber

NO. Hal yang diungkap Daftar Pertanyaan

BAB IV ANALISA DATA. dengan analisa deskriptif. Adapun datayang dianalisis sesuai dengan dua focus

BAB I PENDAHULUAN. kembar identik pun masih dapat dibedakan melalui sifat-sifat non-fisik yang

A. Identitas : Nissa (Nama Samaran)

BAB IV ANALISIS TERAPI REALITAS UNTUK MEMBANTU PENYESUAIAN DIRI SANTRI MADRASAH DINIYAH

5. Pilihlah salah satu dari pilihan di bawah ini yang merupakan KELEMAHAN anda! (Jawablah dengan sejujur-jujurnya)

BAB IV PENERAPAN LATIHAN ASERTIF DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA YANG MEMILIKI ORANG TUA TUNGGAL (SINGLE PARENT)

BAB IV ANALISA DATA. A. Analisa Proses Konseling Tawakal Untuk Meningkatkan Motivasi Hidup

ANNE HAFINA Jurusan PPB FIP UPI (PROSES KONSELING) PROSES KONSELING

BAB IV ANALISIS DATA TERAPI GROWTH MINDSET ( CAROL S. DWECK, PH.D.) DAN KETERAMPILAN ADAPTASI DIRI

BAB IV ANALISIS DATA. peneliti, maka peneliti menganalisis dengan analisis deskriptif komparatif.

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Dari Pelaksanaan Bimbingan Konseling Karir Dengan. Menggunakan Instrumen Holland Hexagon Dalam Menangani

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

BAB III METODE PENELITIAN. pikiran secara seksama dalam mencapai suatu tujuan. Sedangkan penelitian adalah

Transkripsi:

116 BAB IV ANALISIS DATA A. Analisis Proses Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dengan Teknik Permainan Dialog untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa MI Ma arif NU Pucang Sidoarjo Dalam bahasan ini akan dijelaskan yang berkaitan dengan deskripsi pelaksanaan bimbingan dan konseling Islam dengan teknik permainan dialog untuk meningkatkan motivasi belajar siswa ma arif NU Pucang Sidoarjo yang telah digunakan oleh peneliti. Deskripsi pelaksanaan bimbingan dan konseling Islam dengan teknik permainan dialog untuk meningkatkan motivasi belajar merupakan penjelasan bagaimana prosedur pelaksanaan teknik permainan dialog terhadap siswa Ma arif NU Pucang Sidoarjo. Sebelum melaksanakan teknik permainan dialog terhadap siswa, peneliti telah melakukan beberapa langkah dan menyiapkan tema cerita yang akan diperankan oleh klien dengan proses permainan dialog dalam terapi gestalt sebagai berikut : 1. Tahap pertama Konselor berkenalan dengan klien dengan melakukan pendekatan, agar konselor lebih mengenal klien. Mencari tempat yang nyaman untuk pelaksanaan proses konseling. Dengan mengembangkan hubungan kolaboratif 116

117 dan dialogis agar klien lebih nyaman dalam mengungkapkan perasaannya. Setelah itu Mengumpulkan data, pengalaman konseli, dan keseluruhan gambaran kepribadiannya. Kemudian meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab pribadi konseli. Konselor mempersiapkan rencana untuk menghadapi kondisi-kondisi khusus dari konseli, seperti menyakiti diri sendiri, kemarahan yang berlebihan, dan sebagainya. 2. Tahap kedua Pada tahap ini proses konseling berlanjut pada strategi-strategi yang lebih spesifik. Konselor mengajak konseli untuk mengungkapkan perasaanya, meskipun tidak secara langsung konselor dapat mengetahui perasaan konseli. Konseli mengeksplorasi berbagai introyeksi, berbagai modifikasi kontak yang dilakukan dan unfinished business seperti perasaan kebencian kepada gurunya yang selalu menginginkan dia lebih fokus saat pelajaran berlangsung, ketidaknyamanan dia saat di kelas sehingga malas untuk berbicara dengan gurunya. Kondisi konseli yang tidak mudah untuk didekati menjadikan konselor tertantang untuk mendekati klien lebih dalam lagi dan masih berusaha untuk menjalin hubungan yang dialogis dengan konseli. 3. Tahap ketiga Pada tahap ini ditandai dengan aktivitas yang dilakukan konseli dengan mengeksplorasi masalahnya secara mendalam dan membuat perubahan-perubahan yang cukup signifikan. Tahap demi tahap telah

118 dilakukan oleh konselor untuk mendekati konseli. Sehingga lama-lama konseli mulai dekat dengan konselor. Dan akhirnya konselor dapat menerapkan teknik permainan dialog kepada konseli. Karena dengan teknik ini dapat dijadikan sebagai suatu alat untuk mengetahui perasaan konseli lebih dalam lagi. Dapat menyadarkan konseli dengan keadaan yang ada pada dirinya saat ini yaitu tidak mempunyai semangat belajar. Dengan memberikan beberapa cerita motivasi yang masih berhubungan dengan permasalahan konseli. Sehingga konseli dapat mengetahui keadaan konseli sendiri yang tidak mempunyai motivasi untuk belajar. 4. Tahap keempat Pada tahap ini konseli sudah mulai dapat mengatasi krisis-krisis yang dieksplorasi sebelumnya dan mulai mengintegrasikan keseluruhan diri ( self), pengalaman dan emosi-emosinya dalam perspektif yang baru. Sedikit demi sedikit konseli mulai tertarik dengan keberadaan konselor. Dan penerapan teknik permainan dialog yang diterapkan kepada konseli dapat membuat konseli mengetahui kondisi dia saat ini, Sehingga motivasi dia untuk belajar menjadi bangkit kembali. Dan dapat menjadikan hubungan konseli dengan lingkungan disekitarnya seperti orag tua, guru dan temannya yang selalu memberi dia motivasi dapat dipahami dengan kesadaran konseli bahwa apa yang dikatakan oleh orang tua, guru dan temannya merupakan sesuatu yang benar sehingga konseli dapat membuat pemahaman

119 baru dari dirinya yang dapat membuat konseli mempunyai motivasi belajar lagi. 5. Tahap kelima Pada tahap ini konseli siap untuk memulai kehidupan secara mandiri tanpa supervisi konselor. Konseli mulai melakukan perubahan sedikit demi sedikit. Dengan melakukan perencanaan di masa depan terutama keinginan dia untuk menggapai cita-cita yang diraihnya. Sehingga dia akan mempunyai motivasi belajar yang tinggi dengan menghilangkan sikap-sikap yang dpaat menghambat belajar klien. Berdasarkan hasil penyajian data tentang proses bimbingan dan konseling Islam dengan teknik permainan dialog untuk meningkatkan motivasi belajar siswa MI Ma arif NU Pucang, maka peneliti disini menggunakan langkah-langkah yaitu : Identifikasi masalah, diagnosa, prognosa, langkah terapi, dan evaluasi & follow up. Analisa tersebut menggunakan analisa deskriptif komparatif sehingga peneliti membandingkan data teori dan data yang terjadi di lapangan.

120 Tabel 4.1 Analisa deskriptif komparatif antara teori dan data lapangan tentang Proses Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dengan Teknik Permainan Dialog untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa MI Ma arif NU Pucang Sidoarjo No Teori Bimbingan dan Konseling Islam 1 Identifikasi kasus Langkah ini dimaksudkan untuk mengenal kasus beserta gejala-gejala yang nampak. Dalam langkah ini, pembimbing mencatat kasus-kasus yang perlu mendapat bimbingan lebih dahulu. Data lapangan Konselor mengadakan penelitian terhadap diri klien beserta latar belakangnya dan juga kepada orang tuanya. Dalam langkah ini, konselor mulai mengumpulkan dokumendokumen sekolah tentang diri klien, seperti data pribadi, rapor dan sebagainya sehingga ia mendapatkan data : a. Kurang fokus dalam memperhatikan penjelasan guru b. Mudah bosan pada saat belajar c. Lebih suka bermain daripada belajar d. Lambat dalam melakukan tugastugas belajar. Tertinggal dengan teman-temannya. e. Suka bermain sendiri ketika pelajaran berlangsung f. Ia tergolong anak pendiam, tidak suka mengajukan pertanyaan g. Suka mengganggu temannya(perempuan) h. Ketika ditanya gurunya, tidak pernah mau menjawab i. Tidak mau maju ke depan ketika diperintah gurunya mengerjakan soal j. Suka melamun

121 2 Diagnosa Diagnosa adalah keputusan (penentuan) mengenai hasil dari pengolahan data. Kegiatan yang dilakukan ialah mengumpulkan data dengan mengadakan studi terhadap kasus, mengadakan berbagai studi terhadap kasus, menggunakan berbagai teknik pengumpulan data. Setelah data terkumpul, ditetapkan masalah yang dihadapi serta latar belakangnya. 3 Prognosa Prognosa artinya ramalan. Apa yang telah ditetapkan dalam tahap diagnosa, akan menjadi dasar utama dalam menyusun dan menetapkan ramalan mengenai bantuan apa yang harus diberikan kepadanya untuk membantu mengatasi masalahnya. Langkah k. Ia mudah tersinggung dan sangat membutuhkan pertolongan maksudnya ketika klien disuruh belajar dan tidak sesuai dengan kehendak dia, maka dia akan melakukannya tapi tidak dengan kesungguhan hati. Sehingga harus pandai mengambil hatinya. Berdasarkan data dari hasil identifikasi masalah, konselor menetapkan masalah utama yang dihadapi klien adalah Tidak adanya motivasi pada diri klien meskipun sudah dapat dorongan dari lingkungan sekitarnya. Hal ini disebabkan karena Faktor internal yang paling utama terutama pada Minat dan motivasi. Berdasarkan data-data dan kesimpulan dari langkah diagnosa dan menetapkan jenis bantuan dilaksanakan untuk menangani masalah tersebut : a. Mengadakan wawancara khusus secara teratur dan sistematis b. Memberikan Bimbingan belajar kepada Alfian secara intensif. c. Memotivasi Alfian agar semangat dalam belajar. d. Memberikan cerita yang berhubungan dengan motivasi

122 prognosis ini, ditetapkan bersama setelah mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan berbagai faktor. 4 Treatement (perlakuan) Perlakuan di sini maksudnya adalah pemberian bantuan kepada anak yang bersangkutan sesuai dengan program yang telah disusun pada tahap prognosa tersebut. 5 Evaluasi Evaluasi di sini dimaksudkan untuk mengetahui, apakah treatment yang telah diberikan di atas berhasil dengan baik, artinya ada kemajuan, atau bahkan gagal sama sekali. belajar klien. Cerita itu dilakukan dengan bermain peran. Untuk meningkatkan semangat belajar, perlu diusahakan bantuan, baik dari pihak sekolah, pihak keluarga, maupun pihak kasus sendiri. Cara bimbingan dan bantuan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut : a. Bimbingan individu melalui konseling agar kasus dapat memahami segala potensinya yang dimilikinya. b. Bertutur kata lembut, murah senyum dan wajah ceria dan selalu sabar dalam menghadapi klien. c. Memberikan rasa tanggung jawab kepada klien d. Memperbolehkan klien untuk mempunyai waktu bermain tanpa menghiraukan belajarnya. e. Pemberian bimbingan mengenai cara belajar yang baik sesuai dengan karakteristik pelajaran f. Penerapan teknik permainan dialog. Dimana pada langkah ini dapat diketahui adanya perubahan terhadap perkembangan pada perilaku klien yaitu : a. Dia sekarang sudah mau memberanikan diri untuk maju ke depan dalam melakukan tugas yang telah diberikan oleh gurunya. b. Sudah bisa diatur dalam belajarnya.

123 c. Sudah bisa berkonsentrasi dalam belajarnya. d. Sudah mengerti mana hal yang baik atau buruk untuk dirinya. e. Sudah bisa merasakan perasaan orang lain ketika dia tidak pernah mau menjawab ketika ditanya orang lain. f. Mewawancarai guru bidang studi yang bersangkutan tentang perubahan yang terjadi pada siswa yang bersangkutan, dan juga melakukan wawancara dengan orang tua/siswa tentang kemajuan belajar di rumah, dan seterusnya g. Mewawancarai siswa tentang sikap dan penderitaannya mengenai kesulitan-kesulitan yang dirasakan. h. Menganalisis informasi dan hasil belajar siswa yang bersangkutan. Berdasarkan tabel di atas bahwa analisis proses bimbingan konseling dilakukan konselor dengan langkah-langkah konseling yang meliputi tahap identifikasi masalah, diagnosa, prognosa, treatment dan evaluasi & follow up. Dalam penjelasan teori pada tahap identifikasi masalah yakni langkah yang digunakan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber yang berfungsi untuk mengenal kasus beserta gejala-gejala yang nampak pada klien. Melihat gejala-gejala yang ada di lapangan. Konselor di sini menetapkan bahwa masalah yang dihadapi klien adalah perlunya meningkatkan motivasi belajar

124 kepada klien. Pemberian treatment ini diharapkan agar klien bisa fokus pada saat belajar, tidak lambat dalam melakukan tugas-tugas belajar, tidak mudah bosan pada saat belajar, tidak mendahulukan bermain dari pada belajar, tidak menunjukkan tingkah laku yang berlainan. Jadi dengan berdasarkan perbandingan antara data dari teori dan data lapangan pada saat proses bimbingan konseling ini, diperoleh kesesuaian dan persamaan yang mengarah pada proses bimbingan konseling Islam, meskipun tidak semua tapi sebagian besar memang sudah sesuai. B. Analisis Hasil Pelaksanaan Bimbingan dan konseling Islam Dengan Teknik Permainan Dialog Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa MI Ma arif NU Pucang Untuk lebih jelas tentang analisis data tentang hasil akhir proses pelaksanaan Bimbingan Konseling Islam yang dilakukan dari awal konseling hingga tahap-tahap akhir proses konseling, apakah ada perubahan perilaku pada diri klien antara sebelum dan sesuah dilaksanakan Bimbingan dan Konseling Islam dapat digambarkan pada tabel di bawah ini:

125 Tabel 4.2 Gejala yang nampak pada diri klien sebelum dan sesudah konseling No Perilaku yang tampak Sebelum BKI Sesudah BKI A B C A B C Kurang fokus dalam 1 memperhatikan penjelasan guru 2 Mudah bosan pada saat belajar 3 Lebih suka bermain daripada belajar Lambat dalam melakukan 4 tugas-tugas belajar. Tertinggal dengan teman- temannya. 5 Suka bermain sendiri ketika pelajaran berlangsung Ia tergolong anak pendiam, 6 tidak suka mengajukan pertanyaan 7 Suka mengganggu temannya (perempuan) 8 Ketika ditanya gurunya tidak pernah mau menjawab Tidak mau maju ke depan 9 saat diperintah gurunya untuk mengerjakan soal

126 10 Suka melamun 11 Ia mudah tersinggung dan sangat memerlukan pertolongan Berdasarkan proses konseling yang telah dilakukan, ditemukan 11 perilaku penyimpangan pada diri klien. Dan dari 11 poin perilaku penyimpangan itu, ada 7 poin yang dapat diatasi setelah dilakukan proses bantuan dengan teknik permainan dialog yaitu Sudah tidak bosan pada saat belajar, Tidak lambat dalam melakukan tugas-tugas belajar, Sudah tidak suka bermain sendiri ketika pelajaran berlangsung, Mulai berani mengajukan pertanyaan, Tidak mengganggu temannya (perempuan), Ketika ditanya gurunya sudah mau menjawab, Mau maju ke depan saat diperintah gurunya untuk mengerjakan soal. Dan ada 4 poin yang masih kadang-kadang nampak yaitu Kurang fokus dalam memperhatikan penjelasan guru, Lebih suka bermain daripada belajar, dan Suka melamun. Maka untuk lebih jelas mengenai poin-poin di atas, dapat dijelaskan dengan pemberian kode dalam perilaku yang dapat digolongkan dalam 3 kategori yang terdapat pada tabel di atas. Keterangan : A : tidak pernah nampak atau dirasakan B : Kadang-kadang nampak atau dirasakan

127 C : Sering nampak atau dirasakan Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa setelah mendapatkan Bimbingan dan Konseling Islam tersebut terjadi perubahan sikap dan pola pandang klien. Dimana yang sudah tidak nampak atau dirasakan ada 7 poin, yang kadang-kadang nampak ada 4 poin, dan yang sering nampak atau dirasakan ada 0 poin. Yang dapat ditulis sebagai berikut : Gejala yang tidak pernah nampak = 7 7 11 100% = 64% Gejala kadang-kadang nampak = 4 4 11 100% = 36% Gejala sering nampak = 0 0 11 100% = 0% Untuk melihat tingkat keberhasilan dan kegagalan Bimbingan Konseling Islam tersebut, peneliti mengacu pada teknik penjabaran kualitatif dengan prosentase sebagai berikut : 1. 75 % - 100% (dikategorikan berhasil) 2. 60% - 75 % (cukup berhasil) 3. <60% (kurang berhasil) Dengan demikian Bimbingan Konseling Islam dengan teknik permainan dialog untuk meningkatkan motivasi belajar seorang siswa dapat dikatergorikan cukup berhasil. Hal ini sesuai dengan nilai skor 64% yang tergolong dalam kategori 60% - 75%.