BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. kelurahan Gadang Kota Banjarmasin adalah masyarakat yang majemuk.

DIMANA BUMI DIPIJAK DISITU LANGIT DIJUNJUNG

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Yunita, 2014

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia penuh dengan keberagaman atau kemajemukan. Majemuk memiliki

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. masyarakat, bangsa, dan negara sesuai dengan pasal 1 UU Nomor 20 Tahun 2003.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah , 2014 Nilai-Nilai Budaya Gotong Royong Etnik Betawi Sebagai Sumber Pembelajaran IPS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan sebuah proses yang ditempuh oleh peserta didik

I. PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang heterogen, kita menyadari bahwa bangsa

I. PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia merupakan suatu bangsa yang majemuk, yang terdiri dari

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan hal yang utama untuk membentuk karakter siswa yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. baru belum terbentuk. Hal ini karena sendi-sendi kehidupan selama ini dianggap

BAB I PENDAHULUAN. nilai-nilai. Budaya dan nilai-nilai yang dipandang baik dan dijunjung tinggi oleh

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. tersebut sebenarnya dapat menjadi modal yang kuat apabila diolah dengan

I. PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang heterogen atau majemuk, terdiri dari

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang kaya akan berbagai macam etnis,

2015 PENANAMAN NILAI-NILAI KESUND AAN MELALUI PROGRAM TUJUH POE ATIKAN ISTIMEWA D I LINGKUNGAN SEKOLAH KABUPATEN PURWAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. Dunia saat ini dilanda era informasi dan globalisasi, dimana pengaruh dari

2015 KAJIAN NILAI-NILAI BUDAYA UPACARA ADAT NYANGKU DALAM KEHIDUPAN DI ERA MODERNISASI

BAB I. A. Latar Belakang Masalah. Manusia adalah makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial. Sebagai

BAB I PENDAHULUAN. Fenomena ketidak-konsistenan antara pendidikan dan keberhasilan kehidupan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Objek Penelitian Landasan Dasar, Asas, dan Prinsip K3BS Keanggotaan Masa Waktu Keanggotaan

BAB I PENDAHULUAN. teknologi informasi mengakibatkan kaburnya batas-batas antar negara baik

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berdiri diatas keberagaman suku,

C. Pembelajaran PKn 1. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Jika dirumuskan, adanya pendidikan kewarganegaraan memiliki tujuan antara lain:

BAB I PENDAHULUAN. budaya. Pada dasarnya keragaman budaya baik dari segi etnis, agama,

BAB I PENDAHULUAN. konsep pendidikan yang berbasis pada pemanfaatan keragaman yang ada di masyarakat,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Saat ini globalisasi berkembang begitu pesat, globalisasi mempengaruhi

PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENGATASI GERAKAN RADIKALISME. Oleh: Didik Siswanto, M.Pd 1

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

I. PENDAHULUAN. Pendidikan karakter merupakan suatu upaya penanaman nilai-nilai karakter

dengan pembukaan Undang Undang Dasar 1945 alinea ke-4 serta ingin mencapai

Maukuf, S,Pd. M.Pd. Pertemuan ke:

I. PENDAHULUAN. Banyak istilah yang diberikan untuk menunjukan bahwa bangsa Indonesia

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN. dan Satu Pemerintahan (Depag RI, 1980 :5). agama. Dalam skripsi ini akan membahas tentang kerukunan antar umat

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini akan membahas tentang : Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah,

Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin. Topik Makalah. RUH 4 PILAR KEBANGSAAN DIBENTUK OLEH AKAR BUDAYA BANGSA Kelas : 1-IA21

I. PENDAHULUAN. tidak hilang seiring dengan kemajuan zaman, karena budaya merupakan kekayaan

BAB I PENDAHULUAN. siswa untuk memahami nilai-nilai warga negara yang baik. Sehingga siswa

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaan merupakan cabang ilmu. cita cita bangsa. Salah satu pelajaran penting yang terkandung dalam

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN. berbeda dengan negara berkembang lainnya, yaitu terdiri dari banyak. suku, adat, kebiasaan, dan budaya yang sangat beragam.

PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIKULTURAL DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG BERKARAKTER. Muh.Anwar Widyaiswara LPMP SulSel

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pendidikan dapat meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan sistem yang harus dijalankan secara terpadu dengan

: Pendidikan Kewarganegaraan (PKN)

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan kewarganegaraan (PKn) adalah program pendidikan berdasarkan nilainilai

MENTERI NEGARA PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA

BAB V PENUTUP. 5.1 Kesimpulan

BAB I PENDAHULUAN. yang membawa berbagai konsekuensi tidak hanya terhadap dinamika kehidupan

Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

BAB I PENDAHULUAN. yakni Bhineka Tunggal Ika yang berarti walaupun berbeda-beda tetapi tetap

BAB I PENDAHULUAN. yang lebih dikenal dengan multikultural yang terdiri dari keragaman ataupun

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. berbagai suku, ras, adat istiadat, bahasa, budaya, agama, serta kepercayaan.

I. PENDAHULUAN. tujuan pendidikan sangat sarat dengan kompetansi sosial, personal dan

BAB I PENDAHULUAN. mempersiapkan anak-anak supaya memiliki visi dan masa depan sangat penting

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Dari deskripsi dan pembahasan hasil penelitian pada bab IV, dapat peneliti

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Budi Utomo, 2014

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

kepada perbuatan syirik, dengan niehiruskan tradisi budaya ngalaksa hendaknya

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi pembentukan karakter

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Tujuan pendidikan nasional dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Dalam konteks kebangsaan, pendidikan berperan untuk menyiapkan

BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan era globalisasi saat ini telah membawa kemajuan ilmu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Adicita itu pulalah yang merupakan dorongan para pemuda Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, yang terdiri dari

26. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 14 TAHUN 2007 SERI D ===============================================================

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI. pertanyaan-pertanyaan penelitian, yang menjadi fokus penelitian. Selanjutnya,

BAB I PENDAHULUAN. persatuan. Di dalam tubuh negara Indonesia terdapat nilai-nilai kemanusiaan yang

Rumusan Isu Strategis dalam Draft RAN Kepemudaan PUSKAMUDA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tris Yuniar, 2015 Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

KEBIJAKAN DIREKTORAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA DAN TRADISI

I. PENDAHULUAN. satu usaha pembangunan watak bangsa. Pendidikan ialah suatu usaha dari setiap diri

om KOMPETENSI INTI 13. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.

BAB I PENGANTAR Latar Belakang. Kehidupan berbangsa dan bernegara mempengaruhi pembentukan pola

DISFUNGSIONAL PERAN KARANG TARUNA DALAM PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL DI KAMPUNG CIREUNDEU

BUPATI KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 18 TAHUN 2017 TENTANG PEMBERDAYAAN DAN PEMBINAAN LEMBAGA ADAT

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Dari hasil pembahasan Bab IV terdahulu, maka peneliti rumuskan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Demokrasi menjadi bagian bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PENGEMBANGAN ETIKA DAN MORAL BANGSA. Dr. H. Marzuki Alie KETUA DPR-RI

BAB I PENDAHULUAN. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika secara de facto mencerminkan multi budaya

BAB I PENDAHULUAN. agama. Hal tersebut sangat berkaitan dengan jiwa Nasionalisme bangsa Indonesia.

PERATURAN DAERAH KOTA MATARAM NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. memiliki bermacam-macam kebudayaan, diantaranya bahasa daerah,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Transkripsi:

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI Dalam bab ini penulis akan mengemukakan simpulan dan rekomendasi hasil penelitian yang dirumuskan dari hasil deskrifsi temuan penelitian dan pembahasan hasil penelitian pada bab sebelumnya. A. Simpulan 1. Simpulan umum Berdasarkan hasil temuan penulis dalam penelitian pelestarian budaya Piil Pesinggiri dalam masyarakat multikultural Lampung, Secara umum penulis menyimpulkan bahwa pelestarian budaya Piil Pesinggiri dalam masyarakat multikultural Lampung sangat diperlukan dan suatu keharusan dalam pembudayaan budaya pada masyarakat Lampung, mengingat posisi budaya Piil Pesinggiri mempunyai nilai-nilai secara prinsip yang baik bagi masyarakat Lampung. Filsafat atau prinsip-prinsip hidup orang Lampung yaitu Piil Pesinggiri adalah sebagai norma dasar (grundnorm) bagi masyarakat Lampung dari kehidupan sehari-hari, baik dalam keadan kehidupan bermasyarakat atau bersosial. Secara sederhana, makna budaya Piil Pesinggiiri memuat makna keterbukaan dan budaya kegotong royongan, sehingga nilai-nilai tersebut sangat berkaitandengan nilai-nilai filsafat bangsa Indonesia yaitu Pancasila, yang menjadi pandangan hidup serta karakter bagi warga negara, dalam bermasyarakat, serta bernegara. Lampung juga mengenal istilah atau semboyan Sang Bumi Rua Jurai, yaitu bentuk pengakuan bahwa dibumi Lampung dihuni oleh pribumi Lampung dan masyarakat pendatang, tetapi tetap pada satu kesatuan yaitu Lampung satu dan Indonesia. Disisi lain, penulis melihat makna budaya Piil Pesinggiri adalah sebagai watak kewarganegaraan (civic dispositions) yang bermartabat, penuh dengan keterbukaan dan hidup dengan kegotongroyongan yang ada dalam 120

121 masyarakat Lampung sehingga budaya ini dengan dilestarikan akan berimplikasi pada pembentukan warga negara yang baik (good citizen) yang berkarakter dalam masyarakat (community civic). 2. Simpulan Khusus Merujuk pada pembahasan penulis pada bab sebelumnya, penulis akan menyimpulkan secara khusus beberapa temuan sebagai berikut: a. Pelestarian Budaya Piil Pesinggiri dalam Masyarakat Multikultural Lampung. Beberapa point penting akan penulis paparkan dalam pelestarian budaya Piil Pesinggiri dalam masyarakat multikultural lampung, yaitu sebagai berikut: 1) Diperlukan tanggung jawab serta memiliki kesadaran secara kolektif dari masyarakat Lampung secara umum agar nilai-nilai budaya tersebut dapat tetap eksis dan berkembang atau bahasa lainnya menjaga esensi nilainilai fundamental budaya Piil Pesinggiri. 2) Diperlukan tanggung jawab sertarasa memiliki secara kolektif dari masyarakat Lampung di dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai akar budaya Piil Pesinggiri, agar bisa berdiri kokoh serta dijadikan sebagai sumber kekuatan atau fondasi dalam menghadapi segala macam ancaman kebudayaan sebagai dari akibat kemajuan era globalisasi seperti yang terjadi saat ini dan dalam konteks masyarakat yang multikultural. 3) Upaya dinamisasi budaya di Lampung juga menjadi point penting sebagai bentuk upaya pelenturan budaya (unsur-unsur budaya) dalam pengertian mencari atau mengembangkan agar tidak terlepas dari akar budaya Lampung yang secara dialektis, sehingga menciptakan ruang bagi budaya Lampung untuk tetap sejajar dan bersama-sama dalam budaya yang multikultural dalam upaya melestarikan budaya-budaya yang ada di Lampung. Dengan upaya dinamisasi budaya yang dilakukan di Lampung, akan menjawab sebuah pernyataan bahwa tanpa upaya dinamisasi budaya, itu akan cepat dirasakan sangat usang, dan diangggap

122 ketinggalan zaman, serta dianggap tidak menjiwai dari pendukungnya yang selalu bersifat dinamis. b. Kendala dalam Pelestarian Budaya Piil Pesinggiri dalam Masyarakat Multikultural Lampung. Beberapa point penting akan penulis paparkan dalam kendala pelestarian budaya Piil Pesinggiri dalam masyarakat multikultural lampung, yaitu sebagai berikut: 1) Kurangnya pemahaman sebagain dari masyarakat Lampung tentang nilainilai budaya Piil Pesinggiri. 2) Kurangnya kesadaran bagi masyarakat akan penting akar budaya Piil Pesinggiri sebagai kekuatan dan eksistensinya budaya untuk menjadi kekuatan dalam menghadapi segala bentuk ancaman baik dari kondisi sosial dan global. 3) Kondisi orang Lampung yang sedikit dibandingkan masyarakat pendatang sehingga diperlukan upaya dalam mecari upaya atau dinamisasi budaya agar budaya Piil Pesinggiri tersebut dapat tetap terlestari. 4) Kurangnya referensi bagi masyarakat untuk mempelajari budaya Piil Pesinggiri. 5) Pengaruh budaya baik dalam kondisi masyatakat yang majemuk di Lampung dan juga pengaruh globalisasi yang semakin kompleks sehingga nilai-nilai budaya Piil Pesinggiri juga menjadi suatu budaya tradisional yang dianggap kurang populer bagi orang Lampung. c. Upaya dalam Penanggulangan Budaya Piil Pesinggiri dalam Masyarakat Multikultural Lampung. Beberapa point penting akan penulis paparkan dalam upaya dalam pelestarian budaya Piil Pesinggiri dalam masyarakat multikultural lampung, yaitu sebagai berikut: 1) upaya dalam pelestarian budya Piil Pesinggiri dalam masyarakat multikultural Lampung haruslah menjadi tanggung jawab, dan kesadaran

123 secara bersama bagi masyarakat yang ada di Lampung. Mengingat Lampung sendiri adalah suku yang minoritas di tanah kelahirannya sendiri, hal ini menjadi point penting untuk melihat fakta secara interaksi sosial bahwa Lampung memerlukan kerja sama dari semua pihak dalam upaya melestarikan kebudayaannya. Pepatah dimana bumi dipijak dan disitu langit dijunjung kiranya menjadi sebuah prinsip bagi masyarakat pendatang yang telah berdomisili dan menetap di Lampung, sehingga dengan kesadaran untuk mau belajar, menggali kebudayaan, serta mau membudayakan atau melestarikan budaya di Lampung akan menghasilkan suatu yang signifikan akan keberadaan budaya Piil Pesinggiri dalam masyarakat multikultural. 2) Dari aspek orang Lampung yang empunya pemegang budaya Piil Pesinggiri juga harus menjadi kunci pokok dalam upaya pembudayaan nilai-nilai Piil Pesinggiri, terutama membudayakan dari sejak dini kepada anak-anak atau generasi penerus bagi orang Lampung. Serta upaya Tokoh Adat juga, harus lebih eksis untuk memberikan sosialisai kepada masyarakat tentang makna nilai-nilai budaya Piil Pesinggiri. 3) Upaya lain juga bisa dilakukan dengan, cara menjalin kerja sama yang secara intens baik dengan tokoh-tokoh adat lainnya atau masyarakat luar yang ada di Lampung, serta dengan pemerintah untuk memberikan sosialisasi, serta membudayakan budayapiil Pesinggiri di masyarakat Lampung. B. Rekomendasi Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis merekomendasikan beberapa hal yang berkaitan dengan pelestarian budaya Piil Pesinggiri dalam masyarakat mulitukultural Lampung, diantaranya: 1. Untuk Tokoh Adat Lampung atau Majelis Penyeimbang Adat Lampung (MPAL): a. Dalam hal ini sebagai wadah organisasi yang mengemban amanah untuk melestarikan budaya Lampung, agar terus secara konsisten dalam

124 menanamkan dan menjaga esensi nilai fundamental budaya Piil Pesinggirisebagai kekuatan budaya Lampung agar menjadi tetap eksis dan menjadi identitas Lampung ditengah-tengah masyarakat yang multikultural. b. Peran tokoh Adat, dalam memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat Lampung akan pentingnya nilai budaya Piil Pesinggiri. c. Kemudian para tokoh adat agar terus melakukan hubungan dan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak. d. Mengingat para tokoh adat merupakan orang yang menjadi panutan dalam masyarakat, sehingga memungkinkan menjadi motor penggerak untuk mengajak, serta mempengaruhi masyarakat dalam pelestarian budaya. e. Kegiatan kebudayaan dalam bentuk ivent juga bisa dilakukan oleh para tokoh adat dan tokoh masyarakat dalam membudayakan budaya tersebut. 2. Bagi tokoh-tokoh masyarakat Lampung atau Paguyuban atau persatuan Adat lainnya yang ada di Lampung: a. Bersama-sama dalam melestarikan dan memahami serta menghargai budaya Piil Pesinggiri sebagai bentuk kepedulian terhadap budaya daerah setempat yaitu Lampung Sang Bumi Rua Jurai. b. Sikap toleransi dan kerjasama antarsuku, agama, serta masyarakat secara kolektif dalam menghargai keberagaman budaya tersebut guna terciptanya keharmonisan dalam masyarakat Lampung yang damai dan bermartabat. c. Menjadi motor penggerak untuk mengajak, serta mempengaruhi masyarakat dalam pelestarian budaya d. Harus terlibat dalam kegiatan kebudayaan dalam bentuk ivent dan kegiatan sejenis dalam rangka membudayakan budaya atau melestarikan budaya daerah. 3. Bagi para akademisi serta para pendidik yang ada di Lampung: a. Mempunyai peran dalam pendidikan untuk membudayakan serta melestarikan budaya Piil Pesinggiri di dunia pendidikan kepada peserta didik melalui pelajaran muatan lokal.

125 b. Mempelopori para generasi muda dalam membudayakan nilai-nilai budaya Piil Pesinggiri sebagai lokalitas dan menjadi karakter identitasnya masyarakat Lampung, sehingga budaya tersebut menjadi sember kekuatan dan kekayaan budaya nasional. c. Para akademsi juga bisa mengambil peran dalam pelestraian budaya, misalnya dengan mengadakan penelitian-penelitian mengenai nilai-nilai kearifan lokal, sehingga bisa memberikan sumbangan kepada semua pihak, mengenai informasi yang didapatnya dalam penelitian. d. Informasi juga bisa dipublikasikan serta dibukukan sehingga menjadi sumber referensi kepada semua pihak dalam pengayaan sumber pengetahuan. 4. Bagi Pemerintah, khusunya Pemerintahan Kabupaten Waykanan: a. agar lebih serius dan terlibat dalam menggali nilai-nilai budaya yang ada dilampung, sehingga nilai-nilai budaya Piil Pesinggiri tersebut tidak hilang, dan menjadikan Lampung yang bermartabat dan memiliki identitas sebagai karakter orang Lampung dalam masyarakat yang majemuk serta menjadi sumber kekayaan budaya nasioanal. b. Membuat kebijakan tentang pentingnya akar budaya daerah Lampung dalam konteks melestarikan kebudayaan daerah. c. Memberikan sosialisasi kepada masyarakat sebagai strategi yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah setempat. d. Membuat atau mengadakan ivent kebudayaan e. Bekerjasama dengan berbagai tokoh dan masyarakat dan stakeholder lainnya yang ada di pemerintahan kabupaten Waykanan. 5. Peniliti selanjutnya, yang tertarik dan tergugah dalam pelestarian budaya Piil Pesinggiri: a. Agar meneliti secara murni, mengenai budaya Piil Pesinggiri dan dihubungkan dengan segala aspek, ekonomi, politik, budaya, hukum, adat, norma, dan aspek-aspek lainnya atau dengan bahasa lainnya adalah

126 bisa meneliti pure piil pesinggiri lampung, sehingga bisa dijadikan referensi dan sumber pengayaan ilmu pengetahuan budaya Lampung. b. Membuat model pembelajaran yang secara intrinsik mumuat nilai-nilai kearifan lokal Lampung agar bisa digunakan dalam model pembelajaran disekolah. 6. Bagi guru PKn dan Ilmu Pengetahuan Pendidikan Kewarganegaraan: a. Membuat penelitian tindakan kelas, yang memuat unsur-unsur nilai kearifan lokal Lampung, misalnya tentang budaya Piil Pesinggiri sebagai wahana nilai kearifan lokal dalam menciptakan pendidikan mulitiltural. b. Budaya Piil Pesinggiri dalam masyarakat Lampung, bisa dijadikan rujukan dalam wahana Pendidikan Kewarganegaraan dalam aspek Pendidikan nilai atau pendidikan karater. c. Dalam aspek PKn dalam domain sosial kultural, serta PKn di masyarakat atau community civic, Budaya Piil Pesinggiri bisa dijadikan referensi untuk pengembangan karakter masyarakat dalam upaya pembentukan warga negara yang smart and good citizen.