BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
PERATURAN DAERAH KOTA BONTANG NOMOR 3 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN ANGKUTAN ORANG DI JALAN DENGAN KENDARAAN UNTUK UMUM

BAB I PENDAHULUAN. ini. Oleh karena itulah membangun kepercayaan konsumen dan citra perusahaan

DEPARTEMEN PERBUHUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT

BAB II PERKEMBANGAN DAN PERSAINGAN PERUSAHAAN OTOBUS DI KOTA MEDAN Perkembangan Perusahaan Otobus Di Kota Medan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Perusahaan Profil Perusahaan Visi dan Misi Perusahan Visi

STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) ANGKUTAN PEMADU MODA TRAYEK BANDARA SULTAN SYARIF KASIM II PEKANBARU BANGKINANG

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM 84 TAHUN 1999 T E N T A N G PENYELENGGARAAN ANGKUTAN ORANG DI JALAN DENGAN KENDARAAN UMUM

GUBERNUR SUMATERA BARAT

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

Masing-masing Seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Angkutan.

DALAM DAERAH KABUPATEN BERAU.

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 35 TAHUN 2003 T E N T A N G PENYELENGGARAAN ANGKUTAN ORANG DI JALAN DENGAN KENDARAAN UMUM

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. tersebut dapat menjadi landasan untuk menilai bagaimana Fungsi Terminal

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BADAN PENGELOLA TRANSPORTASI JABODETABEK (BPTJ)

-2- Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

CONTOH 1 : PERMOHONAN IZIN USAHA ANGKUTAN

- Kesesuaian harga yang tertera dengan biaya yang harus dibayar. 2. Tingkat Perceived Quality jika dilihat dari sudut pandang konsumen menghasilkan

BAB I PENDAHULUAN. sewa. Bus antarkota dalam provinsi (AKDP) adalah klasifikasi perjalanan bus

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 14 TAHUN 2009 TENTANG PELAYANAN PERIZINAN PENYELENGGARAAN ANGKUTAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KAJIAN KINERJA PELAYANAN BUS AKDP PATAS DAN EKONOMI PADA TRAYEK SURABAYA - MALANG

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. PT. Interindo Wisata Pekanbaru yang beralamat di Jln. SM. Amin No 134,

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perhubungan tenta

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR TENTANG PENYELENGGARAAN ANGKUTAN ORANG DENGAN KENDARAAN BERMOTOR UMUM TIDAK DALAM TRAYEK

SISTEM PEMESANAN TIKET PADA JOGLOSEMAR EXECUTIVE SHUTTLE BUS SEMARANG

Gambar II.1 bis sekolah gratis kota Bandung (Sumber : Dokumen pribadi 2014)

BAB I PENDAHULUAN. pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Perkembangan teknologi dan industri membawa pengaruh besar bagi kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. pelanggan yang semakin cerdas, sadar harga, dan banyak menuntut. Kemajuan

BADAN PENGELOLA TRANSPORTASI JABODETABEK (BPTJ)

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG PEMBERIAN SURAT IZIN KERJA (SIK) DI TERMINAL BUS KABUPATEN KUDUS BUPATI KUDUS,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan

KAJIAN KINERJA OPERASIONAL DAN PELAYANAN ANGKUTAN KARYAWAN DI KAWASAN INDUSTRI JABABEKA I CIKARANG

BAB III LANDASAN TEORI. instasi pemerintah berdasarkan indikator indikator teknis, administrasif dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Secara spesifik, tahapan-tahapan langkah yang diambil dalam menghitung

EVALUASI KINERJA OPERASIONAL PELAYANAN TERMINAL TIPE C PADA TERMINAL PADANGAN DI KABUPATEN MOJOKERTO

I-1 BAB I PENDAHULUAN

PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN ANGKUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MAGELANG,

BAB I PENDAHULUAN. Dalam upaya mewujudkan pembangunan pemerintah kota pekanbaru

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Penelitian Sejarah Singkat Perusahaan

III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian. Untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dalam penelitian ini

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

STANDAR USAHA ANGKUTAN JALAN WISATA. NO ASPEK UNSUR NO SUB UNSUR I. I PRODUK A. Mobil Bus Wisata

BAB I PENDAHULUAN. pemerintah, yang dapat digunakan oleh siapa saja dengan cara membayar atau

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan sarana dan prasarana pendukung salah satunya adalah sarana

BAB III METODOLOGI PENELITIAN START

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Suatu proses bidang kegiatan dalam kehidupan masyarakat yang paling

dimungkinkan terletak diantara pertemuan perencanaan suatu terminal jalur arteri primer Jl. Bekas

PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN

BAB I PENDAHULUAN. tempat ketempat lainnya dengan cepat. Hampir tidak ada lagi tempat-tempat yang

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

TERMINAL PENUMPANG/TERMINAL BUS

BUPATI JEMBER SALINAN PERATURAN BUPATI JEMBER NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG PENYESUAIAN JARINGAN TRAYEK DALAM WILAYAH KOTA KABUPATEN JEMBER

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sumber kebutuhan manusia tidak berada di sembarang tempat, sehingga terjadi. 1. manusia yang membutuhkan perangkutan,

Kuisioner Penumpang Bus Damri Dari Bandara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan. penumpang, bus kecil, bus sedang,dan bus besar.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan dari hasil seluruh analisis dan pembahasan dalam tugas akhir

BAB V PENUTUP A. Simpulan

PERATURAN DAERAH KOTA PRABUMULIH NOMOR 8 TAHUN 2003 TENTANG RETRIBUSI IZIN TRAYEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PRABUMULIH,

BADAN PENGELOLA TRANSPORTASI JABODETABEK (BPTJ)

BUPATI ROKAN HILIR PERATURAN DAERAH ROKAN HILIR NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG IZIN PENYELENGGARAAN ANGKUTAN UMUM DI JALAN

BAB II GAMBARAN UMUM

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

2016, No Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5208); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan (Lembaran N

Transkripsi:

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah PTAntar Lintas Sumatera Pekanbaru Pada awal tahun 1980 angkutan umum yang ada sagat sedikit hal ini disebabkan karena pada saat itu infrasruktur yang ada masih sagat jelek dan harga kendaraan sagat mahal, sehingga apabila seseorang memiliki kendaraan, sagat jarang yang mau menyewakannya dengan alasan takut kalau kendaraan yang dimiliki mengalami kerusakan. Atau pada intinya pada saat itu kendaraan adalah barang yang sangat berharga sehingga setiap orang yang memilikinya akan selalu memeliharanya dengan sangat baik. 1 Selain faktor infrastruktur yang jelek serta harga kendaraan yang mahal atau sebagai barang yang sangat berharga, pada saat itu mencari ijin untuk mendirikan suatu perusahaan angkutan juga sagat sulit. Padahal pengguna atau konsumen sangat banyak, hal ini membuat seseorang yang akan berpergian harus menunggu lama untuk mendapatkan kendaraan. Terutama pada hari-hari tertentu (sabtu, minggu dan hari-hari besar) di mana kendara-kendaraan umum tersebut selalu penuh sehingga konsumen harus menunggu lebih lama lagi untuk mendapatkan kendaraan yang dapat mengangkut mereka. 2 2002) hal 54 1 http//alspttransport.com 2 George, Understanding and Managing Organizational Behavior, (Jakarta. New Jersey, 12

13 Akhirnya pada tahun 1984 dan berdasarkan pada faktor-faktor di atas serta mempunyai pemikiran bahwa perusahaan otobus memiliki prospek yang baik. Pemikiran ini juga di dukung oleh dana yang cukup untuk membeli 3 armada bus pada saat itu serta adanya pihak-pihak tertentu yang sudah kenal dengan baik dan bersedia untuk membantu mencarikan ijin untuk mendirikan suatu perusahaan otobus. 3 Dengan segenab hati akhirnya berdirilah perusahaan otobus dengan nama perusahaan otobus Antar Lintas Sumatera (PT ALS) pada awal berdirinya, PT ALS melayani trayek Medan-Jakarta dan Medan-Pekanbaru. Karena pada saat itu jumlah armada serta pengetahuaan akan jalan dari para pegemudi sagat terbatas. Sehingga pada awal berdirinya PT ALS juga selain menjadi pemilik ikut menjadi pengemudi. Setelah berdiri selama ini PT ALS terus berkembang dimana pada saat awal berdirinya hanya memiliki 3 (tiga) buah armada sekarang sudah berkembang menjadi 90 armada bus, bahkan pada saat keemasan PT ALS yaitu sekitar tahun 1995 armada yang dimiliki mencapai 155 armada bus dan pada saat itu armada yang beroperasi sangat baik kualitasnya karena oleh PT ALS armada yang beroperasi hanya diberi waktu operasi selama 2 tahun setelah itu akan dijual dan diganti dengan armada yang baru. Selain mengalami kenaikan jumlah armada, perkembangan lain yang telah dicapai oleh PT ALS selama ini adalah PT ALS saat ini juga melayani trayek Medan-Surabaya-Solo, selain trayek lama yaitu Medan-Jakarta dan 3 Sofyan Daulay, S.Pi, (Manager ALS), Wawancara, Pekanbaru,tgl 14 Juni 2014

14 Jakarta-Medan dan kesemua trayek ini tersedia patas dan yang biasa, kecuali jarak yang dekat. Selain melayani trayek PT ALS juga melayani penyewaan armada kesemua tempat sesuai dengan keinginan penyewa. PT ALS mulai berdiri yaitu pada tahun 1984 sampai tahun 1999, pimpinan yang lama mengundurkan diri dari pimpinan dengan alasan PT ALS tidak ada kemajuan, bahkan mengalami kemunduran setelah mengalami masa-masa keemasan pada tahun 1995 dan pemilik yang lama juga melihat bahwa usianya sudah tidak muda lagi sehingga digantikan oleh pimpinan yang baru untuk mengisi jabatan direktur menggantikan posisinya. Setelah kursi direktur dipegang oleh pimpinan yang baru, PT ALS dapat bangkit kembali dari masa-masa suram. hal ini terlihat dari jumlah armda bus yang mana sebelum pada tahun 1999 tunggal 60 armada bus, sekarang selama 8 tahun menjadi direktur di PT ALS jumlah armada bus yang dimiliki PT ALS meningkat menjadi 90 armada bus, sehingga jumlah armada bus yang jalan setiap harinya juga ikut bertambah. Selain itu jumalah konsumen yang membutuhkan sewaan armada bus dari hari kehari juga terus bertambah, hal ini disebabkan oleh pelayanana yang diberikan. 4 B. VISI dan MISI PT.ALS Pekanbaru PT ALS Pekanbaru mempunyai identitas yang membawa spirit baru sebagai landasan dalam mengembangkan visi dan misi yang menjadi motor 4 Sofyan Daulay, Program Kerja Perwkilan PT. Antar Lintas Sumatra Pekanbaru,(Pekanbaru. Jl, SM. Amin/ Arengka II. 2013) h. 5

15 pembangunan perekonomian masyarakat Pekanbaru sekarang dan masa yang akan datang. Adapun visi dan misi perusahaan PT. ALS Pekanbaru adalah: 5 Visi perusahaan PT.ALS Pekanbaru Menjadi perwakilan bus PT ALS yang mandiri dan kreatif dengan pelayanan paripurna yang memenuhi standar terbaik Misi perusahaan PT ALS Pekanbaru a. Menyelenggarakan fungsi pelayanan konsumen b. Melaksanakan fungsi administrasi secara propesional c. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai yang diamanahkan. Motto perusahaan PT ALS Pekanbaru Kepuasan anda adalah kebahagian kami. C. Klasifikasi dan Fasilitas Perusahaan PT ALS Pekanbaru 1. Class Super Executive a. Bus untuk tujuan Pekanbaru-Medan berangkat setiap hari jam : 07. 30 wib. b. Type bus super Executive ( SE. 28) c. Type bangku stell dan dilengkapi sandaran kaki. d. Setiap bangku dilengkapi selimut dan bantal. e. Dilengkapi audio video. f. Ac dan Toilet. g. Area Smoking h. Seat bangku 2-2 i. Snack. 5 Dokumen, Program Kerja Perwkilan PT. Antar Lintas Sumatra Pekanbaru. Tahun 2013

16 2. Class executive a. Bus untuk tujuan Pekanbaru-Jawa berangkat setiap hari jam : 18. 00 wib. b. Type bus executive (Seat. 44). c. Type bangku stell. d. Dilengkapi audio vidio. e. Ac dan toilet. f. Seat bangku 2-2. 3. Class AC Ekonomi. a. Bus untuk tujuan Pekanbaru-Jawa berangkat setiap hari jam :14.00 wib. b. Type bus Ac biasa/ekonomi (seat. 44) c. Type bangku stell. d. Dilengkapi audio (vidio). e. Ac dan non Ac f. Seat bangku 2-2 4. Layanan Service Car Layannan atar jemput penumpang (Service Car) berpengaruh besar terhadap penumpang yang ingin menggunakan jasa angkutan PT ALS karena penumpang yang ingin berangkat dari rumahnya menuju kantor PT ALS rata-rata menggunakan armada taxi Pekanbaru yang diperkirakan merogoh biaya antara Rp 50,000-, sampai Rp 100,000-, dengan layanan

17 antar jemput gratis PT ALS maka penumpang menjadi tidak terbebani dan merekapun memilih untuk menggunakan jasa angkutan bus PT ALS. D. Struktur Organisasi Untuk mewujudkan tujuan dari suatu organisasi atau perusahaan di perlukan adanya pelaksanaan pelayanan yang baik dan terkoordinir antara para karyawan. Perusahaan yang sejumlah karyawan dengan berbagai posisi diperlukan pengorganisasian sebaik mungkin, untuk itu diperlukan seorang peminpin yang dapat memberikan wewenang dan tanggung jawab kepada bawahannya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Selanjutnya dapat dikatakan bahwa organisasi merupakan sekelompok orang yang terorganisir dalam proses pencapaian tujuan organisasi. Suatu tujuan merupakan suatu target yang diharapkan suatu organisasi dari aktivitas orang-orang sebagai anggota organisasi yang terorganisasi dalam suatu struktur dan terproses dalam suatu hubungan kerja sama diantara anggota organisasi tersebut. Secara garis besar tugas dan wewenang masing-masing bagian pada perusahaan PT ALS Pekanbaru adalah sebagai berikut : 6 1. Kepala Perwakilan : a) Bertanggung jawab masalah bus dan penumpang yang melintasi kota pekanbaru serta keamanannya. 23 6 Sofyan Daulay, Program Kerja Perwakilan PT. ALS Pekanbaru,(Pekanbaru, 2013), h.

18 b) Berusaha semaksisimal munkin untuk mengisi bus PT ALS pekanbaru terutama yang trif pekanbaru (Reguler). c) Membuat laporan komisi setiap bulan ke kantor pusat (medan). d) Bekerja sama dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan jasa angkuta umum. e) Bekerja sama dengan aparat keamanan, instansi yang berwajib, dinas perhubungan, masyarakat alim ulama, pemuda, dan tikoh masyarakat setempat. f) Memberi pengarahan kepada kru PT ALS pekanbaru yang mengecewakan penumpang (apabila ada terjadi). g) Membuat laporan apabila kru PT ALS yang merugikan perusahaan PT ALS kekantor pusat kedan. h) Memberikan/masukan kepada kantor pusat medan yang sifatnya demi kemajuan perusahaan PT ALS. 2. Administrasi : a) Membuat laporan harian dan mencatat jumlah penumpang stiap hari. b) Membuat surat jalan bus yang berangkat setiap hari sesuai jadwal keberangkatannya. c) Mengisi buku harian setiap hari mengenai jumlah penumpang yang berangkat tiap harjunya d) Membuat laporan setiap bulan: e) Melaporkan kepada kepala perwakilan PT ALS pekanbaru apabila ada hal-hal penting dan masukan-masukan juga kritikan.

19 f) Membuat laporan setiap tahun mengenai jumlah penumpang ke kantor pusat medan dan membuat catatan dan surat-surat yang masuk maupun yang keluar. g) Berkoordinasi dengan petugas di lapagan setiap saat, baik dari terminal maupun di kantor. h) Membuat catatan/laporan kepada pengemudi servis Car PT ALS apababila ada penumpang yang hendak di jemput atau di antar. i) Membuat laporan bus tiba dari medan ke pulau jawa ataupun yang datang dari pulau jawa ke medan. 3. Petugas lapangan di kantor/pool PT ALS Pekanbaru. a) Membantu keamanan bus dan penumpang saat berada di kantor / pool PT ALS Pekanbaru. b) Memberikan pelayanan yang baik kepada penumpang yang baru datang maupun yang akan berangkat. c) Mencatat setiap bus yang masuk kantor/pool PT ALS pekanbaru. d) Memberi bantuan kepada pengemudi bus, apabila ada keperluan membeli alat-alat untuk perbaikan bus. e) Memberiakan informasi kepada penumpang yang baru datang untuk di antar kealamat oleh servis PT ALS apabila diperlukan oleh penumpang. f) Memberi keamanan kepada penumpang dan supir dan kru PT ALS sesampai ke pool / kantor PT ALS.

20 g) Mengecek penumpang bus yang akan berangkat sesuai dengan tempat duduk yang tertera pada tiket penumpang (sesuai dengan surat jalan bus). h) Membuat laporan tertulis kepada perwakilan apabila ada hal-hal yang penting dan masukan/kritikan untuk dievaluasi. i) Melaporkan kepada aparat kepolisian atau yang berwajip apabila ada hal-hal yang mencurigakan. j) Melarang memasuki bus ataupun kantor bagi orang-orang yang tidak berkepentingan. k) Melaporkan kepada kepala perwakilan tentang perkembangan permasalahan dan hambatan-hanbatan dilapangan. l) Membuat laporan setiap pergantian sip (serah terima tugas). m) Membantu penumpang memasukkan barang-barang ke bagasi bus dan memberi tanda barang (label) penumpang setiap akan keberangkatan. 4. Petugas keamanan a) Membantu menjaga keamanan penumpang, kru bus dan fasilitas yang ada di kantor pool serta di terminal. b) Menjaga keamanan penumpang apabila masuk di kantor dan di terminal. c) Menjaga keamanan lingkungan di kantor dan pool ALS, juga bekerja sama dengan aparat keamanan dan kepolisian apabila ada hal-hal yang dicurigai.

21 d) Melarang bagi yang tidak berkepentingan memasuki bus yang baru datang maupun yang baru berangkat. e) Memberikan arahan kepada petugas lapangan/bagian paket, apabila dianggap perlu. f) Memberikan masukan yang positif kepada kepala perwakilan PT ALS dan saran juga kritikan. 5. Petugas bagian paket a) Menerima barang dan mencatat/memasukkan kebuku Expedisi sesuai dengan jumlah barang. b) Mengecek barang, apakah sesuai dengan surat pengantar barang tersebut. c) Menjaga barang/paket agar tidak rusak atau (hilang). d) Memberikan pelayanan yang baik kepada pemilik barang/paket dengan sopan dan ramah (tidak boleh kasar). e) Memberi tahu kepada pemilik barang/paket atau mengantarkan barang tersebut kealamt rumahnya. f) Bertanggung jawab apabila ada barang/paket yang hilang maupun rusak. g) Apabila ada pengambilan barang/paket dilarang memungut biaya secara paksa (sepantasnya). h) Petugas paket mempunyai tugas membantu keamanan bus dan parkir bus, juga turut membantu kelancaran keluar masuk bus di kantor/di pool.

22 i) Bekerjasama dengan petugas keamanan kantor PT ALS untuk dilanjutkan kepada pihak berwajib, apabila ada hal-hal yang mencurigakan. j) Apabilan hal-hal penting agar melapor kepada kepala perwakilan PT ALS pekanbaru. k) Tidak dibenarkan tidur ataupun duduk di atas paket. 6. Petugas lapangan di terminal. a) Memberikan pelayanan kepada penumpang bus PT ALS yang turun di terminal. b) Memberikan keamanan dan kenyamana kepada penumpang bus ALS yang baru datang maupun yang akan berangkat. c) Menjual tiket PT ALS sesuai dengan tarif yang telah ditentukan. d) Membantu atau memberitahu kepada supir bus PT ALS untuk memarkirkan kendaraannya pada tempat yang telah ditentukan. e) Petugas PT ALS yang diterminal supaya bekerja sama dengan petugas yang berwenag di terminal. f) Memberi informasi kepada supir bus PT ALS agar melaporkan surat jalan atau buku RIT kepada petugas DISHUB terminal untuk ditandatangani petugas yang bersangkutan. g) Membuat laporan setiap hari jumlah penumpang atau penjualan tiket yang ada di terminal. h) Menjaga keamanan para supir, kenek dan penumpang bus PT ALS di termial.

23 i) Menjaga kebersihan kantor PT ALS yang ada di lingkungan terminal. j) Dilarang menjual tiket perusahaan lain di kantor PT ALS yang ada diterminal. k) Melarang orang/pihak lain yang tidak berkepentingan memasuki bus yang berada diterminal seperti penjual rokok, koran, pengamen, dan penjual makanan kejil dll. l) Menjaga nama baik PT ALS.

24 SUSUNAN PENGURUS PERW. PT. ANTAR LINTAS SUMATRA KOTA PEKANBARU-PROVINSI RIAU KEP. PERWAKILAN TATA USAHA SOFYAN DAULAY, SPI SRI PUNDAN IRIANTI LIAN PETUGAS LAPANGAN ATAU KANTOR PENGEMUDI SERVIS CAR PETUGAS TERMINAL A.A HASIBUAN LOHO SAIPUL BAHRI LUBIS YUS OMPONG Pasaribu UNTUNG BEN PETUGAS PAKET EFRIZAL HENDRIK NASUTION ALI KEAMANAN MAYOR DAHLAN SIMANJUNTAK