LANDASAN EKONOMI. Imam Gunawan

dokumen-dokumen yang mirip
LANDASAN EKONOMI DALAM MENUNJANG PENDIDIKAN INVESTASI JANGKA PANJANG

I. PENDAHULUAN. Pemerintah dalam rangka mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan telah

PEDOMAN PENYUSUNAN ANGGARAN BERBASIS KINERJA (APLIKASI UNTUK PEMERINTAH PUSAT)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Anggaran merupakan suatu hal yang sangat penting dalam suatu organisasi.

BAB I PENDAHULUAN. penerimaan dan pengeluaran yang terjadi dimasa lalu (Bastian, 2010). Pada

MANAJEMEN KEUANGAN PENGERTIAN MANAJEMEN KEUANGAN. Kegiatan pengelolaan keuangan dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan pengawasan

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu komponen yang menentukan proses belajar mengajar

BAB I PENDAHULUAN. kependidikan sebagai unsur yang mempunyai posisi sentral dan strategis

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

BAB 1 PENDAHULUAN. upaya-upaya secara maksimal untuk menciptakan rerangka kebijakan yang

BAB III KERANGKA PENDANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012

KONSEP DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN. Rahmania Utari, M. Pd.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia bukan merupakan tugas yang

BAB I PENDAHULUAN. diantaranya adalah Undang-Undang No.17 Tahun 2003 Tentang Keuangan

BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN

MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI: TANTANGAN DAN STRATEGI. Dwi Esti Andriani, M. Pd., MEdSt/AP FIP UNY/2011

BAB V PEMBAHASAN. A. Pembahasan Pada uraian ini, peneliti akan menyajikan uraian pembahasan sesuai

SURAT KETERANGAN PENDAMPING IJAZAH Sosialisasi Implementasi ZULFAHMI ALWI_LPM_UINAM

BAB I PENDAHULUAN. Otonomi daerah merupakan pemberian kewenangan secara luas, nyata, dan

BAB I PENDAHULUAN. dari rahasia perusahaan yang tertutup untuk publik, namun sebaliknya pada sektor

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

KEBIJAKAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN PUBLIK. Mada Sutapa *) Abstract

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. penelitian yang berjudul Pengaruh Disiplin Kerja dan Kepemimpinan Kepala

RENCANA STRATEGIS Politeknik Kesehatan Kemenkes Mataram Tahun

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KEBIJAKAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN PUBLIK

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era revormasi yang sedang berlangsung dewasa ini, pelaksana

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN 2010 TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Selama pemerintahan orde baru sentralisasi kekuasaan sangat terasa dalam

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu kunci penanggulangan kemiskinan dalam jangka

BAB I PENDAHULUAN. Penganggaran merupakan hal yang sangat penting di dalam suatu organisasi,

BAB I PENDAHULUAN. penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas terukur (PP Nomor 8

BAB I PENDAHULUAN . Latar Belakang

MAKALAH AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK JENIS JENIS ANGGARAN SEKTOR PUBLIK

SOAL PILIHAN GANDA. Agus Sukyanto,

MAZHAB FILSAFAT PENDIDIKAN. Imam Gunawan

BAB. I PENDAHULUAN. perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

RESPON GURU TERHADAP VISI SUPERVISI

2013, No BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setela

BAB I PENDAHULUAN. pembinaan terhadap menyelenggaraan pendidikan. Menurut Gaspersz (2011:

BAB I PENDAHULUAN. investasi dalam bidang pendidikan sebagai prioritas utama dan. pendidikan. Untuk mendasarinya, Undang-Undang Dasar 1945 di

BAB I PENDAHULUAN. 2004, manajemen keuangan daerah Pemerintah Kabupaten Badung mengalami

KB 1 KPJM SEBAGAI SALAH SATU PENDEKATAN PENGANGGARAN. Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah 30/01/2017

BAB I PENDAHULUAN. saat ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan. Jumlah penganggur

RENCANA STRATEGIS BISNIS UNIVERSITAS MULAWARMAN TAHUN

V. KESIMPULAN DAN SARAN. implementasi kebijakan RSBI di Propinsi DKI Jakarta. Berdasarkan penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tuti Rohayati, 2014

VISI DAN MISI POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

GAMBARAN UMUM DAN ARAH KEBIJAKAN BUMD, BLUD DAN BMD DALAM PEDOMAN PENYUSUNAN APBD TAHUN ANGGARAN 2019

PERBEDAAN KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI MENGAJAR ANTARA GURU DI SMA NEGERI 11 YOGYAKARTA DAN MADRASAH MU ALLIMIN MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA.

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

BAB I PENDAHULUAN. yang dimulai dengan bangkrutnya lembaga-lembaga keuangan di Amerika

Lampiran 1 : PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA PEJABAT ADMINISTRATOR - LOGO DAERAH - PERJANJIAN KINERJA TAHUN. NAMA JABATAN ADMINISTRATOR

BAB I PENDAHULUAN. adalah kebijakan pendanaan untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi merupakan era kemajuan ilmu pengetahuan dan

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. disampaikan kessimpulan-kessimpulan utama.

BAB I PENDAHULUAN. memegang peranan penting dalam pembangunan nasional. Pendidikan

PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Drs. Bambang Wisnu Handoyo DPPKA DIY

BAB I PENDAHULUAN. Ateh (2016) dalam artikelnya mengungkapkan, pernah menyampaikan bahwa ada yang salah dengan sistem perencanaan dan

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia menganut asas desentralisasi yang memberikan kebebasan dan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Perkembangan sistem tata kelola pemerintahan di Indonesia telah melewati serangkain

RANPERDA APBD TA SOSIALISASI RANCANGAN PERATURAN DAERAH TENTANG APBD PROVINSI SULAWESI BARAT TAHUN ANGGARAN 2018

BAB I PENDAHULUAN. Sosiologi pendidikan dapat didefiniskan sebagai suatu kajian yang

STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN APA, BAGAIMANA, DAN MENGAPA

Farah: apa itu anggaran inkremental dan Zero based review? Sebagai manajer mana yang anda pilih? Binta: Kesulitan dalam mengukur output? Solusi?

BAB I PENDAHULUAN. organisasi baik itu organisasi swasta maupun organisasi milik pemerintah

Martapura, Januari 2017 KEPALA SKPD. Drs. H. ASPIHANI, M.AP NIP

BAB I PENDAHULUAN. Anggaran sebagai salah satu alat bantu manajemen memegang peranan

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Pada bagian ini, akan dikemukakan beberapa kesimpulan dan rekomendasi

BAB I PENDAHULUAN. Suatu organisasi di dalam mempertanggungjawabkan segala aktivitas finansial

BAB I PENDAHULUAN. berbagai tantangan yang harus dihadapi. Melalui pendidikanlah seseorang dapat memperoleh

PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 DINAS PEKERJAAN UMUM PENGAIRAN KABUPATEN LAMONGAN

BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

ASAS DAN PRINSIP PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA

Transkripsi:

LANDASAN EKONOMI Imam Gunawan

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI PENDIDIKAN DI INDONESIA UUD 1945 pasal 31 ayat (1-4) UURI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bab XIII) PP Nomor 28, 29, dan 30 tentang Pendidikan Keputusan Presiden tentang Pedoman Pelaks APBN per tahun

Tanggung Jawab Pendanaan Pendidikan Sblm tahun 2000 Pendanaan SD oleh Pemda dan Masyarakat. Pendanaan SMTP-PT oleh Pem pusat dan Masyarakat. Sesudah tahun 2000 Pendanaan SD s.d. SMTA oleh Pem pusat, Pemda, dan Masyarakat. Pendanaan PTN oleh Pem pusat dan Masyarakat.

PERAN EKONOMI DALAM PENDIDIKAN Implikasi dari keberhasilan pembangunan ekonomi secara makro ialah munculnya sejumlah sekolah unggul. Terdapat hubungan yang resiprokal (timbal balik) antara ekonomi dan pendidikan.

FUNGSI PRODUKSI DALAM PENDIDIKAN Thomas mengemukakan fungsi produksi dalam pendidikan, yakni: 1. Fungsi produksi administrator (input); 2. Fungsi produksi psikologi (output); 3. Fungsi produksi ekonomi.

Fungsi produksi administrator (input) ialah segala sesuatu yang menjadi wahana dan proses pendidikan. Input ini ialah: sarana dan prasarana, media belajar, alat peraga, buku, disket, film, kertas, dan waktu guru dan staf dalam bekerja untuk melayani peserta didik; Fungsi produksi psikologi (output) ialah berbagai bentuk layanan dalam memproses peserta didik. Lazimnya layanan ini dihitung lewat sistem kredit semester (SKS). Output ini ialah: peningkatan kepribadian, pengarahan dan pembentukan sikap, penguatan kemauan, peningkatan estetika, penambahan iptek, penajaman pikiran, dan peningkatan keterampilan; Fungsi produksi ekonomi diperhitungkan dengan mencari selisih antara input dan output. Hasilnya menjadi parameter akan keberhasilan lembaga pendidikan.

Input > Output GAGAL Input = Output IMPAS (RUGI) Input < Output SUKSES

EKONOMI PENDIDIKAN Sebagai tempat pembinaan, pendidikan tidak memandang ekonomi sebagai pemeran utama seperti halnya dunia bisnis. Ekonomi hanya sebagai pemegang peran yang cukup menentukan. Ekonomi dalam hal ini dikontekstualisir ialah penyelenggaraan pendidikan memerlukan dana.

Ketersediaan sejumlah dana yang dimiliki sekolah merupakan salah satu faktor pendukung terselenggaranya program pendidikan. Ruslan (2008) menyatakan kebutuhan ketersediaan biaya sekolah pertumbuhannya lebih cepat daripada inflasi, sehingga sekolah menghadapi permasalahan keuangan yang serius, sekolah sangat memahami masalah keuangan sekolah, menetapkan kurangnya dukungan keuangan sebagai masalah utama. Program pengembangan mutu pendidikan tersebut erat kaitannya dengan ketersediaan dana dan dibarengi dengan kebijakan strategis, realitas yang terjadi selama ini, bahwa rendahnya kualitas pendidikan erat kaitannya dengan minimnya anggaran yang tersedia.

Skema Latar Pendidikan Pajak Pemerintah Bisnis, Industri, Sektor Privat Pelayanan Pembelian Akuntabilitas Anggaran Rutin Kontrol Kontrol SDM, Metode, dan Teknologi Pengeluaran Grants, Kontrak Hibah SPP dan Biaya Tambahan Lain P e m a s u k a n Institusi Pendidikan 1. Pengajaran 2. Penelitian 3. Perencanaan 4. Pengembangan 5. Komunikasi 6. Pelayanan 7. Operasi 8. Manajemen 9. Perbaikan Lulusan: Pengetahuan, Teknologi, Values, dan Bermoral Penjualan dan Pelayanan Akuntabilitas Kontrol Pajak Masyarakat, Warga Negara, Orangtua Pembelian dan Pelayanan yang Baik

Ada tiga macam perencanaan biaya pendidikan, yakni: 1. Perencanaan pendidikan: menentukan macam-macam kegiatan pendidikan, kemudian masing-masing kegiatan ditentukan biayanya; 2. SP4 (Sistem Perencanaan Penyusunan Program): pengaturan jenis-jenis kegiatan dilakukan secara sistem, atau lembaga pendidikan dipandang sebagai sistem dari segi pembiayaan. Alokasi dana disusun atas dasar realita dan semua kegiatan diorientasikan kepada pencapaian tujuan pendidikan. Anggaran tahun sebelumnya menjadi umpan balik bagi anggaran tahun sekarang (perencanaan bergulir); 3. ZBB (Zero Base Budgeting): hanya direncanakan untuk satu tahun anggaran. Tiap-tiap kegiatan ditentukan biaya minimal, beberapa kegiatan dapat diberikan tambahan biaya atas pertimbangan tertentu. Setiap tahun menentukan biaya baru walaupun program yang dibiaya memerlukan waktu beberapa tahun.

EFISIENSI DAN KEEFEKTIFAN DANA PENDIDIKAN Dana pendidikan bersifat terbatas sehingga penggunaannya perlu menekankan pada keefektifan dan efisiensi dana. Efektif bila dengan dana tujuan pendidikan yang telah direncanakan bisa tercapai dengan relatif sempurna. Efisiensi bila penggunaan dana yang harganya sesuai atau lebih kecil daripada produksi dan layanan pendidikan yang telah direncanakan.

Prinsip umum menilai keefektifan menurut Carpenter (1992) ialah: Berkaitan dengan problem tujuan dan alat memproses input untuk menjadi output. Tujuan atau output harus tepat dengan kriteria; Sistem yang dibandingkan harus sama, kecuali alat pemrosesnya. Misalnya yang harus sama atau homogen adalah tingkat pendidikan, kemampuan anak, dan sosial ekonomi; Mempertimbangkan semua output utama. Output utama pendidikan adalah jumlah siswa yang lulus, kualitas lulusan, yang dinilai ketika meluluskan mencakup: kognisi, afeksi, keterampilan, dan psikomotorik yang penilaiannya bersifat kontinu; Korelasi diharapkan bersifat kausalitas, yaitu korelasi antara cara memproses dengan output harus bersifat kausalitas.

Parameter efisiensi pendidikan menurut Pidarta (2009) mencakup: Ketepatan materi, media, dan metode pelajaran guna mencapai tujuan pengajaran; Ketepatan waktu kedatangan dan usai mengakhiri pengajaran oleh guru; Guru memerhatikan disiplin dan ketertiban kelas; Pendidik memerhatikan dan membina pengembangan afeksi dan psikomotorik peserta didik di sela-sela pembelajaran; Proses dan hasil belajar kelas dipakai umpan balik guna memperbaiki proses dan hasil belajar berikutnya; Guru dan supervisor melakukan kegiatan supervisi pengajaran; Guru terus berupaya memperbaharui materi pelajaran dan meningkatkan profesinya.

Policy Against Poverty INCOME HEALTH NUTRITION EDUCATION WELFARE

REHAT: Tidak ada negara yang jatuh miskin, karena banyak mengalokasikan APBN-nya untuk anggaran pendidikan. Tidak ada keluarga yang jatuh miskin, karena banyak mengalokasikan uangnya untuk biaya pendidikan.

IG