111. DISAIN PAGAR LISTRIK

dokumen-dokumen yang mirip
qz3 r-l I - + r 5 6. Transpormator. r I 4. kapasitor kapasitor accu.

Tak obahfiya seperti. ( Hadits ) Ajraizanda, bunda, kakaikakak, dan pendamping KU serta yang memerlukannya. Pohon yang tidak berbuah.

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

TRAFO. Induksi Timbal Balik

K13 Revisi Antiremed Kelas 12 Fisika

Antiremed Kelas 12 Fisika

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II STRUKTUR JARINGAN DAN PERALATAN GARDU INDUK SISI 20 KV

BAB I PENDAHULUAN. dalam pengelolaan listrik, salah satunya adalah isolasi. Isolasi adalah suatu alat

RANGKAIAN INVERTER DC KE AC

FISIKA LAPORAN PENGAMATAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK (LILITAN & TRANSFORMATOR) Oleh: Wisnu Pramadhitya Ramadhan/36/XII-MIPA 6

Evaluasi Belajar Tahap Akhir F I S I K A Tahun 2005

Gambar 11 Sistem kalibrasi dengan satu sensor.

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I TEORI DASAR LISTRIK

BAB III PERANCANGAN ALAT

SOAL SOAL SEMESTER GASAL KELAS X TITIL MATA DIKLAT : MENGGUNAKAN HASIL PENGUKURAN (011/DK/02) JUMLAH SOAL : 25 SOAL PILIHAN GANDA

1. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi

BAB I PENDAHULUAN. Tenaga listrik adalah unsur yang paling penting dalam kehidupan modern

BAB IV SISTEM PROTEKSI GENERATOR DENGAN RELAY ARUS LEBIH (OCR)

1. Perhatikan gambar komponen elektronik di atas, merupakan simbol dari komponen. a. b. c. d. e.

Teknologi Rekayasa Limbah Transformator Las Listrik

1 BAB I PENDAHULUAN. mungkin memiliki keseimbangan antara sistem pembangkitan dan beban, sehingga

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 3. KEMAGNETAN DAN INDUKSI ELEKTROMAGNETLatihan Soal 3.2

TRANSFORMATOR. Program Pendidikan Fisika Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Surya, Tangerang 2014

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET RANGKAIAN LISTRIK. Pengukuran Daya 3 Fasa Beban Semester I

ULANGAN MID SEMESTER GENAP. Mata Pelajaran : Ketrampilan Elektronika : VII (Tujuh) Hari/tanggal : Waktu :

JOB SHEET MESIN LISTRIK 2. Percobaan Paralel Trafo

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN SISTEM INSTALASI LISTRIK MENGGUNAKAN TRAFO ISOLASI

DAN TEGANGAN LISTRIK

SMA/MA IPA kelas 12 - FISIKA IPA BAB 7 GAYA GERAK LISTRIK INDUKSILatihan Soal 7.1

PENGENALAN KOMPONEN DAN ALAT UKUR : KOMPONEN PASIF

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) ke terminal negatif (-). Sedangkan aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang

PROSEDUR PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI TRAFO

Praktikum Elektronika Dasar dan Pengukuran

BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN. Diketahui : Ditanya : m Al : 200g : 0,2kg Q :... (Joule) c Al

PENGUJIAN TEGANGAN TEMBUS KARPET INTERLOCKING PT. BASIS PANCAKARYA LAPORAN

BAB III METODE PROSES PEMBUATAN

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - INDUKSI ELEKTROMAGNET - INDUKSI FARADAY DAN ARUS

Dasar Rangkaian Listrik

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 3. KEMAGNETAN DAN INDUKSI ELEKTROMAGNETLATIHAN SOAL BAB 3

BAB II DASAR TEORI. melalui gandengan magnet dan prinsip induksi elektromagnetik [1].

Adaptor. Rate This PRINSIP DASAR POWER SUPPLY UMUM

KOMPONEN PASIF. Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB III PERANCANGAN ALAT

E = = (1,80 x 10 5 N/C )( 4π )(0,50 m) 2 = 5,652 x 10 5 Nm 2 /C

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN DAN PABRIKASI

BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN. 3.1 Langkah-Langkah Dalam Merancang Motor Induksi 3 Phase. memerlukan langkah-langkah sebagai berikut :

BAB III KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN

Rancang Bangun Alat Pengubah Tegangan DC Menjadi Tegangan Ac 220 V Frekuensi 50 Hz Dari Baterai 12 Volt

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

TUGAS XIII LISTRIK DAN MAGNET

SISTEM OTOMATISASI PENGENDALI LAMPU BERBASIS MIKROKONTROLER

TRANSFORMATOR DAYA & PENGUJIANNYA

TEKNOLOGI TEPAT GUNA MEMBUAT GENSET MENGGUNAKAN SEPEDA MOTOR

K13 Revisi Antiremed Kelas 12 Fisika

III. METODE PENELITIAN. IImu Pengetahuan Alam Universitas Lampung pada bulan Maret 2015 sampai

BAB II TRANSFORMATOR. magnet dan berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2012 sampai dengan Januari 2013.

Arus listrik sebesar 1 amper adalah perpindahan elektron sebanyak 6.24 x yang melewati satu titik pada setiap detiknya.

BAB I PENDAHULUAN. lapisan masyarakat untuk mendukung kegiatannya sehari-hari. Di kota-kota besar

CATU DAYA MENGGUNAKAN SEVEN SEGMENT

BAB II TRANSFORMATOR DAYA DAN PENGUBAH SADAPAN BERBEBAN. Tenaga listrik dibangkitkan dipusat pusat listrik (power station) seperti

C. 20 tanaman/meter persegi D. 200 tanaman/meter persegi. 3. Perbedaan sel tumbuhan dengan sel hewan yang benar adalah... A. 1 B.

No. Nama Komponen Fungsi

BAB III. Tinjauan Pustaka

KARTU SOAL BENTUK PILIHAN GANDA

RANCANGBANGUN TRANSFORMATOR STEP UP

A. Kompetensi Mengukur beban R, L, C pada sumber tegangan DC dan AC

BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT. Adapun tempat penelitian yang saya lakukan adalah di Lab Fisika

BAB IV HASIL DAN ANALISIS. 4.1 Analisa Pengujian Rasio Kumparan / Belitan Trafo Dengan TTR

MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

ASPEK KESELAMATAN DALAM LINGKUNGAN KERJA LISTRIK

LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2

PERTEMUAN II KONSEP DASAR ELEMEN-ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Ohm meter. Pada dasarnya ohm meter adalah suatu alat yang di digunakan untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LAPORAN TUGAS SENSOR DAN AKTUATOR Linear Variable Differential Transformers (LVDT)

Contoh soal dan pembahasan ulangan harian energi dan daya listrik, fisika SMA kelas X semester 2. Perhatikan dan pelajari contoh-contoh berikut!

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Latihan Soal dan Quiz II

Simulasi Karakteristik Inverter IC 555

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

05D Peralatan apakah yang kita gunakan untuk mengukur arus listrik? A. ohmmeter B. wavemeter C. voltmeter D. ammeter

PERTEMUAN II KONSEP DASAR ELEMEN-ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK

BAB II TRANSFORMATOR

BAB III PERANCANGAN DAN PERAKITAN ALAT

BAB 2 DASAR-DASAR KELISTRIKAN

ANALISA RUGI-RUGI PADA GARDU 20/0.4 KV

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK TENAGA LISTRIK. PENGAMAN BEBAN LEBIH (Thermal Over Load Relay / TOLR)

BAB IV PENGUJIAN DAPUR BUSUR LISTRIK

MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

Transkripsi:

111. DISAIN PAGAR LISTRIK A. TAHAP PENDEKATAN 1. Identifikasi Masalah Masalah yang ada di lapangan adalah masalah teknis dan masalah sosial ekonomis. Masalah teknis dengan pengembalaan tradisionil adalah produktifitas rendah dan jumlah ternak yang bisa digembalakan oleh peternak juga rendah. Cara modern memerlukan ketrampilan dan pengetahuan peternak untuk dapat menggunakan alat- alat modern menurut semestinya. Masalah sosial ekonomis dengan cara tradisionil pekerjaan melelahkan dan keuntungan per hari rendah. Cara modern membutuhkan investasi yang cukup besar dan belun banyak dikenal. 2. Pemecahan Masalah nerdasarkan hasil identifikasi masalah dalam pengembalaan ternak maka dibutuhkan pagar yang dapat untuk mengontrol ternak yang kapasitasnya besar, dikelola tanpa membutuhkan banyak tenaga sehingga dapat dikembangkan di daerah peternakan. Disamping itu untuk memecahkan masalah sosial ekonomis pagar tersebut perlu dirancang dengan pengoperaeian sederhana dan harganya murah.

B. DISAIN FUNGSIONAL Berdasarkan masalah yang ada maka perlu pagar listrik yang mempunyai kapasitas besar dan dapat digunakan secara luas oleh peternak. Pagar listrik dibagi atas dua komponen yaitu instrumen dan pagar. Instrumen terdirl dari accu, 2 buah kapasitor, rele dan transformator. Sedangkan pagar terdiri dari kawat tanpa isolasi dan tonggak. Masingmasing komponen berfungsi sebagai berikut : 1. Accu merupakan sumber tenaga yang dialirkan kepada kawat tanpa isolasi. 2. Kapasitor merupakan penyimpan tenaga, menstabilkan arus yang mengalir dan mengatur waktu pengaliran arus kepada kawat. 3. Rele berfungsi untuk pemutus arus dan mengalirkan arus dalam waktu sesaat supaya transformator dapat beker ja. 4. Transformator berfungsi untuk menaikkan voltase ke kawat tanpa isolasi sampai pada harga voltase yang mengejutkan (shock) ternak yang menyinggungnya tanpa mematikan. 5. Kawat merupakan media mengalirnya arus listrik. 6. Isolator berfungsi untuk menghambat arus supaya tidak mengalir ke tanah melalui tonggak. 7. Tonggak berfungsi untuk menahan kawat dan merupakan penghalang lansung terhadap ternak. --...,.-:?-'

20 Dengan demikian secara keseluruhan dapat disajikan diagram alir arus listrik sebagai berikut : r L - - - - - - - - Rele I Traf o I Kawat 142 Ternak Gambar 2 : Diagram alir arus listrik. C. DISAIN STRUKTURAL Pagar listrik terdiri dari dua bagian utama, yang pertama instrumen terdiri dari accu, 2 kapasitor, rele dan transformator. Yang kedua terdiri dari pagar, tonggak dan isolator. Komponen dari instrumen dihubungkan oleh kabel, pada penyambungan disolder supaya aliran arus lancar. Rele ditempatkan pada daerah yang tertutup supaya su-

asana pada rele tetap kering. Instrumen ditempatkan dalam kotak, yang bisa dibuka melalui engsel. Eagian bawah dari kotak diletakkan accu, dan bagian atas di- letakkan komponen-komponen instrumen lainnya kemudian ditutup dengan plastik tebal yang transparan. Kotak ukurannya sederhana dan mudah dipindah-pindahkan. Kom- ponen elektronika ukurannya kecil-kecil sehingga dalam ruangan menggunakan sedikit tempat. Tonggak dari bambu ditancapkan kedalam tanah se- dalam 25 cm pada daerah yang datar. Pada tonggak di- pasang isolator kemudian dipasang kawat. Dapat dilihat pada gambar 3. 21 Gambar 3 : Posisi tonggak dan kawat pagar. D. PERHITUNGAN PEMILIHAN KOMPONEN Tegangan yang diinginkan/direkomendasikan adalah 628 volt dan kuat arus 0.21 mili amper. Daya yang sampai ke kawat adalah daya yang keluar dari kumparan sekunder yaitu : Daya sekunder = 0.21 x -~o-~a x 628 volt. = 0,132 watt = 132 mili watt.

Daya yang ada pada kumparan sekunder lebih kecil dari daya pada kumparan primer. Daya yang berkurang 2 2 ini dapat berubah menjadi panas asumsikan 25 %, maka daya pada kumparan primer (D ) : P D =- loo Daya sekunder 75 = 0,176 watt Kapasitor yang ada di pasaran mempunyai ukuran yang bermacam-macam. Untuk rangkaian ini dipilih kapasitor yang mempunyai tegangan 25 volt sehingga : I = 0.176 watt P g volt = 0,01956 A = 19,56 m A Arus yang keluar dari kapasitor aican melewati rele menyebabkan kontak tertutup dan arus mengalir ke trafo. Hambatan yang ada pada rele disamakan dengan hambatan yang ada pada kumparan primer trafo dan hambatan rele yang ada di pasaran pada umurnnya 9 ohm, sehingga arus yang mengalir pada kumparan primer sama besarnya dengan arus yang mengalir pada rele, maka : 'kapasi tor * 2 x I P = 39.12 m Amper.

Untuk menentukan kapasitas dari kapasitor, dipakai 23 rumus : dimana : q = I x t maka : C = I x t v - 39.12 x 2.05 ma detik 9 volt = 8.9 m F Jadi kapasitor yang dipakai untuk mengalirkan arus ke rele berkapasitas 8900 u F, 25 volt. Untuk kapasitor yang kedua, waktu yang diinginkan untuk mengisi kapa- sitor semakin besar maka kapasitas dari kapasitor harus dibesarkan, seperti rumus : t = RC Perbandingan jumlah kumparan primer (N ) dengan P kumparan sekunder (NS) adalah : Jadi perbandingan kumparan primer dan kumparan.s.ekwder mendekati 1 ; 70